Fanatisme

Agustus 3, 2009 pukul 2:25 pm | Ditulis dalam Pemikiran | 1 Komentar
Tag: ,

Agak aneh memang, terkadang kita mengklaim suatu kelompok, atau orang tertentu dengan kata: “Fanatik”
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata fanatik diterangkan sebagai berikut:

fa·na·tik
a. teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb): tokoh partai itu berada di tengah-tengah pengikutnya yg –;

Fanatik dalam bidang agama, adakah yang salah?

Kehidupan cenderung memang memberi ruang toleransi kepada kenyataan, dan itu bukan khikmat.
Seorang harus menyeberang di jalan yang bukan untuk menyeberang, tetapi dengan alasan lebih praktis dia
melewatinya, salah satu contoh saja.

“Bunuhlah yang bukan….”, firman Kitab Suci.
Maka para kafir-kafirpun kita bunuhi.

“Kasihilah musuhmu…”, firman Kitab Suci pula.
maka para bajinganpun kita ampuni selalu.

Geram bukan?

Di luar batas kesabaran kita, khikmat diberikan. Itu harus kita percaya.
Terkadang perasaanlah yang mengatasi segala khikmat, sehingga kekacauan-kekacauan semakin bertambah.
Jikalau kita tidak dipanggil untuk menderita, tidak dipanggil untuk memikul salib, lalu kenapa kita berkata ya kepada perasaan yang berkata: “Balas saja sekarang”, “Bunuh saja sekarang”… dan tidak berkata: “Ampunilah mereka.. sebab mereka tidak mengetahui yang mereka perbuat”. Dan memang pembalasan selalu membuat kita senang, selalu membuat kita bangga, tetapi orang yang sudah mengenal kebenaran akan sangat menderita dibuatnya. Sebab ia akan merasakan penghakiman hati nurani.

Lihatlah, fanatik terhadap keberanan adalah memikul salib, sehingga kita semakin sempurna.
Lihatlah, prakmatisme cenderung menutup pintu hati dari ketukan-ketukan Roh Kebenaran.

Fanatik bukanlah menjadikan kita seperti hidup di dunia lain, tetapi hiduplah di dunia ini agar semakin sempurna.
Hiduplah sebagaimana engkau ada. Jikalau engkau sudah ada di dalam Kristus, maka hiduplah seperti Kristus.

Fanatik bukanlah kata yang tepat buat seorang Kristen, karena kita tidak mengenal kata “terlalu”, tetapi yang benar adalah “memikul salib”.

Dunia tidak mengenal semua itu.

Doa.
Tuhan betapa jauh kami dari kesempurnaan, ampunilah kami.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] https://hakadosh.wordpress.com/2009/08/03/fanatisme/ sebagai pemikiran ok bung […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: