Ananias dan istrinya Safira

Juli 28, 2010 pukul 12:20 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

Suatu waktu Ananias berhadapan dengan manusia Petrus….

Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
(Kisah Para Rasul 5:3)

…dan pada sesaat berikutnya istrinya Ananias, Safira, berhadapan dengan manusia Petrus…

Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
(Kisah Para Rasul 5:9)

Istrinya Ananias, Safira, berhadapan dengan manusia Petrus. Dua-duanya tewas di tempat. Kenapa? Di ayat empat pasal yang sama ditekankan bahwa mereka berdua berdusta kepada Allah….(…. Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Kisah Para Rasul 5:4)

Catatan kecil dari pasal lima Kisah Para Rasul ini adalah,
a. Roh Kudus, Roh Tuhan, Allah adalah Esa.
b. Pada saat itu usia kekristenan masih kurang dari 3 tahun, rasul-rasul sedang diurapi Kuasa yang hebat bukti kata Yesus sesaat pada waktu kenaikanNya ke sorga

Dari catatan kecil di atas, harap diperhatikan. Pada saat kebangkitan Yesus, murid-murid dibahagiakan. Setelah kenaikan ke sorga lebih senang lagi, sebab Yesus telah mengutus Roh Kudus kepada mereka semua, Roh Penghibur, mereka dibaptis oleh ROH, dan mereka penuh kuasa. Melakukan mujijat seolah membalikkan tangan saja, bahkan oleh bayangan Petrus orang-orang yang sakit bisa sembuh. Kuasa sebesar itu memang sangat diperlukan pada saat itu, karena murid ada tugas yang amat sangat berat di depan, sedemikian kuasa yang besar di dalam mengajar amat sangat diperlukan pada saat itu, karena tugasnya utama sedang di situ, meletakkan dasar yang kokoh, dimana motor utama ada di pundak si batu karang, Rasul Petrus. Karena seperti nubuat, bahwa pada akhir-akhir jaman banyak pengajar palsu, maka untuk menyangkal pengajar palsu tentu diperlukan pengajar yang hebat, sekarang-sekarang ini.

Tragedi Ananias dan Safira memang menggetirkan orang beriman pada saat itu, pada saat merasakan kegembiraan atas Kuasa yang hebat, TUHAN menghardik, tidak sembarangan hardik tetapi dengan kematian sesaat.
Dari peristiwa ini kita dapat pengetahuan, bahwa pada saat TUHAN beracara si Iblis juga sudah memulai pekerjaannya, dan seterusnya selalu membayang-bayangi orang yang mengaku percaya.

Kita tidak tahu, sedemikian juga Petrus tidak tahu apa yang menyebabkan Ananias dan Safira membiarkan Iblis merajai hatinya, tetapi TUHAN tahu, oleh karena TUHAN tahu maka mereka berdua langsung mati di tempat. Jangan menyangka bahwa ketika kita membiarkan iblis bercokol di dalam hati, dan tubuh (catatan ada tubuh roh ada juga tubuh badaniah) kita tidak mengalami hal yang sama seperti Safira dan Ananias, maka perhatikanlah perihal Adam dan Hawa, keduanya sama, memang kematian tubuh tidak langsung dialami oleh Adam dan Hawa, tetapi roh mereka merana karena terpisah dari ALLAH. Bagaimana dengan manusia sekarang yang banyak bermodal pada pengajaran? Kalau pengajaran yang ia terima atau yang ia dengar disaring oleh iblis, maka makanan rohaninya hanya penuh kelicikan, dusta dan pengenalan akan Roh ALLAH tidak ada, maka sama saja, rohnya lama-lama akan mati, sebab kelaparan oleh makanan rohani yang salah. “Ah aku tidak merasa salah makan, tidak salah jalan, tidak salah apa-apa”, kata seseorang,… memang benar bisa saja begitu, karena sama seperti Petrus, sama seperti orang yang berkata ini, kita adalah manusia, dan kita bisa tidak tahu, dan pengenalan kita tidak lengkap, tetapi TUHAN tahu, dan karena TUHAN tahu, maka hati-hatilah, jangan-jangan roh kita pada dasarnya sudah mati kering di tempat.

REV. GEORGE MILLIGAN, M.A, D.D., menyarikan beberapa pelajaran dari peristiwa sedih ini, berikut point-pointnya dan sedikit ulasan saya:
1. Pelajaran tentang Kekudusan, Kesucian adalah hal yang dilihat Kristus pada GerejaNya
Di beberapa kesempatan saya katakan, bahwa pertobatan adalah perkara sepersekian detik, tetapi kesucian dan kekudusan adalah perkara seumur hidup. Karena kesucian dan kekudusan adalah suatu bukti, suatu jalan, suatu cara untuk menjelaskan bahwa kita telah percaya kepada Kristus, telah layak menjadi pilihan. Pada masa itu orang-orang percaya dipanggil orang-orang kudus. Jadi kalau sampai ada Ananias yang membiarkan Iblis ada pada hatinya,…. Matilah, sebab itu memang bukan kudus lagi.
Dan semoga kita juga bisa menjaga, bertumbuh dan meraih kekudusan dan kesucian ini. Sebab iman itu harus dikerjakan, ada pertandingan di dalamnya, ada perang di dalamnya, perang rohani. Perang memenangkan diri kita atas nafsu, atas keterpisahan kita dari Yang Kudus.

2. Pelajaran tentang betapa nyatanya kekuatan Si Gelap itu, Iblis
Sebelum ditanya oleh Petrus mungkin jantung Ananias berdegung kencang.Tetapi sepertinya keadaan ini tidak dialami oleh Ananias maupun Safira, jantungnya tidak berdentung kencang , suatu keadaan yang bisanya datang pada saat roh kita menghardik, tetapi kali ini Anaias dan Safira sepertinya tidak mengalami itu, ia sudah bulat hati untuk berbohong dan menipu, ia benar-benar sudah gelap. Ia sudah mati rohani sebelumnya, sampai-sampai ia berani berhadapan dengan TUHAN. Persis seperti Akhan orang Yehuda di jaman Yosua, yang sudah menjadi budak harta, sudah melihat kuasa TUHAN tetapi membiarkan Iblis, roh keserakahan merajalela, buktinya harta emas dan perak lebih ia dahulukan daripada ketaatan, kekudusan, kesucian di hadapan TUHAN.

3. Pelajaran tentang perhambaan kepada Tuhan dan tuhan/dewa.
Kita juga diingatkan tentang kata Yesus, bahwa kita tidak bisa melayani dua tuan, kita tidak dapat melayani TUHAN dan Mammon secara bersamaan. Mammon secara kata bisa diartikan kekayaan, kaya, atau bisa uang saja. Kalau kita mencintai uang maka timbul metoda “mengumpulkan lebih banyak lebih sejahtera”, “untuk mendapat banyak maka tidak usah berbagi”, u”ntuk mengumpulkan banyak maka “telikung”-lah hak orang lain”,.. dan sebagainya, yang mana sangat berbeda dengan matematika TUHAN, contohnya, “bagikanlah maka kamu akan semakin melimpah”. Jelas ini sudah arah yang berbeda, muara yang bertolak belakang, yang mana kalau dilakukan oleh orang yang sama, tentu akan memperlihatkan kemunafikan, tak jelas, kontradiksi….serigala berbulu domba, entah apalah namanya. Kita tidak bisa percaya ALLAH yang berbicara di ALKITAB dengan allah lain yang berbicara di kitab lain. TUHAN. TUHAN di Alkitab berbicara tentang pengorbanan, tentang turun ke bawah untuk merendah, tentang damai sejahtera,…tentang memandang DIA sebagai acuan utama, d.l.s…

About these ads

2 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. Ananias dan Safira itu kan saya kira gini gambarannya :

    Ada suasana pameran plus penipuan dalam ibadah.
    Paijo pamer ke rekan2nya biar dipuji.
    Aku nyumbang sekian ratus juta.
    tapi nyatanya nyumbangnya cuma lima ribu perak.

    Pertama : Ada unsur riya, niat ibadah untuk pamer di situ.
    Kedua : Ada unsur penipuan untuk tujuan pamer itu tadi.

    Lha mengapa ini bisa terjadi ? Karena tolak ukur kehormatan manusia diukur dengan uang. Itu jeleknya. Termasuk di gereja termasuk jaman Petrus, gambarannya kan gitu dan selalu gitu.

    Jika orang menyumbang banyak sambutannya meriah kan. Plok Plok Plok, rak kitung duit hasil korupsi… Hi Hi hi, yang penting semua menikmati plus dapet nama di masyarakat. Sementara yang menyumbangnya sedikit kan dianggap gimana gictu kan? Selalu ada kesan gitu. Termasuk di hati tokoh2 agama kan ya kalo yang nyumbang M M man kan lebih disorot ketimbang yang nyumbang seribuan.

    Lha sikap mentalitas semacam itu melahirkan makhluk hidup yang demi nama di masyarakat rela menipu. Yang salah siapa ? Ya orangnya jelas salah, sistem yang menyebabkan itu ya sama salahnya. Mengapa pemuka agama lebih seneng bergaul sama para penyumbang kelas kakap .. ^_^ Kayaknya gicu sih…

    SALAM

    • @lovepassword

      yup perkiraan bisa banyak…,
      tapi pondasi utamanya adalah dia membiarkan iblis merajai pikirannya….

      jadinya matilah kau kuman…

      segala pelanggaran badaniah selalu dimulai dari masalah-masalah rohaniah,….
      itu point utama dari perihal Ananias dan safira…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: