Indikasinya sudah sejak awal

September 7, 2011 pukul 7:56 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

(Kejadian 3:21) Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Sejak manusia berdosa maka “darah” menjadi sebuah pertanda pertama dari simbolisasi pengampunan. Ketika Adam dan Hawa menyemat dedaunan untuk menutup aib mereka, TUHAN menumpahkan darah hewan untuk menutup aib mereka. TUHAN mengambil hewan, IA berkuasa ke hewan itu karena IA adalah si Empunya.

Ketika Kain dan Habel memberi persembahan kepada TUHAN, persembahan Habel berupa hewan sulung mengindikasikan adanya “pertumbahan darah”. Pengorbanan untuk pengampunan. Habel yang mengurbankan hewan itu dikenal sebagai pengembala domba. Gembala domba mempersembahkan yang terbaik.

Ada banyak domba, ada juga gembala yang dipekerjakan untuk menggembalai, tetapi di sini kita sedang membicarakan tentang gembala yang sekaligus yang empunya. Gembala di sini selalu diidentikkan dengan menggembalakan domba-domba. Israel sebagai pengembara dan mata pencaharian utama waktu itu adalah peternak, memungkinkan kita mengerti kenapa perbandingan gembala dan domba dianggap sebagai bagaimana TUHAN melihat umatNYA, IA adalah GEMBALA dan umatNYA adalah dombaNYA.

(Mazmur 23:1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

(Mazmur 78:52) disuruh-Nya umat-Nya berangkat seperti domba-domba, dipimpin-Nya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun;

(Mazmur 80:1b) Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar

(Yesaya 40:11) Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

(Yeremia 31:10) Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

dari indikasi ini dapatlah kita mengerti maksud YESUS dan tentu harus kita bandingkan, ketika IA berkata sbb:

(Yohanes 10:11)
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

(Yohanes 10:14)
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Karena indikasi ini mengedepankan secara sadar, wibawa, dan penuh otoritas dari YESUS akan posisi dan ADA-nya DIA.
Dan karena makna begitu menohok, to the point, dan bisa diintrepretasikan secara gamlang, maka timbullah perlawanan dari kaum Yahudi tertentu di kala itu.

(Yohanes 10:19a) Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu.

Di sini mengindikasikan adanya perpecahan dari Yahudi yang mendengar “Perkenalan” YESUS, kita bagi menjadi 3 saja:

a. Yang percaya:
Jika YESUS adalah gembala maka ada kondisi:
IA mengaku sebagai TUHAN, karena indikasi di Perjanjian Lama begitulah gamblangnya yang kemudian dapat kita lihat rumusannya pada Yohanes 1:1.

b. Yang ragu
Mulai memikirkan posisi YESUS, mungkin percaya kepada YESUS tetapi dalam keadaan ini keraguan timbul karena nyata benar bahwa YESUS adalah manusia yang dilahirkan dari Maria. IA seorang manusia tetapi mengklaim DiriNYA adalah TUHAN. Kita tahu oleh klaim inilah YESUS ingin dibunuh. JIka ragu untuk lebih mencari lagi itu bisa dikatakan bagus, tetapi ada juga ragu yang akhirnya jatuh dan menjauh. Toh waktu YESUS mengajar banyak murid-murid juga yang mundur. Dan ketika YESUS naik ke sorga, masih juga ada murid-murid yang ragu. Dalam hal ini kita sebut perpecahan karena seseorang itu di dalam keadaan selalu ragu.

c. Tidak percaya
Kita tidak terlalu mengerti kenapa begitu banyak waktu itu yang tidak percaya. Yang kita tahu adalah mereka seperti sadar betul akan ketidakpercayaan mereka, dan setelahnya kita baru tahu kenapa begitu, karena BAPA berotoritas untuk menyalibkan SANG PUTERA demi mereka yang percaya dan untuk meneguhkan orang yang kemungkinan masih ragu. Kemuliaan ANAK oleh BAPA diungkapkan melalui ketidakpercayaan, meski orang yang tidak percaya itu merasa itulah yang benar menurut kehendak TUHAN.

Kita sering mendengar kata-kata: “Kami tidak punya apa-apa, bantu dengan doa saja yah”. Mungkin benar dia berdoa, tetapi mungkin juga hanya pemanis di mulut. Lepas dari itu semua, tetapi indikasi sejak peristiwa Taman EDEN, sejak manusia pertama adalah bahwa kita harus benar-benar terjun kelapangan, turun tangan, turut bekerja, turut merasakan, menyelam ke bawah, melihat langsung. Seperti gambaran gembala.

Gembala yang memerintah saja, tanpa jelas juntrungannya, meski teori dan tersurat baik dan lengkap, ia sama saja bukan gembala yang baik, atau nama gembala tidak cocok kepada dia.
Jika ada yang mengaku gembala tetapi tidak memberi kepastian akan padang rumput yang hijau, kepastian tentang aliran air yang tenang, sama saja ia dengan gembala palsu.

Gembala yang baik bahkan rela menyerahkan nyawanya. Memang daya pikir kita tidak bisa setuju begitu saja dengan pernyataan ini, ini susah diterima. Tetapi indikasinya adalah TUHAN diibaratkan sebagai Gembala, yang rela mengosongkan Diri, turun, merasakan, menyelam, dan… domba akhirnya bisa mengenal suaraNYA karena Gembala Yang Baik pasti dekat dengan domba-dombaNYA. TUHAN rela turun untuk “memotong” hewan dan mengambil kulitnya untuk disematkan kepada ADAM dan HAWA. TUHAN rela turun untuk merasakan derita HABEL yang telah dibunuh itu. TUHAN rela merasakan amarah Kain, meski Kain tidak mengindahkan amarah suci.
TUHAN rela dan mau dan turut serta di bumi, mengindikasikan IA tak terbatas dan tidak dibatasi oleh EGO dan Martabat.
Dengan penjelasan ini sesuai perkenalan YESUS 2000 tahun yang lalu, maka akan selalu timbul perpecahan
a. Percaya
b. Ragu
c. Tidak percaya.

itu indikasi sejak awal, bahwa memang perpecahan akan terjadi, ibarat emas dipeleburan, emas harus terlepas dari kotoran-kotoran (batu, tanah, pasir dll) supaya ia semakin murni.

2 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Terpujilah Tuhan Allah Kita Yesus Kritus,
    Melalui tulisan-tulisan Bapak, telah memberikan pertumbuhan IMAN yang dengan perantaraan Roh Kudus , Iman kami terus bertumbuh dan mohon didoakan agar kami dengan berani mau melakukan Firman-Nya sesuai dengan KehendakNYA.
    Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati tugas dan pelayanan Bapak, diladangya TUHAN!!

    • @Piet

      Shalom dan saling mendoakan…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: