Kasih

Juli 31, 2009 pukul 9:56 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Janji yang satu ini tentunya sudah sangat umum kita dengar.
Jika kamu mendengarkan firmarKu dan tinggal di hatimu, maka mintalah kepada Bapa apa saja yang kamu mau, maka permintaanmu itu akan dipenuhi

Seorang yang beriman sedang sakit parah, dan tentunya setiap yang sakit memerlukan kesembuhan.
Apakah permintaan orang ini akan dijawab ?

Dunia ini penuh dengan penderitaan, dan tak memandang kuantitas, ada saja tentunya seorang beriman memohon penghapusan penderitaan.
Apakah permintaan orang ini akan dijawab ?

Dan banyak permohonan yang lain yang rasanya ingin dijawab dengan segera

Sekarang marilah kita lihat janji di atas:
Jika kamu mendengarkan firmarKu dan tinggal di hatimu,
Firman atau perkataan atau ajaran Yesus menjadi rhema. Semuanya tinggal di dalam hati kita dan kita melakukannya dalam keseharian… (ini yang sulit bisik nurani terdalam, bagian ini nanti akan dibahas di judul “Kritus adalah Kepala”)

Dengan cara apakah Tuhan kita tinggal di dalam kita?
Dengan cara apakah kita satu dengan Dia?
Yaitu bersatu di dalam roh.
Jika roh kita tunduk kepada Roh Kristus, maka dikatakan Kristus menjadi Kepala.
Roh inilah yang membantu kita melihat, menelaah, berhikmat dan berdoa.
Jika kita sudah melihat ajaran atau hikmat dari keadaan kita yang diberi sakit, penderitaan dan ajaran atau hikmat itu belum cukup adanya apakah tubuh kita masih berani meminta kesembuhan?
“Cukuplah kasih karuniaKu kepadamu”, kata Tuhan kepada Paulus.

Karena Kristus yang tinggal di dalam kita itu mengasihi tubuh kita, maka kita diberi pengajaran, dalam bahasa penderitaannya dihajar
Dan karena Kristus mengasihi Tuhan dalam TritunggalNya maka Ia menolong setiap orang yang Ia pilih agar menjadi anggota-anggota yang saling mengasihi juga.
Agar semua roh yang tunduk tadi bersatu dalam Roh Kasih dalam KerajaanNya kelak.
Atau untuk sekarang agar semua roh yang dikepalai oleh Roh Kristus mampu menundukkan tubuhnya, dagingnya, untuk melakukan yang baik, karena Kristus adalah Tuhan, dan Tuhan adalah baik.

Jika roh kita adalah satu, bukankan kita seharusnya saling mengenal?
Saling mengenal di dalam kasih, karena roh itu mengajarkan kasih.

….lawan kita adalah roh-roh di udara …
ini adalah kebenaran, bahwa ada roh-roh yang menggangu kita, yang memutarbalikkan pemikiran, logika, untuk mengiakan akan kekuatan tubuh atas roh…
Maka terlahirlah raja-raja baru, tuhan-tuban baru… yang sering diajak, diketuk mata hatinya agar terbuka kepada Roh Kristus.
Dalam keadaan inilah kita di ambang keluar dari kasih.
Dan penderitaan yang seharusnya menjadi pengajaran, oleh tubuh yang goyah, telah diubah menjadi hukuman.Ia merasa itu adalah hukuman.
Dan orang terhukum selalu meminta segala sesuatu dengan cepat, dan tidak ada kasih di dalamnya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: