Merendahkan diri

September 5, 2009 pukul 10:00 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Merendahkan diri, bukan rendah diri.

Kenapa harus merendahkan diri?
Apakah ada acuan dari standard merendahkan diri?

Ya segala ciptaan harus merendahkan diri di hadapan Penciptanya.
Dan sesama ciptaan adalah sama di hadapanNya.
Sesama ciptaan harus memandang demikian, kalau tidak maka keangkuhan, kesombongan dan eksklusifitas akan terlihat.

Ada acuan yang akurat untuk “sampel” kerendahan diri?
Semua manusia yang mengakui penciptaan, seharusnya menset juga di dalam logikanya bahwa hanya TUHANlah sampel dari segala sampel, DIA adalah sumber dari segala yang baik, karena IA adalah BAIK.
inilah berita para penginjil sedari dahulu sampai maranatha, termasuk di dalamnya Paulus jaman Yesus sejarah, sampai Paulus jaman mutakhir ini dan kelak….
Bahwa, Allah tidak menganggap keadaanNya sebagai ALLAH untuk dipertahankan, tetapi telah menjadi manusia, Yesus Sang Anak. Dan tidak cukup sampai di dalam keadaanNya yang manusia, DIA bahkan masih merendah sampai dunia para maut. Dua dunia tempat para sombong dan congkak telah dikalahkan, dikalahkan dengan merendahkan diri.
Itulah model merendahkan diri, dengan cara merendahkan diri inilah maka segala kekuasaan, baik di dunia dan segala isinya bahkan di sorga adalah milik Yesus. Dan itulah sebabnya Pedang Yesus lebih tajam dari pedang manapun di dunia ini. Karena Pedang yang dipakai untuk meruntuhkan para pembual adalah Pedang ROH. TUHAN.

Dan kalau mau melihat kenyataan sejarah lain, Israel pun mengalahkan bangsa-bangsa bukan dengan kekuatan pedang mereka, apakah daya seorang budak? Tetapi daya seorang budak akan menjadi kekuatan, karena Sang Sumber mau, berani, bisa, menjangkau apa yang diciptakanNya.

Tidak dipungkiri manusia yang memiliki pedang akan sombong, sekali lagi modelnya terlihat dari jaman Adam sampai jaman Raja-Raja bahkan menembus sampai sekarang model itu dilakukan, eh bukankah Habel dibunuh dengan model yang sama?

Lalu pertanyaanpun datang, apa dan kenapa TUHAN harus merendahkan diri?
1. Karena IA TUHAN, model dari segala model
2. Karena manusia telah keluar dari model yang Ia berikan di dalam Model Kristus
3. Yang keluar tidak dapat masuk ke dalam, selain yang di dalam membuka pintu, pergi mencari yang sudah keluar itu tadi lalu membawanya kembali ke dalam.
4. Yang mau masuk tanpa dipanggil oleh Yang berani keluar mencari tadi adalah PERAMPOK.
5. Perampok ingin masuk dengan segala cara termasuk didalamnya meniru model Kristus.
6. Model Kristus hanya di kenal oleh “cangkok” Roh di dalam roh-roh ciptaan
selebihnya biarlah TUHAN yang mengenal para undanganNya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: