Penyelamatan

September 14, 2009 pukul 10:49 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 42 Komentar
Tag: , , ,

salvation

Kuning saya gambarkan Yang Ilahi, Hitam si Iblis dan merah manusia (ciptaan).
Gambar a. Kuasa
Di dalam hal Kuasa, maka segala sesuatu di kuasai oleh TUHAN. Ia bisa mengendalikan segala sesuatu. Terkendali tetapi bebas menentukan diri sendiri, manusia. Jika manusia memilih “dikendalikan” TUHAN, maka lakukanlah dengan benar pilihan Anda, tepatnya ketika TUHAN memilih Anda menjadi bagian dariNya maka bersyukurlah. Tampillah sebagai manusia pilihan.
Di gambar ini terlihat kadang manusia bersatu dengan Iblis.

Gambar b,c, dan d seterusnya adalah penjelasan penciptaan, manusia berontak kepada Allah, dosa waris, keselamatan.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, (lihat Firman Allah… bumi dan segala isinya diciptakan oleh TUHAN. Tidak ada TUHAN selain AKU. Mengenai semua dasar iman ini kita bisa berguru dengan Yesaya, atau baca Kitab Yesaya.
Jadi Iblis dan manusia adalah suatu hal yang diciptakan oleh Allah.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah bagaimana si Iblis ingin menyamai ALLAH. Ia sedari awal memberontak dengan TUHAN. Ia ingin menyamai kemuliaan TUHAN. Dan tragedipun terjadi, ia mengajak manusia pertama untuk bersekutu dalam pemberontakan yang sama…. Taa daaa… berhasil. Ya Iblis berhasil dalam pekerjaan besarnya, ia berhasil dengan memutarbalikkan logika hukum Allah.
Ayah dan ibu mempunyai seorang anak, orang tua ini tentu tidak menginginkan anaknya berbuat jahat bukan? jadi jahatnya si anak adalah inisiatif dari si anak, si orang tua, orang tua yang baik, tidak akan mengajari anaknya untuk berontak kepadanya, pasti.
Dalam keadaannya yang berhasil itu, Allah tidak tinggal diam. Ciptaan itu dikutuk. Saya tidak salah menggambar iblis dan manusia yang terkutuk itu seperti gambar C bukan?
Gambar yang jelek dan rusak, sudah item jelek idup lagi kata orang Jakarta, inilah yang dimiliki Adam beserta antek-anteknya, antek-antek pemberontak.
Kalau kita masih mengaku bahwa Adam adalah manusia pertama, berimplikasi kepada bahwa kita adalah turunan Adam, maka keadaan jelek inilah yang diberikan Adam kepada kita. Kenapa?
karena kalau kita masih percaya TUHAN menciptakan alam semesta, maka penciptaan itu hanya sekali saja, sebab TUHAN berhenti pada hari sabbat, maka sekali itu pulalah image rusak Adam menjalar ke semua keturunannya. Terbukti pembunuhan hanya berjarak satu generasi Kain, iri, benci, dan seterusnya…. bangsa membunuh bangsa… Kalau Adam yang diciptakan dalam keadaan baik berbuat berdosa yang mengakibatkan Kain menjadi seorang pembunuh, bagaimana dengan Kain seorang pembunuh? pembunuh melahirkan generasi yang lebih parah dari pembunuh… dan seterusnya…nabi sesat mengajarkan kesesatan juga.
Dosa waris disimpulkan.

Dalam keadaannya yang rusak inilah yang membuat orang bisa rindu akan hal-hal yang baik. Image rusak di dalam dirinya berteriak kencang. Aliran-aliran kepercayaan, agama-agama bisa menjelaskannya. Tetapi apalah daya sampah untuk menjadikan dirinya menjadi perkakas rumah yang baik lagi? daur ulang? didaur bagaimanapun ia tetaplah sampah, sampah yang berguna, dan akan kembali ke sampah lagi…. sedih sekali.

Bahkan seorang ayah digambarkan tidak tega melihat anaknya menderita, apalagi TUHAN melihat imageNYA sendiri dirusak. IA, dengan segala KASIH-NYA, berusaha mengambil kembali sampah itu, mengubahnya menjadi seperti sedia kala. 4000-an tahun disiapkan, berjalan sarat dengan darah, hukum, dalil, kuasa, demi Mesias. Atas inisiatif TUHAN,Sang Penyelamat, IA akan menyelamatkan manusia itu.
TUHANlah Juruselamatku, daripadaNYAlah Keselamatan, doa dari para nabi dan manusia pilihanNYA.

TUHAN berfirman, “Seorang perempuan muda akan melahirkan, seorang Putera akan diberikan”, “Immanuel”, Tuhan beserta kita, ya Tuhan telah hadir di sini, beserta kita. Dia datang untuk memanggil, mengambil yang sudah keluar itu, karena ciptaan itu telah ada di luar Allah.

Haleluya, Kristus berhasil. TUHAN beserta kita, kita dipanggil dari dunia, DIA datang ke sini, ketempat jauh, tempat segala kutuk ADAM, dengan tujuan membawa kita kepada sorgaNYA. Sehingga namaNYA tetap kekal, IMMANUEL, ya TUHAN beserta kita kelak di kerajaanNYA Yang KUDUS. Jadi Immanuel di bumi, Immanuel di sorga, DIA ESA. Terpujilah ALLAH YANG ESA ini.

Jadi semua keturunan Adam yang terpisah itu telah dipanggil ke dalam lingkaran “Baik”. Kalau Anda sudah dipanggil, lihat gambar D, maka pancarkanlah image Kristus itu,… perlahan leburkan warna merah Anda menjadi warna Kuning, warna kemulian TUHAN.

Dimana hitamnya?, hilang sudah. Si Hitam sudah hangus terbakar oleh api kekal. Tetapi sekarang itu semua belumlah waktunya, masa-masa anugerah ini harus tergenapi, “biarlah semua bangsa, semua suku memuji TUHAN”. Saya orang Batak, maka suku Batak telah masuk di dalamnya walaupun ada orang Batak yang lain tidak memasukkan dirinya ke dalam anugerah itu.

42 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hi Hi Hi..ada yang mau komentar lebih dulu ?

    Pertanyaan saya masih kayak kemarin . Mengapa manusia makan buah menurut kalian pasti mati sedangkan buah itu diberikan oleh Tuhan sendiri ?

    Jika kamu memberikan permen beracun kepada anak TK, bahkan disertai larangan : Jangan makan permen itu ya sayang, dilihat saja bentuknya imut kan ? Jika permen itu dimakan anak kecil itu dan anak itu mati, tetap saja polisi nggak mau tahu , kamu bakal dituduh melakukan pembunuhan berencana. mengapa ? Karena kamu dianggap tahu bahwa benda yang kamu berikan bisa membahayakan anak itu …

    Ada yang mau komentar ?

    Salam Semuanya
    Salam RAS, Parhobass, penuai, dkk

    Salam lagi deh

    • @lovepassword;

      Pertanyaan saya masih kayak kemarin . Mengapa manusia makan buah menurut kalian pasti mati sedangkan buah itu diberikan oleh Tuhan sendiri ?

      1. hidup yang teratur patokan utamanya adalah HUKUM…
      2. Bumi air dan segala isinya juga pemberitan TUHAN, tetapi kalau lovepassword meloncat dari gunung ke jurang penuh air dari ketinggian akan mati juga kan? Supaya tidak mati konyol maka dibuatlah hukum, yaitu jangan meloncat dari gunung tinggi.

      lalu ditanya kenapa ad gunung tinggi?
      karena itulah dunia yang sempurna, kalau ngga ada gunung mata air tidak akan ada, sungai tidak ada, dan jika semua datar, maka kita akan mati tenggalam di Laut karena kedalam melebihi ketinggian kita….

      lalu kenapa-kenapa-kenapa yang lain akan terus berlanjut….
      tentu selalu ada pertanyaan dari setiap pernyataan bukan?
      jawabnya adalah… pertanyaan ada juga yang salah, apakah perlu dijawab?

      padahal semisalpun kita tanya, jawabannya hanya singkat, PERCAYA TIDAK SAMA TUHAN?, yaitu YA atau TIDAK…

      Jika kamu memberikan permen beracun kepada anak TK, bahkan disertai larangan : Jangan makan permen itu ya sayang, dilihat saja bentuknya imut kan ? Jika permen itu dimakan anak kecil itu dan anak itu mati, tetap saja polisi nggak mau tahu , kamu bakal dituduh melakukan pembunuhan berencana. mengapa ? Karena kamu dianggap tahu bahwa benda yang kamu berikan bisa membahayakan anak itu …
      pertanyaanya adalah kenapa Anda mengandaikan TUHAN sebegitu “ERROR”nya? TUHAN memberikan semua kuasa atas taman eden, dari semua (yang mungkin ribuan itu) hanya satu yang dilarang… kan gitu hukumnya… jadi perumpamaan Anda itu cacat dan tidak lengkap serta tidak bagus, ERROR katanya saya…

  2. @ Lovepasword

    Pertanyaan saya masih kayak kemarin . Mengapa manusia makan buah menurut kalian pasti mati sedangkan buah itu diberikan oleh Tuhan sendiri ?
    .
    .
    Love.. ini uraian yg sangat bersinergi bersama2 dgn sdr Parhobas , bukan utk mengajarinmu dan menasehatimu ( kau jauh lebih pintar dari org2 pedalaman Irian,) tetapi memberikan engkau pengetahuan Konsep dalam diri Allah yg Dia nyatakan didalam roh kami yg setia dan percaya kpdNya. Ini bukan pengetahuan tentang Allah tetapi ppengetahuan dari perkataan yg Dia taruh didalam mulut kami … OK Love
    .
    .
    .
    apa rupanya yg membuat kau mengatakan jikalau memakan buah ttg kehidupan itu akan mati ? Spy kita dapat berdiskusi dgn baik…, krn justru Adam dan Hawa tetap hidup walau memakan buah kehidupan itu ??
    .
    .
    @ Lovepasword
    Jika permen itu dimakan anak kecil itu dan anak itu mati, tetap saja polisi nggak mau tahu , kamu bakal dituduh melakukan pembunuhan berencana. mengapa ? Karena kamu dianggap tahu bahwa benda yang kamu berikan bisa membahayakan anak itu …
    .
    .
    Kamu ini pintar tetapi katro ndeso banget ya ?? Seperti kata sdr Parhobas hidup yang teratur patokan utamanya adalah HUKUM… Seakan2 kamu menyalahkan Allah atas perbuatan Adam dn Hawa yg memakan buah terlarang itu, Mengapa Dia ciptakan buah yg yg Dia tahu akan membuat manusia akan jatuh ke dalam dosa.. gitu kan, eleh-eleh Lov Lov… Di dalam usia kita yg singkat dimuka bumi ini, pengetahuan kita mengenai hikmat Allah kita mulai dgn beriman dahulu kpd Allah. Sesuai dgn pola yg biasa kita ikutin , kita tdk akan berusaha utk mengerti spy kita dapat mempercayaiNya tetapi kita mempercayaiNya spy kita dapat mengerti semuanya.
    .
    Jadi kita tdk akan berusaha utk membuktikan bhw Allah itu memang berhikmat. Hati yg tdk percaya tdk akan dapat diyakinkan dgn bukti apapun juga , sedangkan hati yang berbakti tidak memerlukan bukti apapun juga. .
    .
    Ada pihak yg mempengaruhi manusia dalam mengambil keputusan saat memakan buah terlarang itu. Pertama Allah yg melarang dan kedua Iblis yg mendorong memakannya. Jadi Allah tidak berkompeten thd pilihan manusia krn Dia sudah menetapkan hukum spt kata sdr Parhobas, JIKALAU KAU MAKAN BUAH TERLARANG ITU MAKA ENGKAU AKAN MATI PD HARI ITU JUGA. Tetapi Iblis mengatakan sebaliknya dan menggoda manusia pd titik rendah kemanusiaan mereka. Menurutmu salahkah Allah menetapkan hal itu bg manusia…?
    Kalau kau tetap menyalahkan, berarti engkau adalah pedusta ! Justru ketika manusia saat mengambil buah terlarang itu dan memakannya maka manusia menyadarin mereka telah berdosa. Itulah artinya dosa yg sebenarnya , mereka dijauhkan jauh dari hadirat Allah seakan2 mereka bukan gambaran Allah. Terima dulu pengajaran itu dgn penuh kerendahan hati utk kesehatan pribadimu
    .
    Sampai disini dapatkah kamu mengerti wahai sdrku Love.. Krn dari situ kita akan melangkah kejenjang berikutnya dan berakhir kpd Trinitas

    • @RAS tercinta : Ini bukan pengetahuan tentang Allah tetapi ppengetahuan dari perkataan yg Dia taruh didalam mulut kami … OK Love ===> Whaduh kumat lagi deh. Hi Hi Hi… Darimana juga kamu tahu kalo pendapatmu itu pendapat Allah ? ( garuk garuk kepala)

      apa rupanya yg membuat kau mengatakan jikalau memakan buah ttg kehidupan itu akan mati ? Spy kita dapat berdiskusi dgn baik…, krn justru Adam dan Hawa tetap hidup walau memakan buah kehidupan itu ?? ===> Kamu nggak pernah baca Alkitab ya ? Yang dimaksud mati itu disini biasanya ditafsirkan gini : Keterpisahan total manusia dengan Allah. Lha tulisannya memang mati . Tulisan mati itu ada di Alkitab, ya amplop … ( garuk garuk kepala lagi deh)

      sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
      ===============================
      Seakan2 kamu menyalahkan Allah atas perbuatan Adam dn Hawa yg memakan buah terlarang itu, Mengapa Dia ciptakan buah yg yg Dia tahu akan membuat manusia akan jatuh ke dalam dosa.. gitu kan, eleh-eleh Lov Lov… Di dalam usia kita yg singkat dimuka bumi ini, pengetahuan kita mengenai hikmat Allah kita mulai dgn beriman dahulu kpd Allah. Sesuai dgn pola yg biasa kita ikutin , kita tdk akan berusaha utk mengerti spy kita dapat mempercayaiNya tetapi kita mempercayaiNya spy kita dapat mengerti semuanya.

      ===> Saya tidak menyalahkan Allah, saya menyalahkan tafsir kalian sehingga Allah menjadi terkesan sedemekian antiknya. Allah yang Maha Tahu memberikan buah beracun dosis tinggi sehingga dimakan manusia . Karena keMahaTahuan Allah tahu pasti bahwa buah itu jelas akan dimakan. Lalu mengapa diberikan ?

      Jika sudut pandangnya cuma ingin mengajar pada manusia – maka Allah kan tidak bersalah kan. Allah ingin manusia belajar dari kesalahannya. Semuanya baik-baik saja. Jadi harap kalian dibedakan antara apakah saya menyalahkan Allah dengan saya berdebat dengan kalian :D. Saya tidak menyalahkan Allah, saya memperdebatkan argumentasi kalian bahwa karena manusia makan satu buah itu maka seketika itu juga terputuslah secara total hubungan manusia dengan Allah bahkan sak anak-anaknya sak anak cucunya sehingga tercipta konsep dosa asal.

      Manusia gambaran Allah ? Lha rasa ingin tahu manusia, keinginan manusia itu apakah bukan gambaran Allah ? 🙂

      Karena kesalahannya manusia dihukum , tetapi jika manusia tidak berbuat apapun karena takut salah ya manusia tidak kemana-mana. Hanya manusia yang berani mencoba bukan yang berproses menuju masa depan. Lha tafsir kalian sedemikian menakut-nakuti 😀 Saya lebih suka menafsirkan seperti itu …

      SALAM RAS

  3. dengan kebencian, parhobas bisa mengirim komentarku ini ke tempat sampah kemudian men deletenya dengan permanen.

    Parhobas, apa yang dijelaskan mahesa tentang kebohongan paulus, saya sudah membacanya.

    apakah kalian mengetahui hal ini sebelumnya?

    ingatlah komentar anda tentangnya:

    “@mahesa

    Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri.

    Apakah anda dengan komentar tersebut ingin menentang ajaran putramaryam dan mendukung orang-orang yang merusak ajaran yang dibawa olehnya?

    • @Anak Adam,

      Mungkin kebencian Anda kepada Rasul Paulus terlalu berlebihan, makanya Anda terlalu percaya diri dengan agama Anda…

      Saya tidak membenci Anda, dan siapapun di muka bumi ini…
      yang saya benci adalah kekeraskepalaan, d.l.l yang terkadang masih juga saya miliki….

      Saya mau seperti YESUS, yang mengajarkan pula “kasihilah musuhmu”…sama seperti yang Paulus lakukan juga…Buktinya ia tidak pernah menumpahkan darah manusia, setelah ia bertobat, justru darah dia tertumpah sebagai MARTIR/MUJAHIDIN/JIHADIN INJIL…

      Salam Anak Adam,

      Note:
      Saya sudah merencanakan untuk tidak berdialog dengan Anda sejak saya stop berargument kepada Anda di blog Anda, tetapi semua itu karena Anda tidak pernah beragument dengan baik…..selama Anda berargument dengan baik, sudah Anda buktikan sendiri, saya masih mau berdialog dengan Anda… ya tho?

    • @ Anak Adam

      Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri.
      .
      .
      Percuma kamu melingkarin telinga di gbr Avatarmu itu , tapi tidak pernah nyambung sedikitpun diskusi dgnmu …

  4. @Parhobass : pertanyaanya adalah kenapa Anda mengandaikan TUHAN sebegitu “ERROR”nya? TUHAN memberikan semua kuasa atas taman eden, dari semua (yang mungkin ribuan itu) hanya satu yang dilarang… kan gitu hukumnya… jadi perumpamaan Anda itu cacat dan tidak lengkap serta tidak bagus, ERROR katanya saya…

    ===> Apanya yang error Parhobass yang manis ? Hi Hi Hi, yang saya protes bukan Tuhan error, bukan pada sisi itu. Yang saya protes adalah konsep begitu makan buah maka manusia terpisah total dengan Tuhan. Itu konsep nggak bagus menurutku. Mengapa ?

    Pertama : Tuhan Maha Tahu , Tuhan jelas tahu bahwa buah itu bakal dimakan. Lha buah itu adalah buah yang membunuh manusia, yang memisahkan manusia dengan Tuhan, konsepnya kan gitu.

    Lha jika Tuhan mengetahui bahwa buah beracun itu bakal dimakan, Tuhan tidak saja bisa menduga itu tetapi karena Maha tahu bahkan bisa memastikan itu, mengapa buah itu malah diberikan kepada manusia ? Itu pertanyaan besarnya? Yang saya pertanyakan itu sisi itu

    Lha Tuhan tidak error justru jika Tuhan memang menghukum manusia, namanya salah ya dihukum wajar. Tetapi hukuman itu tidak bersifat memisahkan manusia dan Tuhan secara total atau dalam bahasa yang lebih keras : Hukuman itu atau konsekuensi makan buah itu tidak mematikan manusia.

    Dari sisi saya , menurut pendapat saya sudah tak tulis : Dari kesalahannyalah manusia belajar. Setiap kesalahan tentu ada konsekuensinya tetapi jika manusia tidak berani melakukan apapun karena takut salah, manusia tidak kemana-mana.

    Lha manusia makan buah itu adalah rencana Tuhan agar manusia belajar hidup, belajar dari kesalahannya. Sampai sisi ini : Ya nggak ada yang error sama sekali kan ya.

    Jika kamu mengajar anak kamu supaya berani berbuat , tetapi tetap sadar konsekuensi, kamu bapak yang baik. Jika kamu bisanya cuma melarang sekali anakmu salah langsung kamu hukum mati, ya siapa yang error dalam hal ini ?

    Saya lebih suka berpikir : Karena Tuhan Maha Tahu maka Tuhan tahu persis buah bakal dimakan. Lha jika tahu bakal dimakan mengapa malah diberikan ? Ya bisa saja Tuhan memang berencana agar manusia belajar dari tiap2 kesalahannya. Manusia berani berbuat memang harus tanggung jawab. Tetapi bukan berarti manusia ditakut-takuti sehingga tidak berbuat apa-apa. Bahkan sekali makan langsung koit terpisah total hubungannya dengan Tuhan.

    Ilmu pengetahuan bisa membuat manusia maju , bisa membangun peradaban tetapi ilmu atau kesalahan penggunaan ilmu bisa menciptakan bencana besar. Lha dua sisi ada dalam peristiwa makan buah itu. Tuhan jelas tahu kalo buah itu bakal dimakan ? Kalo Tuhan jelas tahu berarti Tuhan punya maksud mengapa Tuhan malah menyediakan buah itu . Sederhana kan? Dan tidak ada yang error menurutku. Hi Hi Hi

    Salam Parhobass…

    • @lovepassword

      apanya yang error?

      gini;
      kita lihat perumpamaan Anda:

      Jika kamu memberikan permen beracun kepada anak TK, bahkan disertai larangan : Jangan makan permen itu ya sayang, dilihat saja bentuknya imut kan ? Jika permen itu dimakan anak kecil itu dan anak itu mati, tetap saja polisi nggak mau tahu , kamu bakal dituduh melakukan pembunuhan berencana. mengapa ? Karena kamu dianggap tahu bahwa benda yang kamu berikan bisa membahayakan anak itu …

      argumentasi saya kenapa perumpamaan Anda tidak bagus alias ERROR begini:
      landasan pemikiran;
      1. TUHAN pertama telah memberikan segala kuasa terhadap apa saja yang ada di Taman Eden di bawah kuasa Adam dan Hawa..yang saya sebut mungkin sampai ribuan jumlahnya…
      2. Tetapi kebebasan ada batasnya, itu disebut HUKUM, dari sekian ribu kebebasan, TUHAN hanya memberi satu larangan, JANGAN memakan buah pengetahuan…
      3. Manusia pertama memilih 1 dari 1000 (untuk melihat perbandingan saja)

      letak cacadnya perumpamaan Anda:
      1. nah perumpamaan Anda di atas memang bisa digunakan, tetapi terlalu mengeneralisasi tanpa melihat bahwa ada ribuan pemberian lainnya…
      argument saya adalah.. kenapa hrs memilih 1 dari ribuan yang ternyata 1 pilihan ini sangat tidak dimaui oleh TUHAN…Jadi perumpamaan yang tepat terhadap ini adalah.. Seorang bapak memberi makan seeokor ayam matang penuh kepada anaknya, si bapak berkata, apa saja bisa kamu makan asal tulangnya kamu buang… nanti kamu keselek…nah apa yang terjadi? si anak menelan tulang punggung ayam itu bulat-bulat….

      2. menset manusia pertama sebagai anak TK atau bahasa sederhanya “tidak dewasa” adalah suatu pemikiran yang salah. Manusia petama diciptakan dewasa, dalam keadaan matang…dia bisa berpikir, karena dia bisa berpikir maka dikasihlah larangan, sesuai contoh di atas maka si bapak yang meberi satu ayam matang penuh itu sudah memastikan bahwa si anak mengerti dan cukup paham apa yang disebut sebagai tulang….jadi tidak ada prinsip coba-coba, artinya bukan pada posisi anak kecil yang sedang belajar mengenal tulang…

      sehingga pernyataan Anda:

      Dari sisi saya , menurut pendapat saya sudah tak tulis : Dari kesalahannyalah manusia belajar. Setiap kesalahan tentu ada konsekuensinya tetapi jika manusia tidak berani melakukan apapun karena takut salah, manusia tidak kemana-mana.

      akan dapat teratasi…Setiap kesalahan pasti ada hukuman, Alkitab berkata :”Hukum tabur tuai”. Jadi manusia pertama sadar betul akan konsekuensi dari memilih satu pilihan terlarang ketimbang memilih 1000 pilihan yang direstui.. 1 lawan 1000, dipilih 1, itu identik denngan lemah…

      nah sekarang bagaimana kita tahu bahwa manusia pertama telah benar-benar terpisah dari ALLAH?
      Alkitab berkata:”Ketika TUHAN berjejak di Taman Eden dan bertanya kepada manusia pertama itu, manusia pertama itu malah tidak ada satupun yang mengaku, malah saling menyalahkan….”

      tak lama berselang, Kain telah marah kepada TUHAN, telah pula membunuh Habel… dst..dan selanjutnya…

      Nah kita telah mewarisi dosa-dosa…
      pelanggaran melahirkan pelanggaran…
      contoh sederhana di negara kita ini:
      lihat alur cerita ini…
      1. Sebuah perusahaan mendapat proyek karena menyuap, spesifikasi tidak sesuai, tetapi ia berusaha menyuap si pengambil keputusan.
      2. Karyawan si penyuap mengerjakan proyek,
      3. Ketika ada masalah, karena ternyata spesifikasinya tidak sesuai, maka karyawan akan berusaha menyuap lagi orang-orang yang mengambil keputusan di lapangan…
      4. si karyawan ternyata seorang pemuka agama,.. ia mengajarkan untuk taat beribadah dan sebagainya
      5. 5 tahun kedepan proyeknya selesai, 6 tahun ke depan bencana lahir… sebab proyeknya tidak benar dikerjakan, banyak orang mati….
      6. di antara yang mati itu ternyata ada seorang yang sedang mencari TUHAN, dengan melihat kematian keluarganya akhirnya ia memarahi TUHAN, katanya:”Kenapa Engkau kejam TUHAN?”…
      7. dst…dst…dst…

      coba bayangkan kejadian-kejadian sederhana begini terjadi di 100 negara, pada 1000 tahun.. apa yang terjadi?
      itulah yang disebut dosa melahirkan dosa, pelanggaran melahirkan pelanggaran…

      • @Kanjeng Tumenggung Parhobass

        1. nah perumpamaan Anda di atas memang bisa digunakan, tetapi terlalu mengeneralisasi tanpa melihat bahwa ada ribuan pemberian lainnya…
        argument saya adalah.. kenapa hrs memilih 1 dari ribuan yang ternyata 1 pilihan ini sangat tidak dimaui oleh TUHAN…Jadi perumpamaan yang tepat terhadap ini adalah.. Seorang bapak memberi makan seeokor ayam matang penuh kepada anaknya, si bapak berkata, apa saja bisa kamu makan asal tulangnya kamu buang… nanti kamu keselek…nah apa yang terjadi? si anak menelan tulang punggung ayam itu bulat-bulat….

        2. menset manusia pertama sebagai anak TK atau bahasa sederhanya “tidak dewasa” adalah suatu pemikiran yang salah. Manusia petama diciptakan dewasa, dalam keadaan matang…dia bisa berpikir, karena dia bisa berpikir maka dikasihlah larangan, sesuai contoh di atas maka si bapak yang meberi satu ayam matang penuh itu sudah memastikan bahwa si anak mengerti dan cukup paham apa yang disebut sebagai tulang….jadi tidak ada prinsip coba-coba, artinya bukan pada posisi anak kecil yang sedang belajar mengenal tulang…

        ===> Kamu mengabaikan satu point yang penting , Tuhan itu Maha Tahu. Hi Hi Hi . Lha kasusnya jelas berbeda dengan ayah yang ngasih ayam goreng.

        Kamu berpendapat bahwa tidak cocok jika Ada diibaratkan sebagai bayi atau anak kecil.
        Pertama : Pendapat kamu itu asli masih sangat debatable karena aku pernah diskusi dengan makhluk hidup lain . Iman Kristen mengatakan kurang lebih gitu. Ini bukan adu domba lho , cuma menunjukkan aneka perspektif bingung versus bingung yang ada pada kalian 🙂

        http://imankristen.wordpress.com/2009/08/22/diskusi-dosa-manusia/

        Kedua : Substansi bahkan jika kamu anggap manusia yang sudah dewasa bisa mikir, yang kita lihat kan faktanya :
        Ada rangkaian data :
        – Tuhan Maha Tahu, Tuhan tahu jika dia menmeberikan buah larangan pasti bakal dimakan
        – Tuhan memberikan buah larangan itu meskipun tahu pasti buah itu bakal dimakan
        – Buah itu membunuh manusia menurut versi Kristen ( baca : membuat manusia secara total terpisah dengan Tuhan )

        Lha mau kamu anggap dewasa sekalipun intinya itu pada point : Mengapa Tuhan memberikan buah beracun yang Tuhan tahu pasti akan membunuh manusia dan Tuhan juga tahu pasti jika manusia akan memakan itu ???

        Jelas berbeda urusannya jika buah itu tidak kita anggap sebagai buah racun dosis tinggi. Jadi manusia memang bersalah dan mendapat konsekuensinya . Itu wajar. Kemudian manusia berproses belajar dari kesalahannya . Salah lagi belajar lagi, dan seterusnya.

        ===============================
        Nah kita telah mewarisi dosa-dosa…
        pelanggaran melahirkan pelanggaran…
        contoh sederhana di negara kita ini:
        lihat alur cerita ini…
        1. Sebuah perusahaan mendapat proyek karena menyuap, spesifikasi tidak sesuai, tetapi ia berusaha menyuap si pengambil keputusan.
        2. Karyawan si penyuap mengerjakan proyek,
        3. Ketika ada masalah, karena ternyata spesifikasinya tidak sesuai, maka karyawan akan berusaha menyuap lagi orang-orang yang mengambil keputusan di lapangan…
        4. si karyawan ternyata seorang pemuka agama,.. ia mengajarkan untuk taat beribadah dan sebagainya
        5. 5 tahun kedepan proyeknya selesai, 6 tahun ke depan bencana lahir… sebab proyeknya tidak benar dikerjakan, banyak orang mati….
        6. di antara yang mati itu ternyata ada seorang yang sedang mencari TUHAN, dengan melihat kematian keluarganya akhirnya ia memarahi TUHAN, katanya:”Kenapa Engkau kejam TUHAN?”…
        7. dst…dst…dst…

        ===> Lha ini kan cerita ala sinetron. Kemungkinan yang bisa terjadi kan ya masih banyak. Misalnya Yoko biarpun bapaknya bejat pengkhianat toh juga bisa jadi pendekar rajawali sakti yang terkenal pembela negara. Hi Hi Hi …

        SALAM Parhobass…

      • @lovepassword

        Tuhan memang Maha Tahu, tetapi kalau kita tidak dapat mengenal letak dimana letak HIKMAT ALLAH berperan bisa buta akhirnya…

        TUHAN memberi pemberian 1000, TUHAN melarang 1
        TUHAN memberi jalan, pemberian 1000 itu jika dilakukan akan begini
        TUHAN memberi peringatan, jika 1 pilihan itu dipilih maka akan begitu…

        nah TUHAN MAHA TAHU, bahwa manusia bisa saja memilih 1000, tetapi karena manusia memilh 1, maka lain hal akan terjadi…

        tetapi apakah TUHAN TAHU sebab dan akibat dan apakah TUHAN TAHU bagaimana mengatasi pilihan 1 itu?

        IA MAHA TAHU,… contohnya IA memilih 1 orang, 1 suku, 1 bangsa, untuk menjalankan KEMAHATAHUANNYA, MESIAS datang…. kan gitu….
        lain hal dengan allah lain yang menceritakan tentang manusia berdosa tetapi tidak tahu cara mengatasi masalah….ternyata ada juga allah yang menyediakan solusi, tetapi solusi apa? kan gitu?

        IA MAHA TAHU, maka IA TAHU memecahkan masalah…

        mengenai logika Anda yang selalu berbunyi “debatable”, … agak lucu jg memang,… bahkan ribuan tahun usia dunia ini, debat terhangat sepanjang masa adalah APAKAH ADA ALLAH?,… lalu apakah kita mau menjebur ke dalam ketidakpengakuan ALLAH ADA karena debat itu masih ada?,… No Man…biarlah yang tidak percaya sibuk dengan pikirannya sendiri, kalau kita, mari buktikan bahwa ALLAH itu ADA dan Ia mengasihi kita, artinya kita selangkah lebih jauh dari orang yang masih berdebat tentang ADA dan TIDAK, kita sudah bercerita tentang KASIH dari Yang ADa itu….

  5. Entah kenapa ya..akhir-akhir ini aku makin melihat siapa yang . . .
    Ah. . . sudahlah. . .akhiri saja.
    😀 :mrgreen:

    • @fitri
      ada apa fitri
      jika ada yang salah tolong dinasehati, jika saya salah tolong dinasehati,.. ok…
      sebab TUHAN menempatkan orang-orang di muka bumi ini, untuk saling berbagi dan menasehati…agar dapat bertumbuh dengan baik..

      salam

      • Bukan tentang Om Par kok. Cuma akhir-akhir ini ternyata aku melihat beberapa orang melakukan apa saja demi menang debat. Walaupun sebenarnya dia tau sendiri kalau dia sengaja menghalalkan tindakannya meski itu tidak benar. :mrgreen:

      • Bergaul sama aku terus, kayaknya emang kamu makin sabar om..Hi Hi Hi.. ( melet mode on )

        Jawabanmu sedemikian mendayu-dayu … 🙂 kalem gitu lho… 😀

      • @fitri
        sepertinya saya tahu siapa yang Anda maksud,…

        tetapi mari berdoa kepada siapa saja, supaya kiranya ALLAH dapat menyejukkan hati setiap orang yang berani berseru kepadaNYA….

        ada waktu untuk segala sesuatu, kita hanya memohon kiranya ALLAH menunjukkannya kepada kita….

        Salam,

      • @lovepassword;

        di dalam hal kesabaran, sementara ini hanya istri saya manusia yang tahu persis kadar kesabaran saya hehehehe…..

        tetapi di dalam “debat/dialog” maya ini, sebisa mungkin saya harus sabar… dan mungkin lovepassword bisa menyelidiki sendiri,….saya bukan lagi iklan lho yah hahahahaha…

        mungkin lain hal kalau ngomong secara langsung, karena saya bukan orang yang pintar ngomong secara langsung….mungkin sangat jauh dari lovepassword yang hebat, fitri yang sering ketemuan dengan orang-orang penting dan lae sihotang yang sering “berkata2” di seminar…

      • Saya nggak sering ketemuan sama orang-orang penting.

      • @fitri

        di pekerjaan sering ketemua orang yang penting kan? hehehe

      • Om par bisa saja. 😀

        perusahaan tempat aku bekerja bergerak di bidang konsultan proyek pembangunan jalan dan jembatan.

        Lokasi pembangunan sampai ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia (dekat Sabah). Kalau aku nanti ada kunjungan tugas ke lapangan, mesti ke luar negeri dulu di Malaysia. Soalnya di daerah perbatasan belum ada bandara pesawat.

      • @fitri,

        konsultan itu pekerjaan yang agak riskan, dan mungkin Fitri bisa lebih paham perihal yang saya ucapkan ini ketimbang lovepassword,
        inilah cerita yang saya ucapkan yang dikatakan si Lovepassword sebagai cerita ala sinetron…mungkin lovepassword tidak terlalu sering berhubungan dengan “pekerja” di lingkungan “pengambil” keputusan…

        1. Sebuah perusahaan mendapat proyek karena menyuap, spesifikasi tidak sesuai, tetapi ia berusaha menyuap si pengambil keputusan.
        2. Karyawan si penyuap mengerjakan proyek,
        3. Ketika ada masalah, karena ternyata spesifikasinya tidak sesuai, maka karyawan akan berusaha menyuap lagi orang-orang yang mengambil keputusan di lapangan…
        4. si karyawan ternyata seorang pemuka agama,.. ia mengajarkan untuk taat beribadah dan sebagainya
        5. 5 tahun kedepan proyeknya selesai, 6 tahun ke depan bencana lahir… sebab proyeknya tidak benar dikerjakan, banyak orang mati….
        6. di antara yang mati itu ternyata ada seorang yang sedang mencari TUHAN, dengan melihat kematian keluarganya akhirnya ia memarahi TUHAN, katanya:”Kenapa Engkau kejam TUHAN?”…
        7. dst…dst…dst…

  6. @ Lovepasword

    Whaduh kumat lagi deh. Hi Hi Hi… Darimana juga kamu tahu kalo pendapatmu itu pendapat Allah ? ( garuk garuk kepala)
    .
    .
    Supaya kamu percaya bhw Allah Yg Esa itu turun ke dunia ini mengambil rupa manusia. Sama seperti itu dengan keberadaanNya sebagai manusia yg telah dimuliakan di surga maka Diapun mengutus Roh Kudus kepada setiap yg menerimaNya sbg Tuhan. Roh Kudus itulah sekarang berdiam didiri setiap yg percaya kpd Tuhan.. , dan yg menaruh perkataan dan setiap ucapan itu pd mulut setiap yg percaya kpd Kristus. Itulah yg saya katakan ke Tritunggalan yg berangkat dari topik dasar2 kemarin
    .
    .
    @ Lovepasword
    Kamu nggak pernah baca Alkitab ya ? Yang dimaksud mati itu disini biasanya ditafsirkan gini : Keterpisahan total manusia dengan Allah. Lha tulisannya memang mati . Tulisan mati itu ada di Alkitab, ya amplop …
    .
    .
    Lha sudah tahu napa nanya ttg arti kematian yg menjadi awal PRAHARA itu ? Baiklah, kita lanjutin .. apakah kamu percaya bhw Allah itu Maha Adil.? Sewaktu manusia itu terpisah dari Allah apakah menurutmu itu bukan kematian. Apakah ada manusia yg disebut hidup jikalau Allah mengambil roh dari raganya.. Pola pikirmu tidak bisa menerimaNya berlaku demikian.
    .
    .
    @ Lovepasword
    Saya tidak menyalahkan Allah, saya menyalahkan tafsir kalian sehingga Allah menjadi terkesan sedemekian antiknya. Allah yang Maha Tahu memberikan buah beracun dosis tinggi sehingga dimakan manusia . Karena keMahaTahuan Allah tahu pasti bahwa buah itu jelas akan dimakan. Lalu mengapa diberikan ?
    .
    .
    Pola pikir (mind set) itu adalah keyakinan yg menganggap Allah tidak perlu membuat manusia segambar dgnNya. hehehe. Jikalau Allah sudah menetapkan sesuatu, apakah Dia tidak menghargai ciptaanNYa. Bagaimana mungkin manusia yg Dia tetapkan sbg gambaranNya yg memiliki kebebasan dalam hal apapun tetapi Dia ikat dgn peratuaran yg tidak bebas. Justru manusia itu Dia buat menjadi hampir sama dgn Allah supaya oleh mereka Allah dapat mengandalkan mereka menguasai ciptaanNya.
    .
    .
    @ Lovepasword
    Jika sudut pandangnya cuma ingin mengajar pada manusia – maka Allah kan tidak bersalah kan. Allah ingin manusia belajar dari kesalahannya. Semuanya baik-baik saja. Jadi harap kalian dibedakan antara apakah saya menyalahkan Allah dengan saya berdebat dengan kalian . Saya tidak menyalahkan Allah, saya memperdebatkan argumentasi kalian bahwa karena manusia makan satu buah itu maka seketika itu juga terputuslah secara total hubungan manusia dengan Allah bahkan sak anak-anaknya sak anak cucunya sehingga tercipta konsep dosa asal.
    .
    .
    Nah , disitulah keKristenan itu sangat menonjolkan ajaran ttg Karya Keselamatan itu. Kamu pasti percaya tentang Allah , tetapi mengenal Dia secara pribadi pasti saya yakin belum. Sewaktu Allah berfirman Pada hari engkau akan memakannya maka engkaupun akan mati. Ketika Adam dan Hawa mendengarnya bukankah keinginan Allah agar mereka berdua taat melaksanakan firmanNya.
    .
    Jadi saya konfirmasikan kpdmu adalah sumber prahara itu adalah KETIDAK KETAATAN si Adam dan Hawa thd firmanNya. Dan itulah yg sangat dikeluhkan/ disayangkan/ disesalin Tuhan karena manusia sudah menjadi sama dgn Iblis (Lusicfer) dgn menjadi mahluk ciptaaNYa Yang Memberontak.

    .
    .
    @ Lovepasword
    Manusia gambaran Allah ? Lha rasa ingin tahu manusia, keinginan manusia itu apakah bukan gambaran Allah
    .
    .
    Di dalam kebergantungan segala sesuatu pd kehendak Allah yg menciptakan , terletak kemungkinan utk berbuat dosa maupun utk menjadi suci. Salah satu ciri dari gambaran Allah di dlm manusia ialah kesanggupan utk membuat pilihan secara moral. Jadi bedakan dgn hewan yg memakai instink. Manusia diserahkan bebas memilih dgn bertanggung jawab spt Allah itu.
    ALLAH yg saya percayain adalah Allah yg konsisten dan tidak pernah berubah. Allah yg Kekal dan sangat teramat sangat KUdus. Kau pasti baca ayat selanjutnya yg mengatakan
    .
    Allah berfirman :
    Jikalau kau makan buah itu maka engkau akan mati..
    .
    Tidak akan mungkin Allah memberikan perintah jikalau manusia pertama itu tidak diberi tanggung jawab dan hak sebagai seorang yg telah menjadi gambaranNYa. Masak dia yg yg sudah bergaul akrab mata lihat mata , spt teman dgn sahabat dgn Pencipta alam semesta , bahkan adalah wakil Allah tetapi tidak mengerti perkataan Allah yg juga merupakan sahabatnya kala itu? Manusia pertama bukan seperti manusia jaman sekarang Lov, tetapi memiliki karunia luar biasa hampir setara dgn malaikat. Hanya saja manusia itu memiliki daging, jiwa dan roh. Walau kita memiliki rasa ingin tahu dalam segala hal tetapi kita dituntut untuk tetap bertanggung jawab kpdNYa sbg tanda bhw manusia adalah mahluk ciptaanNya.
    .
    Nah itulah arti gambaran Allah dalam diri manusia itu. Seperti manusia yg memiliki daging, jiwa dan roh demikian juga Allah Yang Maha Esa memiliki tiga Pribadi tetapi tetap sehakekat dan tidak terpisahkan. Jadi keTIGA Yang Maha Esa itu telah terlibat dalam segala penciptaan sampai tiba pd titik terburuk dimana manusia ternyata memilih jalan yg bukan Dia kehendaki.
    .
    .
    @ Lovepasword
    Karena kesalahannya manusia dihukum , tetapi jika manusia tidak berbuat apapun karena takut salah ya manusia tidak kemana-mana. Hanya manusia yang berani mencoba bukan yang berproses menuju masa depan. Lha tafsir kalian sedemikian menakut-nakuti
    .
    .
    Nah inikan pikiran diluar keyakinan Kristen , siapa pula yg menakut-nakutin dirimu? Ada tertulis , barangsiapa tidak percaya kpd Dia maka dia sudah ada didalam penghukuman. Mengapa kamu lebih takut kpd Polisi Toba dari pada firman yg karenanya orang jutaan mati menjadi martir karena kepercayaan mereka kpd Kristus. Tetapi andai kamu tidak percaya kpd Dia nah itu urusanmu. Masalah keyakinan tidak dapat dipaksakan wahai Love..

    • Pola pikir (mind set) itu adalah keyakinan yg menganggap Allah tidak perlu membuat manusia segambar dgnNya. hehehe. Jikalau Allah sudah menetapkan sesuatu, apakah Dia tidak menghargai ciptaanNYa. Bagaimana mungkin manusia yg Dia tetapkan sbg gambaranNya yg memiliki kebebasan dalam hal apapun tetapi Dia ikat dgn peratuaran yg tidak bebas. Justru manusia itu Dia buat menjadi hampir sama dgn Allah supaya oleh mereka Allah dapat mengandalkan mereka menguasai ciptaanNya.

      ===> Hi Hi Hi ..jawaban klasik.

      Kehendak bebas itu sedemikian penting ya sehingga sebagai akibat keberadaaannya kemungkinan dosa diijinkan terjadi ???

      Menurut RAS, jika kehendak bebas itu memang sedemikian penting apakah kelak jika kamu masuk surga kamu masih punya kehendak bebas ???

      Jika tidak punya, lalu mengapa kehendak bebas kamu anggap sedemikian penting. Toh nyatanya juga kehendak bebas nggak ada, sama sekali bukan masalah.

      Jika punya, apakah itu artinya surga juga bakal dipenuhi para pendosa akibat penyelewengan kehendak bebas ? Jika tidak demikian, maka mengaitkan dosa dengan kehendak bebas tentu juga sebuah kesalahan.

      Silahkan dipikirkan RAS tercinta.

      SALAM

      • @lovepassword

        sorga dan dunia itu dua hal yang bertolak belakang, karena bertolak belakang maka apa yang kita punyai tentu tidak kita miliki lagi nantinya di surga… salah satunya kehendak bebas, di dalam kontek memilih terpisah dari ALLAH, sebab bagaimana terpisah lagi toh kita sudah di sorga, IMANUEL, bukan di dunia seperti ADAM/HAWA dan manusia lainnya…

        kita memang belum tahu apa itu sorga,
        dan kita ternyata belum juga tahu apa itu dunia, secara lengkap…
        Tetapi “ADA” yang menjanjikan kehidupan sorga kelak…

        pertanyaan, percaya tidak sama janji itu?… itu saja,
        jawabannya tentu bermacam2
        1. TIDAK
        2. YA
        3. Hmm masih mikir-mikir…mumpung masih ada waktu (tetapi ujungnya hanya tetap pilihan 1 dan 2 di atas)

      • @ Lovepasword
        Justru manusia itu Dia buat menjadi hampir sama dgn Allah supaya oleh mereka Allah dapat mengandalkan mereka menguasai ciptaanNya.

        ===> Hi Hi Hi ..jawaban klasik.
        .
        .
        Karena kau bertanya dgn irama klasik , maka saya jawab dgn irama klasik
        .
        .
        @ Lovepasword
        Kehendak bebas itu sedemikian penting ya sehingga sebagai akibat keberadaaannya kemungkinan dosa diijinkan terjadi ???

        Menurut RAS, jika kehendak bebas itu memang sedemikian penting apakah kelak jika kamu masuk surga kamu masih punya kehendak bebas ???
        .
        .
        Bisa ya bisa tidak , perhatikanlah jawab sdr Parhobas di atas itu…ok Saya tambahkan juga di kitab suci ada tertulis bhw hidup di Surga itu bg mereka yg terlepas dari segala kesukaran di dunia ini akan memiliki kehidupan spt Malaikat., tidak kawin dan dikawinkan. Itu makanya penderitaan di dunia saat ini hanya dasar pembelajaran dari kehidupan di Surga nanti. Ada tertulis , matikanlah segala hawa nafsu di hidupmu dan hiduplah dgn penyangkalan diri. Dengan artian setiap yg mengikutin Yesus Kristus haruslah hidup menurut pola Kerajaan Allah dan tidak lagi hidup menurut pola keduniawian . Dari artian itu seharusnya kau tarik kesimpulan bhw hidup di Kerajaan Allah (surga) adalah hidup menurut hukum Tuhan sesuai kerelaanmu. Itu makanya ada ungkapan jikalau pipimu ditampar disebelah kiri maka berikanlah pipimu sebelah kanan. Bukan kau lagi yg hidup dalam dirimu tetapi dgn rela kau berikan dirimu untuk sepenuhnya hidup menjadi milik Tuhan itu.
        .
        Karena menurutmu dgn mematikan keinginan duniawianmu itu berarti mematikan kehendak bebasmu …? Apakah manusia punya peluang nanti memberontak di surga , hehehe. Kamu salah Lov.. Setiap manusia yg telah menjadi milik Allah tdk akan pernah lg ada memiliki hati yg berlawanan dgn Allah. Justru keinginan bebasmu diarahkan dan diperbaharui spt sebelum manusia pertama itu jatuh ke dalam dosa.
        .
        .
        @ Lovepasword
        Jika tidak punya, lalu mengapa kehendak bebas kamu anggap sedemikian penting. Toh nyatanya juga kehendak bebas nggak ada, sama sekali bukan masalah.
        .
        .
        Kehendak bebas sangat penting karena engkau adalah hadiah dari pertarungan ALLAH melawan Iblis. Jikalau engkau percaya kpd semua firman dan janji-janji Allah itu maka Allah akan mendapatkanmu sbg milikNYA yg sangat berharga.
        Tetapi jikalau engkau tidak percaya kpd Allah yg sejak dunia ini diciptakan telah memanggil2mu maka Iblis akan membawamu pergi sbg hadiah semu ketempatnya yg abadi yakni Neraka yg khusus disediakan bagi Setan dan para stafnya.

        .
        .
        @ Lovepasword
        Jika punya, apakah itu artinya surga juga bakal dipenuhi para pendosa akibat penyelewengan kehendak bebas ? Jika tidak demikian, maka mengaitkan dosa dengan kehendak bebas tentu juga sebuah kesalahan.
        .
        .
        Saya sudah menerangkan itu di atas .. hanya ketahuilah wahai Lovepasword, Hikmat Allah telah mengerjakan itu semua di depan matamu. Itu semua diperbuatNya spy kamu percaya dan dapat diselamatkan. Itu bukan pekerjaan manusia sehingga dapat kita ukur menurut pikiran kita. Hikmat Allah itu TIDAK DAPAT KAMU MENGERTI, bahkan para Malaikat di Surgapun tidak mengerti mengapa Allah sampai harus mengerjakan keselamatan itu dgn menjelma menjadi manusia, cukuplah kamu terima hikmatNya itu tanpa menghakimin hikmat dan kasih karunianYA
        .
        .
        .

  7. […] Note: Artikel ini untuk melanjut artikel di Penyelematan […]

  8. @ Parhobas ..

    Lae hapus dahulu salah satu koment di atas … Ada dua koment yg sama .

    Salam Kasih

  9. Kalo memang menurut kalian manusia di surga tidak punya kehendak bebas, berarti sejauh mana kehendak bebas itu penting ? Selama ini bukankah kehendak bebas itu dijadikan alasan bahwa itu baik, bagus, dsb , padahal di dalam kehendak bebas itu ada potensi kesalahan ??? 🙂

    Itu makanya penderitaan di dunia saat ini hanya dasar pembelajaran dari kehidupan di Surga nanti.
    ===> Hi Hi Hi, kalo memang begitu bukankah tepat apa kataku bahwa karena namanya pembelajaran maka ya wajar dong kalo ada kesalahan. Jika dalam proses belajar , sekali salah langsung binasa itu pembelajaran model apaan ???

    SALAM

    • @lovepassword;
      kehendak bebas untuk terpisah dengan ALLAH sudah tidak ada lagi, saya kira ini kalimat saya yang sangat jelas di atas,

      sorga dan dunia itu dua hal yang bertolak belakang, karena bertolak belakang maka apa yang kita punyai tentu tidak kita miliki lagi nantinya di surga… salah satunya kehendak bebas, di dalam kontek memilih terpisah dari ALLAH, sebab bagaimana terpisah lagi toh kita sudah di sorga, IMANUEL, bukan di dunia seperti ADAM/HAWA dan manusia lainnya…

      itulah yang disebut sebagai transformed, diubahkan,… pernah dengar Transformasi Laplace? atau Transformasi Z? kalau tau mungkin bisa lebih paham maksud saya….

  10. @ Lovepasword

    Kalo memang menurut kalian manusia di surga tidak punya kehendak bebas, berarti sejauh mana kehendak bebas itu penting ? Selama ini bukankah kehendak bebas itu dijadikan alasan bahwa itu baik, bagus, dsb , padahal di dalam kehendak bebas itu ada potensi kesalahan.
    .
    .
    Dari yg ku uraikan di atas itu adakah yg ku katakan manusia di Surga tidak punya kehendak bebas? Ataukah ada pendapatmu yg lain Lov ? Kalau kau masuk ke suatu instansi perusahaan yg memiliki peraturan yg harus diturutin , apakah menurutmu setiap karyawan yg masuk kesitu tidak punya kehendak bebas, bukankah seharusnya kamu melihat bhw mereka punya keyakinan yg bebas mereka yakinin akan memiliki kehidupan jauh lebih baik sebelum mereka memasukin instansi itu…
    .
    .
    @ Lovepasword
    Bedakan love, uraian saya dgn apa yg ada di hatimu .. . Bahwa kejatuhan manusia ke dalam dosa telah menuntut konskwensi Firman Allah sendiri. Ketika Allah telah mengatakan jikalau engkau memakan buah pengetahuan yg baik dan yg buruk itu maka engkau akan mati. Dan itu terbukti ketika manusia menyadarin bhw hubungannya dgn Allah menjadi rusak saat bersembunyi dari Allah . Allah harus setia dgn perkataanNYa sendiri. Dia harus menepatin perkataanNya sendiri krn tidak ada FirmanNya yg dapat dibatalkan sekalipun oleh DiriNYa sendiri. Saat momen di Taman Eden itulah yg sulit kamu terima krn mengganggap peristiwa itu terlalu enteng bagimu. Tetapi bagi Allah yg saya yakinin, tidak ada dosa sekecil apapun yg dapat Dia tolerin dan dibiarkan tanpa penyelesaian tuntas. .. KIta lanjutkan diskusi ini jikalau kau ingin tahu hubungannya itu dgn karya keselamatan Allah selanjutnya

  11. Saya paham…maksud Om Par.

    Tapi jabatan saya cuma sebagai seketaris operator computer. 😀

    • @fitri
      terimakasih neng Fitri,…

      jabatanmu hebat…

  12. Oke… Memang topik bikin pusing. Saya juga pusing Hi Hi Hi… Atau jangan2 malah emmang cuma saya saja yang pusing. Sementara kalian kalem2 saja. 🙂

    Sekarang gini : Jika di surga memang tidak ada kehendak bebas menurut kalian, lalu apa gunanya kehendak bebas manusia sekarang atau Adam dahulu sebenarnya ? Toh kelak kehendak bebas juga dihilangkan , kalo sejak awal memang nggak ada kehendak bebas kan malah tidak ada dosa kan ? 🙂

    Jadi alasan kehendak bebas itu bukan alasan yang cukup bisa dipertanggung jawabkan, karena terbukti menurut kalian baik2 saja manusia tanpa kehendak bebas , malahan nggak bisa berdosa. Ini menurut kalian lho.

    Tetapi bagi Allah yg saya yakinin, tidak ada dosa sekecil apapun yg dapat Dia tolerin dan dibiarkan tanpa penyelesaian tuntas. .. ===> Lho justru itulah aku bertanya RAS yang manis … Jika dalihnya kehendak bebas, apa kehendak bebas sedemikian luar biasanya lha wong toh nantinya juga terbukti nggak ada kehendak bebas nggak masalah menurut kalian ? Mengapa potensi dosa diciptakan dengan dalih kehendak bebas kalo toh kehendak bebas itu aslinya ya oke2 saja nggak ada karena ntar manusia di surga nggak punya kehendak bebas menurut kalian ???

    SALAM Iya

    SALAM Semuanya

    • @lovepassword

      tidak ada kehendak bebas di dalam konteks untuk memilih terpisah dari ALLAH, saya kira begitu kalimat saya…kenapa tidak ada pilihan untuk terpisah dari ALLAH? karena semua sudah diubahkan menjadi DI DALAM ALLAH, IMANUEL…

      bagaimana itu bisa terjadi? karena memang sejak di bumi sudah terpilih orag-orang yang ingin BERSEKUTU (MENYEMBAH/BERJUMPA) dengan TUHAN saja di dalam ROH….bukan orang-orang yang terpandang di dunia, karena yang terpandang di dunia mencari kemegahandi dunia, jadi ketika dunia itu berlalu kemegahannya berlalu…. sementara yang mau tunduk kepada ALLAH mencari kemegahan di sorga, .. sehingga ketika dunia itu berlalu kemegahannya kekal, karena sorga tidak mungkin berlalu… kan gitu lovepassword…

      lalu timbul pertanyaan retorika, lalu di sorga masih ada ngga kelak untuk berbuat dosa?… ini namanya masih menerapkan pemikiran dunia kepada sorga, yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dunia dan sorga bertolak belakang

      • Jika demikian penjelasanmu, menurutmu mengapa Lucifer bisa melakukan kejahatan bahkan mensponsori kejahatan 🙂 ???

        SALAM

  13. karena bertolak belakang maka apa yang kita punyai tentu tidak kita miliki lagi nantinya di surga… salah satunya kehendak bebas, di dalam kontek memilih terpisah dari ALLAH, sebab bagaimana terpisah lagi toh kita sudah di sorga, IMANUEL, bukan di dunia seperti ADAM/HAWA dan manusia lainnya…
    ================================

    Dari yg ku uraikan di atas itu adakah yg ku katakan manusia di Surga tidak punya kehendak bebas?

    ===> Kayaknya memang topik sulit ya. Kalian bahkan tidak bisa satu suara dalam menjawab ada atau tidak ?

    Konsekuensi menjawab ada maupun tidak, bisa punya konsekuensinya masing2 soalnya.

    Menurut kalian Lucifer punya kehendak bebas atau tidak ? Walaupun konon Lucifer bersama Allah ?

  14. @ Lovepasword
    Kayaknya memang topik sulit ya. Kalian bahkan tidak bisa satu suara dalam menjawab ada atau tidak ?

    Konsekuensi menjawab ada maupun tidak, bisa punya konsekuensinya masing2 soalnya.
    .
    .
    Sebenarnya kamu sudah kalah telak dalam berdebat Lov .. hehehehe. Dalam perdebatan yg baik tidak baik melaga atau mengadu domba pendapat yg kamu anggap berseberangan dgnmu. Kamu tidk menangkap hal2 yg tersurat apalagi yg tersirat dari penjelasan saya dan sdr Parhobas di atas….
    .
    .
    @ Lovepasword
    Menurut kalian Lucifer punya kehendak bebas atau tidak ? Walaupun konon Lucifer bersama Allah ?

    .
    Saya bertanya dgnmu menurutmu terdiri dari apakah Iblis itu ? Apakah dia sama dgn manusia yg sejak awal ada bersama dgn Allah ? Kamu harusnya dapat membedakan dosa yg diperbuat daging dan dosa yg diperbuat roh ? Karena tidak ada yg lebih tinggi dari tingkatan rohaniah. Maka setiap yg jatuh dari dunia roh akan binasa kekal . Tetapi setiap yg jatuh dari dunia kedagingan akan dapat diselamatkan supaya dapat memasuki dunia roh. Siapa lagi yg dpat menolong orang atau mahluk berdosa yg dahulunya senantiasa bersma2 dengan SUMBER KEBENARAN itu ?

    .

    • @pertanyaan untuk Robinson

      melihat gaya bicara anda yang tidak sombong seperti jelasnggak (musuh saya) saya jadi ingit tahu apakah anda ini Parhobas?

    • @RAS : Sebenarnya kamu sudah kalah telak dalam berdebat Lov .. hehehehe. Dalam perdebatan yg baik tidak baik melaga atau mengadu domba pendapat yg kamu anggap berseberangan dgnmu. Kamu tidk menangkap hal2 yg tersurat apalagi yg tersirat dari penjelasan saya dan sdr Parhobas di atas….

      ===> Hi Hi Hi, saya mungkin saja bisa kalah telak denganmu RAS, tetapi rasanya rada sulit jika topiknya ini 🙂

      Kamu tidk menangkap hal2 yg tersurat apalagi yg tersirat dari penjelasan saya dan sdr Parhobas di atas…. ===> Bagian apa yang tidak saya tangkap ? Setiap saya menanyakan satu hal , kamu malah menjawab dengan hal lain lagi. 🙂

      Ini memang topik sulit, sebelum ngedumel dengan kalian, aku toh sudah menanyakan hal ini ke banyak orang2 Kristen termasuk yang hobinya bedah membedah Alkitab. Jawabannya sungguh bervariasi.

      Ada yang menjawab ala Parhobass , bahwa surga itu lain dengan dunia sehingga rasanya kehendak bebas yang bisa memisahkan manusia dengan Allah tidak akan ada.

      Ada yang menjawab ada , dengan asumsi alangkah anehnya kalo kehendak bebas dianggap sedemikian penting pada mulanya kemudian di surga kehendak bebas tidak ada.

      Ada yang menjawab diplomatis : Kehendak bebas manusia adalah kehendak bebas alamiah. Kehendak Bebas di surga adalah kehendak bebas disempurnakan.

      Tetapi semua jawaban-jawaban itu menyimpan masalahnya masing2.

      Jika di surga ada kehendak bebas yang menyebabkan dimungkinkannya kejahatan seperti Lucifer, dsb, lalu apa gunanya mengharapkan surga jika surga dan bumi sama saja.

      Jika kehendak bebas memang tidak ada di surga, mengapa dengan dalih kehendak bebas , manusia “diijinkan/dimungkinkan” berdosa .

      ===============================

      Saya bertanya dgnmu menurutmu terdiri dari apakah Iblis itu ? Apakah dia sama dgn manusia yg sejak awal ada bersama dgn Allah ? Kamu harusnya dapat membedakan dosa yg diperbuat daging dan dosa yg diperbuat roh ? Karena tidak ada yg lebih tinggi dari tingkatan rohaniah. Maka setiap yg jatuh dari dunia roh akan binasa kekal . Tetapi setiap yg jatuh dari dunia kedagingan akan dapat diselamatkan supaya dapat memasuki dunia roh. Siapa lagi yg dpat menolong orang atau mahluk berdosa yg dahulunya senantiasa bersma2 dengan SUMBER KEBENARAN itu ?

      ===> Jawabanmu panjang , rada diplomatis, rada bombastis juga, rada keren juga kedengarannya – tetapi saya malah kurang jelas, aslinya kamu mau ngomong apa. Kamu tidak menjawab pertanyaan sama sekali menurutku.

      Apakah Lucifer yang notabene menurut Kristen bersama Allah, memiliki kehendak bebas ? Apakah dengan preseden ini kita tidak bisa mengatakan bahwa di surga ada kehendak bebas ?

      Siapa lagi yg dpat menolong orang atau mahluk berdosa yg dahulunya senantiasa bersma2 dengan SUMBER KEBENARAN itu ? ===> Yang saya pertanyakan ya tepat di bagian itu. Jadi masih mungkin ya manusia atau siapapun penghuni surga kecuali Allah masih bisa berdosa menurutmu dan malah ancaman hukumannya lebih berat.

      Jadi manusia di surga memang masih mungkin berdosa gitu menurutmu ??? Saya tidak meributkan apakah roh atau bukan roh, intinya mungkin atau nggak, bisa atau nggak

      Diskusi ini kayaknya memang sungguh menarik

      SALAM RAS
      GBU

      • @ Lovepasword

        Bagian apa yang tidak saya tangkap ? Setiap saya menanyakan satu hal , kamu malah menjawab dengan hal lain lagi.
        .
        .
        Disitulah saya katakan kamu tidak dpt menangkap maksud yg saya terangkan . Begitu sederhananya uraian saya itu tetap juga tidak dpt kamu tangkap. Ya udah bahasa paling kau tangkap begini, Menurut Firman Allah yg tertulis di Alkitab Buah yg dimakan Adam dan Hawa itu akan mengakibatkan kematian yg Kekal . Kematian disini adalah kematian jasmani dan rohani. Jasmani yakni umur manusia akan dibatasin. Rohani berarti terpisahkan dari Allah sekekal2nya. Nah, bukan saya, sdr Parhobas, org Kristen mengatakan memakan buah itu akan mengakibatkan kematian, tetapi firman Allah yg ada di Alkitab. Setelah panjang uraian gitu, kamu tetap menanyakan berulang2 , lha dimana logika akal sehat dirimu bertanya hal2 yg berulang begitu?
        .
        .
        @Lovepasword
        Ada yang menjawab ada , dengan asumsi alangkah anehnya kalo kehendak bebas dianggap sedemikian penting pada mulanya kemudian di surga kehendak bebas tidak ada.
        Ada yang menjawab diplomatis : Kehendak bebas manusia adalah kehendak bebas alamiah. Kehendak Bebas di surga adalah kehendak bebas disempurnakan.
        Tetapi semua jawaban-jawaban itu menyimpan masalahnya masing2.
        .
        .
        Dari jawaban2 yg kamu dapatkan itu tidakkah kamu harusnya semakin mengerti bhw Allah itu memang tidak menghendakin jawaban yg semuanya standart dan sama? Bukankah kamu mengerti bhw manusia bebas- sebebasnya menjawab menurut karunia masing2 yg mereka miliki. Tetapi jawaban yg sebenarnya adalah mereka memiliki persekutuan yg erat di dalam nama Yesus Kristus. Itu dinyatakan oleh Roh didalam diri mereka masing2 setelah mereka menyerahkan keinginan dan kehendak bebas mereka kpd Kristus. Jangan kau samakan pertanyaanmu dgn pertanyaan UN. Dimana jawabannya menuntut keseragaman jawaban. Jadi intinya ya Lovepasword.. Allah sudah menyatakan akibat memakan buah itu adalah buah2 dari pemberontakan yg mengakibatkan manusia pertama itu berdosa kpd Allah. Jadi Allah harus bertindak demi sumpahNya krn FirmanNya dgn mengutus diriNya menjadi manusia spy manusia pertama dan keturunannya itu jgn hilang binasa krn ketidaktahuan memakan buah itu. Itu konskwensi logisnya krn kasihNya yg mau menebus kesalahan dan kebodohan manusia, dan Kristen mengatakan Kasih Allah yg hendak menebus dosa2 manusia itulah yg tdk dimengerti.
        .
        .
        @ Lovepasword
        Jika di surga ada kehendak bebas yang menyebabkan dimungkinkannya kejahatan seperti Lucifer, dsb, lalu apa gunanya mengharapkan surga jika surga dan bumi sama saja.
        .
        .
        Sedari awal Allah menciptakan dunia dan seisinya dgn manusia sbg ciptaan akhir, itu diciptakan hanyalah untuk menyenangkan hatiNya. Diberikanpun manusia bebas dlm menentukan pilihan itu spy kau tertungkup dlm menghakimin pikiranmu sendiri. Kau lihat sendiri kan, apakah Allah memaksamu mempercayainNya, tetapi pilihan diperbuat Allah spy Dia nyata sangat Adil dan Benar dalam perbuatanNYa. Ada tertulis.. Pada hari ini ada pilihan bagimu HIDUP dan KEMATIAN , pilihlah hidup supaya engkau hidup bersama2 dengan Aku. Nah, yg kau serang kan .. Firman Allah itu dgn mengatakan “Jika kehendak bebas memang tidak ada di surga, mengapa dengan dalih kehendak bebas , manusia “diijinkan/dimungkinkan” berdosa ”
        .
        .
        @ Lovepasword
        Apakah dengan preseden ini kita tidak bisa mengatakan bahwa di surga ada kehendak bebas ?
        .
        .
        Apakah kau keberatan rupanya di Surga ada keinginan atau tidak ada keinginan yg semuanya bermuara pd sekehendak dgn Allah?
        .
        .
        @ Lovepasword
        Jadi manusia di surga memang masih mungkin berdosa gitu menurutmu ??? Saya tidak meributkan apakah roh atau bukan roh, intinya mungkin atau nggak, bisa atau nggak
        .
        .
        LOve.. tolonglah bertanya hal yg lain saja, jgn berulang2 , tidak baik buat kesehatanmu…. Saya sangat senang pertanyaan yg akhirnya dapat membuat Allah memenangkan hatimu…

        Salam kasih juga

  15. @ Anak Adam
    melihat gaya bicara anda yang tidak sombong…. saya jadi ingin tahu apakah anda ini Parhobas?

    .
    .
    Dengar hai engkau Anak Adam …. Saya dan Parhobas memiliki esensi keyakinan yg sama dan setara dalam pengenalan pekerjaan Allah yg mengutus kami. Walaupun kami sekehendak dan serupa tetapi kami adalah dua pribadi yg berbeda .. Parhobas jauh lebih besar dari saya karena dialah yg memiliki blog ini. Tetapi dia mengizinkan blog ini saya miliki supaya orang yg mendengar saya dapat bersahabat dan berkumpul bersama bersahabat dgn sdr Parhobas di blog yg kedamaian ini .
    .
    Itulah contoh Trinitas dalam keKristenan

    • @lae Sihotang…

      hehehe sangat dalam penjelasan lae….

      terkadang memang orang gitu lae, curigaan ajah isinya, sebenarnya itu disebabkan dua hal:
      1. Penuduh sering juga melakukan double atau mungkin banyak nick untuk menyembunyikan diri
      2. Penuduh tidak terlalu percaya diri…
      3. Alasan lainnya yang hanya si Penuduh yang tahu…

      untuk mas Anak Adam, tepat seperti kata lae Sihotang, saya dan lae Sihotang itu adalah dua pribadi yang berbeda, tetapi satu di dalam mengabarkan Injil…

      supaya mas Anak Adam tahu, panggilan lae di bahasa batak itu adalah panggilan kekerabatan, dimana kedua orang yang bersangkutan belum terlalu mengenal secara baik. Mengenal dengan baik di orang batak adalah mengenal sampai asal usul, nenek moyangnya, urutan keturunan, rumah, d.l.l…kalau sudah mengenal dengan baik, maka panggilan lae bisa berubah, tergantung melihat hubungan darahnya,… jadi karena saya hanya mengenal Lae Sihotang di dunia maya ini, makanya saya selalu memanggil dia LAE, karena dia bermarga Sihotang dan saya marga TOBING


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: