Tempat Ibadah

Februari 2, 2010 pukul 7:44 am | Ditulis dalam Apologet, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Tempat ibadah diidentikkan dengan suatu tempat dimana seseorang mengadakan ibadah atau penyembahan kepada ALLAH.

Dari jaman Abraham sampai Yakub tentu kita sudah mengenal yang demikian. Mereka membangun kemah-kemah, atau kadang hanya berupa tumpukan batu saja, untuk mengingatkan bahwa di suatu tempat TUHAN pernah menyapa mereka. Sedemikianlah tempat-tempat ibadah, bahwa TUHAN yang bersemayam di dalam Surga berkenan menyapa manusia, umatNYA. Sebab TUHAN ada di surga dan ada di bumi, IA ada di mana-mana.

Pada jaman Israel keluar dari Mesir, mereka membuat Kemah Suci. Dan karena mereka masih di dalam perjalanan menuju Kanaan, maka Kemah Suci di-design untuk dapat bongkar-pasang. Kemah Suci disebut juga Tabernakel. Dibangun menurut contoh yang dilihat Musa di surga.

Ketika Kanaan, tanah yang djanjikan, tanah yang pernah dibeli Abraham, dikuasai Israel, maka Salomo mendirikan Bait Suci. Kemah Suci beserta perabotannya disimpan di Bait ini. Kita ketahui, Daud adalah seorang raja terkenal dan besar di antara semua raja Israel, tetapi TUHAN melarang dia membangun Bait Suci. Daud mengumpulkan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun Bait Suci, tetapi Salomo, anak Daud, yang diijinkan TUHAN mendirikan Bait Suci itu. TUHAN berjanji meletakkan NamaNYA tinggal di Bait Suci ini. Jika Nama TUHAN dipanggil di Bait Suci, maka TUHAN berkenan menyapa.

Bait Suci ini beberapa kali mengalami penjarahan, sebagai cerminan dari raja-raja Israel (baik Utara maupun Selatan) yang sangat jahat di hadapan TUHAN, dan banyak perabotannya menjadi upeti bagi bangsa-bangsa yang menjajah Israel, semua penjajah itu tentu disetuju TUHAN, karena Israel sangat berdosa. Puncaknya pada tahun 587sM, Nebukadnezar menghancurkan Bait Suci.

Yehezkiel mendapat penglihatan yang dari TUHAN, ia diberi gambaran terperinci mengenai bait yang baru (baca Yeh 40-43). Setelah sekitar 537sM banyak yang kembali dari pembuangan, maka tahun 515sM Bait Suci kembali dibangun, sesuai dengan apa yang Yehezkiel gambarkan. Jelas polanya sama dengan yang pertama, tetapi penampilannya jauh berbeda, karena tak satupun yang terselamatkan dari bait yang pertama, kecuali selajur tembok batu di atas Lembah Kidron, yang terletak di sebelah timur bait yang pertama, tembok yang kemudian disatukan dengan tembok-tembok istana Herodes.
Sebab Herodes membangun kembali Bait ini sekitar tahun 19-9 Sm. dan masih berlanjut sampai tahun 64M. Bait ini mempunyai dua pelataran, khusus Yahudi di dalam dan orang bukan Yahudi di luar. Herodes berusaha mencari muka otoritas Yahudi, sebab ia sedang memerintah di sana.

Tahun 70M, Bait ini dihancurkan oleh orang Roma, dua tembok tersisa, yaitu bagian barat (Tembok Ratapan) dan bagian timur.

Tempat-tempat ibadah di atas bagaimanapun merupakan gambaran yang samar-samar dari image rohani kita. TUHAN, Roh Kudus berkenan tinggal dengan roh kita, sehingga kita layak disebut umatNYA, tetapi sering demi nafsu dan pelanggaran, tubuh kita mengalami penghancuran-penghancuran, kerusakan moral, dijarah oleh Iblis, roh jahat, dan tak jarang kita menjual diri kita bagi pekerjaan jahat. Bahkan mempersembahkan tubuh kita bak upeti kepada ucapan-ucapan yang sia-sia, pekerjaan-pekerjaan yang keji dan najis di mata TUHAN.

Tubuh kita adalah Gereja, tempat ibadah, persembahan yang paling berharga bagi TUHAN, dan bukan gedungnya.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: