Dimanfaatkan

Agustus 19, 2009 pukul 11:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Diskusi si Iblis dengan Hawa adalah diskusi roniah yang pertama.
Kalau bisa dikatakan diskusi.
Sedemikian juga banyak diskusi yang sama sampai sekarang ini, tentu masih di dalam kolom rohaniah.
Dua oknum itu mengetahui akan suatu hal yang sama, tetapi yang satu memiliki maksud yang lain, sementara yang satunya lagi memiliki kemauan tertentu.

Dua oknum yang terpisah dengan maksud tunggal akan memberikan penjelasan yang sangat bias.
Katakanlah,”Jangan makan buah yang di tengah taman itu, nanti kamu mati”
Maksud tunggal jelas, jangan ini maka itu, sebutlah demikian.
Oknum yang satu ingin mempertegas rasa, penasaran, dari memakan buah itu.
Oknum yang satu lagi memelintir dari maksud jangan ini maka itu.

Lihatlah… bukankah dua oknum ini mendapat hukuman?
Mereka sama-sama mendapat hukuman dari dua cara yang mereka sajikan dalam menagih arti hukum.

So…bagaimana dengan kita?
apakah kita berdiskusi rohaniah sudah mengerti maksud tunggal?
apakah kita sebegitu dekat dengan yang Tunggal itu?
apakah kita menjelaskan agama atau rohaniah lain dari Buku Suci orang lain, sementara kita mengimani Tuhan yang berbeda?
Sedangkan satu kitab saja kita bisa berpisah sejauh langit dari bumi, devosi, doktrin dan lain sebagainya.

Mari kita bereskan hubungan kita dengan TUHAN, sebab DIA-lah sumber.
Jikalau kita jauh, meskipun banyak bahan bertebaran secara bebas, kita hanya akan menjadi penyalur berita saja.
Dan seperti oknum Iblis tadi, dia hanya menyalurkan berita, dia berada di luar perintah, dan dia menganggap dirinya layak menjelaskan lebih lanjut dari hukum yang sudah jelas.
Di dalam beritanya dia menambahi hukum itu, dia memperjelas maksudnya, setelah itu dia mengajak.
Sedikit agak mirip memang dengan yang TUHAN beritakan, DIA memberi hukum, memperjelas maksudnya lalu mengajak manusia supaya patuh.
Tetapi dari maksudnya, dari akhirnya kita melihat ujung yang berbeda.
Si Iblis memberitakan untuk mencari teman, teman untuk dimusnahkan.

Hukum yang sama dimanfaatkan. Dan memang demikianlah adanya, sebab kita mengenal TUHAN yang ESA, TUHAN dari segala Tuhan, ALLAH dari segala Allah. DIA adalah TUAN, maka hukumNYA pastilah diberikan, dan dapat ditemukan dimana saja. Bumi dan langit beserta isinya menceritakan kebesaranNYA.
Dan dari ujungnyalah, dari apa yang dilakukanlah kita dapat melihat siapa yang dekat dan diam di dalam TUHAN.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: