Perempuan Samaria

Januari 26, 2010 pukul 9:41 am | Ditulis dalam Apologet | 3 Komentar
Tag: , , , , , ,

Yesus sedang mau menuju Galilea dari Yudea, dan tentu harus melewati daerah Samaria. Yudea adalah daerah Israel Selatan, dan Samaria adalah daerah Israel Utara. Daerah ini pecah pada saat seorang anak Daud memberontak. Israel ibukotanya Yerusalem, tetapi setelah pecah, Israel Selatan-lah yang tetap menggunakan Yerusalem sebagai ibu kota, dan Israel Utara ibukotanya Samaria. Israel Utara kemudian tetap menggunakan nama Israel sedangkan Israel Selatan kemudian disebut Yudea. Yudea meliputi daerah Yehuda dan Benyamin. Perpecahan itu terjadi sekitar tahun 930 SM. Israel lebih kacau ketimbang Yudea. Sebagai perbandingan dengan 19 raja, Israel diperintah sekitar 200 tahun, sementara Yudea 350 tahun. Dan saking jahatnya Israel dihukum oleh TUHAN, dijajah oleh Asyur sekitar tahun 722-720 SM. 10 Suku inipun hilang. Israel disebut sebagai perempuan jalang, pelacur, karena praktek-praktek pelanggarannya atas janjiNya kepada TUHAN. Dan Yudea juga ternyata melakukan hal yang sama, dan pada akhirnya dijajah oleh bangsa Babel sekitar tahun 586 SM (berjarak sekitar 150 tahun dari penjajahan Israel). Dan banyak orang Yudea dibuang ke Babel. Tidak mengenal orang, baik yang taat maupun yang tidak, semua terbuang. Dan di tempat pembuangan keturunan Yakub ini mempraktekkan kehidupan ibadah mereka kepada TUHAN, dan praktek-praktek inilah yang membuat mereka dinamai YAHUDI, bentuk relasi manusia terbuang itu kepada TUHAN disebut Yahudi (sebagai perbandingan Anda bisa mencari kata ‘agama’ di Perjanjian Lama, Terjemahan Baru Bahasa Indonesia atau mencari di Tanakh, Alkitab berbahasa Ibrani, maka Anda tidak akan pernah dapat menemukannya, sebab TUHAN tidak membentuk agama).

Israel dan Yudea sering terjadi perang saudara. Bangsa yang menjajah mereka juga berbeda, dan pembuangan mereka juga berbeda. Ada selisih sekitar 150 tahun antara penghukuman terhadap Israel dan Yudea, sehingga pemisah itu semakin nyata, terlebih keturunan Yudea inilah yang mendapat karunia, mereka dapat kembali ke Yudea, dan sejak itu mereka lebih dikenal sebagai Yahudi saja. Dan orang Israel yang dapat membuktikan garis keturunannya sampai ke Yakub dapat menjadi Yahudi. Dan orang yang mempraktekkan tata ibadah Yahudi dapat juga disebut Yahudi. Pada masa Zerubabel, Ezra, Nehemia-lah Yahudi berusaha memulai hidup mereka. Dan pada masa itu siapa saja yang menikah dengan orang yang bukan Yahudi harus menceraikannya atau dibunuh. Yahudi menjadi sangat khusus. Rentang 500 tahun ke depan, wilayah ini masih terus mengalami penjajahan demi penjajahan, Persia, Yunani, dan Romawi.

Sehingga ketika seorang perempuan Samaria, yang menimba air, ketika Yesus mendekatinya dan berusaha meminta air kepadanya, ia terheran-heran, dan setelah murid-murid juga melihat perihal itu, murid-murid juga heran, merasa terganggu.

Perhatikan kata perempuan Samaria ini.
Yohanes 4:
ayat 9: Wanita Samaria itu menjawab, “Tuan orang Yahudi, saya orang Samaria; mengapa Tuan minta minum dari saya?”
ayat 12: Yakub, bapak leluhur kami, memberi kami sumur ini. Ia sendiri mengambil air minumnya dari sini; begitu pula anak-anaknya serta binatang ternaknya. Apakah Tuan sangka Tuan lebih besar dari Yakub?
ayat 20: “Nenek moyang kami menyembah Allah di bukit ini, tetapi bangsa Tuan berkata bahwa hanya di Yerusalem saja tempatnya orang menyembah Allah.”
ayat 25: Wanita itu berkata kepada Yesus, “Saya tahu Raja Penyelamat (yang disebut Kristus) akan datang. Kalau Ia datang, Ia akan memberitahukan segala sesuatu kepada kita.”

perhatikan kata Yesus di dalam menjawab perempuan Samaria
ayat 26 : “Akulah Dia,” kata Yesus, “Aku yang sekarang sedang berbicara dengan engkau.

ayat 22: Kalian orang Samaria menyembah yang tidak kalian kenal, sedangkan kami orang Yahudi menyembah Dia yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari orang Yahudi.

ayat 23-24: Tetapi waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa dengan kuasa Roh Allah orang-orang akan menyembah Bapa sebagai Allah yang benar seperti yang diinginkan Bapa. Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat menyembah Bapa sebagaimana Ia ada.

Dan perempuan Samaria ini menjadi pemberita Injil, Berita Gembira bawha Kristus, Raja Penyelamat telah datang.
ayat 39: Banyak orang Samaria penduduk kota itu percaya kepada Yesus, karena wanita itu berkata, “Ia mengatakan kepada saya segala sesuatu yang pernah saya lakukan.

dan pemberitaannya berhasil..
ayat 42: Mereka berkata kepada wanita itu, “Kami percaya sekarang, bukan lagi karena apa yang engkau katakan kepada kami, tetapi karena kami sendiri sudah mendengar Dia, dan tahu bahwa Ia memang Penyelamat dunia.”

Yahudi dan Samaria adalah Israel…. dan Injil itu diberitakan dimulai dari Israel. Sama seperti oleh seorang perempuan Samaria maka banyak orang Samaria datang kepada Yesus. Dan oleh banyak orang Yahudi (murid-murid awal dan Kristen awal) serta oleh banyak orang Samaria, oleh Israel sejati, berita suka cita itu-pun menyebar sampai ke ujung-ujung bumi.

Dari Yahudi ke Samaria, dari Israel ke Romawi, dari Eropa ke tanah Batak. Oleh Rasul Batak, ompui I.L Nommensen, Berita itu bergema di tanah Batak.

3 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Panjang postingmu ya lae…
    .
    .

    Dan memang benar posting lae itu…
    Orang yg pertama menginjil di dunia ini adalah wanita Samaria itu… dan yg lebih hebatnya lagi dia bukan salah satu murid Kristus dan yg mantap lagi wanita Samaria itu sudah menginjil pada waktu Kristus belum naik ke Surga .

    Semoga … tergeraklah hati yg membaca posting lae ini … bhw org2 yg mendengar injil dr wanita Samaria itu akan berkata kepada wanita itu, “Kami percaya sekarang, bukan lagi karena apa yang engkau katakan kepada kami, tetapi karena kami sendiri sudah mendengar Dia, dan tahu bahwa Ia memang Penyelamat dunia.”

    Salam kasih ma lae

    • ya lae agak panjang….masih mau memuat satu peta lagi neh sebenarnya

      map major religions di dunia ini, tetapi petanya agak besar…. ngga muat hehehe

      salam juga lae

  2. [...] Jika kita bandingkan beliau ini dengan seorang perempaun sederhana di Samaria, maka akan jauh berbeda. bisa dibaca di Perempuan Samaria [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: