Bahaya

September 30, 2009 pukul 3:55 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Bukan merendahkan aplikasi ilmu pengetahuan, tetapi banyak yang harus kita pelajari supaya ilmu pengetahuan bisa mendefiniskan segala yang terjadi di dunia ini.

Jangan lupa, dalam merumuskan secara matematis semua yang fisis selalu ada nilai-nilai pendekatan. Nilai-nilai pendekatan ini akan menyisakan celah-celah antara realita/kenyataan dengan yang dirumuskan.
Banyak variable yang harus dieliminir untuk mendapatkan hasil yang lebih mendekati realita. Sekecil apapun variable, akan selalu mempengaruhi kenyataan.

Hebatnya ada manusia-manusia beriman yang bangga menarik ilmu pengetahuan ke dalam ranah rohaniah. Bahaya.

Iklan

Ada saatnya

September 30, 2009 pukul 10:09 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Ada saatnya

Akan ada saatnya iman kita semakin dipertanyakan semakin hebat, bahkan sudah sejak dari dahulu.
Apakah kita akan tetap mengangkat kepala kita dengan berkata:

Yosua 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

atau kita tertunduk lesu, dan mengikut allah lain seperti yang sudah terjadi dari sejak dahulu kala?

Hakim Hakim 2:12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.

Saya mau TUHAN seperti ini

September 30, 2009 pukul 9:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 40 Komentar
Tag: , ,

Satu-satunya informasi yang kita miliki, untuk membuktikan, untuk mengajar, untuk melatih kita, memang hanya Kitab Suci.

Telah banyak Kitab Suci, yang Suci A menyesatkan yang Suci B, dan seterusnya dan sebaliknya.

Yang menjadi pendorong bagi manusia adalah, ketika Kitab Suci itu digunakan manusia, lalu dengan keterbatasan yang ada, bisa berujung kepada… “Saya mau TUHAN begini”..
Contohnya,
ada orang yang tidak mau TUHAN menjadi manusia.
ada orang yang tidak mau TUHAN menjamah semua bangsa.
ada orang yang mengikat TUHAN dalam kitab sucinya

TUHAN ADA bukan karena Kitab Suci, tetapi Kitab Suci menceritakan bahwa IA ADA.
IA ADA melampaui pikiran kita, artinya IA melampaui persetujuan kita. IA setuju kepada DIRINYA sendiri.

Kalau Anda setuju semua akan suatu Kitab Suci, Kitab Suci Anda bukan dari ALLAH.
Kita belajar untuk menyetujui Kitab Suci, belajar seperti Kristus, karena Kristus memiliki Roh yang mengerti DiriNya sendiri, artinya kalau ada yang di dalam diri Anda yang “memaksa” Anda untuk setuju maka itulah Suara TUHAN, “memaksa” untuk kebaikan, karena Kristus Baik.

Kalau Anda mengerti semua akan suatu Kitab Suci, Andalah ALLAH itu

Ada kejahatan yang berujung kebaikan, tetapi yang kita maksud adalah Baik selalu menghasilkan yang baik.
Baik yang baik adalah Baiknya TUHAN.

Apakah saya sedang berkata: “Saya mau TUHAN seperti ini ??”
Pikiran memang melaju cepat, tetapi batasilah dengan realitanya juga.
Matematis memang melaju cepat, tetapi batasilah dengan fisisnya juga.
Nol (0) itu adalah lambang dari ketidakadaan, tetapi itu ada, saya sedang tidak menginginkan Nol (0) itu menjadi ada, tetapi itulah adanya.

Alkitab: Reformator, Imam dan Manusia

September 29, 2009 pukul 7:53 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

Reformator mengindikasikan suatu hal, artinya bahwa mereka pada awalnya adalah berada dalam suatu tatanan tertentu, dan karena suatu hal mereka melihat penyimpangan dari yang seharusnya dilaksanakan.
Banyak kemajuan didapat setelah para reformator bergerak.

Terimakasih buat mereka, sekali lagi, kita yang haus akan “didikan” TUHAN, melalui firmanNYA, buah dari kuasaNYA di dalam ROH yang mengispirasikannya untuk ditulis oleh orang yang DIA pilih, Alkitab, sampai kepada kita. Kita dengan mudah mendapatkannya, memelajarinya, dan sebagainya untuk keperluan pengejaran arti spiritual.

Bapa-bapa Reformator bergerak dalam pusat rohani mereka kepada TUHANNYA yang dapat mereka lihat dari sumber-sumber tertulis, maka sumber-sumber ini mereka sebarkan dengan bentuk yang sekunder, dalam arti mereka menggunakan bahasa yang awam, bahasa lokal, agar lebih cepat menjangkau. Tentu mereka harus juga menjadi terang dan garam, dan di dalam tuntutan ini diharapkan kita juga, setelah menerima buah ALKITAB, melakukan yang sama, yaitu menjadi terang dan garam yang dibarengi dalam mempelajari tulisan-tulisan itu.

Usaha mereka juga berdampak kepada kuasa imam-imam. Imamlah yang “menguasai” penerjemahan dan melalui visinya ia dapat menjelaskan maknanya kepada umat. Tetapi dengan kerja keras reformator, kita, telah menjadi imam.

Tak menjadi rahasia, bahwa apa yang terjadi selalu diikuti oleh dampak. Dampak itu terlebih dari apa yang kita pilih dan bagaimana kita menyikapi apa yang ada di sekitar kita.
Alkitab adalah catatan lengkap, bukti sempurna, bahwa ALLAH ADA, dan sejarah spiritual tentang bagaimana DIA YANG MAHA menyapa manusia ciptaanNYA, yang telah merosot, terpisah, menceraikan diri dari gambar yang semestinya, yang lemah. Jadi sangat tidak salah Alkitab ditulis lebih dari 40 abad. Dan sedemikian misteri bagi kita bagaimana ALLAH memilih tulisan, begitu juga misteri bagi kita, bagaimana ALKITAB bisa dan dianggap cukup untuk menjawab semua pertanyaan dan tantangan di segala jaman. ALKITAB menyodorkan jawaban yang unggul. Ujilah.

Manusia tentu dalam keadaannya yang terpisah dari ALLAH, memiliki pilihan. Diskusi moral bisa membuat kehancuran, maka TUHAN membuat hukum, hukum yang bermula dari hati. Tetapi ketika manusia-manusia yang sudah mempunyai kesimpulan menyapa ALKITAB, maka ALKITAB tak lebih dari sumber cemoohan yang dasyat. Bahwa ALKITAB harus dibaca bukan untuk kepuasan kita, walau daya untuk itu ada, tetapi lebih kepada bagaimana TUHAN menyapa manusia. Karena Pikiran TUHAN jauh melebihi pikiran manusia, siapapun, maka terkadang IA tidak dapat kita setujui, dan di dalam hal itu marilah rendah hati lakukanlah, dan dinamislah. Jika Anda keras, maka Anda akan melebur seperti batu, tetapi ketika panas amarahmu membakar, biarlah itu dibakar oleh ROH yang menghanguskan, jangan oleh nafsumu.

Antara Kasih Sayang dan Kesesatan

September 28, 2009 pukul 10:06 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Seorang anak adalah plagiat sejati. Ia bisa meniru apa yang dilihatnya masuk ke dalam otaknya , dan karena ia tidak tahu membedakan apa yang baik dan apa yang jahat, maka cenderung orang dewasa di sekitarnya memvonis :”Kamu nakal”.

Dalam kasih sayang, karena anak-anak adalah buah hati kita, buah cinta, kita terus mendidik sang anak.
Suatu saat, seorang anak, setelah nanti kita baru sadar sesudah ia besar, ia melenceng dari target yang kita inginkan, bahkan ada yang melenceng dari moral tertentu, sampai si anak tidak bisa membedakan apa-apa saking kerasnya hati yang dia punya.
Oleh karena kasih sayang yang lembut si anak ini telah menjadi keras sekeras batu karang.

Manusia-manusia beragama juga mempunyai potensi yang sama.
Pengajaran, dan didikan bisa dicerna dan ditelaah di dalam otak. Dan apa yang diharapkan adalah melakukan seperti yang diajarkan itu. Dan karena TUHAN tidak serta merta, paling tidak sampai saat ini, memberi jerat pengajaran, katakanlah lecutan-lecutan rotan, yang bisa memberi kita kesadaran akan suatu kesalahan yang kita pikirkan, yang kita ajarkan.
Sekali lagi, karena “kasih sayang” sang TUHAN, akan mudah terlahir agama-agama baru, kepercayaan-kepercayaan baru, kesesatan-kesesatan baru, denominasi baru, dan banyak bentuk pengajaran yang baru lainnya. Dan kalau semuanya sudah “berusia”, membubung, maka terciptalah ilah-ilah baru, kekerasan hati yang baru, Firaun baru, Babel baru, dan seterusnya.

Sehingga ujilah Firman ALLAH dengan melakukannya setiap hari, semoga IA mau menuntun Anda, dan ketika IA mau, semoga Anda peka, dan ketika Anda peka, semoga Anda juga diberi roh yang tunduk, dan setelah Anda tunduk, semoga Anda juga mempunyai keberanian untuk setia.
Ketika jalur ini tidak patah pada titik tertentu, maka kasih sayang yang TUHAN berikan kepada setiap manusia, bukan pada golongan tertentu saja, tentu tidak akan melahirkan kesesatan. Dan meskipun jalur lengkap itu melahirkan kesesatan, maka hanya manusia yang men-set Anda sesat, bukan TUHAN.

Peringatan dari YUNUS, IA ADA

September 27, 2009 pukul 8:39 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Yunus 4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Melanjutkan apa yang saya sebut, TUHAN yang tidak kita setujui.
Maka lihatlah perihal Yunus di atas.
Bukankah kita sering mengklaim kalau TUHAN membela umat-NYA?
Bukankah kita juga bangga memiliki TUHAN yang hebat?
Tetapi tahukah kita, TUHAN tidak dan amat sangat tidak membutuhkan penasehat untuk menentukan dalam menjalankan rencanaNYA.
Yang harus kita ingat adalah…. IA ADA. IA tidak dapat digenggam dalam pikiran, tidak sanggup dituliskan dalam kitab apapun, yang harus kamu percayai adalah IA ADA.

Pengkotbah 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

Kejadian 15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Lalu, kitapun harus percaya seperti Abram, bahwa IA ADA, dan semoga IA ADA untuk kita seperti IA ADA untuk Abraham.
Dan….

Mazmur 37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak

Bahkan IA ADA untuk keselamatanmu, dan semoga Thomas mewariskan percayanya bukan keraguannya….

Yohanes 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Tentu,

Mazmur 37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia

ya lakukanlah yang baik, berdamailah sebisa mungkin dengan siapa saja, dan setialah.
Itulah bukti bahwa kamu beriman bahwa IA ADA.
Mempercayai Sesuatu yang susah kita pikirkan adalah keberanian di dunia yang selalu membutuhkan data akurat, tetapi itulah rahasia ibadah kita, karena kita tidak selalu dapat petunjuk seperti YUNUS, tidak selalu dapat petunjuk seperti THOMAS.
Jadi sangat beralasan kalau ROH KUDUS membimbing penulis Kitab Ibrani ini….

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

IA tidak terlihat, tetapi percayalah IA ADA.

Sudah datangkah Mesiasmu?

September 26, 2009 pukul 9:43 pm | Ditulis dalam Apologet | 6 Komentar
Tag: ,

Inilah pertanda/nubuat tentang Mesias, buktikan apakah IA sudah datang, apakah kita masih harus menunggu, atau kita telah mengakui kedatanganNYA tetapi salah mengerti, atau apakah Mesias Anda berbeda? Kalau Mesias Anda berbeda nubuat ini tidak usah di baca.
Klik di sini untuk Alkitab-Online
List ini tidak memuat semua nubuatan di PL, tetapi cukup untuk membuktikan siapakah YESUS.

1. Kejadian 3:15
2. Kejadian 12:3
3. Kejadian 17:19
4. Kejadian 49:10
5. Bilangan 24:17
6. Ulangan 18:18
7. Mazmur 2:6¬8
8. Mazmur 8:7
9. Mazmur 35:11-19
10. Mazmur 41:10
11. Mazmur 110:4
12. Mazmur 22
13. Mazmur 109:4
14. Mazmur 34:21
15. Mazmur 16:10
16. Mazmur 68:19
17. Mazmur 69:22
18. Mazmur 50:3-6
19. Yunus 2:1-10
20. Yesaya 9:1-6
21. Yesaya 7:14
22. Yesaya 11:1-5
23. Yesaya 61:1
24. Yesaya 53:3-11
25. Yesaya 50:6
26. Yeremia 31:15
27. Daniel 7:14
28. Daniel 8:15
29. Daniel 9:25
30. Hosea 11:1
31. Mikha 5:1-2
32. Zakharia 9:9
33. Zakharia 11:12
34. Zakharia 12:10
35. Zakharia 13:6
36. Maleakhi 3:1

Menurut kitabku begini

September 26, 2009 pukul 8:39 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

menurutku

Mari menjelaskan duduk perkara.
Kalau masih menganggap diri Anda manusia, maka mari menyadari di dalam manusia tidak ada kebenaran.
Kalau masih Percaya hanya TUHAN kebenaran, mari meletakkan kebenaran itu di HADIRATNYA.

Bukan berarti kita diam, tetapi mari menjelaskan sudut pandang dari dua pihak yang berbeda dengan cara yang berbudi pekerti.

Kita tidak musti menjelaskan kitab kita dari sudut pandang kitab orang lain, atau sebaliknya, jelas tidak mungkin, tetapi ketika itu memungkinkan maka cekcok-pun akan terjadi.
Sebab ketika satu mengklaim kebenaran, tetapi masih tumbuh tanduk di kepalanya maka ia tak lebih dari kambing atau domba.

Jangan jemu-jemu berbuat baik, biarlah kebaikanmu diketahui semua orang, dengan demikian tidak ada tanduk di kepalamu, artinya Anda adalah manusia sejati.

Pleidoi para terdakwa

September 25, 2009 pukul 7:52 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Perumpamaan Yesus tentang seorang miskin dan seorang yang kaya, yang pada akhirnya menemui ajal.
Tetapi apa yang terjadi kemudian di dalam kehidupan kedua itu adalah sesuatu yang sangat terbalik. Si miskin mendapat anugerah keselamatan, sementara si kaya menderita. Si kaya ini kita sebut menjadi seorang terdakwa.

Luk 16:27-29 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Lihatlah permintaan si orang kaya ini, setelah jurang pemisah di antara dia dan si miskin tadi tidak dapat dilalui, sehingga ia tidak dapat lagi bergabung dengan kemuliaan TUHANNYA, ia memohon supaya si miskin tadi dapat turun ke dunia, ke dalam kehidupan manusia di dunia, supaya dapat memperingatkan sanak sodaranya atas segala dosa yang kemungkinan besar masih dilakukan oleh sanak saudaranya itu.

Lihatlah jawab Abraham ini, “Ada kesaksian Musa dan para nabi untuk di dengar”.

Memang manusia sangatlah senang dengan bukti-bukti, bahkan orang dengan senang menyimpan telor yang di cangkangnya ada tulisan-tulisan tertentu, orang senang mengoleksi jejak-jejak kaki para nabi, kuburan manusia-manusia pendahulu, bahkan pakaian-pakaian juga dipajang. Baiklah mari kita lihat bukti-bukti kasat mata ini, untuk mengingatkan kita tentunya, setiap pohon katakanlah mempunyai 2 dahan berbentuk salib, lalu kalikan dengan lima juta pohon, berarti paling tidak ada 10 juta pohon menyaksikan atas salib.
Bahkan tidak ada bangunan yang dapat berdiri kalau tidak ditopang oleh salib-salib, semua bangunan.
Atau kalau mau naikkanlah tangan Anda 90 derajat dari tubuh Anda, kiri dan kanan, bukankah itu mengingatkan Anda akan salib?

Kedengaran agak aneh dan menggelitik, tetapi bukti-bukti kasat mata ini sudah melebihi bukti yang diinginkan.
Dari bermilyar-milyar salib itu, apakah kita tidak dingatkan akan hukum vertikal-horizontal?

Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Kasihikah TUHAN, karena kita diciptakan sesuai image Kristus, yaitu untuk saling melakukan kasih.
Kasihilah sesamamu, karena ada TUHAN yang Maha Adil, IA adalah HAKIM.

Dengan salib-salib kasat mata di atas, jangan sampai pada saatnya Anda diberi jawab oleh Abraham, “Sudah ada bermilyar-milyar salib di dunia yang menjadi kesaksian kepadamu, kenapa kamu tidak masuk ke dalamnya?”

Leganya hatiku

September 24, 2009 pukul 12:22 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag:

leganya

Ketika kekuatan kita tidak sanggup membujuk Allah,
Ketika semua ketulusan kita tidak sanggup memalingkan WajahNya,

Ia berkata, “Dosamu sudah dihapuskan seluruhnya,
mari bergabunglah dengan Aku”.

“Oh, dengan tawaran ini, leganya hatiku”…

Paulus

September 24, 2009 pukul 11:25 am | Ditulis dalam Apologet | 54 Komentar
Tag: , ,

Paulus, Saulus, adalah seorang yang banyak disalah mengerti.

Ia disalah mengerti oleh para pendahulu kita.
Paulus adalah mantan pembantai pengikut Kristus.
Mereka mengikut Kristus karena mereka percaya bahwa Sang Mesias yang dinanti-nantikan yang dituliskan oleh para Nabi, para bapa leluhur, sudah datang di dalam YESUS. Allah yang adalah ROH telah menjadi manusia di dalam Yesus.
Tetapi Paulus yang ini, Saulus, tidak melihat tanda pemulihan Yesus atas Israel, Ia tidak memimpin kerajaan yang membawa Kedamaian dan kemenangan yang gilang gemilang atas umat ALLAH, Israel.
Sehingga ia, dengan keteguhan imannya di dalam SANG ADONAI, yang tentu tidak diragukan lagi, dan karena setiap bangsa Israel yang mengimani TUHAN YANG ESA wajib dihapuskan dari muka bumi ini, karena perintah TUHANNYA…

Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Ulangan 8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;

Ulangan 13:1-3 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

…,itulah sketsanya.
Saulus yang ini, Paulus, pada akhirnya dijamah oleh SANG ADONAI, lalu…. tepat sekali, ia telah menjadi pejuang iman,.. sayangnya masa lalunya telah menjadikan segala prasangka. Cara TUHAN memakai dia sangat luar biasa, bahkan murid-murid yang setia menemani Guru mereka selama hidupNya-pun menaruh curiga, prasangka yang buruk.

Ia disalah mengerti oleh sesama kita.
Entah bagaimana, yang pasti kita tahu, Paulus telah mengetahui tentang begitu banyak rahasia.
Dan setiap orang yang rahasianya diketahui memang agak membuat gerah juga. Kadang kalaupun rahasia kita benar adanya, tetapi cara pengungkapan yang keras dan tepat membuat kita grogi, membuat kita membual.
Paulus dilimpahkan begitu banyak rahasia ALLAH, sama seperti setiap hamba ALLAH dimanapun dan kapanpun

Rahasia ALLAH;

1 Korintus 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

Rahasia Allah apaan?

1Timotius 3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Paulus mengetahui rahasia sebangsanya:

Roma 11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

dan Paulus juga mengetahui rahasia pekerjaan Iblis:

2 Tesalonika 2:7-10 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

Dan karena mengetahui rahasia inilah ia harus dipenjara, bahkan mati.

Filipi 1:13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

Karena prasangka inilah ia menjadi martir.

Sekarang kita yang hidup ini, mau berprasangka tanpa bukti? atau mau mewarisi kemartiran Paulus?
Atau bermain intelijen?, seru lho, dengan mewarisi iman Paulus, maka banyak rahasia yang akan kita tahu.

Pengurus atau pemilik?

September 23, 2009 pukul 6:01 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

….ide ini datang dari diskusi dengan istriku yang sangat saya cintai

“Eh si orang itu kikir lho, pelit banget orangnya”,….kata si Anu.

Tuduhan-tuduhan seperti di atas ini sering terjadi, sering kita dengar. Tanpa harus mengurangi akan arti berkat kepada orang-orang tertentu, dan bagaimana hikmat dalam berbagi dan ucapan syukur yang dihaturkan kepada DIA sebagai sumber segala berkat, maka marilah kita mengoreksi suatu hal tentang harta duniawi ini.

Kecenderungan ketidaksadaran kita akan harta duniawi inilah yang melahirkan tuduhan-tuduhan, berbagai kesalahpahaman, bahkan kekurangajaran tertentu.

Mari kita yang diberi berkat memegang prinsip demikian:
“Harta yang diberikan kepada kita adalah harta yang ditempatkan di dalam tangan pengurus harta, bukan pemilik”.
Ketika kita menyadari sedemikian maka kita masih mempercayai TUHAN sebagai yang mempunyai segala sesuatu, kita akan menjadi pencuri kalau kita mengklaim “memiliki” dari semua berkat yang diberikan kepada kita. Dan kalau kita masih mengakui arti berkat, maka kerja keras adalah buah dari iman akan datangnya berkat.

Gunakanlah hikmat Allah untuk mengurus harta Anda. Dan ingat teguran keras ini:
1Timotius 5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Jadilah pengurus, pengurus yang penuh hikmat.

Murid atau guru yang salah?

September 22, 2009 pukul 6:17 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Tidak akan sulit menemukan pengajaran-pengajaran yang menyimpang.
Yang menjadi sulit adalah, ketika kita menemukan orang-orang yang tulen sangat “suci”, sangat “awam”, sangat “ingusan”, sangat polos di dalam menerima pengajaran.

Mungkin sulit ditemukan di belahan dunia lain, tetapi saya bisa melihat di negaraku sendiri, bahwa banyak orang polos yang meneruskan apa yang gurunya ajarkan, gurunya ketahui, tanpa berani mengujinya. Banyak alasan tentunya untuk tidak berani mempertanyakan hal-hal. Tetapi ketika pertanyaan kita berujung kepada hidup, berujung kepada kesejahteraan maka ujian itu akan semakin sulit untuk dijawab.

Yang menjadi fokus saya adalah… bagaimana orang-orang yang sedemikian ini?, apakah mereka menjadi hitam karena hitamnya sang guru? atau apakah “Ujilah segala sesuatu” adalah menjadi pelanggaran yang mereka ingkari?

Ah Tuhan, sekiranya Engkau mau memasuki hati semua orang. Menjadi Guru kepada kami, di dalam RohMU yang menuntun.

Yesus, manusia yang diperilah?

September 22, 2009 pukul 6:06 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 9 Komentar
Tag: , , ,

Yesus, pernah hidup lebih kurang 33 tahun sebagai manusia di dunia ini.
Walau Perjanjian Baru menjelaskannya dengan baik, tetapi kisah-kisah sejarah tentu lebih disenangi orang-orang tertentu, sehingga kelihatan lebih universal. Kisah yang hilang dari suatu umur tertentu sampai genap ke umurNya ke-30 juga turut membuat keramaian.

Konsep-konsep tentang Yang Kudus terkurung di dalam daging tentu sangat salah.
Konsep-konsep tentang Roh juga salah, sebab dijelaskan, Ia adalah manusia. Ia menjadi manusia, punya daging, punya roh dan punya jiwa.

Selama 33 tahun Ia adalah manusia.
Tetapi manusia yang bagaimana? inilah pertanyaannya.
Awam mungkin sangat bingung dengan pembacaan Perjanjian Baru, sebab dituliskan Tuhan, Tuan,.. Yesus adalah Tuhan. Bagaimana mungkin Yang Maha Kuasa menjadi lemah, terlalu munusiawi.
Bingung karena tidak dapat menerima bahwa Perjanjian Baru sudah ditulis setelah kebangkitan YESUS atau tepatnya setelah YESUS sudah naik ke sorga. Penjelasan dan theofani yang Agung telah dituliskan di dalam peristiwa penampakan-penampakan YESUS setelah kebangkitan dari kubur. Ia bisa makan makanan manusia, daging, dan Ia bisa berada di mana-mana, Roh. Terlebih Ia terangkat ke atas, yang digambarkan sebagai sorga, ya sorga digambarkan di atas, bukan di bawah, di bawah adalah kematian.
KebangkitanNYA adalah, Ia sudah tidak merasakan penderitaan, sudah tidak merasakan sakit, Ia sudah tidak merasakan kematian lagi, sebab IA sudah dalam keadaanNYA yang berkuasa, Ia hidup sampai selama-lamanya. Daging yang bangkit itu bukan lagi daging yang 33 tahun sebelumnya.

Terlebih para pendahulu iman kita adalah manusia yang ber-shema :”Shema Yishrael, Adanoi Eloheinu, Adonai Echad”, mereka akan menjadi pembangkang-pembangkang, perusak, jika mereka menyembah ALLAH selain Sang Adonai. Tetapi pahamilah mereka-mereka ini meluruskan pandangan, mewariskan ajaran, kepada kita, bahwa Sang Adonai-lah yang telah mereka lihat, yang telah mereka saksikan, yang tadinya mereka ragu, sekarang sudah nyata Kasih-Nya. Theofani yang luar biasa, Theofani yang dirindu-rindukan oleh para nabi.
Yaitu penampakan SANG KUASA dalam rangka memperdamaikan seluruh manusia dengan ALLAH.

Dan karena Yesus adalah Sang Adonai, maka kepada DIA-lah segala hormat dan kemulian dari sekarang sampai selama-lamanya.

Hati-hatilah terhadap pengajaran-pengajaran, ujilah segala sesuatu.
Ini ada beberapa contoh pengajaran itu,
1. bahwa Yesus yang lain sudah ada, yaitu Mesias, Penolong buat bangsa yang bukan Israel, karena Yesus yang pertama tadi hanya utusan bagi Israel, maka inilah Yesus buat dunia yang lain.
2. pengakuan Yesus telah datang ke dua kali.
3. dan lain sebagainya, rupa-rupa memperilah orang-orang yang dianggap kudus.

Ya, Yesus telah pernah menjadi manusia, 33 tahun, karena IA harus menjadi manusia untuk menebus manusia.
Tetapi tambahkan jugalah dengan rendah hati ke dalam perbendaharaanmu, bahwa Yesus yang sekarang yang kita kenal adalah YESUS yang HIDUP sampai selama-lamanya.

DIA adalah Yang Awal dan Yang Akhir.

Karena tidak percaya

September 22, 2009 pukul 11:14 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Perbedaan akan semakin nyata, kalau kita semakin mendalam dalam hal “perkenalan”.
Kehidupan memang bukan persamaan-persamaan matematis yang bisa dengan mudah kita ketok salah dan benar.
(walau dalam sebagian orang itu tidak mudah).

perhatikanlah “permainan” berikut:

(x+x)*(x-x) = 0 ……………..(1)
penyelesaian pertama:
(2x)*0 = 0 ….. selesai, artinya berapapun x, kalau dikali dengan nol hasilnya akan tetap sama dengan nol.

tetapi ada orang yang mengetahui suatu hal akan menyelesaian berikut (walau secara logika itu bisa):
(2x)*0 = 0
dengan pengetahuan, bahwa “sesuatu” dibagi dengan “sesuatu” itu adalah sama dengan satu, sehingga dicoba menjadi
(2x)*0 = 0
(2x)*(0/0) = (0/0)
sehingga
2x = 1
x = 1/2

Meskipun x = 1/2 di-subsitusi ke (1) tetap menghasilkan 0, tetapi ada kesalahan fatal, yaitu memaksa bahwa hanya 1/2 yang pas dengan persamaan (1) di atas dan kesalahan ke dua adalah memaksakan suatu penyelesaian terhadap sesuatu yang sudah selesai, dan yang pasti yang ke tiga adalah penerapan hukum yang salah.

Dengan mengabaikan kesalahan-kesalahan di atas, 1/2 adalah jawaban, itu benar, tetapi jawaban yang benar dan lengkap adalah “bukan hanya 1/2”.
Berapa “bukan hanya 1/2” ?, semua angka real termasuk 1/2. TITIK.

Sekarang kalau ada yang mempertahankan 1/2, apakah kita bisa salahkan? Tentu tidak.
Jawaban dia adalah satu per tak terhingga dari jawaban yang sebenarnya, sama dengan nol, artinya bisa diabaikan, tetapi jawaban ini tetap menjadi jawaban yang benar.

Karena aku tidak percaya kepada hukum tertentu, sehingga 1/2 menjadi jawaban paling mutakhir, dan harus dipertahankan, itu lain hal.

Sehingga dengan mengetahui “si keras kepala 1/2”, di dalam hati kita bisa mengetok palu, tanpa harus menghakiminya, bahwa si dia belum paham apa yang ia perbincangkan.

Syukur kalau dia bisa menerima “bukan hanya 1/2”, menerima bukan berarti dia menjadi bagian dari mengetahui, tetapi menjadi bagian dalam mencari duduk masalah.

Orang percaya kiranya semakin dalam dan semakin dalam menelusuri betapa dalamnya, tingginya, dan luasnya kasih TUHAN.

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.