Alkitab

Oktober 5, 2009 pukul 11:17 am | Ditulis dalam Apologet, Saya melihat | 3 Komentar
Tag:

Alkitab terdiri dari 66 buah kitab, yang tertulis di dalam berbagai jenis media. Perjanjian Lama contohnya ada yang ditulis di dalam batu, tanah liat, kayu maupun kulit. Setelahnya usaha memperbanyakpun dilakukan, copy, maka kemudian dituangkan di dalam: papyrus, Vellum, parchment atau bahkan kertas.
Sedangkan contoh-contoh Perjanjian Baru kita dapat di dalam papyrus atau kertas.

Perjanjian Lama
– Umumnya tertulis di dalam tulisan Ibrani Kuno
– Beberapa ditulis dalam Aramaic (dimana Aramaic adalah bahasa umum di Palestina sekitar 500SM)
– Aramaic dan Ibrani hampir mirip, hanya vokabulary-nya yang berbeda.
– Ditulis dari 1400 SM to 400 SM, berisi 39 kitab (bagi Yahudi kadang dihitung menjadi 22-27 kitab, dengan susunan yang berbeda), yang pasti isi yang samalah yang digunakan oleh Protestan, kitab yang dipakai sejak 400SM. Secara officialkanon Alkitab Yahudi baru diterima setelah sekelompok Rabbi Yahudi mengadakan kanon tahun 90M. List pertama kali, 39 kitab, dibuat oleh Melito dari Sardir sekitar 170 M. Menurut Josephus, pada abad pertama tidak ada buku lagi setelah Maleakhi.
-Apocripa ditulis dari rentang 200SM-200M, tidak diikutsertakan oleh Protestan di dalam Alkitab karena, tidak pernah dimasukkan di dalam kanon Alkitab Yahudi, tidak pernah dikutip Yesus, dan doktrin yang bertentangan.

Artinya tulisan itu sendiri sudah ada, baru kemudianlah di-kanon-kan

Perjanjian Baru
– Umumnya tertulis di dalam tulisan Yunani
– Beberapa kata Aramaic juga digunakan (Talitakum, Maranatha, Abba)
– Ditulis berkisar dari tahun 50-70M oleh Rasul-rasul, Kemungkinan surat Paulus ke Korintus adalah yang tertua.
– Penulis adalah rasul-rasul, baik yang menjadi murid Yesus sebelum kematian, maupun rasul setelah kenaikan ke sorga
– Surat-surat (4 Injil dan tulisan ke jemaat), ditulis tangan ulang dan dibagi-bagikan kepada jemaat karena isi dan ajarannya
– Para Bapa Gereja dari tahun 90-160M menulis beribu-ribu ayat kutipan dari tulisan para rasul
– Pada akhir awal ke dua, semua Injil dibukukan menjadi satu, dan Surat Paulus di dalam volume yang lain, dan diterima jemaat.
– Pertengahan abad ke-2 Kisah Para Rasul masuk dalam Surat ke Jemaat
– Pada akhir abad ke-2, 1 Petrus dan 1 Yohanes dianggap tulisan yang diispirasikan juga.
-Tulisan lainnya memakan waktu yang lama untuk dianggap masuk kepada kanon (Ibrani, Filemon, Yakobus, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes baru diakui di sekitar penghujung abad ke dua.
– Pada akhir abad ke empat, semua tulisan, 27 buku, dianggap diterima.
– Eusibuslah yang pertama menetapkan kanon Perjanjian Baru, yang kemudian diterima oleh bapa-bapa gereja seperti Jerome dan Augustine
– Gereja menerima semua kanon itu setelah diuji dan dihargai sebagai bersifat ilahi , banyak tulisan lain yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran-ajaran dari ke 27 buku ini, yang akhirnya tidak dimasukkan ke kanon.

Kesalahan-copy-penggandaan sepanjang masa:
– Variasi Kecil yang tidak ada konsekuensi terhadap arti (contohnya perubahan ejaan), bisa diterima.
– Variasi Substansial yang tidak ada konskuensi terhadap arti (contohnya penambahan kata atau bahkan mungkin ayat untuk memperjelas makna suatu kata/ayat) Contoh: Codex Bezae, dari Text Yunani dari abad ke-5, Luke 6:5, penambahan kata/ayat ini tidak diterima karena mengubah makna.
– Variasi Substansial yang memiliki text pendukung (contohnya kesamaan peristiwa). Markus 16:9-20, dianggap tidak terdapat di dalam text-text tertua, tetapi diterima karena peristiwa yang ada di dalamnya juga termasuk di dalam buku injil lainnya.

Otoritas Alkitab:
– Perjanjian Lama tertua yang kita miliki adalah dari abad 9 dan 10, sehingga sangat dipertanyakan
– Jumlah copynya sangat sedikit
-Sampai setelah ditemukannya Dead-Sea-Scroll (Alkitab yang ditulis sekitar 100SM), luarbiasanya kitab Yesaya, kitab yang paling bagus keadaannya waktu ditemukan, memiliki kesamaan persis dengan copy yang kita miliki dari abad 9 maupun 10 di atas.
– Perjanjian Baru memiliki 5.255 buah dokument, 116 frament dari Papyrus, yang beberapa diantaranya bertanggal 115-120 M.
– Dokument tertua Perjanjian Baru awal yang semuanya huruf kapital ada 267 buah dan 2.764 yang kursif
– Kita memiliki 2.143 leksikon, bacaan liturgi/kebaktian gereja Orthodox, dimana 90 persen isinya diambil dari Perjanjian Baru

Variasi Text dan kemungkinan kesalahan
Upaya untuk merekonstruksi Dokument yang asli diusahakan manusia, sebab begitu banyaknya dokumen yang dimiliki maka para scholar berusaha mengadakan kritik text.
– Di dalam Perjanjian Baru, awalnya ditemukan 200.000 perbedaan (dengan metode 1 kesalahan jika dicopy sebanyak 5000 maka ada 5000 kesahalan)
– Setelah perkembangan ilmu kritik text ini, Perjanjian Baru keakuratannya telah mencapai 98.33%, artinya variasi-variasi text itu hanya menyisakan sedikit perbedaan dengan aslinya, dimana dokument yang digunakan seluruhnya sekitar 18.000 manuskrip Perjanjian Baru dan 86.000 tulisan-tulisan Bapa Gereja awal yang mengutip Perjanjian Baru

Sejarah Akurasi Alkitab:
Kita telah melihat ribuan manuscript dari data di atas, yang mana membuktikan tidak akan ada satu usaha apapun yang dapat untuk mengubah isi dari Alkitab itu.
Tetapi masih ada saja orang yang meragukan keakuratan historisnya. Contohnya para sekular tidak pernah yakin bahwa Musa telah menulis kitabnya pada tahun 1400SM, karena mereka belum mengenal tulisan pada abad itu. Tetapi archeology telah membuktikan bahwa orang Ibrani telah mengenal tulisan, bahkan sebelum jaman Musa. Banyak lagi, contohnya tentang tembok Yerikho, Raja Belshazzar, sampai Pilatus, tetapi semuanya sudah terjawab dengan penemuan-penemuan arkeologi.

Sajian ini menyajikan banyak hal kepada kita, meskipun Alkitab itu sendiri dapat menjawab dirinya sendiri

2 Petrus 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Maka syukur kepada DIA yang berkenan menggunakan orang-orang dari sejak jaman purbakala sampai Maranatha untuk membuktikan bahwa IA ADA, dari buku, kitab, Alkitab.
Kalau orang senang mengoleksi barang-barang berharga, maka kita simpanlah Alkitab (tulisan yang berusia ribuan tahun ini) di dalam hatimu, ujilah.

disadur dari berbagai sumber

Iklan

Say no to HOAX!, seri Perjanjian Lama

Oktober 5, 2009 pukul 8:24 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Tidak ada kengerian yang tidak dapat dengan tidak jelas lagi menggambarkan ini.
Bahtera Nuh. Ya, memang kita tidak boleh mempercayai dengan mudah sesuatu yang mustahil terjadi, tetapi jangan sampai kenyamanan membuat hati kita keras, jangan sampai terlambat menyimpulkan segala sesuatu sebelum -:”Say No to Hoax”- selesai.

Banyak berita yang disampaikan di dalam Lima Kitab Musa menjadi pelajaran kepada kita, bahwa kematian menjadi buah dari kekeraskepalaan.

Musa:
Keluaran 4:1
Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?”

Ya Musa tahu bangsa yang dipimpinnya kelak adalah bangsa yang tegar tengkuk, mereka mencari bukti.
Semoga kekeraskepalaan ini tidak kita punyai, tetapi biarlah bukti yang mereka dapat menjadi kabar baik kepada kita, bahwa IA ADA.

Di dalam Perjanjian Lama, tidak sedikit kita melihat bahwa seorang nabi meminta tanda terlebih dahulu, bahwa DIA Yang mengutus adalah TUHAN yang dahulu pernah memelihara, dan seterusnya akan memelihara misiNya juga, kedua orang tua Simson tentu contoh yang bagus.

Say no to HOAX!, seri Perjanjian Baru

Oktober 5, 2009 pukul 8:07 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Thomas:
Yohanes 20:27
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Thomas memang keras kepala, semoga kita tidak memiliki “kekerasan” yang sama. Tetapi apa yang “buruk” bisa dibuat Yang Maha menjadi kebaikan kepada kita, Yup lihatlah, kekeraskepalaan Thomas mengajari kita supaya bisa “berteriak”, :”Say No to Hoax!”

Lukas:
Lukas 1:3-4
Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Lukas adalah seorang “tabib” -dokter-, ia mewariskan kekuatan pengumpulan data, jangan percaya rumor, telitilah, dan ia juga mengajari kita, :”Say No to Hoax”

Yohanes:
Yohanes 1:1
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

Tanpa keteranganpun ayat ini sudah sangat keras, kuat, untuk berkata: “Say No to Hoax”

Para Murid awal:
Yohanes 2:22
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Lihatlah, bahkan mereka sudah menemani Yesus secara pribadi di dalam pelayananNya, tetapi setelah mati, dan bangkitlah mereka dapat “berteriak”, :”Say No to Hoax”,…-percayalah-.

Atau masih kurangkah?
Kisah Para Rasul 13:12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.