Fokus berbeda

September 15, 2009 pukul 11:23 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

dilarang masuk

Sekilas dari corat-coret saya di atas memang agak benar.
Rambu lalulintas seperti itu diartikan, dilarang masuk.
Tetapi ketika fokus kita berbeda, maka serta merta kita akan mengejar arti bahwa tanda palang di dalam lingkaran merah seolah menjadi jalur putih untuk bisa diisi/dilewati…

Fokus yang berbeda menjadikan suatu aturan seolah salah. Sekarang aturannya apa orang yang tidak fokusnya yang harus dicap “mati” dikala dilarang masuk tetapi dengan fokus yang lain tetap masuk padahal truk besar sedang lalu lalang dengan kecepatan tinggi?

Yeremia 31:21 Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, hai anak dara Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini!

Apa pentingnya rambu lahiriah? rambu jalanan?
Penting, tetapi perhatikan juga rambu rohaniah…

Rambunya sudah jelas,….. “ikut Jembatan ini woeee”, sedikit membentak karena kadang memang bentakan lebih mengena di dunia yang keras.
Rambu menuju “Jembatan” sudah jelas, tetapi dengan logika “aturan dibuat untuk dilanggar”, sangat mengasikkan, dan cepat sampai. Cepat sampai ke jurang kematian.

Jembatan salib. Dengan fokus keselamatan… sudah ikut rambu?
sudah di dalam? kalau sudah di dalam ikuti rambunya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: