Kalau mau cepat, antri

September 11, 2009 pukul 8:31 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Antri

Saya tersenyum melihat sebuah bus antar jemput pemerintahan, di sampingnya bertuliskan ,”Kalau mau cepat, antri“. Saya pikir, kenapa bisa? antri itukan berarti menumpukkan “pengguna” dalam barisan teratur untuk menunggu giliran. Ditumpuk koq makin cepat?, tetapi mari coba kita lihat gambar di atas.

Semisal sebuah mobil start dari titik awal A, sampai titik akhir C.
Ceritanya mobilnya berada di sebuah tol yang berjarak 2 Km (2000m)
Untuk mempersempit cakupan kita mengambil 3 rata-rata saja kecepatan yang dapat diambil oleh mobil berwarna kuning itu. Katakanlan di A, yaitu pintu masuk tol, di B di antara pintu tol masuk dan pintu tol keluar dan C pintu tol keluar. Kecepatan masing-masing adalah
A = 3 km/jam
B= 80 km/jam
C= 3 km/jam
maka rata-rata kecepatan, percepatan sekitar 7.9 m/s2.
Dengan jarak aman setiap kendaraan 15 m, maka setiap operator mempunyai 1.5 detik pelayanan menerima/membayar uang tol dan setiap mobil yang masuk dari satu pintu tol dan keluar di pintu tol berikutnya hanya ditempuh sekitar 15.9 detik, wao.. mantap? ya benar-benar mantap.

Lalu… nyatanya?
yah di tol, yang seharusnya tol, terkadang jarak antar kendaran bisa mendekati 20 cm saja.
Koq bisa?
ya bisa sekali.
Banyak faktor yang membuatnya.

1. Kalau mau cepat, antri.
Artinya seharusnya jalurnya itu seperti saluran air di dalam pipa. Satu pintu masuk, satu pintu keluar. Nyatanya banyak pintu masuk tol, pintu keluarnya sedikit, malah ada pintu tol di dalam kota dimana jalur menyempit di sekitar B, tetapi mengembang di C, akhirnya orang berdesak mencari pintu yang lowong. Setiap desakan itu akan membuat kecepatan di C berkurang, kadang sampai berhenti. Jika sudah berhenti, maka akan berdampak ke rata-rata kecepatan. Semakin kecil percepatan maka semakin besar waktu yang dibutuhkan. Macet.

2. Siapa cepat, ia dapat.
Banyak pengendara tidak mematuhi peratuhan lalu lintas. Setiap kecepatan di atur di jalan tol, ada titik minimum, kemungkinan ada titik maksimum, tetapi… ada yang ugal-ugalan, ada yang merasa lebih penting, dan lain sebagainya. Setiap pergerakan yang tidak teratur akan mengakibatkan berkurangnya jarak aman 15 m tadi, dan berkurangnya jarak aman ini berdampak ke pada pelayanan yang maksimum 1.5 detik tadi. Kita masih menggunakan tenaga manusia, penduduknya banyak, jadi harus dipekerjakan, maka dengan jarak aman yang menyempit kita harus memaksa pelayan operator tol bekerja di bawah satu detik per satu kendaraan? Apa mungkin?. Kalau tidak mungkin maka macet, pasti.

3. Nafsu besar, tenaga kurang.
Banyak mobil yang sudah kadaluarsa berkeliaran. Bahkan banyak pedagang mematerai baru, untuk sebuah mobil tua. Mogok. Ingat setiap percepatan yang mengecil berdampak pada waktu yang membengkak.

4. Apa yah?
Ya ada faktor-faktor x yang menyumbang, tabrakan, kecelakaan dan segala jenisnya. Malah kadang orang mengalami musibah kita penasaran, menonton, informasi lebih lengkap lebih baik, maka kita berhenti di tol demi informasi. Eitsss…. ingat waktu membengkak tuan…

secara umum masalahnya hanya dua, aturannya salah, dan manusianya salah.
Jadi kalau mau cepat, aturannya yang benar, dan manusianya juga harus benar.

Emang ada manusia yang benar?
Bayi babi yang lahir 0.0001 haripun tetaplah babi, dia tidak akan menjadi rusa.
Manusia yang baru lahir 0.0001 haripun tetaplah manusia, dia tidak akan menjadi malaikat sorgawi.
Dosa waris? terserah Anda. Semakin lama Anda berhenti, semakin lama waktu yang dibutuhkan lho.

Untung masih di jalan tol, kalau di jalan raya, yang peraturannya lebih banyak? lampu merah, polisi, kelokan, simpang tiga, simpang empat, nenek-nenek lewat, huuuh….

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: