Si Fasik
Februari 27, 2010 pada 8:13 am | Ditulis dalam Apologet, Saya melihat | 2 KomentarKaitkata: Fasik, lemah
Mazmur 9:17 Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.
Menurut nasehat para penafsir Alkitab, biasakanlah berkonsentrasi kepada setiap ‘kata kerja’…
saya mencatat, dari terjemahan TBI LAI di atas ada 2 kata kerja, kembali dan melupakan.
kembali ke dunia orang mati dan melupakan Allah, sama dengan berbalik arah dari Allah
Orang bertobat bisa juga diartikan seseorang yang kembali dari jalannya yang sesat. TUHAN yang menghentikan HUKUMAN juga disebut kembali, atau berbalik arah. Di sini kita sedang berbicara tentang yang sebaliknya, yaitu kembali ke pada keadaan yang sesat.
Terkadang memang kita mengalami jatuh bangun, tetapi Yesus pernah berkata: “Ampunilah kesalahan saudaramu sampai tujuh puluh kali tujuh kali”… Bisa diartikan jika seseorang berdosa kepada kita, maka kita harus mengampuni dia,… sedang manusia disuruh mengampuni apalagi TUHAN, Ia akan mengampuni kita, jika kita memohon ampun, dan kita tahu meminta karena kita mengenal DIA.
Di sini kita sedang akan mengenal tentang seorang yang fasik, yang tidak mengenal dosanya sehingga ia merasa tidak perlu memohon ampun. Orang fasik disebut juga orang lemah, pengecut… mari bandingkan dengan..Wahyu Tuhan Yesus Kristus kepada Yohanes di Patmos berikut:
Wahyu 21:7-8
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”
TUHAN merencanakan keselamatan kepada semua orang, tanpa kecuali. Tetapi manusia itu sendiri ada yang merasa tidak perlu hidup bersama IMANUEL-nya, sehingga ia kembali, berbalik arah, dan tanpa ia sadari, karena ia tidak bisa melihat, ia buta, itu semua berujung kepada kematiannya sendiri. Ia tidak tahu, karena buta, ia buta karena ia melupakan ALLAH. Sebab ALLAH adalah tabib ajaib yang bisa dan mau menyembuhkan setiap mata hati yang dibutakan oleh kebodohan-kebodohan.
Orang-orang bodoh, lemah, yang berbalik arah dari kemenangan yang dijanjikan TUHAN disebut si Fasik.
Lagu
Februari 23, 2010 pada 5:09 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 3 KomentarKaitkata: lagu, youtube
Lagu ini khusus buat laeku Sihotang
Via Dolorosa,
diedit oleh DPJTRON, dari www.youtube.com
Ho do Rajangku
diambil dari www.youtube.com, diupload oleh sihol
lagu ini adalah koleksi di playlist saya di Youtube ketika di Perancis.
Nabi
Februari 21, 2010 pada 9:52 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan KomentarKaitkata: nabi
2 Petrus 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
Nabi, asal katanya dari bahasa Ibrani, נביא nna.vi atau nna.bi.
Nabi adalah:
- Pelihat (pada saat Samuel, Nabi disebut juga pelihat)
- Memberitakan berita yang langsung diberikan kepada dia oleh penglihatan dari ALLAH
- Pembicara TUHAN, berbicara atas Nama TUHAN dan atas otoritas TUHAN
- Seperti mulut TUHAN yang sedang berbicara kepada manusia
- Instrument langsung dari ALLAH untuk meneruskan pikiran dan kehendak ALLAH
- Mengucapkan nubuat-nubuat
- Menjelaskan tentang hal-hal yang akan terjadi, mengajar dan membimbing
- Sebagai tembok moral dan kebenaran dari TUHAN
- Biasanya mati martir
dan lain sebagainya…
Beberapa yang perlu dicatat, pada Kitab Samuel dan Raja-raja, para nabi sepertinya ada ‘sekolah’-nya, mereka sangat terdidik, mungkin Daniel bisa menjadi contoh yang bagus, ia seorang jenius. Sepertinya harus demikian, beberapa alasan bisa diajukan, antara lain karena kepada Musa, pendahulunya sudah ada 5 Kitab Musa, ditulis oleh Musa, yang harus dipelajari, untuk dijelaskan, untuk diteruskan dan untuk melihat lebih lanjut akan nubuat-nubuat yang ada di dalamnya. Seperti di Kitab Ulangan ada nubuat akan kedatangan seorang nabi, dan di kitab Mikha, sang nabi penulisnya menjelaskan bahwa ‘dia’ yang dinantikan itu harus lahir di Betlehem, tanah Yehuda.
Beberapa daerah yang tertulis pernah ada ‘sekolah’ atau sekelompok nabi antara lain di Rama, Bethel, Gilgal, Gibea, dan Yeriko.
Jika kita mengikuti 1 Tawarikh 29:29; 2 Tawarikh 9:29; 2 Tawarikh 12:15, maka nabi juga melakukan pencatatan silsilah, riwayat dan menjaganya. Jelas sekali, nabi sebagai pelihat, dapat melihat sesuatu jauh ke depan, mereka telah melihat kedatangan Kristus, sebagai manusia, makanya mereka terus menjaga garis-garis keturunan yang akan melahirkan Mesias. Mereka sangat merindukan masa itu. Tentu kita langsung teringat kepada kutipan yang indah ini,
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. (Ayub 19:25-27)
Ayub telah melihat masa itu….Dan bahkan Daud telah melihat juga,..melihat jauh ke depan. TUHAN adalah sumbernya.
Terkadang TUHAN juga mengutus malaikat untuk berbicara kepada nabi, untuk mencatat atau memberitakan sesuatu. Perhatikan kutipan dari sebuah kitab yang ditulis oleh Paulus sebagai surat bagi Jemaat Galatia, Galatia 3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu–dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara
dan kutipan berikut:
Ibrani 2:2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal
Artinya ada beberapa firman ALLAH yang disampaikan melalui malaikat.
Nabi jika tidak mengenal TUHAN, maka disebut nabi palsu, mereka terkadang dilihat dari beberapa point berikut:
-menerima suap,
-meneripa upah yang tidak benar,
-pendusta,
-tidak dapat melihat, atau tidak dapat bernubuat,
-nubuatnya atau ramalannya hanya bohong, biasa disebut petenung,
-tidak ada ROH ALLAH padanya,
-berontak kepada perintah TUHAN,
-tidak berpegang kepada segala perintah TUHAN,
Domba-domba Allah
Februari 20, 2010 pada 8:56 am | Ditulis dalam Apologet | 9 KomentarKaitkata: Domba Allah, domba-domba, Gembala, Tuhan, Yesus

gambar dari http://he.wikipedia.org
Umat Allah sering juga disebut domba-domba Allah. Ciri-ciri itu tentu ada kemiripan, sebab salah satu ciri domba adalah kenal betul dengan gembalanya dan selalu dekat dengan kelompoknya. Menggambarkan, bak SALIB, vertikal-horizontal.
Tetapi marilah perhatikan point-point berikut ini:
1. Kejadian 49:24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel
2. Mazmur 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
3. Yesaya 40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
4. Yeremia 23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.
5. Yehezkiel 34:23 Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya.
6. 1 Petrus 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
7. Wahyu 7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Hubungan TUHAN dengan umat yang Ia pilih, seperti hubungan antara gembala dengan domba-dombanya. IA melindungi, menuntun, menjaga dan memimpin, mencari yang tersesat, dan memelihara serta menaungi dengan kedamaian, menggembalakan. Domba-domba mengenal suara tuannya.
Perhatikan point 5 di atas,… TUHAN berjanji mengangkat seorang gembala, dari keturunan Daud, disebut hambaNYA, tetapi di point 7, ‘gembala’ itu disebut Anak Domba yang menggembalakan, ini jelas menjelaskan tentang inkarnasi, tentang Firman Allah yang menjadi Anak Manusia. Anak Domba menjelaskan bahwa Gembala ini telah pernah menjadi salah satu dari ‘domba’, manusia. Dan Anak Domba ini mengingatkan kita tentang korban darah, korban keselamatan dan korban penghapusan dosa, persembahan yang harus tidak bercacat cela, harus murni dan harus kudus. (baca Imamat 3). Ingat kurban tidak sama dengan korban.
Lalu siapakah Anak Domba ini? siapa DIA Gembala itu? Siapa Dia yang beserta domba-domba itu, beserta umatNYA?…..Kita langsung teringat kepada suatu Nama, IMANUEL, Allah beserta kita, Tuhan beserta kita.
Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Imanuel adalah Gembala kita, TUHAN adalah Gembala kita, karena IA begitu dekat dengan kita. Gembala tentu selalu dekat dengan domba-dombanya…. “Mari domba-domba yang tersesat, mendekatlah!”.
Kata Tuhan Yesus: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”, Yohanes 10:11,14
Yang tidak mengenal Gembala, yang tidak mengenal Tuhan Yesus, masih tersesat… maka dengarlah suaraNYA… IA begitu lembut, di hati terdalam,… IA memanggil dengan RohNYA Yang Kudus, ROH ALLAH.
Kata Yesus ….”Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”
maka kitalah yang dimaksudnya….segeralah berkumpul, kepada IMANUEL. Sebab kelak TUHAN beserta kita, semuanya, dari segala jaman, bahasa dan suku dan bangsa, karena kita ditempatkanNYA di “padang hijau”, di sorga, di RumahNYA, KERAJAAN ALLAH. Haleluya, Amin
Salah satu surat penggembalaan
Februari 19, 2010 pada 3:56 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 KomentarKaitkata: Surat Penggembalaan
Surat ini ditulis ke umat Kristen sekitar tahun 66M. Dikutip langsung dari Alkitab.
Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”
Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”
Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
Terimalah Roh Allah
Februari 19, 2010 pada 7:57 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 KomentarKaitkata: kekuatiran, mengutus, Roh Allah, Tuhan Yesus, utusan
Yohanes 20:19-22, IBIS
Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Salam sejahtera bagimu.”
Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali.
Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, “Salam sejahtera bagimu. Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian.”
Lalu Ia meniupkan napas-Nya kepada mereka dan berkata, “Terimalah Roh Allah……
Peristiwa penyaliban adalah teror yang sangat mengerikan bagi para murid Yesus. “Guru saja dibantai, IA penuh kuasa dan penuh kebenaran, apalagi kami”, inilah biasanya yang keluar dari pikiran-pikiran yang penuh kekuatiran dan ketakutan. Sangat beralasan memang untuk melupakan kotbah-kotbah Yesus perihal :”Jangan kamu kuatir”. Nyawa mereka terancam. Otoritas Yahudi, penguasa, yang bebal dan keras kepala telah melambung tinggi, Guru telah dibunuh, dan sekarang waktunya membantai habis para pengikut. Murid-murid sangat ketakutan.
Rumah tempat para murid berkumpul dikunci rapat, kalau ada beberapa wanita cerewet dan penakut, mungkin akan mengigau begini :”Aduuuhh gimana kita ini,… bagaimana ini…”.
Tiba-tiba YESUS masuk ke ruangan dan berdiri di tengah-tengah mereka, kemungkinan beberapa di antara mereka sedang berdoa. Halusinasikah? Hantukah?, sebab mereka berpikir ‘sosok’ yang tiba-tiba berdiri di depan mereka itu hanyalah ‘sebuah’ roh dan produk-produk dekaden lainnya, yang biasanya timbul pada saat ketakutan yang memuncak….
“Shalom” kata Yesus, lalu.. Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali. Upppsss… ini benar-benar YESUS, Guru… yang telah disalib itu… yang mati itu…, mungkin si wanita cerewet tadi berkata:”Hehh Petrus sini… lihat… Dia ini memang Guru, lihat Petrus aku menjamah bekas paku salib itu,…. Petrus cepat ke sini, DIA-lah ini…”.
Ketakutan berubah menjadi kegembiraan yang luar biasa, sebab Tuhan YESUS hadir.
Dan tidak cukup di situ, Tuhan YESUS yang adalah diutus Bapa untuk menyelamatkan manusia, Penebus, sekarang Tuhan Yesus mengutus murid-muridNYA. Seperti Yesus diurapi Roh Kudus untuk memulai pekerjaan Pemberitaan Injil Kerajaan Allah, maka juga para murid diberi anugerah-anugerah oleh YESUS, mereka diurapi dengan ROH KUDUS, ROH ALLAH…. YESUS melakukan itu, sebab IA adalah TUHAN.
“Terimalah Roh Allah,” kata Tuhan Yesus ….
Kita langsung teringat peristiwa ribuan tahun sebelum kejadian ini, tepatnya di Kejadian
(Kejadian 2:7 [ITB])
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
atau:
(Yehezkiel 37:5 [ITB])
Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
Nafas Tuhan Yesus adalah nafas kehidupan, nafas kesejahteran,..nafas penghiburan.. nafas pertolongan.. dan nafas pengutusan,… ROH ALLAH….ELOHIM.
Bukti?
Dari sekian murid-murid yang ketakutan, yang mengunci diri di rumah itu, setelah kehadiran dan anugerah ‘napas’ itu, mereka menjadi bergembira, kelegaan mereka dipuaskan…. dan mereka berani….
bahkan rela mati,…. ingat dari 11 rasul awal, paling tidak hanya Yohanes yang tidak mati martir. Bahkan generasi ke tiga setlah Kristen awal ini masih martir, Paulus, Policarpus… dan seterusnya, bahkan masih terwaris di abad 19 awal, Pdt.Samuel Munson dan Pdt. Hendy Lyman, mati martir di Tanah Batak.
Kematian bukan ujung kawan,…. bagi yang berkemenangan itu adalah awal untuk melihat kemuliaan hidup bersama Sang Raja. Kalau kita hidup, kita hidup untuk Tuhan. Dan kalau kita mati, kita pun mati untuk Tuhan. Jadi, hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan (Roma 14:8)
Jangan menyerah
Februari 18, 2010 pada 7:05 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan KomentarKaitkata: lemah, menyerah
Orang yang gampang menyerah, di dalam bahasa theologisnya disebut, lemah, pengecut.
Padahal kita ditantang untuk tampil bak pahlawan. Dan pahlawan tergagah adalah dia yang sanggup mengalahkan dirinya sendiri.
Orang yang memelajari Alkitab juga sering mengalaminya, ia menyerah. Memang latar belakang bisa menjadi faktor utama. Dan yang menyerah ini tanpa disadari sudah mendirikan tiang gantungan bagi dirinya, sayangnya tidak sadar.
Contoh tiang pancungan kepada orang gampang atau sering menyerah.
a. Takutlah akan Tuhan saja (Matius 10:28),
b. Kasihilah Tuhan saja (Matius 22:37),
c. di dalam kasih tidak ada takut (1 Yohanes 4:18)
Sebuah paradoks?, TEPAT. Ingat paradoks bukanlah kontradiksi. Tetapi oleh kata menyerah ayat di atas bisa menjadi KONTRADIKSI, dan kalau masih bertahan di sana, maka….. tanpa disadari tiang gantungan, kematian sebenarnya sudah erat terikat di leher….sambil berkata: “Alkitab penuh kontradiksi”, tiang gantungan yang menjulang, sama seperti tiang gantungan yang didirikan oleh Haman orang Amalek di jaman Ester. Ia pikir ia mendirikan tiang gantungan itu untuk menggantung Mordekhai, tahu-tahunya, tangan TUHAN yang misterius bekerja, tiang itu menjadi gantungan bagi dirinya sendiri.
Takut di a, menjelaskan, takut kepada TUHAN, kenapa? karena TUHAN sanggup dan bisa membunuh kita, bahkan bukan hanya tubuh, tetapi juga roh kita. Lihatlah kekuasaanNYA, kekudusanNYA dan jangan main-main.
Sementara takut di c menjelaskan ketakutan atau teror akan ketidak percayaan akan TUHAN yang hadir dari kebimbangan kita sendiri. Jikalau Anda percaya kepada TUHAN, maka percayalah bahwa TUHAN memberikan rencanaNYA kepada Anda sepenuhnya, dan kalau Anda percaya maka letakkanlah segala hidup Anda di bawah tanganNYA… Teror terbesar apa? yaitu tidak masuk surga,… padahal YESUS berkata, “Percayalah kepadaKu karena Aku adalah Jalan menuju Bapa, tidak ada yang lain”. Jadi kalau Anda percaya kepada Yesus, maka bagian surga itu adalah bagian ke sekian yang diberikanNYA kepada Anda, bukan lagi tujuan utama, sebab TUHAN, Raja Sorga adalah YESUS, kalau Anda percaya Dia, tentu IA akan menggenggam Anda di sorgaNYA….dan itu jugalah yang dijelaskan sebagai kasih itu. Kalau Anda mengasihi ALLAH, maka itu sangat paralel dengan percaya kepadaNYA, tunduk kepadaNYA,…. dan tentu memiliki hubungan pribadi denganNYA. Bagaimana TUHAN, Raja Alam semesta mau berkenan bersahabat dengan kita manusia yang nista ini?, …. ROH Kudus,..Diutus oleh Bapa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dengan begitulah kita mengenal dan mengasihi TUHAN, sebab IA begitu dekat dengan kita, IA tidak di bertahtah sebagai RAJA di surga yang jauh, tetapi IA juga terus mengetok pintu hati kita.
Jangan menyerah! Adillah kepada diri sendiri.
Kenapa harus Sunat Hati?
Februari 18, 2010 pada 10:39 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan KomentarKaitkata: hubungan pribadi, pengetahuan, Roh Kudus, sunat hati
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Manusia boleh bangga dengan segala apa yang ia dengar, pengetahuannya, agama bisa dipelajari dengan segala kekayaannya, tetapi Ayub menjadi saksi, semua apa yang kita ketahui itu tidak ada gunanya, kalau kita tidak bertemu secara langsung dengan TUHAN. Hubungan pribadi yang luar biasa. Hubungan inilah yang sangat diperlukan. Bukan pengetahuan itu, bukan hapalan Anda, dan bukan referensi dan juga bukan tulisan-tulisan ilahi…Sebab juga tertulis “Menyelidiki Kitab Suci tidak membawa hidup, jika kita tidak percaya kepadaNYA”..
Kita bisa membaca dengan baik kata ini :“Kasihilah sesamamu”. Bisa dihapal dengan gambang, bahkan bisa ditulis dengan indah, ditempel di aula atau rumah, tetapi kalau pribadi kita, karakter kita tidak berhubungan dengan “KASIH” itu, apa gunanya itu? apa faedahnya”?,telah menjadi idola, telah menjadi arca, patung tak bernyawa, kita telah menjadikannya sebagai patung-patung dewa yang tidak bernafas dan yang tidak dapat mencium, allah lain.
Hanya sebagai contoh saja,
TUHAN pernah memberi Perjanjian Sunat,.. tetapi ingat, setiap manusia mampu melakukan itu, karena mati demi dewa, allah lainpun, orang sanggup melakukan, apalagi hanya sunat khatan. Itu gambang. Sebab ada yang melakukan sunat, tanpa mengenal siapa Yang berjanji.
Ada satu yang tidak sanggup dilakukan manusia, Sunat Hati. Sebab itu hanya ada jika kita percaya kepada DIA. Ketika kita percaya maka kita akan berbuah, kasih, iman, dan pengharapan.
Ulangan 10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
Kenalilah TUHAN secara langsung, IA ada di sini melalui ROH KUDUSNYA, dan jangan tegar tengkuk, layani DIA, dan tunduklah, sunat hati, terimalah DIA.
Pemberita Berita Gembira, Injil
Februari 18, 2010 pada 9:19 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan KomentarKaitkata: Berita Gembira, Pemberita Injil
Nahum 1:15
Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!
Yesaya 52:7
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
Roma 10:13-18
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
Kesaksian Paulus diterima TUHAN
Februari 17, 2010 pada 8:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan KomentarKaitkata: Injil, injil palsu, Kesaksian, Paulus
Paulus sedang menulis surat penggembalaan kepada Jemaat Korintus. Jemaat mula-mula ini telah mengalami serangan, sebuah serangan dari dalam, yaitu dengan begitu banyaknya pengajar-pengajar palsu, yang mengaku rasul Kristus padahal bukan. Dan kesaksian ini telah menjadi jalan TUHAN untuk tertulis sebagai panduan bagi mereka yang mempercayai TUHAN. Sepanjang jaman, surat ini akan ada bagi umat ALLAH.
Pengajar-pengajar palsu ini telah mengajarkan tentang Yesus yang lain, yang artinya mengajarkan Injil yang lain. Injil yang benar adalah TUHAN telah datang, berinkarnasi menjadi manusia, melalui FirmanNYA, Yesus namaNYA, Yesus ini lalu mati untuk penebusan, dan setelah mati, IA bangkit, lalu naik ke sorga, kembali kepada kekekalanNYA, untuk memerintah sebagai Raja atas segala raja, Tuan segala tuan, Kerajaan ALLAH. Sangat jelas tentunya, sehingga injil yang beritanya di luar itu pasti palsu.
Cara unik untuk menjelaskan akan kemurnian pengajaran yang diberitakan Paulus.
Pernah ia berkata, sekali lagi kesaksian Paulus ini tercatat untuk semua orang beriman, mari kita baca
2 Korintus 11:6 Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.
Ia menjelaskan tentang pengetahuannya, ia memang seorang murid andalan dari golongan farisi, jangan sampai ragukan pengetahuannya tentang agama Yahudi dan Kitab Yahudi. Sedang musuh, penyebar ajaran injil palsu juga mengaku-ngaku hebat dan menguasai hukum dan agama itu, sebab mereka sama-sama orang Ibrani, keturunan Abraham, dan orang Israel…
Terlebih para penuduh ini kemungkinan sering dan sudah sama-sama menyaksikan Paulus pernah disesah, hukum campuk oleh orang Yahudi.
Apa pentingnya perihal hukum cambuk ini diambil Roh TUHAN sebagai kesaksian, persembahan yang harum dari Paulus kepada TUHAN sampai tertulis di 2 Korintus 11:24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan..?
a. Mari melihat Ulangan 25:1-3
“Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah, maka jika orang yang bersalah itu layak dipukul, haruslah hakim menyuruh dia meniarap dan menyuruh orang memukuli dia di depannya dengan sejumlah dera setimpal dengan kesalahannya. Empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih; supaya jangan saudaramu menjadi rendah di matamu, apabila ia dipukul lebih banyak lagi
b. Amsal 10:13
Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.
c. Amsal 19:29
Hukuman bagi si pencemooh tersedia dan pukulan bagi punggung orang bebal.
d. Amsal 26:3
Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal
dan masih banyak yang lainnya tentu….
Lihatlah tuduhan-tuduhan di atas, tuduhan yang dibawa oleh para sesama ahli, yang membedakan hanya Paulus pemberita Injil yang benar, sedang yang lain palsu. Dan harap diingat, para anti-Injil juga sering melakukan perang urat saraf yang sama, para tokoh-tokoh antagonis yang ditiru, tetapi dengan demikian kita percaya, bahwa memang antikristus selalu melekat pada orang yang tidak percaya Injil.
Paulus di-’katai’ bebal, kuda, keledai, tidak berhikmat, tidak berakal budi, dan… memang ia mengalami cambukan itu. Ia kalah di dalam sidang. …
Tetapi….apakah memang tuduhan itu benar, apakah pemenang perkara itu menjelaskan kebenaran mereka?, perhatikan hukuman yang dicatat di sini…
2 Korintus 11:24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan
Sesuai kitab Musa, maka dari segi hukuman di atas, hakim persidangan masa itu mengakui bahwa Paulus adalah saudara mereka sendiri yaitu Israel, Yahudi, penganut Yahudi, bangsa yang daripadanya akan datang Mesias, sehingga tidak ada cara untuk mengelak bahwa ajaran Paulus tidak menyimpang,…. dan yang unik dari pembuktian itu adalah… Paulus dicambuk 40 kurang satu, artinya hanya 39. Padahal hukum Musa berbunyi jika kedapatan bersalah, maka terdakwa harus dihukum 40 dan jangan lebih,… artinya “pengadilan” telah menghukum dengan tidak benar, dan hanya memutuskan perkara berdasar kemauan mereka.. maka sedemikian jugalah para pengajar injil palsu juga mengajarkan dan mengabarkan tentang injil palsu hanya demi kemauan atas apa yang mereka ketahui saja, bukan atas apa yang ROH TUHAN mau….
Jadi kemungkinan besar guru-guru palsu yang turut menyalibkan Tuhannya Paulus, Yesus Kristus, sebagian juga telah masuk kepada penyusup-penyusup ini, pengajar injil yang lain.
Beberapa Syarat menjadi Raja Israel
Februari 16, 2010 pada 1:37 pm | Ditulis dalam Apologet | 2 KomentarKaitkata: Raja Israel, syarat
Ulangan 17:14-20
“Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.
Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi.
Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.
Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.
Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya,
supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.”
6 “Baptisan”
Februari 16, 2010 pada 10:05 am | Ditulis dalam Pemikiran | 6 KomentarKaitkata: Baptisan
1. Ketika TUHAN menciptakan Bumi, Roh Allah melayang-layang di atas air. Bumi sedang di-’baptis’ untuk siap menerima semua karya Allah.
2. Ketika TUHAN murka atas bumi, Allah mengguyur bumi itu sekali lagi. Air Bah yang hebat, di jaman Nuh. Bumi sedang di-’baptis’, agar siap melalui hari-hari baru, janji baru dari Nuh.
3. Ketika Israel dibawa keluar dari Mesir, mereka harus menyeberangi Laut,.. mereka sedang di-’baptis’, untuk siap menerima Hukum-hukum yang harus merela laksanakan di negeri yang dijanjikan Allah kepada mereka.
4. Ketika sisa Israel mau memasuki Tanah Perjanjian, mereka menyeberangi Yordan, bangsa yang disisakan ini sedang di-’baptis’ untuk siap melayani Allah di tanah yang akan segera mereka miliki karena Janji.
5. Yesus dibaptis di Yordan, untuk memulai berita Injil
6. Allah melalui Roh Kudus di dalam Nama Yesus Kristus, membaptis orang-orang percaya, untuk siap memberitakan Injil sama seperti Kristus, yaitu bahwa YESUS akan memerintah sebagai Raja.
Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia
Februari 16, 2010 pada 7:36 am | Ditulis dalam Apologet | 2 KomentarKaitkata: Israel, janji, Tuhan, Umat Allah
Israel, bangsa yang diperbudak di Mesir, sekarang sudah berdiri di tepi Kanaan, di selatan Yordan.
TUHAN berjanji untuk selalu berdiri di depan mereka, dan TUHAN akan membuang mereka, menyerakkan mereka ke seluruh dunia, jika mereka berpaling wajah dari TUHAN dengan menyembah berhala dan allah-allah yang tidak bisa melakukan apa-apa… dan TUHAN menegaskan….. demikian
Ulangan 4:31-40
Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.
Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?
Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api.
Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,
untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini.
Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”
SALIB
Februari 15, 2010 pada 12:40 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 1 KomentarKaitkata: memikul salib, salib

Ketika Anda berdiri dan hidup, perhatikanlah kesaksian yang harus Anda bawa sepanjang hidup Anda, sejak lahir…
SALIB….
tepat sekali Anda adalah SALIB-SALIB hidup, dan harus memikulnya kemanapun Anda pergi…..bagi sebagian orang ‘salib’ ini menjadi beban, tetapi bagi sebagian lagi, tidak. Dan ada juga yang tidak paham arti salib itu, meski ia membawanya kemana-mana…..
HALELUYA
Februari 15, 2010 pada 12:10 pm | Ditulis dalam Apologet | 14 KomentarKaitkata: Haleluya

Haleluya, umumnya disebut Pujilah TUHAN.
הַלְלוּ יָהּ HALELU YAH, יהH3050 הללו H1984
H3050
יהּ
yâhh, yaw
Contracted for H3068, and meaning the same; Jah, the sacred name: – Jah, the Lord, most vehement. Cp. names in “-iah,” “-jah.”
H1984
הלל
hâlal, haw-lal’
A primitive root; to be clear (originally of sound, but usually of color); to shine; hence to make a show; to boast; and thus to be (clamorously) foolish; to rave; causatively to celebrate; also to stultify: – (make) boast (self), celebrate, commend, (deal, make), fool (-ish, -ly), glory, give [light], be (make, feign self) mad (against), give in marriage, [sing, be worthy of]
H3068
יהוה
yehôvâh, yeh-ho-vaw’
From H1961; (the) self Existent or eternal; Jehovah, Jewish national name of God: – Jehovah, the Lord. Compare H3050, H3069
terjemahan mendekati Literal, ECB Bible, begini:
Mamur 150:1-6
Halalu Yah! Halal El in his holies;
halal him in the expanse of his strength;
halal him for his might;
halal him according to his abundant greatness;
halal him with the blast of the shophar;
halal him with the bagpipe and harp;
halal him with the tambourine and round dance;
halal him with strummers and woodwinds;
halal him on the hearkening cymbals;
halal him on the clanging cymbals.
All you who breathe, halal Yah.
Halalu Yah!
LAI, Terjemahan Baru, begini
Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Note:
‘yah’ sering juga ditulis ‘iah’, ‘jah’,…
ditambahkan dari comment di bawah:
HALELUYA itu adalah kata konstrak atau kata bentukan dari:
HALALU YAH
HALALU adalah bentukan dari HALAL LU
dimana
HALAL = PUJILAH (secara konteks dan secara logika penerjemahan)
LU= KALIAN, bisa juga kita
YAH = YAHWEH (YHWH, TUHAN, ALLAH, dengan capslock semua)
jadi HALELUYAH arti literalnya,
kita Pujilah TUHAN atau Puji kalianlah TUHAN…atau bisa juga Terpujilah ALLAH, terpujilah TUHAN
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
