Antara Kasih Sayang dan Kesesatan

September 28, 2009 pukul 10:06 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Seorang anak adalah plagiat sejati. Ia bisa meniru apa yang dilihatnya masuk ke dalam otaknya , dan karena ia tidak tahu membedakan apa yang baik dan apa yang jahat, maka cenderung orang dewasa di sekitarnya memvonis :”Kamu nakal”.

Dalam kasih sayang, karena anak-anak adalah buah hati kita, buah cinta, kita terus mendidik sang anak.
Suatu saat, seorang anak, setelah nanti kita baru sadar sesudah ia besar, ia melenceng dari target yang kita inginkan, bahkan ada yang melenceng dari moral tertentu, sampai si anak tidak bisa membedakan apa-apa saking kerasnya hati yang dia punya.
Oleh karena kasih sayang yang lembut si anak ini telah menjadi keras sekeras batu karang.

Manusia-manusia beragama juga mempunyai potensi yang sama.
Pengajaran, dan didikan bisa dicerna dan ditelaah di dalam otak. Dan apa yang diharapkan adalah melakukan seperti yang diajarkan itu. Dan karena TUHAN tidak serta merta, paling tidak sampai saat ini, memberi jerat pengajaran, katakanlah lecutan-lecutan rotan, yang bisa memberi kita kesadaran akan suatu kesalahan yang kita pikirkan, yang kita ajarkan.
Sekali lagi, karena “kasih sayang” sang TUHAN, akan mudah terlahir agama-agama baru, kepercayaan-kepercayaan baru, kesesatan-kesesatan baru, denominasi baru, dan banyak bentuk pengajaran yang baru lainnya. Dan kalau semuanya sudah “berusia”, membubung, maka terciptalah ilah-ilah baru, kekerasan hati yang baru, Firaun baru, Babel baru, dan seterusnya.

Sehingga ujilah Firman ALLAH dengan melakukannya setiap hari, semoga IA mau menuntun Anda, dan ketika IA mau, semoga Anda peka, dan ketika Anda peka, semoga Anda juga diberi roh yang tunduk, dan setelah Anda tunduk, semoga Anda juga mempunyai keberanian untuk setia.
Ketika jalur ini tidak patah pada titik tertentu, maka kasih sayang yang TUHAN berikan kepada setiap manusia, bukan pada golongan tertentu saja, tentu tidak akan melahirkan kesesatan. Dan meskipun jalur lengkap itu melahirkan kesesatan, maka hanya manusia yang men-set Anda sesat, bukan TUHAN.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: