Tritunggal

Juli 29, 2009 pukul 3:20 pm | Ditulis dalam Apologet | 23 Komentar
Tag:

Banyak yang menyajikan kedalaman artinya tetapi saya memilih satu pasal penuh yaitu Hakim-hakim 13 saja

Hakim-hakim
13:1 Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.
13:2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”
13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.
13:7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.”
13:8 Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu.”
13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
13:10 Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: “Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku.”
13:11 Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: “Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?” Jawabnya: “Benar!”
13:12 Lalu kata Manoah: “Dan apabila terjadi yang Kaukatakan itu, bagaimanakah nanti cara hidup anak itu dan tingkah lakunya?”
13:13 Jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Perempuan itu harus memelihara diri terhadap semua yang Kukatakan kepadanya.
13:14 Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang Kuperintahkan kepadanya.”
13:15 Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”
13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”
13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.
13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.
13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”
13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

(sumber ayat dari http://www.sabda.org, Copyright LAI)
Mari kita bahas:

13:1 Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.

Pribadi yang beraktifitas di sini adalah TUHAN (ditransliterasikan ADONAI dalam Ibrani).
Dialah yang menciptakan dunia dan segala isinya, yang Awal dan yang Akhir , Alpha dan Omega (Yunani, Wahyu 1:8), Rhison dan Ahharon (Ibrani, Yesaya 48:12), Dialah Penebus Israel (Yesaya 44:6, Yesaya 49:7), IA KUDUS (Mazmur 99:9) dan SUCI (1 Jn 3:3), di dalam Dia tidak ada Dosa (1 Jn 3:5)

13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.

Pribadi yang dominan di sini adalah Malaikat TUHAN.
Berfirman di sini dalam Strong Hebrew menggunakan kata ‘amar.
Presiden tidak berfirman kepada menterinya. Sekjen PBB tidak berfirman kepada anak SD di Jakarta, tetapi hanya Subjek TUHAN yang disebut berfirman.
Maka dituliskan… Malaikat TUHAN berfirman
Tetapi kata yang sama, ‘amar, digunakan ketika Istri Manoah berkata kepada suaminya.
Yang pada akhirnya kitapun harus membedakannya sesuai wacana, Presiden tidak berfirman kepada bawahannya, hanya TUHAN yang berfirman.
Kalau kita bertanya kenapa Malaikat Tuhan ini harus dituliskan dengan ‘amar=berfirman, bukan ‘amar=berkata…untuk sementara kita lanjutkan dulu dengan perkataan istri Manoah di ayat 6 tadi, sesuai pengertiannya bahwa:
Malaikat TUHAN=abdi Allah (rupanya sebagai rupa malaikat Allah)
sehingga menggerakkan hati sang suami untuk….

13:8 Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu.

Tentu sang suami berdoa kepada TUHAN (lihat di atas siapa Pribadi TUHAN), supaya abdi Allah= Malaikat TUHAN (malaikat=utusan=pemberi berita) datang kembali untuk memperjelas “firmanNya” (diquote untuk memperjelas bahwa kata ini masih membutuhkan penjelasan di akhir nanti)

lalu…


13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
13:10 Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: “Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku.”
13:11 Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: “Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?” Jawabnya: “Benar!”

TUHAN mendengar doa Manoah, “orang” itupun datang, Malaikat TUHAN itu datang, abdi Allah itu datang, Utusan itu datang,….

… seterusnya

13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
Apa yang perlu kita kagetkan dengan kalimat ini?, kenapa harus ada kata Maka tahulah Manoah…

itu disebabkan oleh…


13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”

Nah sekarang kita sudah mengenal Pribadi Malaikat TUHAN ini bukan ?, Dia adalah Allah, dan Allah layak berfirman.

Apakah masih ada yang tersirat?
Ada….
Manoah berdoa kepada TUHAN, supaya Abbi Allah itu datang.
karena TUHAN adalah SUCI, KUDUS dan tidak ada Dosa di dalamNya, maka Ia tidak berbohong untuk mewakilkan DiriNya dengan diri yang lain, hanya untuk memenuhi doa Manoah, yaitu berjumpa lagi dengannya. Tetapi Ia sendiri datang untuk memenuhi doa Manoah. Ia datang dalam istilah terkenal Teofani.
Sungguh kedalaman yang sulit dipahami bukan?. terlebih untuk menjawab keraguan Manoah dalam memastikan siapa yang datang itu, Ia menjawab: “Benar”, artinya..”Akulah DIA, Akulah Yang Datang itu itu”...
IA tidak terlalu kaku dengan perngertian sementara Manoah bahwa abdi Allah=orang Utusan=Malaikat Tuhan… Tetapi malah Malaikat TUHAN itu melakukan hal-hal yang ajaib sampai Manoah mendesah..”Binasalah kita sebab kita telah melihat Allah..”.
sampai di sini kita diwarisi pengajaran dari keluarga kecil yang mendapat karunia perjumpaan dengan TUHAN ini,.. bahwa: Malaikat TUHAN= abdi Allah=malaikat Tuhan=utusan=orang (yang rupanya sebagai malaikat Tuhan)=Allah.
SemuaNya adalah Pribadi yang sama karena melihat dan merasakan Pekerjaan yang sama, yaitu KUASA yang sama.

Pribadi TUHAN tidak terkungkung akan pengertian manusia, baik kita panggil abdi Allah, orang, malaikat Tuhan, Malaikat TUHAN, Dia, tetaplah DIA, adalah TUHAN.

Utusan tertentu, Tuhan tertentu, Allah tertentu bisa saja mengaku ADONAI, tetapi lihatlah buah dari pekerjaanNya, maka kita bisa tahu pribadi di baliknya.
Di dalam kalimat-kalimat Ibrani di Alkitab, Kata Kerja selalu mendahului Subjek.. maknanya bagi saya adalah dari hasil Kerja itu kita bisa tau siapa Subjeknya
dan pada akhirnya…

13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

Pribadi dominan beralih kepada Roh TUHAN…
Di awal dikatakan, anak yang lahir ini akan dan harus melakukan apa perintah TUHAN…
Anak ini dikhususkan buat TUHAN… dan Samson itu dituliskan di pasal berikutnya dikuasai Roh TUHAN…

Iklan

23 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ par,

    Hahaha…

    Semua pertanyaan2 saya didelete di blognya Hikmatun.

    Ngga papa itu.

    Saya sedikitpun tidak terganggu.

    Malah itu membuktikan kelemahan pihak Islam.

    Lagian, saya sudah terbiasa dengan ‘penjagaan’ Islam.

    Yeeeeeeeeeha.

    1 lagi kemenangan untuk kuasa kebenaran.

    Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.

  2. […] } Setelah melihat cara penelaahan di tritunggal, mari kita lihat lebih jauh […]

  3. Agak rumit ulasannya ya lae … hehehe

    Masalah Tritunggal dalam Alkitab adalah masalah hidup manusia itu sendiri. Kristus sudah jelas mengatakan, Aku berasal dari Bapa, yang karena manusia pada akhir jaman ini baru menyatakan diriNya kpd manusia. Dari pernyataan itu, dapat kita simpulkan bahwa Yesus Kristus menyatakan diriNya secara nyata hanya demi kepentingan manusia sendiri. Sebab Allah Bapa dan Anak sudah sejak pada mulanya ada. Tidak mungkin kita ketahui Allah Bapa itu adalah Kasih jikalau Kristus tidak menyatakanNya kpd manusia. Dan tidak mungkin kita ketahui Allah itu Roh jikalau Kristus tidak juga menyatakanNya kpd kita. Jadi gambaran dan rupa Allah Bapa itu diberitahukan kpd kita melalui perkataanNya ( Firman) yakni Allah yg menjadi manusia Yesus Kristus. Karena Kristus sekarang sudah di Surga maka Roh Kudus ( Roh Allah/ Roh Kristus) di utus untuk menjaga spy manusia tetap selalu dalam pengajaran yg benar ttg Karya Kristus, dihibur dan menginsyafkan manusia yg belum percaya kpd Kristus.
    Jadi walaupun di Alkitab tidak ada tulisan Tritunggal, tetapi itulah Tiga Pribadi Allah yang Esa dalam penyebutan dan Esa dalam penyembahan

    Shalom ma laeku

  4. Saya yakin sekali tidak ada ajaran Trinitas/Tritunggal dalam Alkitab. Kepada siapa saja yang ingin mempelajari hal ini dengan lebih mendetail, saya merekomendasikan buku baru terbit yang dapat dibaca gratis online: http://www.theonlytruegod.org/id

    • @insan

      terimakasih sudah mampir…

      terimakasih atas link Anda,

      note:
      Ulasan saya mengenai “Tritunggal” adalah mengambil dari pasal 13 Kitab Hakim-Hakim,… dan Kitab Hakim-hakim adalah bagian dari ALKITAB. Jadi Tritunggal landasannya adalah ALKITAB.

      salam

      bedah buku:
      setelah saya baca link saudara, saya agak bertanya2 mengenai istilah yang dibalik2 oleh penulis (atau mungkin penerjemah) yaitu: “Allah-Anak” dan “Anak Allah” (baca halaman 10).. dan saya kira tokoh2 agamawan ahli2 taurat dan ahli agama lebih paham betul arti klaim “Anak ALLAH” oleh Yesus pada suatu percakapan di Kitab Injil Yohanes, sehingga mereka berkata:
      Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
      (Yohanes 10:33)

      • ???? Bukankah istilah Allah-Anak itu istilah yang dipakai dalam doktrin Trinitas, meskipun istilah itu tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali? Bukankah saudara juga akan mengaku sebagai “anak Allah” kalau ditanya? Lantas bagaimana istilah “Anak Allah” itu bisa dibalik menjadi “Allah Anak”?

      • Anda salah mengerti kali… saya pikir penulis tidak membalik-balik apapun. Istilah “Allah-Anak” itu istilah Trinitarian, meskipun tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali.

        Untuk Yohanes 5 dan 10, silakan baca ke hlm. 53 dyb. Konteks memberitahu kita musuh-musuh Yesus menyalahpahami perkataan2 Yesus dan menuduhnya menyamakan diri dengan Allah. Dan Yesus dalam kedua kasus menyangkal tuduhan itu. Kebenaran harus ditarik dari perkataan Yesus bukan dari perkataan musuh-musuhnya. Mengapa dalam hal ini pihak Trinitarian begitu gairah bersekutu dengan musuh-musuh Yesus?

      • @NN
        ???? Bukankah istilah Allah-Anak itu istilah yang dipakai dalam doktrin Trinitas, meskipun istilah itu tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali? Bukankah saudara juga akan mengaku sebagai “anak Allah” kalau ditanya? Lantas bagaimana istilah “Anak Allah” itu bisa dibalik menjadi “Allah Anak”?

        kata TRINITAS itu sendiri tidak ditemukan di ALKITAB, tetapi bukan itu yang menjadi dasar bahwa DOGMA itu tidak ALKITABIAH…

        ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, ALLAH ROH KUDUS menjelaskan tentang ALLAH YANG ESA…, dalam bahasa sederhana disebut ALLAH sebagai BAPA, ALLAH sebagai ANAK dan ALLAH sebagai ROH KUDUS,…ALLAH Yang sama adalah BAPA, ALLAH Yang sama adalah Anak, ALLAH Yang sama adalah ROH KUDUS, tetapi BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS adalah Pribadi yang Independen, itulah Trinitas,

        sehingga mereka yang mengaku percaya kepada ALLAH Yang Esa itu akan disebut anak-anak ALLAH,… disebut anak-anak ALLAH karena telah diperanakkan di dalam roh. YESUS disebut juga ANAK ALLAH karena daging/manusiaNYA adalah dari ROH…

      • @Insan

        Anda salah mengerti kali… saya pikir penulis tidak membalik-balik apapun. Istilah “Allah-Anak” itu istilah Trinitarian, meskipun tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali.
        lihat penjelasan saya kepada saudara NN di atas…
        sebagai tantangan kepada ANda, rumus luas dengan menggunakan INTEGRAL tidak akan dapat Anda temukan di ALKITAB, lalu apakah karena tidak ditemukan di ALKITAB lalu itu menjadi salah?…

        Untuk Yohanes 5 dan 10, silakan baca ke hlm. 53 dyb. Konteks memberitahu kita musuh-musuh Yesus menyalahpahami perkataan2 Yesus dan menuduhnya menyamakan diri dengan Allah. Dan Yesus dalam kedua kasus menyangkal tuduhan itu. Kebenaran harus ditarik dari perkataan Yesus bukan dari perkataan musuh-musuhnya. Mengapa dalam hal ini pihak Trinitarian begitu gairah bersekutu dengan musuh-musuh Yesus?
        ketika saya membaca sekali lagi tulisan tersebut, saya tidak menemukan sinergi yang padu,…oleh karena itu saya lebih dapat menerima pengertian dari ahli agama, ahli taurat di masa percakapan YESUS daripada logika saudara penulis/penerjemah… dan kemungkinan besar penulis/penerjemah kurang dapat mengerti arti “ANAK ALLAH” dari dasar kitab Ibrani…dan dapat saya pastikan penulis/penerjemah kurang memahani Kitab Ibrani dilihat dari kutipan2 PB yang kaya di buku tersebut…

        menurut saudara siapakah YESUS?

  5. Saya berpegang teguh pada Yohanes 20:31 bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah. Dan iman pada Yesus sebagai Mesias (Kristus), Anak Allah cukup untuk membawa seseorang ke jalan keselamatan. Seriusnya kesalahan ajaran Trinitas terletak di sini: Gereja masa kini telah memaksakan suatu syarat tambahan untuk keselamatan, yaitu kepercayaan bahwa Yesus adalah Allah. Tidak dimanapun dalam Injil disebutkan bahwa Yesus adalah Allah. Kata “theo” muncul kurang lebih 1200x dalam PB, dan hanya sekali dipakai untuk Yesus di Ibr. 1:8. Tapi Ibr. 1:8 ialah kutipan dari PL, dimana kata Elohim sering dipakai dalam arti yang lebih luas (malaikat2, penguasa2, raja2). Yoh. 20:28 harus dipahami dalam konteks Yoh. 14:5-12, secara khusus ayat 10-11, “Bapa di dalam aku, aku di dalam Bapa”.

    Anak Allah=Allah dalam kitab Ibrani? Hanya pencucian otak yang luarbiasa yang menghasilkan persamaan itu. Seluruh kitab Ibrani menekankan kemanusiaan Yesus lebih dari kitab manapun.

    Kepicikan gereja Trinitas terletak di sini: meskipun seseorang mengasihi Yesus, taat kepada ajarannya, mengikuti pola hidupnya (memikul salib dll), mempercayainya sebagai Mesias (Kristus), anak Allah, anak Daud, juruselamat dunia… tapi selama dia tidak menerima Yesus sebagai Allah, dia divonis “anathema”… dia divonis ke neraka! Ini dilakukan meskipun tidak dimanapun dinyatakan dalam Alkitab bahwa kepercayaan kepada Yesus sebagai Allah diperlukan untuk keselamatan. Dengan demikian gereja Trinitas telah menutup jalan keselamatan kepada banyak orang berdasarkan suatu doktrin yang atas pengakuan mereka sendiri tidak dinyatakan secara eksplisit dalam Alkitab, dan lebih penting lagi tidak terpahami oleh akal budi.

    • @insan;

      1. jika YESUS menurut Anda adalah Mesias,..
      menurut saudara apa arti MESIAS?

      2. jika YESUS menurut Anda adalah Anak Allah,..
      maka itu sama dengan menyatakan YESUS adalah “meski seorang manusia saja tetapi menyatakan diri sama dengan Allah”, (seperti dialog YESUS dan ahli agama/ahli taurat)…

      3. YESUS memang manusia (33 tahun) sebab untuk itulah Alkitab ditulis,
      pertanyaan, manusia yang bagaimana YESUS?..

      4. Menurut saudara apa itu Trinitas?

      5. bisa saudara ulas bagaimana kata “ELOHIM” digunakan kepada raja/penguasa d.l.s

      6. Jika saudara katakan kepicikan Trinitas, bisakah saudara menilik sejarah Anathasius?..

      7. dalam konteks kalimat, memang tepat Yesus bukan ALLAH, sebab ALLAH adalah BAPA, Firman ALLAH dan ROH KUDUS Yang ESA,… Firman ALLAH yang menjadi manusia itulah yang diberi nama YESUS…(Yohanes 1), tetapi karena BAPA, Firman dan Roh Kudus adalah ESA, maka ALLAH bisa Anda panggil dengan Nama YESUS… sebab hanya Nama itu yang begitu terang yang dapat diucapkan oleh lidah manusia sejah dahulu kala sampai sekarang…yang sekaligus oleh nama itu kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12)

      salam

  6. @parhobass, saya tahu betul apa itu Trinitas, karena tergolong orang yang disebut ahli Trinitas setelah mengajarkannya secara khusus selama hampir 15thn. Orang yang kurang yakin, saya yakinkan; orang yang kurang mengerti, saya bikin mengerti. Saya tahu persis setiap detail dan setiap siku liku atas subject ini. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, saya menyadari betapa sulitnya bagi Anda untuk menerima tafsir-tafsir alternatif. Saya sendiri bergumul berat BERTAHUN-TAHUN sebelum dengan berat hati sampai pada kesimpulan bahwa ajaran Trinitas itu tidak alkitabiah, tapi pengaruh Helenistik yang meresap ke dalam gereja. Oleh karena itu, saya tidak mengharapkan untuk Anda menerimanya begitu saja tanpa perlawanan keras.

    Saya juga tidak terlalu berminat untuk melanjutkan perdebatan di sini, karena bahasa perdebatan yang seringkali tajam membuat kita kehilangan tujuan dan maksud dari sebuah perdebatan, yaitu mencari kebenaran sampai tuntas. Memenangkan sebuah perdebatan juga tidak membuktikan apa-apa karena jujur saja, saya benar-benar berharap saya yang salah dalam hal ini.

    Saya hanya menghimbau agar Anda membaca buku ini dengan hati yang “sedikit” terbuka, dan dengan doa agar Allah sendiri menuntun kita pada segala kebenaran, dan dengan kesadaran bahwa meskipun dianggap orthodoks kita selaku manusia bisa saja salah. Bukankah gereja pernah menganiaya orang yang pertama kali mengusulkan bahwa bumi ini bulat bukan datar? Sialnya bumi memang “tampak” rata! Dengan kata lain, evaluasi kembali pemahaman Anda selama ini dengan kritis… apakah ada alternatif lain? Apakah ayat-ayat ini harus dimengerti seperti ini? Nah, setelah melakukan semua ini, dan tetap Anda meyakini bahwa Trinitas itu benar, setidaknya kepercayaan Anda itu bukan fanatisme membabi buta, yang begitu mencirikan jemaat Trinitas. Akhirnya, kita masing-masing yang harus mempertanggungjawabkan diri kita kepada Allah dan Mesias-Nya.

    • @Insan

      saya setuju dengan saudara, dogma bisa saja salah, tetapi semangat yang kita pegang tetap sama dalam hal ini, yaitu ALKITAB tidak mungkin salah… oleh karena memandang ALKITAB tidak mungkin salah inilah berbagai orang, termasuk kita di dalamnya dengan “berani” mengemukakan sesuatu dalam istilah ALKITABIAH…

      jika saudara tidak sudi melanjut diskusi kita saya juga ucapkan terimakasih…dan terimakasih juga sudah mampir di blog ini…

      sedemikian saudara mengajak saya untuk terbuka membaca “buku” dari link yang saudara berikan, saya juga menyarankan saudara untuk mendalami apa itu MESIAS dalam term keimanan YAHUDI, karena kita tidak bisa memungkiri iman YAHUDI-lah yang mewariskan terang MESIAS kepada kita yang mengaku percaya TUHAN (YHWH), untuk lebih jelas lagi, bahwa ketika ISRAEL telah dijamah TUHAN, bangsa lain masih berkutat dengan setan, iblis, batu, patung, dan iblis, serta hal-hal lainnya,…

      salam, shalom

    • HE..HE..IKUTAN AH..SAYA MENGAJUKAN PEMAHAMAN ALTERNATIF TENTANG TRINITAS.

      YESUS MENGATAKAKAN,”APA YANG BERSAL DARI ROH ITU ROH, APA YANG BERASAL DARI DAGING ITU DAGING”.
      LALU APA HUBUNGANNYA DENGAN TRINITAS YANG KEMUDIAN DIANGGAP SEBAGAI DOKTRIN KEKRISTENAN YANG DIANGGAP PENYIMPANGAN DARI AJARAN YANG MENYATAKAN KEESAAN TUHAN.

      ALLAH BAPA
      ALLAH PUTRA
      ALLAH ROH KUDUS

      KESEMUANYA ITU TAK TERLEPAS DENGAN KEBERADAAN SETIAP PRIBADI MANUSIA. TERUTAMA YESUS. YANG MAMPU MELEWATI KETERBATASAN LOGIKA DENGAN MENGUNAKAN DAYA SPRITUAL.

      ALLAH BAPA ADALAH TUHAN YANG MAHA KUASA,
      ALLAH PUTRA ADALAH ROH, JIWA, YANG MENJADIKAN MANUSIA ITU HIDUP.
      ROH KUDUS DISINI AKU MENGARTIKAN DUA MACAM
      1. ROHNYA PARA KUDUS ORANG-ORANG SUCI YANG MEMBERIKAN TUNTUNAN AJARAN. SEKARANG INI MUNGKIN ROH YESUS BISA DIKATEGORIKAN INI.
      2. ROH YANG DIBERIKAN TUHAN DALAM NAFAS DAN HIDUP MANUSIA ITU SUCI ADANYA. YAITU ADAM SEBELUM MEMAKAN BUAH PENGETAHUAN.

      KATA TRINITAS MENURUTKU ADALAH KATA-KATA YANG FIGURATIF.
      BAPA, PUTRA, ROH KUDUS ADALAH BAHASA UNGKAPAN BUKAN BAHASA TERSTRUKTUR DALAM LITERAR JADI JANGAN DITERJEMAHKAN SECARA LITERAR PULA.

      SEPERTI JUGA KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG ESA YANG DIUNGKAPKAN DALAM KITAP SUCI YANG JAUH DARI LOGIKA, TETAPI BERUSAHA DIKURUNG OLEH MANUSIA DALAM KERANGKA LOGIKA.
      APAKAH SALAH MENCOBA MELOGIKAKAN TUHAN?
      TENTU SAJA TIDAK, TAPI ALANGKAH BAIKNYA BILA DIPERTIBANGKAN DENGAN RASA.
      SAMPAI SAAT INI AKAL/LOGIKA BELUM DAPAT MENEMBUS KEBERADAAN TUHAN, TETAPI RASA MAMPU MENERIMANYA.

      KARENA ITU ADA PERKATAAN AGAMA YAHUDI, KRISTEN, ISLAM MENGHAYATI TUHAN DENGAN AKAL SPIRITUAL JAWA YANG SINGKRIT MENGHAYATI TUHAN DENGAN TIDAK HANYA DENGAN AKAL TAPI JUGA DENGAN BUDI

      • @javanizis

        terimakasih atas alternatif saudara, tetapi landasannya harus ada dong, kenapa saudara bisa mengintrepertasikan demikian…

        contohnya saudara bilang Roh Kudus, Roh orang suci, atau roh yang diberikan Tuhan sebagai nafas manusia… sepanjang pemahaman saya penjelasan itu tidak ada di Alkitab jika merujuk kpd Roh Kudus.

        Salam

      • HORAS….PARHOBAS….
        Kau bertanya tentang landasan.
        Aku mencoba memahami kitab bukan secara tekstual dan aku pernah baca yang berbunyi demikian
        Tuhan menciptakan manusia, Tuhan meniupkan rohNya dalam nafas dan hidup manusia.
        Sayangnya aku tidak dapat menghafal bab dan ayat di Alkitab yang pernah aku baca

        Apakah engkau menolak bila nafas dan hidupmu itu adalah roh yang ditiupkan (tentu kata ditiupkan itu ambigu) oleh Allah

        Dalam surat-surat Paulus banyak ayat yang menyatakan hidup menurut kehendak roh.
        Salam…

      • saudara javanizis

        Maaf bukannya kesan menggurui, tetapi saya harapkan landasan tekstual perlu, karena saat ini KITAB SUCI masih tertulis dan itulah yang diwariskan ke kita,….
        Jadi teks “ALLAH” inilah yang harus kita letakkan sebagai pondasi berpikir dan biarlah ROH ALLAH yang mengilhami KITAB SUCI itu memelihara kita dalam berperilaku…
        Jika bukan teks KITAB SUCI yang kita buat landasarn maka landasan yang lain yang akan menggerogoti kita…

        TUHAN memang meniupkan nafas kepada manusia,
        Kejadian 2:7 Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya; maka hiduplah manusia itu.
        Dan yang meniupkan nafas itu adalah ROH ALLAH.
        mengindikasikan manusia hidup jika lengkap tubuh, jiwa dan roh.
        Dan karena hidup yang utuh ini lengkap oleh roh dan roh kita berasal dari ROH ALLAH, maka tunduklah juga kepada ROH ALLAH.
        Jd lengkap,
        tunduklah tubuh Anda sama seperti YESUS tunduk, bahkan sampai ke salib,
        tunduklah roh Anda karena roh Anda yang baru berasal dari ROH ALLAH,
        tunduklah kepada BAPA karena dari DIA-lah segalanya berasal.

        salam

  7. cek2 apa..tanggapanku langsung muncul ya

    • saudara dody;

      Sekali saudara diapprove kapan saja bisa menanggapi artikel di blog ini tanpa moderasi;
      hanya memastikan saya, bahwa tidak ada spam;

      Salam

  8. HORAS….PARHOBAS….
    AKU JUGA MEMILIKI TRINITAS TAPI TUH VERSI PEMAHAMANKU. SALAH BENARNYA GA PENTING YANG PENTING AKU MEYAKININYA di http://javanizis.wordpress.com/yesus-anak-manusia/

    AKU INGIN KOMENTARMU SEBAGAI NETTER KRISTEN DI BLOGKU

    http://javanizis.wordpress.com/nama-allah/

    • @javanizis

      terimakasih telah berkunjung.
      salah benar itu penting mas, karena Tuhan yang mustinya diimani bukanlah Tuhan yang atas kehendak keyakinan, melainkan Tuhan yang berkehendak mutlak dalam kebenaranNya.

      Tuhan memberikan logika, supaya kita dapat mengerti kehendak Dia.
      Jernihnya logika, bisa mengenal tentang Tuhan,
      tetapi oleh Tuhan kita dapat mengenalNya…

      salam dan terimakasih atas undangannya

      • HORAS….PARHOBAS….
        salah benar itu penting mas, karena Tuhan yang mustinya diimani bukanlah Tuhan yang atas kehendak keyakinan, melainkan Tuhan yang berkehendak mutlak dalam kebenaranNya.

        Betul Tuhan memang berkehendak mutlak akan kebenaran, tetapi harus diakui bahwa manusia masih meraba-raba akan kehendak mutlak dalam kebenaran tuhan dan itulah yang menjadikan kebenaran itu terus diperdebatkan manusia.

        Kenapa.?
        Mengapa ?

        Bila kau katakan tuhan itu mestinya diimani aku setuju.
        Ah..aku tidak tahu apakah tulisanku telah berlandaskan iman.
        Karena itu aku berani mengutip tulisannya Ayu Utami dalam novel “Bilangan Fu” dalam postingan http://javanizis.wordpress.com/apanya-yang-suci/

        He..he..Berkunjung ya & kasih komen

      • Horas juga..

        Saya kira kehendak mutlak dari kebenaran ALLAH itu sudah jelas, tidak lagi diraba-raba saudara javanizis…
        menjadi diraba-raba jika diskusi Kitab Suci beralih ke diskusi filosofis.

        Contoh kebenaran yang tidak perlu diraba-raba adalah bahwa ALLAH adalah MAHA KASIH., dan oleh karena KASIH-NYA IA mengaruniakan ANAK-NYA yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada YESUS tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

        ALLAH maha KASIH, bukan kabur lagi
        YESUS telah datang, bukan kabur lagi
        YESUS disalibkan untuk dosa2 kita, bukan kabur lagi…
        jelas semua…
        yang menjadi kabur adalah
        diskusi filosofis yang bertanya apakah YESUS adalah TUHAN…
        jika diskusi filosofis ini dialihkan ke diskusi Kitab Suci nyatanya sudah tidak kabur lagi…
        caranya:
        Yesaya_43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

        saya tanya siapakah YESUS?, jika jawaban saudara sama seperti jawaban para penulis Perjanjian Baru, maka tepat YESUS adalah Juruselamat.

        Jika YESUS adalah Juruselamat, so siapakah YESUS?….
        DIA adalah TUHAN….

        Yesaya_43:25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu

        Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: