Yehezkiel, imamnya para nabi

Agustus 10, 2011 pukul 9:15 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,


sumber gambar: http://www.biblos.com

Melihat peta di atas, dapat kita kira-kira, bahwa posisi itulah yang disebut sekarang Iraq. Di sinilah Kitab Yehezkiel menuliskan dengan amat sangat teliti, baik tanggal, bulan dan tahun, yaitu perkara TUHAN membuka langit dan menampakkan FirmanNYA kepada Nabi Yehezkiel. Kitab Yehezkiel langsung tancap gas menceritakan Firman TUHAN Yang datang kepadanya.

Peta di atas menjelaskan bahwa pada saat itu dipastikan Yehezkiel telah dalam pembuangan. Menurut Kitab Raja-Raja dipastikan bahwa Raja Yoyakhin-lah yang sedang memerintah Yudea (Israel Selatan) kala itu, ketika bangsa Babel meluluhlantakkan Yerusalem (Ibu Kota).

Menurut beberapa ahli umurnya berkisar 25 tahun ketika ia turut dalam pembuangan. Meski jika dipandang dari posisi dia sebagai imam, kemungkinan musti diperdalam lagi ketepatannya. Sebab memang meski usia tidak menjadi patokan utama, tetapi syarat menjadi seorang kohen (imam) adalah haruslah sudah dewasa dalam pemikiran dan mungkin juga secara fisik. Dengan alur-alur pengajaran yang harus dilalui maka diperkirakan seseorang dapat disebut imam jika usianya kira-kira berkisar 20 sampai 30 tahun. Beberapa ahli Yahudi, Yehezkiel dihubung-hubungkan dengan Yosua. Mereka mengatakan bahwa Yosua adalah nenek moyangnya Yehezkiel, sementara Alkitab sendiri tidak mencatat sesuatu apapun mengenai nenek moyangnya. Alkitab hanya mencatat bahwa beliau adalah anak dari seorang yang bernama Busi. Dalam Yehezkiel 1:3 dikatakan bahwa Yehezkiel ini adalah seorang imam, dan kalau kita telisik peraturan pada taurat, maka imam haruslah dari suku Lewi, sehingga dapat kita pastikan bahwa Busi adalah turunan dari suku Lewi, dan lebih tepat lagi keturunan Harun.

Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.”
(Bilangan 3:9-10)

Kita tidak akan terlalu berpolemik tentang masa lalunya, sama seperti Alkitab tidak terlalu mendetail tentang masa lalunya, yang pasti beliau adalah seorang iman, anak dari Busi.
Jika kita perhatikan secara seksama maka sangat jarang seorang nabi merangkap seorang imam di kala itu, dan di sini beberapa orang menyebut Yehezkiel sebagai imamnya para nabi. Pengamat Kitab Yehezkiel akan sangat diyakinkan akan statement ini, sebab Kitab Yehezkiel penuh bahasa-bahasa keimaman.

Ketika Yehezkiel di pembuangan, kala itu Nabi Yeremia masih hidup. Nabi Yeremia tidak ikut dalam pembuangan karena TUHAN memiliki rancangan yang berbeda kepada beliau. Seorang imam turut dibuang membuat peluang kita berpikir bahwa meski TUHAN membuang umatNYA, IA tetap ingin mereka memelihara penyembahan kepada DIA. Dalam pelayanan ia hidup semasa dengan Daniel, sebab Daniel juga turut dalam pembuangan ke Babel. (lihat Yehezkiel 28:3)


sumber gambar: http://www.en.wikipedia.org

Yehezkiel adalah salah satu dari 4 nabi besar, dalam keadaan seperti itu tidak salah seorang pelukis kenamaan Michelangelo mengabadikan reka wajah beliau dalam sebuah lukisan, yang sekarang dipajang dalam sebuah di Kapel Sistina, tempat kediaman Paus, di Roma, Vatikan. Kapel ini adalah gudangnya karya-karya artistik dunia yang hebat dan spektakuler, hanya yang hebat-hebat saja isinya.

Yehezkiel berarti “Allah menguatkan”, atau “Dikuatkan Allah”, dan bisa juga diartikan “Kekuatan Allah”. Dapat kita lihat makna tersirat dari nama beliau dan bagaimana beliau menerima Firman. Sebab dalam kitab Yehezkiel kita dapat mengetahui tentang janji TUHAN tentang Raja Daud ke dua, yang memerintah penuh kuasa dan kasih dan sayang, Mesias, Yang membawa umatNYA kepada kedamaian sejati. Janji itu diikrarkan setelah nubuatan tentang penghancuran Yerusalem sedang digenapi. Nubuat penghancuran Yerusalem sering berkumandang melalui Yeremia dan Yehezkiel sendiri.

Diperkirakan beliau sempat menikah, dan pada saat penghancuran Yerusalem itulah istri beliau ikut ke pembuangan dan mati di sana dalam sebuah kecelakaan (kebakaran). Tetapi kesedihan tidak membuat dia hancur lebur, dan peristiwa itu dianggap sebagai simbol dari bangsa Israel yang sedang dirundung malang oleh karena pembuangan. Dalam pembuangan itulah Yehezkiel menerima sebuah nubuatan terkenal itu.

Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya.
(Yehezkiel 34:23)
, yang kemudian diklaim telah digenapi oleh Yesus, digambrkan sedemikian rupa oleh Rasul Yohanes pada Injil Yohanes, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
(Yohanes 10:11)
, dengan cross reference, Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1), kita diberikan sebuah pemikiran dan peluang untuk bertanya siapakah YESUS ini?

Meski bagaimana beliau mati tidak tercatat, tetapi beberapa tradisi mengatakan bahwa beliau mati martir dengan cara digergaji atau dibakar. Dan dipercayai bahwa kuburan beliau sampai sekarang berada di Baghdad, Irak, dan terletak sebuah sinagoga Yahudi didekatnya.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: