Si kaya menjadi semakin kaya, si miskin menjadi semakin miskin

September 11, 2009 pukul 10:49 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , ,

Tidak ada yang salah dengan “menjadi” kaya,
dan tidak ada yang salah dengan orang-orang miskin.

Masalah timbul ketika terjadi keirian, cemburu.
Dan seterusnya yang kaya tidak mau perduli, tidak mau bersyukur atas semua kekayaannya.
Serta masih banyak yang mencari nafkah dengan cara-cara yang tidak bermoral.

Pernah mendengar, sapi dicampur dengan babi?… (Itu terjadi, sapi bercampur babi dijual di sini, di negara mayoritas muslim)
Pernah mendengar, sapi dimasukkan air sebelum memotongnya?
Pernah mendengar, ayam mati dijual sampai berhari-hari?
Pernah mendengar, bakso berborax?
Pernah mendengar, koruptor?
Pernah makan gorengan bercampur upil?
Pernah memakan jajanan bercacing?

Jika ya, maka kita harus simpulkan, ngga kaya, ngga miskin kelakuannya sama saja, ingin meraup uang sebanyak-banyaknya dengan modal sekecil-kecilnya. Pemalas apalagi.

Belum lagi kalau kesempatan yang tertutup, karena keluarga masih lebih dicintai daripada profesionalitas.

Mau mendengar yang lebih lucu lagi?
Gaya hidup masyarakat.
Dengan gaya hidup, orang miskin telah “menyumbangkan” uang mereka kepada orang kaya. Terbalik bukan.
Coba lihat, maaf kata, sampai orang yang kita sebut dirinya gembel pun memiliki HP (telepon selular). Seratus gembel “menyumbangkan” dua juta rupiah atas pembelian pulsa dua puluh ribuan sebulan. “Lucu”?

Hayo ikutilah dunia yang “lucu” ini. Yang nyaman di dunia siapa?
.. jawablah sendiri.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: