Diburu

Agustus 10, 2009 pukul 8:31 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Pikiran dan Hati. Keseharian, tindak tanduk bisa saja tersembunyi di antara ke dua harta ini.
Ketika bekerja sehari-hari, orang di sekitar bisa saja kita hina di dalam hati, walau bibir senyum menggelitiknya dalam hangat.
Bahkan pikiran bisa berkata-kata didalamnya, sambil menghina semua yang kelihatan dari lawan bicara, masih bisa kita menyeringai bahagia.

Ketika kesendirian itu datang, kepada siapakah kita bisa menyeringai? kepada siapakah kita bisa bercanda bahagia?, diburu oleh kepahitan, dikejar oleh kekudusan.

Terkadang dikala bernazar, berjanji, untuk sesuatu perubahan, berilah waktu rehat, maka janji itu akan diolah oleh pikiran untuk sebuah pembenaran.
Jadi usahakanlah jangan memberi tenggat untuk sebuah janji, untuk sebuah nazar, lihatlah pembangkangan akan terus terlahir, pikiranlah yang diserang oleh pembenaran-pembenaran selanjutnya. Jikalaupun rehat itu tidak bisa dihindarkan, nazarmu akan memburu engkau, maka kuatlah dalam integritas.

Untuk sebuah kesalahan yang disimpan rapi di dalam hati, di dalam pikiran, itu akan memburu roh kita.
Maka dengarkanlah suara roh itu, jangan keraskan hatimu.
Simpanan yang bagus dan tertutup rapat itu, paling tidak menurut kita, adalah pintu terbuka bagi iblis untuk masuk dan merusak semua isinya, memporak-porandakan dengan seksama. Swindoll mengatakannya potensi untuk pribadi ganda.

Diburu demi kebaikanmu adalah lebih baik daripada diburu oleh kematianmu, walau keduanya sangat tidak mengenakkan. Tetapi dari maksudnyalah semuanya dibedakan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: