Allah, ada di mana-mana

Oktober 1, 2009 pukul 7:57 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Allah adalah “sosok” yang dianggap lebih mampu untuk menjawab segala “pertanyaan” manusia.

Mungkin sudah pernah membaca, begini…
Orang Israel, dalam agamanya, telah mengenal ALLAH (Adonai). Orang yang berperang dengan Israel berkata:”Allahnya bangsa itu, ada di gunung, ada di laut, ada di lembah, ada juga di gurun, dimanapun mereka berperang selalu disertai Allahnya itu”, tetapi kita sedang tidak membicarakan Allah yang ini.

Ada banyak allah lain yang menyertai orang yang meletakkan kepercayaannya kepada allah ini.
Allah ini kadang diselipkan di jari manis, untuk menyertai si empunya di mana saja.
Allah ini kadang disimpan di atas pintu, berbentuk ladam kuda, untuk menjaga rumah.
Allah ini kadang diselipkan di pinggang dalam bentuk sabuk.
Allah ini kadang dituliskan dalam bentuk-bentuk indah dari kata-kata puisi “perdamaian”
Allah ini kadang-kadang berada di pikiran juga, menemani sampai mata tertidur baru bisa ditinggalkan.

Ya banyak bentuk-bentuk allah, yang diperilah, dipertuhankan, baik bentuk ukiran, patung, lukisan, dan sebagainya.
Bahkan yang sudah mengenal allah yang satu juga mau menambahkannya dengan allah yang lain supaya lebih mantap, allah kekebalan sangat “klop” kalau ditambah dengan allah keberuntungan, allah kecantikan lebih “srek” kalau ditambah dengan allah ketenaran. Atau kewibawaan dengan pangkat tinggi, dan lain sebagainya.

“Koq bisa demikian”, bertanyalah kita.
Karena jalan tikus lebih mudah untuk dilalui, cepat menuju tujuan.
Ketika kita katakan TUHAN Yang Maha Esa, maka ALLAH ini pastilah berjalan dengan segala atributNYA.
IA tidak mau melihat manusia yang senangnya mendapat kesuksesan saja, tanpa bersyukur untuk “sharing” dengan orang lain. IA malah tidak mau melihat ketenaran berisi munafik. IA tidak mau melihat otodidak yang naif tanpa mempertimbangkan pemikiran orang lain. IA ESA. IA “berjalan” dengan atribut BAIK, ADIL, SUCI, KUDUS, dan sebagainya…
Sementara penggemar “jalan tikus” hanya mau memuaskan sisi cepat, sisi kaya, sisi wibawa, sisi adil,…., mereka mengenal allah yang satu, menurutnya esa, hanya demi tujuannya sendiri. Bayangkan kalau allah seperti ini ada di dalam pikiran. Allah ini akan ada dimana-mana juga.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: