Yesus, manusia yang diperilah?

September 22, 2009 pukul 6:06 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 9 Komentar
Tag: , , ,

Yesus, pernah hidup lebih kurang 33 tahun sebagai manusia di dunia ini.
Walau Perjanjian Baru menjelaskannya dengan baik, tetapi kisah-kisah sejarah tentu lebih disenangi orang-orang tertentu, sehingga kelihatan lebih universal. Kisah yang hilang dari suatu umur tertentu sampai genap ke umurNya ke-30 juga turut membuat keramaian.

Konsep-konsep tentang Yang Kudus terkurung di dalam daging tentu sangat salah.
Konsep-konsep tentang Roh juga salah, sebab dijelaskan, Ia adalah manusia. Ia menjadi manusia, punya daging, punya roh dan punya jiwa.

Selama 33 tahun Ia adalah manusia.
Tetapi manusia yang bagaimana? inilah pertanyaannya.
Awam mungkin sangat bingung dengan pembacaan Perjanjian Baru, sebab dituliskan Tuhan, Tuan,.. Yesus adalah Tuhan. Bagaimana mungkin Yang Maha Kuasa menjadi lemah, terlalu munusiawi.
Bingung karena tidak dapat menerima bahwa Perjanjian Baru sudah ditulis setelah kebangkitan YESUS atau tepatnya setelah YESUS sudah naik ke sorga. Penjelasan dan theofani yang Agung telah dituliskan di dalam peristiwa penampakan-penampakan YESUS setelah kebangkitan dari kubur. Ia bisa makan makanan manusia, daging, dan Ia bisa berada di mana-mana, Roh. Terlebih Ia terangkat ke atas, yang digambarkan sebagai sorga, ya sorga digambarkan di atas, bukan di bawah, di bawah adalah kematian.
KebangkitanNYA adalah, Ia sudah tidak merasakan penderitaan, sudah tidak merasakan sakit, Ia sudah tidak merasakan kematian lagi, sebab IA sudah dalam keadaanNYA yang berkuasa, Ia hidup sampai selama-lamanya. Daging yang bangkit itu bukan lagi daging yang 33 tahun sebelumnya.

Terlebih para pendahulu iman kita adalah manusia yang ber-shema :”Shema Yishrael, Adanoi Eloheinu, Adonai Echad”, mereka akan menjadi pembangkang-pembangkang, perusak, jika mereka menyembah ALLAH selain Sang Adonai. Tetapi pahamilah mereka-mereka ini meluruskan pandangan, mewariskan ajaran, kepada kita, bahwa Sang Adonai-lah yang telah mereka lihat, yang telah mereka saksikan, yang tadinya mereka ragu, sekarang sudah nyata Kasih-Nya. Theofani yang luar biasa, Theofani yang dirindu-rindukan oleh para nabi.
Yaitu penampakan SANG KUASA dalam rangka memperdamaikan seluruh manusia dengan ALLAH.

Dan karena Yesus adalah Sang Adonai, maka kepada DIA-lah segala hormat dan kemulian dari sekarang sampai selama-lamanya.

Hati-hatilah terhadap pengajaran-pengajaran, ujilah segala sesuatu.
Ini ada beberapa contoh pengajaran itu,
1. bahwa Yesus yang lain sudah ada, yaitu Mesias, Penolong buat bangsa yang bukan Israel, karena Yesus yang pertama tadi hanya utusan bagi Israel, maka inilah Yesus buat dunia yang lain.
2. pengakuan Yesus telah datang ke dua kali.
3. dan lain sebagainya, rupa-rupa memperilah orang-orang yang dianggap kudus.

Ya, Yesus telah pernah menjadi manusia, 33 tahun, karena IA harus menjadi manusia untuk menebus manusia.
Tetapi tambahkan jugalah dengan rendah hati ke dalam perbendaharaanmu, bahwa Yesus yang sekarang yang kita kenal adalah YESUS yang HIDUP sampai selama-lamanya.

DIA adalah Yang Awal dan Yang Akhir.

Iklan

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ par,

    Kalo ngehadapi org Islam, gue pikir sebaik2nya kita pake pola pikir dan teologi mereka.

    Kalo ngga, gue kuatir argumen kita ngga nyampe.

    Karena itulah gue sering guna kalimat “Kalamullah” ganti Anak Allah (dan istilah2 yg lian), bisa beri pendangan loe, par.

    Gue nunggu.

    JBU.

    • Menurut saya tetap harus menggunakan Theologi,Theologi= Theos Logos, Firman Tuhan. Jadi kalau kita menggunakan firman yang lain kita telah lari dari prinsip kita. Kalau masalah kosa kata saya kira sama saja, kita bisa menggunakan dengan bahasa apa saja, contohnya: Kalamullah bisa Kalimat Allah bisa Firman Allah. Tetapi bagi orang lain bisa berbeda hal ya toh…., sementara kita yakin dengan suatu hal, itulah yang harus dijelaskan. Itu lebih efektif saya kira.

      Dari banyak dialog yang saya lihat, terkadang kita lebih menyakiti hati orang dari pada memperluas pengetahuannya. Semakin kita memaki semakin kita menumpuk dengki dan benci, dan semakin mereka yakin dengan kepalsuan akan ajaran Kristiani.

      Bagi saya, iman kitalah yang harus dijelaskan, perkara dia menerima itu atau tidak, itu adalah hak dan otoritas Yang Kuasa. supaya orang yang kita hadapi paling tidak tidak mengalami sakit hati, tetapi syukur kalau dia bisa berpikir, bahwa apa yang kita utarakan bisa menjadi pemikiran buat dia, bahwa Kristianitas bukan seperti yang dituduhkan.

      Selebihnya adalah yang berdialog adalah manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Kebenaran hanya milik TUHAN, jadi kenapa kita harus menghakimi sesama kita manusia. Kita berdialog adalah suatu kewajiban, kewajiban memberitahuan bahwa kita semua manusia adalah sama, sama pendosa, tetapi kita manusia sudah diperdamaikan dengan YESUS.

      JBU2

  2. Semoga bijak dengan menjawab pertanyaan saya, bukan dengan moderasi atau spam dan tidak menjawab.

    Pertanyaan saya:
    Mengapa Yesus harus jadi manusia jika dia itu Tuhan?

    Mengapa Yesus harus rela jadi kutuk tumbal Taurat untuk menebus dosa manusia?

    Mengapa manusia yang berbuat dosa, tapi harus Yesus yang menanggung dosa manusia?

    Bagaimana jika Yesus menolak untuk menebus dosa manusia?

    Sebenarnya adakah perintah bahwa Yesus harus berkorban dengan mati di tiang salib?

  3. @Fitri;

    Pertanyaan saya:
    Mengapa Yesus harus jadi manusia jika dia itu Tuhan?
    Karena manusia tidak sanggup berhadapan muka dengan TUHAN, hanyaTUHAN yang dapat.


    Mengapa Yesus harus rela jadi kutuk tumbal Taurat untuk menebus dosa manusia?

    karena Nama TUHAN adalah PENEBUS
    karena IA PENEBUS, dan tidak ada penebus yang lain yang sejajar dengan IA
    Mazmur 40:5 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.


    Mengapa manusia yang berbuat dosa, tapi harus Yesus yang menanggung dosa manusia?

    seperti point di atas, karena tidak ada harga yang setimpal untuk membayar lunas dosa seluruh manusia…


    Bagaimana jika Yesus menolak untuk menebus dosa manusia?

    maka Ia buka Mesias yang ditunggu-tunggu itu, IA bukanlah utusan yang dinanti-nantikan itu,
    salah satu syarat Mesias adalah sesuai nubuat Yesaya:
    Yesaya 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;


    Sebenarnya adakah perintah bahwa Yesus harus berkorban dengan mati di tiang salib?

    bacalah nubuat2 tentang pertanda Mesias Anda sudah datang apa belum di:
    https://hakadosh.wordpress.com/2009/09/26/sudah-datangkah-mesiasmu

  4. Pada poin pertanyaan saya yang ke tiga, jawabannya kurang jelas.

    Maksud saya, kalau orang tua melakukan dosa apakah harus anak yang menanggung?

    Bukankah ini tidak adil?

    Sama halnya, kalau manusia berbuat dosa selama masih hidup, bukankah seharusnya manusia itu sendiri yang mempertanggungjawabkan semua dosanya.

    Bukankah Yesus tidak berdosa? Jadi kenapa Yesus yang tanpa dosa harus menanggung beban dosa orang lain.

    • 2 pertanyaan
      1.
      Mengapa manusia yang berbuat dosa, tapi harus Yesus yang menanggung dosa manusia?

      2. Maksud saya, kalau orang tua melakukan dosa apakah harus anak yang menanggung?

      dua2nya di dalam dosa yang berbeda,
      dosa di point 1 adalah, keterpisahan manusia dengan ALLAH
      dosa di point 2 adalah, pelanggaran manusia kepada hukum ALLAH

      artinya:
      1. hanya ALLAH yang bisa menyambung keterpisahan manusia dengan ALLAH, manusia tidak sanggup menuju ALLAH.
      2. Allah sudah menyediakan jembatan penyambung di dalam Kurban Yesus Kristus
      3. Setelah selesai Kurban penyelamatan itu, Kristus juga memberi hukum, salah satunya hukum kasih.
      4. Yang melanggar hukum kasih, biarpun sudah ada jembatan keselamatan antara ALLAH dengan manusia, maka manusia itu tetap akan menanggung neraka.


      Bukankah Yesus tidak berdosa? Jadi kenapa Yesus yang tanpa dosa harus menanggung beban dosa orang lain.

      1. oleh karena tidak berdosalah, maka KurbanNya sempurna.
      2. tidak berdosa, bisa diartikan di dalam 2 kategori dosa di atas. artinya IA tidak terpisah dengan ALLAH, karena RohNYA Sama, IA ESA, dan IA tidak melanggar Hukum ALLAH yang manapun berimplikasi kepada TUHAN (yang tidak berdosa) menyelamatkan manusia, sehingga gelarNYA disebut Kristus.

      Bukankah ini tidak adil?

      Jika Kristus sudah mati untuk Anda, tetapi Anda menolak keselamatan dari DIA, malah Anda mengolok2NYa, apakah adil Ia menghukum Anda kelak di Neraka???
      TUHAN adil mengadakan neraka, karena manusia memilih yang tidak TUHAN tawarkan, sepakat???

  5. Manusia yang berdosa, Yesus yang menanggung??
    logika Fitri:
    si A mencuri kerbau, Yesus berkata:”Aku maafkan kamu A”

    logika parhobas:
    si A mencuri kerbau, Yesus berkata:”Katanya sudah anak Kristus, koq mencuri lagi??”

    Manusia sudah terpisah dari ALLAH. Yesus membangun jembatan penyelamatan, sehingga manusia itu sanggup datang ke ALLAH, di dalam datangnya ke ALLAH itu, berlakulah seperti Kristus pernah hidup di dunia, karena Anda masih tinggal di dunia.

    • Jika Kristus sudah mati untuk Anda, tetapi Anda menolak keselamatan dari DIA, malah Anda mengolok2NYa, apakah adil Ia menghukum Anda kelak di Neraka???
      TUHAN adil mengadakan neraka, karena manusia memilih yang tidak TUHAN tawarkan, sepakat???
      ———————————————————————————————–

      Bukankah Yesus hanya diturunkan kepada Bangsa Bani Israel, jadi mana mungkin Yesus mati untuk saya.

      Kalau saya menolak ajaran Kristen, sebenarnya bukan berarti saya mengolok-ngolokNya. Yesus juga dikenal dalam agama Islam dengan sebutan Isa Almasih.

      Saya ragu kalau penyaliban Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Jika dilihat dalam persepsi sejarah, sebenarnya Yesus disalib karena Yudas yang berkhianat telah memberitahukan tempat persembunyian Yesus pada tentara Romawi tersebut.

      Dan jujur saya katakan, walau saya Islam namun belum mengucapkan kalimat syahadat sebagai syarat mutlak untuk masuk Islam. Teman-teman di lingkungan sekolah saya dulu juga banyak yang belum mengucapkan kalimat syahadat. Bahkan teman-teman saya yang Kristen juga ada yang belum di baptis. Kalimat syahadat dan pembaptisan, walau berbeda sebenarnya keduanya adalah syarat sahnya seseorang memasuki suatu agama. Betul tidak?

      Terus terang saya merasa nyaman berdiskusi dengan anda, ini tidak pernah saya dapatkan di blog kristen lainnya.

      Berhubung saya memang belum melaksanakan untuk mengucapkan kalimat syahadat, sebenarnya hati saya masih terbuka untuk agama apapun. Saat ini saya hanya mencari dan memproses ajaran agama mana yang paling benar, setelah hati saya mantap barulah saya akan secara resmi memasuki suatu agama. Tapi agama apa yang saya pilih nantinya, saya belum tahu.

      Karena Islam adalah warisan dari keluarga saya, sampai sekarang saya masih Islam tapi belum mengucakan kalimat syahadat.

      Nb: tolong log in- nya dilepas saja. Supaya saya bisa langsung berkomen tanpa harus log in. Ditempat saya koneksi internetnya sangat lambat.

  6. Bukankah Yesus hanya diturunkan kepada Bangsa Bani Israel, jadi mana mungkin Yesus mati untuk saya.

    dasar Anda itu saya kurang tau dari mana.
    Kemungkinan besar adalah dari seorang perempuan Samaria yang mendekat Yesus, tetapi Yesus menjawab:

    Matius 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

    mari kita telusuri ok

    1. pemikiran seperti itu bisa ditelusuri di
    Yunus. Yunus adalah seorang Israel tulen. Ia beranggapan bahwa TUHAN hanya mendengarkan, menyayangi Israel. Tetapi ia sangat kesal, bahkan lari dari tugasnya, bahwa ternyata TUHAN juga menyayangi Niniwe (bangsa kafir istilah sekarang)..

    2. Dan pemikiran-pemikiran seperti ini berkembang juga sampai jaman Yesus. Bahkan muridNya juga berpikiran seperti itu. Mereka sudah mulai percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan Mesias hanya ada bagi Israel, karena Mesias dinubuatkan di kitab suci mereka.
    Maka ketika perempuan samaria mendekat ke Yesus, Yesus membaca pikiran muridNya yang melarang perempuan itu mendekat. Kalau Yesus melarang benaran maka IA tidak akan mengacuhkan perempuan itu, tetapi IA melanjutkan percakapan itu supaya akhirnya murid-muridNya tau Yesus buat orang samaria juga.

    Matius 15:(28) Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    Lihatlah iman perempuan ini menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias untuk dunia, TUHAN yang menjadi manusia yang berkuasa melakukan mukjijat, bandingkan dengan pemikiran murid-muridNYA yang masih beranggapan Mesias hanya untuk Israel.

    kalau kita balik ke ayat

    Matius 9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

    Jadi kalau Anda merasa masih berdosa (terpisah dari ALLAH, Yesuslah jembatannya supaya Anda masuk ke hadiratNYA.
    sudah digambarkan di atas, Yesuslah jembatan kesembuhan bagi anak perempuan samaria itu, oleh imannya, bukan oleh faktor keturunan Israel, bukan hal-hal lahiriah.

    Kalau saya menolak ajaran Kristen, sebenarnya bukan berarti saya mengolok-ngolokNya. Yesus juga dikenal dalam agama Islam dengan sebutan Isa Almasih.

    kalau Anda mencoba menbandingkan Yeshua Hamashiah dengan Isa Al Masih, saya kira mereka adalah dua hal yang berbeda…
    Kenapa, sebab Mesias/Al Masih di nubuatkan:

    Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Yesaya 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

    kalau nubuat ini digabungkan :artinya Roh TUHAN ada pada Yesus 33 tahun di bumi, Roh TUHAN adalah TUHAN, Ia esa dengan TUHAN.
    dan setelah tugasNya di bumi selesai Ia akan dipanggil Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
    sehingga sesuai dengan

    Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.


    Saya ragu kalau penyaliban Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Jika dilihat dalam persepsi sejarah, sebenarnya Yesus disalib karena Yudas yang berkhianat telah memberitahukan tempat persembunyian Yesus pada tentara Romawi tersebut.

    itu pilihan Anda untuk tidak percaya, seperti saya bilang, pilihan kitalah yang membuat TUHAN adil menghakimi kita kelak. Seperti Adam, pilihan dialah yang menerima ajakan hawa untuk memakan buah terlarang. Ia sudah tau hukum Allah, “Jangan makan buah itu”. tetapi ia memilih memakan.
    Orang baik bisa beragama apa saja, bahkan yang di set kafir oleh Islam pun seperti Amerika masih bisa ditemukan kebaikan2 berupa US AID, d.l.l, lalu apakah karena orang ini Kristen lalu Allah Anda akan menghukum mereka di dalam neraka??? Tuhan tidak adil membakar orang baik, tetapi Tuhan adil membakar orang baik, dimana orang baik itu memilih untuk tidak percaya dengan YESUS yang menjadi sumber dari segala yang baik.

    Dan jujur saya katakan, walau saya Islam namun belum mengucapkan kalimat syahadat sebagai syarat mutlak untuk masuk Islam. Teman-teman di lingkungan sekolah saya dulu juga banyak yang belum mengucapkan kalimat syahadat. Bahkan teman-teman saya yang Kristen juga ada yang belum di baptis. Kalimat syahadat dan pembaptisan, walau berbeda sebenarnya keduanya adalah syarat sahnya seseorang memasuki suatu agama. Betul tidak?

    perkara shahadat saya tidak tau. tetapi mengenai baptis… kira-kira begini..
    baptis itu adalah pertanda, materai dari seseorang telah mempercayai bahwa dosanya (keterpisahannya dengan TUHAN) sudah dihapuskan oleh YESUS, dan juga sebagai pengikat bahwa ia telah memperoleh Roh Kudus. Jadi baptisan itu tidak menyelamatkan, seperti perempuan samaria di atas, iman andalah yang mengawalinya, setelah itu buktikan kalau Anda sudah menerima Roh Kudus, salah satunya baptis, berbuat baik, d.l.l…

    Terus terang saya merasa nyaman berdiskusi dengan anda, ini tidak pernah saya dapatkan di blog kristen lainnya.

    terimakasih…

    Berhubung saya memang belum melaksanakan untuk mengucapkan kalimat syahadat, sebenarnya hati saya masih terbuka untuk agama apapun. Saat ini saya hanya mencari dan memproses ajaran agama mana yang paling benar, setelah hati saya mantap barulah saya akan secara resmi memasuki suatu agama. Tapi agama apa yang saya pilih nantinya, saya belum tahu.

    saya tidak tau pandangan Anda, agama itu adalah “organisasi”, tidak diciptakan TUHAN, jadi TUHAN tidak menyelamatkan agama, tetapi orangnya.
    Saran saya, latihlah hati Anda, kenali diri Anda.
    Kalau anda mengenali agama, maka hanya kekecewaan yang ada, sebab agama di isi manusia, manusia cenderung untuk salah.
    seperti kata Anda di blog kristen lain tidak merasa nyaman, karena memang manusia cenderung menolak rohnya.


    Karena Islam adalah warisan dari keluarga saya, sampai sekarang saya masih Islam tapi belum mengucakan kalimat syahadat.

    ok.
    saran saya latihlah hati Anda….
    di tempat lain saya buat analogi
    Pesilat melatih lahiriahnya (karena yang lahiriahlah yang perlu)
    Pilosofer melatih pikirannya (karena pikirannyalah yang perlu)
    Orang beriman melatih hatinya (karena hatilah sumber segala yang kita lakukan)
    sunat bukan buat pria, contohnya perempuan samaria di atas beroleh kesembuhan bukan karena sunatnya dia, bukan karena seorang israel (ia adalah orang samaria).

    Ulangan 10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.


    Nb: tolong log in- nya dilepas saja. Supaya saya bisa langsung berkomen tanpa harus log in. Ditempat saya koneksi internetnya sangat lambat.

    dipertimbangkan…

    salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: