Inilah Jalan Lurus itu

Agustus 21, 2009 pukul 10:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 35 Komentar
Tag: , , , ,

Jalan Lurus, ditawarkan di mana-mana.
Menuju kemakmuran, menuju kesejahteraan, menuju keadilan, menuju kesehatan, dan bejibun tujuan yang lain.

Katakanlah Jalan Lurus yang kita maksud adalah Jalan Lurus kehidupan.
Karena dunia berbeda dengan tujuan akhir dari Jalan Lurus, maka tentunya ujian-ujian akan datang silih berganti. Itu semua adalah demi mempersiapkan dan menjadikan kita bukan anak-anak gampangan.
Jalan Lurus itu harus dijalani sampai akhir dari pertandingan hidup.

Berjalan di Jalan Lurus memang tidak disukai dunia, karena dunia tidak mau sendirian, kesepian mengarungi kehancurannya kelak. Oleh karena itulah dunia giat mencari cara menjerumuskan orang-orang yang berjalan di Jalan Lurus. Terlebih karena tujuan Jalan Lurus itu sudah jelas, maka kegiatan dunia utuk menghambatnya tentu semakin bagus. Siapa dapat melebihi kebijaksanaan si Iblis dalam hal ini?

Inilah orang-orang yang tergoda itu,
-orang yang berjalan di kiri dan kekiri-kirian hanya akan membalas, melihat dari titik yang paling sempit dari arti berjuang demi kehidupan
-orang yang berjalan di kanan dan kekanan-kananan hanya akan menerima keadaan, melihat dari titik yang sangat luas, bahkan berkata,”Tidak apa-apalah, itu lumrah”, ketika melihat sesuatu yang tidak lazim.
-orang yang berdiam di tempat, yah mereka berani mati demi suatu pertandingan yang dianggapnya tidak akan pernah melahirkan juara-juara. Bahkan jika mereka menganggap dirinya juara, kita yang lebih dalam melihat, secara rohani, kehancuranlah yang dilahirkannya
-orang yang berjalan mundur telah terikat kuat dengan dunia

dan ada dunia yang tahu banyak, tetapi berdiri di luar Jalan Lurus, kasihan sekali…
Dunia telah menang atas mereka.

ada juga dunia yang semu,.. berbayang, hanya menjadi saingan tentunya, saingan dalam hal realita, ujungnya tetap menjadi misteri berbayang…

Pertanyaanya, siapakah Jalan Lurus ini ?
Yesaya 26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

siapa ?
Kisah Para Rasul 9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,….

Yah kehidupan sang juara, Paulus, telah menjabarkan siapa Jalan Lurus itu.
Kristus Yesus, Dialah Jalan Lurus.

Iklan

35 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jalan lurus itu HANYA SATU
    Yang LURUS itu yang TERPENDEK …
    Yang TIDAK LURUS … TIDAK TERPENDEK …
    Atau …
    Yang TIDAK TERPENDEK itu TIDAK LURUS …

    Padahal yang TIDAK TERPENDEK itu adanya TAK BERHINGGA …
    Jadi yang TAHU JALAN itu LURUS atau BUKAN …
    HANYALAH ALLAH SWT …

    Karena PERBANDINGANNYA …
    1 dibanding TAK BERHINGGA …

    Siapa yang BISA TAHU SATU KEMUNGKINAN diantara TAK BERHINGGA ?
    Kalau BUKAN … ALLAH YANG MAHA ?

    • saudara hari,…

      1 dibanding TAK BERHINGGA itu adalah ketiadaan….

      jadi hati-hatilah berbahasa….

      salam

      • Saudara Parhobass …
        1 dibanding TAK BERHINGGA itu adalah ketiadaan…. (Bagi manusia)
        Bagi ALLAH SWT … TUHAN SEMESTA ALAM … Hal itu adalah MUDAH …

        Jalan LURUS atau GARIS LURUS …
        Dalam premis PHYTAGORAS … Antara 2 TITIK …
        HANYA ADA SATU GARIS LURUS … Yaitu GARIS TERPENDEK
        Yang TIDAK TERPENDEK … TIDAK LURUS …
        Yang TIDAK LURUS … TIDAK TERPENDEK …

        Antara 2 titik tersebut …
        Ada TAK BERHINGGA GARIS …
        Yang LURUS … HANYA SATU … Yaitu yang TERPENDEK …
        Ini dirumuskan dengan sederhana tapi akurat berupa …

        C2 = A2 + B2 (C kuadrat = A kuadrat + B kuadrat); atau
        Sisi miring kuadrat = Sisi datar kuadrat + sisi tegak kuadrat)

        Sedangkan garis tersebut adalah HIMPUNAN TITIK TITIK …

        Dalam keseharian kita …
        Kita DIPENUHI dengan PENGAMBILAN KEPUTUSAN …
        Yang berasal dari suatu STIMULUS …
        Pilihan-pilihan kita saat mengambil keputusan tersebut …
        Kadang sudah TERPOLA secara OTOMATIS …
        Atau BELUM TERPOLA tapi sedang menuju suatu POLA …
        Bahkan TANPA kita sadari kita MENUJU kepada PERUSAKAN DIRI KITA …

        Ambil contoh …
        Orang ber LOMBA-LOMBA mencari uang … uang dan uang … ?
        Untuk apa ?
        Kalau BUKAN untuk menikmati apa yang DITAWARKAN KEHIDUPAN ?
        Beli MOBIL atau kalau memungkinkan beli pesawat jet pribadi …
        SEMUANYA TERASA INDAH dan MENYENANGKAN …
        Padahal … ?

        Saat orang itu KAYA … Biasanya sudah ber USIA … Sehingga makanpun menjadi TERKENDALA …
        Maka dengan kemampuan FINANSIALNYA …
        Orang tersebut BISA MENIKMATI MAKANAN yang ENAK yang ber KALORI TINGGI sekaligus ber KOLESTEROL TINGGI …
        Yang DITAWARKAN CHEF TERBAIK …

        Kemudian jalanpun menjadi ber KURANG …
        Karena alat TRANSPORTASI TERSEDIA …

        Persoalan yang dihadapipun MENINGKAT yang memerlukan DECISION CEPAT dan AKURAT … Maka STRESS pun begitu TINGGINYA …

        Padahal BATAS KEMAMPUAN DIRI (TUBUH) … TERBATAS …
        Maka STROKE lah RESIKONYA …

        Saat seseorang STROKE …
        Maka KELUARGA TERDEKATlah yang akan MERAWATNYA …
        Yaitu ANAK,ISTRI dan MENANTU yang MASIH SEHAT …
        TERNYATA …
        Anak, ISTRI dan MENANTU yang SEHAT itupun …
        Karena MEMILIKI URUSANNYA SENDIRI-SENDIRI …
        Pengurusan Orang Tua atau Suami ini …
        Dipasrahkan ke PEMBANTU … Yang dibayar … meskipun MAHAL …

        Harta yang TERKENA STROKE ini …
        DiNIKMATI lah oleh ANAK, ISTRI atau MENANTU yang ada …
        Soal MERAWAT ?
        Sedikit saja … Totalnya ya ke PEMBANTU … ?

        Si TERKENA STROKE ini TAMBAH SAKIT atau TIDAK ?
        Ya TAMBAH SAKIT …
        Hartanya yang begitu MELIMPAH … Dinikmati …
        Perawatannya … Entar dulu … Atau sedikit saja … Yang dilakukan bila urusannya lagi luang … ?

        Inilah PILIHAN-PILIHAN yang SALAH …
        Dan ini SEBAGIAN BESAR dilakukan manusia …
        Tapi TIDAK SADAR-SADAR juga …

        Bagi MANUSIA …
        PENCAPAIAN FINANSIAL yang HEBAT adalah suatu KEBENARAN …
        Tapi saat STROKE …
        Dunia jadi MENYEDIHKAN …

        Kalau saja ada obat STROKE yang MUSTAJAB …
        Yang akan MENGAMBIL 80% hartanya …
        Yang TERKENA STROKE ini akan RELA MEMBELINYA …
        Meskipun mengambil 80% hartanya … NO PROBLEM …
        Tapi karena obatnya BELUM ADA …
        Terkecuali dengan SABAR dan TAWAKAL … Dan minum obat yang dianjurkan …

        Dan TETAP saja …
        Di UJUNG SANA … Di UJUNG KEPASTIAN … KEMATIAN lah AKHIRNYA …
        Seberapun BESAR UANGNYA …
        Seberapun SABAR dan TAWAKAL seseorang …
        Kalau MAUT MENJEMPUT … ?
        TIADA SATU ORANG PUN yang DAPAT MENUNDANYA …

        Inilah AKHIR yang MENGGETARKAN MANUSIA …
        Karena … Tiada satu manusiapun yang bisa dimintai TOLONG …
        Tiada sebanyak harta apapun yang bisa ditransaksikan …
        Agar TERHINDAR dari KEMATIAN …

        KEMATIAN itu KEPASTIAN …
        KELAHIRAN itu juga KEPASTIAN yang HARUS DITERIMA …
        Sedangkan KEHIDUPAN itu hanyalah PILIHAN …
        Karena PILIHAN … Maka PILIHLAH yang BENAR sekaligus LURUS …
        Manusia TIDAK BISA melakukan hal itu …
        Kalau ALLAH SWT tidak memberi PETUNJUK sekaligus KEKUATAN menjalankan PETUNJUK tersebut …

        Banyak ORANG yang melibatkan diri hanya pada salah satunya saja …
        Yaitu hanya soal PETUNJUK saja tanpa MEMPRAKTEKANNYA ?
        Atau …
        MENJALANKAN saja TANPA PETUNJUK ?

        Bisa dibayangkan …
        Membicarakan PETUNJUK TANPA MEMPRAKTEKANNYA ? Hanya terdiam di tempat. seperti orang yang LUMPUH …
        Orang LUMPUH itu TAHU JALAN … Tapi TIDAK BISA MENJALANI …
        Atau …
        Orang yang MENJALANKAN TANPA PETUNJUK …
        Maka ARAHNYA AKAN NGACAK …
        Kesana kemari …
        Seperti ORANG BUTA yang TIDAK TAHU JALAN …
        Jalannya akan ke SANA ke MARI … TIADA ARAH …

        Jadi GABUNGAN antara PETUNJUK dan PELAKSANAAN itulah …
        KESEMPURNAAN PENCAPAIAN TUJUAN …

        Memberikan HIDAYAH atau PETUNJUK itu adalah HAK ALLAH SWT …
        Pemberian KEKUATAN untuk MENJALANKAN PETUNJUK itu adalah HAK ALLAH SWT juga …
        Maka MINTALAH kepada ALLAH SWT …
        PETUNJUK sekaligus KEKUATAN MENJALANKAN PETUNJUK …
        Agar TERCAPAI TUJUAN yang ada yaitu …
        TUJUAN bagi KESELAMATAN di DUNIA dan di AKHIRAT …

        Karena perbandingannya 1 diantara tak berhingga …

      • @Hari

        perhatikan gambar berikut

        sg

        Perhatikan 3 segitiga di atas…
        segitiga yang pertama, 2 sisinya sama, dikatakan sama kaki, itu adalah garis lurus,
        AC itu sepanjang AB akar dua atau BC akar dua, dan meski AC lebih panjang dari AB dab BC AC jelas adalah garis lurus dengan elevasi 45 derajat.

        segitiga ke dua, perhatikan AB adalah lebih pandang dari BC, AB tegak lurus terhadap BC dan sebaliknya, dan dua2nya Lurus terhadap titik B

        Segitiga ke tiga, sekarang ABnya lebih pendek deari AC, saling tegak lurus…. meski berbeda panjang, dua2nya lurus dan bertemu di titik A

        jadi sekilas kalimat dan mungkin pemikiran saudara ada kelirunya…

        sama kelirunya dengan perbandingan 1 dengan ketakberhinggaan…
        kalau saudara bermain di matematika, jelas itu adalah ketiadaan,
        karena saudara menggunakan analogi matematika maka allah saudara adalah ketiadaan….

        apa begitu?
        saya yakin tidak, maka dari itu pemikiran saudara perlu dirombak, atau kalau memang allah saudara adalah ketiadaan, maka tetap saudara perlu dirombak sama sekali, karena tidak dapat dicampur2 dua hal yang bertentangan..

        salam

      • @Om Parhobass

        @Kang Hari: Dalam premis PHYTAGORAS … Antara 2 TITIK
        HANYA ADA SATU GARIS LURUS … Yaitu GARIS TERPENDEK….
        Antara 2 titik tersebut …
        Ada TAK BERHINGGA GARIS …
        Yang LURUS … HANYA SATU … Yaitu yang TERPENDEK …

        :
        :
        Maaf sekedar mengingatkan,
        Premis Kang Hari adalah antara 2 (dua) Titik Om, bukan 3 (tiga) titik sebagaimana yg Om ulas lewat segitiga diatas…
        :
        Salam

      • @fanya

        beberapa yang dikatakan saudara heri itu ada yang benar, tetapi saya tidak melihat kesinambungan..
        Jika beliau berbicara tentang titik, maka beliau harus berbicara koordinat, dengan demikian jarak dari dua titik itu adalah sbb:
        duatitik

        tetapi kemudian beliau menggunakan rumus phytagoras dengan mengacu tiga titik yaitu A,B,C…, itu sedikit memberi gambaran bahwa selain membicarakan 2 titik kita harus beranjak ke “wawasan” lebih luas yaitu bahwa ada hukum pada 3 titik, dst…dengan menggunakan acuan 3 titiklah maka jarak 2 titik itu dapat dikatakan harus yang terpendek…

        Nah mengacu ke pemikiran/ide beliau mengenai pengambilan keputusan, maka jelas beliau itu mengambil keputusan perihal “Jalan Lurus” (perihal judul artikel) dari sudut pandang 2 titik,… dan menganggap itu sebagai mutlak,… jelas ngawur bukan.
        Kenapa tidak mutlak?, karena ada hubungan titik terhadap titik-titik…
        Perhatikan segitiga II saya sebelumnya…

        katakan titik acuannya adalah titik A, maka
        AC dan AB itu adalah dua garis lurus yang dihubungkan dari dua titik.
        Katakanlah titik A itu sebagai Yang Ilahi,
        B dan C adalah mereka yang mengaku religius
        Dari sudut pandang B dab C jelas mereka menganggap merekalah YANG LURUS, karena memang garis yang menghubungkan B dan C ke A adalah garis lurus…
        dibandingkan pemahaman Heri, yang terpendeklah yang lurus,….
        Jelas salah, karena meski C lebih jauh dari B terhadap A, jelas AC adalah tetap garis lurus..

        salam

  2. Berjalanlah di jalan yg BENAR.
    Meski banyak kelokan yg sarat misteri…….
    meski terkadang terjal mendaki penuh onak duri yg menguras energi…..
    atau berhias sineri dan wajah-wajah indah penggoda hati tuk berhenti…….
    maupun provokasi yg terkadang diikuti caci maki dan intimidasi………….
    Tapi, hendaknya kita terus berjalan,
    di jalan yg benar yg tak mesti lurus,
    di jalan yang benar, yang tak mesti singkat dan mudah
    di jalan yg benar yg perlu perjuangan dan pengorbanan,
    di jalan yg di ridlai Tuhan Semesta Alam Yang Maha Esa.

    Salam

  3. Parhobass …

    Jalan LURUS itu HANYA SATU yaitu yang TERPENDEK …
    Yang TIDAK TERPENDEK itu TIDAK LURUS …
    Yang TIDAK TERPENDEK itu TAK BERHINGGA BANYAKNYA …

    Anda sudah menjelaskan dengan rumusan JARAK antara 2 titik dalam suatu koordinat yaitu …

    X – X 1 Y – Y 1
    ——– = ———-
    X 2 – X 1 Y 2 – Y 1

    Inilah RUMUSAN JARAK antara 2 titik atau c2 = a2 + b2, dimana c adalah garis lurus tsb.

    TERNYATA …
    Dalam setiap BENDA … HANYA ada SATU TITIK PUSAT
    Apapun BENDA itu …
    Mau BENTUK BOLA …
    Segitiga
    Ellips
    Dsb …

    TITIK TITIK di luar TITIK PUSAT … TAK BERHINGGA BANYAKNYA …
    Antara TITIK TITIK di luar TITIK PUSAT ke TITIK PUSATNYA …
    HANYA ada SATU GARIS LURUS …
    Yaitu GARIS TERPENDEK …

    Dari hal ini adanya KEJELASAN akan SATUNYA ARAH
    Yaitu ARAH yang TIDAK MEMBIAS …
    BUKANKAH ALLAH yang ESA berarti SATUNYA ARAH yang SATU dan TIDAK MEMBIAS ?

    Juga SATUNYA KESADARAN DIRI …
    Dari TITIK TITIK di luar TITIK PUSAT ?
    Sebagai bentuk kesadaran sebagai HAMBA ALLAH ?
    Namanya HAMBA …
    Bahasanya HANYA TUNDUK PATUH … IKUT dan LAKSANAKAN …
    Kalau BUKAN HAMBA ?
    Maka bisa saja PINDAH PINDAH TEMPAT sebagai bentuk PINDAH PINDAH TITIK …
    PERPINDAHAN ini akan MEMBINGUNGKAN diri sendiri …

    Jadi dari ke 3 hal …
    Yaitu
    TITIK PUSAT
    TITIK di luar PUSAT yang adalah DIRI seseorang …
    JALAN LURUS …
    HARUSlah FIRMED …

    Kalau ber UBAH-UBAH atau MEMBIAS …
    Pasti akan jadi MASALAH

    • @hari

      Inilah RUMUSAN JARAK antara 2 titik atau c2 = a2 + b2, dimana c adalah garis lurus tsb.

      sekali lagi, perhatikan gambar berikut
      segitiga
      sesuai rumus saudara, segitiga inilah yang saudara gambarkan, terlihat c justru yang terpanjang dibanding dengan yang a
      jadi kalau saudara katakan c adalah garis lurus itu dan yang terpendek itu maka saudara salah…

      TITIK TITIK di luar TITIK PUSAT … TAK BERHINGGA BANYAKNYA …
      Antara TITIK TITIK di luar TITIK PUSAT ke TITIK PUSATNYA …
      HANYA ada SATU GARIS LURUS …
      Yaitu GARIS TERPENDEK …

      lingkaran
      perhatikan lingkaran ini, dan perhatikan 8 titik a,b,c,d,e,f,g,h. Semua titik ini sama jaraknya dan sama panjangnya, dan semuanya lurus, artinya bukan hanya satu garis lurus dengan titik pusat O, melainkan tak berhingga.

      kalau dasar dan pondasi begini salah, maka saya jamin analogi selanjutnya pasti salah, karena rumusan aljabar mengatakan, kesalahan di awal akan membuat kerusakan di langkah selanjutnya, meski operasi-operasi nya bisa benar..

      salam

      • Saudara Parhobass …

        Dalam segita ABC, dengan titik A, B dan C sebagai ujung-ujungnya, dimana
        AC adalah sisi miringnya; AB adalah sisi datarnya dan BC sisi tegaknya, maka persamaan garis antara 2 titik adalah :

        Y – Y1 Y2 – Y1
        ——- = ———
        X – X1 X2 – X1

        Sedangkan jarak AC sebagai sisi miring dirumuskan dengan :
        AC = V(AB2 + BC2)

        atau bisa juga dirumuskan dengan

        (X2-X1)2 + (Y2 – Y1)2

        Dengan demikian JARAK yang dipahami sebagai GARIS LURUS itu adanya HANYA SATU bukan ? Yaitu yang TERPENDEK ?

        TERUS …
        Dalam bidang apapun …
        Selalu saja HANYA ada SATU PUSAT …
        Apapun itu …
        Baik bentuk SEGITIGA …
        LIMAS …
        BOLA …
        ELLIPS …
        Dsb …
        selalu saja PUSATnya itu SATU …
        Ada MISTERI apa dengan hal ini ?

        Titik-titik yang di luar PUSAT … TAK BERHINGGA BANYAKNYA …
        Antar titik … Selalu saja jarak terpendeknya berupa GARIS LURUS …
        Kalau TIDAK BERGARIS LURUS … Pasti TIDAK TERPENDEK

        Itu lho maksudnya saudara Parhobass … ?

      • @hari

        banyak informasi benar yang saudara sebutkan,
        tetapi tidak ada kesinambungan…
        dan pondasi berpikirnya salah….

        ngawur sampean itu…

        salam

      • @Kang Hari
        Dalam bidang apapun …
        Selalu saja HANYA ada SATU PUSAT …
        Apapun itu …
        Baik bentuk SEGITIGA …
        LIMAS …
        BOLA …
        ELLIPS …
        Dsb …
        selalu saja PUSATnya itu SATU …
        Ada MISTERI apa dengan hal ini ?

        :
        :
        Crystal clear……. TITIK PUSAT/TUHAN adalah ESA, mustahil ada lebih dari satu TITIK PUSAT dalam sebuah bentang/ruang/dimensi (garis, segitiga, segi banyak, lingkaran, limas, kubus, bola….alam semesta).
        :
        Terima kasih Kang….
        :
        Salam

      • center

        saya ulangi lagi neh…
        perhatikan segitiga sembarang ABC dengan pusat P.
        Garis AP, BP dan CP jelas adalah garis lurus, tidak sama panjangnya
        AP lebih panjang dari CP, meski dua2nya bertitik pusat yang sama…

        Nah kalau kita berbicara dua titik; bahasannya begini;

        duatitik
        dua titik P1 dan P2 akan berada pada jarak terdekat pada garis lurus yang dibentuknya, tetapi
        perpotongan P1A dan P2A juga akan membentuk sebuah titik yaitu A, dimana jaraknya lebih pendek dari P1P2, dan itu juga garis lurus.

        di sini kita tidak berbicara titik pusat, dimensinya sudah berbeda,..
        tetapi saudara hari ini mencampur baur semuanya..meski maksud yang sedang ia inginkan mungkin adalah seperti yang saudara simpulkan..

        tetapi kesimpulan dengan analogi menjadi tidak nyambung, kasar, asal2an…

  4. Ikutan ya,

    Blog ini dimulai dengan nama Ibrani (Hebrew atau Heber), mengapa tidak bahas apa bahasa Ibraninya lurus??

    Pernah baca nama Imam Melkisedek?

    Pernah dengan istilah Sedekah?

    Nah, dalam bahasa Ibrani kata “lurus” berarti juga “adil” dan “benar”, jadi kata lurus, adil dan benar adalah satu kata “tzedekh”

    Melkisedek artinya Raja Ke ‘adil dan benar” an

    Sedekah: melakukan kebenaran, waw,

    Ada ayat “carilah dahulu kerajaan Elohim dan kebenarannya. Ini bahasa ibraninya gimana ya??

    Ada respon??

    • @Pangasean,

      terimakasih atas sarannya,…
      Ayat yang saudara maksud adalah Matius 6:33
      ‘ak be’koshu ri’shona malkut elohim vetsd’kato ve kol-hakepatsim

      vets’kato: dan kebenarannya
      Yesus adalah kebenaran… Karena Ia melakukan kehendak Bapa,
      kebenaran berartu melakukan kehendak Bapa, itulah Jalan Lurus itu…

      Salam

  5. parhobass …
    Yesus itu TUHAN
    Yesus itu KEBENARAN … Karena Ia melakukan kehendak Bapa,
    kebenaran berartu melakukan kehendak Bapa, itulah Jalan Lurus itu…

    Yesus yang TUHAN masih melakukan KEHENDAK Bapa ?
    Padahal Yesus, Allah Bapa dan Roh Kudus itu TUHAN yang SATU ?
    Bagaimana menjelaskannya ya ?

    Karena Yesus masih melakukan KEHENDAK Bapa, maka apakah TRINITAS itu masih bisa di sebut dengan TUHAN yang SATU ABSOLUT ?

    • Saudara Hari;
      TUHAN yang diajarkan ALKITAB dijelaskan dalam Theisme
      TUHAN yang saudara anjurkan adalah dalam Deisme
      Jadi tidak akan pernah saudada dan saya bisa satu.

      Jika saudara bisa membedakan Theisme dan Deisme, maka akan semakin jelas cara pandang saudara.
      TRINITAS dengan segala misteri-NYA mengutus Pribadi Firman, ANAK ALLAH menjadi manusia, dalam keadaan manusia NamaNYA disebut YESUS.
      Dalam keadaan manusia itulah DIA Melakukan semua KEHENDAK ALLAH karena meski dalam keadaan manusia bagaimanapun KEHENDAK KE-ESA-AN ALLAH itu tidak lepas sama sekali dari DIA, makanya.. berlaku silogisme..

      TUHAN adalah KEBENARAN.
      KEBENARAN karena semata-mata selalu BER-KEBENARAN
      YESUS adalah Pribadi TUHAN
      MAKA YESUS adalah KEBENARAN karena KEHENDA-NYA pasti semata-mata selalu BER-KEBENARAN

      YESUS tidak selamanya dalam keadaan manusia.

      Salam

  6. Saudara Parhobass …
    Anda, saya dan semua manusia yang lain kalau di lihat dari GENETIKA, GENOME maupun DNA -nya adalah GENETIKA, GENOME maupun DNA-nya MANUSIA bukan selain MANUSIA, artinya kita itu SATU yaitu MANUSIA.

    Tapi saat berbicara soal TUHAN Yang MENCIPTAKAN manusia ternyata SALING TABRAKAN. Kalau SEMUAnya BENAR ? Itu TIDAK MUNGKIN, tentunya ada yang BENAR diantara yang BANYAK itu.

    Bicara soal TUHAN, bicara tentang 2 hal, yaitu bicara soal EKSISTENSINYA (KEBERADAANNYA) dan PROFILENYA secara sekaligus. Ada yang PERCAYA akan EKSISTENSI TUHAN disebutnya ber IMAN tapi ada juga yang TIDAK PERCAYA akan EKSISTENSI TUHAN disebutnya ATHEIS; Di sini semua yang mempercayai akan eksistensi TUHAN SAMA; Tapi saat bicara PROFILENYA ? Ada PERBEDAAN yang MENDASAR … Dan PERBEDAAN inilah yang MENGARAH kepada KEBENARAN sebagai KEBENARAN bukannya KEBENARAN karena DOGMA atau karena DOGMA seperti itulah dianggap sebagai suatu KEBENARAN ?

    Sampai mengarah KEBENARAN sebagai KEBENARAN ? Maka harus ada PENJELASAN MEYAKINKAN atas hal itu ? Apapun juga (OBYEK) –terkecuali TUHAN yang ABSOLUT—akan terkena atau terkait dengan 3 (tiga) hal ini, yaitu :
    1. Soal WAKTU (TIME), selalu saja ada AWALnya dan AKHIRnya
    2. Soal RUANG (SPACE), di mana obyek itu menempati suatu RUANG, dengan demikian OBYEK itu merupakan suatu STRKTUR tertentu yang tentunya karena berupa STRUKTUR, maka memiliki 3 hal sekaligus yaitu :
    a. Desain tertentu
    b. Komposisi tertentu
    c. Fungsi tertentu

    3. Soal ISI (Content) yang built in pada obyek itu termasuk soal ke BISAANnya yang SPESIFIK yang TIDAK LUMRAH sebagai suatu obyek.
    Dari 3 point di atas yaitu point (1), (2) dan (3), apapun itu, suatu OBYEK hanya melakukan sebagian saja dari 3 hal di atas bahkan HANYA sebagian kecilnya saja, tapi kalau TUHAN yang ABSOLUT melampaui ke 3 hal tsb ?
    Soal WAKTU ?
    Apakah TUHAN ber AWAL ? TIDAK;
    Apakah TUHAN ber AKHIR ? TIDAK

    Soal RUANG ? Bukankah TUHAN yang ABSOLUT itu bisa MENGETAHUI secara DETAIL, TELITI dan AKURAT baik itu MIKRO KOSMOS (seperti partikel elementer yang lebih kecil dari MESON, LEPTON dan sejenisnya) maupun MAKRO KOSMOS (Universe atau Multiverse) ? Karena bukankah DIA yang MENCIPTAKAN itu semua ?

    Soal ISI, bukankah TUHAN yang ABSOLUT bisa MENYATAKAN :
    1. KUN FAYA KUN –Jadi … Maka jadilah itu –
    2. Apa yang akan TERJADI KEMUDIAN … Sudah TERTULIS sebelumnya ?
    Itulah BUKTI ke MAHAAN dan ke ESAANNYA ?
    Itulah TUHAN yang sebenarnya … Di mana Indera dan PIKIRAN TIDAK BISA MENJANGKAUNYA ? Tapi manusia BISA MERASAKAN EKSISTENSI dan KEHADIRANNYA dan TUHAN itu MEMPERKENALKAN DIRINYA dengan nama Allah.
    Allah yang mengetahui apapun, bagaimanapun, kapanpun, dimanapun dan mengapanya suatu obyek itu terjadi atau adanya dan ujung akhir dari obyek itu ? MENOLAK dengan TEGAS, JELAS dan GAMBLANG akan PENYAMAAN atau PENYETARAAN DIRINYA dengan OBYEK yang adalah CIPTAANNYA. Hal ini dijelaskan dalam KITAB yang TIDAK PERNAH BERUBAH, kapanpun, dimanapun sesuai bahasa PENUTUR AWALnya yang disampaikan oleh NABI MUHAMMAD SAW yang dimenangkan oleh Allah dalam pertarungannya dengan KAUM atau KELOMPOK yang ingin MEMADAMKAN ke MURNIAN TAUHID kepada Allah yang ESA dan yang MAHA.

    Dalam kesejarahan ke NABI an … Hanya Nabi MUHAMMAD SAW yang dimenangkan Allah atas kaum MUSYRIK dan KAFIR sekaligus dapat membentuk masyarakat MUSLIM yang COMMITED atas AGAMA ISLAMnya dan juga menyebarkan ke TAUHID an akan ALLAH yang ESA dan yang MAHA ke segala penjuru dunia dengan CEPAT.

    Nabi NUH, HUD, SALEH, LUTH, MUSA dsb … Diselamatkan Allah dengan MEMISAHKAN yang ber IMAN dan yang INGKAR dan ADZAB Allah menimpa kaum yang INGKAR sehingga yang INGKAR MUSNAH … Itu FAKTA … Nabi MUHAMMAD SAW menundukkan MEKAH yang di huni kaum yang memusuhinya bahkan sampai membuat Nabi MUHAMMAD SAW HARUS ber HIJRAH ke MEDINAH tanpa pertumpahan darah. Suatu akhir KEMENANGAN yang AGUNG dengan cara menundukkan LAWAN tanpa melalui PERTUMPAHAN DARAH …

    Allah SWT sebagai PENCIPTA yang AGUNG yang MENCIPTAKAN MIKRO KOSMOS (Meson, Lepton, Quark, Baryon, Proton, Elektron, Neutron dsb) maupun MAKRO KOSMOS (Universe; Multiverse) ? MENOLAK DIRINYA disetarakan dengan OBYEK yang diberi label TUHAN ? Dengan demikian apabila ada OBYEK yang ter INDERA diberi label TUHAN ? Maka TUHAN sang PENCIPTA akan menyingkap bahwa OBYEK itu adalah OBYEK dan TUHAN adalah TUHAN yang mana TUHAN itu adalah Allah yang ESA, yang MAHA dan yang ABSOLUT.

    Itulah TUJUAN yang BENAR yaitu ke TUHAN yang BENAR yang TIDAK ter INDERA karena yang RELATIF TIDAK BISA MENJANGKAU ke yang ABSOLUT … Jadi kalau ada OBYEK yang ter INDERA kemudian di LABEL sebagai TUHAN ? Maka itu BUKAN TUHAN. Dengan demikian yang BUKAN TUHAN dan MENGAKU atau di AKU sebagai TUHAN ? Itu BUKAN KEBENARAN yang artinya suatu KESALAHAN.

    • @Hari

      ….se-untai doa sang ibu tua..

      “Ya Allah, dengarkanlah doaku”,…

      “dengar” adalah kata yang disematkan berbau anthropologis (ke-manusia-an).
      Meski bersifat ke-manusia-an, bukan berarti Allah, tujuan doa sang ibu adalah manusia meski dikatakan mampu men-dengar.

      Jadi TUHAN mendengar bukan berarti DIA bertelinga seperti manusia
      Jadi TUHAN berbicara bukan berarti DIA bermulut seperti manusia
      d.l.l,.
      Tetapi apa yang mendasari bahasa-bahasa berbau anthropologis itu disematkan kepada DIA yang menciptakan semuanya itu?
      Karena manusia ada image dari ALLAH yang ESA,..
      ada gambaran ALLAH pada manusia yang membedakan manusia dari ciptaan lain.

      Manusia tidak menjadi TUHAN
      tetapi TUHAN mampu menjadi manusia.
      Pribadi TUHAN YANG Esa, Firman ALLAH, pernah menjadi manusia, dinamai YESUS.
      Karena DIA pernah menjadi manusia bukan berarti TUHAN tidak esa lagi,…
      Karena TUHAN berkarakter maka selalu ditekankan bahwa meski karakter itu berbeda-beda, Oknumnya tetap SATU, tetap ESA.

      Bicara TUHAN, bicara karakterNYA.
      Karakter inilah yang membedakan Theisme dengan Deisme
      Muhammad dengan ajarannya ada indikasi kuat menganut Deisme.
      Alkitab penuh ajaran Theisme.

      Salam

      • Terima kasih fanya. Best regards too.

  7. Manusia tidak menjadi TUHAN
    tetapi TUHAN mampu menjadi manusia.
    Pribadi TUHAN YANG Esa, Firman ALLAH, pernah menjadi manusia, dinamai YESUS.
    Karena DIA pernah menjadi manusia bukan berarti TUHAN tidak esa lagi,…
    Karena TUHAN berkarakter maka selalu ditekankan bahwa meski karakter itu berbeda-beda, Oknumnya tetap SATU, tetap ESA.

    Pernyataan di atas bahwa :
    Manusia tidak menjadi TUHAN
    tetapi TUHAN mampu menjadi manusia.
    Pribadi TUHAN YANG Esa, Firman ALLAH, pernah menjadi manusia, dinamai YESUS.
    Karena DIA pernah menjadi manusia bukan berarti TUHAN tidak esa lagi,…
    Karena TUHAN berkarakter maka selalu ditekankan bahwa meski karakter itu berbeda-beda, Oknumnya tetap SATU, tetap ESA.
    Dibantah oleh Al QUR,AN bahwa Allah itu ESA dan TIDAK ADA yang SAMA dengan DIRINYA apalagi Allah pernah menjadi MANUSIA ?

    Dari sisi WAKTU, Al QUR’AN itu datang ratusan tahun setelah pernyataan di atas. PERNYATAAN Al QUR’AN ini MEMBANTAH akan EKSISTENSI TUHAN yang jadi manusia sebagai sesuatu yang BATIL alias SALAH BESAR. Persoalannya adalah, kenapa YESUS atau Allah yang jadi manusia itu TIDAK MEMBANTAH pernyataan Al QUR’AN ini ? Dengan memberikan kepada pengikutnya PERNYATAAN PERNYATAAN akan EKSISTENSInya yang dikaitkan dengan KESEMESTAAN ?

    Sedangkan KESEMESTAAN itu sendiri mengarah kepada KESATUAN TUNGGAL yang TIDAK TERKOTAK KOTAK ? Yang biasa di sebut GRAND UNIFIED THEORY ? Yang ini tentunya MENGARAH kepada PENCIPTA yang TUNGGAL yaitu Allah SWT ?

    Soal BEDA pengertian THEISME dan DEISME, apakah berangkat dari REALITAS ? Sedangkan REALITASnya itu sendiri ada yang menyatakan bahwa TUHAN pernah jadi manusia dan ada yang menyatakan dengan TEGAS MENOLAK bahwa TUHAN PERNAH jadi manusia. Ini bukan soal YAKIN tapi soal REALITAS yaitu soal BENAR atau SALAH karena menyatakan sesuatu yang SAMA secara ANTAGONISTIS.

    KESEMESTAAN sebagai sesuatu yang terINDERA mengarah ke PENCIPTAAN ke KETUNGGALAN ? Dan ini dinyatakan Al QUR’AN berulang kali, tapi kenapa ada yang selalu bilang tentang ke KETUNGGALAN tapi KETUNGGALANnya itu TIDAK PERNAH ABSOLUT ? Masih tapi …

    Sebenarnya Allah SWT yang ESA telah memberitahukan di awal yaitu ketika masih di dunia bahwa Allah SWT itu ESA … TUNGGAL. TUNGGALNYA ABSOLUT. 1 ya 1. Juga mengingatkan akan adanya AKHIRAT yang sebelumnya di dahului dengan KIAMAT kemudian KEBANGKITAN.

    KIAMAT dan KEBANGKITAN adalah karena SUARA. Persoalannya adalah SUARA seperti apakah yang bisa MENYEBABKAN KIAMAT dan KEBANGKITAN ? Padahal dari sejumlah FAKTA, manusia tahu bahwa di matahari yang ber jarak sekitar 150 juta km dari bumi, sering terjadi LEDAKAN LEDAKAN BESAR yang flarenya saja tingginya bisa 3 kali bumi, tapi kenapa SUARA LEDAKAN di matahari tersebut TIDAK SAMPAI ke bumi ? Pengaruhnya saja yang sampai ke bumi bisa berupa sinar cosmis atau panas yang lebih. Tapi suaranya tidak.

    Sedangkan KIAMAT itu bisa MENGGUNCANG SEMESTA … Maka SUARA yang ditimbulkannyapun JAUH JAUH JAUH LEBIH HEBAT dari LEDAKAN MATAHARI.

    KEBANGKITAN pun juga karena SUARA dan SUARA seperti apakah yang BISA MEMBANGKITKAN RUH untuk berSENYAWA kembali dengan partikel partikel BARU yang akhirnya membentuk WUJUD BARU bagi PENERIMAAN lingkungan baru, baik yang akan ke SURGA atau bahkan ke NERAKA ?

    Saat KEBANGKITAN terjadi, maka persoalan YAKIN seseorang ini lah yang mengarahkan dirinya ke yang diyakininya ? Kalau YAKINnya seseorang ke Allah SWT yang ESANYA ABSOLUT maka ke sana lah seseorang mengarah untuk MEMOHON PERLINDUNGAN dan PERTOLONGAN. Demikian juga dengan YAKINnya seseorang ke bukan ke ALLAH yang ABSOLUT, maka ke sana lah mereka semuanya mengarah ? Maka mereka akan menjumpai KEKOSONGAN yang di tuju karena di saat itu, KEKUASAAN HANYA MILIK Allah SWT yang ESANYA ABSOLUT.

    Sebagai gambaran jauh lebih kecil adalah terjadinya gunung meletus yang menyebabkan gempa bumi pada 9,9 skala Richter, karena begitu besarnya LETUSAN gunung tersebut maka manusianya KOCAR KACIR menyelamatkan diri masing masing, Siapa yang di sebut di saat terjadinya hal itu ? Allah SWT … TUHAN yang ESA … Ini FAKTA.

    Sedangkan soal KIAMAT dan KEBANGKITAN, maka HILANGlah semua yang diyakini seseorang saat di dunia yang BUKAN kepada Allah SWT. Mereka semua YAKIN akan Allah SWT yang ESANYA ABSOLUT karena HANYA Allah SWT saja yang bisa memberikan PERLINDUNGAN dan PERTOLONGAN di 2 saat yang TERAMAT AMAT SANGAT SULIT itu yaitu KIAMAT dan KEBANGKITAN

    Sedangkan NERAKA itu hal yang begitu LUAR BIASAnya …
    – NERAKA itu SEMPIT
    – NERAKA itu MEMANGGIL MANGGIL yang ber DOSA
    – NERAKA itu bahan bakarnya MANUSIA dan BATU

    Bukankah BLACK HOLE itu sesuai dengan ciri ciri tersebut ?
    SEMPIT … Karena MEDAN GRAVITASInya yang begitu BESARnya sehingga MASSA suatu benda menjadi termampatkan dengan berat yang LUAR BIASA, sehingga OBYEK menjadi begitu sangat kecilnya …

    NERAKA itu MEMANGGIL MANGGIL ? Bukankah GRAVITASI itu MENARIK sesuatu benda ? Bukankah Black Hole itu karena sedemikian besarnya GRAVITASI yang dimilikinya, CAHAYApun tidak bisa LEPAS dari TARIKAN GRAVITASInya

    NERAKA itu bahan bakarnya manusia dan batu ? Bukankah dengan GRAVITASI yang begitu besarnya, ruang itu menjadi MAMPAT atau MENGECIL ? Dengan demikian, manusia dengan WJUD BARU agar sesuai dengan LINGKUNGAN NERAKA menjadi sekeras batu yang begitu PADATnya ? Bukankah golongan Aktinida dan Lantanida dalam tabel berkala Mendeleyev adalah seperti batu ? Karena begitu MAMPATnya ?

    Sampai sekarangpun BLACK HOLE belum terDETEKSI dengan baik, karena alat pen DETEKSI manusia yaitu SINAR, TIDAK berMANFAAT dihadapan BLACK HOLE karena SINAR itu sendiripun TERSEDOT. Jadi bagaimana manusia menjelaskan ?

    Itulah gambaran tentang AKHIRAT bagi yang mau memikirkan. Demikian juga dengan SURGA ? Bukankah SURGA itu kejadiannya INSTANT ? Bukankah yang INSTANT itu gravitasinya mendekati NOL ? PERUBAHAN PERUBAHAN yang terjadi dengan CEPAT tetap saja manusia yang MASUK SURGA dapat menangkap perubahan itu ? Bukankah buah buahan TERHIDANG di depan kita langsung dari pohonnya ? Dengan demikian kita bisa memetiknya dengan MUDAH seMUDAH MUDAHnya ? Karena diri seseorang menjadi GRAVITASI bagi ENVIRONMENT ? Semua DIMUDAHKAN … Bukankah ini KEMENANGAN yang AGUNG ?

    Bukankah SURGA dan NERAKA itu adalah JANJI Allah SWT yang ESA ABSOLUT dan bagi siapapun yang TIDAK MEMPERCAYAI akan Allah SWT yang ESANYA ABSOLUT bagaimana bisa mendapatkan SURGA yang begitu AGUNG ? Mereka sendiri TIDAK MEMPERCAYAI akan ALLAH yang ESA ABSOLUT tersebut ? Padahal sudah diberitahukan bahwa JANGAN sekali kali PERCAYA kepada TUHAN yang lain selain ALLAH yang ESANYA ABSOLUT ? Yang MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA dan juga SURGA dan NERAKA

    BENARnya YAKIN atau IMAN inilah yang menjadi DASAR bagi rentetan peristiwa lainnya, berikutnya adalah soal AMALAN (KINERJA) yang BENAR sekaligus BESAR

    • Karena prinsip penulisan Kitab Suci bukan sebagai bantah membantah, tidak seperti al quran yg konon untuk membantah apa yg sdh tertulis di Alkitab. Prinsipnya adalah untuk menguatkan, memperjelas dan mengkonfirmasi apa yang sudah dituliskan sebelumnya. Jadi Allah tidak perlu dan tidak akan membantah apa yang sudah Ia tetapkan sebelumnya, hanya iblis yang ingin membantah firman Tuhan.
      Hati-hati dengan kosa kata Allah Absolut, sebab bisa-bisa saudara terjerambab dalam ideologi budha.
      Selebihnya argument saudara absurd.
      Salam

  8. @Mas Hari,
    U R marvelous. Tq so much.
    Best regards

    • Terima kasih fanya.

  9. Saudaraku Parhobass …

    Dalam Yohanes 17:3

    Inilah hidup yg kekal itu,
    yaitu bw mereka mengenal Engkau,
    satu-satunya Allah yg benar,
    dan mengenal Yesus Kristus yg telah Engkau utus.

    Coba ya di lihat … 17 x 3 = 51. Apa artinya ?

    Di Al Qur’an di surat Ali Imran ayat 51 (S. 3 ayat 51), Isa menyatakan bahwa :
    Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yg lurus.

    Di surat Maryam ayat 36 — S. 19 ayat 36–, Isa juga menyatakan bahwa …
    Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

    Coba kita kait kaitkan …
    Di Alkitab
    Yohanes … 17

    Di Al Qur’an,
    S 3 ayat 51, Kalau 51 : 3 = 17
    S 19 ayat 36, kalau 36 – 19 = 17

    17 itu mengandung arti …
    17 Agustus 1945 Proklamasi RI
    17 Ramadhan adalah Nuzulul Quran (Turunnya Al Quran)
    17 adalah jumlah rakaat pada shalat 5 waktu yaitu bentuk RITUAL PENYEMBAHAN Allah yang ESA.

    Apakah ini KEBETULAN ? Jelas tidak karena semua telah tertulis di Lauhul Mahfudz.

  10. Saudaraku Parhobass …

    Dalam Yohanes 17 : 3
    Inilah hidup yg kekal itu,
    yaitu bw mereka mengenal Engkau,
    satu-satunya Allah yg benar,
    dan mengenal Yesus Kristus yg telah Engkau utus.

    Coba ya di lihat … 17 x 3 = 51. Apa artinya ?

    Di Al Qur’an di surat Ali Imran ayat 51 (S. 3 ayat 51), Isa menyatakan bahwa :
    Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yg lurus.

    Di surat Maryam ayat 36 — S. 19 ayat 36–, Isa juga menyatakan bahwa …
    Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

    Coba kita kait kaitkan …
    Di Alkitab
    Yohanes … 17

    Di Al Qur’an,
    S 3 ayat 51, Kalau 51 : 3 = 17
    S 19 ayat 36, kalau 36 – 19 = 17

    17 itu mengandung arti …
    17 Agustus 1945 Proklamasi RI
    17 Ramadhan adalah Nuzulul Quran (Turunnya Al Quran)
    17 adalah jumlah rakaat pada shalat 5 waktu.

    Apakah ini KEBETULAN ? Jelas tidak karena semua telah tertulis di Lauhul Mahfudz.

    • coba mas tangan kiri dan kanannya dinaikkan 90 derajat sehingga lurus ke bahu….

      apa yang terbentuk? yaitu SALIB
      apa itu suatu kebetulan?

      • Juga salib itu ber simbol + (plus) yang artinya MENAMBAH. Bukankah bilangan apapun bila ditambah dgn yg ber NILAI akan menghilangkan ORIGINALITAS dan OTENTISITASnya ? Yaitu kehilangan keALSLIannya ? Terkecuali penambahan dgn 0 (nol) maka tidak ada kehilangan ORIGINALITAS dan OTENTISITAS yg ada, karena 0 (nol) bukanlah dianggap sebagai penambahan. Ini juga FAKTA bukan ?

        Misal,
        1 + 1 = 2 … 1 yg awal HILANG diganti dgn 2
        1 + 2 = 3 … 1 yg awal HILANG diganti dgn 3
        Demikian seterusnya
        Sedangkan
        1 + 0 = 1 … 1 yg awal TETAP yaitu TETAP 1
        Demikian seterusnya …

        Apakah ini juga bukan suatu ARGUMENTASI ? Sebagaimana KASUS tangan KI KA dinaikan 90 derajat dari bahu yg membentuk SALIB ?

        Al Quran menunjukkan bahwa dari 2 ayat yg disampaikan tsb yg dikaitkan dgn salah satu ayat yg ada di Injil terjadilah KESAMAAN yaitu KESAMAAN dlm hal ke ESA an TUHAN yaitu Allah SWT

        Formula yg dipakai,
        S. 3 ayat 51 … 51 : 3 = 17
        S, 19 ayat 36 … 36 – 19 = 17

        Inilah namanya PENGUNGKAPAN FAKTA yg TERSIRAT …

      • Bung hari coba telusuri.. sejak kpan dan siapa yg menomori surah surah itu, trims

        Coba 1+1 dalam basis 2 bro berapa?

  11. Penomoran surat dan ayat, terjadinya bisa saja belakangan karena bilangan ber basis 10 ditemukannya belakangan bukan ? Dengan merujuk ke angka Romawi dimana simbol angka angkanya malahan tidak ber basis 10 ?

    Meskipun saat itu penomorannya belum ada tapi karena berdasarkan pada urutan urutannya maka surat ini yg pertama, sehabis itu surat itu, Setelah itu surat ini dst dst sampai yg terakhir adalah Surat An Naas. Demikian juga dengan urut urutan ayat ayatnya …

    Setelah penomoran sudah ada maka surat dan ayat ayatnya pun dilakukan penomoran dengan tanpa mengubah TEKS yg ada sehingga tetap ORISINIL. Ternyata dengan penomoran tsb TERKUAK lah hal baru berkaitan dgn sesuatu yg TERSEMBUNYI yg belum di singkap.

    Ambil contoh
    Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab yg memiliki simbol huruf dan angka
    Huruf pertamanya adalah ALIF, simbolnya adalah I
    Angka 1 simbolnya juga 1
    Di sinilah terjadinya SATUnya simbol huruf dan angka pada huruf pertama dan angka 1

    Kita tahu bahwa dgn kesamaan huruf dan angka ini menandakan simbolisasi bagi soal keilmuan.

    Kedua,
    Wahyu pertama adalah Iqro’ yg artinya BACALAH yg terdapat pada Surat Al Alaq yaitu Surat 96
    Kitab Suci Umat Islam namanya Al Qur’an yg artinya BACAAN
    Terjadi RELASI bukan ? Ada perintah BACALAH … Disediakan BACAANnya yaitu Al Qur’an. Ada KORELASI tidak ? Ada kan ?

    Ketiga,
    Surat di Al Quran itu sebanyak 114 surat, dari yg pertama, Surat Al Fatihah (Surat 1) sampai dengan Surat An Naas (Surat 114)

    Kalau …
    1 + 114 = 115
    2 + 113 = 115
    3 + 112 = 115
    Dst sampai dengan
    57 + 58 = 115

    115 itu kan hasil kali antara 5 dengan 23
    115 = 5 x 23

    Tahukah bahwa …
    5 dalam urutan surat di Al Qur’an adalah Surat Al Maidah. Yg arti Al Maidah itu sendiri adalah HIDANGAN.

    Sedangkan 23, dalam urutan surat di Al Qur’an adalah Surat Al Mu’minun. Yg arti Al Mu’minun itu sendiri adalah orang ber IMAN

    Jadi … Perintah BACALAH dengan disediakannya BACAANnya berupa Al Quran, dimana Al Quran ini bisa dianggap sebagai HIDANGAN sehingga memakannya dalam arti MEMBACAnya sesering mungkin dengan memahami pemaknaannya akan menjadikan seseorang menjadi Mukminun dan bukankah dengan kategori MUKMINUN ini, seseorang bisa masuk SURGA ?

    57 sendiri merupakan hasil kali 3 x 19
    Di Al Quran, 3 itu adalah nomor surat Ali Imran yg artinya Keluarga Imran
    Sedangkan 19 adalah Surat Maryam

    Antara surat 3 dan surat 19 terkait bukan ? Dimana …
    3 adalah nomor surat Ali Imran (Keluarga Imran), dan
    19 adalah nomor surat Maryam. Bukankah Maryam ini adalah anak Imran ? Ter KORELASI bukan ?

    Itulah angka angka yg ter KORELASI. Bagaimana mungkin itu terjadi kalau bukan dari YANG MAHA yaitu Allah SWT ?

    Sedangkan mengenai 1 + 1 dgn ber basis 2 maka hasilnya adalah 10, dan 10 ini tidak bisa disebut sepuluh karena merupakan bilangan binary, sehingga penyebutannya tetap saja satu nol atau dua.

    Itulah salah satu RAHASIA dibalik penomoran surat yg ada dan RAHASIA RAHASIA lainnya bisa diungkap melalui angka angka penomoran ini.

  12. @Om Parhobass @Mas Hari,
    diskusi yg luar biasa…….
    I really enjoy it.

    Salam
    fanya

  13. Fanya baru nongol lagi nich …
    Siiippp lah …

    • xixixi….hujan juga baru nongol kalo ada mendung mas….

  14. He He He … Mantab juga pengibaratannya …
    Thanks Fanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: