Hidup bersama setan

Agustus 13, 2009 pukul 11:17 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Kelakuan yang menjurus ke klaim suci dan kudus sangatlah luar biasa.
Penegasan yang benar sekali, bahwa di luar yang kudus dan yang suci adalah negasi dari kudus dan negasi dari suci. Tentu itu adalah setan.
Setan harus dibumihanguskan, setan harus dibasmi, setan harus disikat.
Siapapun sepakat bukan?

….

Di bus kota, seorang yang suci duduk di bangku tengah. Penumpang lain duduk tenang di sebelahnya.
Dan karena dari perawakan dan tabiatnya ternyata bisa mengenal bahwa teman sebangkunya tadi tidak sama dalam hal suci dan kudus. Sekali lagi dia telah duduk sebangku dengan setan.

….

Terlebih, seorang tua renta di beri makan, dipelihara oleh orang-orang di gedung sebelah sana. Kaum papa yang disayang dan dituakan.
Karena mereka ini tidak se suci saya, tidak se kudus saya, maka mereka adalah…
Ya setan, mereka setan semua.

diulang lagi
Tidak ada orang yang bisa hidup berdampingan dengan setan, jadi dicanangkanlah pembunuhan.
Karena di luar saya tidak suci dan tidak kudus, maka seluruh dunia harus dikuduskan, harus disucikan.
Semua setan-setan harus dibasmi, harus disikat…. itulah baru dunia yang suci, dunia yang adil, dunia yang dipenuhi oleh keberkatan.

…..TIDAK ADA SATUPUN YANG SUCI….HANYA TUHAN SAJA….
setan tidak percaya firman ini, mereka gerah dengan firman ini.
Sehingga yang mengklaim dirinya suci, dirinya kudus, adalah Iblis yang selalu, bahkan sedari awalnya, ingin menyamai Yang Maha Tinggi.
Dan karena hanya TUHAN-lah Hakim, oknum inipun menempatkan diri sebagai hakim untuk membasmi yang negasi kudus dan negasi suci tadi.
Semua karena setan tidak mengenal salib, vertikal mengasihi TUHAN, horizontal mengasihi sesama.
Sekalipun mereka mengenalnya salib mereka berduri dan beracun. Dan malang sekali orang-orang, sahabat-sahabat yang sama tidak suci dan sama tidak kudusnya dapat dipercaya oleh Setan, musuh yang sebenarnya.

Sahabat yang dapat diperdaya oleh si Jahat ini, hanya menjadikan kita setan di sebelahnya. Ya.., ia hidup bersama setan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: