Aku di akhir zaman

Oktober 1, 2009 pukul 5:10 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 3 Komentar
Tag:

Lihatlah jalannya waktu ini:
Sebelum lahir sebagai manusia:
Ia dijanjikan untuk datang….
Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Ia sudah datang….
Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Setelah tugas selesai….
Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

karena IA Ada katakanlah sebelum lahir, sesudah lahir dan setelah kematian maka…
Wahyu 1:8 Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.

dan pada semasa “manusia”Nya, Ia berpesan:….
Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Dan hanya TUHAN yang mampu menyediakan kehidupan, sebab IA Maha Kuasa, IA adalah HIDUP.

Jadi apakah Anda sudah melihat Anak?, lihatlah pekerjaanNya, bukan pengikutNya…
Apakah Anda sudah percaya kepada Anak? Percayalah bahwa dosamu sudah dihapuskan, bukan lahiriahnya.

kalau Ya, IA Yang Maha Kuasa akan membangkitkan Anda kelak di akhir zaman.
Maka aku di akhir zaman akan melihat Anda.

Jadi di setiap waktu di atas TUHAN selalu menyertai kita, baik dahulu, sekarang dan akan datang, itulah namaNYA, IMMANUEL, TUHAN beserta kita.

Iklan

Konstanta

Oktober 1, 2009 pukul 9:58 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , ,

Kita tentu mengenal:
Q = {Q} x [Q]

dimana
Q = Kuantitas fisis
{Q} = harga-harga numeric
[Q] = satuan-satuan fisis

Mari lihat sebuah contoh persamaan:
y(t) = 2.x(t)
maka kita mendapatkan sebuah konstanta, dua (2).

Di dalam perkembangan ilmu pengetahuan, kita mendapatkan kecepatan cahaya di dalam ruang vakum adalah sebesar 299,792,458 m/s atau sekitar 300,000 km/s, ini juga konstanta. Ini di dapat dari standarisasi SI, dimana jarak yang ditempuh cahaya di dalam ruang vakum selama satu detik adalah 1⁄299,792,458, yang selanjutnya melahirkan satuan fisis meter.

Tanpa spekulasi atas keakuratan, dan menarik-narik ilmu pengetahuan memasuki ranah rohaniah, tetapi sengaja untuk membuka pikiran kita, bahwa seharusnya kita menarik kesimpulan, bahwa konstanta ini pastilah ditentukan oleh Sang Pencipta supaya semua dalam keadaan teratur.
contohnya:
9f6099a82f764eb41477e451f40b67f4

Apa jadinya alam semesta ini tanpa konstanta R = 8.314472(15) J · K-1 · mol-1 …..

It was designed, myfriend!!!
Biarlah masalah ilmu pengetahuan diselesaikan oleh dirinya sendiri, tanpa harus memberi pernyataan kepada dunia yang “lebih” dari dirinya sendiri.

Allah, ada di mana-mana

Oktober 1, 2009 pukul 7:57 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Allah adalah “sosok” yang dianggap lebih mampu untuk menjawab segala “pertanyaan” manusia.

Mungkin sudah pernah membaca, begini…
Orang Israel, dalam agamanya, telah mengenal ALLAH (Adonai). Orang yang berperang dengan Israel berkata:”Allahnya bangsa itu, ada di gunung, ada di laut, ada di lembah, ada juga di gurun, dimanapun mereka berperang selalu disertai Allahnya itu”, tetapi kita sedang tidak membicarakan Allah yang ini.

Ada banyak allah lain yang menyertai orang yang meletakkan kepercayaannya kepada allah ini.
Allah ini kadang diselipkan di jari manis, untuk menyertai si empunya di mana saja.
Allah ini kadang disimpan di atas pintu, berbentuk ladam kuda, untuk menjaga rumah.
Allah ini kadang diselipkan di pinggang dalam bentuk sabuk.
Allah ini kadang dituliskan dalam bentuk-bentuk indah dari kata-kata puisi “perdamaian”
Allah ini kadang-kadang berada di pikiran juga, menemani sampai mata tertidur baru bisa ditinggalkan.

Ya banyak bentuk-bentuk allah, yang diperilah, dipertuhankan, baik bentuk ukiran, patung, lukisan, dan sebagainya.
Bahkan yang sudah mengenal allah yang satu juga mau menambahkannya dengan allah yang lain supaya lebih mantap, allah kekebalan sangat “klop” kalau ditambah dengan allah keberuntungan, allah kecantikan lebih “srek” kalau ditambah dengan allah ketenaran. Atau kewibawaan dengan pangkat tinggi, dan lain sebagainya.

“Koq bisa demikian”, bertanyalah kita.
Karena jalan tikus lebih mudah untuk dilalui, cepat menuju tujuan.
Ketika kita katakan TUHAN Yang Maha Esa, maka ALLAH ini pastilah berjalan dengan segala atributNYA.
IA tidak mau melihat manusia yang senangnya mendapat kesuksesan saja, tanpa bersyukur untuk “sharing” dengan orang lain. IA malah tidak mau melihat ketenaran berisi munafik. IA tidak mau melihat otodidak yang naif tanpa mempertimbangkan pemikiran orang lain. IA ESA. IA “berjalan” dengan atribut BAIK, ADIL, SUCI, KUDUS, dan sebagainya…
Sementara penggemar “jalan tikus” hanya mau memuaskan sisi cepat, sisi kaya, sisi wibawa, sisi adil,…., mereka mengenal allah yang satu, menurutnya esa, hanya demi tujuannya sendiri. Bayangkan kalau allah seperti ini ada di dalam pikiran. Allah ini akan ada dimana-mana juga.

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.