Senjata mematikan tuan

Januari 24, 2012 pada 7:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Hati-hati. Itu kata yang tepat jika kita menggunakan peralatan-peralatan yang dapat menimbulkan “bahaya”.
Meski dapat menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan, peralatan itu amat sangat kita butuhkan.

Dalam sebuah tulisan dinding di Pertamina Depot Belawn, “Orang cerdas, jika tanpa Tool, sama saja orang bodoh”, kira-kira begitu kalimatnya.

Peralatan dibutuhkan. Bayangkan Anda seorang hebat, Smart Handphone Anda rusak. Anda tahu dimana kendalanya, Andaa hanya butuh membuka beberapa skrup, dan… Obeng (tools) tidak ada, selanjutnya mungkin kekesalan yang akan keluar. Hanya itu.

Ban,.. pessssssss. Undangan sudah di depan jam 7. Anda harus mengganti ban kempes tadi, Anda ambil ban serap, ternyata… Kunci Pas tidak ada, Tools tidak ada. Mau telepon bengkel terdekat, Hp (tools) ketinggalan,.. kesal? pasti, mungkin beberapa umpatan akan keluar.

TUHAN juga memberi tools kepada kita, emosi, perasaan, tenaga, dan sebagainya… salah satu diantaranya adalah potensi pengetahuan.
Potensi pengetahuan diberikan supaya kita dapat mengetahui. Saya kira “mesin” itu diberikan supaya kita dapat mengetahui, memiliki relasi yang kuat dengan Sang Pemberi tadi.

Memang ada tertulis,
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan
Sebelum kita “takut” tentu kita harus menggunakan potensi mengetahui, sehingga ketika kita mengetahui bahwa potensi itu diberikan, maka pengetahuan-pengetahuan akan lahir terus, dan diperbaharui oleh DIA, sehingga pengetahuan kita semakin sempurna akan DIA.

Tetapi, akan selalu ada penyimpangan.
Selalu akan ada penyimpangan karena image kita telah tidak sempurna sejak Adam dan Hawa.
Penyimpangan itu antara lain potensi yang diberikan itu terkadang kita gunakan untuk mengetahui sesuatu yang terkadang amat sangat menyakiti hati TUHAN.
Beberapa dari kita bahkan melalui perbuatan menghujat TUHAN.
Oleh pengetahuan kita bisa menjauh dari DIA.
Dan jika menjauh, maka TUHAN katakan: “Hukuman sudah disediakan sejak dari dahulu kala”.
Akhirnya senjata yang diberikan kepada kita, malah menjadi pembunuh bagi kita, mencelakakan kita sendiri.
Karena kita tidak menggunakannya sebagaimana mestinya.

Masing-masing orang bisa menilai kebenaran dirinya sendiri, tetapi seperti kata Kitab Suci, biarlah kita menguji segala sesuatu.

Jika kita menggunakan senjata, tools, yang diberikan TUHAN dengan tidak terpuji, tidak sesuai kehendakNYA, maka itu akan mematikan kita.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.