Kalau Jagoan diskusi ya begini deh jadinya

Maret 13, 2012 pukul 11:12 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Pada suatu masa di bilangan Yerusalem ada dua aliran ke-Yahudian yang dominan, Saduki dan Farisi. Bicara aliran ke-Yahudian maka kita jelas akan berbicara tentang pokok suatu agama, yaitu Kitab Suci.
Saduki pada pondasi utamanya hanya mengakui 5 Kitab Musa,yaitu dari Kejadian sampai Ulangan.Sedangkn Farisi selain 5 Kitab Musa, juga melandaskan kehidupan keagamaan kepada tradisi-tradisi.
Saduki tidak mempercayai hal-hal yang bersifat kebangkitan dari kematian, dan tidak juga mempercayai adanya roh-roh atau malaikat-malaikat, sementara Farisi berada di posisi yang bertolak belakang dengan mereka.

Latar belakang pemahamam akan hukum agama, mereka menyebutnya Taurat, tentu akan terbentur dengan YESUS yang pernah hidup sebagai manusia di jaman kedua pandangan Farisi dan Saduki itu ada.

Pada suatu masa itulah YESUS sedang mengajar orang banyak, dan kedua aliran pandangan itu hadir. Ahli-ahli agama dari ke dua pandangan itu hadir di sana. Ahli Parisi memulai acaranya, dan…. ketika YESUS menjawab pertanyaannya, ahli itu tidak dapat melanjutkan lagi, ahli itu terdiam…
Karena ahli Parisi terlihat sudah tidak dapat melanjutkan pertanyaannya maka ahli Farisi memasuki arena.
Seperti tipikal Farisi, mereka yang ahli titik komanya Kitab Suci tentu dia akan sering bertanya masalah-masalah pengetahuan tentang Alkitab. Kita telusuri saja Injil, yang menceritakan perjumpaan YESUS dengan orang Farisi, rata-rata pertanyaannya hanya masalah pengetahuan tidak lebih dari itu.
Tentu pertanyaan sang ahli Farisi dapat dijawab YESUS.

Kita sedang tidak membicarakan tentang ketangkasan, atau keuletan, atau tentang pengetahuan atau hal lainnya yang membuat kita menang dalam berdialog atau diskusi, kita ingin selalu didengarkan dan membungkam orang lain bukan, tetapi kita sedang berbicara tentang otoritas dan kebenaran.
Karena YESUS berotoritas dan penuh kebenaran maka IA dapat membungkam siapa saja. Orang yang berusaha melawan otoritas dan kebenaran YESUS inilah yang sering kita hadapi dengan membawa-bawa pengetahuannya. Kalau kita mengimani otoritas dan kebenaran YESUS, maka kita dapat saja membungkam siapa saja, tetapi itu bukanlah yang utama bukan?

Ketika ahli agama, baik Saduki dan Farisi, telah menyelesaikan pertanyaan karena sudah tidak ada lagi yang dapat ditanyakan maka sekarang giliran YESUS naik ke arena… IA bertanya:

“Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?”
Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”
Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”
(Matius 22:42-45)

Diskusi ini dicatat di 3 Kitab Injil, Matius, Markus dan Lukas, menekankan kepada kita akan kuatnya faedah dan makna dari muatan diskusi ini.

Mungkin kita juga tidak dapat menjawabnya pada masa itu, atau mungkin sekian dari kita juga tidak dapat menjawabnya sekarang.

Inti pertanyaan YESUS di atas disadur dari Mazmur 110:1, jadi ini adalah diskusi Kitab Suci. Diskusi Kitab Suci berarti diskusi otoritas dan diskusi kebenaran. Jika Saduki dan Farisi melandaskan otoritas dan kebenaran pada hukum-hukum, kepada pengetahuan, maka sulit menjawab pertanyaan YESUS di atas, tetapi jika YESUS adalah Sumber, maka IA dapat kita percayai. YESUS mengutus Roh Kebenaran pada kita tentu ada alasan yang kuat bukan? tentu supaya kita dapat mengerti maksud TUHAN pada penulisan FirmanNYA, Firman tertulis, yaitu Alkitab.

Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”
Kita tahu Mesias/Kristus, YESUS, adalah Anak Daud, Kitab Suci sering mengatakannya.
Bapak dan anak dalam pengetahuan Yahudi/Israel, tentu paham betul posisinya. Tidak mungkin si Bapak memanggil anaknya tuan. Mungkin kita berpikir nakal, bisa saja, kalau anaknya itu Presiden atau pejabat tinggi sementara si bapak seorang bawahan maka ia dapat memanggil anaknya tuan. Kondisinya tidak seperti itu. Sekali lagi pengetahuan Kitab Suci mengatakan, bahwa perbandingan sekarang adalah Raja Daud. Sepanjang Kitab Suci diucapkan Raja Daud adalah kiblat dari inegritas dan iman dari semua raja yang memerintah di Israel/Yudea. Ibaratnya beliau itu adalah legenda yang tidak ada duanya. Jikalau dia adalah legenda yang tidak ada duanya, kalau dia adalah contoh panutan utama raja-raja, kalau dia adalah jagoannya, bagaimana mungkin dia memanggil Sang Anak Daud, yaitu Mesias, sebagai tuannya?

Disinilah letak kesukarannya yang mengunci dan membungkam otoritas pengetahuan dan hukum-hukum.

Bagi kita mudah saja menjawabnya bukan, seorang Farisi yang beriman kepada Kristus YESUS, Rasul Paulus, telah menjelaskannya dengan mudah kepada kita. Di dalam manusia YESUS adalah Anak Daud, tetapi di dalam ROH, DIA adalah Tuan dari segala tuan. Dalam sarat theologi lebih dalam lagi Rasul Yohanes menuliskan,
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Dalam diri ke-manusia-an YESUS kala itu ada sesuatu yang berbeda, dan penolakan dari ahli-ahli Farisi dan ahli-ahli Parisi kepada YESUS-lah yang kemudin tidak dapat mengerti pertanyaan YESUS di atas.
Kenapa master Farisi Paulus mengerti?, kenapa si nelayan Yohanes mengerti?
Karena mereka telah menerima ROH KEBENARAN, di baptis dalam Nama Yang Tunggal, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Jadi kalau jagoan berdiskusi, maka bersandarlah pada Jagoannya jagoan. Dan siapa lagi paling Jago di Alam semesta ini kalau bukan TUHAN, karena tidak ada TUHAN lain, tidak ada ALLAH lain. IA berkenan ada di dalam saudara, dalam Roh, IA berjalan bersama kita.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: