Masa Akhir

Oktober 14, 2009 pukul 6:52 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 4 Komentar
Tag:

Ingatlah ini…
Mat. 24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
Yes. 42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

maka untuk menghadapi hari ini, mari melihat nubuat di dalam 2 Timotius 3:1-5

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Ayat ini jelas mengindikasikan bahwa sampai akhirnyapun masih ada orang yang benar-benar beriman, dan berada di dalam Kristus. Dan orang-orang inilah yang akan merasakan semua kesukaran itu. Jadi “massage” ini dituliskan kepada semua orang beriman, supaya mereka siap, sebab TUHAN sejak dari dahulu selalu memberitahukan segala sesuatunya sebelum ternjadi…

Kita sedang tidak meniti hari, kapan dan kapan, tetapi kita akan dan selalu menganggap bahwa waktu ini, sekarang ini adalah masa-masa akhir. Karena cikal bakal tentang semua keruntuhan yang rohaniah sudah dimulai sejah dari dulu.

Mari melihat contoh di negara kita, Indonesia. Seorang yang bekerja dekat dengan pemerintahan. Bagaimana ia mendapat “project”, bagaimana ia harus “melayani” pejabat, dan bagaimana ia harus bertindak ke anak buahnya. Saya masih melihat banyak ketidakbenaran, saya tidak tahu apa yang Anda lihat, tetapi saya mau menceritakan apa yang saya lihat dan saksikan. Ketika seorang beriman, yang rohaniah, berada di dalam sistem yang seperti ini, bagaimana? apakah ia terikut-ikut? atau ia akan menerima tawaran hatinuraninya yang berkata, “Ini sesuatu yang salah”.
Yang berkata “Ya” kepada sistem yang rusak ini tentu dapat kita lihat, bergelimang harta, puas, dan perhatikan tingkah polahnya misalnya di dalam rapat-rapat keluarga atau rapat-rapat gereja, “Bukan main sombongnya”. Sementara yang berkata “tidak”, mereka akan melihat kesukaran-kesukaran hidup.

Atau ketika kita menerima tawaran-tawaran yang “mudah” apa jawab kita?, menyeberang bukan di jalan penyeberangan lebih cepat sampai, mobil memutarbalik bukan di U-Turn lebih hemat dan tidak memboroskan bensi dan waktu, menyuap untuk mendapat kemudahan-kemudahan lebih cepat, menaikkan bill reimbursement akan mendapat uang lebih banyak, tidak menolong orang yang berkekurangan akan membuat uang kita kesimpan lebih banyak,
….Dan malah kita mencibir hal-hal yang rohaniah sama sekali, bukankah banyak orang yang tidak menyukai lagu-lagu rohani dibanding lagu DJ misalnya?, atau bukankah orang lebih suka membaca Novel Dan Brown dibanding Alkitab Lukas misalnya?, atau membakar uang demi sepuntung rokok daripada kolekte?.

Atau Anda masih kurang?, bukankah setiap lowongan pekerjaan mencantumkan tolak ukur duniawi? apakah ada ditanya tentang kerendahan hati? tidak! pintu oportunisme lebih menganga bagi para profesional yang ingin maju berlangkah-langkah.

Dan yang lebih sukar lagi bagi kita adalah, bahwa ternyata orang-orang ini ada juga yang beragama, ia beribadah, ia memanggil nama Tuhan,… tetapi ia tidak mengetahui bahwa di dalamnya ada Kristus, ia tidak memikul salib. TUHAN adalah yang empunya segala sesuatu, tetapi dengan kekuatan sendiri, dengan kecurangannya ia beroleh harta dunia, ia mengejar dunia, ia benar-benar tidak mengenal siapa yang di dalam dirinya, benar-benar anti-Kristus.

Jadi pikirkan dan lakukanlah yang rohani, dan siap-siaplah akan kesukaran-kesukaran, karena memang Kristus bukan dari dunia ini.

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tulisan ini seperti cerminan/refleksi hidup orang-orang dimasa kini yang cenderung self centered. Pertanyaannya adalah bagaimana kalau kita terjebak dan hati nurani berseru untuk keluar dari situasi/sistem yang sudah bobrok.
    Sukar memang, tapi bukannya tidak bisa dilakukan, selalu ada kasih karunia dari Tuhan yang membuat kita bisa menjadi orang yang berbeda (“Dare to be different”)

  2. Tulisan ini seperti cerminan/refleksi hidup orang-orang dimasa kini yang cenderung self centered.

    dan akan terus seperti itu inang,
    kita harus tetap bisa menjawab dengan kehidupan yang penuh terang dan garam

    Pertanyaannya adalah bagaimana kalau kita terjebak dan hati nurani berseru untuk keluar dari situasi/sistem yang sudah bobrok.
    Sukar memang, tapi bukannya tidak bisa dilakukan, selalu ada kasih karunia dari Tuhan yang membuat kita bisa menjadi orang yang berbeda (”Dare to be different”)

    sukar sekali, ketika kita keluar tentu pendapatan akan turun drastis… kehidupan berubah.. gaya hidup berubah… hidup bergantung kepada YANG ADA memang susah, sudah diingatkan… dan akan semakin susah…

  3. @ Parhobas

    saya setuju dgn posting lae ini, kita sekarang sudah ada pada waktu jaman akhir itu dekat. Tidak ada satupun dari yg dikatakan rasul Paulus itu yg tidak saya lihat dan alamin dalam hidup sekarang ini. Semua manusia jaman sekarang sudah berfokus pada kepentingan diri sendiri. Yang paling ngeri lae, harga untuk sebuah nama Tuhan sudah tidak mendapat tempat yang kudus ditengah-tengah keluarga Kristen saat sekarang ini. Bayangkan lae ada keluarga saya dimana seorang ibu merelakan borunya menikah dgn dongan sileban nan dan dgn enteng mengatakan ” TIDAK MASALAH ANAKKU KAWIN DGN SIAPAPUN KARENA SEMUA AGAMA SAMA SAJA”
    Bah unga maup ??? Tangis iba mamereng situasi keimanan jolma saonari laeku……

    • molo halak batak si Paulus, ra di epistel tu si timotius i adong do ra hata ni lae ateh …. “lam maup do jolma dipudian di ari i” hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: