Karena tidak percaya

September 22, 2009 pukul 11:14 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Perbedaan akan semakin nyata, kalau kita semakin mendalam dalam hal “perkenalan”.
Kehidupan memang bukan persamaan-persamaan matematis yang bisa dengan mudah kita ketok salah dan benar.
(walau dalam sebagian orang itu tidak mudah).

perhatikanlah “permainan” berikut:

(x+x)*(x-x) = 0 ……………..(1)
penyelesaian pertama:
(2x)*0 = 0 ….. selesai, artinya berapapun x, kalau dikali dengan nol hasilnya akan tetap sama dengan nol.

tetapi ada orang yang mengetahui suatu hal akan menyelesaian berikut (walau secara logika itu bisa):
(2x)*0 = 0
dengan pengetahuan, bahwa “sesuatu” dibagi dengan “sesuatu” itu adalah sama dengan satu, sehingga dicoba menjadi
(2x)*0 = 0
(2x)*(0/0) = (0/0)
sehingga
2x = 1
x = 1/2

Meskipun x = 1/2 di-subsitusi ke (1) tetap menghasilkan 0, tetapi ada kesalahan fatal, yaitu memaksa bahwa hanya 1/2 yang pas dengan persamaan (1) di atas dan kesalahan ke dua adalah memaksakan suatu penyelesaian terhadap sesuatu yang sudah selesai, dan yang pasti yang ke tiga adalah penerapan hukum yang salah.

Dengan mengabaikan kesalahan-kesalahan di atas, 1/2 adalah jawaban, itu benar, tetapi jawaban yang benar dan lengkap adalah “bukan hanya 1/2”.
Berapa “bukan hanya 1/2” ?, semua angka real termasuk 1/2. TITIK.

Sekarang kalau ada yang mempertahankan 1/2, apakah kita bisa salahkan? Tentu tidak.
Jawaban dia adalah satu per tak terhingga dari jawaban yang sebenarnya, sama dengan nol, artinya bisa diabaikan, tetapi jawaban ini tetap menjadi jawaban yang benar.

Karena aku tidak percaya kepada hukum tertentu, sehingga 1/2 menjadi jawaban paling mutakhir, dan harus dipertahankan, itu lain hal.

Sehingga dengan mengetahui “si keras kepala 1/2”, di dalam hati kita bisa mengetok palu, tanpa harus menghakiminya, bahwa si dia belum paham apa yang ia perbincangkan.

Syukur kalau dia bisa menerima “bukan hanya 1/2”, menerima bukan berarti dia menjadi bagian dari mengetahui, tetapi menjadi bagian dalam mencari duduk masalah.

Orang percaya kiranya semakin dalam dan semakin dalam menelusuri betapa dalamnya, tingginya, dan luasnya kasih TUHAN.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: