Ezra-Taurat-Perkawinan Campur

Februari 2, 2010 pukul 8:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 23 Komentar
Tag: , , , ,


Pemerintahan Babel. sumber gambar http://www.science.co.il
Nama Ezra tertera di dalam suatu Kitab di Perjanjian Lama, kitab Ezra. Bangsa Israel terbuang ke Babel. Dan sejarah terbalik, Babel dijajah Persia, nubuat-nubuat para nabi jelas menulis peristiwa ini jauh sebelumnya. Di bawah pemerintahan Persia, Koresh, pembangunan kembali Bait Suci diadakan., tentu setelah ia mendeportasi semua bangsa yang pernah diangkut oleh Babel ke negerinya masing-masing. Salah satunya Israel.

Pendudukan Babel oleh Persia, sumber gambar http://www.science.co.il

Pembangunan Bait Suci ini sarat dengan intrik. Yang membenci Israel kembali kuat berusaha menghalangi sementara nabi-nabi terus berkeras menopang rakyat membantu pembangunan kembali. Ester di dalam perannya telah menyelamatkan hidup Ezra, bangsa yang dinubuatkan untuk selalu ‘menginjak’ Israel, Moab, pernah berupaya membasmi Israel, tetapi melalui Ester rencana jahat itu tidak terjadi dan berubah arah, malah mengancurkan hidup sipenghujat.

Kejadian unik pada saat Ezra dan rombongan kembali dari Babel, Persia sekarang (karena sudah ditaklukkan oleh Persia), adalah bahwa banyak suku Lewi, para Imam maupun rakyat dan para pemuka telah melakukan perkawinan campur. Mereka banyak yang telah menikah dengan orang-orang yang menyembah berhala-berhala. Suatu kekejian bagi TUHAN, sebab Israel pernah sepakat atas suatu janji dengan TUHAN, untuk tidak kawin dan mengawinkan dengan orang-orang yang tidak menyembah TUHAN, dan pada masa sebelum Kristus, TUHAN hanya berkenan di kenal oleh Bangsa Israel.

Israel dibuang karena pelanggaran terhadap Hukum Allah, dan setelah kembali, semakin terlihat bahwa mereka melakukan pelanggaran demi pelanggaran. Bangsa yang sedang dikhususkan untuk melahirkan Kristus ini telah terlalu sering menyeleweng, tetapi TUHAN terus menanti, IA memang panjang sabar dan penuh Kasih Kemurahan.

Ezra didukung oleh banyak orang, dan ia dinasehatkan supaya tetap kuat. Meski ada juga yang menentang, tetapi oleh hikmat, dari berbagai hasil musyawarah, mereka mencetuskan untuk kembali menerapkan Taurat, dan…
Ezra 10:44 Mereka sekalian mengambil sebagai isteri perempuan asing; maka mereka menyuruh pergi isteri-isteri itu dengan anak-anaknya.
ya mereka yang kawin dan mengawinkan dengan orang-orang yang tidak percaya TUHAN, pada waktu itu disebut orang asing, sekarang melakukan perceraian, pengusiran secara paksa.

Dan kita bisa melihat sejarah umat manusia, dari hasil perkawinan antara seorang yang percaya dengan seorang yang tidak percaya, itu cenderung selalu penuh dengan bencana-bencana, dan bencana cenderung melahirkan bencana-bencana berikutnya, jikalau tidak ada ketetapan hati untuk meninggalkan segala kesalahan-kesalahan. Pertobatan. Dan perkawinan yang paling membawa bencana adalah…. ‘perkawinan’ antara Iblis dengan manusia. Manusia memilih Iblis sebagai sesuatu yang lebih menguntungkan lebih daripada hidup di bawah naungan TUHAN, mempelai yang sesungguhnya.

About these ads

23 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Tapi yang saya rasa perlu kamu pikirkan juga adalah : Apa dosa istri dan anaknya sehingga mereka perlu diusir paksa ? :(

    • Yang perlu Anda selami adalah… kenapa anak dan istri itu menyembah allah lain/dewa-dewa. Dan karena mereka menyembah dewa-dewa/allah lain itulah kenapa orang Israel pada masa itu menyebut bangsa lain bangsa asing, jadi kelas bangsa dikenal dari keyakinan/kepercayaannya.

      Anda membaca kalimat terakhir?
      Dan perkawinan yang paling membawa bencana adalah…. ‘perkawinan’ antara Iblis dengan manusia. Manusia memilih Iblis sebagai sesuatu yang lebih menguntungkan lebih daripada hidup di bawah naungan TUHAN, mempelai yang sesungguhnya.

      nah perkawinan dengan penyembah setan, itu sama saja membuka gerbang neraka kepada rumah tangga…

      jadi salah istri dan anak itu adalah… mereka telah menjadi perantara Iblis beracara…. dan ini juga sering terjadi tanpa dipahami oleh para manusia yang mengaku percaya kepada Allah padahal bukan Allah melainkan allah.

  2. Gini lho Kanjeng Raden Mas Parhobass, aku mudenglah maksudmu. Tapi coba kamu lihat dari sisi seimbang dong.

    Misalnya saja tertulis gini , ini rada mirip hubungannya : Hagar diusir begitu saja, padahal yang kebelet kawin ya siapa, yang minta kawin siapa. Lha siapa yang salah , siapa yang benar ?

    Kalopun anda agak gimana mengaitkan dengan perkawinan dengan iblis. Iblis yang mana yang anda maksud. :)

    Kalo kamu menikah dengan seseorang kemudian kamu mengusir istri dan anakmu tanpa kesalahan apapun dari mereka , lha jelas kamu keliru dong.

    Sejak awal kan kamu tahu calon istri kamu siapa , kecuali jika istri kamu berubah itu bisa kamu salahkan. lha wong sejak awal sebelum kawin saja kamu sudah tahu dia siapa kan.

    Tetapi mungkin itulah cermin kondisi sosial jaman itu.

    • masalah Abraham mungkin akan lari dari topik, karena pembahasan memang cucu-cucu yang jauh setelah Abraham, yang nota bene telah menerima TAURAT.

      tetapi tidak apa, mengenai Hagar…. Sarah kebelet punya anak, ia menyuruh tuannya Abraham ‘mengawini’ budaknya,… tetapi setelah budak ini ‘beranak’ ia tidak lagi menempatkan dirinya sebagai budak, malah mau mensejajarkan diri dengan ‘nyonya’-nya,…atau mungkin merasa sudah di atasnya… kalau Anda setuju dengan kelakuan Hagar, ya tidak apa2…. tetapi saya tidak setuju… dan mungkin seorang wanita lebih paham rasa yang begituan… dan pria cenderung enaknya saja, tahukan kan Abraham kesal ketika Sarah mengusir Hagar?… semoga Anda tahu…

      nah perkawinan yang berdasar oleh nafsu dan keinginan daging itu perlambang dari peran serta iblis…. Kalau hagar/abraham/sarah dari awal TAKUT akan TUHAN (dalam hal ini mengenai perkawinan), maka perang suku Ismael dan Ishak tidak akan ada… tetapi apa mau dikata, kehendak TUHAN berbeda dari kehendak manusia….semua diijinkan supaya terlihat siapa yang benar-benar TAHAN UJI.

      segelap apapun kehidupan TUHAN sanggup menjadikan itu terang, karena IA adalah Terang, selama kita mau dan tunduk dan percaya kepada DIA.

      • ternyata yang ini belum kubales ya ?

        Mau mensejajarkan diri dengan nyonyanya itu kan persepsi Sarah karena cemburu, sebab Hagar punya anak dan dia tidak. Lha temanya kan malahan jadi kecemburuan antar wanita: masing2 rebutan suami.

        Masalah perang suku Ishmael vs Iskak itu dasarnya apa kamu ngomong gitu ? Apa tafsir ayat klasik soal keledai liar yang sudah ketinggalan jaman itu ???

        Coba kamu jelaskan …

      • @lovepassword

        masalah kamu kenyangpun akhirnya hanya bisa dikatakan masalah persepsi, tetapi ketika perutmu tidak dapat menampung makanan lagi itu sudah bukan masalah persepsi…

        Ismael, Ishak itu perlambang bahwa dua2nya asalnya sama,…
        semua manusia asalnya sama
        tetapi ada yang lahir karena nafsu dan pemikiran manusia
        dan ada yang lahir dari janji dan rancangan yang rohaniah,…
        manusia berperaang, dimanapun, bagaimanapun, karena kedua hal ini…

        Anda berani berargument di sini juga karena menganggap “pikiran” Anda lebih rohaniah ketimbang saya atau siapapun lawan argument Anda…
        tetapi itu hanya persepsi jika tidak menginjakkan kaki di bumi ini..

        salam

      • Gini lho :

        Ada pembantu namanya anggap saja Inem. Inem berada dalam posisi subordinat majikannya. Inem disuruh oleh nyonyanya kawin sama Pak Budi misalnya . Dalam kondisi sebagai subordinat ya kecil kemungkinan Inem mampu menolak itu. Lha ketika kemudian timbul kecemburuan yang salah ya siapa ? Ya nyonya majikannya dong. Wong dia yang nyuruh, bahkan Inem bisa menolak apa nggak juga kita gak tau. Kalo dilihat nuansanya kecil kemungkinan ada penolakan pada jaman itu.

        Menyalahkan Inem lebih terkesan sebagai pembela perbudakan seenak udel ala hubungan Indonesia Malaysia itu. ^_^.

        Lha pengusiran Inem begitu saja karena cemburu itu tidak proporsional. Tidak Adil itu. Lha ketidakadilan ini menjadi sedikit masuk akal jika kita melihat ada rencana baik Allah dalam hal ini.

        Kasusnya kurang lebih ya seperti itu :

        “Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ‘Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.'”

        ==============================

        SALAM

      • @lovepassword

        saya sudah sebut di awal banget, bicara benar salah, tiga2nya salah…
        sebab jika mereka taat mengenai perkawinan maka sarah tidak akan berani mengajukan hagar, jika abraham paham arti perkawinan ia tidak akan asal ambil hagar, dan jika hagar mengenal dirinya sebagai hamba tentu ia akan takluk kepada sarah,…
        tetapi pilihan-pilihan mereka yang salah itu dapat TUHAN rekakan menjadi kebaikan,… tetapi ada kecenderungan orang yang lari dari TUHAN akan memilih pilihan-pilihan yang semakin lama semakin ngawur…seperti keturunan Ismael, dan Ishak, mereka berasal dari satu bapa, dan mereka mendapat berkat yang sama, tetapi TUHAN dapat melihat jauh ke depan, bahwa keturunan Ismael akan memilih menjauh dari TUHAN… dan terbukti memang begitu…ketidak adilan manusia bisa direkakan menjadi keadilan oleh TUHAN, itu bukti DIA maha kuasa…

        tetapi alangkah indahnya jika kita sudah mengenal TUHAN maka kita berbuah dari ROH TUHAN…

        tetapi akhirnya diskusi ini tidak berguna karena tidak nyambung dengan diskusi dan keberatan Anda di atas…

        salam

  3. [...] dengan non Yahudi, harus diceraikan atau dibunuh, pilih yang mana?”. (bisa dibaca di Ezra-Taurat-Perkawinan campur. Orang-orang seperti inilah, dan kebudayaan seperti inilah yang mendarah daging di bumi persada [...]

  4. @LOP

    Aku suka menanamkan Amsal ini kpd para anak-anak remaja:

    Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.

    Salam Damai!

    • anak muda jaman Amsal ditulis tentulah anak2 muda yang imut2 yang bahkan gak berani memandang wajah manusia yang lebih tua…Jaman sekarang jika orang tua, senior , orang yang dituakan, dsb tidak bisa menjawab atau memilih menjawab berputar-putar dengan dalih iman, dengan dalih kesakralan agama atau apapun, saya rasa mereka lebih senang bertanya pada Om gugel. ^_^. Saya rasa ada masanya para orang tua, guru agama atau siapapun itu atau setidaknya yang merasa tua, belajar lebih baik lagi agar tidak perlu mencari kambing hitam kepada hal-hal lain atas kekurangpengetahuannya sendiri.

      Kalo menurutku gitu sih.

      SALAM Maren
      See You

  5. @Anak Adam : anak muda yang imut2 ? Ya semua anak muda tentu lebih imut2 dibanding sama yang lebih tua… ^_^ Tetapi yah : Sifat baik anak2 itu ya selalu bertanya. Cuma orang tua yang gak terlalu pinter yang mengkondisikan anak2 supaya tidak bertanya, hanya patuh saja tanpa pertanyaan. Menurutku sih gitu….Ada masanya iman dibentur2kan dengan Tidak boleh bertanya. Lha itu gaya ahli Taurat aslinya sih , tetapi sering ditiru oleh tokoh2 atau orang yang dianggap tokoh.

    Kalo aku sih gak imut2 amat tetapi ya rada imut2…. Upin dan Ipin saja kalah imut ^_^ …

    @Parhobas : tetapi semoga karena ingin selalu bertanya bukan karena ingin benar ==> daripada ingin salah ya mendingan ingin benar…^_^

    • @lovepassword

      hehehe… maksud saya bukan di situ

      maksud saya adalah…
      ada orang yang “pura-pura” bertanya, tetapi kenyataannya bukan seperti itu…
      melaikan bertanya karena ingin mencari2 kesalahan, lalu diam2 ia akan mengeluarkan “kebenarannya” sendiri sampai mulutnya berbusa…

      paham kan maksud saya…

      orang bertanya disertai keraguan itu baik, karena kalau ragu berarti masih mau dinasehati, berbeda dengan orang yang sudah merasa benar, ia tidak akan mau dinasehati lagi…
      orang beriman adalah orang rentan… karena ia harus siap diisi dan semakin diisi sehingga penuhlah pengetahuannya, semakin dalam pengetahuannya, semakin tinggi pengetahuannya, semakin luas pengetahuannya, karena betapa dalam, tinggi, luas dan lebarnya hikmad Kristus ya toh…

      pijakan harus jelas, supaya keraguan itu tidak diisi oleh hal2 yang menyimpang… kata Paulus di Alkitab, “Ujilah segala sesuatu”
      dengan apa Anda menguji segala sesuatu kalau di dalam Anda tidak ada ROH ALLAH, kan gitu toh…

      salam

  6. Ujilah segala sesuatu ? Baguslah… Bagian uji menguji memang paling menyenangkan.

    • @lovepassword

      dengan apa Anda menguji sesuatu kalau ROH ALLAH tidak ada pada Anda?
      dengan apa Anda mengatakan suatu garis lurus kalau Yang Lurus tidak ada pada Anda?…

      salam

      • Menarik juga pertanyaanmu..tetapi dalam soal ngomong muter-muter bukankah bukan cuma kamu saja yang jagoan…duh duh ^_^. Oke Parhobas yang manis : Bisa kamu jelaskan darimana bisa kamu simpulkan bahwa Roh Allah tidak ada padaku ? Parameternya apa ? Jika tidak ada padaku, apakah ada padamu ? Atau ada pada siapa menurutmu ?


        dengan apa Anda mengatakan suatu garis lurus kalau Yang Lurus tidak ada pada Anda?…==> Ya dengan otakku lalu keluar lewat mulutku. Kayaknya gitu sih.

        SALAM Parhobass..
        See You

      • @lovepassword

        saya tidak mengatakan ROH ALLAH ada atau tidak pada Anda

        saya katakan dan tanyakan kepada Anda

        dengan apa Anda menguji sesuatu kalau ROH ALLAH tidak ada pada Anda?

        Anda jawab aja sendiri ok…

        dengan apa Anda mengatakan suatu garis lurus kalau Yang Lurus tidak ada pada Anda?…

        lp said:
        Ya dengan otakku lalu keluar lewat mulutku. Kayaknya gitu sih.

        hp said:
        kalau kau bilang dari otakmu, saya pastikan tidak ada yang lurus…

        salam

  7. dulu Upasaka Ratna Kumara sahabat lamaku berkata Ehi Passiko : Datang dan lihatlah, Mari buktikan sendiri, kurang lebih begitu ajaran Sidharta Gautama.

    Sekarang dikau Parhobas yang manis mengatakan Ujilah Segala Sesuatu.
    Betapa senang hatiku melihat para jagoan agama memiliki kepercayaan diri yang cukup …Baguslah itu…. ;)

    SALAM Par….

    • @lovepassword

      Saya meneruskan apa kata Alkitab,
      “Ujilah segala sesuatu”….

      sebab hati manusia itu sebenarnya diberi kemampuan untuk mengenal yang baik…

      salam

  8. @anak Adam yg imut

    Adam, dimana engkau?
    Dona-mu yg kelap-kelip udah kurespon tuh!
    http://perhatikanlah.wordpress.com/2010/08/24/19-dalam-al-quran/#comment-328
    Pulanglah nak!

    Salam Damai!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: