Menurut kitabku begini

September 26, 2009 pukul 8:39 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

menurutku

Mari menjelaskan duduk perkara.
Kalau masih menganggap diri Anda manusia, maka mari menyadari di dalam manusia tidak ada kebenaran.
Kalau masih Percaya hanya TUHAN kebenaran, mari meletakkan kebenaran itu di HADIRATNYA.

Bukan berarti kita diam, tetapi mari menjelaskan sudut pandang dari dua pihak yang berbeda dengan cara yang berbudi pekerti.

Kita tidak musti menjelaskan kitab kita dari sudut pandang kitab orang lain, atau sebaliknya, jelas tidak mungkin, tetapi ketika itu memungkinkan maka cekcok-pun akan terjadi.
Sebab ketika satu mengklaim kebenaran, tetapi masih tumbuh tanduk di kepalanya maka ia tak lebih dari kambing atau domba.

Jangan jemu-jemu berbuat baik, biarlah kebaikanmu diketahui semua orang, dengan demikian tidak ada tanduk di kepalamu, artinya Anda adalah manusia sejati.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: