Kenapa Tuhan Esa, ujilah

Oktober 3, 2009 pukul 8:37 am | Ditulis dalam Apologet | 77 Komentar
Tag:

Ini sangat penting diketahui, bahwa ADA “Sosok” yang melampaui hadirat manusia.
ADA Yang bisa menjadikan alam semesta ini.

Telah sampai kepada kita pemberitaan, bahwa YANG ADA ini tidak tinggal diam, IA aktif “memantau” ciptaanNYA.
Jadi IA Yang sekarang, jugalah Yang dahulu, serta Yang kemudian. IA ADA.

Dan penulis beruntung, anugerah, bahwa pemberitaan ini telah sampai kepada umat manusia, suku Batak melalui Alkitab. Dan penulispun membagi hal yang sama kepada pembaca.

Di dalam Alkitab berbahasa Indonesia, ITB, terbitan LAI, untuk kata TUHAN dan variasinya ditemukan di dalam 6526 ayat, sebanyak 7644 kata. Sedang untuk ALLAH dan variasinya ada di 3601 ayat, 4108 kata.
Diantaranya ada yang merujuk kepada pribari-pribadi tertentu.

Kejadian 4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Dari ayat ini, kita bisa mendapat penjelasan, bahwa meskipun Adam sudah “dapat” berbicang-bincang dengan TUHAN, tetapi baru setelah generasi berikutnya orang memanggil nama TUHAN. Kita tidak tahu dengan nama apa mereka menyebut, tetapi mereka memanggil nama TUHAN, mungkin di dalam doa, dan sebagainya. Adam mengenal Allah Sang Pencipta dan Yang Menghukum.

Maka dari generasi-generasi berikutnya, secara luar biasa, kalau boleh dikatakan misterius, Allah memilih satu orang, satu suku dan akhirnya satu bangsa untuk bergaul dengan Nama ini.

Maka dari bangsa ini kita diwarisi Nama-nama sebutan untuk Yang Ada itu, dan tidak salah jika kita telusuri dari hampir 3000 tahun kehidupan mereka, sebab YANG ADA dan Aktif ini juga berinteraksi dengan mereka, IA memperkenalkan DiriNYA, dan mereka yang melihatNYA juga memberi Nama kepadaNYA sesuai penglihatan, pengalaman, pergumulan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Inilah Nama yang umum digunakan:
1. EL = Allah (kata tunggal), Allah dalam kekuasaan dan kekhususan karena ada sifat Ilahi
2. EL(Elohim) = Allah (kata jamak), Allah yang sifat dan kodratNya lengkap, Hakim
3. ADON(AI) = Yang Maha Kuasa, Yang Berdaulat
4. YHVH (YHWH) = sering disubsitusikan ke ADONAI, karena tidak dapat diucapkan, semua konsonan tanpa vokal.
5. EL Shadday = Allah Yang Mahakuasa
6. EL Elyon = Allah Yang Mahatinggi
7. EL Roi = Allah Yang Melihat
8. EL Olam = Allah Yang Kekal
9. EL Bethel = Allah Yang di Bethel (Beth=tenda, rumah El = Allah)
10. EL Elohe Yisrael = Allah Israel adalah EL (Allah)

Inilah NamaNya bagi pribadi, satu orang
1. Gunung batu
2. Gembala
3. Perisai, Benteng,Kubu Pertahanan
4. Terang
5. Kekuatan
6. TempatPerlindungan
7. Matahari
8. Bapa
9. Induk Burung
10. Pertolongan
11. Naungan
12. Tempat Pelarian
13. Mazmur
14. Penebus
15. Pahlawan
16. Pembemtuk (Penjunan)
17. Suami
18. Sumber Air Hidup
19. Embun
20. Singa, Macan Tutul, Beruang

Inilah Nama bagi satu keluarga/suku
1. Allah Abraham/Allah Ishak/Allah Yakub
2. Penebus
3. Penolong
4. Benteng
5. Gembala
6. Malaikat TUHAN
7. Utusan

Inilah Nama bagi satu bangsa
1. Yang Kudus
2. Yang Mahakudus
3. Allah Israel, Allah orang Ibrani, Allah Abraham/Ishak/Yakub, lebih ke penyataan Diri sebagai Pembebas, Penebus
4. Cemburu, lebih menyatakan akan KasihNya
5. Tuhan semesta alam, omni-potent, menunjukkan kemampuan, kekuasaan
6. Yang Benar
7. Yang Hidup
8. Yang di tempat Tinggi
9. Pembalas
10. Hakim

Inilah Nama bagi seluruh dunia
1. Pencipta
2. Hakim
3. Raja
4. Allah Segala Mahluk

Hakim-hakim 13:17-18
Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”

Terkadang kita merasa senang kalau kita melihat wajah Allah, menjamah kita dalam kelimpahan berkat, tetapi ingatlah Allah juga Hakim Adil
Terkadang kita merasa senang kalau kita melihat wajah Allah, selalu menolong, tetapi ingatlah Allah juga Pembalas
Terkadang kita merasa senang kalau kita melihat wajah Allah, memberikan hikmat, tetapi ingatlah Allah juga Mahatinggi
Terkadang kita merasa senang kalau kita melihat wajah Allah. yang memberikan kehidupan, tetapi ingatlah Ia juga Mahakuasa, Ia bisa juga mematikan.
Ia adalah Allah dari segala mahluk, Ia Penebus bagi semua orang, Ia juga Hakim bagi semua orang, Ia melimpahkan berkat bagi semua orang, dan Ia juga menghajar semua orang….

dan sebagainya….

Ketika kita mengenal satu Wajah, satu Nama, maka TUHAN tidak Esa.
Kalau Anda mengenalNya sebagai Yang Maha Tahu, Yang Tidak Ada Bandingnya, maka kenal jugalah bahwa Ia adalah Penebus.

Mika 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

Keluaran 34:14 Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.

Dan karena Allah juga mempunyai janji Keselamatan (di dalam NamaNya sebagai Penebus/Hakim/Kasih), maka ujilah, dia yang datang di dalam ALLAH.
Ujilah Dia, Yesus, Yang datang di dalam Nama Allah.
Lukas 4:18-19 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Sebab tanpa diujipun, dalam keadaanNYA, di dalam NamaNya Ia telah bersabda:
Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Sebab Ia berkenan menjamah Anda dalam keadaan Nama tertentu:
Bilangan 6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
berdoalah supaya KekudusanNya tidak mengukur Anda:
Mazmur 51:9 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
dan sebab Ia Penolong, jangan sampai …
Mazmur 88:14 Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku, Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Kalau begitu ujilah hati Anda……

77 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. saya cuman kesemsem, tuhan=jesus
    pemuda yang mati itu 😀

    • bagi Anda Ia mati, bagi kami IA mati, bangkit dan naik ke sorga… maka Ia berfirman
      Wahyu 21:3-8

      Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

      Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

      Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

      Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

      Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

      Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

      • ada bukti nggak kalau dia itu tuhan?
        tuhan koq, nggak bisa besar sendiri, kecuali minum asi dari maria

    • saya juga

    • saya juga kesemsem sama tuhan=jesus
      pemuda yang mati itu 😀

      • @Anak Adam;
        kalau YESUS tidak mati, maka kita harus menunggu MESIAS yang lain. Karena Perjanjian Lama sudah menyatat bahwa MESIAS itu harus memanggil “ELI ELI LAMA SABACKTANI”….Ia harus mati, sebagai kurban tebusan dan kurban penyelamatan…

        biasanya orang akan merasa “tidak terima” memang kalau YESUS MATI, tetapi itu tidak lain karena si penuduh merasa bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. Padahal kalau kita percaya kiamat dan kebangkitan, justru kematian adalah awal dari HIDUP BERSAMA ALLAH untuk selamanya…

      • benar lae..

        ternyata anda juga percaya hari kiamat.
        maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya

      • @Anak Adam,

        bagaimana tidak percaya kiamat lae, sebab pada saat itulah YESUS akan datang di dalam kemuliaanNYA yang sesungguhnya…

        dua ia datang di dalam keadaan yang lemah, manusia, sekali lagi , yaitu pada akhir jaman, IA akan datang.. sebagai HAKIM…

        IA ADIL menghakimi jika ALLAH sudah memberikan “makanan” tetapi yang diberi menolak dan malah mencibir. DIA telah menumpahkan darahNYA demi kita, tetapi kita menolak dan malah tidak mempercayaiNYA…

        TUHAN tidak adil menghukum kita, jika IA melihat hasil usaha kita…

  2. @Adi isa

    ada bukti nggak kalau dia itu tuhan?

    Alkitab ditulis.. itu buktinya

    tuhan koq, nggak bisa besar sendiri, kecuali minum asi dari maria

    karena Anda menggunakan roh dunia, maka Anda tidak mengerti

    • Alkitab ditulis.. itu buktinya
      ==================
      mana? saya belum lihat sama sekali
      jesus bilang dirinya tuhan…

      karena Anda menggunakan roh dunia, maka Anda tidak mengerti
      ==========================================
      siapa yang nyuruh saya gunakan roh dunia? 😀
      padahal saya nggak minta lho…

      • @Adi Isa
        mana? saya belum lihat sama sekali
        jesus bilang dirinya tuhan…

        Wahyu 21:7
        Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        siapa yang nyuruh saya gunakan roh dunia? 😀
        padahal saya nggak minta lho…

        kita sama2 manusia, memiliki roh dunia…
        belajarlah untuk melihat dan membaca…, buka hati Anda…maka roh dunia itu sedikit demi sedikit akan berganti

      • Wahyu 21:7
        Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        ini pernyataan YHWH, bukan jesus.

        kita sama2 manusia, memiliki roh dunia…
        belajarlah untuk melihat dan membaca…, buka hati Anda…maka roh dunia itu sedikit demi sedikit akan berganti

        jadi roh dunia dari mana pak pendeta? 😀

  3. Hello nak Adi..

    Selamat datang di blog pak Parhobas ini ya…

    Adi berkata :
    ada bukti nggak kalau dia itu tuhan?
    tuhan koq, nggak bisa besar sendiri, kecuali minum asi dari maria

    >>> semuanya sudah kami uraikan berdasarkan bukti-bukti dan uraian dibawah kuasa Roh Kudus dan kitab suci Alkitab. Sekiranya nak adi tidak bisa melihat dan memahamiNya bukan berarti semua yang dituliskan Alkitab dan Firman Tuhan itu harus batal karena ketidak percayaanmu. Tidak ada bukti kalau kau tidak mulai percaya kepadaNya. Dengan artian imanmu dahulu harus timbul dengan berita yang kau dengar dari membaca kitab suci itu, dari berita yg disampaikan saksi-saksiNYa, baru engkau mengetahui bahwa Tuhan itu sebenarnya sudah datang ke dunia mengambil rupa manusia. Masak murid-muridNya sendiri sudah mengatakan kpd kita melalui tulisan-tulisan di Alkitab, kami sudah melihatNya, sudah merabaNya, sudah percaya kepadaNya tetap kamu menganggap tulisan di Alkitab itu tulisan palsu.

    adi berkata :
    saya cuman kesemsem, tuhan=jesus
    pemuda yang mati itu.

    >>> Tidak jemu-jemunya kami sebagai saksi Kristus mengatakan bahwa Kristus sudah mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Kita ini adalah manusia yang sudah dibebaskan dari kutuk dosa. PengorbananNya sudah melunasin hutang dosa-dosa manusia. Jadi barangsiapa ada di dalam Kristus berarti dia adalah ciptaan baru. Selama kau percaya kepada darah Yesus Kristus maka selama itu pula ada suatu tudung yang melindunginmu sehingga engkau tetap bersih dan tdk bercacat di hadapah ALLAH. Itulah karya keselamatan Anak Allah yang sangat besar. Jadi bukan karena perbuatan baik kita, ibadah kita dibenarkan Allah tetapi kerana kematian dan kebangkitan Anak Allah yang kita percayain itu.

    adi berkata :

    mana? saya belum lihat sama sekali
    jesus bilang dirinya tuhan…

    >>>Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” ( Mat 16:16)

    Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. (Luk 4:41)

    jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
    10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
    10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,
    10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?(Yohanes)

    kamu lihatkan ! Alkitab sangat jelas mengatakan Yesus adalah Allah. Ada 3 point di situ yg kita lihat. Roh Kristus yg bersaksi melalui Simon Petrus (Mat). Roh Setan yg bersaksi dan tersungkur dan mengakui ke Allah an Yesus (Luk). Dan Yesus sendiri yg tegas mengatakan AKU ADALAH ANAK ALLAH (Yoh)

    Antara percaya dan tidak percaya hanya sebatas benang saja perbedaannya. Yang membedakannya bagaimana menjadi iman anak-anak kecil yang datang kepada Kristus. Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu sebab merekalah yang empunya Kerajaan ALLAH.

    • belum paman, saya belum lihat penjelasan yang mengena dan dalil yang pas.

      jadi alkitab itu, firman jesus atau YHWH?

      • Alkitab akan mentok di titik tertentu, karena Alkitab memang mempunyai daya untuk itu.. tetapi khusus Anda, karena Andalah yang mentok berkata bahwa Yesus hanya seorang pemuda yang mati….

        sekali lagi
        Ia mati, bangkit, naik ke sorga….
        Dari penjelasan judul post ini “Kenapa Tuhan Esa, ujilah” saya kira Anda bisa menguji sendiri, sekali lagi datanya sudah lengkap, daripada ada kesan menggurui lebih baik Anda mencari sendiri maknanya…

        garis besarnya sudah ada:
        TUHAN Maha Besar
        TUHAN Maha Kudus
        TUHAN Maha Adil
        TUHAN Maha Penyayang
        TUHAN Penebus
        Kira-kira “wajah” TUHAN yang mana dari 5 yang saya sebut ini yang Anda harapkan menjawab doa2 Anda kalau Anda sedang dalam keadaan berdosa/bersalah?

        Kristus datang karena IA adalah Penebus/Hakim. Kalau IA datang untuk menghapus dosa dalam keadaanNYA sebagai MAHA KUDUS, maka tidak ada yang dapat tahan….. semua manusia tidak akan dapat keselamatan..

  4. @Adi Isa

    Wahyu 21:7
    Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

    ini pernyataan YHWH, bukan jesus.

    Siapa YHWH? siapa YESUS lihat baik2 ok mas..

    Wahyu 1:8
    /”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”*

    Menurutmu itu YHWH, bagus…mari teruskan..
    Wahyu2:8
    /”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:*

    menurutmu itu YHWH, bagus… ada kejanggalan??
    YHWH koq mati???
    bacalah
    1 Petrus 18-20
    Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

    jadi menurutmu siapakah yang berfirman ini??
    Wahyu 21:7
    Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

    sama ngga dengan yang berfirman di
    Yesesaya 44:6
    Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.

    jadi roh dunia dari mana pak pendeta? 😀
    sudah jelas, ia dari roh antikristus…
    Sorga itu tempat semua yang baik
    Dunia tempat iblis dijatuhkan
    kalau Yang dari sorga datang,
    apakah yang di dunia mau mengikutinya???
    Ia akan melawannya.. Apakah Anda salah satu diantara pengikutnya? ujilah, jangan keraskan hatimu

  5. Wah, ada mas adi isi rupanya. :mrgreen:

  6. Ralat, mas adi isi seharusnya mas adi isa. Maaf salah ketik.

    • @fitri
      yup, mas Adi Isa sudah lama tidak singgah ke sini,… paling tidak dia sudah pernah singgah..

  7. Salam kenal mas

    • @nugraha
      salam kenal juga pak

      salam

  8. Numpang izin baca2 dahulu… boleh kan?

    • @Roy Rey

      silahkan…

      shalom

  9. @parhobass
    dalam perjanjian lama,saya tidak menemukan suatu kalimat penegasan bahwa yesus adalah tuhan.namun dalam perjanjian baru ada kalimat yang menyatakan ketuhanan yesus.benarkah?jika benar,mengapa anda memakai 2 kitab yang berisi perbedaan tentang ketuhanan yesus?
    dalam kitab kejadian disebutkan
    “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)
    Siapakah Allah yang dimaksud?Apakah Allah tersebut termasuk dalam trinitas (maksud saya Yesus terlibat sebagai Allah).
    Mohon penjelasan,,,
    salam

    • @abu hanan

      terima kasih sudah mampir…

      Anda tidak akan menemukan kata YESUS adalah TUHAN di Perjanjian Lama saudara hanan,… kenapa?

      karena “YESUS” adalah nama yang digunakan untuk bayi yang dilahirkan oleh Maria di Betlehem.
      Jadi nama YESUS baru ada sekitar abad pertama.

      Tetapi siapakah bayi yang dilahirkan Maria itu? itu yang harus digali lebih dalam…

      Dia adalah bayi yang dikandung daripada ROH KUDUS,… dan untuk lebih jelas lagi DIA adalah Firman ALLAH Yang adalah ROH yang telah menjadi daging, telah menjadi manusia…

      nah Firman ALLAH akan Anda temui di sepanjang Perjanjian Lama…

      kita dalami lagi apa itu Firman ALLAH,… maka tidak ada penjelasan yang lebih mumpuni dan mengena dan tepat selain dari penjelasan oleh ROH KUDUS di dalam tangan dan hikmat Rasul YOHANES yang kemudian di tulis di Injil Rasul YOHANES 1:1 (silahkan saudara cari dan baca)


      “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)


      Siapakah Allah yang dimaksud?Apakah Allah tersebut termasuk dalam trinitas (maksud saya Yesus terlibat sebagai Allah).
      Mohon penjelasan,,,
      salam

      Salah satu alasan sosial kenapa TUHAN disebut ESA adalah karena TUHAN sering kali menemui manusia yang IA pilih di dalam istilah yang disebut THEOFANI, atau singkatnya disebut penampakan TUHAN…
      TUHAN terkadang menampakkan diri sebagai TIANG API, tetapi IA juga yang menampakkan diri sebagai ANGIN, dan lain lain, dan terkadang IA juga menampakkan diri sebagai MANUSIA, MALAIKAT, d.l.l… Theofani salah satu cara supaya manusia yang tidak maha dapat melihat, mendengar dan merasakan secara langsung dari PRIBADI TUHAN YANG MAHA…
      Pribadi-pribadi pada TRINITAS bisa saja membuat THEOFANI, contohnya Firman ALLAH telah melakukan Theofani melalui lahir dari Maria,…

      Sementara ayat Anda di atas menjelaskan tentang bagaimana Yakub telah bergumul dengan manusia dan dengan Allah. Manusia yang bergumul dengan dia sudah tentu banyak, Esau saudaranya, dan Laban mertuanya, dan ternyata ia menang… termasuk yang terakhir ketika Theofani ALLAH menjadi seorang manusia yang bergumul dengan Yakub,…. menangnya dia disimbolkan dengan berkat yang ia terima.
      Begitu juga dengan kita, ketika kita memiliki pergumulan hidup maka kita berdoa bahkan sampai puasa untuk mendapat berkat pengasihan dari TUHAN, dan ketika doa kita dikabulkan, itu berarti kita diberkati. Menyampaikan doa-doa itu juga disebut bergumul…berharap dengan keras,…

      Dan Theofani ALLAH menjadi manusia itu sudah tidak menjadi keasingan bagi manusia yang mengaku beriman kepada YHWH, ALLAH YANG MULIA.
      Dan karena theofani ini sering terjadi dan mereka tidak mengenal Siapa DIA, maka mereka tidak pernah tahu Nama dari TUHAN, sampai suatu saat Musa diberi Nama Pribadi, yaitu AKU ADALAH AKU,…. dan baru semakin jelas tentang Nama Pribadi itu ketika Bayi Maria diberi nama YESUS…

  10. terima kasih telah sudi menjawab…
    1.Penafsiran theofani tersebut apakah penjelasan langsung dari yesus atau orang2 sesudah yesus?Mohon dijelaskan.
    2.akankah ada theofani lagi pada masa sekarang atau di masa mendatang mengingat peristiwa theofani terjadi berulang kali di masa lalu?Apakah alasannya?
    3.Bagaimana sejak awal kronologis pergumulan antara Yakub dengan Allah?

    🙂

    • @abu hanan

      terima kasih telah sudi menjawab…
      sama-sama

      1.Penafsiran theofani tersebut apakah penjelasan langsung dari yesus atau orang2 sesudah yesus?Mohon dijelaskan.

      Secara kata literal tidak ada kata theofany di ALKITAB..
      Theofany diambil dari kata Yunani, yang di dalam bahasa Ibrani disebut Hizzayon (vision, atau penglihatan Diri oleh ALLAH)..
      Study kasus dari saudara adalah apalah YESUS mengajarkannya?
      Pada Injil Lukas tertulis kata YESUS sbb:

      “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
      (Lukas 6:46)

      Jelas pada saat itu YESUS sedang di dalam keadaan manusia, tetapi sekaligus mengatakan bahwa IA adalah representasi dari TUHAN…IA adalah TUHAN di dalam keadaan manusia, penampakan dari Pribadi TUHAN…

      Peristiwa-peristiwa itu terjadi dan tercatat, dan tercatat oleh orang-orang yang diilhami oleh ROH KUDUS,…catatan itu disebut Kitab SUCI, atau ALKITAB,… nah orang-orang yang memelajari catatan ALKITAB inilah yang memakai istilah dari “PENAMPAKAN ALLAH” itu sebagai Theofany…

      meski kata itu baru lahir kemudian dari mereka yang memelajari ALKITAB yang tertulis bukan berarti peristiwa itu tidak pernah ada, tetapi justru karena pernah ada maka ALKITAB ada dan karena ALKITAB ada maka orang yang memelajari ALKITAB itu membuat beberapa term yang kira-kira mudah dimengerti.

      Saya katakan mudah dimengerti karena pada saat awal kekristenan, penyebaran Kekristenan umumnya berada di wilayah yang sedang dijajah oleh Romawi yang berbahasa YUNANI, oleh karena itulah istilah2 Yunani banyak digunakan ketimbang istilah2 Ibrani.

      2.akankah ada theofani lagi pada masa sekarang atau di masa mendatang mengingat peristiwa theofani terjadi berulang kali di masa lalu?Apakah alasannya?

      TUHAN hadir setelah masa Kenaikan YESUS kesurga, TUHAN itu adalah ROH KUDUS,…. ROH KUDUS akan menemani setiap orang percaya sampai datang DIA YESUS di akhir jaman.
      Mengenai apakah akan ada theofany2 di jaman2 sekarang, saya tidak tahu karena ROH KUDUS adalah Pribadi yang sanggup melakukan Theofany, dan karena ROH KUDUS sekarang ada di dunia maka bisa saja TUHAN melakukan theofany (vision, penampakan) kepada orang-orang tertentu.
      Sehingga jika seseorang menerima vision mengenai TUHAN di jaman2 sekarang ini Kitab Suci mewanti-wanti, dinubuatkan, bahwa jika mereka menceritakan bahwa YESUS adalah Kristus yang telah datang sebagai manusia, dan telah mati dan bangkit dan naik ke sorga, atau bersaksi tentang KRITUS maka dipastikan vision itu adalah dari TUHAN dari YESUS…

      3.Bagaimana sejak awal kronologis pergumulan antara Yakub dengan Allah?

      Kronologis dapat memastikan bagaimana TUHAN memilih Yakub dan bukan Esau adalah suatu pilihan yang tepat.

      Secara singkat, itu tidak lepas dari sejak lahir mereka berdua, yang satu di sayang sang ibu sedang yang satu lagi disayangi sang ayah.
      Seorang menjadi agak lembut, sedang seorang agak kasar.
      Hingga suatu saat pilihan TUHAN diuji. Yakub sedang memasak dan Esau sedang kecapaian dari berburu, oleh kecapaian itu ia menjual hak kesulungannya kepada Yakub, hebatnya Yakub menang, tetapi kemenangannya itu berbuah ketakutan, sebab hak kesulungan adalah hak atas turunnya berkat dan anugerah. Seorang yang menerima dan percaya YESUS mendapat hak waris, hak kesulungan, sehingga kalau seseorang murtad atau melawan kewargaannya sebagai warga sorgawi itu juga disebut seperti Esau, penjual hak kesulungan..

      Ketika ketakutannya yang parah itu terjadi ia lari ke daerah pamannya, Laban. Bukannya belajar dari “pergumulannya” dengan Esau, ia malah melakukan hal yang sama dengan Laban,… meski Laban sedikit lebih cerdik tetapi Yakub masih bisa menang,…Hingga suatu masa Laban mengerti akan “kekalahannya” ia mengejar Yakub,…

      dalam suasana dikejar ia akan menguburkan orangtuanya yang sudah meninggal sehingga harus bertemu dengan Esau kakaknya yang ia tipu.
      Ia sangat ketakutan…

      Meski ia seorang penipu ia tetapi berani datang kepada TUHAN.. itu terlihat dari berapa kali ia mengalami penglihatan-penglihatan tentang Sorga, baik sejak ia dikejar Esau, maupun sejak Laban mertuanya mengejarnya…

      Meski ia seorang yang tahu hal keimanan, tetapi ia masih belum bisa melepaskan keinginan dagingnya, ia masih sering kalah…
      dalam istilah Paulus itu disebut “galah ransang”, seekor domba yang diikat oleh tuannya, jika ia bergerak terlalu banyak dan gerakan itu sebenarnya tidak perlu maka ia akan terluka, itu jugalah yang dialami oleh Yakub, itu juga yang dialami Paulus…

      sehingga pada saat terhimpit oleh ketakuan kepada Esau ia datang kepada TUHAN di dalam doa-doa di Pniel, ia bergumul keras, sampai pada suatu malam ia melihat vision/penampakan/theofany dari ALLAH,… dan adu fisik terjadi sebagai pertanda bahwa memang kejadian itu real, kehidupan itu real, dan TUHAN tidak menyerahkan segala sesuatu dari pemecahan masalah secara mudah, TUHAN tidak memanjakan tetapi mengasihi dan menyayangi…kita harus berjuang mempertahankan terhadap apa yang diberikan TUHAN kepada kita,… dan YAKUB memang.

      Karena Yakub menang maka TUHAN tidak segan memperkenalkan DiriNYA sebagai ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK, ALLAH YAKUB…

      Seorang penipu menang terhadap ketakutan dirinya sendiri, menang terhadap perjuangan mengenal pilihan TUHAN yang ada pada dirinya sendiri, itulah YAKUB.

  11. ada yang tertinggal,,,
    anda=>tetapi IA juga yang menampakkan diri sebagai ANGIN, dan lain lain, dan terkadang IA juga menampakkan diri sebagai MANUSIA, MALAIKAT, d.l.l…
    saya=>apakah sama statement anda dengan konsep Segala sesuatu adalah Tuhan?
    😉

    • @abu

      apakah sama statement anda dengan konsep Segala sesuatu adalah Tuhan?


      Segala sesuatu adalah TUHAN kalau ngga salah adalah prinsip hinduisme/budhisme…

      tetapi pondasi utamanya adalah begini:
      TUHAN adalah MAHA KUASA dan IA adalah PENCIPTA…

      karna IA MAHA dan manusia sebagai object utama dari KASIHNYA tidak maha maka TUHAN menggunakan KEMAHAKUASAANNYA untuk nampak kepada manusia, sehingga manusia yang tidak maha itu dapat mengerti dan dapat berinteraksi normal, melalui segala sesuatu dari ornamen ciptaanNYA…

      contoh:
      Manusia adalah ciptaan TUHAN, tetapi TUHAN berkuasa “menjadi” manusia untuk dapat mewahyukan atau membicarakan segala sesuatu tentang DIA dan manusia…
      sehingga tidak semua manusia adalah TUHAN, tetapi TUHAN bisa menggunakan tubuh manusia sebagai instrument menampakkan DIRINYA YANG MAHAKUASA…

      TUHAN pernah menjadi Api (peristiwa MUSA), tetapi umat ALLAH tidak pernah menyembah api, karena api bukan TUHAN, melainkan api pernah dipakai TUHAN sebagai sarana Theofany…

      TUHAN pernah menjadi daging di dalam nama YESUS KRISTUS, tetapi umat ALLAH tidak pernah menyembah manusia, karena manusia bukan TUHAN, melainkan tubuh/daging manusia pernah dipakai TUHAN sebagai sarana menyampaikan tugas-tugasNYA…

  12. (46) Why do you call Me, Lord, Lord, and do not [practice] what I tell you?
    versi Inggris Lukas 6;46
    Akhirnya,kita bicara tentang bahasa dan pengertiannya.Dan sepertinya dalam konteks ini akan buntu dan berputar2.
    Lord dari Ibrani = Yhwh dan semacamnya.Ibrani sendiri bukan bahasa yang digunakan Yesus pada masanya.
    Bagi saya Lord bukanlah tuhan.Hanya saja dari upaya menerjemahkan dari mas lalu hingga sekarang akhirnya dapat menimbulkan perbedaan persepsi.
    Apakah tidak ada kekhawatiran dari kalangan anda bahwa penampakan tuhan pada masa sekarang bisa saja terjadi dari upaya iblis yang menyamar?Mengingat iblis memiliki kehebatan luar bisa dalam ilmu menyamar?Boleh jadi,dia tidak akan segan bersaksi tentang kristus selama upaya menyesatkan manusia dapat dilanggengkan.

    • @Abu Hanan

      terimakasih untuk topik barunya…dan topik ini saya pecah menjadi tiga bagian:

      PERTAMA, STUDY KATA
      study kata yang Anda berikan itu mungkin agak terlalu jauh meski efeknya sama…

      kata “YHWH” bukan dan tidak sama dengan kata “Lord”, tetapi biasanya ditulis dengan semua huruf CAPSLOK, menjadi “LORD”…
      yang mana disubsitusikan dari kata “ADONAY”…
      ADONAY berasal dari kata “ADON” yang artinya tuan.

      ADONAY=TUHAN=ALLAH=THE LORD=LORD=GOD=HASHEM, itu yang biasa dibuat untuk menggantikan kata “YHWH”…jadi tidak sama antara Lord dengan LORD…
      Lord=Tuan=Adon<—gelar
      LORD=TUHAN=ADONAY…<—subsitusi nama

      dan YHWH adalah BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS Yang ESA..
      dan karena ESA Anda bisa memanggil YHWH dalam Nama YESUS…

      dan karena YHWH adalah tuan dari segala sesuatu (gelar), dalam bahasa theologis disebut Tuhan (gelar), maka YESUS (nama) yang adalah Sang ANAK, Sang Firman yang menjadi manusia adalah juga tuan (gelar), adalah Lord (gelar)…

      jadi kalau kita, saya, Anda memanggil YESUS sebagai tuan, Tuhan (gelar), maka ikutilah apa yang IA katakan sebab IA adalah LORD (nama)…

      jadi menerjemahkan Lord (gelar) menjadi LORD (nama) adalah salah,
      tetapi memanggil LORD (nama) dengan Lord (gelar) adalah benar.

      KEDUA, BAHASA YESUS
      satu pondasi yang perlu di dalami adalah bahwa bahasa apa yang digunakan YESUS tidak begitu penting bagi umat ALLAH, yang terpenting adalah apa makna dari AjaranNYA, sebab sesuai kutipan Lukas di atas, jika kita mengaku dan memanggil YESUS Tuhan maka kita melakukan apa yang DIA ajarkan, bukan mengikuti bahasa yang IA ucapkan…

      Bahasa di daerah Israel masa itu dipengaruhi oleh tiga bahasa…
      1. Bahasa ARAM, karena daerah itu semenjak sekitar 500 tahun sebelum YESUS telah dijajah oleh orang Asyur yang bebahasa Aram. Ingat waktu Indonesia dijajah Belanda 350 tahun, maka banyak orang Indonesia yang bisa bahasa Belanda,.. nenek saya saja bisa bahasa Belanda…

      2. Bahasa Yunani, sekitar tahun 200 sebelum YESUS daerah Israel dijajah oleh Romawai yang berbahasa YUNANI, dan mereka menjadikannya sebagai bahasa Nasional.

      3. Ibrani, mereka yang belajar keagamaan YAHUDI jelas harus bisa baca tulis aksara YAHUDI/Ibrani, jika ANda baca peristiwa YESUS berumur 12 tahun ke Bait SUCI, dan bagaimana IA ikut ke Bait Suci maka dipastikan YESUS telah belajar Kitab SUCI, dan Kitab Suci kala itu ada dua jenis yaitu Bahasa Latin (Septuaginta) dan Ibrani

      Pada masa YESUS jelas YESUS bisa berkata-kata di dalam bahasa Ibrani, Aram (mirip Ibrani), dan kemungkinan bahasa Yunani…
      contoh:
      YESUS pernah berkata Talithakum <— ini adalah bahasa Aram
      YESUS pernah berkata ELI dan dikira memanggil Nabi ELI, hanya di dalam bahasa Ibrani ELI bisa berarti ALLAHKU dan atau nama ELI <— ini adalah bahasa Ibrani..

      YESUS pernah berbincang dengan Pontius Pilatus yang adalah utusan pemerintahan Romawi yang berbahasa Yunani, jika Pontius Pilatus menggunakan bahasa Yunani dalam pengadilan YESUS maka YESUS pasti juga berbahasa Yunani membalas ucapan-ucapan Pilatus..

      sehingga meski dengan bahasa apapun Ajaran YESUS tetap akan sama saja…

      KETIGA, Penampakan TUHAN feat Iblis…
      Ada sebuah nasehat, TUHAN melakukan hal yang baik bukan untuk orang pengecut, atau lebih tepat lagi, TUHAN tidak melihat keinginan manusia…

      artinya begini;
      Efek negatif dari facebook jelas ada, malah ada yang diculik, diperkosa oleh karena facebook,… tetapi sebenarnya facebook dibuat bukan untuk tujuan itu, melainkan sebagai jaringan pertemanan… jadi efek negatid dari facebook tadi hanya terjadi bagi mereka yang jahat semata.
      Nah demikian juga dengan apa yang TUHAN lakukan, dan umat ALLAH kerjakan…
      Penerjemahan ALKITAB bisa berakibat fatal bagi mereka yang bisa membaca dalam bahasanya sendiri tetapi tidak mempercayainya malah memakinya,.. tetapi sekali lagi, ALKITAB diterjemahkan bukan buat orang jahat dan pengejek, tetapi bagi mereka yang rindu mendengar sendiri MAKSUD TUHAN di dalam bahasa yang dia mengerti.. JAdi ALKITAB berani diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa karena TUHAN kita adalah TUHAN yang berani di hujat di dalam berbagai bahasa, tetapi juga TUHAN yang akan disembah oleh berbaagai bahasa…

      Jadi penampakan Iblis itu bisa di dalam bentuk menghina terjemahan dan lain-lain…

      dan itu sudah diwanti-wanti oleh YESUS melalui Rasul-rasul awal, bahwa pekerjaan Iblis harus diwanti-wanti, dan karena Iblis ini adalah ciptaan baik dan bijaksana dan cerdik dan pintar, maka diwanti-wantilah keadaan pengejawantahan Iblis dalam segala bidang, sehingga untuk itu YESUS mengutus dan membaptis umat ALLAH dengan ROH KEBENARAN, ROH KUDUS… sehingga umat ALLAH bisa mengenal mana roh yang berasal dari hikmat manusia, mana yang dari iblis dan mana yang dari TUHAN… yang dari TUHAN pasti berkata-kata dan bercerita tentang YESUS KRISTUS yang datang sebagai manusia, mati dan bangkit bahkan naik ke sorga…

      sekian,

      salam

  13. Salam kenal,,,

    Maap, kalo boleh tahu
    sejarah akar kata dari “yesus” itu apa ya (apa ada hubungan dng zeus) ?
    apakah harus dipanggil yesus ?
    atau boleh dipanggil nama lain (nabi isa alaihi salam), mungkin ?

    • @samaranji

      salam kenal juga

      Nama YESUS berasal dari dua “nenek moyang” bahasa,
      Ibrani yaitu : “YEHOSHUA” dan
      Aram yaitu : “YESHUA”,…

      itu adalah kata bentukan dari dua kata yaitu:
      “YHWH” dan “SHUA”,,

      artinya TUHAN adalah PENYELAMAT…, atau TUHAN JURUSELAMAT.. jika menjadi kata kerja menjadi TUHAN MENYELAMATKAN…

      jadi sangat berbeda dengan kata “ZEUS”

      Anda bisa saja memanggil YESUS dengan Tuan, tuan, Guru, Yesus, Yeshua, Yehosua, Jesus, Penolong, Juru Selamat, apapun bisa Anda panggil, asal jangan ganti PribadiNYA…

      misal:
      Anda bisa saja memanggil YESUS dengan ISA, tetapi jangan katakan ISA itu bukan TUHAN YANG MENYELAMATKAN, sebab kalau bukan berarti Anda sedang memanggil ISA yang lain, memanggil YESHUA yang lain…

      salam dan terimakasih

    • Anda bisa saja memanggil YESUS dengan Tuan, tuan, Guru, Yesus, Yeshua, Yehosua, Jesus, Penolong, Juru Selamat, apapun bisa Anda panggil, asal jangan ganti PribadiNYA…

      >>> kalo boleh tahu, sebenarnya siapa/apa Yesus itu ? Apa tubuh dan daging yang disalib itu ? Atau dzat/ entitas yang membentuk kepribadian Yesus itu ?
      >>> bukankah ini seperti konsep “manunggaling kawula gusti” ?
      >>> ketika Yesus berkata “Sembahlah AKU”, bukankah Yesus sekedar menyampaikan Firman Allah, artinya AKU yang dimaksud hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ?

      >>> Terimakasih sebelumnya, bagi saya ini sudah cukup. Bahwasannya segala ujian dan cobaan yang pernah dialami ajaran agama2 Tauhid sejak zaman nabi Adam a.s hingga Nabi Isa a.s, ternyata kini juga menimpa pada penerusnya, yakni Nabi Muhammad SAW yang telah berusaha mengembalikan ketauhidan murni untuk hanya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

      • @Samaranji

        Anda bisa saja memanggil YESUS dengan Tuan, tuan, Guru, Yesus, Yeshua, Yehosua, Jesus, Penolong, Juru Selamat, apapun bisa Anda panggil, asal jangan ganti PribadiNYA…

        >>> kalo boleh tahu, sebenarnya siapa/apa Yesus itu ? Apa tubuh dan daging yang disalib itu ? Atau dzat/ entitas yang membentuk kepribadian Yesus itu ?
        YESUS yang disalib itu adalah manusia yang berdaging seperti kita ini…
        yang membedakanNYA adalah tubuhNYA itu adalah berasal dari ROH yang dikandung di tubuh Maria…Jadi YESUS adalah Firman ALLAH yang menjadi manusia,…dan Firman ALLAH adalah ALLAH…

        >>> bukankah ini seperti konsep “manunggaling kawula gusti” ?
        seperti saya ucapkan di diskusi kita yang lain, bahwa hampir semuu agama/kepercayaan kuno memiliki konsep tentang “penyelamat”, nah dari dasar bahwa manusia asalnya adalah sama, maka dapat ditarik psudo-conclusion bahwa TUHAN pernah menjanjikan PENYELAMAT, cuman agama2/keyakinan2 kuno tidak bisa melihat kesinambungan selanjutnya sebab mereka tidak dipilih TUHAN, TUHAN justru memilih ABRAHAM…

        >>> ketika Yesus berkata “Sembahlah AKU”, bukankah Yesus sekedar menyampaikan Firman Allah, artinya AKU yang dimaksud hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ?
        YESUS adalah pengejawantahan FIRMAN ALLAH YANG ESA itu sendiri, jadi ketika YESUS disembah itu sama dengan menyembah ALLAH itu sendiri,…sehingag ketika YESUS menerima penyembahan dari murid-muridNYA DIA tidak pernah menolak, kenapa tidak menolak, sebab IA SATU ESENSI dengan ALLAH, meski Satu ESENSI tetapi berbeda PRIBADI dengan BAPA dan ROH KUDUS….

        >>> Terimakasih sebelumnya, bagi saya ini sudah cukup. Bahwasannya segala ujian dan cobaan yang pernah dialami ajaran agama2 Tauhid sejak zaman nabi Adam a.s hingga Nabi Isa a.s, ternyata kini juga menimpa pada penerusnya, yakni Nabi Muhammad SAW yang telah berusaha mengembalikan ketauhidan murni untuk hanya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
        Cara pandang ESA dari agama-agama yang mengaku TAUHID jelas berbeda…
        Kristen percaya bahwa ALLAH adalah ESA (berulang kali ditulis di ALKITAB), tetapi kenapa disebut ESA salah satu alasan adalah karena TUHAN sering kali menampakkan DIRI dalam berbagai instrument yang berbeda)…

        terimakasih juga,
        salam
        Note:
        harus dibedakan antara YESUS pra historisNYA dan pasca HISTORISNYA…

  14. pinter jebule parhobas iki 😀

  15. anda mengatakan ada pra dan pasca historis tentnag Yesus.
    Apakah yang dimaksud pra historis itu adalah sebelum alam diciptakan?

    • dalam bahasa umum Yesus Historis disebut sebagai rentang waktu ketika Firman ALLAH menjadi manusia…
      dan pasca Historis disebut ketika YESUS telah mati dan bangkit dan naik ke sorga..

  16. Makasih untuk penjelasan2 dari Pak parhobass aku sangat diberkati melalui penjelasan bapak.

    YESHUA HAMASIAH BLESS YOU.

    • @Yakub=Israel

      sama-sama,.. mari berdoa terus untuk manusia-manusia berbahasa Indonesia agar terus dipanggil TUHAN…

      salam

  17. berdasarkan penjelasan anda

    dalam bahasa umum Yesus Historis disebut sebagai rentang waktu ketika Firman ALLAH menjadi manusia…
    dan pasca Historis disebut ketika YESUS telah mati dan bangkit dan naik ke sorga..

    bagaimana sebenarnya definisi Tuhan menurut anda (kristen)?
    naik ke sorga adalah dasar dari pertanyaan saya.

    • @abu hanan

      bagaimana sebenarnya definisi Tuhan menurut anda (kristen)?

      note pertama dari saya tolong bedakan antara Tuhan (gelar) dan TUHAN (Nama Pribadi)

      dalam kamus EASTON, Tuhan/Tuan/tuan (Lord atagu God) diterangkan sbb:
      -Yang memiliki pengendalian mutlak. (seorang suami dalam keadaan tertentu di budaya timur sering juga dipanggil tuan, artinya ia mengendalikan penuh rumah tangganya. Gambaran ini juga dapat dan sering digunakan untuk menggambarkan TUHAN yang adalah Tuhan dari segala sesuatu. Dalam bahasa Ibrani diucapkan Adon. Sehingga ADONAI adalah ADON, atau disebut ADONAI adoneinu (TUHAN adalah Tuhan/tuan kita)
      – Dalam bahasa Yunani dipakai kata Kurios, yaitu a supreme master. Jika seorang manusia menyembah patung atau berhala maka ia menganggap bahwa patung atau berhala itu adalah ‘supreme master’. Dan jika seorang opportunis yang mengejar kekayaan sekuat tenaganya, maka dapat juga diartikan bahwa uang adalah ‘supreme master’ atas dirinya. Dan oleh karena itu setiap orang bisa saja berbeda ‘supreme master’-nya tetapi kita tahu bahwa hanya TUHAN (ADONAI) yang adalah pemegang ‘supreme master’
      -Yang memeiliki dominasi atas sesuatu. Jika seorang manusia tunduk kepada keinginan dagingnya, contohnya harta, maka dia dapat disebut didominasi oleh harta, dan orang Kristen menyebutnya orang yang memiliki Tuhan harta. Sehingga orang yang benar adalah orang yang memandang TUHAN (ADONAI) sebagai tuan (pemedang dominasi) atas dirinya sendiri, dan kepercayaan kepada TUHAN adalah paralel dengan pengakuan kita bahwa tidak lagi diri kita sendiri atau tidak lagi kemauan kita sendiri yang mendominasi tubuh kita dan segala keinginannya, melainkan TUHAN yang memegang kendali.

      Dari keterangan di atas maka Kristus YESUS adalah Tuhan, karena setiap yang mengaku percaya kepada ADONAI haruslah mencontoh bagaimana YESUS Historis mampu dan menerima perutusan dari Bapa, terlebih lagi bahwa YESUS adalah Firman ALLAH yang telah pernah menjadi manusia.

      naik ke sorga adalah dasar dari pertanyaan saya.

      bisa lebih diperjelas lebih jauh pertanyaan Anda?
      jika menjawab dari apa yang saya tanggap begini:
      Firman ALLAH ketika hendak menjadi manusia, maka IA dilahirkan dari perawan Maria.
      Nah ketika IA hendak kembali menjadi FIRMAN ALLAH maka IA dalam keadaan manusiaNYA harus mati dan bangkit dahulu…

      jadi naik ke sorga dalam diartikan keadaan dagingNYA telah mati, sehingga IA telah menjadi bukan daging yang dapat menderita lagi, sebab TUHAN adalah ROH.

      salam

  18. baiklah tentang tuhan,saya maksudkan adalah point 2 dan 3 seperti penjelasan anda.Hanya yang saya maksud adalah jika Tuhan adalah sesuatu yang disembah maka bagaimana kategori “yang patut disembah atau diikuti” menurut Kristen?
    kemudian,pada saat Tuhan memiliki daging berarti dia merasakan penderitaan pada saat di salib?
    Dan Tuhan adalah Roh maka berarti Tuhan memiliki unsur materi,begitukah?Karena “naik ke sorga” bagi saya menimbulkan pemahaman bahwa Tuhan dibatasi ruang dan Waktu.Apa betul begitu?
    salam

    • @abu hanan

      baiklah tentang tuhan,saya maksudkan adalah point 2 dan 3 seperti penjelasan anda.Hanya yang saya maksud adalah jika Tuhan adalah sesuatu yang disembah maka bagaimana kategori “yang patut disembah atau diikuti” menurut Kristen?

      maaf kata, pertanyaan saudara ini sangat salah, sebab sudah dijelaskan di atas, TUHAN (ADONAI) adalah Tuhan/tuan/Lod dari segala sesuatu.
      Nah jika kita mengacu kepada point ini maka kita tidak dapat lagi mengatakan apaseh kategori menjadi Tuhan?… sebab bukan kita yang menentukan siapa menjadi Tuhan, tetapi sebaliknay TUHAN yang memilih kita menjadikan DIA sebagai Tuhan.

      Pertanyaan saudara dapat diubah sedikit menjadi, bagaimana seh gambaran TUHAN dalam Alkitab?,…
      Dan inilah yang dapat dijawab oleh semua pembaca Alkitab, yaitu bahwa TUHAN pernah berkenan menjadi manusia, melalui lahir dari seorang perawan, dipanggil namaNYA, YESUS, Yeshua, atau Yehoshua., atau Jesus …terserah bahasa Anda memanggil nama itu dengan apa, asal jangan ganti PribadiNYA.

      kemudian,pada saat Tuhan memiliki daging berarti dia merasakan penderitaan pada saat di salib?

      Tepat sekali, sebab hidup ini nyata, dan YESUS nyata, sehingga kita tiak dapat berdalih bahwa penderitaan kita tidak pernah dimengerti Tuhan, melainkan karena Tuhan telah merasakan semua penderitaan, maka IA dapat mengerti kebutuhan kita, dapat mengerti kesesakan kita..

      Dan Tuhan adalah Roh maka berarti Tuhan memiliki unsur materi,begitukah?Karena “naik ke sorga” bagi saya menimbulkan pemahaman bahwa Tuhan dibatasi ruang dan Waktu.Apa betul begitu?
      salam


      TUHAN (Adonai) adalah Roh, TUHAN (ADONAI) adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA, dan karena TUHAN Roh maka TUHAN (ADONAI) yang ESA itu mengutus Firman menjadi daging, menjadi manusia, memasuki dunia materi, berada pada dimensi ruang dan waktu.
      Diutus menjelaskan mengenai Misi. Nah begitu selesai Misi maka kedagingan, keberadaan pada dimensi ruang dan waktu itu berubah kembali ke keberadaanNYA Yang semula, sebagai TUHAN Yang Esa, yaitu Bapa, Firman (sekarang disebut YESUS) dan Roh Kudus.

      Kembali ke kebaradaan semula ini disebut sebagai duduk di sebelah kanan ALLAH, atau bisa juga disebut naik ke Sorga.

      Kembali ini dijelaskan sederhana sebagai tidak lagi bisa merasakan penderitaan, atau tuntutan dari materi tidak lagi dapat menghampiri YESUS.

      Salah satu bukti ke-Maha Kuasaan TUHAN adalah bahwa meski IA yang menciptakan waktu, tetapi IA dapat menerobos waktu.

      Saran saya adalah jangan terus memandang YESUS Historis, tetapi pandanglah juga keadaan YESUS yang sekarang, yaitu keadaan dimana Misi YESUS sebagai manusia telah selesai..sebab dengan memandang inilah para rasul dan Kristen-kristen awal mewariskan kemartiran kepada semua Kristen disegala abad dan jaman.

      sama seperti contoh-contoh pada artikel di atas, jika orang-orang, nabi-nabi, rasul-rasul terpaku pada apa yang mereka lihat saja, maka mereka tidak akan pernah dapat memanggil Yang Esa itu sebagai El Roy, sebagai El Shalom, sebagia El Shafan, sebagai Yehova Jireh, sebagai Gunung Batu, sebagai Juruselamat,…d.l.l, mereka dimampukan untuk melihat dari sekedar apa yang sanggup dilihat oleh mata daging mereka, mereka dimampukan melihat dengan mata rohani mereka, yang sanggup melihat lebih jauh …
      salam

  19. sebaliknya,pertanyaan saya ajukan agar tidak semua manusia secara sembarang menetapkan sesuatu menjadi Tuhan.

    ehmmmm…berarti Tuhan bagi anda adalah materi (terlepas dari pra/pasca historis) yang pembedaannya justru hadir jauh setelah kehadiran Yesus.Kemampuan Tuhan dalam menerobos waktu sama dan identik dengan kehadiran wujud Krisna dalam agama Hindu.Sering jadi pertanyaan bagi saya dan sampai sekarang belum menemukan jawaban logis/jujur dari kalangan Hindu dan Kristen.Inkarnasi,keyakinan yang ada pada 2 agama tetapi tidak pernah ada rantai yang mampu menjelaskan apakah Yang berInkarnasi adalah Tuhan yang sama atau berbeda?
    Andaikata,Tuhan adalah benar ruh,maka harus ada penjelasan ilmiah (bukan sekedar keimanan) untuk perihal tersebut.

    Justru saya lebih tertarik pada peran yesus semasa belum menjadi daging.Dia adalah firman,kehadirannya ada sebelum penciptaan alam.Sama seperti anda dan saya,scara ruh,semua manusia telah ada sebelum penciptaan alam.
    Dan dia belum terbukti memberi kontribusi terhadap penciptaan alam.

    • @abu hanan

      ehmmmm…berarti Tuhan bagi anda adalah materi (terlepas dari pra/pasca historis) yang pembedaannya justru hadir jauh setelah kehadiran Yesus.Kemampuan Tuhan dalam menerobos waktu sama dan identik dengan kehadiran wujud Krisna dalam agama Hindu.Sering jadi pertanyaan bagi saya dan sampai sekarang belum menemukan jawaban logis/jujur dari kalangan Hindu dan Kristen.Inkarnasi,keyakinan yang ada pada 2 agama tetapi tidak pernah ada rantai yang mampu menjelaskan apakah Yang berInkarnasi adalah Tuhan yang sama atau berbeda?


      Saya kira sudah saya jelaskan di atas TUHAN pada hakekatNYa adalah ROH,…ROH bukanlah materi, karena materi adalah ciptaan, maka dipastikan bahwa yang membuat materi atau yang menciptakan materi pasti di luar materi.

      Meski ROH bukanlah materi karena materi adalah ciptaan, bukan menjadi penghalang bagi ROH berada di dalam keadaan materi.

      Contoh:
      Ketika TUHAN menampakkan Diri kepada Musa, maka IA ‘menjadi’ seperti API..
      tetapi apa yang membedakan ‘API’ (ROH) ini dengan api (materi) yang lain? yaitu ‘API’ ROH ini meski berada pada ranting pohon ranting itu tidak membakarnya. ini berbicara tentang ‘melampaui’ hukum alam. Hukum alam berkata api akan membakar, tetapi API ROH ini tidak membakar. Dikatakan API karena memang apa yang dilihat Musa adalah API…

      YESUS memang pernah menjadi manusia, tetapi apakah IA manusia biasa seperti kita? ALKITAB mengakatan, IA bukan manusia biasa, bahwa meski secara badan IA adalah manusia, tetapi di dalam keadaan itupun IA Satu dengan Bapa.

      Bagaimana API ROH tidak membakar? bagaimana Manusia YESUS Satu dengan BAPA?,… itulah yang disebut bukti KEMAHAKUASAAN TUHAN,… ketidaksanggupan kita menjangkau itu membuktikan bahwa memang IA MAHA KUASA dan melebihi kemampuan kita. Kemampuan kita menjabarkan segala sesuatu tentang TUHAN hanya membuat kita mempermalukan TUHAN itu sendiri. Katanya MAHA tetapi kita masih bisa merumuskan tentang TUHAN secara detail tanpa batas… cara pandang inilah yang dimiliki oleh umat ALLAH.

      sementara kalau Anda membandingkan inkarnasi Hindu dengan inkarnasi Kristen mungkin agak sedikit berbeda meski tujuannya dapat kita artikan bisa sama.

      Andaikata,Tuhan adalah benar ruh,maka harus ada penjelasan ilmiah (bukan sekedar keimanan) untuk perihal tersebut.

      ilmiah dapat diarikan sesuai dengan keilmuan,… dan keilmuan tentang Alkitab disebut Theologia,… penjelasan untuk menjawab setiap pertanyaan berarti bisa dijawab secara ilmiah yaitu dijawab dalam kerangka ilmiah Theologia…

      artinya ilmiah yang Anda harapkan sebenarnya sudah tercapai yaitu ilmiah dalam cabang theologia, nah jika Anda mengharapkan ilmiah yang lain coba Anda sebut penjelasan ilmiah apa yang Anda inginkan…
      jika Anda mengharapkan ilimiah dalam arti ‘ketersediaan’ data di dalam ruang laboratorium untuk terus dapat diteliti dan dirumuskan maka itu sama dengan menganggap remeh TUHAN… atau sejajar juga dengan bahwa kita tidak mempercayai TUHAN…

      satu-satunya media yang diberikan TUHAN sebagai ruang laboratorium adalah menguji apakah FirmanNYA terbukti dan Benar di dalam kehidupan kita sehari-hari.

      salah satu FirmanNYA adalah:
      ‘Permulaan dari segala pengetahuan adalah takut akan TUHAN’
      jika seorang tidak takut akan TUHAN, maka ‘kesanggupan’ seseorang bisa menjadi bencana, sebab tidak ada moral di sana.

      Justru saya lebih tertarik pada peran yesus semasa belum menjadi daging.Dia adalah firman,kehadirannya ada sebelum penciptaan alam.Sama seperti anda dan saya,scara ruh,semua manusia telah ada sebelum penciptaan alam.
      Dan dia belum terbukti memberi kontribusi terhadap penciptaan alam.

      dalam cabang ilmiah Theologia sudah dapat dipastikan dan terbukti bahwa Firman ALLAH adalah ESA dengan ALLAH, dan turut dan ADA dari dulu sekarang dan selama-lamanya (baca Yohanes 1)…

      jika roh manusia sudah ada sebelum penciptaan alam, maka pertanyaan saya ajukan kepada Anda,.. berapa lama allah Anda menciptakan segala sesuatu?

      salam

  20. Apakah sama Tuhan anda dengan Tuhan umat Hindu?Pertanyaan yang belum anda jawab.
    jawaban bagi anda adalah TIDAK DIKETAHUI oleh manusia untuk waktu penciptaan segala sesuatu(bukan alam semesta).

    Pertanyaan bagi anda “di bagian mana dari bibel yang menyebutkan peran Yesus pada penciptaan segala sesuatu?”

    Dan ROH yang anda maksudkan adalah tetap materi karena naik ke sorga jadi saya mengartikan naik ke sorga berarti ada kemungkinan berada di dalam sorga = dibatasi ruang dan waktu.

    • @abu hanan

      Apakah sama Tuhan anda dengan Tuhan umat Hindu?Pertanyaan yang belum anda jawab.

      dalam pengertian TUHAN YANG MAHA ESA, TUHAN ALKITAB adalah TUHAN dari segala sesuatu, termasuk TUHAN dari agama HINDU, ISLAM, YAHUDI, dan semua agama-agama yang lain…sebab TUHAN hanya SATU..

      tetapi dalam pengenala akan TUHAN Yang BEnar, hanya ALKITAB yang mengajarkan dengan tepat TUHAN YANG SATU itu, HINDU, ISLAM, d.l.l tidak…

      dengan demikian dapat diartikan bahwa HINDU, ISLAM, d.l.l mengajarkan tentang tuhan/allah yang lain bukan tentang TUHAN…


      jawaban bagi anda adalah TIDAK DIKETAHUI oleh manusia untuk waktu penciptaan segala sesuatu(bukan alam semesta).

      jika kita TIDAK MENGETAHUI apakah serta merta itu menjadi tidak ilimiah sehingga kita berhak menolak dan mengatakan bahwa TUHAN ADA?, tentu tidak bukan?…
      lalu jika Anda tidak mengetahuinya darimana Anda tahu bahwa ruh manusia sudah ada sebelum alam semesta diciptakan?

      Pertanyaan bagi anda “di bagian mana dari bibel yang menyebutkan peran Yesus pada penciptaan segala sesuatu?”

      Saya sudah sarankan kepada Anda untuk membaca YOHANES pasal 1, sebagai pembuka bahasan kita…

      saran saya,..
      jangan mematok YESUS berada pada materi untuk selamanya.
      Sebab YESUS memang pernah menjadi di dalam keadaan materi, tetapi keadaan itu sudah selesai di Salib, terlebih di dalam kebangkitanNya..
      Jadi pandanglah YESUS pra historis terlebih dahulu, yaitu bahwa IA adalah FIRMAN ALLAH yang adalah ROH yang menjadi DAGING…
      contoh API dalam perkara MUSA sudah saya sebut..
      Jangan memandang API yang dilihat MUSA itu sebagai API (materi) yang umum diketahui oleh manusia biasa, tetapi jika kita memandang API (ROH) itu dalam keadaanNYA maka kita ketahui bahwa ada Yang melampaui hukum alam, yaitu TUHAN..

      Dan ROH yang anda maksudkan adalah tetap materi karena naik ke sorga jadi saya mengartikan naik ke sorga berarti ada kemungkinan berada di dalam sorga = dibatasi ruang dan waktu.

      Terlepas dari makna ‘sorga’ yang sedang Anda maksudkan, sebab ‘sorga’ dalam term ALKITAB umumnya bukan berbicara tentang tempat seperti yang umum kita ketahui. “tempa” berbicara tentang materi, sedang sorga diumpakan berupa sebuah tempat karena memang sorga itu nyata.
      Dalam term ALKITAB ‘sorga’ biasa digunakan dalam mensubsitusi ALLAH itu sendiri.
      Iman ALKITAB pra Masehi mengharuskan orang tidak boleh memanggil Nama PRIBADI TUHAN secara sembarangan, bahkan sampai sekarangpun mereka mewariskan itu kepada semua orang, bahwa YHWH tidak ada yang dapat melafalkannya, melainkan disubsitusi kepada berbagai tulisan yang dapat dibaca macam HaShem, HaKadosh, ADONAI, TUHAN, THE LORD, GOD, ELOHIM, d.l.l..
      Sedemikian beberapa orang juga memakai SORGA, atau KERAJAAN SORGA..

      Jadi term kembali ke sorga dalam PB (khususnya peristiwa YESUS), bisa diartikan sebagai kembalinya YESUS kepada keadaanNYA yang semula sebelum Firman ALLAH menjadi daging/manusia…

      salam

  21. anda= hanya ALKITAB yang mengajarkan dengan tepat TUHAN YANG SATU itu
    saya=justru karena Bibel menyatakan tuhan ber-inkarnasi adalah salah satu sebab pembatalan dari Tuhan Yang Satu.

    Pernyataan”Firman menjadi daging,kemudian kembali menjadi Tuhan” seperti yang termaksud dalam PB Yohanes siapakah yang mengatakannya?Allah atau Yesus?

    Ruh terlebih dahulu ada karena ada tujuan dalam penciptaan alam khususnya manusia.Untuk itu saya ulangi pertanyaan saya

    Pertanyaan bagi anda “di bagian mana dari bibel yang menyebutkan peran Yesus pada penciptaan segala sesuatu?

    Berbicara tentang banyak dari Yesus berarti bicara PB yOhanes,tetapi tidak saya temukan peran Yesus di dalam PB Yohanes ttg perannya dalam penciptaan alam.

    • @abu hanan

      anda= hanya ALKITAB yang mengajarkan dengan tepat TUHAN YANG SATU itu
      saya=justru karena Bibel menyatakan tuhan ber-inkarnasi adalah salah satu sebab pembatalan dari Tuhan Yang Satu.


      sesuai artikel di atas, ujilah maksud Satu/Esa, sehingga kita mengerti kenapa Kitab Suci selalu berkeras mengatakan bahwa TUHAN adalah ESA/Satu…

      menurut saudara kenapa ditegaskan bahwa TUHAN ESA?

      sesuai ALKITAB sedikit sudah dijelaskan di artikel,
      sebab TUHAN adalah Maha KUASA, dan IA berkuasa menjadi di dalam keadaan apapun, sehingga karena berkuasa di dalam keadaan apapun ditegaskanlah bahwa IA adalah ESA.. TUHAN yang menampakkan DIRI dalam API (perihal MUSA) adalah sama dengan TUHAN yang menampakkan DIRI dalam YESUS…

      Pernyataan”Firman menjadi daging,kemudian kembali menjadi Tuhan” seperti yang termaksud dalam PB Yohanes siapakah yang mengatakannya?Allah atau Yesus?

      TUHAN sendiri dalam kuasa ROH KUDUS yang bekerja dalam hikmat RASUL YOHANES…

      Ruh terlebih dahulu ada karena ada tujuan dalam penciptaan alam khususnya manusia.Untuk itu saya ulangi pertanyaan saya
      mungkin supaya lebih jelas, menurut saudara apa itu roh/ruh? bisa jadi kita membicarakan dua hal yang berbeda meski namanya/sebutannya sama..

      Pertanyaan bagi anda “di bagian mana dari bibel yang menyebutkan peran Yesus pada penciptaan segala sesuatu?


      TUHAN=ADONAI adalah Bapa dan Firman dan Roh Kudus yang ESA…
      Firman menjadi manusia disebut YESUS…

      TUHAN (Bapa, Firman, Roh Kudus) adalah Pencipta Alam semesta.

      Dimana peran YESUS?
      Peran YESUS dalam keadaan Firman Yang Esa dengan TUHAN…
      artinya FIRMAN adalah Satu dengan TUHAN… adalah TUHAN itu sendiri dipandang dalam ESENSI… sehingga peran YESUS (FIRMAN) adalah Peran dari ALLAH/TUHAN itu sendiri…

      bukti Alkitab:
      Kolose 1:16; <— YESUS
      Yohanes 1:3; <— YESUS
      Ayub 33:4; <— Roh Kudus (Roh Allah)

      sehingga Allah (Bapa, Firman, dan Roh Kudus) adalah Yang Satu yang menciptakan alam semesta..

      Kejadian 1:1
      Mazmur 148:5;

      semoga dibaca…

      Berbicara tentang banyak dari Yesus berarti bicara PB yOhanes,tetapi tidak saya temukan peran Yesus di dalam PB Yohanes ttg perannya dalam penciptaan alam.

      Yohanes 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

      di sini dijelaskan bahwa tanpa FIRMAN ALLAH (setelah menjadi manusia disebut YESUS) tidak ada satupun yang akan terjadi…

      sehingga peran Firman ALLAH (YESUS) adalah peran Tunggal oleh TUHAN…tidak terpisah, Satu Esensi..

      mungkin saudara lebih baik mencari makna dari Firman ALLAH/Logos/HaDavar, setelah dapat mengerti term ini maka akan dapat dengan mudah dimengerti keesaan TUHAN dalam penciptaan

      Dalam bahasa sederhananya:
      TUHAN menyatakan bahwa YESUS adalah ALLAH itu sendiri.

      salam

  22. Menurut saya,jika peran yesus memang ada dalam penciptaan alam seharusnya disebutkan secara jelas olehnya.Bukan dalam penafsiran seperti yang anda sampaikan.
    Siapakah Yohanes yang dimaksud dalam Kitab Yohanes?

    Sulit diterima akal sehat bahwa Allah adalah Yesus padahal Yesus adalah anak tunggalNya.Bapak bisa dikatakan sama dengan anak dalam konteks keluarga.Contoh;si XYZ menghina bapak saya berarti dia juga menghina saya.

    Jika merunut balik ke PL yaitu Yesaya 40;18
    “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?”
    Apakah anda akan menyatakan bahwa itu adalah perkataan Yesus?

    Dalam Yesaya 40;25
    “Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.”
    apakah Yang Maha Kudus adalah Yesus?

    Terlebih dalam Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
    Apakah ada pertentangan antara penjelasan anda dengan ayat Yohanes 17;3 ?
    Menurut saya,Bapak tidak sama dengan anak sehingga utusan tidak sama dengan Yang Mengutus.

    • @abu hanan

      Menurut saya,jika peran yesus memang ada dalam penciptaan alam seharusnya disebutkan secara jelas olehnya.Bukan dalam penafsiran seperti yang anda sampaikan.

      bandingkan ayat-ayat berikut:
      Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
      (Ulangan 4:39)

      Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
      (Mazmur 33:6)

      Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
      (Mazmur 119:105)

      Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
      (Yohanes 1:3)

      siapakah Dia yang dimaksud oleh Yohanes?
      mari kita baca:
      Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
      (Yohanes 1:10)

      dari kutipan-kutipan di atas maka didapat:
      1. TUHAN adalah ESA, tidak ada Tuhan selain TUHAN (ADONAI)
      2. TUHAN menciptakan segala sesuatu dengan Firman (Logos)
      3. Firman yang ADA itu telah menjadi manusia.
      4. Firman Yang menjadi manusia itu dinamai YESUS…

      jadi dimana peran YESUS di dalam penciptaan?
      jawabnya adalah… Firman TUHAN-lah yang menciptakan segala sesuatu..tanpa Firman maka tidak ada sesuatu apapun akan menjadi.
      Firman inilah yang menjadi manusia, dan dinamai YESUS…

      Siapakah Yohanes yang dimaksud dalam Kitab Yohanes?
      paling tidak ada 2 Yohanes di sebutkan dalam Injil Yohanes..
      yaitu Yohanes (Pembaptis) anak Zakharia dan Rasul Yohanes anak Zebedeus, murid yang dipilih oleh YESUS sendiri…

      Sulit diterima akal sehat bahwa Allah adalah Yesus padahal Yesus adalah anak tunggalNya.Bapak bisa dikatakan sama dengan anak dalam konteks keluarga.Contoh;si XYZ menghina bapak saya berarti dia juga menghina saya.
      Dalam konteks bahasa Alkitab, tidak pernah disebut ALLAH adalah bapaknya YESUS, melainkan dipanggil Bapa.
      Bapa dipakai sebagai makna bahwa ALLAH adalah sumber dari segala sesuatu. Anda disebut anak Indonesia karena Anda berasal dari Indonesia, dan Indonesia tidak pernah menjadi Bapak Anda.
      Jadi YESUS disebut ANAK ALLAH karena IA berasal dari ALLAH. IA berasal dari ALLAH karena IA adalah FIRMAN ALLAH yang telah menjadi manusia, jadi sangat masuk akal.
      IA disebut Anak Tunggal Bapa karena memang ALLAH hanya SATU, ALLAH ESA, sehingga FirmanNYA JUGA hanya SATU hanya ESA, dan karena ESA maka FIRMAN yang menjadi manusia itu juga hanya SATU, ESA… atau dalam bahasa kita sehari-hari disebutkan, “Manusia atau daging yang awalNYA berasal dari FIRMAN ALLAH hanya SATU, yaitu DIA manusia yang dinamai waktu lahir sebagai YESUS.” yang diperdalam lagi sebagai :”DIa manusia yang lahir dari seorang perawan hanya Satu, yaitu YESUS”.

      Jika merunut balik ke PL yaitu Yesaya 40;18
      “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?”

      Apakah anda akan menyatakan bahwa itu adalah perkataan Yesus?

      sebagai pembanding supaya lengkap coba Anda baca sejak awal pasal 40 YEsaya tersebut, saya paste satu ayat saja:
      Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
      (Isa 40:13)

      Karena tidak ada yang dapat disamakan dengan ALLAH itulah maka Firman ALLAH yang ADA bersama dengan ALLAH itu juga adalah ALLAH..
      tepat seperti ucapan Yohanes 1:1
      Dan karena Firman ALLAH adalah ALLAH dalam esensi, maka YESUS adalah ALLAH yang telah menjadi manusia.
      Tidak ada ALLAH yang seperti itu…tidak ada YESUS yang seperti itu. Tidak ada Anak Manusia yang seperti itu. Hanya TUHAN, hanya YESUS..

      Dalam Yesaya 40;25
      “Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.”
      apakah Yang Maha Kudus adalah Yesus?

      Baca
      Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
      (1Yohanes 2:20)

      Jadi YESUS adalah Yang Kudus, Yang Maha Kudus, kenapa?
      karena YESUS adalah Firman ALLAH yang pernah menjadi manusia.

      Terlebih dalam Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
      Apakah ada pertentangan antara penjelasan anda dengan ayat Yohanes 17;3 ?

      Perhatikan ayatnya itu, menurut saudara kenapa Injil ini juga menekankan perlunya juga mengenal YESUS Kristus yang telah diutus oleh Bapa?…
      Jadi Tidak hanya mengenal Allah semaata, tetapi juga harus mengenal YESUS yang telah diutus..
      kenapa?

      karena YESUS yang diutus itu adalah cara/upaya/kekuatan/maksud/ide/prakarsa/logos ALLAH untuk menyelamatkan manusia..

      kenapa disebut diutus?
      karena memang ALLAH YANG ESA, ALLAH BAPA, FIRMAN ALLAH, ROH KUDUS hanya mengutus Firman menjadi manusia, ALLAH Yang menjadi manusia itu adalah SANG FIRMAN, bukan SANG BAPA bukan pula Sang ROH KUDUS…

      karena Sang Firman Esa dengan BAPA dan ROH KUDUS yang disebut TUHAN (ADONAI), maka saudara selain mengenal ALLAH juga harus mengenal YESUS KRISTUS (FIRMAN yang menjadi manusia), karena FIRMAN menjadi manusia adalah hasil kerja/prakarsa ALLAH.
      Bagaimana Anda mengaku mengenal ALLAH jika ternyata hasil kerja/karya/usaha/upaya/ide/cara/logos dari Allah saja Anda tidak tahu?…

      apakah Anda mengenal Allah?


      Menurut saya,Bapak tidak sama dengan anak sehingga utusan tidak sama dengan Yang Mengutus.
      100 persen tepat..

      Oleh karena tepat itulah maka lahirlah ajaran Tritunggal.
      Orang selalu memandang Tritunggal sebagai Tritheis, maka selalu timbul kerancuan..

      Tritunggal berbicara mengenai TUHAN YANG SATU ESENSI tetapi TIGA Pribadi, orang selalu menganggap sebagai TUHAN TIGA ESENSI yang masing-masing berpribadi padahal itu adalah Tritheis..

      Jadi ajaran Tritunggal adalah:
      ALKITAB Menekankan bahwa

      TUHAN ADALAH ESA…
      (baca Ulangan 6:4, atau 1Korintus8:4)
      dan karena:
      1. Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
      (Ayub 33:4)
      maka Roh Allah adalah TUHAN..

      2. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
      (Yohanes 1:1-3)
      maka Firman Allah adalah TUHAN..

      Roh ALLAH menciptakan (kutipan Ayub)
      Firman ALLAH menciptakan (kutipan Yohanes)

      dan karena TUHAN pencipta maka Roh ALLAH dan Firman ALLAH adalah ALLAH
      sehingga Roh ALLAH dan Firman ALLAH Satu, ESA, satu Esensi dengan TUHAN…
      kenapa? karena tidak ada yang sama seperti DIA (mengambil kutipan Yesaya Anda)
      Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?
      (Yesaya 40:18)

      tetapi kita ketahui juga bahwa Firman ALLAH menjadi manusia (Markus 1:1), Roh Allah tidak pernah menjadi manusia/dilahirkan, nah meski Satu Esensi tetapi berbeda Pribadi… itulah Tritunggal..

      Firman ALLAH adalah TUHAN
      Roh ALLAH adalah TUHAN
      Bapa adalah TUHAN,
      tetapi tidak ada 3 TUHAN melainkan SATU, ESA..

      sehingga di dalam hal penciptaan jangan memandang YESUS yang melulu di dalam keadaan manusia, sebab di dalam waktu penciptaan itu YESUS adalah FIRMAN ALLAH…

      salam

  23. berdasarkan penjelasan anda,saya berkesimpulan ;
    1.semua manusia adalah firman Allah.tanpa kecuali,jika yesus lahir dari ibu tanpa bapak itu hanyalah media kekuasaan Allah.Ingat ;Segala sesuatu dijadikan oleh Dia,,” tidak ada petunjuk secara khusus tentang kehadiran yesus pada ayat tersebut sampai pada Yohanes.

    2.Kitab Yohanes sangat meragukan karena tidak jelas siapa yang dimaksud Yohanes dalam kitab tersebut.Kemudian narasi pada kitab tersebut juga meragukan mengingat tidak dapat dibedakan siapa yang mengatakannya.Yohaneskah?Jika Yohanes adalah rasul/utusan Tuhan setidaknya dia memiliki tanda kerasulan sebagaimana yang dimiliki yesus.

    3.saya mengenali tuhan dari perbuatanNya tanpa perlu menghadirkan wujud tuhan.Anda bisa baca hasil di http://isyfatihah.blogspot.com/2010/09/mengenal-tuhan-dari-logika-2.html
    Jadi tidak mungkin bagi saya untuk menyembah tuhan yang pernah inkarnasi.Sri Rama dan Sri Krisna diyakini umat Hindu sebagai inkarnasi Tuhan sebagaimana Yesus pada keyakinan Kristen.Dengan penjelasan berbeda dari kedua agama tapi tetap akan menuju satu kesimpulan yang sama.Tuhan berinkarnasi.
    Seharusnya ada bagian yang mampu menjelaskan apakah Tuhan,Pencipta Alam itu berbeda ataukah sama?
    salam

    • @abu hanan;

      berdasarkan penjelasan anda,saya berkesimpulan ;
      1.semua manusia adalah firman Allah.tanpa kecuali,jika yesus lahir dari ibu tanpa bapak itu hanyalah media kekuasaan Allah.Ingat ;Segala sesuatu dijadikan oleh Dia,,” tidak ada petunjuk secara khusus tentang kehadiran yesus pada ayat tersebut sampai pada Yohanes.

      saya kira itu kesimpulan saudara sendiri,
      saya quote lagi argumen saya dari atas:

      Karena tidak ada yang dapat disamakan dengan ALLAH itulah maka Firman ALLAH yang ADA bersama dengan ALLAH itu juga adalah ALLAH..
      tepat seperti ucapan Yohanes 1:1
      Dan karena Firman ALLAH adalah ALLAH dalam esensi, maka YESUS adalah ALLAH yang telah menjadi manusia.
      Tidak ada ALLAH yang seperti itu…tidak ada YESUS yang seperti itu. Tidak ada Anak Manusia yang seperti itu. Hanya TUHAN, hanya YESUS..

      jadi kesimpulan yang benar adalah tidak semua manusia adalah Firman ALLAH melainkan hanya DIA Yang pernah menjadi manusia yaitu YESUS..

      sebab TUHAN bisa menjadi manusia (karena IA maha kuasa)
      dan manusia tidak bisa menjadi TUHAN (karena manusia adalah ciptaanNYA)

      2.Kitab Yohanes sangat meragukan karena tidak jelas siapa yang dimaksud Yohanes dalam kitab tersebut.Kemudian narasi pada kitab tersebut juga meragukan mengingat tidak dapat dibedakan siapa yang mengatakannya.Yohaneskah?Jika Yohanes adalah rasul/utusan Tuhan setidaknya dia memiliki tanda kerasulan sebagaimana yang dimiliki yesus.

      Kitab Yohanes memang berbeda dengan 3 Kitab Injil lain, Injil Yohanes lebih berbentuk sketsa, sangat dalam, dan penuh bahasa-bahasa metafora, perbandingan… sehingga Anda harus butuh tenaga yang lebih untuk membaca dan mempelajarinya…

      jika Anda sampai tidak tahu penulis Injil Yohanes berarti Anda belum membacanya,
      jika Anda sampai tidak tahu siapa Yohanes Pembaptis, berarti Anda belum membaca 4 Kitab Injil…

      kalau belum mebaca (dengan baik) memang kesimpulan akan selalu mentah, kurang matang, dan tergesa-gesa…

      tetapi dari sekian diskusi kita dan melihat kesimpulan Anda di sini, saya yakin sebenarnya sudah ada pseudo conclusion dari Anda, sehingga tidak perduli apa yang saya ucapkan Anda langsung mengucapkan pra kesimpulan yang ada di benak Anda tanpa melirik argumen saya…


      3.saya mengenali tuhan dari perbuatanNya tanpa perlu menghadirkan wujud tuhan.Anda bisa baca hasil di http://isyfatihah.blogspot.com/2010/09/mengenal-tuhan-dari-logika-2.html
      Jadi tidak mungkin bagi saya untuk menyembah tuhan yang pernah inkarnasi.Sri Rama dan Sri Krisna diyakini umat Hindu sebagai inkarnasi Tuhan sebagaimana Yesus pada keyakinan Kristen.Dengan penjelasan berbeda dari kedua agama tapi tetap akan menuju satu kesimpulan yang sama.Tuhan berinkarnasi.
      Perbuatan dari TUHAN dalam bahasa thelogis Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes bisa juga disebut LOGOS atau Firman ALLAH… jadi jika Anda perlu mengenal ALLAH maka kenal jugalah YESUS KRISTUS yang diutus oleh Allah…
      Jadi allah mana yang ANda kenal koq sampai perbuatan ALLAH terbesar sepanjang masa tidak Anda tahu? nah kira-kira itu bahwa pertanyaan yang diajukan oleh YESUS yang kemudian dicatat oleh Rasul Yohanes kepada setiap yang mengaku percaya ALLAH…

      Seharusnya ada bagian yang mampu menjelaskan apakah Tuhan,Pencipta Alam itu berbeda ataukah sama?


      sudah saya ucapkan diawal diskusi, memandang penciptaan maka TUHAN dari semua orang adalah SATU,

      Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
      (Roma 10:12)

      tetapi meski TUHAN hanya Satu, yaitu Pencipta Alam Semesta, tetapi manusia bisa menerima wahyu-wahyu,… dan terkadang setan-setanpun bisa berwahyu,.. nah cara manusia mengejawantahkan wahyu itulah yang membedakan setiap kita…
      contohnya bagaimana Saul menyikapi janji dari ALLAH sangat berbeda dengan cara Daud, dan tentu itu mempengaruhi kehidupan mereka berdua…
      menyikapi wahyu atau janji dari ALLAH saja bisa berbeda apalagi dari setan-setan bukan?…


      salam

      salam juga

  24. anda=maka YESUS adalah ALLAH yang telah menjadi manusia.

    saya=inilah salah satu pembanding pada saat saya mulai mencari tuhan.sehingga menghasilkan kesimpulan seperti yang tertera pada link blog saya.

    saya,maaf-bukannya tidak peduli-tetapi benar2 tidak ada jawaban tentang sosok Yohanes,kemudian dari beberapa ayat pertama bukankah secara khusus memang tidak ada yang mengarahkan Firman ke sosok Yesus hingga pada ayat (yg kurang lbeih saat Yohanes menjelaskan ttg itu,begitu ya?)

    Saya menafsirkan

    Segala sesuatu dijadikan oleh Dia,,”

    memang seperti apa adanya.Bahwa kehendakNya terdapat pada firmanNya kemudian jadilah apa yang Dia kehendaki.Itu saja.

    Bagaimanapun juga,berdiskusi dan jauh dari umpatan/caci maki adalah cermin kedewasaan

    Setidaknya,metode Ibrahim dalam mencari tuhan adalah metode yang saya gunakan.Terima kasih
    salam

    • @abu hanan;

      anda=maka YESUS adalah ALLAH yang telah menjadi manusia.

      saya=inilah salah satu pembanding pada saat saya mulai mencari tuhan.sehingga menghasilkan kesimpulan seperti yang tertera pada link blog saya.

      ada pemahaman yang berbeda antara mengenal TUHAN dengan cara mencari TUHAN atau dicari oleh TUHAN..
      dalam prinsip ALKITAB dikatakan justru TUHAN-lah yang mencari manusia, sehingga manusia-manusia yang dicari oleh TUHAN itu bersaksi, dan saksinya itu benar, karena TUHAN yang memampukan..
      dan prinsip inilah yang digunakan oleh semua para orang yang mengaku nabi/rasul, bahwa mereka telah mendapat perjumpaan dengan TUHAN..dan karena itulah kita dapat mempercayai mereka, sebab bukan cuman telah dijumpati oleh TUHAN tetapi juga kehidupan mereka memancarkan kasih TUHAN..

      nah jika kita berkata “mencari TUHAN” dan menemukanNYA ada dua hal;
      1. Kita dapat menemukanNYA dengan cara mempelajari apa2 yang sudah ditemukan oleh orang-orang yang dicari TUHAN tadi (salah satunya kitab suci)…, tetapi meskipun demikian pertama kali kita harus mempercayai TUHAN dahulu…

      2. Mencari TUHAN dan menemukanNYA dengan nalar dan upaya di luar Kitab Suci ini mirip dengan gaya BUDHA…

      dengan melirik kesimpulan Anda saya kira ada kesan seperti point dua di atas… CMIIW..

      nah apa yang telah diucapkan oleh saksi-saksi, yang telah bertemu dengan TUHAN, ALKITAB juga mengatakan bahwa kita juga dapat mengalami hal yang sama jika TUHAN telah memilih kita, dan kita percaya kepadaNYA…
      jika percaya maka semua nalar dan pengetahuan akan mengalir dengan sendirinya,… jadi tidak terbalik nalar dan pengetahuan menuju TUHAN, itu salah…yang benar adalah TUHAN menuju TUHAN, oleh TUHAN, dari TUHAN dan untuk TUHAN…

      saya,maaf-bukannya tidak peduli-tetapi benar2 tidak ada jawaban tentang sosok Yohanes,kemudian dari beberapa ayat pertama bukankah secara khusus memang tidak ada yang mengarahkan Firman ke sosok Yesus hingga pada ayat (yg kurang lbeih saat Yohanes menjelaskan ttg itu,begitu ya?)

      Memelajari Yohanes berarti paling tidak kita harus membaca seluruh surat-surat yang berbau Yohanes…
      nah jika kita membaca Injil Yohanes maka kita akan mengetahui siapa yang memberi kesaksian berupa Injil Yohanes…
      seperti saya katakan Injil Yohanes memiliki ciri tersendiri dalam menceritakan Historis Objective YESUS, karena berbeda itulah maka Injil ini tidak disebut Injil Sinopsis. Gaya bahasa dan skets yang lantang cenderung dimainkan oleh Yohanes, sehingga kita ditantang untuk mendalami makna-makan tersirat yang kaya dibanding dari makna-makna mentah..
      Contoh:
      Yesus disebut Gembala.. kata YESUS di Injil Yohanes
      Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
      (Yohanes 10:11)

      tentu ini makna tersirat, dan tidak dapat diterjemahkan mentah. Sebab semasa hidupNYA sebagai manusia YESUS tidak pernah berternak.
      Tetapi YESUS disebut Gembala oleh Yohanes sebagai penegasan makna bahwa memang IA adalah “PEMELIHARA” gereja, dan sekaligus dapat ditarik keesaanNYA dalam TUHAN sebab Mazmur 23 berbunyi;
      Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
      (Mazmur 23:1)

      YESUS adalah Gembala
      TUHAN adalah Gembala
      karena YESUS adalah Firman ALLAH yang pernah menjadi manusia maka
      dan karena Firman ALLAH adalah ALLAH
      maka YESUS adalah TUHAN…

      itu makna dari Injil Yohanes dari skets Yohanes…

      dalami pasal pertama Injil YOHANES, maka akan jelas siapa yang dimaksud dengan Firman Yang menjadi manusia, saya kira Yohanes 1:9 sudah sangat jelas memberi gambaran besar akan siapa Firman/YESUS…

      dan Yohanes 21 sudah sangat jelas pula menuliskan siapa yang memberi kesaksian pada Injil Yohanes


      Saya menafsirkan

      Segala sesuatu dijadikan oleh Dia,,”

      memang seperti apa adanya.Bahwa kehendakNya terdapat pada firmanNya kemudian jadilah apa yang Dia kehendaki.Itu saja.

      kehendak/nalar/ide/prakarsa/vision dari ALLAH itu disebut LOGOS oleh YOHANES, dan LOGOS inilah yang disebut FIRMAN ALLAH oleh Alkitab berbahasa Indonesia…

      saran saya dari awal adalah mendalami arti LOGOS…
      sebab jika Anda mengatakan demikian, maka apalagi yang kurang dari Anda, memang itulah LOGOS, itulah Firman ALLAH, itulah yang pernah menjadi manusia itu, yaitu YESUS…

      jadi kesimpulan saya adalah .. Anda telah lebih dahulu memiliki pseudo conclusion sehingga makna dari sekian jawaban saya sebenarnya nisbi bagi Anda, dan tidak Anda renungkan…

      Bagaimanapun juga,berdiskusi dan jauh dari umpatan/caci maki adalah cermin kedewasaan

      damailah negeriku damailah bangsaku…


      Setidaknya,metode Ibrahim dalam mencari tuhan adalah metode yang saya gunakan.Terima kasih
      salam


      selamat menemukan TUHAN…
      cara apapun yang digunakan jika membangun maka akan sangat berguna demi kebaikan kita…

      Filipi 4:8
      Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

      Kolose 3:2
      Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      jika kita memiliki pikiran yang benar itu akan membantu kita mengenal Firman ALLAH, sebab DIA ADALAH BENAR adaNYA… yang benar pasti datang dari YANG BENAR…

      salam,

  25. Diskusi menarik.

    fanya meyakini bhw segala sesuatu yg ada adalah ciptaan-Nya (Allah). (a.l. jagat raya dan seisinya, malaikat2-Nya, rasul2-Nya, begitu pula pula firman-Nya).

    Definisi kata “firman menurut KBBI:
    fir·man n kata (perintah) Tuhan; sabda;
    ber·fir·man v berkata; bersabda; memerintahkan;
    di·fir·man·kan v disabdakan; diperintahkan;

    Allah mengajarkan bhw tak ada satupun citaan-Nya yg menyerupai-Nya, dan melarang manusia menuhankan apapun dari ciptaan-Nya.

    Allah mengutus utusan-Nya (Nabi dan Rasul) utk mengajarkan hukum-hukum-Nya.

    Kata “mengutus” atau “utusan” menjadi fakta takterbantahkan bhw yg datang/diutus adalah BUKAN TUHAN.

    fanya juga meyakini bhw setiap huruf, kata dan kalimat yg ada dlm ayat-ayat al Qur’an adalah firman Allah dan firman Allah jelas tidak hanya satu apalagi esa karena hanya Allah yg Esa!

    Allah berfirman dlm surah yaasiin (QS 36:82) bhw Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman: “Jadilah!” maka terjadilah ia.

    Itulah fakta-fakta sangat logis yg mendasari pola pikir dan keyakinan fanya bahwa firman (ucapan/kata/perintah) Tuhan adalah bukan Tuhan melainkan untuk dilaksanakan, bukan untuk disembah/dipertuhan.

    salam

    • @fanya

      fanya meyakini bhw segala sesuatu yg ada adalah ciptaan-Nya (Allah). (a.l. jagat raya dan seisinya, malaikat2-Nya, rasul2-Nya, begitu pula pula firman-Nya).
      tidak asing bagi Kristen/Yahudi…

      Definisi kata “firman menurut KBBI:
      fir·man n kata (perintah) Tuhan; sabda;
      ber·fir·man v berkata; bersabda; memerintahkan;
      di·fir·man·kan v disabdakan; diperintahkan;

      Allah mengajarkan bhw tak ada satupun citaan-Nya yg menyerupai-Nya, dan melarang manusia menuhankan apapun dari ciptaan-Nya.
      tidak asing bagi Kristen/Yahudi

      Allah mengutus utusan-Nya (Nabi dan Rasul) utk mengajarkan hukum-hukum-Nya.
      mungkin ada yang kurang

      Kata “mengutus” atau “utusan” menjadi fakta takterbantahkan bhw yg datang/diutus adalah BUKAN TUHAN.
      dalami arti LOGOS yang kemudian diterjemahkan SABDA atau Firman

      fanya juga meyakini bhw setiap huruf, kata dan kalimat yg ada dlm ayat-ayat al Qur’an adalah firman Allah dan firman Allah jelas tidak hanya satu apalagi esa karena hanya Allah yg Esa!
      bukti?

      Allah berfirman dlm surah yaasiin (QS 36:82) bhw Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman: “Jadilah!” maka terjadilah ia.
      asal jangan dibawa terlalu super, terlalu berlebihan, … ada kalanya ‘penderitaan’, ‘usaha’, ‘turun’ dibutuhkan untuk lebih realistis..
      contoh kasus,..

      TUHAN tidak senang dengan perbuatan dosa dari umatNYA, dan dapat dipastikan TUHAN ingin menjadikan manusia tidak berdosa…
      nah apa yang dilakukan TUHAN tidak dengan prinsif “jadilah, maka terjadi”..

      TUHAN ‘menuliskan’ firmanNYA dalam kitab sebagai bukti bahwa dogma “jadilah, maka jadi” tidak mutlak

      orang yang menekankan suatu nilai, dogma tertentu secara mutlak dapat disebut SEKTE…

      Itulah fakta-fakta sangat logis yg mendasari pola pikir dan keyakinan fanya bahwa firman (ucapan/kata/perintah) Tuhan adalah bukan Tuhan melainkan untuk dilaksanakan, bukan untuk disembah/dipertuhan.
      akan menjadi sangat logis jika saudara mengerti apa itu LOGOS,… dan amat sangat logis jika saudara tidak berpikir SEKTARIAN…

      salam
      salam juga

  26. @Om Parhobass yg baik

    Allah berfirman dlm surah yaasiin (QS 36:82) bhw Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman: “Jadilah!” maka terjadilah ia.
    asal jangan dibawa terlalu super, terlalu berlebihan, … ada kalanya ‘penderitaan’, ‘usaha’, ‘turun’ dibutuhkan untuk lebih realistis..
    :
    :
    Tuhan bukan saja “terlalu super”, DIA adalah MAHA SUPER Om …..

    Salam

    • @fanya

      coba saudara renungkan kondisi ini;

      kita misalkan TUHAN adalah Allah SWT.
      lalu:
      a. TUHAN telah melihat manusia berdosa sejak jaman Sebelum Masehi
      b. Baru sekitar tahun 600 M Quran (yang kata Anda huruf2nya juga terpilih) diberikan

      pertanyaan:
      1. Apakah TUHAN tidak berfirman supaya dosa hapus?
      2. Jika TUHAN berfirman lalu kenapa dosa tidak terhapus?
      3. Kenapa harus mengejar/berjuang pahala kalau ternyata TUHAN bisa melakukan firman (“jadi, maka jadilah”)
      4. Jika usaha/perbuatan/pahala dari manusia untuk menghapus dosa, maka TUHAN tidak menginginkan penghapusan dosa, artinya TUHAN tidak pernah berfirman tentang dosa, apa betul begitu?
      5. Jibril adalah ‘wadah’ menyampaikan firman,… lalu firman apa yang diberikan? karena justru prinsip “jadi, maka jadilah” tidak berlaku, jika TUHAN menginginkan sebuah QURAN, IA bisa melakukannya dengan berfirman, nyatanya TUHAN tidak melakukan itu, karena butuh waktu dan wadah sampai wahyu menjadi Quran.. apa betul begitu, atau “dimana letak jika berfirman maka jadi jadilah” ?

      pra konklusi:
      1. “jadi, maka jadilah” tidak boleh dipandang mutlak, sebab itu tidak realistis (artinya jangan memandang prinsip ini secara mutlak, jika demikian Anda salahsatu sekte karena berpikir mutlak pada satu ajaran tertentu, sektarian)
      2. Jika TUHAN menghendaki Pengorbanan untuk menunjukkan Kasih, maka itupun harus terjadi.

      Apakah Pengorbanan sebagai pondasi Kasih?
      Alkitab berkata TEPAT, BENAR dan LUGAS.

      supaya terkait dengan judul “Kenaoa TUHAN ESA, ujilah”, maka
      untuk menunjukkan KASIH TUHAN, terkadang TUHAN berkorban, salah satu cara pengorbananNYA adalah Theofani, yaitu “membuat” diriNYA dapat dilihat oleh manusia. IA ‘melakukan’ dapat dilihat manusia karena manusia tidak MAHA sedangkan TUHAN adalah MAHA…Manusia-manusia yang mengalami perjumpaan dengan DIRI TUHAN itu (yang kemudian disebut nabi, rasul, d.l.l), dikumandangkan oleh TUHAN, bahwa Theofani kepada Musa, kepada Abraham, kepada Daud, kepada Yesaya, kepada Daniel, dan kepada-kepada yang lain adalah Theofani dari TUHAN YANG SAMA, TUHAN YANG SATU, TUHAN YANG ESA…meski Theofani yang mereka alami masing-masing berbeda.

      itu jauh lebih logis dan dapat diterima

      salam

  27. sebagai penutup diskusi….
    anda=Firman ALLAH adalah TUHAN
    Roh ALLAH adalah TUHAN
    Bapa adalah TUHAN
    dan
    YESUS adalah Gembala
    TUHAN adalah Gembala
    karena YESUS adalah Firman ALLAH yang pernah menjadi manusia maka
    dan karena Firman ALLAH adalah ALLAH
    maka YESUS adalah TUHAN

    saya=mohon dijelaskan
    Kitab Markus
    9: 37, Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.

    Terima kasih

    • @abu hanan

      sebagai penutup diskusi….
      anda=Firman ALLAH adalah TUHAN
      Roh ALLAH adalah TUHAN
      Bapa adalah TUHAN
      dan
      YESUS adalah Gembala
      TUHAN adalah Gembala
      karena YESUS adalah Firman ALLAH yang pernah menjadi manusia maka
      dan karena Firman ALLAH adalah ALLAH
      maka YESUS adalah TUHAN
      untuk meluruskan saja, segala yang saya ucapkan di atas bukan atas pengertian dan maksud saya sendiri seolah saya perlu mempertahankan sesuatu,… segala sesuatu yang di atas yang saya ucapkan berasal dari ALKITAB, dan saya setuju dengan ALKITAB…karena saya setuju sama ALKITAB maka saya jelaskan maksud ALKITAB, saya hanya menjelaskan bukan untuk membela atau mempertahankan apapun,.. TUHAN tidak perlu di bela…DIA MAHA kita lemah/ciptaan, masa ciptaan membela YANG MAHA, ya toh….

      saya=mohon dijelaskan
      Kitab Markus
      9: 37, Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.


      jika kita perhatikan object dan subject maka dapat dipecah menjadi:
      -anak
      -namaKu
      -Aku
      -Dia
      -Yang mengutus

      yang menjadi titik fokus
      pertama:
      di sini ada kata “namaKU”.
      Nama di sini menjelaskan karakter. Jika kita perhatikan Kitab SUCI nama-nama dari beberapa tokoh sering mencerminkan karakternya.
      Contoh: Nabal, artinya bodoh, dan dia memang bodoh,…
      Yesus adalah kata konstrak dari YEHOVA SHUA, artinya TUHAN adalah JURU SELAMAT atau TUHAN Menyelamatkan

      kedua:
      seperti anak kecil, dijelaskan bukan ntuk menjelaskan bahwa setiap anak kecil harus disambut, melainkan seseorang yang berkarakter seperti anak kecil. karakter anak kecil salah satu yang dapat kita sebut adalah ketergantungannya kepada orang tua dan respek seorang anak terhadap orang-orang yang berbuat baik kepada dia sendiri

      ketiga:
      Jika kita menghargai seorang anak yang datang kepada kita maka otomatis orang tua si anak sekaligus kita hargai juga. Itu karakter yang benar. Karena si anak dan si orang tua adalah satu, yang disebut keluarga. Keluarga karakter terbesarnya adalah bahwa satu merasakan kesedihan maka anggota yang lain turut merasakan penderitaan, dan seterusnya dan sebaliknya.

      Keempat (kesimpulan):
      Jadi kalau kita menyambut seorang yang membutuhkan kita itu sama saja dengan menyambut YESUS, respek kepada YESUS, karena YESUS juga sedang di dalam misi ‘menyelesaikan kebutuhan’ orang-orang, manusia, seluruh dunia.
      Artinya seseorang yang menolong yang lemah, sama dengan respek kepada pekerjaan YESUS yang mau menolong yang lemah juga.
      Nah jika seseorang respek terhadap pekerjaan YESUS, maka otomatis dia juga respek kepada TUHAN, sebab TUHAN YANG ESA (Bapa, Firman dan ROH KUDUS), telah mengutus Firman menjadi manusia, yaitu YESUS.
      Pekerjaan YESUS adalah pekerjaan TUHAN, sebab YESUS adalah FIrman yang menjadi manusia, IA ESA dengan TUHAN, sebab Bapa dan YESUS adalah Satu (baca Yohanes 10:30)

      Karena TUHAN melihat ketidakmampuan manusia (seperti anak kecil), maka TUHAN berinisatif menolong manusia.
      Karena TUHAN memiliki LOGOS seperti itu, maka LOGOS menjadi manusia, supaya manusia layak di hadapan TUHAN.
      Itu persis sama seperi dikala YESUS menyambut anak-anak kecil yang lemah itu.

      Jadi mari kita sambut semua yang lemah dan letih yang membutuhkan kita,…
      dan dikala kita melakukan itu jangan kita merasa bangga atau bermotivasi untuk pahala-pahala untuk menghapuskan dosa, melainkan berpikirkan dan tanamkan dalam hati bahwa TUHAN memberikan tugas itu kepada kita, dan kita hidup bukan lagi karena kita melainkan karena Kristus yang ada pada kita.
      Dari DIA, oleh DIA dan untuk DIA

      Terima kasih
      sama-sama, semoga saudara bisa dengan sabar membaca argumen saya…
      salam

  28. kalo begitu maka :
    Bapa, Firman, Roh Allah dan Yesus ……..adalah Tuhan bukan?

    Salam

    • @fanya

      Bapa, Firman dan Roh Allah adalah TUHAN
      Firman menjadi manusia, namaNYA disebut YESUS…

      Saudara jangan menjadi bingung antara Pribadi Yang disebut Bapa, dan sebuatan ALLAH sebagai BAPA…

      TUHAN (Bapa, Firman dan Roh Kudus) kita sebut juga Bapa, karena dari DIALAH segala sesuatu berasal.

      mohon kondisi saya di atas direnungkan dan dipikirkan, supaya logis sesuatu tuntutan Anda…biar diskusi menarik dan ada tujuan dan makna tidak asal datang dan pergi tak karuan kayak binatang buas…

      (saya paste lagi di sini)

      coba saudara renungkan kondisi ini;

      kita misalkan TUHAN adalah Allah SWT.
      lalu:
      a. TUHAN telah melihat manusia berdosa sejak jaman Sebelum Masehi
      b. Baru sekitar tahun 600 M Quran (yang kata Anda huruf2nya juga terpilih) diberikan

      pertanyaan:
      1. Apakah TUHAN tidak berfirman supaya dosa hapus?
      2. Jika TUHAN berfirman lalu kenapa dosa tidak terhapus?
      3. Kenapa harus mengejar/berjuang pahala kalau ternyata TUHAN bisa melakukan firman (“jadi, maka jadilah”)
      4. Jika usaha/perbuatan/pahala dari manusia untuk menghapus dosa, maka TUHAN tidak menginginkan penghapusan dosa, artinya TUHAN tidak pernah berfirman tentang dosa, apa betul begitu?
      5. Jibril adalah ‘wadah’ menyampaikan firman,… lalu firman apa yang diberikan? karena justru prinsip “jadi, maka jadilah” tidak berlaku, jika TUHAN menginginkan sebuah QURAN, IA bisa melakukannya dengan berfirman, nyatanya TUHAN tidak melakukan itu, karena butuh waktu dan wadah sampai wahyu menjadi Quran.. apa betul begitu, atau “dimana letak jika berfirman maka jadi jadilah” ?

      pra konklusi:
      1. “jadi, maka jadilah” tidak boleh dipandang mutlak, sebab itu tidak realistis (artinya jangan memandang prinsip ini secara mutlak, jika demikian Anda salahsatu sekte karena berpikir mutlak pada satu ajaran tertentu, sektarian)
      2. Jika TUHAN menghendaki Pengorbanan untuk menunjukkan Kasih, maka itupun harus terjadi.

      Apakah Pengorbanan sebagai pondasi Kasih?
      Alkitab berkata TEPAT, BENAR dan LUGAS.

      supaya terkait dengan judul “Kenaoa TUHAN ESA, ujilah”, maka
      untuk menunjukkan KASIH TUHAN, terkadang TUHAN berkorban, salah satu cara pengorbananNYA adalah Theofani, yaitu “membuat” diriNYA dapat dilihat oleh manusia. IA ‘melakukan’ dapat dilihat manusia karena manusia tidak MAHA sedangkan TUHAN adalah MAHA…Manusia-manusia yang mengalami perjumpaan dengan DIRI TUHAN itu (yang kemudian disebut nabi, rasul, d.l.l), dikumandangkan oleh TUHAN, bahwa Theofani kepada Musa, kepada Abraham, kepada Daud, kepada Yesaya, kepada Daniel, dan kepada-kepada yang lain adalah Theofani dari TUHAN YANG SAMA, TUHAN YANG SATU, TUHAN YANG ESA…meski Theofani yang mereka alami masing-masing berbeda.

      itu jauh lebih logis dan dapat diterima

      salam

      • @Om Parhobass

        Tuhan tidak membuat/menciptakan dosa.
        Manusialah yg berbuat dosa.
        Allah berfirman, kalau manusia ingin dianugrahi Allah Surga, mintalah kepada Allah dengan cara beriman kepada Allah, patuh dan taat pd segala perintah dan larangan-Nya, serta meminta ampun atas segala dosa-dosa yg telah diperbuatnya.

        Allah swt memberi petujuk yg jelas cara beribadah, cara memohon ampun, dan cari hidup (perbuatan) yg luput dari dosa.

        Allah berfirman: tak sedikitpun Allah beruntung meski semua manusia patuh dan beriman pada-Nya dan tidak sedikitpun Allah merugi seluruh ummat manusia ingkar dan kafir pada-Nya”.

        Dari hal2 tsb diatas, jelas sekali bahwa meski masalah menghapus dosa adalah sepenuhnya hak prerogatif Allah swt, namun perbuatan memohon ampun/dihapuskan segala dosa sewpenuhnya bergantung dan terpulang kpd manusia itu sendiri utk melakukannya atau tidak. Allah hanya berjanji bhw “Allah akan menghapus segala dosa2 manusia yg memohon ampun pada-Nya sesuai dengan petunjuk-Nya, kecuali jika ia tetap syirik”.

        Logikanya, yg berdosa adalah manusia. Tuhan memberitahu bhw dosa bakal menyebabkan manusia celaka dan menderita di akhirat. Maka, jika manusia ingin selamat dan hidup kekal di akhirat sudah barang tentu dan justru manusia itu sendirilah yg harus menghendaki, berikhtiar dan berkorban agar Tuhan berkenan menghapus dosa-dosanya, bukan Tuhan yang berkehendak.

        Kan lucu jika dikatakan bhw “Tuhan menghendaki terhapusnya dosa-2 manusia” sehingga “terpaksa” Tuhan turun kebumi utk mengorbankan diri-Nya demi penghapusan dosa-dosa manusia”. Jika benar, maka sia-sia pengorbanan tuhan tsb karena ternyata…………… dosa-dosa manusia tetap tak terhapuskan………. (walaupun “tuhan” sengaja turun tangan sendiri bahkan turun kebumi demi menebus dan terhapusnya dosa-dosa manusia….).

        Pertanyaannya, dimana letak ke-Maha Kuasaan tuhan kalau ternyata ia tidak mampu mewujudkan keinginan-Nya sendiri……………? terbukti dosa-dosa manusia yg sekedar made by manusia ia tak mampu hapuskan!!!
        (???)

      • @fanya

        Counter:

        jika kamu masih melakukan hukum/ajaran untuk mendapat pahala penghapusan dosa, berarti firman allahmu “jadi, maka jadilah” perlu dipertanyakan..
        karena:
        1. Jika benar “jadi, maka jadilah” maka ketika allahmu berfirman menghapukan dosa, maka dosa itu langsung tidak ada, nyatanya dosa tetap ada..
        2. Manusia masih tetap berdosa, itu menunjukkan bahwa allahmu tidak pernah berfirman mengenai dosa, atau bisa jadi dogma “jadi, maka jadilah” tidak benar adanya
        3. Jika “jadi, maka jadilah..” lalu kenapa masih harus berjuang dalam melakukan hukum/perintah allahmu?
        4. Dalam perkara “jadi, maka jadilah”, kenapa justru Jibril/rasul/nabi digunakan untuk menyampaikan hukum/perintah ?

        Penjelasan:
        TUHAN sudah menghapuskan dosa manusia sejak YESUS mati di kayu salib.
        Dosamu sudah dihapuskan, dosaku sudah dihapuskan, dosa kita semua telah dihapuskan.

        Dosa yang disebut allahmu tentang “perbuatan”/”pelanggaran”, dosa yang diemban YESUS disalib adalah kutuk akibat manusia melanggar kekudusan TUHAN.
        Jadi kutuk yang ada padamu, padaku dan pada dunia ini telah diemban oleh YESUS. Itu sudah selesai,…Pertanyaan adalah apakah kamu percaya?
        jika kamu percaya maka jangan lagi melakukan “perbuatan”/”pelanggaran”…tetapi jika kamu tidak percaya maka kutuk itu tetap ada padamu, itu bukan karena pekerjaan YESUS tidak selesai atau tuntas atau butuh kamu, tetapi karena kamu menolak anugerah YESUS itu. Kalau seorang yang mengaku lapar maka ia tidak akan menolak makanan dari YESUS, tetapi kalau kamu menolak tetaplah laparmu itu, dan tinggal menunggu waktu kebinasaan.

        Kenapa harus TUHAN menjadi manusia demi menghapuskan dosa?
        Karena TUHAN MAHA KUDUS, sehingga karena MAHA dan manusia tidak maha, maka YANG MAHA Itu yang menyanggupkan kita manusia yang tidak maha ini sampai kepada DIA YANG MAHA…

        Bisakah TUHAN langsung menghapuskan dosa tanpa pengorbanan.
        BISA,…
        tetapi kenapa memilih harus menderita?
        Karena akibat dosa adalah maut/mati/penderitaan, sehingga maut/mati/penderitaan itu harus diangkat, dan hebatnya hanya TUHAN yang sanggup untuk itu. Sebab IA mengasihi kita, sehingga setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

        Sehingga cara KRISTUS ini menjadi kekuatan bagi kita yang masih hidup, bahwa manusia yang nyata2 menderita akibat dosa akan mendapat penghiburan dari TUHAN, kalau kamu tidak menderita akibat dosamu, silahkan melakukan apapun yang menurutmu baik. Jika kamu tidak pernah merasa menderita mungkin kamu bukan manusia…

        salam

    • Sorry ya…., sepertinya saya kenal wajahnya?

      Ini fietria ya?

      Salam

  29. @parhobass
    argumen anda berasal/bermuara dari alkitab,setuju.
    Dari Dia,oleh Dia,untuk Dia,setuju.
    Dia maha,kita lemah,,,setuju.
    Dia gak butuh duit,kita butuh,….setuju? 😉

    Perbedaan pemahaman kita ada di (terkait dengan Kitab markus.) ;
    1.namaKu=yang mengatakan ayat tersebut
    2.anak ini = manusia
    3.Dia = Tuhan
    4.Aku= yang mengatakan ayat tersebut atau = point 1.

    Terima kasih sudi menemani.Semoga Tuhan menyertai anda.
    Salam

  30. @abu hanan

    biar lebih jelas saya paste dua ayat sekaligus;


    Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
    Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
    (Mar 9:36-37)

    nah apa yang satu warna adalah sama..

    jadi:
    “Aku”, “namaKu” subjeknya adalah YESUS, warna purple
    mereka, ia, barang siapa menggambarkan siapa saya yang mau dan setuju berkarakter (warna green) seperti Kristus (warna Purple)

    dan karena YESUS (purple) adalah Firman yang sedang dalam misi, maka karakter yang setuju kepada YESUS sama dengan karakter TUHAN (Bapa, Firman dan Roh Kudus) warna Merah.

    sehingga:
    – memang tepat yang mengatakan ayat tersebut adalah YESUS (sesuai point 1 Anda)
    – dan objectnya adalah manusia, tepat seperti point 2 Anda
    – Dia yang disebut di ayat itu adalah ALLAH…

    mungkin ada sedikit pertanyaan di sini karena sedikit bingung (bagi yang bingung dan bagi yang ingin memperdalam makna);
    antara Subject YESUS dan DIA (TUHAN)..
    untuk itu dibutuhkan konkondasi, yaitu mencari makna lebih jauh, maka kita cari apakah ada kejadian/kondisi yang sama yang diucapkan oleh penulis Injil yang lain, ditemuakn sbb:

    1. (Matius 18:5 [ITB])
    Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

    2. (Lukas 9:48 [ITB])
    dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

    3. (Yohanes 13:20 [ITB])
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

    dari 4 ayat kutipan di atas kita fokus kepada hubunghan antara YESUS dan Pengutus (ALLAH)

    di Markus, Lukas dan Matius menyebutkan YESUS diutus oleh DIA (mengungkapkan makna histororis objective berbau subjective)
    di sini disebutkan bahwa “YESUS” dan “DIA” adalah dua Pribadi

    di Yohanes disebut menyambut YESUS sama dengan menyambut DIA yang mengutus YESUS (mengungkapkan makan theologis objective berbau subjective)
    di sini disebutkan bahwa “YESUS” dan “DIA” adalah satu Esensi

    jadi dari akselerasi 4 Injil itu didapat bahwa ada 2 Pribadi yang 1 Esensi…

    Jika kita “berkeras” melihat Injil Markus kutipan Anda (sektarian), maka kita harus menghilangkan Injil Yohanes,…
    Tetapi karena 4 Injil tersebut adalah satu tujuan dan satu berita yaitu membuktikan bahwa YESUS adalah Firman ALLAH yang telah menjadi manusia, maka kita harus memaknainya secara menyeluruh tanpa menekankan hal-hal tertentu secara mutlak yang nyata-nyata ada kesamaan yang harus diakselerasi…

    salam

    • Sorry, ikut nimbrung dikit ya…

      Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
      “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
      (Mar 9:36-37)

      Saya lihat itu merupakan konsep “percaya” atau “iman”.
      Kalau seorang anak dikejar anjing yang lebih besar dari ibunya-pun, dia pasti lari ke ibunya minta perlindungan. Sang anak tidak mengukur ibunya mampu atau tidak, tapi suatu kepercayaan bahwa bagaimanapun sulitnya saya, sang ibu pasti bisa membantu.

      Iman adalah dasar kristen.

      Dengan Iman seperti seorang anak kecil itu, kita bisa “melihat” kristus dan melihat “Allah”.

      Salam.

  31. Allah hanya bisa “diwujudkan” atau “dinyatakan bentuknya” dalam 3 bentuk:
    1. Allah.
    2. Firman Allah
    3. Roh Allah.

    Selain ketiga hal itu, sulit kita menyatakan “bentuk” Allah. Istilah “bentuk” inipun adalah istilah manusia.

    Ada konsep islam yang cukup bisa menjelaskan mengenai hal itu:
    A. “Allah tidak bisa dipersamakan dengan apapun juga”.
    B. Moslem juga mengakui 3 hal tersebut diatas (Allah, Firman Allah, Roh Allah).
    Jadi diluar 3 hal tersebut, kita sulit menyatakan mengenai “keberadaan / bentuk” Allah itu sendiri. Jadi dari point A dan B, kita tidak bisa mengandaikan yang lain.

    Kalau Firman (Allah) menjadi manusia : Ini mencirikan Allah Maha Kuasa.
    Tidak bisa dibalik, karena itu manusia bisa menjadi Allah.

    Konsep 1: Kalau Yesus adalah manusia dan menjadi Allah…, ini tidak mungkin dan pasti menghujat Allah. Ini tidak diterima oleh iman Kristen dan moslem.

    Konsep 2: Taoi kalau Allah mengambil rupa manusia dan disebut Yesus, ini cocok sekali. Karena kita tidak bisa membatasi apa yang Allah lakukan (maha Kuasa) dan kita tidak bisa “memaksa” Allah tidak boleh seperti ini dan itu.

    Kristen menolak dengan Konsep-1 dan bertentangan dengan Iman Kristen mengenai hal tersebut. Bagi umat kristen, konsep-1 itu disebut dengan menghujat Allah, karena mempersamakan Allah dengan manusia. Allah adalah Allah, manusia adalah manusia. Allah adalah pencipta, manusia adalah ciptaan.

    Ketika Firman (pencipta) masuk kedunia, ia tidak dicipta, tapi masuk (meminjam) rahim seorang manusia. Yesus dikandung oleh Roh Kudus dan tidak dikandung karena pencampuran sel telur dan sprema (yang keduanya adalah ciptaan Allah).

    Jadi ketika anda berbicara mengenai Kristen, janganlah dengan konsep-1, kita sama-sama setuju dengan hal ini. Itu tidaklah mungkin.

    Kristen berbicara mengenai konsep-2.

    Salam.

  32. @ om parhobas
    dear om,,,

    Face-nya Yeesus kok kayak curt cobain ya om ? emang bener gitu ya ? siapa sih yang melukis pertama kalinya ?

    Tuhan menitis itu emang firman Tuhan apa sekedar interpretasi para imam kristen (yunani, yahudi juga, kali) dari teks kitab suci, om ?

    Makna Yesus disamping kanan Bapa, itu gemana ya om ? Koq ga menyatu aja dengan Bapanya, kan katanya titisan Tuhan Bapa ?

    Koq ga menyembah pada Bapanya aja om ? koq harus pake istilah “Tuhan YME dalam nama Yesus”, keknya ada persamaan dengan “Tuhan YME dalam kepribadian Krishna, sebagaimana umat hindu de ?

    Kalo Yesus dianggap firman yang mendaging, mengapa ga sekalian aja menyembah pencipta firman itu sendiri om ?

    Maap, pertanyaannya kebanyakan, thank’s om.

    • @Samaranji

      terimakasih sudah datang kembali…

      Face-nya Yeesus kok kayak curt cobain ya om ? emang bener gitu ya ? siapa sih yang melukis pertama kalinya ?
      Bener tidaknya kita tidak tahu, gambar2 yang ada sekarang sekedar ilustrasi bahwa memang YESUS dalam keadaan manusia pernah ada di dunia ini. Siapa yang menggambar juga kurang jelas siapa, tetapi lukisan pertama dapat ditelusuri pada abad-abad ke tiga Masehi, dan makin banyak lagi ditemukan setelah jaman Kristen diakui sebagai agama sah/agama negara oleh Romawi pada abad 3.
      Jadi intinya benar tidaknya ilustrasi itu tidak menjadi masalah, sebab yang pasti YESUS pernah menjadi manusia.

      Tuhan menitis itu emang firman Tuhan apa sekedar interpretasi para imam kristen (yunani, yahudi juga, kali) dari teks kitab suci, om ?

      ALIKITAB Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama untuk Kristen) mencatat bahwa TUHAN berjanji atas seorang MESIAS.
      dan di Kitab YESAYA disebut sebuah nubuatan:
      (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
      (Yesaya 9:6)

      Jadi ini benar-benar firman TUHAN.

      Makna Yesus disamping kanan Bapa, itu gemana ya om ? Koq ga menyatu aja dengan Bapanya, kan katanya titisan Tuhan Bapa ?

      YESUS bukan titisan “Bapa”.
      YESUS “duduk di sebelah kanan” Bapa adalah sebuah kata perumpamaan dalam bahasa Palestina, yang artinya “sejajar”.
      Di dalam keluarga siapa yang duduk dekat sang ayah maka itu diartikan dia sejajar dengan sang ayah.
      Tetapi Allah bukanlah “ayah” YESUS, sebab ALLAH tidak beranak dan tidak diperanakkan. ALLAH adalah BAPA YESUS sebab YESUS berasal dari TUHAN, Ia adalah FIRMAN ALLAH yang menjadi manusia, nah karena sempat menjadi manusia, maka ketika IA kembali kepada keadaanNYA yang sebenarnya disebutlah itu “duduk di sebelah kanan Bapa”, karena yang tadinya sebagai manusia sekarang telah “sejajar” kembali dalam keadaan ROH. Sebab TUHAN adalah ROH hakekatNYA, tetapi untuk sementara Firman ALLAH yang adalah ROH menjadi Daging yang disebut namaNYA YESUS.

      Koq ga menyembah pada Bapanya aja om ? koq harus pake istilah “Tuhan YME dalam nama Yesus”, keknya ada persamaan dengan “Tuhan YME dalam kepribadian Krishna, sebagaimana umat hindu de ?

      Jika ditelusuri secara global bisa saja ada kemiripan, seperti umat muslim yang mengelilingi Ka’bah, jelas ada miripnya seperti penyembah berhala di Ka’bah sebelum jaman Islam, tetapi jelas Islam tidak sama dengan penyembah berhala itu, meski cara mengelilingi Ka’bahnya ada kemiripan.

      TUHAN adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA,
      jadi menyembah BAPA sama dengan menyembah Firman sama dengan menyembah Roh Kudus… sebab Satu, ESA.
      Tetapi BAPA tidak pernah menjadi manusia yang disalib, Firman pernah dan ROH kudus tidak pernah. itu yang membedakan…

      Kata “Bapa” tidak dapat diartikan sebagai “ayah”. Itu menghujat ALLAH.
      Kristen tidak pernah menjelaskan Bapa memperanakkan YESUS.

      TUHAN dalam nama YESUS disebutkan sebagai pondasi bahwa Nubuatan dari PL sudah digenapi.
      Terlebih lagi “nama” menjelaskan karakter. Jadi nama bukan sekedar panggilan tetapi menjelaskan karakterNYA.
      YESUS adalah kata bentukan dari YEHOWA SHUA yang artinya TUHAN menyelamatkan, nah dengan demikian kita tahu karakterNYA adalah TUHAN YANG MENYELAMATKAN…

      Kalo Yesus dianggap firman yang mendaging, mengapa ga sekalian aja menyembah pencipta firman itu sendiri om ?
      YESUS adalah Firman yang pernah menjadi daging.
      Firman adalah ALLAH itu sendiri (baca Yohanes 1).
      Jadi Firman tidak diciptakan, melainkan menciptakan. Jadi menyembah Firman sama dengan menyembah Bapa sama dengan menyembah Roh Kudus, karena ESA.

      Maap, pertanyaannya kebanyakan, thank’s om.
      tidak apa2, semakin banyak bertanya semakin banyak tahu tentang Kekristenan, sehingga tidak ada curiga diantara kita hehehehe…

      selamat membaca, dan saya menunggu pertanyaan lainnya…
      salam.

    • Dear om,,,
      ga nyangka, balsnya komen cepet bngt. Online terus ya om ?

      @ Om Parhobass : Jadi intinya benar tidaknya ilustrasi itu tidak menjadi masalah, sebab yang pasti YESUS pernah menjadi manusia.
      >>> apakah juga : Jadi intinya benar tidaknya Yesus adalah titisan Tuhan tidak menjadi masalah,,, ???

      @ Om Parhobass : Jadi menyembah Firman sama dengan menyembah Bapa sama dengan menyembah Roh Kudus, karena ESA.
      >>> ow getu, menyembah salah satu sifatNya/ manifestasiNya saja tow ? Mengapa “firman” lebih dominan dalam konsep trinitas om ???

      • @samaranji

        Dear om,,,
        ga nyangka, balsnya komen cepet bngt. Online terus ya om ?

        ngga…

        @ Om Parhobass : Jadi intinya benar tidaknya ilustrasi itu tidak menjadi masalah, sebab yang pasti YESUS pernah menjadi manusia.
        >>> apakah juga : Jadi intinya benar tidaknya Yesus adalah titisan Tuhan tidak menjadi masalah,,, ???


        tidak…
        itu dua hal yang berbeda…

        @ Om Parhobass : Jadi menyembah Firman sama dengan menyembah Bapa sama dengan menyembah Roh Kudus, karena ESA.
        >>> ow getu, menyembah salah satu sifatNya/ manifestasiNya saja tow ? Mengapa “firman” lebih dominan dalam konsep trinitas om ???

        Karena Esa, menyembah Firman sama dengan menyembah Bapa sama dengan menyembah Roh Kudus…
        Orang tidak bisa mengatakan YESUS TUHAN tanpa penyataan Roh Kudus dan tanpa pilihan BAPA,…itu satu kesinambungan…
        Mengenal Allah adalah mengenal Kristus…
        Oleh karena itu tidak ada yang dominan, justru trinitas itu memandang TIGA Pribadi itu adalah Sama, Satu Esensi…

        ALLAH dapat dikenal melalui penyataanNYA, dan penyataan ALLAH Yang paling jelas dan nyata adalah melalui Firman yang menjadi manusia, YESUS namaNYA…
        sangat logis orang lebih memamdang apa yang dapat ia lihat, sebab Bapa tidak dapat dilihat, Roh Kudus hanya dapat dirasakan..

        Firman bukan salah satu sifat dari ALLAH,… jadi menyembah Firman bukan menyembah salah satu sifat tetapi menyembah ALLAH itu sendiri… karena Firman adalah Allah (baca Yesaya 9:5 dan Yohanes 1:1)

  33. Dalam postingan “Saya mau Tuhan seperti ini” ada sebuah kalimat…

    “TUHAN ADA bukan karena Kitab Suci, TETAPI KITAB SUCI MENCERITAKAN bahwa IA ADA. IA ADA melampaui pikiran kita, artinya IA melampaui persetujuan kita. IA setuju kepada DIRINYA sendiri.”

    >>> Kalo kitab sucinya meragukan (banyak tangan jahil yang merubah interpretasi, bahkan merubah beberapa kata), wajar dong dunia barat lebih memilih pada agnostik. Entah itu pelariaan, atau pencarian.

    • @Samaranji

      Kitab Suci bisa saja meragukan bagi seseorang, tetapi keraguan seseorang tidak menjadi dasar untuk menyalahkan Kitab Suci itu…

      Bisa saja seseorang melarikan diri dari Kitab Suci, atau bisa saja ia memilih agama atau keyakinan tertentu, tetapi sekali lagi, keyakinan dan agama atau apapun itu tidak menjadi dasar bahwa Kitab Suci (Alkitab) salah atau meragukan atau tidak layak dipercayai…

      kenapa?

      karena Kitab Suci adalah Firman ALLAH sendiri..
      dan TUHAN tidak membutuhkan penasehat untuk menyatakan DIA benar atau SALAH, dan karena IA independen dan berotoritas mutlak maka kita menyebutNYA Tuan di atas segala tuan, atau singkatnya Tuhan.

      Sedemikian ALKITAB juga mengajarkan bahwa percaya kepada ALKITAB itu adalah anugerah, bukan hasil usaha.
      Sebab kalau hasil usaha bisa saja keliru dan salah arah atau salah tujuan…
      Meski setelah percaya kita tidak dilarang untuk kritis dan mencari tahu…

      contoh kasus;
      Ahli agama Yahudisecara detail nubuatan PL bisa saja tidak mempercayai bahwa YESUS adalah MESIAS…, tetapi ALLAH melalui Roh Kudus di hadapan Yohanes Pembaptis telah menyatakan bahwa YESUS-lah Mesias yang dinanti-nantikan itu,… dan ternyata benar, tidak bisa ditolak…dan akhirnya banyak ahli agama yang menjadi pengikut YESUS waktu itu…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: