Omong Kosong Nyaring di Telinga

Januari 21, 2012 pada 9:36 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Keinginan manusia yang terdalam adalah bukti dari suatu “ide”, “proposal”, “janji” , dan sebagainya yang berbau dengan itu.

“Jika engkau mencintaiku, buktikan”.
Itu mungkin kata-kata misterius yang paling melangit yang dapat kita dengar sampai hari ini.

Dalam diri manusia itu sudah ada deret yang tertanam, bahwa ia tidak pernah puas. Kepuasan pada titik tertentu hanya embrio dari keinginan yang berikutnya.

Lalu dimana ujung dari keupasan itu?
Yaitu sampai dia yang kita tuntut memberikan segalanya.
Apa pemberian yang paling berharga, yang dapat dikategorikan sebagai segalanya dari seseorang?
Yaitu nyawanya sendiri.

Jika nyawanya sudah diberikan, mati, maka itulah bukti tertinggi, karena sudah tidak ada lagi yang dapat dituntut. Pekerjaan dapat dilakukan oleh yang hidup, tuntutan dapat dipenuhi oleh yang hidup, dan hasil terindah dari semuanya itu adalah jika kita lalui bahkan sampai mengorbankan nyawa kita.

Jika seorang prajurit menjaga atasannya, maka bukti tertinggi dari kesetiaan, dari pekerjaan yang dapat ia berikan adalah, bertahan sampai ujung nafasnya. Jika seorang di ujung nafasnya dipaksa memberikan rahasia tertentu, meski ia telah menderita, tetapi membocorkan juga, sama saja ia bukan pengawal yang baik.

Ketika dikatakan ALLAH adalah KASIH, maka bukti tertinggi dari KASIH yang diberikan kepada semua orang adalah bahwa IA bahkan rela menjadi manusia, dan tidak sampai di situ, IA rela mati, dan bahkan di salib (dipermalukan). Sehingga semua mulut dapat mengaku bahwa dan bungkam jika masih bertanya-tanya tentang Yang ADA, HaYAH, YHWH, TUHAN, Yang ESA.

Banyak allah, bannyak ilah, banyak klaim, banyak firman, banyak yang lain, tetapi jika diuji, mungkin mereka hanya tersiksa sampai titik nafas sebelum akhir, mereka mengaku bahwa mereka hanya omong kosong, tidak ada bukti tertinggi yang dapat diberikan. Omong kosong, nyaring bunyinya.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar…….

Tidak usah di lanjut, karena ayat ini menggema, nyaring di telinga rohaniah kita, karena begitu dasyat makna dan arti, dan tidak sampai di situ, dasyat juga perkerjaan, bukti yang ditunjukkanNYA bagi kita.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.