Mengapa Allah Menciptakan Alam Semesta

Desember 22, 2009 pukul 9:41 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 271 Komentar
Tag: ,

Pertanyaan pertama saya ketika memasuki gerbang ‘kemerosotan’ iman adalah…

Kenapa Allah menciptakan alam semesta ini?
dan kesimpulan saya yang pertama adalah…. “Kesalahan pertama Allah adalah Ia menciptakan alam semesta ini”.

Jika tidak ini, maka tidak itu….
Dan pada ujungnya, tak satupun realita yang dapat saya sentuh. Sebab jika saya tidak mengucapkan “A”, maka bagaimana dengan “B” yang diucapkan yang lain. Imaginasi tidak akan pernah sama sekali menyentuh realita, jika selalu bertanya demikian.

Jika saya tidak ada, lalu apakah yang akan diperbicangkan oleh “para bos” di Qatar, sewaktu saya ditanya: “Bagaimana seh Indonesia?”
Jika saya tidak ada, lalu apakah yang akan mengisi hakadosh.wordpress.com? ada ? atau malah orang lain yang akan mengisinya dengan isi dan makna yang berbeda? atau mungkin tidak ada.
Jika saya tidak ada, apakah TUHAN juga tidak akan ada?

dan……..

penghargaan yang sangat sedikit, sangat merah, terhadap nilai t=0, itulah akar permasalahannya. Saya bermasalah, maka masalah yang dibuahi dengan imaginasi akan melemparkan masalah ke sekitarnya, dan karena kita merasa harus benar, maka sekitar menjadi sumber masalah… dan lebih parah lagi, karena jawaban sudah sedang ada sedari dulu di setiap lekuk badan, di setiap tarikan nafas, di setiap amarah yang membubung tinggi… bahwa pertanyaan “Mengapa” adalah pertanyaan keputusasaan, pertanyaan yang datang dari beban yang berat. Keputusasaan hanya bisa dilegakan dengan jawaban.
Dan dengan hati yang mau menerimalah kelegaan diterima, dan kita mau menerima kalau ada kerendahan hati.

Sebab tak satupun jawaban bisa memuaskan kalau kita selalu berkeras menolaknya. Dan tanpa alasan tertentupun kita sering menolak yang baik, dan dengan rahasia sorgawi pertengkaran-pun sering terjadi.
Mari melihat diri sendiri, bahwa kita-pun tidak mengenal diri sendiri sepenuhnya, bahkan terkadang kita tidak tahu apa yang kita ucapkan, bahkan tidak semua apa yang kita miliki dapat kita mengerti, masakah aku harus mengerti penuh TUHAN?….. kurang ajarnya…

Dan hati yang keras, hati yang kurang ajar, hati yang sombong, hati yang tidak mau menerima didikan adalah hati yang tidak mau memuliakan TUHAN, meremehkan keagungan TUHAN…. inilah pola Iblis yang bekerja di hati para atheis, para penyesat, dan sering digunakan para agamawan menyerang agamawan yang lain…

Yesaya 43:7, IBIS
Sebab mereka semua telah dipanggil dengan nama-Ku, mereka Kuciptakan untuk mengagungkan Aku.”

Alam semesta, saya salah satu di dalamnya, kita semua, diciptakan oleh karena KemulianNYA, dan oleh karena itulah kita harus mengagungkan Kemulian itu. Kita dipanggil dengan NamaNya, karena kita menyembah DIA, kita mengenal DIA sejauh IA memperkenalkan DiriNYA, dan semampu kita menerima, sejauh kita merendahkan diri di hadapanNYA.
Jika satu konstanta saja berontak, maka kacaulah dunia (tentu tidak berubah pada saat tertentu), jika satu manusia melawan, maka dia sendirilah yang merasakan kehilangan ‘kemuliaan’ yang seharusnya ia miliki. Dan karena Kemuliaan itu berasal dari DIA, maka takutlah akan DIA, sebab IA bisa saja menarik itu kembali.

About these ads

271 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Allah hu akbar………….Allah hu akbar……..
    Allah adlah pecipta alam dan semesta ini…aku meyakini nya…

    • Amin,
      Allah hu Akbar, Hagadol elohainu…
      Allah Maha Besar, Maha Besarlah Allah kita itu…

      Allah yang menebus kita, oleh Nama Tuhan Yesus…

      Amin…

      • Kok rame-rame teriak Allahu Akbar semua ya? Pada mau shalat ya?

      • hehehe…
        Allahu Akbar kan bahasa Arab
        saya kasih bahasa Ibraninya

        memuji TUHAN kan ngga ada salahnya

    • Percuma berdebat dengan orang yg belum mendapat hidayah. Biarin ajalah sak ngomong2nya. Ntr kalo udah mati kan ketahuan sendiri siapa yg benar. Dan saat itu tiada lagi penyesalan, iya kan …:)

      • Karena tidak akan ada penyesalan itulah kita perlu sangat teliti dalam menyelidiki keselamatan kita.. shalom

  2. Semalam gempa di Tarutung, 5,2 SR…sebentar sichhh, tapi cukup menggoncang.

    • ya lae, tadi malam saya dapat info dari orang tarutung,
      semoga mereka tidak sepanik waktu tahun 1987

      Kiranya TUHAN menyertai mereka semua

  3. [...] artikel ini berhubungan dengan: Mengapa Allah menciptakan alam semesta [...]

  4. lebih mulia mana Allah sama Yesus??

    • @nn

      lebih mulia mana Allah sama Yesus??

      YESUS adalah ALLAH yang pernah mengambil rupa menjadi seorang manusia, dalam keadaanNYA sebagai manusia memang pernah IA bahkan lebih rendah dari malaikat, yaitu supaya IA dapat mati menupahkan darah tebusan oleh karena KasihNYA,…

      tetapi setelah penebusan itu selesai, IA kembali kepada kemulianNYA, yaitu sebagai Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan…

      jadi kalau ditanya mulia mana Allah dibanding YESUS,
      1. Jika maksud Anda “Allah” adalah allah pujaan di luar Kristen/Yahudi, maka jelas YESUS lebih mulia, karena IA adalah Tuan dari segala tuan.

      2. Jika maksud Anda “Allah” adalah Allah Kristen dan Allah Yahudi (dalam makna theologi), maka YESUS adalah ALLAH yang pernah menjadi manusia…

      semoga membantu, salam

      • Yesus itu adalah samaran dari nabi Isa AS yang dikejar-kejar oleh musuh nabi Isa AS. Padahal, Nabi Isa AS oleh Allah Tuhan Seluruh Alam diangkat ke Syurga sewaktu dikejar2 oleh musuh Nabi Isa AS.Dan pada akhir dunia nanti, Nabi Isa akan diturunkan ke dunia oleh Allah Tuhan Seluruh Alam.Tercenganglah para penganut Yesus.Dan perlu diingat, bahwa Allah menciptakan kehidupan ini tidak lebih dari 2,Dan selalu 2 dan berpasangan.misalnya, ada laki2 ada perempuan,ada syurga ada neraka, ada hidup pasti ada mati.Sekarang kita hidup, maka sebagai ciptaan Allah kita harus siap2 menjalani yang namanya mati.Dan di mati itulah, liang lahat kita nantinya adalah merupakan pintu hari akhir.Pada saat pintu itu dibuka,kita akan menghadapi 2 ciptaan Allah Tuhan Pencipta Alam, yaitu Surga atau neraka.Jika kita ingin Surga, ya kita sebagai ciptaanNya harus taat dan mengimaniNya.Kalo kita tidak taat dan mengimaninya,ya pada saat kita buka pintu, maka kita akan masuk ke dalam neraka yang sangat pedih.Untuk itu,camkan itu.Jangan membandingkan Allah Tuhanku dan Yesus Tuhanmu.Agamamu adalah agamamu, Agamaku adalah agamaku, dan Tuhanku bukan tuhanmu, sebaliknya tuhanmu bukan Allah Tuhanku.

      • @Sapi’i

        mulai dari sekarang mari kita beranggapan dan memandang bahwa memang allahmu tidak sama dengan TUHAN ALLAH kami…

        TUHAN ALLAH kami kenal di dalam Nama YESUS KRISTUS, entah allah Anda…

        Dalam ALKITAB jelas dengan menganggap YESUS adalah samaran atau apaun itu namanya dari Nabi ISA AS, jelas sudah menjadi kekeliruan yang akut, jadi tidak ada hubungan ALLAH ALKITAB dengan allah Anda.. bisa jadi bertolak belakang.

        jadi memang tepat, ALLAH tidak sama dengan allah Anda..
        dan tidak ada gunannya kita bertegang urat saraf untuk menjelaskan itu…
        lakukan saja kasih dan damai sejahtera, itu membuktikan siapa ALLAH yang kita sembah..

        salam

  5. Apakah Allah Juga menciptakan Alien, apakah benar Alien itu Ciptaan Tuhan, Jika allien benar2 ada kita bisa membabtis allien jika mau masuk kristen dan Mengislamkan Allien kalau mau masuk islam dan bisa diajak Sholat (Belum pernah khan liat Allien sholat)

    • @Robert

      a. ALLAH menciptakan alam semesta berserta isinya, (Kejadian 1)
      b. Tidak ada yang menjadi ada tanpa Firnam ALLAH (Yohanes 1)
      c. Banyak hal yang manusia belum tahu tentang alam semesta

      Sepanjang apa yang dapat saya ketahui Alien (berupa mahluk hidup luar angkasa atau mahluk hidup yang hidup di luar bumi), itu tidak ada.

      Justru FIRMAN ALLAH pernah menjadi manusia, menjelaskan bahwa manusia adalah pusat dari segala ciptaan, lebih mulia, dan lebih berharga.
      sehingga pepatah saya ini berlaku: “Anda tidak perlu membaptis lembu untuk menjadikan lembu Kristen bukan?”

      salam sejahtera

  6. Dia menjadikan makhluk dan memerintahkan makhluk supaya mentaatinya adalah kerana suatu hikmah yg maha tinggi yaitu supaya Dia dikenali dan makhluk mendapat menafaat dengan mengenalinya..Dia mencipta kerana hikamah bukan kerana gharadh.Beda hikamah dgn gharadh ialah hikmah itu faedahnya terpulang kepada makhluk.Sementara gharadh faedah yg terpulang kpd diriNya sendiri.Mahasuci Allah menciptakan sesuatu dgn gharadh.Sebagai Muslim kita mesti meyakini bahawa Dia mencipta alam ini sesuai dgn hikmah yg faedahnya kembali kepada makhluk iaitu supaya makhluk bisa mengenalinya dan mengenali Allah itu merupakan nikmat Tuhan yg paling besar jika kita mengerti.Mengenali Allah itu ialah dengan kita memperhati sifat-sifatnya.Sifat-sifat Tuhan itu banyak tetapi secara garis besarnya dua iaitu jamal(keindahan Allah) dan jalal(keagungan Allah).Semua ssifat-sifat yg berkaitan kemurahan,kasih sayang dan sebagainya masuk di dalam jamalullah dan semua sifat-sifat yg berkaitan dengan kemurkaan,keadilan dan seumpamanya masuk di dalam sifat jalalullah.Dengan sifat jamal Allah menjadikan syurga.Dengan sifat jalal Dia menjadikan neraka.Kemudian Allah menjadikan manusia dan sesuai tujuan utk mengenali jamal dan jalalNya,manusia telah ditetapkan utk menghuni salah satu tempat itu samada syurga atau neraka.Tetapi sebelum manusia ditempatkan samada syurga atau neraka mereka perlu diuji dan ujian inilah dinamakan ketaatan.Bukan kerana Tuhan perlukan ketaatasn kita utk menambahkan kebesaranNya tetapi adalah utk faedah yg kembali kepada manusia itu sendiri.Firman Allah “In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa’tum falaha”Ertinya jika kamu berbuat baik bererti kamu berbuat baik kepada diri kamu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu adalah tertanggung atas kamu sendiri.

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan agama yang penuh dengan kebohongan tapi coba membohongi agama Allah Tuhan sekelaina alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayan di dunia dan dan di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!

    • @ilham

      dari uraian Anda sy bisa bertanya:

      PERTAMA:
      ada tiga kata kunci:

      1. “Allah”
      2. “Agama”
      3. “Muhammad”

      pertanyaan:
      Di antara ketiganya siapa yang harus lebih didahulukan, siapa yang harus diutamakan, siapa yang tidak bisa dinisbikan?

      KEDUA

      a.Anda katakan alam semesta diciptakan dengan “gharadh” (berpulang ke diri “Allah”.
      b. Beberapa manusia akan masuk ke neraka karena ketika diuji oleh “Allah” ternyata kalah, dan ternyata neraka diciptakan oleh “Allah” Anda

      pertanyaan;
      Yang kalah uji ke nereka, tetapi prinsip “gharadh” mengatakan kembali ke “Allah”.

      apakah neraka = “Allah”

      salam

      • pertanyaan:
        Di antara ketiganya siapa yang harus lebih didahulukan, siapa yang harus diutamakan, siapa yang tidak bisa dinisbikan?
        Jawab:Utk mengenal Allah mesti melalui agama.Dan utk mendapatkan agama mesti melalui nabi Muhammad
        ……………………………………………………………………………………………………
        KEDUA
        a.Anda katakan alam semesta diciptakan dengan “gharadh” (berpulang ke diri “Allah”.
        Jawab:Saya koreksi .Alam tidak diciptakan dengan gharadh.Alam diciptakan dengan hikmah.Gharadh adalah tujuan yang kembali kepada kepentingan Allah.Ini adalah mustahil karena Allah itu Maha Kaya.Dia maha tidak berhajat kepada apa-apa kepentingan.Tapi kepentingan itu adalah kembali kepada mahluk sendiri.
        …………………………………………………………………………………………………………..
        b. Beberapa manusia akan masuk ke neraka karena ketika diuji oleh “Allah” ternyata kalah, dan ternyata neraka diciptakan oleh “Allah” Anda
        pertanyaan;
        Yang kalah uji ke nereka, tetapi prinsip “gharadh” mengatakan kembali ke “Allah”.
        apakah neraka = “Allah”
        Jawab:Neraka hanyalah alat.Ianya menjadi alat bagi menyatakan pancaran(mazhar) kemurkaan Allah.

      • @ilham

        Pertama:
        jadi tanpa Muhammad mustahil mengenal “Allah”
        itukah kesimpulannya?

        Kedua:
        a. Alam semesta diciptakan untuk kepentingan Alam semesta itu sendiri. Kepentingan di sini sepertinya bersifat materi.
        itukah kesimpulan saudara?
        b.“gharadh” mengatakan kembali ke “Allah”,.. yang kalah uji kembali ke Neraka. Neraka adalah alat untuk menunjukkan kemurkaan “Allah”. Apakah Anda sedang menyatakan bahwa kemurkaan “Allah” yaitu Neraka adalah bagian dari “Allah” ?

        salam

  7. @ Parhobass

    Pertama:
    jadi tanpa Muhammad mustahil mengenal “Allah”
    itukah kesimpulannya?
    Jawab:
    Mengenal Allah terbagi dua;
    1)mengenal secara ijmal(general)
    2)mengenal secara tafsil(spesifik/ditil)
    Mengenal secara ijmal itu semua orang bisa mencapainya dengan hidayah aqli walaupun dia bukan Islam.Firman Allah dalam Al Quran:
    Dan sesunggunya jika kamu tanyakan kepada mereka,(orang-orang kafir) Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab : Allah”
    (Surah Al-Ankabut : 61)

    Adapun mengenal secara tafsil itu termasuklah mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah serta perintah dan laranganNya ,perbuatan-perbuatan dan hukumaNya hanya diketahui melalui perkhabaran Nabi Muhammad yang mendapat wahyu Allah.
    ——————————————————————————————————–
    Kedua:
    a. Alam semesta diciptakan untuk kepentingan Alam semesta itu sendiri. Kepentingan di sini sepertinya bersifat materi.
    itukah kesimpulan saudara?
    b.“gharadh” mengatakan kembali ke “Allah”,.. yang kalah uji kembali ke Neraka. Neraka adalah alat untuk menunjukkan kemurkaan “Allah”. Apakah Anda sedang menyatakan bahwa kemurkaan “Allah” yaitu Neraka adalah bagian dari “Allah” ?

    Jawab:
    Intinya Allah itu tidak didesak oleh sesuatu dalam menjadikan alam ini.Dia Maha bebas.Namun apa yang dijadikannya tidak ada yang sia-sia.Inilah maksud hikmah dalam penciptaan.Neraka hanyalah sarana.Ia bukan kemurkaan Allah itu sendiri.

    • @ilham

      Pertama;
      Lalu dengan apakah Ibrahim mengenal “Allah” sebab pekabaran Muhammad baru dikenal orang sektiar abad 6M

      Kedua:
      Dari uraian saudara di atas sepertinya neraka sengaja diciptakan karena memang “Allah” dengan sengaja menguji. Jadi “Allah” menguji sendiri, dan karena seseorang kalah dalam ujian itu “Allah” murka. Dan oleh murka itu masukkan ke neraka. Jadi ke-Maha Bebas-an yang Anda sebut terikat oleh Murka, karena neraka telah diciptakan dan karena ujian akan selalu ada. Artinya atas dorongan tidak masuk neraka orang bisa kembali ke “Allah”, sehingga neraka tidak sia-sia diciptakan.

      Nah timbul suatu kondisi jika seseorang kembali ke “Allah” karena “ujian”, “sarana Neraka”, itu mengarah ke perbuatan yang sanggup dilakukan oleh seseorang (salah satunya memenangkan ujian dari “Allah”), oleh karena bergantung kepada apa yang sanggup dilakukan maka “Allah” tidak lagi menjadi Maha Bebas, menjadi tergantung kepada seberapa ujian yang dimenangkan bukan? sehingga jika semua orang gagal maka ciptaan itu menjadi sia-sia.
      Menurut saudara perbuatan sebesar apa yang bisa membuat orang bisa kembali ke “Allah” ?

      salam

      • Pertama;
        Lalu dengan apakah Ibrahim mengenal “Allah” sebab pekabaran Muhammad baru dikenal orang sektiar abad 6M

        Jawab:
        Kita tidak bisa mengenal Allah dengan sempurna melainkan melalui Nabi Muhammad karena bagindalah nabi pada zaman ini dan baginda mengenal Allah dengan cara mendapat wahyu.Adapun nabi Ibrahim adalah nabi pada zamannya yang mana orang-orang yang hidup pada zaman itu tidak bisa mengenal allah dengan sempurna melainkan melalui nabi Ibrahim.Adapun nabi Ibrahim sama juga seperti nabi Muhammad dan nabi-nabi yang lain mengenal Allah melalui wahyu yang diturunkan kepada mereka.Jadi apabila saya bilang seseorang tidak mungkin mengenal Allah melainkan melalui nabi Muhammad itu bermaksud seseorang yang hidup pada zaman ini tidak mungkin mengenal Allah dengan sempurna seperti mana Allah ingin diriNya dikenal melainkan melalui nabi zaman ini yaitu nabi Muhammad.
        Kedua:
        Dari uraian saudara di atas sepertinya neraka sengaja diciptakan karena memang “Allah” dengan sengaja menguji. Jadi “Allah” menguji sendiri, dan karena seseorang kalah dalam ujian itu “Allah” murka. Dan oleh murka itu masukkan ke neraka. Jadi ke-Maha Bebas-an yang Anda sebut terikat oleh Murka, karena neraka telah diciptakan dan karena ujian akan selalu ada. Artinya atas dorongan tidak masuk neraka orang bisa kembali ke “Allah”, sehingga neraka tidak sia-sia diciptakan.
        Jawab:
        Sebenarnya begini.Sebelum Allah menjadikan segala sesuatu Dia telah pun sedia mengetahui semua perkara.Termasuklah sesiapa yang akan ke surga dan sesiapa yang akan ke neraka.Dan Dia juga dengan sifatnya yang maha bebas telah pun menentukan sesiapa sahaja calon-calon ahli surga dan neraka itu.Maksud dari ujian ke atas manusia itu hanyalah sebagi menzahirkan sebab supaya orang yang masuk surga itu masuknya dengan bersebab dan orang yang masuk ke neraka juga masuknya dengan bersebab.Jadi jangan disangkakan Allah belum mengetahui hanya setelah diuji baru Dia mengetahui.Seperti yang saya sebutkan dan sekali lagi saya ulangi di sini tujuan pengujian yang berupa perintah dan larangan terhadap manusia hanyalah sebagai menzahirkan sebab agar orang yang masuk surga itu masuknya dengan bersebab dan orang yang masuk neraka itu masuknya ke neraka juga dengan bersebab.Apabila Allah menciptakan surga Dia juga menciptakan orang-orang yang baik yang layak utk memenuhkan surga tersebut.Dan apabila Allah menciptakan neraka Dia juga menciptakan orang-orang yang jahat sebagai calon penghuni neraka tersebut.Penciptaan surga,neraka,orang-orang baik dan orang-orang jahat itu tadi semuanya tidak sia-sia karena tidak terkeluar dari hikmah yang dengannya nyatalah keadilan dan kebijaksaanNya dengan meletakan setiap sesuatu pada tempat yang betul.
        __________________________________________________________________________________
        Nah timbul suatu kondisi jika seseorang kembali ke “Allah” karena “ujian”, “sarana Neraka”, itu mengarah ke perbuatan yang sanggup dilakukan oleh seseorang (salah satunya memenangkan ujian dari “Allah”), oleh karena bergantung kepada apa yang sanggup dilakukan maka “Allah” tidak lagi menjadi Maha Bebas, menjadi tergantung kepada seberapa ujian yang dimenangkan bukan? sehingga jika semua orang gagal maka ciptaan itu menjadi sia-sia.
        Jawab:
        Seperti yang telah saya uraikan di atas ujian itu bukan bermaksud Allah belum tahu siapa yang bakal masuk surga dan sesiapa yang bakal masuk neraka sehingga apabila seseorang itu melakukan kebaikan maka Allah telah berhutang utk memasukkannya ke surga.Yang benarnya apabila seseorang itu melakukan kebaikan maka itulah tandanya Dia telah ditetapkan oleh Allah sebagi ahli surga dan sesungguhnya si hamba itulah yang telah berhutang dengan Allah di atas kebaikan yang telah dibuatnya karena kebaikan yang dibuatnya itu adalah didahului dengan ketetapan dan hidayah daripada Allah.Sebaliknya pula apabila seseorang melakukan kejahatan maka itulah alamat atau tanda bahawa Dia telah ditetapkan sebagai ahli neraka (semoga dijauhkan Allah) dan masih juga Allah tidak berhutang apa-apa kepadanya dan sesekali tidak dapat dikatakan Allah itu berbuat zalim kepada dirnya karena dia itu adalah ciptaan Allah milikNya dan hambaNya dan Alllah berhak memperlakukan apa saja ke atas sesuatu yang menjadi milikNya.
        ________________________________________________________________
        Menurut saudara perbuatan sebesar apa yang bisa membuat orang bisa kembali ke “Allah” ?

        Jawab:
        Penyerahan itulah Islam.Apabila anda telah menyerah kepada Allah berarti anda telah mempercayakanNya atas segala urusan anda dan Allah sekali-kali tidak akan mensia-siakan orang yang mempercayaiNya dan dengan itu anda akan dibimbing.

      • @Ilham

        Pertama

        Pernyataan pertama Anda adalah bahwa manusia mengenal “Allah” hanya melalui Muhammad.

        Karena itulah saya tanya bagaimana Ibrahim mengenal “Allah”
        artinya bahwa tanpa Muhammadpun ternyata orang/manusia bisa mengenal “Allah”, salah satu buktinya adalah Ibrahim.

        Tetapi karena jawaban Anda menyiratkan tentang waktu, maka untuk jaman setelah Muhammad, oleh beliaulah “Allah” dapat dikenal.

        Dan pernyataan dan pertanyaan saya telah menemukan kata kunci yaitu “hanya dengan wahyu”.

        Menurut saudara dapatkan wahyu diuji kebenarannya?

        Kedua:

        Ada sorga ada neraka. “Allah” Anda telah memilih dan mengetahui siapa yang ke sorga dan siapa yang ke neraka. Jika melihat semua peraturan dan koteks ujiannya maka memang beberapa akan ke neraka. Neraka menjadi sebuah pusat ketidakbaikan, pusat kesia-siaan. Artinya beberapa ciptaan “Allah” adalah sia-sia, karena “Allah” telah dari sananya membuat sesuatu yang sia-sia. Dan supaya maksud yang sia-sia itu tergenapi maka dibuat jugalah beberapa manusia yang sia-sia dan sarana neraka tempat kesia-siaan.

        Jadi kalau kembali dibenturkan kepada dua prinsip yang saudara sebut (hikamah dan gharadh) maka kesia-siaan itu adalah bagian dari “Allah”.

        Ketiga:
        Menurut saudara perbuatan sebesar apa yang bisa membuat orang bisa kembali ke “Allah” ?

        Jawab:
        Penyerahan itulah Islam.Apabila anda telah menyerah kepada Allah berarti anda telah mempercayakanNya atas segala urusan anda dan Allah sekali-kali tidak akan mensia-siakan orang yang mempercayaiNya dan dengan itu anda akan dibimbing.

        Ketika Anda menyerahkan diri (Islam), bukankah Anda harus juga menghadapi ujian-ujian dari “Allah”. Artinya Anda menyerahkan diri setulus2nya hanya untuk sengaja diuji, bisakah disebut begitu?

        Jika Anda menyerahkan diri sepenuhnya (Islam), maka ada peraturan-peraturan agama, nah saudara melihat peraturan itu sebagai standard atau sebagai pengenalan akan ujian?

        salam

  8. @ Parhobass

    Menurut saudara dapatkan wahyu diuji kebenarannya?
    Jawab:Tentu sekali.
    ———————————————————————————————

    Dan supaya maksud yang sia-sia itu tergenapi maka dibuat jugalah beberapa manusia yang sia-sia dan sarana neraka tempat kesia-siaan.
    Jadi kalau kembali dibenturkan kepada dua prinsip yang saudara sebut (hikamah dan gharadh) maka kesia-siaan itu adalah bagian dari “Allah”.
    Jawab:
    Tidak ada kesia-siaan dalam penciptaan neraka karena dengan penciptaan neraka manusia dapat melihat dan merasakan keagungan Allah.Berapa ramai juga manusia yang bertobat dan takut melakukan kemaksiatan karena takutkan neraka.Malah neraka menjadi semacam suatu kekuatan ‘penghalau’ manusia dari lengah terhadap pwerintah-printah Allah.Coba bayangkan apa jadinya kalau Allah mengisytiharkan neraka itu tidak wujud dan manusia tidak akan dihukum?Pasti dunia yang kita diami sekarang akan jadi tambah buruk.
    ————————————————————————————

    Jika Anda menyerahkan diri sepenuhnya (Islam), maka ada peraturan-peraturan agama, nah saudara melihat peraturan itu sebagai standard atau sebagai pengenalan akan ujian?
    Jawab:
    Mentaati perintah dan peraturan daripada Allah itu adalah penyerahan kepada Allah dalam bentuk yang zahir.Menerima ketentuan takdir dengan pasrah pula adalah penyerahan kepada Allah dalam bentuk yang batin-Ini adalah keimanan.Yang zahir itu dapat diusahakan.Yang batin itu tidak boleh diusahakan karena dia datang dengan anugerah Allah apabila yang zahir telah sempurna.Yang zahir itu seumpama pelita dan Allah lah yang menyalakan api pada pelita itu.Sepertimana kita tidak akan menyalakan api pada pelita yang bobrok,yang tidak ada sumbunya,usang,bocor dan tidak ada bahan bakarnya begitulah Tuhan tidak akan menyalakan api keimanan dalam batin seseorang kalau amalan (oenyerahan) zahirnya mengalami kebobrokan.

    • @ilham

      Menurut saudara dapatkan wahyu diuji kebenarannya?

      Jawab:Tentu sekali.

      bisa diberi contoh

      ———————————————————————————————

      Dan supaya maksud yang sia-sia itu tergenapi maka dibuat jugalah beberapa manusia yang sia-sia dan sarana neraka tempat kesia-siaan.
      Jadi kalau kembali dibenturkan kepada dua prinsip yang saudara sebut (hikamah dan gharadh) maka kesia-siaan itu adalah bagian dari “Allah”.

      Jawab:
      Tidak ada kesia-siaan dalam penciptaan neraka karena dengan penciptaan neraka manusia dapat melihat dan merasakan keagungan Allah.Berapa ramai juga manusia yang bertobat dan takut melakukan kemaksiatan karena takutkan neraka.Malah neraka menjadi semacam suatu kekuatan ‘penghalau’ manusia dari lengah terhadap pwerintah-printah Allah.Coba bayangkan apa jadinya kalau Allah mengisytiharkan neraka itu tidak wujud dan manusia tidak akan dihukum?Pasti dunia yang kita diami sekarang akan jadi tambah buruk.
      ————————————————————————————

      Justru itu menjadi pertanyaan saya, karena beberapa orang telah takut ke neraka maka mereka melakukan ini dan itu.
      Dan kemungkinan besar beberapa dari saudara terlebih dahulu ditakut-takuti oleh kenyataan adanya neraka supaya dapat percaya kepada “Allah”.
      Secara pembuktian terbalik memang bisa diterima, dalam kalimat sederhana bisa disebut “Dari kejahatan akan timbul kebaikan”.

      Tetapi apakah itu kebenaran?

      ————————————————————————————

      Jika Anda menyerahkan diri sepenuhnya (Islam), maka ada peraturan-peraturan agama, nah saudara melihat peraturan itu sebagai standard atau sebagai pengenalan akan ujian?

      Jawab:
      Mentaati perintah dan peraturan daripada Allah itu adalah penyerahan kepada Allah dalam bentuk yang zahir.Menerima ketentuan takdir dengan pasrah pula adalah penyerahan kepada Allah dalam bentuk yang batin-Ini adalah keimanan.Yang zahir itu dapat diusahakan.Yang batin itu tidak boleh diusahakan karena dia datang dengan anugerah Allah apabila yang zahir telah sempurna.Yang zahir itu seumpama pelita dan Allah lah yang menyalakan api pada pelita itu.Sepertimana kita tidak akan menyalakan api pada pelita yang bobrok,yang tidak ada sumbunya,usang,bocor dan tidak ada bahan bakarnya begitulah Tuhan tidak akan menyalakan api keimanan dalam batin seseorang kalau amalan (oenyerahan) zahirnya mengalami kebobrokan.

      sebenarnya “takdir” dan”anugerah” ini sudah pernah saya diskusikan dengan seseorang di blok ini. Kondisi yang sangat perlu dipertanyakan adalah Jika “Allah telah menakdirkan seseorang ke neraka, maka menjadi Islampun seseorang bisa saja dia ke neraka. Karena Islam artinya berserah, maka sekiranya ia mengikuti peraturan apapin maka ia harus berserah kepada seting awal “Allah” bahwa ia harus ke neraka. Tinggian mana takdir daripada penyerahan diri? Bagaimana tanggapan saudara?

      salam

  9. @ Parhobass

    Menurut saudara dapatkan wahyu diuji kebenarannya?
    Jawab:Tentu sekali.
    bisa diberi contoh
    Jawab:
    Al Quran telah teruji sebagai wahyu Allah seperti berikut:
    )Satu satunya mukjizat yang kekal sehingga hari kiamat.
    2)Tidak jemu – jemu dibaca dan didengar.
    3)Mengandungi berbagai – bagai ilmu duniawi dan ukhrawi.
    4)Mengandungi perkhabaran yang telah berlaku dan akan berlaku dan telah terbukti benar.
    5)Manusia dan jin tidak mampu mengarang kitab seumpamanya.Bahkan tidak dapat terfikir pun akan dapat mengarang kitab seumpamanya.
    6)Mempunyai ayat dan langgam bahasa yang menarik dan mempesonakan.
    7)Mengandungi keberkatan menyembuhkan penyakit dan mengalahkan musuh.
    8)Satu satunya kitab yang mudah dihafaz dan telah pun dihafaz oleh jutaan orang.
    9)Satu – satunya kitab yang terpelihara dan terbukti ketulenannya.
    10)Ajaran yang terkandung di dalamnya sesuai untuk semua manusia untuk semua zaman.
    11)Dengan membacanya dapat mengasah minda , menajamkan akal , membuang balgham (lendir) dari dalam badan serta menambah kesihatan dan kecantikan.
    12)Umat yang mengamalkan ajaran Al Quran tidak akan dikuasai musuh.
    13)Isinya lengkap dan syumul.
    14)Dan lain – lain.
    ———————————————————————————————
    Justru itu menjadi pertanyaan saya, karena beberapa orang telah takut ke neraka maka mereka melakukan ini dan itu.
    Dan kemungkinan besar beberapa dari saudara terlebih dahulu ditakut-takuti oleh kenyataan adanya neraka supaya dapat percaya kepada “Allah”.
    Secara pembuktian terbalik memang bisa diterima, dalam kalimat sederhana bisa disebut “Dari kejahatan akan timbul kebaikan”.
    Tetapi apakah itu kebenaran?
    Jawab:Kebenaran adalah keikhlasan dan keikhlasan adalah cahaya dan rahsia Allah.Seseorang yang meninggalkan maksiat karena takutkan neraka atau seseorang yang beribadat karena mengharapkan surga sebenarnya telah berbuat baik tetapi belum mencapai hakikat kebaikan.Alamnya adalah alam syariat dan nafsunya adalah nafsu ammarah.Tetapi lama-kelamaan dia layak beroleh anugerah Tuhan seterusnya yaitu dinaikkan kedarjat nafsu allawwamah yang mana dia akan diberi kesedaran dan dia akan mencela dirinya sendiri diatas niatnya mengharapkan surga sehinggalah dia diberikan pangkat/makam seterusnya yaitu akan dikurniai persalinan sehingga jadilah nafsunya nafsu mulhamah yaitu nafsu yang diberi ilham oleh Tuhan dan disanalah nanti akan tersingkapnya hakikat kebenaran itu kepada dirinya dengan ilham dan petunjuk dari Tuhan.Ketika itulah dia akan merasakan bahawa Laa ilaaha illallah itu ialah tidak ada sesuatu pun yang dituntut melainkan Allah semata.
    ————————————————————————————
    sebenarnya “takdir” dan”anugerah” ini sudah pernah saya diskusikan dengan seseorang di blok ini. Kondisi yang sangat perlu dipertanyakan adalah Jika “Allah telah menakdirkan seseorang ke neraka, maka menjadi Islampun seseorang bisa saja dia ke neraka. Karena Islam artinya berserah, maka sekiranya ia mengikuti peraturan apapin maka ia harus berserah kepada seting awal “Allah” bahwa ia harus ke neraka. Tinggian mana takdir daripada penyerahan diri? Bagaimana tanggapan saudara?

    Jawab:
    Dalam masalah takdir ini kita tidak hanya dituntut percaya kepada takdir saja malah kita juga dituntut beradab dengan takdir.Terbagi kepada dua.
    1)Bagaimana kita beradab dengan takdir yang belum berlaku
    2)Bagaimana kita beradab dengan takdir yang sudah berlaku.

    Bagaimana kita kita beradab dengan takdir yang belum berlaku

    Pertama sekali kita hendaklah beriman secara umum bahawa apa saja yang akan berlaku semuanya telah ditentukan oleh Allah, dan telah diketahuinya.Tetapi kita jangan sesekali menspesifikkan takdir tersebut seperti dikatakan “kalaulah telah ditentukan aku miskin tidak guna aku berusaha” atau “kalau telah ditakdirkan aku bodoh tidak guna aku belajar” atau “kalaulah ditentukan aku masuk neraka tidak guna aku beriman” dan lain-lain sebagainya.Ini ialah karena perkara yang belum berlaku itu termasuk dalam perkara yang ghaib dan seseorang itu tidak diwajibkan beriman secara spesifik terhadap perkara yang belum berlaku dan belum diketahui olehnya.Hanyasanya perintah supaya beriman terhadap takdir yang belum berlaku itu hanyalah secara umum jua.Jika tidak berarti kita telah melanggar adab terhadap perkara-perkara ghaib dan melanggar adab dalam kepercayaan terhadap takdir.Rasulullah saw bersabda
    ﺇﺫﺍ ﺫﻛﺭ ﺍﻟﻗﺩﺭﻓﺄﻣﺳﻛﻭﺍ
    Ertinya :Apabila disebutkan tentang kadar (takdir) maka tahanlah diri kamu (daripada menspesifikkan dan berdalam – dalam pada membicarakannya).
    Imam Jaafar Assadik rhm berkata bahawa apa yang Allah hendak lakukan (mentakdirkan sesuatu) kepada kita disembunyikannya daripada kita dan apa yang Allah hendak kita lakukan maka dinyatakannya kepada kita (yakni telah pun dinyatakan di dalam Al Quran dan hadis yang berupa perintah dan larangan).Maka oleh itu mengapa kita sibuk memikirkan apa yang Allah sembunyikan sehingga meninggalkan apa yang Allah telah nyatakan untuk kita lakukan?

    Yang keduanya hendaklah kita bertawakkal kepada Allah dan bagi tawakkal ini ada tiga mertabat.
    i)Hendaklah ia bertawakkal kepada Allah seolah – olah seseorang yang menghadapi tuduhan di mahkamah bertawakkal kepada pengacara yang akan membelanya.Seseorang yang ingin melepaskan daripada tuduhan di mahkamah biasanya benar – benar bertawakkal (berserah) kepada pengacaranya sehingga dia sanggup melaksanakan segala syarat – syarat yang diminta oleh pengacaranya.Demikianlah seseorang yang bertawakkal kepada Allah yang mana Allah itu adalah pembelanya di dunia dan di akhirat , maka hendaklah dia menunaikan syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk berjaya di dunia dan di akhirat seperti melakukan amal saleh , menjauhi maksiat dan sebagainya.Jika tidak , dia tidak dapat disifatkan sebagai orang yang bertawakkal kepada Allah.
    ii)Hendaklah dia bertawakkal kepada Allah seperti seorang anak kecil yang bertawakkal kepada ibunya.Anak yang masih kecil biasanya tidak pandai mengurus diri termasuklah makan minumnya.Segala – galanya diminta bulat – bulat daripada ibunya yang memelihara dan mengasuhnya.Demikianlah seseorang yang bertawakkal kepada Allah pada ketika berdoa yang mana Allah itu adalah pemelihara dan pengasuhnya.Ketika itu hendaklah dia merasakan dirinya kerdil dan tidak ada daya upaya melainkan dengan mengharapkan kepada Allah semata – mata bagaikan seorang anak kecil yang mengharapkan kepada ibunya.Hendaklah ia merasakan segala usaha ikhtiar yang dilakukannya hanyalah sekedar memenuhi syarat tawakkal jua dan tidak sekali – kali memberi kesan.Hanya yang memberi bekas itu dengan izin Allah jua.
    iii)Hendaklah ia bertawakkal kepada Allah seperti mayat di hadapan orang yang memandikannya yakni sebagaimana mayat yang dimandikan itu membiarkan sahaja orang yang memandikannya melakukan sekehendaknya ke atas tubuh badannya maka demikian jugalah seseorang itu bertawakkal kepada Allah pada peringkat menerima takdir Allah , maka hendaklah ia redha dan pasrah dengan bersangka baik sepenuh – penuhnya kepada Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.Firman Allah di dalam hadis qudsi
    ﺃﻧﺎ ﻋﻧﺩ ﻆﻦ ﻋﺑﺩﻱ ﺑﻲﻭﺃﻧﺎ ﻣﻌﻪ ﺣﻳﻦ ﻳﺫﻛﺭﻧﻲ
    Ertinya :Aku adalah menurut sangkaan hamba – hambaku terhadapKu dan Aku bersamanya ketika dia mengingati Aku.
    Yakni jika kita yakin bahawa Allah akan berbuat baik kepada kita maka kebaikanlah yang akan diperbuat Allah kepada kita.Sebaliknya jika kita merasa ragu dengan kebaikan Allah maka keburukkanlah yang akan kita perolehi.Wal iyazubillah min zalik.

    Bagaimana kita beradab terhadab terhadap takdir yang telah berlaku.
    Adab terhadap takdir yang telah berlaku tidak dapat tidak empat perkara :-
    1)Jika ditakdirkan dapat melakukan ketaatan maka hendaklah kita bersyukur.
    2)Jika ditakdirkan melakukan maksiat hendaklah kita bertaubat.Mudah – mudahan jika kita mati ketika itu maka kita mati di dalam taubat.
    3)Jika ditakdirkan mendapat nikmat maka hendaklah kita bersyukur.
    4)Jika ditakdirkan mendapat musibah hendaklah kita bersabar.
    Semua yang tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna jika kita melakukan muraqabah (mengawasi diri sendiri) dan muhasabah (membuat penilaian) terhadap segala amalan yang kita kerjakan.

    • @ilham
      note:
      untuk menghindari tulisan yang terlalu panjang, komen Anda saya bagi2 saja:

      bagian PERTAMA

      Menurut saudara dapatkan wahyu diuji kebenarannya?

      Jawab:Tentu sekali.

      bisa diberi contoh

      Jawab:
      Al Quran telah teruji sebagai wahyu Allah seperti berikut:
      )Satu satunya mukjizat yang kekal sehingga hari kiamat.
      2)Tidak jemu – jemu dibaca dan didengar.
      3)Mengandungi berbagai – bagai ilmu duniawi dan ukhrawi.
      4)Mengandungi perkhabaran yang telah berlaku dan akan berlaku dan telah terbukti benar.
      5)Manusia dan jin tidak mampu mengarang kitab seumpamanya.Bahkan tidak dapat terfikir pun akan dapat mengarang kitab seumpamanya.
      6)Mempunyai ayat dan langgam bahasa yang menarik dan mempesonakan.
      7)Mengandungi keberkatan menyembuhkan penyakit dan mengalahkan musuh.
      8)Satu satunya kitab yang mudah dihafaz dan telah pun dihafaz oleh jutaan orang.
      9)Satu – satunya kitab yang terpelihara dan terbukti ketulenannya.
      10)Ajaran yang terkandung di dalamnya sesuai untuk semua manusia untuk semua zaman.
      11)Dengan membacanya dapat mengasah minda , menajamkan akal , membuang balgham (lendir) dari dalam badan serta menambah kesihatan dan kecantikan.
      12)Umat yang mengamalkan ajaran Al Quran tidak akan dikuasai musuh.
      13)Isinya lengkap dan syumul.
      14)Dan lain – lain.

      Dari point2 di atas sepertinya hanya ISLAM yang dapat mengaminkannya, atau disebut subjectifitas amat sangat kental.
      contoh point 11. Dari sekian peraih hadiah nobel, ternyata kebanyakan adalah berasal dan berafilasi dengan Yahudi. Dan Yahudi yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan pembacaan/keilmuan AQ..
      bagaimana tanggapan saudara?

      ———————————————————————————————

      Justru itu menjadi pertanyaan saya, karena beberapa orang telah takut ke neraka maka mereka melakukan ini dan itu.
      Dan kemungkinan besar beberapa dari saudara terlebih dahulu ditakut-takuti oleh kenyataan adanya neraka supaya dapat percaya kepada “Allah”.
      Secara pembuktian terbalik memang bisa diterima, dalam kalimat sederhana bisa disebut “Dari kejahatan akan timbul kebaikan”.
      Tetapi apakah itu kebenaran?

      Jawab:Kebenaran adalah keikhlasan dan keikhlasan adalah cahaya dan rahsia Allah.Seseorang yang meninggalkan maksiat karena takutkan neraka atau seseorang yang beribadat karena mengharapkan surga sebenarnya telah berbuat baik tetapi belum mencapai hakikat kebaikan.Alamnya adalah alam syariat dan nafsunya adalah nafsu ammarah.Tetapi lama-kelamaan dia layak beroleh anugerah Tuhan seterusnya yaitu dinaikkan kedarjat nafsu allawwamah yang mana dia akan diberi kesedaran dan dia akan mencela dirinya sendiri diatas niatnya mengharapkan surga sehinggalah dia diberikan pangkat/makam seterusnya yaitu akan dikurniai persalinan sehingga jadilah nafsunya nafsu mulhamah yaitu nafsu yang diberi ilham oleh Tuhan dan disanalah nanti akan tersingkapnya hakikat kebenaran itu kepada dirinya dengan ilham dan petunjuk dari Tuhan.Ketika itulah dia akan merasakan bahawa Laa ilaaha illallah itu ialah tidak ada sesuatu pun yang dituntut melainkan Allah semata.
      ————————————————————————————

      saya simpulkan pendepat saudara:
      Pertama:
      a. Jika seseorang takut kepada neraka, maka ia harus mencari “Allah”.
      b. “Allah” telah menyediakan peraturan2 untuk tidak ke-neraka.
      Kedua:
      a. Yang mencari “Allah” karena takut neraka adalah baik meski itu bukan hakikatnya.
      b. Yang mencari “Allah” karena takut sorga akan diberi anugerah.
      c. Orang yang mendapat anugerah akan menemukan hakikat kebaikan.

      jika melihat kesimpulan ini, maka ini berbicara tentang “apa yang manusia sanggup lakukan”, bukan berbicara tentang “apa yang ‘Allah’ sanggup lakukan”.

      Artinya “Allah” bergantung kepada apa yang manusia lakukan/pilih, sehingga itu berlawanan dengan prinsif anugerah, dan berlawanan dengan prinsif TUHAN menentukan atau berlawanan dengan otoritas TUHAN.

    • @ilham

      bagian KEDUA

      sebenarnya “takdir” dan”anugerah” ini sudah pernah saya diskusikan dengan seseorang di blok ini. Kondisi yang sangat perlu dipertanyakan adalah Jika “Allah telah menakdirkan seseorang ke neraka, maka menjadi Islampun seseorang bisa saja dia ke neraka. Karena Islam artinya berserah, maka sekiranya ia mengikuti peraturan apapin maka ia harus berserah kepada seting awal “Allah” bahwa ia harus ke neraka. Tinggian mana takdir daripada penyerahan diri? Bagaimana tanggapan saudara?

      Jawab:
      Dalam masalah takdir ini kita tidak hanya dituntut percaya kepada takdir saja malah kita juga dituntut beradab dengan takdir.Terbagi kepada dua.
      1)Bagaimana kita beradab dengan takdir yang belum berlaku
      2)Bagaimana kita beradab dengan takdir yang sudah berlaku.

      Bagaimana kita kita beradab dengan takdir yang belum berlaku

      Pertama sekali kita hendaklah beriman secara umum bahawa apa saja yang akan berlaku semuanya telah ditentukan oleh Allah, dan telah diketahuinya.Tetapi kita jangan sesekali menspesifikkan takdir tersebut seperti dikatakan “kalaulah telah ditentukan aku miskin tidak guna aku berusaha” atau “kalau telah ditakdirkan aku bodoh tidak guna aku belajar” atau “kalaulah ditentukan aku masuk neraka tidak guna aku beriman” dan lain-lain sebagainya.Ini ialah karena perkara yang belum berlaku itu termasuk dalam perkara yang ghaib dan seseorang itu tidak diwajibkan beriman secara spesifik terhadap perkara yang belum berlaku dan belum diketahui olehnya.Hanyasanya perintah supaya beriman terhadap takdir yang belum berlaku itu hanyalah secara umum jua.Jika tidak berarti kita telah melanggar adab terhadap perkara-perkara ghaib dan melanggar adab dalam kepercayaan terhadap takdir.Rasulullah saw bersabda
      ﺇﺫﺍ ﺫﻛﺭ ﺍﻟﻗﺩﺭﻓﺄﻣﺳﻛﻭﺍ
      Ertinya :Apabila disebutkan tentang kadar (takdir) maka tahanlah diri kamu (daripada menspesifikkan dan berdalam – dalam pada membicarakannya).
      Imam Jaafar Assadik rhm berkata bahawa apa yang Allah hendak lakukan (mentakdirkan sesuatu) kepada kita disembunyikannya daripada kita dan apa yang Allah hendak kita lakukan maka dinyatakannya kepada kita (yakni telah pun dinyatakan di dalam Al Quran dan hadis yang berupa perintah dan larangan).Maka oleh itu mengapa kita sibuk memikirkan apa yang Allah sembunyikan sehingga meninggalkan apa yang Allah telah nyatakan untuk kita lakukan?

      Yang keduanya hendaklah kita bertawakkal kepada Allah dan bagi tawakkal ini ada tiga mertabat.
      i)Hendaklah ia bertawakkal kepada Allah seolah – olah seseorang yang menghadapi tuduhan di mahkamah bertawakkal kepada pengacara yang akan membelanya.Seseorang yang ingin melepaskan daripada tuduhan di mahkamah biasanya benar – benar bertawakkal (berserah) kepada pengacaranya sehingga dia sanggup melaksanakan segala syarat – syarat yang diminta oleh pengacaranya.Demikianlah seseorang yang bertawakkal kepada Allah yang mana Allah itu adalah pembelanya di dunia dan di akhirat , maka hendaklah dia menunaikan syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk berjaya di dunia dan di akhirat seperti melakukan amal saleh , menjauhi maksiat dan sebagainya.Jika tidak , dia tidak dapat disifatkan sebagai orang yang bertawakkal kepada Allah.
      ii)Hendaklah dia bertawakkal kepada Allah seperti seorang anak kecil yang bertawakkal kepada ibunya.Anak yang masih kecil biasanya tidak pandai mengurus diri termasuklah makan minumnya.Segala – galanya diminta bulat – bulat daripada ibunya yang memelihara dan mengasuhnya.Demikianlah seseorang yang bertawakkal kepada Allah pada ketika berdoa yang mana Allah itu adalah pemelihara dan pengasuhnya.Ketika itu hendaklah dia merasakan dirinya kerdil dan tidak ada daya upaya melainkan dengan mengharapkan kepada Allah semata – mata bagaikan seorang anak kecil yang mengharapkan kepada ibunya.Hendaklah ia merasakan segala usaha ikhtiar yang dilakukannya hanyalah sekedar memenuhi syarat tawakkal jua dan tidak sekali – kali memberi kesan.Hanya yang memberi bekas itu dengan izin Allah jua.
      iii)Hendaklah ia bertawakkal kepada Allah seperti mayat di hadapan orang yang memandikannya yakni sebagaimana mayat yang dimandikan itu membiarkan sahaja orang yang memandikannya melakukan sekehendaknya ke atas tubuh badannya maka demikian jugalah seseorang itu bertawakkal kepada Allah pada peringkat menerima takdir Allah , maka hendaklah ia redha dan pasrah dengan bersangka baik sepenuh – penuhnya kepada Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.Firman Allah di dalam hadis qudsi
      ﺃﻧﺎ ﻋﻧﺩ ﻆﻦ ﻋﺑﺩﻱ ﺑﻲﻭﺃﻧﺎ ﻣﻌﻪ ﺣﻳﻦ ﻳﺫﻛﺭﻧﻲ
      Ertinya :Aku adalah menurut sangkaan hamba – hambaku terhadapKu dan Aku bersamanya ketika dia mengingati Aku.
      Yakni jika kita yakin bahawa Allah akan berbuat baik kepada kita maka kebaikanlah yang akan diperbuat Allah kepada kita.Sebaliknya jika kita merasa ragu dengan kebaikan Allah maka keburukkanlah yang akan kita perolehi.Wal iyazubillah min zalik.

      Bagaimana kita beradab terhadab terhadap takdir yang telah berlaku.
      Adab terhadap takdir yang telah berlaku tidak dapat tidak empat perkara :-
      1)Jika ditakdirkan dapat melakukan ketaatan maka hendaklah kita bersyukur.
      2)Jika ditakdirkan melakukan maksiat hendaklah kita bertaubat.Mudah – mudahan jika kita mati ketika itu maka kita mati di dalam taubat.
      3)Jika ditakdirkan mendapat nikmat maka hendaklah kita bersyukur.
      4)Jika ditakdirkan mendapat musibah hendaklah kita bersabar.
      Semua yang tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna jika kita melakukan muraqabah (mengawasi diri sendiri) dan muhasabah (membuat penilaian) terhadap segala amalan yang kita kerjakan.

      kata kunci dari keterangan saudara adalah “mudah-mudahan”. DAmpak dari mudah-mudahan ini memang bisa berlaku positif dan bisa negatif. Tetapi pondasinya yang sedang akan saya diskusikan, yaitu:

      Saya ambil dari satu kasus yang Anda sebutkan:
      Jika ditakdirkan melakukan maksiat hendaklah kita bertaubat.Mudah – mudahan jika kita mati ketika itu maka kita mati di dalam taubat.

      a. si A ditakdirkan melakukan maksiat
      b. si A hendaklah bertaubat

      Kondisi pelik akan timbul.
      a. Jika sudah ditakdirkan, apakah ada sesuatu yang dapat mengubahnya? tentu tidak bukan? Dalam perkara di atas disebutkan si A yang mengubah takdhir, semoga “sorga” dibukakan bagi dia. Jadi dia melawan takdir.

      b. Takdir dapat dirubah oleh “Allah”. “Allah” menakdirkan si A untuk maksiat, tetapi karena si A bertobat, dan pintu tobat selalu terbuka, maka semoga “Allah” mengubah “takdhir”. Kendalanya adalah:

      1. Bukanlah ini berlawanan dengan prinsif “takdir” itu sendiri.
      2.Apakah benar “Allah” membuat takdir?
      3. Apakah “takdir” itu ada?
      4. Kalau ada “takdir” apa yang merupakan ketetapan yang tidak dapat berubah?

      salam

  10. @ Ilham Othmany

    Semua yang tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna jika kita melakukan muraqabah (mengawasi diri sendiri) dan muhasabah (membuat penilaian) terhadap segala amalan yang kita kerjakan..

    > Saya bertanya ya mas .., dengan penuh kerendahan hati ya mas, kesimpulan yg anda katakan itu berarti melakukan semua kebaikan dan kebenaran itu adalah karena tergantung niat baik kita ?

    • Orang yang dikuasai oleh nafsu ammarah akan memandang segala-galanya kepada keakuan diri sendiri dan lalai dari Allah.Mereka merasakan ‘aku’ lah yang berbuat itu dan ini.’Aku’ berbuat jika aku berkehendak dan tidak berbuat jika tidak berkehendak.Alam mereka adalah alam syahadah (alam yang nyata dipandang)dan perjalanan mereka adalah menuju Allah.Kepada golongan ini Allah berfirman:
      Dan katalah al-Haq itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin beriman maka hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin kafir hendaklah ia kafir….(Surah al-Kahfi: ayat 29.)

      Adapun orang yang mempunyai nafsu mutmainnah(nafsu yang tenang)akan memandang segala-galanya dari Allah dan mereka lalai dari diri sendiri.Alam mereka adalah alam malakut(alam kerajaan Allah) dan perjalanannya adalah ‘bersama Allah’.Kepada golongan ini Allah berfirman :
      Kamu tidak akan berkehendak melainkan jika dikehendakki Allah(Attakwiir:29)

      Jadi jawapan kepada persoalan kamu ialah tergantung bagaimana keadaan orang itu.Ianya benar bagi orang yang masih dikuasai oleh nafsu ammarah yang alamnya adalah alam syariat/alam nyata.

  11. @ Ilham Otmany
    Adapun orang yang mempunyai nafsu mutmainnah(nafsu yang tenang)akan memandang segala-galanya dari Allah dan mereka lalai dari diri sendiri.Alam mereka adalah alam malakut(alam kerajaan Allah) dan perjalanannya adalah ‘bersama Allah’.Kepada golongan ini Allah berfirman :
    Kamu tidak akan berkehendak melainkan jika dikehendakki Allah
    .
    .
    > Bagaimana mungkin orang memiliki nafsu yg tenang akan memandang segala-galanya anda katakan adalah org-2 yg berasal dari Allah . Dapatkan kita katakan org-2 Atheis memiliki mafsu mutmainnah padahal mereka tidak percaya Tuhan.
    .
    .
    .
    @ Ilham Otmany
    Jadi jawapan kepada persoalan kamu ialah tergantung bagaimana keadaan orang itu.Ianya benar bagi orang yang masih dikuasai oleh nafsu ammarah yang alamnya adalah alam syariat/alam nyata.
    .
    .
    .
    > Maafkan saya sekali bertanya pada anda mas… karena anda tidak menjawab ke inti pertanyaan
    Apakah kita dapat melakukan ” kebaikan dan kebenaran itu sendiri ” berdasarkan keinginan kita sendiri ?

  12. @ Robinson
    Bagaimana mungkin orang memiliki nafsu yg tenang akan memandang segala-galanya anda katakan adalah org-2 yg berasal dari Allah . Dapatkan kita katakan org-2 Atheis memiliki mafsu mutmainnah padahal mereka tidak percaya Tuhan.
    Jawab:
    He he he..Sepertinya anda telah tersilap baca keterangan saya.Saya kan kata orang yang masih dikuasai oleh nafsu ammarah mereka melihat dan menisbatkan segala yang mereka lakukan itu kepada keakuan diri sendiri.Perjalanan mereka adalah menuju Allah.Artinya mereka belum ‘sampai’ kepada Allah.Adapun orang yang nafsunya mutmainnah(tenang),perjalanan mereka adalah ‘bersama Allah’.Satu lagi,orang yang dikuasai oleh nafsu ammarah tidak semestinya orang yang menurutkan tuntutan nafsu ammarah.Mereka bisa jadi orang yang patuh kepada perintah Allah.Hanya saja mereka mentaati Allah itu dengan susah payah dan perjuangan dikarenakan nafsu ammarah yang masih menguasai diri mereka.Mereka mentaati perintah Allah dikarenakan semata-mata takutkan kepada api neraka dan mengharapkan surga.Jadi makam mereka tidak lebih sekadar makam syariat.Namun jika mereka bersabar dan tetap beristiqmah diatas jalan syariat itu Tuhan akan memberikan persalinan mereka kepada tingkatan nafsu yang lebih tinggi.
    __________________________________________________________

    Apakah kita dapat melakukan ” kebaikan dan kebenaran itu sendiri ” berdasarkan keinginan kita sendiri ?
    Jawab:
    Ya.

    • @ Ilham Othmany
      Apakah kita dapat melakukan ” kebaikan dan kebenaran itu sendiri ” berdasarkan keinginan kita sendiri ?
      Jawab:
      Ya.
      .
      .
      .
      > Terimakasih atas jawabannya mas..
      Dari jawaban anda tsb , saya sudah mengetahui perbedaan visi dan kandungan dalam kepercayaan anda. Ini merujuk kepada keyakinan di dalam Kristen bahwa semua manusia siapapun dia tidak akan mampu melakukan sesuatu yg berkenan dengan Allah jikalau Allah tidak memampukan dia melakukannya. Ini diperbuat supaya tidak ada perbedaan dlm menafsirkan apa yg menjadi kehendak Allah seperti Dia yg sudah mengaruniakan AnakNYa Kristus dalam hidup orang-orang yg sudah percaya. Karunia tsb adalah Roh Kudus didalam setiap orang yg sudah dilahirkan kembali. Salam

      • Dalam Islam manusia telah dicipta utk bertanggungjawab dan dia tidak boleh lari atau melarikan tanggungjawab itu kepada orang lain.
        Sebagai contoh:
        Jalanraya umumnya ada dua lorong.Yaitu lorong kiri dan lorong kanan.Lorong kanan adalah utk kenderaan yang datang dari arah bertentangan.Lorong kiri adalah lorong yang sepetutnya kita jalani.Kalau kita tanya siapa kah yang bikin lorong kanan?Jawabnya pihak berkuasa.Siapakah yang bikin lorong kiri?Jawabnya juga pihak berkuasa.Kalau anda berjalan dilorong kanan dan selamat sampai ke tujuan.Atas pertolongan siapa?Jawabnya tentulah atas bantuan pihak berkuasa karena dia yang bikin jalan itu.Tapi kalau anda sengaja berjalan di atas lorong kanan kemudian kemalangan anda tidak boleh menyalahkan pihak berkuasa “Sialan!Gara-gara pihak berkuasa bikin lorong kananlah makanya saya tabrakan!”
        Sama kalau anda mampu berbuat baik itu tidak terkeluar dari anugerah Tuhan.Tapi kalau anda melakukan kesalahan itu adalah tanggungjawab kamu sendiri.

      • Koreksi kalau anda berjalan dilorong kiri dan selamat..dan seterusnya

  13. Dari point2 di atas sepertinya hanya ISLAM yang dapat mengaminkannya, atau disebut subjectifitas amat sangat kental.
    contoh point 11. Dari sekian peraih hadiah nobel, ternyata kebanyakan adalah berasal dan berafilasi dengan Yahudi. Dan Yahudi yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan pembacaan/keilmuan AQ..
    bagaimana tanggapan saudara?
    Jawab:
    Maaf saya berseberangan pndpat dngn sudara.
    1)Samapai sekarang belum ada yang dapat membuat satu surat yang seumpama Al Quran.Ini adalah nyata kepda semu pihak.
    2)Sehingga sekarang hanya Al quran satu-satunya kitab yang dapat dihapal oleh jutaan manusia secara utuh sehingga kanak kanak seusia 7 tahun.Mana ada sebuah buku yangmampu dihafaz secra utuh melainkan Al quran?
    3)Sehingga sekarang hanya ada satu Al Quran dan insyaaLlah akan ada hanya satu Al Quran sehingga hari kiamat.
    4)Banyak berita-berita Al Quran dibenarkan oleh ilmu sains dan arkeologi.buktinya sampai Dr Maurice bucaille memeluk Islam setelah membuat kajian atas Al Quran.
    5)Dari mana anda tahu ilmuwan yng memenangi anugerah nobel tidak pernah membaca Al Quran?Kalau mereka membca Al Quran perlukh mereka mengisytiharknnya kepada orang ramai?Disamping itu kita dengr rmai tokoh pemikir yang mengaku mereka telh membaca Al Qurn danmengaku Al Quran memberikn Inspirsi yang baik kepda sesiap yang membacnya malah ramai yang mengunggulkan Al Quran daripada bible seperti George bernard shaw.Malah mantan PM Britain Tony Blair mengaku mndpt inspirasi daripada al Quran dn mengaku telh menghabiskan membaca Al Quran sehingga 3 kali.Malah adik iparnya sendiri Lauren Booty telah memeluk Islam setelah membaca Al Quran.
    6)Perubtan dengan menggunakan Al Quran telah lama diamalkan sejak dizaman nabi dan ramai yng telh disembuhkan Al Quran.Saya sendiri mempunyai beberPA penglaman bgaimna al Quran bertindak sebagai sebb kesembuhan dan sya saksikan dengan mata kepala saya sendiri.

    ———————————————————————————————

    saya simpulkan pendepat saudara:
    Pertama:
    a. Jika seseorang takut kepada neraka, maka ia harus mencari “Allah”.
    b. “Allah” telah menyediakan peraturan2 untuk tidak ke-neraka.
    Kedua:
    a. Yang mencari “Allah” karena takut neraka adalah baik meski itu bukan hakikatnya.
    b. Yang mencari “Allah” karena takut sorga akan diberi anugerah.
    c. Orang yang mendapat anugerah akan menemukan hakikat kebaikan.

    jika melihat kesimpulan ini, maka ini berbicara tentang “apa yang manusia sanggup lakukan”, bukan berbicara tentang “apa yang ‘Allah’ sanggup lakukan”.

    Artinya “Allah” bergantung kepada apa yang manusia lakukan/pilih, sehingga itu berlawanan dengan prinsif anugerah, dan berlawanan dengan prinsif TUHAN menentukan atau berlawanan dengan otoritas TUHAN.
    Jawb:

    Segala usaha yang dilakukan oleh manusia tidak bertentngan dengan prinsip anugerah dan tidak memberi kesan atas takdir yang telah ditentukan oleh Allah sebab usaha yang dilakukan oleh manusia itu tidak akan memberi kesn jika tidak diizinkan oleh Allah.Di dalam hal ini takdir trbagi dua:
    1)Takdir yang ditentukan oleh Allah tanpa syarat.Seperti Allah telah mentkdirkan bahawa semua manusia pasti mati.
    2)Takdir yang ditentukan dengan syarat.Contohnya takdir masuk syurga adalah dengan syart amal saleh.Bukn bermakna Allah bergantung kepada amal saleh.Tetapi Allah apabila Dia mentakdirkan seseoang itu masuk surga ditakdirkan juga seseorang itu dapat melakukan amal saleh.

    • @ilham

      Dari point2 di atas sepertinya hanya ISLAM yang dapat mengaminkannya, atau disebut subjectifitas amat sangat kental.
      contoh point 11. Dari sekian peraih hadiah nobel, ternyata kebanyakan adalah berasal dan berafilasi dengan Yahudi. Dan Yahudi yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan pembacaan/keilmuan AQ..
      bagaimana tanggapan saudara?

      Jawab:
      Maaf saya berseberangan pndpat dngn sudara.
      1)Samapai sekarang belum ada yang dapat membuat satu surat yang seumpama Al Quran.Ini adalah nyata kepda semu pihak.
      2)Sehingga sekarang hanya Al quran satu-satunya kitab yang dapat dihapal oleh jutaan manusia secara utuh sehingga kanak kanak seusia 7 tahun.Mana ada sebuah buku yangmampu dihafaz secra utuh melainkan Al quran?
      3)Sehingga sekarang hanya ada satu Al Quran dan insyaaLlah akan ada hanya satu Al Quran sehingga hari kiamat.
      4)Banyak berita-berita Al Quran dibenarkan oleh ilmu sains dan arkeologi.buktinya sampai Dr Maurice bucaille memeluk Islam setelah membuat kajian atas Al Quran.
      5)Dari mana anda tahu ilmuwan yng memenangi anugerah nobel tidak pernah membaca Al Quran?Kalau mereka membca Al Quran perlukh mereka mengisytiharknnya kepada orang ramai?Disamping itu kita dengr rmai tokoh pemikir yang mengaku mereka telh membaca Al Qurn danmengaku Al Quran memberikn Inspirsi yang baik kepda sesiap yang membacnya malah ramai yang mengunggulkan Al Quran daripada bible seperti George bernard shaw.Malah mantan PM Britain Tony Blair mengaku mndpt inspirasi daripada al Quran dn mengaku telh menghabiskan membaca Al Quran sehingga 3 kali.Malah adik iparnya sendiri Lauren Booty telah memeluk Islam setelah membaca Al Quran.
      6)Perubtan dengan menggunakan Al Quran telah lama diamalkan sejak dizaman nabi dan ramai yng telh disembuhkan Al Quran.Saya sendiri mempunyai beberPA penglaman bgaimna al Quran bertindak sebagai sebb kesembuhan dan sya saksikan dengan mata kepala saya sendiri.

      ———————————————————————————————

      ya itulah keyakinan saudara, artinya kalau Anda puas dengan hal seperti itu tidak ada yang bisa mengubah kecuai ALLAH, ya toh…

      tanggapan saya ada dua

      mengenai Noble,
      benar, masalah keagamaan memang tidak perlu dikoar-koarkan, itu masalah pribadi kita dengan TUHAN, tetapi itu juga akan menjadi masalah tersendiri dengan beberapa penganut agama di Indonesia yang cenderung suka berkoar-koar tetang agama/”Allah”..

      berikut list peraih hadiah nobel berdasar negara:
      Daftar Peraih hadiah nobel berdasar negara nah sekedar berspekulasi dari sekian nama-nama itu berapa dari mereka yang terinspirasi karena membaca AQ?

      mengenai pemeliharaan AQ:
      Konon beberapa catatan AQ sekarang ini bukanlah dari pencatatan awal (konon ada yang terbakar, rusak karena media, dan ada yang termakan kambing).
      Sehingga kemudian oleh penghapalanlah kemudian dituliskan. timbul pertanyaan.. lebih kuat mana yang tertulis apa yang dihapalkan?
      a. jika yang tertulis, maka kenapa justru tulisan-tulisan awal ada yang termakan kambing? (tentu Anda tahu arah pertanyaan ini jika dipandang dari segi “Allah” memelihara firman.)
      b. jika yang dihapal, ternyata pada saat itu sudah ada berbagai dialeg, yang dipilih akhirnya adalah dialek yang berasal dari suku Muhammad. Jika dipelihara kenapa justru sudah ada berbagai dialek?

      ——-

      saya simpulkan pendepat saudara:
      Pertama:
      a. Jika seseorang takut kepada neraka, maka ia harus mencari “Allah”.
      b. “Allah” telah menyediakan peraturan2 untuk tidak ke-neraka.
      Kedua:
      a. Yang mencari “Allah” karena takut neraka adalah baik meski itu bukan hakikatnya.
      b. Yang mencari “Allah” karena takut sorga akan diberi anugerah.
      c. Orang yang mendapat anugerah akan menemukan hakikat kebaikan.

      jika melihat kesimpulan ini, maka ini berbicara tentang “apa yang manusia sanggup lakukan”, bukan berbicara tentang “apa yang ‘Allah’ sanggup lakukan”.

      Artinya “Allah” bergantung kepada apa yang manusia lakukan/pilih, sehingga itu berlawanan dengan prinsif anugerah, dan berlawanan dengan prinsif TUHAN menentukan atau berlawanan dengan otoritas TUHAN.

      Jawb:

      Segala usaha yang dilakukan oleh manusia tidak bertentngan dengan prinsip anugerah dan tidak memberi kesan atas takdir yang telah ditentukan oleh Allah sebab usaha yang dilakukan oleh manusia itu tidak akan memberi kesn jika tidak diizinkan oleh Allah.Di dalam hal ini takdir trbagi dua:
      1)Takdir yang ditentukan oleh Allah tanpa syarat.Seperti Allah telah mentkdirkan bahawa semua manusia pasti mati.
      2)Takdir yang ditentukan dengan syarat.Contohnya takdir masuk syurga adalah dengan syart amal saleh.Bukn bermakna Allah bergantung kepada amal saleh.Tetapi Allah apabila Dia mentakdirkan seseoang itu masuk surga ditakdirkan juga seseorang itu dapat melakukan amal saleh.

      a. Di awal Anda katakan bahwa seseorang telah ditentukan dari awalnya untuk ke sorga atau ke neraka
      b. dari kondisi a ini maka tidak mungkin seseorang ke sorga/neraka karena perbuatan apapun yang ia lakukan.

      mungkin pertanyaan saya buat sesederhana mungkin saja
      menurut saudara:
      1. apa beda takdir dengan nasib ?
      2. apa beda anugerah dan pahala ?

      salam

  14. @Parhobass
    kata kunci dari keterangan saudara adalah “mudah-mudahan”. DAmpak dari mudah-mudahan ini memang bisa berlaku positif dan bisa negatif. Tetapi pondasinya yang sedang akan saya diskusikan, yaitu:

    Saya ambil dari satu kasus yang Anda sebutkan:
    Jika ditakdirkan melakukan maksiat hendaklah kita bertaubat.Mudah – mudahan jika kita mati ketika itu maka kita mati di dalam taubat.

    a. si A ditakdirkan melakukan maksiat
    b. si A hendaklah bertaubat

    Kondisi pelik akan timbul.
    a. Jika sudah ditakdirkan, apakah ada sesuatu yang dapat mengubahnya? tentu tidak bukan? Dalam perkara di atas disebutkan si A yang mengubah takdhir, semoga “sorga” dibukakan bagi dia. Jadi dia melawan takdir.

    b. Takdir dapat dirubah oleh “Allah”. “Allah” menakdirkan si A untuk maksiat, tetapi karena si A bertobat, dan pintu tobat selalu terbuka, maka semoga “Allah” mengubah “takdhir”. Kendalanya adalah:

    1. Bukanlah ini berlawanan dengan prinsif “takdir” itu sendiri.
    2.Apakah benar “Allah” membuat takdir?
    3. Apakah “takdir” itu ada?
    4. Kalau ada “takdir” apa yang merupakan ketetapan yang tidak dapat berubah?

    Jawb:
    dalam kepercayaan kepada takdir ada sisi yang kita tahu dan ada sisi yang kita tidak tahu.Contohnya kita tidak tahu adakah kita telah ditakdirkn sebagai ahli surga atau ahli neraka.ini adalah rahsia Allah yang disembunyikan daripada kita..Dan bukan tugas kita utk mengorek-ngorek rahsia Allah tersebut.Tapi kita tau benar apa yang Allah perintahkan kepada kita utk kita lakukan dan apa yangAllah perintahkan utk kita jauhkan.Jadi dalam kepercayaan kepada takdir ini kita dituntut utk melakukan apa yang kita tahu dan serahkan apa yang kita tidak tahu itu kepada Allah.Cuma apabila seseorang itu beramal saleh itulah tandanya bahawa dia ditakdirkan sebagai ahlisurga dan begitulah sebaliknya.Tugas kita bukanlah mengubh takdir.Tugas kita adalah mencari takdir.

    • @ilham

      dari ketarangan saudara di atas ada kesimpulan yang saya tarik

      1. Tidak ada kepastian, karena:meski sudah ditakdirkan, setelahnya masih mungkin terjadi perubahan.

      2. Mungkin yang ini agak parah yaitu, “Allah” tidak tahu apa yang “Ia” perbuat, sebab bisa menakdirkan sesuatu, tetapi oleh taubat bisa berobah.

      3. Anda tidak tahu kenapa Anda diciptakan/dibuat/menjadi hidup, karena Anda masih mencari kepastian kelak pada saat penghakiman/akhirat.

      salam

      • 1. Tidak ada kepastian, karena:meski sudah ditakdirkan, setelahnya masih mungkin terjadi perubahan.

        .
        .
        .
        Hehehehe…, benar lae. Sepertinya sdr Ilham ini memaksakan hal yg sebenarnya tidak dapat dipaksakan. Takdir selalu mendapat porsi di dalam agama Islam. Padahal takdir tiada pernah dikenal dalam keKristenan. Semua sudah terukur menurut rancangan dan rencana Allah bagi setiap yg mempercayaiNYA.. Sekalipun yg buruk dan kejadiaan bencana menimpa anak-anakNYa tetapi hal itu dapat dipakai Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap org-2 percaya . Salom ma laeku

  15. Enak sekali yg ini:

    Mari melihat diri sendiri, bahwa kita-pun tidak mengenal diri sendiri sepenuhnya,
    bahkan terkadang kita tidak tahu apa yg kita ucapkan, bahkan tidak semua apa
    yang kita miliki dapat kita mengerti, masakah aku harus mengerti penuh TUHAN?
    ….. Kurang ajarnya…!!!

    To all Lae, my brother in law:
    Aku mau omong Horas doang!
    Semoga tetap angat: panas tidak, dingin tidak!

    To all my enemy in law:
    Selamat Hari Raya Idul Fitri.
    Maafkan kami yg kadang kurang ajar.

    Ya!
    Minta maaf tidak menjadikan kita hina, kan?
    Memaafkan tak pula menjadikan kita bangga.
    Saling memaafkan bisa menjadikan kita mulia.

    Tiada maaf adalah kegiragan bagi si Iblis tentu;
    Kebencian, kedengkian, iri dan dendam-kesumat.
    Itulah celah yg hangat utk dia bertelur dan berbiak!

    Sakali lagi: Selamat Hari Idul Fitri!
    Biarkan si Iblis gigit jari, he
    Salam Damai!

    • @Lae Maren K

      Horas juga, salam “hangat” selalu…

      Salam Damai juga

  16. @ Parhobass

    Konon beberapa catatan AQ sekarang ini bukanlah dari pencatatan awal (konon ada yang terbakar, rusak karena media, dan ada yang termakan kambing).
    Sehingga kemudian oleh penghapalanlah kemudian dituliskan. timbul pertanyaan.. lebih kuat mana yang tertulis apa yang dihapalkan?
    a. jika yang tertulis, maka kenapa justru tulisan-tulisan awal ada yang termakan kambing? (tentu Anda tahu arah pertanyaan ini jika dipandang dari segi “Allah” memelihara firman.)
    b. jika yang dihapal, ternyata pada saat itu sudah ada berbagai dialeg, yang dipilih akhirnya adalah dialek yang berasal dari suku Muhammad. Jika dipelihara kenapa justru sudah ada berbagai dialek?

    Jawab:
    Memang benar Al Quran adalah sebu8ah kitab yang dijamin oleh Allah utk dipeliharaJaminan itu telah tertulis secara eksplisit di dalam Al Quran yaitu firmanNya:
    Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan Kamilah yang memeliharanya. (al-Hijr :9).
    Pemeliharaan Al Quran itu adalah melalui dua cara yaitu dengan cara hapalan dan cara penulisan.Wahyu yang pertama yang diturnkan oleh Allah kepada nabi Muhammad antara lain berbunyi:
    Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
    ~ al-’Alaq : 1-5 ~
    Ayat diatas seolah-olah mengisyaratkan pentingnya pena sebagai medium pemeliharaan Al Quran melalui tulisan apabila ayat diatas menyebut bahawa Allah mengajar manusia melalui pena.RasululLah sendiri melantik beberapa orang jurutulis wahyu guna menulisan wahyu setiap kali wahyu diturunkan kepada baginda.
    Di dalam ayat yang lain Allah berfirman:
    وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ .
    Artinya:Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran itu mudah diingati maka adakah sesiapa yang mahu mengingatinya?(Surah Al Qamar:17)
    Ini adalah isyarat kepada pemeliharaan Al Quran melalui hapalan dimana dalam ayat diatas Allah menyatakan Al Quran itu telah dijadikan mudah utk diingati/dihapal..

    Terkait dengan soalan anda mana yang lebih kuat pemeliharaan dengan jalan hapalan atau dengan jalan tulisan maka jawapannya adalah kedua-duanya kuat dan saling menguatkan.Namun yang terlebih penting sekali ialah adanya jaminan Allah Taala utk memelihara Al Quran itu.
    Pemeliharaan Al Quran itu termasuklah:
    1)Pemeliharaan supaya tidak ada yat-ayat yang hilang.
    2)Pemeliharaan supaya tidak ada ayat-ayat yang ditambah.
    Pemeliharaan itu tidak termasuk ke atas ayat-ayat yang telah dimansukhkan(dibatalkan).Karena dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang dimansukhkan yakni dibatalkan dan terbagi tiga:
    1. Nasakh tilawah(bacaan) dan hukum.
    2. Nasakh hukum, tilawahnya(bacaannya)tetap.
    3. Nasakh tilawah hukumnya tetap.
    Tentang ayat-ayat yang dimakan kambing itu maka ianya adalah ayat-ayat tentang hukuman rejam yang telah ijmak ulama telah dinasakhkan bacaannya/tilawahnya.Oleh itu ia tidak termasuk dalam jaminan Allah.Namun riwayatnya ada Cuma ia bukan lagi bagian dari Al Quran yang dibaca.
    Berkenaan macam dialek bacaan perlu diingat bahawa ayat Al Quran mulanya diturunkan dengan dialek quraisy namun nabi Muhammad telah memberi kemudahan kepada orang-orang Islam utk membacanya dengan dialek suku masing-masing.Sebagian orang Islam yang mencatit Al Quran sebagai simpanan peribadi telah mencatitkannya menurut dialek mereka sendiri.Semasa pengumpulan Al Quran pada zaman Sayidina Usman baginda telah menyatukan Al Quran secara bertulis hanya kepada satu ragam bacaan sahaja.Ini adalah secara yang bertulis.Adapun dari segi pembacaan baginda tetap membiarkan mereka membacanya menurut dialek yang mereka sukai.Perkara ini tidak memberi apa-apa kesan tentang pemeliharaan Al Quran.
    —————————————————————————————————
    berikut list peraih hadiah nobel berdasar negara:
    Daftar Peraih hadiah nobel berdasar negara nah sekedar berspekulasi dari sekian nama-nama itu berapa dari mereka yang terinspirasi karena membaca AQ?
    mengenai pemeliharaan AQ:
    Jawab:
    He he he…Kan saya bilang salah satu kelebihan membaca Al Quran ialah dapat mencerdaskan fikiran dan akal.Saya tidak bilang sipa yang membaca Al Quran dia akan memenangi anugerah nobel.Pertanyaan anda ini samalah seperti situasi berikut:
    Misalnya dikatakan:
    “Salah satu khasiat madu ialah ia dapat menguatkan ingatan”Lantas anda menyanggah “Diantara orang yang memakan madu itu siapakah yang telah memenangi hadiah nobel?”
    Pertanyaan tersebut menurut saya adalah tidak nyambung dan tidak relevan.
    Masalahnya:Jika ditakdirkan tidak seorang pun dari penerima anugerah nobel itu tidak memakan madu apakah itu menjadikan khasiat madu yang dapat menguatkan ingatan dan kecerdasan itu tidak benar?
    ——————————————————————————————————-

    o a. Di awal Anda katakan bahwa seseorang telah ditentukan dari awalnya untuk ke sorga atau ke neraka
    b. dari kondisi a ini maka tidak mungkin seseorang ke sorga/neraka karena perbuatan apapun yang ia lakukan.
    mungkin pertanyaan saya buat sesederhana mungkin saja
    menurut saudara:
    1. apa beda takdir dengan nasib ?
    2. apa beda anugerah dan pahala ?
    Jawab:Sebenarnya takdir terbagi dua.
    1)Takdir tanpa syarat.
    2)Takdir yang bersyarat.
    Takdir surga atau neraka adalah takdir yang bersyarat.Namun syarat tidak memberi kesan kepada takdir karena adanya syarat itu adalah termasuk dalam takdir Allah juga.
    Beda takdir dengan nasib.Takdir ialah ketentuan Allah.Nasib pula ialah bahagian manusia yang telah ditakdirkan oleh Allah.Di dalam hal ini takdir itulah yang menentukan nasib.
    Beda anugerah dengan pahala.Augerah ialah pemberian.Pahala adalah balasan.
    ————————————————————————————————————

    o @ilham
    dari ketarangan saudara di atas ada kesimpulan yang saya tarik
    1. Tidak ada kepastian, karena:meski sudah ditakdirkan, setelahnya masih mungkin terjadi perubahan.
    2. Mungkin yang ini agak parah yaitu, “Allah” tidak tahu apa yang “Ia” perbuat, sebab bisa menakdirkan sesuatu, tetapi oleh taubat bisa berobah.
    o 3. Anda tidak tahu kenapa Anda diciptakan/dibuat/menjadi hidup, karena Anda masih mencari kepastian kelak pada saat penghakiman/akhirat.
    Jawab:

    Adalah takdir itu terbahagi kepada tiga iaitu :
    1)Takdir di dalam ilmu Allah.
    2)Takdir yang ditulis di luh mahfuz.
    3)Takdir di dalam rahim ibu.

    Takdir di dalam ilmu Allah.
    Bermaksud Allah telah mengetahui di dalam ilmunya yang azali semua perkara yang akan dijadikan dari awal kejadian perkara – perkara tersebut hinggalah kesudahannya secara tafsil (terperinci) hal keadaannya terang dan nyata di dalam ilmu Allah.Takdir yang di dalam ilmu Allah ini sekali – kali tidak dapat berubah kerana ilmu Allah adalah kadim , muktamad dan pasti.

    Takdir pada luh mahfuz.
    Ini adalah takdir yang dicatatkan di luh mahfuz.Terbahagi kepada dua iaitu :-
    1)Kadhak mubram
    2)Kadhak muallaq
    Kadhak mubram ertinya kadhak yang ditetapkan oleh Allah tanpa syarat.Seperti Allah menetapkan semua makhluk yang bernyawa akan mati seperti firman Allah
    كل نفس ذائقة الموت
    Ertinya : Tiap-tiap Yang bernyawa akan merasai mati
    Begitu juga Allah menetapkan bahawa tiap – tiap makhluk itu akan diberi rezeki seperti firman Allah
    وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها
    Ertinya : Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk Yang bergerak di bumi melainkan Allah jualah Yang menanggung rezekinya
    Kadhak muallaq pula ialah kadhak yang ditetapkan dengan syarat.Contohnya menetapkan umur seseorang samada panjang atau pendek dengan tahun yang tertentu seperti enam puluh tahun atau tujuh puluh tahun atau sebagainya.Begitu juga menetapkan rezeki seseorang samada banyak atau sedikit.Ianya dengan syarat amal yakni ikhtiar yang sesuai dan juga doa.Takdir samada syurga atau neraka juga adalah termasuk di dalam bahagian ini.Firman Allah
    من عمل صلحا فلنفسه ومن أساء فعليها ثم إلى ربكم ترجعون
    Ertinya : (Tiap-tiap balasan berdasarkan kaedah): sesiapa Yang mengerjakan amal soleh, maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa Yang berbuat kejahatan, maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Tuhan kamu.
    Maka di dalam ayat di atas takdir masuk syurga itu digantungkan dengan syarat beramal saleh.Begitu juga takdir masuk neraka adalah digantungkan dengan syarat melakukan maksiat.
    Sebagai misalan , dapatlah kita katakan apabila seseorang itu telah ditakdirkan di luh mahfuz sebagai ahli neraka maka takdirnya itu ditaklikkan (digantungkan) dengan syarat yakni jika tidak bertaubat.Maka jika sekiranya ia mengubah sikap dari jahat kepada baik dan berusaha bersungguh – sungguh untuk memperbaikki amalannya di samping bersungguh –sungguh berdoa kepada Allah maka takdirnya di luh mahfuz sebagai ahli neraka itu akan dapat berubah sehingga ia dituliskan pula sebagai ahli syurga.Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah
    إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
    Ertinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa Yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa Yang ada pada diri mereka sendiri.
    Sabda Rasulullah saw

    ﻻ ﻳﺭﺩ ﺍﻟﻗﺿﺎﺀ ﺇﻻﺑﺎﻟﺩﻋﺎﺀ
    Ertinya :Tidak tertolak kadhak itu melainkan dengan doa.
    Walaubagaimanapun perubahan tersebut pada hakikatnya tidak mendatangkan apa – apa kesan terhadap takdir yang di dalam ilmu Allah kerana perubahan tersebut pada hakikatnya telah pun diketahui oleh Allah di dalam ilmunya yang azali.Firman Allah
    يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتب
    Ertinya : Allah menghapuskan apa jua Yang dikehendakiNya dan ia juga menetapkan apa jua Yang dikehendakiNya. dan (ingatlah) pada sisiNya ada “Ibu Segala suratan”.(di dalam ilmuNya yang azali)

    • @ilham

      Konon beberapa catatan AQ sekarang ini bukanlah dari pencatatan awal (konon ada yang terbakar, rusak karena media, dan ada yang termakan kambing).
      Sehingga kemudian oleh penghapalanlah kemudian dituliskan. timbul pertanyaan.. lebih kuat mana yang tertulis apa yang dihapalkan?
      a. jika yang tertulis, maka kenapa justru tulisan-tulisan awal ada yang termakan kambing? (tentu Anda tahu arah pertanyaan ini jika dipandang dari segi “Allah” memelihara firman.)
      b. jika yang dihapal, ternyata pada saat itu sudah ada berbagai dialeg, yang dipilih akhirnya adalah dialek yang berasal dari suku Muhammad. Jika dipelihara kenapa justru sudah ada berbagai dialek?

      Jawab:
      Memang benar Al Quran adalah sebu8ah kitab yang dijamin oleh Allah utk dipeliharaJaminan itu telah tertulis secara eksplisit di dalam Al Quran yaitu firmanNya:
      Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan Kamilah yang memeliharanya. (al-Hijr :9).
      Pemeliharaan Al Quran itu adalah melalui dua cara yaitu dengan cara hapalan dan cara penulisan.Wahyu yang pertama yang diturnkan oleh Allah kepada nabi Muhammad antara lain berbunyi:
      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
      ~ al-’Alaq : 1-5 ~
      Ayat diatas seolah-olah mengisyaratkan pentingnya pena sebagai medium pemeliharaan Al Quran melalui tulisan apabila ayat diatas menyebut bahawa Allah mengajar manusia melalui pena.RasululLah sendiri melantik beberapa orang jurutulis wahyu guna menulisan wahyu setiap kali wahyu diturunkan kepada baginda.
      Di dalam ayat yang lain Allah berfirman:
      وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ .
      Artinya:Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran itu mudah diingati maka adakah sesiapa yang mahu mengingatinya?(Surah Al Qamar:17)
      Ini adalah isyarat kepada pemeliharaan Al Quran melalui hapalan dimana dalam ayat diatas Allah menyatakan Al Quran itu telah dijadikan mudah utk diingati/dihapal..

      Terkait dengan soalan anda mana yang lebih kuat pemeliharaan dengan jalan hapalan atau dengan jalan tulisan maka jawapannya adalah kedua-duanya kuat dan saling menguatkan.Namun yang terlebih penting sekali ialah adanya jaminan Allah Taala utk memelihara Al Quran itu.
      Pemeliharaan Al Quran itu termasuklah:
      1)Pemeliharaan supaya tidak ada yat-ayat yang hilang.
      2)Pemeliharaan supaya tidak ada ayat-ayat yang ditambah.
      Pemeliharaan itu tidak termasuk ke atas ayat-ayat yang telah dimansukhkan(dibatalkan).Karena dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang dimansukhkan yakni dibatalkan dan terbagi tiga:
      1. Nasakh tilawah(bacaan) dan hukum.
      2. Nasakh hukum, tilawahnya(bacaannya)tetap.
      3. Nasakh tilawah hukumnya tetap.
      Tentang ayat-ayat yang dimakan kambing itu maka ianya adalah ayat-ayat tentang hukuman rejam yang telah ijmak ulama telah dinasakhkan bacaannya/tilawahnya.Oleh itu ia tidak termasuk dalam jaminan Allah.Namun riwayatnya ada Cuma ia bukan lagi bagian dari Al Quran yang dibaca.
      Berkenaan macam dialek bacaan perlu diingat bahawa ayat Al Quran mulanya diturunkan dengan dialek quraisy namun nabi Muhammad telah memberi kemudahan kepada orang-orang Islam utk membacanya dengan dialek suku masing-masing.Sebagian orang Islam yang mencatit Al Quran sebagai simpanan peribadi telah mencatitkannya menurut dialek mereka sendiri.Semasa pengumpulan Al Quran pada zaman Sayidina Usman baginda telah menyatukan Al Quran secara bertulis hanya kepada satu ragam bacaan sahaja.Ini adalah secara yang bertulis.Adapun dari segi pembacaan baginda tetap membiarkan mereka membacanya menurut dialek yang mereka sukai.Perkara ini tidak memberi apa-apa kesan tentang pemeliharaan Al Quran.

      jaminan pemeliharaan itu saya benturkan dengan dua hal yang mendasar:

      1. Jika hapalan dijamin, ternyata dialek sudah banyak pada masa awalnya, dan justru menjadikan dialek quraisy sebagai dialek tunggal.
      2. Jika yang tertulis yang dijamin, ternyata awalnya sebelum AQ tertulis dengan baik, media penulisan pertama sudah tidak ada sampai sekarang (berupa pelepah daun, kayu, tulang d.l.l)

      jadi yang “dijamin” menurut saya adalah:

      1. Yang dihapal berdasar pelafasan dialek Quraisy
      2. Yang ditulis setelah dikompilasi/dikanon oleh sahabat2 Muhammad
      dengan kesimpulan ini maka jaminan berlaku setelah ditetapkan AQ yang mana yang benar menurut pengikut Islam setelah wafatnya Muhammad

      jika yang dijamin adalah ablosut AQ dari awalnya, maka akan ada masalah terhadap dialek awal yang banyak dan media tulisan pertama yang rusak/terbakar/termakan kambing..

      —————————————————————————————————

      berikut list peraih hadiah nobel berdasar negara:
      Daftar Peraih hadiah nobel berdasar negara nah sekedar berspekulasi dari sekian nama-nama itu berapa dari mereka yang terinspirasi karena membaca AQ?

      Jawab:
      He he he…Kan saya bilang salah satu kelebihan membaca Al Quran ialah dapat mencerdaskan fikiran dan akal.Saya tidak bilang sipa yang membaca Al Quran dia akan memenangi anugerah nobel.Pertanyaan anda ini samalah seperti situasi berikut:
      Misalnya dikatakan:
      “Salah satu khasiat madu ialah ia dapat menguatkan ingatan”Lantas anda menyanggah “Diantara orang yang memakan madu itu siapakah yang telah memenangi hadiah nobel?”
      Pertanyaan tersebut menurut saya adalah tidak nyambung dan tidak relevan.
      Masalahnya:Jika ditakdirkan tidak seorang pun dari penerima anugerah nobel itu tidak memakan madu apakah itu menjadikan khasiat madu yang dapat menguatkan ingatan dan kecerdasan itu tidak benar?
      ——————————————————————————————————-

      kalau saya salah interpretasi dari kalimat Anda, maafkan saya.
      Tetapi makna yang saya baca adalah bahwa membaca AQ akan berakibat sesuatu, antara lain pikiran ini dan itu, akal yang ini dan itu.
      Artinya Umat Islam yang menjadikan AQ akan memiliki akal dan pikiran dan bla bla yang mana kadarnya akan lebih dari mereka yang tidak membaca AQ.
      Nah dari sini saya buat sebuah perbandingan, yaitu peraih hadiah Nobel. Menurut survey sekitar 40 persen peraih hadiah nobel adalah dari latar belakang Yahudi, yang dapat diyakini tidak menjadkan AQ sebagai pedoman/bacaan..
      pemeluk Islam 1,2 milyard, menjadikan peraih hadiah nobel dari latar belakang AQ sebagai pedoman/bacaan hanya 0.012 persen.

      ——————–
      BAGIAN 1

    • @ilham

      o a. Di awal Anda katakan bahwa seseorang telah ditentukan dari awalnya untuk ke sorga atau ke neraka
      b. dari kondisi a ini maka tidak mungkin seseorang ke sorga/neraka karena perbuatan apapun yang ia lakukan.
      mungkin pertanyaan saya buat sesederhana mungkin saja
      menurut saudara:
      1. apa beda takdir dengan nasib ?
      2. apa beda anugerah dan pahala ?

      Jawab:Sebenarnya takdir terbagi dua.
      1)Takdir tanpa syarat.
      2)Takdir yang bersyarat.
      Takdir surga atau neraka adalah takdir yang bersyarat.Namun syarat tidak memberi kesan kepada takdir karena adanya syarat itu adalah termasuk dalam takdir Allah juga.
      Beda takdir dengan nasib.Takdir ialah ketentuan Allah.Nasib pula ialah bahagian manusia yang telah ditakdirkan oleh Allah.Di dalam hal ini takdir itulah yang menentukan nasib.
      Beda anugerah dengan pahala.Augerah ialah pemberian.Pahala adalah balasan.

      a. di sini saya sepertinya bisa menyimpulkan bahwa Takdir sama dengan nasib

      b. “Takdir yang bersyarat”

      jika dikatakan sorga dan neraka, maka faedahnya ada pada seberapa besar takaran pahala, dan selebihnya biarlah “Allah” yang menentukan. Artinya sorga dan neraka itu bukanlah anugerah.
      Atau juga sepenuhnya sorga dan neraka adalah anugerah, maka menjadi tidak nyambung dengan kenapa harus mengejar pahala.

      ————————————————————————————————————

      dari ketarangan saudara di atas ada kesimpulan yang saya tarik
      1. Tidak ada kepastian, karena:meski sudah ditakdirkan, setelahnya masih mungkin terjadi perubahan.
      2. Mungkin yang ini agak parah yaitu, “Allah” tidak tahu apa yang “Ia” perbuat, sebab bisa menakdirkan sesuatu, tetapi oleh taubat bisa berobah.
      o 3. Anda tidak tahu kenapa Anda diciptakan/dibuat/menjadi hidup, karena Anda masih mencari kepastian kelak pada saat penghakiman/akhirat.

      Jawab:

      Adalah takdir itu terbahagi kepada tiga iaitu :
      1)Takdir di dalam ilmu Allah.
      2)Takdir yang ditulis di luh mahfuz.
      3)Takdir di dalam rahim ibu.

      Takdir di dalam ilmu Allah.
      Bermaksud Allah telah mengetahui di dalam ilmunya yang azali semua perkara yang akan dijadikan dari awal kejadian perkara – perkara tersebut hinggalah kesudahannya secara tafsil (terperinci) hal keadaannya terang dan nyata di dalam ilmu Allah.Takdir yang di dalam ilmu Allah ini sekali – kali tidak dapat berubah kerana ilmu Allah adalah kadim , muktamad dan pasti.

      Takdir pada luh mahfuz.
      Ini adalah takdir yang dicatatkan di luh mahfuz.Terbahagi kepada dua iaitu :-
      1)Kadhak mubram
      2)Kadhak muallaq
      Kadhak mubram ertinya kadhak yang ditetapkan oleh Allah tanpa syarat.Seperti Allah menetapkan semua makhluk yang bernyawa akan mati seperti firman Allah
      كل نفس ذائقة الموت
      Ertinya : Tiap-tiap Yang bernyawa akan merasai mati
      Begitu juga Allah menetapkan bahawa tiap – tiap makhluk itu akan diberi rezeki seperti firman Allah
      وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها
      Ertinya : Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk Yang bergerak di bumi melainkan Allah jualah Yang menanggung rezekinya
      Kadhak muallaq pula ialah kadhak yang ditetapkan dengan syarat.Contohnya menetapkan umur seseorang samada panjang atau pendek dengan tahun yang tertentu seperti enam puluh tahun atau tujuh puluh tahun atau sebagainya.Begitu juga menetapkan rezeki seseorang samada banyak atau sedikit.Ianya dengan syarat amal yakni ikhtiar yang sesuai dan juga doa.Takdir samada syurga atau neraka juga adalah termasuk di dalam bahagian ini.Firman Allah
      من عمل صلحا فلنفسه ومن أساء فعليها ثم إلى ربكم ترجعون
      Ertinya : (Tiap-tiap balasan berdasarkan kaedah): sesiapa Yang mengerjakan amal soleh, maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa Yang berbuat kejahatan, maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Tuhan kamu.
      Maka di dalam ayat di atas takdir masuk syurga itu digantungkan dengan syarat beramal saleh.Begitu juga takdir masuk neraka adalah digantungkan dengan syarat melakukan maksiat.
      Sebagai misalan , dapatlah kita katakan apabila seseorang itu telah ditakdirkan di luh mahfuz sebagai ahli neraka maka takdirnya itu ditaklikkan (digantungkan) dengan syarat yakni jika tidak bertaubat.Maka jika sekiranya ia mengubah sikap dari jahat kepada baik dan berusaha bersungguh – sungguh untuk memperbaikki amalannya di samping bersungguh –sungguh berdoa kepada Allah maka takdirnya di luh mahfuz sebagai ahli neraka itu akan dapat berubah sehingga ia dituliskan pula sebagai ahli syurga.Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah
      إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
      Ertinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa Yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa Yang ada pada diri mereka sendiri.
      Sabda Rasulullah saw

      ﻻ ﻳﺭﺩ ﺍﻟﻗﺿﺎﺀ ﺇﻻﺑﺎﻟﺩﻋﺎﺀ
      Ertinya :Tidak tertolak kadhak itu melainkan dengan doa.
      Walaubagaimanapun perubahan tersebut pada hakikatnya tidak mendatangkan apa – apa kesan terhadap takdir yang di dalam ilmu Allah kerana perubahan tersebut pada hakikatnya telah pun diketahui oleh Allah di dalam ilmunya yang azali.Firman Allah
      يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتب
      Ertinya : Allah menghapuskan apa jua Yang dikehendakiNya dan ia juga menetapkan apa jua Yang dikehendakiNya. dan (ingatlah) pada sisiNya ada “Ibu Segala suratan”.(di dalam ilmuNya yang azali)

      - Sorga/Neraka takdir yang mana?

      seperti contoh Anda yang awal:

      jika seorang ditakdirkan “berbuat maksiat”<– ini takdir yang mana
      lalu yang berbuat maksiat ini bertobat menjadi Islam <– ini takdir yang mana

      "berbuat maksiat" berlawanan dengan hukum "Allah" yang menjadikan kemungkinan ke neraka.
      tetapi menjadi kemungkinan ke sorga karena bertobat..

      bisa dijelaskan?

  17. @ Parhobass

    o jaminan pemeliharaan itu saya benturkan dengan dua hal yang mendasar:
    1. Jika hapalan dijamin, ternyata dialek sudah banyak pada masa awalnya, dan justru menjadikan dialek quraisy sebagai dialek tunggal.
    2. Jika yang tertulis yang dijamin, ternyata awalnya sebelum AQ tertulis dengan baik, media penulisan pertama sudah tidak ada sampai sekarang (berupa pelepah daun, kayu, tulang d.l.l)
    jadi yang “dijamin” menurut saya adalah:
    1. Yang dihapal berdasar pelafasan dialek Quraisy
    2. Yang ditulis setelah dikompilasi/dikanon oleh sahabat2 Muhammad
    dengan kesimpulan ini maka jaminan berlaku setelah ditetapkan AQ yang mana yang benar menurut pengikut Islam setelah wafatnya Muhammad
    jika yang dijamin adalah ablosut AQ dari awalnya, maka akan ada masalah terhadap dialek awal yang banyak dan media tulisan pertama yang rusak/terbakar/termakan kambing..
    Jawab:
    Al Quran telah diriwayatkan dan dihapal secara mutawattir dari semenjak ia diturunkan.Oleh itu keterpeliharaannya tidak bisa dipertikai.Sekalipun anda mendakwa ada catatan-catatan yang rusak atau hilang namun masih tidak menjejaskan keabsahan Al Quran karena ia telah dihapal oleh seramai 124000 orang sahabat-sahabat nabi Muhammad.Setakat ini belum ada Al Quran versi kedua atau ketiga.Hal ini adalah bukti kuat tentang terpeliharanya Al Quran itu.Tentang dialek Al Quran meski ianya tidak dituliskan oleh Sayidina Usman namun ianya masih dibaca secara hafazan sehingga kini atas jalan riwayat yang mutawattir.Sebab itulah sampai sekarang masih ada lagi bacaan Al Quran berdasarkan tujuh jenis ragam bacaan seperti bacaan Hafas,bacaan Qalun,Suusii,Nafi.Warasy dan Qambul.
    ————————————————————————————————————

    o kalau saya salah interpretasi dari kalimat Anda, maafkan saya.
    Tetapi makna yang saya baca adalah bahwa membaca AQ akan berakibat sesuatu, antara lain pikiran ini dan itu, akal yang ini dan itu.
    Artinya Umat Islam yang menjadikan AQ akan memiliki akal dan pikiran dan bla bla yang mana kadarnya akan lebih dari mereka yang tidak membaca AQ.
    Nah dari sini saya buat sebuah perbandingan, yaitu peraih hadiah Nobel. Menurut survey sekitar 40 persen peraih hadiah nobel adalah dari latar belakang Yahudi, yang dapat diyakini tidak menjadkan AQ sebagai pedoman/bacaan..
    pemeluk Islam 1,2 milyard, menjadikan peraih hadiah nobel dari latar belakang AQ sebagai pedoman/bacaan hanya 0.012 persen.

    Jawab:
    Bila saya mengatakan salah satu kahsiat Al Quran ialah dapat menambah kecerdasan saya juga sebenarnya tidak menafikan faktor-faktor lain.Dalam hal ini pembacaan Al Quran dapat menguatkan ingatan dan mencerdaskan fikiran hanyalah salah satu faktor dan bukan satu-satunya faktor.Berbalik kepada contoh madu.Madu memang telah diketahui umum sebagai ubat yang dapat meningkatkan kesihatan seseorang.Tapi itu tidak bermakna taraf kesihatan orang yang memakan madu secara otomatis akan jadi lebih baik berbanding orang yang tidak mengkosumsi madu.Anda tidak boleh menjadikan taraf kesihatan itu sebagai bukti mutlak bahawa madu tidak membantu kesihatan seseorang.Di sana ada faktor-faktor lain seperti pemakanan yang seimbang,jauh dari pencemaran,senaman yang teratur dan lain-lain.Nah sama seperti Al Quran yang kita bincangkan ini.Anda tidak boleh menjadikan memenangi anugerah nobel sebagai bukti utk menafikan khasiat Al Quran yang dapat mencerdaskan fikiran.Gitu lho!
    ————————————————————————————————————
    o a. di sini saya sepertinya bisa menyimpulkan bahwa Takdir sama dengan nasib
    b. “Takdir yang bersyarat”
    jika dikatakan sorga dan neraka, maka faedahnya ada pada seberapa besar takaran pahala, dan selebihnya biarlah “Allah” yang menentukan. Artinya sorga dan neraka itu bukanlah anugerah.
    Atau juga sepenuhnya sorga dan neraka adalah anugerah, maka menjadi tidak nyambung dengan kenapa harus mengejar pahala.

    Jawab:
    Sorga dan neraka adalah anugerah yang zahir keadilan Allah di dalamnya.Bisa saja Allah memberi anugerah langsung kepada manusia tanpa amal.Namun Melalui pahala dan dosa itu sepertinya Allah mahu mendetailkan keadilanNya.Setiap sesuatu dianugerahi dengan cara meletakkan anugerahNya itu kepada tempatnya yang betul.Sehingga nyatalah kepada sekelian makhlukbahawa orang yang baik itu tidak sama dengan orang yang jahat.Orang yang rajin tidak akan sama dengan orang yang malas.Orang yang percaya tidaklah sama dengan orang yang tidak percaya.Orang yang banyak kebaikannya tidaklah sama dengan orang yang sedikit kebaikannya dan begitulah seterusnya.

    ———————————————————————————————————————

    o - Sorga/Neraka takdir yang mana?
    seperti contoh Anda yang awal:
    jika seorang ditakdirkan “berbuat maksiat”<– ini takdir yang mana
    lalu yang berbuat maksiat ini bertobat menjadi Islam <– ini takdir yang mana
    "berbuat maksiat" berlawanan dengan hukum "Allah" yang menjadikan kemungkinan ke neraka.
    tetapi menjadi kemungkinan ke sorga karena bertobat..
    bisa dijelaskan?
    Jawab:
    Seperti yang telah dijelaskan takdir itu terbagi tiga yaitu takdir yang di dalam ilmu Allah ,takdir yang ditulis di loh mahfuz dan takdir yang ditulis dalam rahim ibu.Takdir yang di dalam ilmu Allah itulah takdir yang meliputi semua perkara dan ianya adalah muktamad.Namun tidak seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah.Adapun takdir yang diloh mahfuz itu keadaannya adalah belum muktamad karena di dalam sesetengah perkara masih tertakluk kepada syarat dan perobahan.Takdir yang di dalam loh mahfuz itu juga bisa diketahui oleh sesetengah makhluk seperti para malaikat dan orang-orang tertentu yang diberi anugerah oleh Allah dapat melihat perkara-perkara ghaib seperti para wali-wali Allah dan para nabi.Malah kadang-kadang bisa diketahui oleh orang–orang yang dimurkai Allah juga Seperti ahli-ahli psikik.Gitu lho.Malah mungkin juga syaitan yang berusaha mencuri maklumat di langit lalu dicampakkan kepada para peramal yang menggunakan bantuan syaitan dan jin dalam peramalan mereka.Hal ini ada disebutkan didalam Al Quran:
    Dan demi sesungguhnya! Kami telah menjadikan di langit: bintang-bintang (yang berbagai bentuk dan keadaan) serta kami hiasi langit itu bagi orang-orang yang melihatnya. [16] Dan Kami pelihara (urusan) langit itu dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang kena rejam. [17] Kecuali Syaitan yang curi mendengar percakapan (malaikat di langit), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menyala, yang nyata kelihatan. [18] (Maksud ayat 16 hingga 18 Surah Al-Hijr)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para dukun), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak punya arti (orang-orang yang hina)”. Kemudian si penanya berkata, Sesungguhnya para dukun tersebut terkadang menyampaikan kepada kami suatu (berita) yang (kemudian ternyata) benar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan.- HSR al-Bukhari (no. 5429) dan Muslim (no. 2228).

    Berbalik kepada takdir yang di loh mahfuz tadi meski bisa berobah dengan doa,usaha ikhtiar dan lain-lain namun perobahan itu pada hakikatnya telah pun diketahui di dalam ilmu Allah yang muktamad.Jadi perobahan pada takdir diloh mahfuz pada hakikatnya tidak mendatangkan kesan terhadap apa yang telah diketahui oleh Allah. Firman Allah
    يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتب
    Ertinya : Allah menghapuskan apa jua Yang dikehendakiNya dan ia juga menetapkan apa jua Yang dikehendakiNya. dan (ingatlah) pada sisiNya ada “Ibu Segala suratan”.(di dalam ilmuNya yang azali)- al-Ra'd: 39

    Jadi terkait dengan pertanyaan anda tentang takdir surga dan neraka jawapannya adalah takdir surga dan neraka itu mempunyai dua takdir yaitu takdir di dalam ilmu(muktamad) dan takdir diloh mahfuz(belum muktamad).Persoalannya jika takdir yang di dalam ilmu itu yang muktamad apa perlunya dituliskan diloh mahfuz?Di dalam hal ini, Allah menzahirkan kepada manusia tentang peri pentingnya usaha,ikhtiar dan doa disamping kepercayaan kepada takdir dimana kesmuanya itu tidak saling menafikan antara satu sama lain.

    Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib Sesungguhnya pernah lalu satu jenazah…RasululLah pun bersabda tidak seorang pun dari kamu melainkan telah ditentukan tempatnya samada surga atau neraka.Lalu para sahabat bertanya Ya RasuluLlah adakah kita hanya perlu berserah sahaja?RasuluLlah menjawab beramallah karena setiap orang dimudahkan bagi apa ia dijadikan….(Sahih Bukhari no 4947)

    Di dalam hadis di atas RasuluLlah menceritakan takdir yang di dalam ilmu Allah namun takdir di dalam ilmu Allah itu tidak menafikan daripada kewajiban beramal karena seperti yang Rasul sabdakan di dalam hadis di atas setiap orang dimudahkan kepada apa ia dijadikan.Jika dia dijadikan sebagai ahli surga ia akan dimudahkan utk amal ahli surga.Dan seseorang yang telah dijadikan sebagai ahli neraka maka dia dimudahkan utk beramal dengan amalan ahli neraka.Tugas manusia ialah mencari takdir yang telah ditentukan oleh Allah kepada mereka melalui amalan dan mereka tidak boleh berputus asa.Sikap tidak berputus asa juga adalah sebagian dari amalan yang menandakan seseorang itu adalah termasuk orang yang dimudahkan ke surga.Intinya mudah walaupun takdir itu telah ditetapkan namun kita tetap jangan berputus asa.Semuanya terangkum dalam kepercayaan kepada takdir dan bagaimana kita beradab dengan takdir.Statement yang mengatakan Semuanya telah ditentukan-Ini adalah kepercayaan terhadap takdir.Statement yang menyebut Tapi jangan berputus asa dan lengah dari berusaha dan berdoa-Ini adalah adab terhadap takdir.Dan yang penting disana ada janji Allah yaitu:
    “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami pasti Kami bukakan baginya pintu-pintu hidayah”-Surah Al Ankabut :69)

    Sesungguhnya Allah tidak akan memungkiri janji.
    Intinya Takdir bukan alasan utk berputus asa.

    Bertobat dan beramal adalah manefestasi dari kesungguhan dan sikap tidak berputus asa.

    • @ilham

      o jaminan pemeliharaan itu saya benturkan dengan dua hal yang mendasar:
      1. Jika hapalan dijamin, ternyata dialek sudah banyak pada masa awalnya, dan justru menjadikan dialek quraisy sebagai dialek tunggal.
      2. Jika yang tertulis yang dijamin, ternyata awalnya sebelum AQ tertulis dengan baik, media penulisan pertama sudah tidak ada sampai sekarang (berupa pelepah daun, kayu, tulang d.l.l)
      jadi yang “dijamin” menurut saya adalah:
      1. Yang dihapal berdasar pelafasan dialek Quraisy
      2. Yang ditulis setelah dikompilasi/dikanon oleh sahabat2 Muhammad
      dengan kesimpulan ini maka jaminan berlaku setelah ditetapkan AQ yang mana yang benar menurut pengikut Islam setelah wafatnya Muhammad
      jika yang dijamin adalah ablosut AQ dari awalnya, maka akan ada masalah terhadap dialek awal yang banyak dan media tulisan pertama yang rusak/terbakar/termakan kambing..

      Jawab:
      Al Quran telah diriwayatkan dan dihapal secara mutawattir dari semenjak ia diturunkan.Oleh itu keterpeliharaannya tidak bisa dipertikai.Sekalipun anda mendakwa ada catatan-catatan yang rusak atau hilang namun masih tidak menjejaskan keabsahan Al Quran karena ia telah dihapal oleh seramai 124000 orang sahabat-sahabat nabi Muhammad.Setakat ini belum ada Al Quran versi kedua atau ketiga.Hal ini adalah bukti kuat tentang terpeliharanya Al Quran itu.Tentang dialek Al Quran meski ianya tidak dituliskan oleh Sayidina Usman namun ianya masih dibaca secara hafazan sehingga kini atas jalan riwayat yang mutawattir.Sebab itulah sampai sekarang masih ada lagi bacaan Al Quran berdasarkan tujuh jenis ragam bacaan seperti bacaan Hafas,bacaan Qalun,Suusii,Nafi.Warasy dan Qambul.
      ————————————————————————————————————

      Dari 7 pembacaan yang diakui itu, sebelumnya ada jenis yang lain saya kira begitu, yang mengharuskan ketujuh pembacaan itu siapa?
      Pertanyaan saya dari awal adalah apakah bagian dari penjaminan “Allah” untuk menjaga dari awal AQ yang dihapalkan jika ternyata ada jenis pembacaan dan ada jenis2 dialek? Jika ada 7 pembacaan yang diakui berarti si pewahyu mewahyukan dengan 7 jenis pembacaan, apakah penerima wahyu mengindikasikan begitu?

      Yang tertulis kemudian dilandasi oleh dialek Qurais, yang mana jika ditemukan yang susah karena perbedaan dialek, maka dialek Qurais menjadi pondasi, itu menandakan tidak ada indikasi pemeliharaan oleh “Allah” melainkan oleh usaha manusia.

      ——

      o kalau saya salah interpretasi dari kalimat Anda, maafkan saya.
      Tetapi makna yang saya baca adalah bahwa membaca AQ akan berakibat sesuatu, antara lain pikiran ini dan itu, akal yang ini dan itu.
      Artinya Umat Islam yang menjadikan AQ akan memiliki akal dan pikiran dan bla bla yang mana kadarnya akan lebih dari mereka yang tidak membaca AQ.
      Nah dari sini saya buat sebuah perbandingan, yaitu peraih hadiah Nobel. Menurut survey sekitar 40 persen peraih hadiah nobel adalah dari latar belakang Yahudi, yang dapat diyakini tidak menjadkan AQ sebagai pedoman/bacaan..
      pemeluk Islam 1,2 milyard, menjadikan peraih hadiah nobel dari latar belakang AQ sebagai pedoman/bacaan hanya 0.012 persen.

      Jawab:
      Bila saya mengatakan salah satu kahsiat Al Quran ialah dapat menambah kecerdasan saya juga sebenarnya tidak menafikan faktor-faktor lain.Dalam hal ini pembacaan Al Quran dapat menguatkan ingatan dan mencerdaskan fikiran hanyalah salah satu faktor dan bukan satu-satunya faktor.Berbalik kepada contoh madu.Madu memang telah diketahui umum sebagai ubat yang dapat meningkatkan kesihatan seseorang.Tapi itu tidak bermakna taraf kesihatan orang yang memakan madu secara otomatis akan jadi lebih baik berbanding orang yang tidak mengkosumsi madu.Anda tidak boleh menjadikan taraf kesihatan itu sebagai bukti mutlak bahawa madu tidak membantu kesihatan seseorang.Di sana ada faktor-faktor lain seperti pemakanan yang seimbang,jauh dari pencemaran,senaman yang teratur dan lain-lain.Nah sama seperti Al Quran yang kita bincangkan ini.Anda tidak boleh menjadikan memenangi anugerah nobel sebagai bukti utk menafikan khasiat Al Quran yang dapat mencerdaskan fikiran.Gitu lho!
      ————————————————————————————————————

      Y sudahlah kalau memang maksud Anda seperti itu, kasus ini kita closed.

      ——

      o a. di sini saya sepertinya bisa menyimpulkan bahwa Takdir sama dengan nasib
      b. “Takdir yang bersyarat”
      jika dikatakan sorga dan neraka, maka faedahnya ada pada seberapa besar takaran pahala, dan selebihnya biarlah “Allah” yang menentukan. Artinya sorga dan neraka itu bukanlah anugerah.
      Atau juga sepenuhnya sorga dan neraka adalah anugerah, maka menjadi tidak nyambung dengan kenapa harus mengejar pahala.

      Jawab:
      Sorga dan neraka adalah anugerah yang zahir keadilan Allah di dalamnya.Bisa saja Allah memberi anugerah langsung kepada manusia tanpa amal.Namun Melalui pahala dan dosa itu sepertinya Allah mahu mendetailkan keadilanNya.Setiap sesuatu dianugerahi dengan cara meletakkan anugerahNya itu kepada tempatnya yang betul.Sehingga nyatalah kepada sekelian makhlukbahawa orang yang baik itu tidak sama dengan orang yang jahat.Orang yang rajin tidak akan sama dengan orang yang malas.Orang yang percaya tidaklah sama dengan orang yang tidak percaya.Orang yang banyak kebaikannya tidaklah sama dengan orang yang sedikit kebaikannya dan begitulah seterusnya.

      artinya anugerah itu tergantung kepada objectnya, “Allah” menimbang-nimbang benar apa tidak,.. sepertinya itu gambaran ketidakadaan otoritas penuh dari “Allah”.

      ———————————————————————————————————————

      o – Sorga/Neraka takdir yang mana?
      seperti contoh Anda yang awal:
      jika seorang ditakdirkan “berbuat maksiat”<– ini takdir yang mana
      lalu yang berbuat maksiat ini bertobat menjadi Islam <– ini takdir yang mana
      "berbuat maksiat" berlawanan dengan hukum "Allah" yang menjadikan kemungkinan ke neraka.
      tetapi menjadi kemungkinan ke sorga karena bertobat..
      bisa dijelaskan?

      Jawab:
      Seperti yang telah dijelaskan takdir itu terbagi tiga yaitu takdir yang di dalam ilmu Allah ,takdir yang ditulis di loh mahfuz dan takdir yang ditulis dalam rahim ibu.Takdir yang di dalam ilmu Allah itulah takdir yang meliputi semua perkara dan ianya adalah muktamad.Namun tidak seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah.Adapun takdir yang diloh mahfuz itu keadaannya adalah belum muktamad karena di dalam sesetengah perkara masih tertakluk kepada syarat dan perobahan.Takdir yang di dalam loh mahfuz itu juga bisa diketahui oleh sesetengah makhluk seperti para malaikat dan orang-orang tertentu yang diberi anugerah oleh Allah dapat melihat perkara-perkara ghaib seperti para wali-wali Allah dan para nabi.Malah kadang-kadang bisa diketahui oleh orang–orang yang dimurkai Allah juga Seperti ahli-ahli psikik.Gitu lho.Malah mungkin juga syaitan yang berusaha mencuri maklumat di langit lalu dicampakkan kepada para peramal yang menggunakan bantuan syaitan dan jin dalam peramalan mereka.Hal ini ada disebutkan didalam Al Quran:
      Dan demi sesungguhnya! Kami telah menjadikan di langit: bintang-bintang (yang berbagai bentuk dan keadaan) serta kami hiasi langit itu bagi orang-orang yang melihatnya. [16] Dan Kami pelihara (urusan) langit itu dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang kena rejam. [17] Kecuali Syaitan yang curi mendengar percakapan (malaikat di langit), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menyala, yang nyata kelihatan. [18] (Maksud ayat 16 hingga 18 Surah Al-Hijr)

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para dukun), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak punya arti (orang-orang yang hina)”. Kemudian si penanya berkata, Sesungguhnya para dukun tersebut terkadang menyampaikan kepada kami suatu (berita) yang (kemudian ternyata) benar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan.- HSR al-Bukhari (no. 5429) dan Muslim (no. 2228).

      Berbalik kepada takdir yang di loh mahfuz tadi meski bisa berobah dengan doa,usaha ikhtiar dan lain-lain namun perobahan itu pada hakikatnya telah pun diketahui di dalam ilmu Allah yang muktamad.Jadi perobahan pada takdir diloh mahfuz pada hakikatnya tidak mendatangkan kesan terhadap apa yang telah diketahui oleh Allah. Firman Allah
      يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتب
      Ertinya : Allah menghapuskan apa jua Yang dikehendakiNya dan ia juga menetapkan apa jua Yang dikehendakiNya. dan (ingatlah) pada sisiNya ada “Ibu Segala suratan”.(di dalam ilmuNya yang azali)- al-Ra’d: 39

      Jadi terkait dengan pertanyaan anda tentang takdir surga dan neraka jawapannya adalah takdir surga dan neraka itu mempunyai dua takdir yaitu takdir di dalam ilmu(muktamad) dan takdir diloh mahfuz(belum muktamad).Persoalannya jika takdir yang di dalam ilmu itu yang muktamad apa perlunya dituliskan diloh mahfuz?Di dalam hal ini, Allah menzahirkan kepada manusia tentang peri pentingnya usaha,ikhtiar dan doa disamping kepercayaan kepada takdir dimana kesmuanya itu tidak saling menafikan antara satu sama lain.

      Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib Sesungguhnya pernah lalu satu jenazah…RasululLah pun bersabda tidak seorang pun dari kamu melainkan telah ditentukan tempatnya samada surga atau neraka.Lalu para sahabat bertanya Ya RasuluLlah adakah kita hanya perlu berserah sahaja?RasuluLlah menjawab beramallah karena setiap orang dimudahkan bagi apa ia dijadikan….(Sahih Bukhari no 4947)

      Di dalam hadis di atas RasuluLlah menceritakan takdir yang di dalam ilmu Allah namun takdir di dalam ilmu Allah itu tidak menafikan daripada kewajiban beramal karena seperti yang Rasul sabdakan di dalam hadis di atas setiap orang dimudahkan kepada apa ia dijadikan.Jika dia dijadikan sebagai ahli surga ia akan dimudahkan utk amal ahli surga.Dan seseorang yang telah dijadikan sebagai ahli neraka maka dia dimudahkan utk beramal dengan amalan ahli neraka.Tugas manusia ialah mencari takdir yang telah ditentukan oleh Allah kepada mereka melalui amalan dan mereka tidak boleh berputus asa.Sikap tidak berputus asa juga adalah sebagian dari amalan yang menandakan seseorang itu adalah termasuk orang yang dimudahkan ke surga.Intinya mudah walaupun takdir itu telah ditetapkan namun kita tetap jangan berputus asa.Semuanya terangkum dalam kepercayaan kepada takdir dan bagaimana kita beradab dengan takdir.Statement yang mengatakan Semuanya telah ditentukan-Ini adalah kepercayaan terhadap takdir.Statement yang menyebut Tapi jangan berputus asa dan lengah dari berusaha dan berdoa-Ini adalah adab terhadap takdir.Dan yang penting disana ada janji Allah yaitu:
      “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami pasti Kami bukakan baginya pintu-pintu hidayah”-Surah Al Ankabut :69)

      Sesungguhnya Allah tidak akan memungkiri janji.
      Intinya Takdir bukan alasan utk berputus asa.

      Bertobat dan beramal adalah manefestasi dari kesungguhan dan sikap tidak berputus asa.

      Menurut penutur Islam, takdir seseorang telah ditulis malaikat sewaktu dia masih dikandungan ibunya..
      katakanlah itu takdir bersyarat, maka jika takdir bersyarat, maka ketika si manusinya melakukan yang tidak sesuai dengan tulisan malaikat itu berarti malaikat itu salah, jika malaikat tidak mempunya hak atas makluk hidup kecuali atas perintah “Allah” maka sekaligus bisa dikatakan “Allah” salah.

      Jika takdir bersyarat terakhirnya harus tergantung kepada takhir ilmu “Allah”, maka sampai matipun tidak ada kepastian mau dibawa kemana umat Islam, neraka atau sorga,…
      tetapi ketidakpastian inipun akan bertentangan karena banyaknya aturan yang harus dilakukan dan begitu gigihnya Islam melakukan syiar agama.

  18. @ Parhobass

    Dari 7 pembacaan yang diakui itu, sebelumnya ada jenis yang lain saya kira begitu, yang mengharuskan ketujuh pembacaan itu siapa?
    Pertanyaan saya dari awal adalah apakah bagian dari penjaminan “Allah” untuk menjaga dari awal AQ yang dihapalkan jika ternyata ada jenis pembacaan dan ada jenis2 dialek? Jika ada 7 pembacaan yang diakui berarti si pewahyu mewahyukan dengan 7 jenis pembacaan, apakah penerima wahyu mengindikasikan begitu?
    Yang tertulis kemudian dilandasi oleh dialek Qurais, yang mana jika ditemukan yang susah karena perbedaan dialek, maka dialek Qurais menjadi pondasi, itu menandakan tidak ada indikasi pemeliharaan oleh “Allah” melainkan oleh usaha manusia
    Jawab:
    Yang mengharuskan ketujuh pembacaan itu ialah Nabi Muhammad sendiri. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, pada suatu hari Hisyam telah mengimami solat yang turut ada di dalamnya saidina Umar dengan membaca surah al-Furqan dengan bacaan yang pelbagai. Tatkala Umar mendengar bacaan tersebut beliau hampir sahaja menarik Hisyam keluar dari solat kerana tidak pernah mendengar Rasullah membaca dengan bacaan yang dibaca oleh Hisyam tadi. Bilamana Umar menanyakan dari siapa Hiyam mendapatkan bacaan tadi sudah tentu ia dari Rasulullah! Disebabkan rasa tidak puas hati dan kebimbangan dengan penyelewangan ayat suci maka berjumpalah mereka menghadap baginda s.a.w untuk menuntut kepastian dan Rasulullah telah membenarkan bacaan Umar dan Hisyam.
    Hadis di atas adalah bukti pembacaan Al Quran dengan bermacam dialek adalah dibenarkan dan malah diajarkan oleh Nabi Muhammad sendiri.
    Sekarang yang menjadi pertanyaan adakah dengan adanya tujuh macam pembacaan itu mengindikasikan Al Quran itu turun sebanyak tujuh kali bagi tiap-tiap ayat.Dan bagi tiap-tiap jenis bacaan itu dikira sebagai ayat yang turn baru?Jawapannya tidak.Karena jika memang demikian pasti Usman tidak akan mengabaikannya dalam penulisan semasa dituliskan Al Quran.Tapi nyatanya Usman menuliskan Al Quran hanya berdasarkan kepada satu bentuk bacaan yaitu berdasarkan kepada dialek Quraisy.Jadi yang tujuh macam pembacaan itu apanya?Itu hanyalah keizinan dari nabi tentang bolehnya membaca Al Quran mengikut masing-masing dialek suku suku Arab pada masa itu.Dan tujuh macam pembacaan itu sungguhpun tidak ujud dalam bentuk tulisan,namun ianya kekal hingga hari ini dalam bentuk hafazan.Dan ini adalah diketahui dengan masaknya oleh penuntut-penuntut yang mengkhususkan dalam pebelajaran membaca Al Quran dimana mereka mampu membaca Al Quran dengan tujuh macam pembacaan.Kesimpulannya adanya tujuh macam pembacaan itu tidak memberi kesan terhadap fakta terpeliharanya Al Quran karena tidak ada apa-apa yang hilang dari Al Quran itu sendiri.
    ———————————————————————————————-.
    artinya anugerah itu tergantung kepada objectnya, “Allah” menimbang-nimbang benar apa tidak,.. sepertinya itu gambaran ketidakadaan otoritas penuh dari “Allah”.
    Jawab:
    Allah tidak terikat kepada amalan seseorang dalam memberi balasan.Tapi Dia terikat oleh janjiNya sendiri.Firman Allah:
    “Barangsiapa yang melakukan amalan kebaikan maka baginya balasan yang baik”(Al Kahfi:88)
    ——————————————————————————————

    Menurut penutur Islam, takdir seseorang telah ditulis malaikat sewaktu dia masih dikandungan ibunya..
    katakanlah itu takdir bersyarat, maka jika takdir bersyarat, maka ketika si manusinya melakukan yang tidak sesuai dengan tulisan malaikat itu berarti malaikat itu salah, jika malaikat tidak mempunya hak atas makluk hidup kecuali atas perintah “Allah” maka sekaligus bisa dikatakan “Allah” salah.
    Jika takdir bersyarat terakhirnya harus tergantung kepada takhir ilmu “Allah”, maka sampai matipun tidak ada kepastian mau dibawa kemana umat Islam, neraka atau sorga,…
    tetapi ketidakpastian inipun akan bertentangan karena banyaknya aturan yang harus dilakukan dan begitu gigihnya Islam melakukan syiar agama.

    Jawab:
    Takdir di dalam rahim ibu yang ditulis oleh malaikat itu salah satunya adalah takdir samada seseorang itu akan menjadi orang yang berbahagia(akhirnya ke syurga) atau menjadi orang yang celaka(akhirnya ke neraka).Seperti yang telah saya terangkan dahulu bahawa takdir surga atau neraka itu adalah takdir yang bersyarat.Hanyasanya tidak diditilkan semasa malaikat menuliskannya di dalam rahim ibu.Tapi syarat itu ditil semasa dituliskan diloh mahfuz.Jadi penulisan takdir dalam rahim ibu itu hanyalah pengulangan dari apa yang dituliskan diloh mahfuz.Cuma tidak diditilkan dan langsung dituliskan saja samada bahagia atau celaka.Memang benar kata anda nasib manusia tergantung apa yang muktamad dalam ilmu Allah.Namun apa yang muktamad dalam ilmu Allah itu tidak diketahui oleh manusia.Jika seseorang itu mengabaikan kebajikan dan tobat karena menganggap itu semua adalah sia-sia karena dia percaya apa yang telah ditakdirkan Allah akan tetap berlaku maka dia benar dalam kepercayaan tapi salah dalam amalan.Salahnya adalah karena dia berurusan dengan suatu perkara yang dia belum tahu tapi seolah-olah dia mengetahuinya.Kalau itulah sikapnya maka dibimbangi itulah petanda dia akan termasuk orang yang ditakdirkan celaka kelak dan dia sendiri sedang membuktikannya dengan sikap tersebut.Sebenarnya itulah salah satu senjata syaitan utk melemahkan semangat manusia utk terus beramal dan berbakti kepada Allah.Sebenarnya tidak akan masuk surga itu melainkan orang-orang yang benar-benar ikhlas kepada Allah dan takdirlah ujian keikhlasan itu.Karena orang yang benar-benar ikhlas ketika dibisikkan kepada nya oleh syaitan bahawa tidak memberi manafaat amalan mu jika kamu telah ditakdirkan sebagai ahli neraka maka akan dijawabnya godaan itu dengan mengatakan walaupun aku dimasukkan Allah ke neraka sekalipun namun aku tetap akan beribadah kepadaNya karena aku adalah hambaNya dan menjadi tugas hambalah utk mentaati Tuhannya.Jika seseorang mengatakan seperti yang demikian itu,itulah keikhlasan dan itulah petanda dia adalah ahli surga dimana dia sedang membuktikan dengan sikapnya itu.Saya fikir inilah sebagian dari maksud firman Allah:

    Iblis berkata: “Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat,
    (maka) demi sesungguhnya aku akan memperindahkan (segala jenis kemungkaran)
    kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini
    dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.
    Kecuali hamba-hamba-Mu di antara mereka yang ikhlas.”
    [al-Hijr 15:36-40]

    • @ilham

      Dari 7 pembacaan yang diakui itu, sebelumnya ada jenis yang lain saya kira begitu, yang mengharuskan ketujuh pembacaan itu siapa?
      Pertanyaan saya dari awal adalah apakah bagian dari penjaminan “Allah” untuk menjaga dari awal AQ yang dihapalkan jika ternyata ada jenis pembacaan dan ada jenis2 dialek? Jika ada 7 pembacaan yang diakui berarti si pewahyu mewahyukan dengan 7 jenis pembacaan, apakah penerima wahyu mengindikasikan begitu?
      Yang tertulis kemudian dilandasi oleh dialek Qurais, yang mana jika ditemukan yang susah karena perbedaan dialek, maka dialek Qurais menjadi pondasi, itu menandakan tidak ada indikasi pemeliharaan oleh “Allah” melainkan oleh usaha manusia

      Jawab:
      Yang mengharuskan ketujuh pembacaan itu ialah Nabi Muhammad sendiri. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, pada suatu hari Hisyam telah mengimami solat yang turut ada di dalamnya saidina Umar dengan membaca surah al-Furqan dengan bacaan yang pelbagai. Tatkala Umar mendengar bacaan tersebut beliau hampir sahaja menarik Hisyam keluar dari solat kerana tidak pernah mendengar Rasullah membaca dengan bacaan yang dibaca oleh Hisyam tadi. Bilamana Umar menanyakan dari siapa Hiyam mendapatkan bacaan tadi sudah tentu ia dari Rasulullah! Disebabkan rasa tidak puas hati dan kebimbangan dengan penyelewangan ayat suci maka berjumpalah mereka menghadap baginda s.a.w untuk menuntut kepastian dan Rasulullah telah membenarkan bacaan Umar dan Hisyam.
      Hadis di atas adalah bukti pembacaan Al Quran dengan bermacam dialek adalah dibenarkan dan malah diajarkan oleh Nabi Muhammad sendiri.
      Sekarang yang menjadi pertanyaan adakah dengan adanya tujuh macam pembacaan itu mengindikasikan Al Quran itu turun sebanyak tujuh kali bagi tiap-tiap ayat.Dan bagi tiap-tiap jenis bacaan itu dikira sebagai ayat yang turn baru?Jawapannya tidak.Karena jika memang demikian pasti Usman tidak akan mengabaikannya dalam penulisan semasa dituliskan Al Quran.Tapi nyatanya Usman menuliskan Al Quran hanya berdasarkan kepada satu bentuk bacaan yaitu berdasarkan kepada dialek Quraisy.Jadi yang tujuh macam pembacaan itu apanya?Itu hanyalah keizinan dari nabi tentang bolehnya membaca Al Quran mengikut masing-masing dialek suku suku Arab pada masa itu.Dan tujuh macam pembacaan itu sungguhpun tidak ujud dalam bentuk tulisan,namun ianya kekal hingga hari ini dalam bentuk hafazan.Dan ini adalah diketahui dengan masaknya oleh penuntut-penuntut yang mengkhususkan dalam pebelajaran membaca Al Quran dimana mereka mampu membaca Al Quran dengan tujuh macam pembacaan.Kesimpulannya adanya tujuh macam pembacaan itu tidak memberi kesan terhadap fakta terpeliharanya Al Quran karena tidak ada apa-apa yang hilang dari Al Quran itu sendiri.

      Kesulitannya di situ saya kira:
      a. “Allah” tidak mewahyukan AQ sesuai dialek
      b. Wahyu yang diberikan hanya satu dialek
      tetapi
      c. Wahyu itu telah menjadi beberapa dialek, 7 diantaranya sah karena Muhammad

      kondisi sulitnya adalah:
      Jika “Allah” menjamin wahyu (hanya 1 dialek), berarti jaminan itu tidak menjadi jaminan karena terbukti disahkan ada 7 dialek.
      dalam bahasa sederhana kemungkinan hanya 2:
      1. “Allah” tidak menjamin wahyu
      2. Muhammad merusak jaminan itu sejak awal.

      ———————————————————————————————-.

      artinya anugerah itu tergantung kepada objectnya, “Allah” menimbang-nimbang benar apa tidak,.. sepertinya itu gambaran ketidakadaan otoritas penuh dari “Allah”.

      Jawab:
      Allah tidak terikat kepada amalan seseorang dalam memberi balasan.Tapi Dia terikat oleh janjiNya sendiri.Firman Allah:
      “Barangsiapa yang melakukan amalan kebaikan maka baginya balasan yang baik”(Al Kahfi:88)
      ——————————————————————————————

      saya kira kita akan berputar2 jadinya,

      a. Si A melakukan kebaikan
      b. “Allah” akan membalaskan si A kebaikan karena ia berbuah baik
      Kondisi sulit:
      1. “Allah” hanya akan memberikan kebaikan tergantung perbuatan kebaikan si A.

      —————-

      Menurut penutur Islam, takdir seseorang telah ditulis malaikat sewaktu dia masih dikandungan ibunya..
      katakanlah itu takdir bersyarat, maka jika takdir bersyarat, maka ketika si manusinya melakukan yang tidak sesuai dengan tulisan malaikat itu berarti malaikat itu salah, jika malaikat tidak mempunya hak atas makluk hidup kecuali atas perintah “Allah” maka sekaligus bisa dikatakan “Allah” salah.
      Jika takdir bersyarat terakhirnya harus tergantung kepada takhir ilmu “Allah”, maka sampai matipun tidak ada kepastian mau dibawa kemana umat Islam, neraka atau sorga,…
      tetapi ketidakpastian inipun akan bertentangan karena banyaknya aturan yang harus dilakukan dan begitu gigihnya Islam melakukan syiar agama.

      Jawab:
      Takdir di dalam rahim ibu yang ditulis oleh malaikat itu salah satunya adalah takdir samada seseorang itu akan menjadi orang yang berbahagia(akhirnya ke syurga) atau menjadi orang yang celaka(akhirnya ke neraka).Seperti yang telah saya terangkan dahulu bahawa takdir surga atau neraka itu adalah takdir yang bersyarat.Hanyasanya tidak diditilkan semasa malaikat menuliskannya di dalam rahim ibu.Tapi syarat itu ditil semasa dituliskan diloh mahfuz.Jadi penulisan takdir dalam rahim ibu itu hanyalah pengulangan dari apa yang dituliskan diloh mahfuz.Cuma tidak diditilkan dan langsung dituliskan saja samada bahagia atau celaka.Memang benar kata anda nasib manusia tergantung apa yang muktamad dalam ilmu Allah.Namun apa yang muktamad dalam ilmu Allah itu tidak diketahui oleh manusia.Jika seseorang itu mengabaikan kebajikan dan tobat karena menganggap itu semua adalah sia-sia karena dia percaya apa yang telah ditakdirkan Allah akan tetap berlaku maka dia benar dalam kepercayaan tapi salah dalam amalan.Salahnya adalah karena dia berurusan dengan suatu perkara yang dia belum tahu tapi seolah-olah dia mengetahuinya.Kalau itulah sikapnya maka dibimbangi itulah petanda dia akan termasuk orang yang ditakdirkan celaka kelak dan dia sendiri sedang membuktikannya dengan sikap tersebut.Sebenarnya itulah salah satu senjata syaitan utk melemahkan semangat manusia utk terus beramal dan berbakti kepada Allah.Sebenarnya tidak akan masuk surga itu melainkan orang-orang yang benar-benar ikhlas kepada Allah dan takdirlah ujian keikhlasan itu.Karena orang yang benar-benar ikhlas ketika dibisikkan kepada nya oleh syaitan bahawa tidak memberi manafaat amalan mu jika kamu telah ditakdirkan sebagai ahli neraka maka akan dijawabnya godaan itu dengan mengatakan walaupun aku dimasukkan Allah ke neraka sekalipun namun aku tetap akan beribadah kepadaNya karena aku adalah hambaNya dan menjadi tugas hambalah utk mentaati Tuhannya.Jika seseorang mengatakan seperti yang demikian itu,itulah keikhlasan dan itulah petanda dia adalah ahli surga dimana dia sedang membuktikan dengan sikapnya itu.Saya fikir inilah sebagian dari maksud firman Allah:

      Iblis berkata: “Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat,
      (maka) demi sesungguhnya aku akan memperindahkan (segala jenis kemungkaran)
      kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini
      dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.
      Kecuali hamba-hamba-Mu di antara mereka yang ikhlas.”
      [al-Hijr 15:36-40]

      a. dalam kamus besar bahasa indonesia,
      takdir disebut ketetapan Allah.
      apakah pengertian ini sama dengan ajaran Islam?

      kalau sama,
      b. berarti ada ketetapan “Allah” yang bersyarat.
      “Allah” menetapkan sesuatu, tetapi bisa berubah, dimana manusia tidak tahu kenapa dan bagaimana.
      Itu artinya tidak ada otoritas penuh, dan kita dibiarkan dalam kebimbangan (ketidaktahuan) sepanjang hidup kita.
      Dalam kebimbangan (ketidaktahuan) itu kita harus tetapi iklas dan pasrah.

      seberapa besarpun iklas dan perbuatan seseorang tetap ia harus bergantung (pasrah, Islam) kepada “Allah” apakah ia akan ke sorga atau tidak.

      Jika demikian, dapat diartikan dalam Islam tidak ada kepastian ke sorga.
      Dan bagi sekian orang bisa jadi Islam bukan satu-satunya jalan menuju sorga.

  19. @ Parhobass

    Kesulitannya di situ saya kira:
    a. “Allah” tidak mewahyukan AQ sesuai dialek
    b. Wahyu yang diberikan hanya satu dialek
    tetapi
    c. Wahyu itu telah menjadi beberapa dialek, 7 diantaranya sah karena Muhammad
    kondisi sulitnya adalah:
    Jika “Allah” menjamin wahyu (hanya 1 dialek), berarti jaminan itu tidak menjadi jaminan karena terbukti disahkan ada 7 dialek.
    dalam bahasa sederhana kemungkinan hanya 2:
    1. “Allah” tidak menjamin wahyu
    2. Muhammad merusak jaminan itu sejak awal.

    Jawab:
    Menurut saya yang demikian tidak menjadi masalah karena ianya hanya seputar masalah wahyu dan cara membaca wahyu.Wahyu adalah dari Allah.Tapi cara membaca wahyu disunnahkan oleh nabi Muhammad.
    ———————————————————————————————-.
    saya kira kita akan berputar2 jadinya,
    a. Si A melakukan kebaikan
    b. “Allah” akan membalaskan si A kebaikan karena ia berbuah baik
    Kondisi sulit:
    1. “Allah” hanya akan memberikan kebaikan tergantung perbuatan kebaikan si A.
    Jawab:
    Di dalam Islam manusia adalah makhluk mukallaf(makhluk yang dipertanggungjawabkan).Setiap sesuatu yang dilakukan oleh manusia ada sebab dan akibatnya.Jadi wajar kalau Allah memberi balasan menurut amalan yang dilakukan oleh manusia.Misalnya jika kamu berbuat ini kamu akan mendapat ini.Ini tidak balasan diakherat saja.Malah di dunia juga begitu.Misalnya siapa yang rajin dan bersungguh-sungguh dia akan berjaya.Kejayaan itu Tuhan yang memberi tetapi didasarkan kepada kesungguhannya.Nah begitu juga dengan dosa dan pahala diakherat nanti.Bukankah Dia Tuhan di dunia juga adalah Tuhan diakherat?Sekarang,adakah itu artinya Tuhan bergantung kepada amalan manusia dalam memberikan balsan.Menurut saya tidak.Misalnya begini.Tuhan menjadikan api.Tuhan juga menjadikan hangus.Di dalam hal ini bukan api itu yang menjadikan hangus.Yang menjadikan hangus adalah Tuhan juga.Cuma Allah membiasakan tiap kali Dia menjadikan api dijadikannya juga hangus sesuatu yang terkena api itu.Sehingga disangkalah seolah-olah api yang menghanguskan.Padahal Allah bisa menciptakan api tetapi tidak ada hangusnya atau Dia menciptakan hangus walaupun tanpa api.Intinya Tuhan tidak bergantung kepada api utk mencipta hangus.Hanya diadatkan dan dibiasakan apabila Dia mencipta api maka Dia juga mencipta hangus sehingga jadilah pada hukum adatnya api itu menghanguskan.Artinya itu hanya pada hukum adat/kebiasaan bukan pada hukum kelaziman.Jadi tidaklah dikatakan Allah bergantung kepada api utk menghanguskan.Cobalah anda kiaskan dengan perbuatan baik oleh manusia dengan balasan baik dari Allah.Anda akan tau jawapannya bahawa Allah tidak bergantung kepada amalan manusia di dalam memberi balasan.
    —————-
    o a. dalam kamus besar bahasa indonesia,
    takdir disebut ketetapan Allah.
    apakah pengertian ini sama dengan ajaran Islam?
    kalau sama,
    b. berarti ada ketetapan “Allah” yang bersyarat.
    “Allah” menetapkan sesuatu, tetapi bisa berubah, dimana manusia tidak tahu kenapa dan bagaimana.
    Itu artinya tidak ada otoritas penuh, dan kita dibiarkan dalam kebimbangan (ketidaktahuan) sepanjang hidup kita.
    Dalam kebimbangan (ketidaktahuan) itu kita harus tetapi iklas dan pasrah.
    seberapa besarpun iklas dan perbuatan seseorang tetap ia harus bergantung (pasrah, Islam) kepada “Allah” apakah ia akan ke sorga atau tidak.
    Jika demikian, dapat diartikan dalam Islam tidak ada kepastian ke sorga.
    Dan bagi sekian orang bisa jadi Islam bukan satu-satunya jalan menuju sorga.

    Jawapan:
    Ya tokh!Di dalam dunia ini mana ada perkara yang pasti di sisi kita sebagai manusia.Semuanya serba misterius karena sebagai manusia kita tidak diberikan ilmu tentang masa depan.Namun Tuhan telah menjelaskan di dalam Al Quran apa-apa perkara yang perlu dilakukan oleh manusia dan perkara yang perlu dijauhkan sekarang utk mendapatkan surga dan menghindar dari neraka.Jadi tugas kita ialah melakukan apa yang telah Allah nyatakan utk dilakukan pada masa sekarang dan serahkan kepada Allah apa-apa yang Allah sembunyikan dari hal-hal pada masa hadapan.Cuma yang bisa kita pegang adalah apabilan seseorang itu melazimkan perbuatan-perbuatan baik itulah tandanya dia ditakdirkan sebagai orang yang berbbahagia dan begitu juga apabila seseorang melazimkan dirinya dengan kerja-kerja kejahatan itulah tanda bahawa dia ditakdirkan sebagai orang yang celaka.Ingat kembali contoh api diatas.Apabila ada api itulah tandanya Allah akan menjadikan hangus.

    • @ilham

      Kesulitannya di situ saya kira:
      a. “Allah” tidak mewahyukan AQ sesuai dialek
      b. Wahyu yang diberikan hanya satu dialek
      tetapi
      c. Wahyu itu telah menjadi beberapa dialek, 7 diantaranya sah karena Muhammad
      kondisi sulitnya adalah:
      Jika “Allah” menjamin wahyu (hanya 1 dialek), berarti jaminan itu tidak menjadi jaminan karena terbukti disahkan ada 7 dialek.
      dalam bahasa sederhana kemungkinan hanya 2:
      1. “Allah” tidak menjamin wahyu
      2. Muhammad merusak jaminan itu sejak awal.

      Jawab:
      Menurut saya yang demikian tidak menjadi masalah karena ianya hanya seputar masalah wahyu dan cara membaca wahyu.Wahyu adalah dari Allah.Tapi cara membaca wahyu disunnahkan oleh nabi Muhammad.

      1. Masalahnya adalah apanya yang dijamin? Jika dikatakan keaslian, maka apakah dari 1 dialek menjadi 7 yang disahkan bukan suatu distorsi dari kata dijamin?

      2. Jika yang tertulis yang dijamin, bukankan juga suatu distorsi ternyata hanya satu dialek yang ditulis dari 7 kemungkinan yang bisa?

      keadaan sulit ini karena Islam memandang AQ “turun secara ajaib dari langit”.

      ———————————————————————————————-.

      saya kira kita akan berputar2 jadinya,
      a. Si A melakukan kebaikan
      b. “Allah” akan membalaskan si A kebaikan karena ia berbuah baik
      Kondisi sulit:
      1. “Allah” hanya akan memberikan kebaikan tergantung perbuatan kebaikan si A.

      Jawab:
      Di dalam Islam manusia adalah makhluk mukallaf(makhluk yang dipertanggungjawabkan).Setiap sesuatu yang dilakukan oleh manusia ada sebab dan akibatnya.Jadi wajar kalau Allah memberi balasan menurut amalan yang dilakukan oleh manusia.Misalnya jika kamu berbuat ini kamu akan mendapat ini.Ini tidak balasan diakherat saja.Malah di dunia juga begitu.Misalnya siapa yang rajin dan bersungguh-sungguh dia akan berjaya.Kejayaan itu Tuhan yang memberi tetapi didasarkan kepada kesungguhannya.Nah begitu juga dengan dosa dan pahala diakherat nanti.Bukankah Dia Tuhan di dunia juga adalah Tuhan diakherat?Sekarang,adakah itu artinya Tuhan bergantung kepada amalan manusia dalam memberikan balsan.Menurut saya tidak.Misalnya begini.Tuhan menjadikan api.Tuhan juga menjadikan hangus.Di dalam hal ini bukan api itu yang menjadikan hangus.Yang menjadikan hangus adalah Tuhan juga.Cuma Allah membiasakan tiap kali Dia menjadikan api dijadikannya juga hangus sesuatu yang terkena api itu.Sehingga disangkalah seolah-olah api yang menghanguskan.Padahal Allah bisa menciptakan api tetapi tidak ada hangusnya atau Dia menciptakan hangus walaupun tanpa api.Intinya Tuhan tidak bergantung kepada api utk mencipta hangus.Hanya diadatkan dan dibiasakan apabila Dia mencipta api maka Dia juga mencipta hangus sehingga jadilah pada hukum adatnya api itu menghanguskan.Artinya itu hanya pada hukum adat/kebiasaan bukan pada hukum kelaziman.Jadi tidaklah dikatakan Allah bergantung kepada api utk menghanguskan.Cobalah anda kiaskan dengan perbuatan baik oleh manusia dengan balasan baik dari Allah.Anda akan tau jawapannya bahawa Allah tidak bergantung kepada amalan manusia di dalam memberi balasan.

      -TUHAN mencitakan segala-galanya, tepat
      - Yang menjadi kondisi sulit adalah pernyataan Anda yang mengatakan “Allah” akan membalaskan kebaikan seseorang karena apa yang sanggup ia lakukan dalam berbuat baik.

      —————-

      o a. dalam kamus besar bahasa indonesia,
      takdir disebut ketetapan Allah.
      apakah pengertian ini sama dengan ajaran Islam?
      kalau sama,
      b. berarti ada ketetapan “Allah” yang bersyarat.
      “Allah” menetapkan sesuatu, tetapi bisa berubah, dimana manusia tidak tahu kenapa dan bagaimana.
      Itu artinya tidak ada otoritas penuh, dan kita dibiarkan dalam kebimbangan (ketidaktahuan) sepanjang hidup kita.
      Dalam kebimbangan (ketidaktahuan) itu kita harus tetapi iklas dan pasrah.
      seberapa besarpun iklas dan perbuatan seseorang tetap ia harus bergantung (pasrah, Islam) kepada “Allah” apakah ia akan ke sorga atau tidak.
      Jika demikian, dapat diartikan dalam Islam tidak ada kepastian ke sorga.
      Dan bagi sekian orang bisa jadi Islam bukan satu-satunya jalan menuju sorga.

      Jawapan:
      Ya tokh!Di dalam dunia ini mana ada perkara yang pasti di sisi kita sebagai manusia.Semuanya serba misterius karena sebagai manusia kita tidak diberikan ilmu tentang masa depan.Namun Tuhan telah menjelaskan di dalam Al Quran apa-apa perkara yang perlu dilakukan oleh manusia dan perkara yang perlu dijauhkan sekarang utk mendapatkan surga dan menghindar dari neraka.Jadi tugas kita ialah melakukan apa yang telah Allah nyatakan utk dilakukan pada masa sekarang dan serahkan kepada Allah apa-apa yang Allah sembunyikan dari hal-hal pada masa hadapan.Cuma yang bisa kita pegang adalah apabilan seseorang itu melazimkan perbuatan-perbuatan baik itulah tandanya dia ditakdirkan sebagai orang yang berbbahagia dan begitu juga apabila seseorang melazimkan dirinya dengan kerja-kerja kejahatan itulah tanda bahawa dia ditakdirkan sebagai orang yang celaka.Ingat kembali contoh api diatas.Apabila ada api itulah tandanya Allah akan menjadikan hangus.

      Anda sudah katakan bahwa TUHAN ada di sorga, TUHAN ada di bumi, TUHAN ada dimana-mana, nah kalau TUHAN ada di bumi berarti di bumi ada kepastian. Karena TUHAN selalu tepat dan pasti.

      kondisi sulit Anda:
      1. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN ada dimana-mana?
      2. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN itu penuh kepastian?
      jika ya maka:
      1. Kenapa Anda mempercayai sesuatu yang tidak pernah pasti bahkan sampai ajal Anda menjemput?
      atau
      2. Anda sebenarnya tidak percaya TUHAN.

      salam

  20. @Om Parhobass
    @Pakcik Ilham, salam kenal…………

    Sampai sejauh ini fanya terus mengikuti dialog Om & Pakcik Ilham meski sepertinya tak terlalu sulit memprediksi bagaimana endingnya ………….

    Andai dialog ini murni dilandasi oleh niat baik kedua belah pihak utk lebih mengenal dan memahami esensi Tuhan, tentu akan sangat bermanfaat, bukan saja bagi yg berdialog, melainkan juga bagi siapapun yg mengikuti perbincangannya.

    salam

    • @fanya

      selamat mengikuti terus, dan selamat mengambil apa2 yang perlu diambil tanpa ada rasa-rasa curiga dan sebagainya..

      salam

      • Ya! Betul tuh!

        Ambi yg baiknya saja,
        Tinggalkan yg tak perlu,
        Simpan yg ragu-ragu-ragu.

        Salam Damai!

  21. . Masalahnya adalah apanya yang dijamin? Jika dikatakan keaslian, maka apakah dari 1 dialek menjadi 7 yang disahkan bukan suatu distorsi dari kata dijamin?
    2. Jika yang tertulis yang dijamin, bukankan juga suatu distorsi ternyata hanya satu dialek yang ditulis dari 7 kemungkinan yang bisa?
    keadaan sulit ini karena Islam memandang AQ “turun secara ajaib dari langit”.
    Jawab:
    Seperti yang saya bilang sebelumnya bahawa dialek yang tujuh itu hanyalah cara membaca Al Quran.Ianya tidak mendatangkan apa-apa kesan ke atas terpeliharanya Al Quran itu sendiri.Bandingannya samalah seperti sepucuk surat yang dibaca di dalam bahasa melayu dialek Indonesia dan dialek betawi.Suratnya itu, itu juga.Hanya cara membaca saja yang berbeda.Jadi perbedaan cara membaca tidak jadi masalah karena suratnya tetap terpelihara.Al Quran diturunkan dalam dialek Quraisy adalah karena Nabi Muhammad sendiri dari suku Quraisy.Lebih-lebih lagi suku Quraisy adalah suku yang paling dominan di kalangan suku-suku Arab dan ahlinya juga lebih ramai.Namun,nabi mengizinkan Al Quran itu dibaca menurut apa yang mudah pada lidah orang Islam masing-masing pada waktu itu yang terdiri daripada berbagai dialek.Ini selaras dengan firman Tuhan:
    Allah menghendaki untuk meringankan kamu kerana manusia itu diciptakan lemah. (4:28
    Firmannya lagi;
    Kami tidak menurunkan al-Qur’an kepada kamu supaya kamu menjadi sengsara (20:2)
    Firmannya Lagi:
    Allah menghendakki kemudahan untuk kamu dan Dia tidak menghendakki kesukaran untuk kamu(Al Baqarah 2:185)

    Keizinan dari Nabi yang membolehkan membaca Al Quran mengikut dialek masing-masing adalah tidak bertentangan dengan perintah Allah karena Allah sendiri telah berfirman:
    Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. [al-Nisaa’ 4:59]
    Dan ini juga tidak bertentangan dengan fakta terpeliharanya Al Quran karena tidak ada apa-apa yang hilang dari Al Quran dan tidak ada apa-apa yang bertambah karena sepertimana tafsir Al Quran tidak dianggap sebagai satu tambahan kepada Al Quran begitu jugalah adanya tujuh dialek itu tidak merupakan tambahan kepada Al Quran.

    ———————————————————————————————-.
    TUHAN mencitakan segala-galanya, tepat
    - Yang menjadi kondisi sulit adalah pernyataan Anda yang mengatakan “Allah” akan membalaskan kebaikan seseorang karena apa yang sanggup ia lakukan dalam berbuat baik.
    Jawab:
    Saya tidak menganggapnya itu sebagai kondisi sulit.Malah saya menganggapnya sebagai manefestasi keadilan Allah.
    —————-
    o Anda sudah katakan bahwa TUHAN ada di sorga, TUHAN ada di bumi, TUHAN ada dimana-mana, nah kalau TUHAN ada di bumi berarti di bumi ada kepastian. Karena TUHAN selalu tepat dan pasti.
    kondisi sulit Anda:
    1. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN ada dimana-mana?
    2. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN itu penuh kepastian?
    jika ya maka:
    1. Kenapa Anda mempercayai sesuatu yang tidak pernah pasti bahkan sampai ajal Anda menjemput?
    atau
    2. Anda sebenarnya tidak percaya TUHAN.
    Jawab:
    Saya tidak bermaksudkan Tuhan itu ada dimana-mana.Tuhan menurut Islam tidak ada permulaan oleh itu Dia tidak bertempat atau di mana-mana.Firman Allah :
    Dialah(Allah) yang awal tiada permulaan dan Dialah yang akhir tiada kesudahan dan Dialah yang zahir dan Dialah yang batin(Surah Al Hadid:3)
    Allah telah ada sebelum adanya tempat.Bahkan tempat itu sendiri dijadikan Allah dan Allah telah ada sebelum adanya tempat.Jadi tidak boleh diiktikadkan Allah itu bertempat samada disurga atau di dunia kita karena Dia telah wujud sebelum wujudnya surga dan dunia yang kita diami sekarang.RasuluLlah saw bersabda di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
    Telah adalah Allah itu dan tidak ada yang bersertaNya sesuatu.
    Difahamkan dari hadis tersebut Allah itu wujud dengan tidak disertai olehsesuatu termasuklah tidak disertai tempat.Seperti mana Allah itu tidak bertempat pada masa dahulu begitulah Dia juga tidak bertempat pada masa sekarang.Kata sayidina Ali sahabat dan menantu Nabi “Allahul aan kamaa alaihi kaan”Artinya Allah sekarang seperti Allah dahulu juga.Apabila saya bilang Allah itu adalah Tuhan di dunia dan di akherat bukanlah bermaksud Dia berada di dunia dan di akherat atau di mana-mana tapi ianya bermaksud Allah itulah Tuhan yang dipertuhankan oleh makhluk di dunia dan di akherat.Sama seperti bila dikatakan Imam Mekah adalah sosok yang dihurmati di Indonesia misalnya.Bukanlah berarti Imam Mekah itu ada di Indonesia.Tentang soalan adakah saya percaya Tuhan yang penuh kepastian maka jawapannya adalah ya.Tentang percaya kepada perkara yang tidak pernah pasti itu saya tidak setuju karena menurut saya yang tidak pasti itu bukan bagian dari agama atau kepercayaan.Jadi terserah samada mau percaya atau tidak dan menurut saya tidak menjejaskan keimanan seseorang.
    @ Fanya

    @Pakcik Ilham, salam kenal…………
    Sampai sejauh ini fanya terus mengikuti dialog Om & Pakcik Ilham meski sepertinya tak terlalu sulit memprediksi bagaimana endingnya ………….
    Andai dialog ini murni dilandasi oleh niat baik kedua belah pihak utk lebih mengenal dan memahami esensi Tuhan, tentu akan sangat bermanfaat, bukan saja bagi yg berdialog, melainkan juga bagi siapapun yg mengikuti perbincangannya.

    Jawab:
    Salam kenal juga.Semoga mendapat hidayah dariNya.

    • @ilham

      . Masalahnya adalah apanya yang dijamin? Jika dikatakan keaslian, maka apakah dari 1 dialek menjadi 7 yang disahkan bukan suatu distorsi dari kata dijamin?
      2. Jika yang tertulis yang dijamin, bukankan juga suatu distorsi ternyata hanya satu dialek yang ditulis dari 7 kemungkinan yang bisa?
      keadaan sulit ini karena Islam memandang AQ “turun secara ajaib dari langit”.

      Jawab:
      Seperti yang saya bilang sebelumnya bahawa dialek yang tujuh itu hanyalah cara membaca Al Quran.Ianya tidak mendatangkan apa-apa kesan ke atas terpeliharanya Al Quran itu sendiri.Bandingannya samalah seperti sepucuk surat yang dibaca di dalam bahasa melayu dialek Indonesia dan dialek betawi.Suratnya itu, itu juga.Hanya cara membaca saja yang berbeda.Jadi perbedaan cara membaca tidak jadi masalah karena suratnya tetap terpelihara.Al Quran diturunkan dalam dialek Quraisy adalah karena Nabi Muhammad sendiri dari suku Quraisy.Lebih-lebih lagi suku Quraisy adalah suku yang paling dominan di kalangan suku-suku Arab dan ahlinya juga lebih ramai.Namun,nabi mengizinkan Al Quran itu dibaca menurut apa yang mudah pada lidah orang Islam masing-masing pada waktu itu yang terdiri daripada berbagai dialek.Ini selaras dengan firman Tuhan:
      Allah menghendaki untuk meringankan kamu kerana manusia itu diciptakan lemah. (4:28
      Firmannya lagi;
      Kami tidak menurunkan al-Qur’an kepada kamu supaya kamu menjadi sengsara (20:2)
      Firmannya Lagi:
      Allah menghendakki kemudahan untuk kamu dan Dia tidak menghendakki kesukaran untuk kamu(Al Baqarah 2:185)

      Keizinan dari Nabi yang membolehkan membaca Al Quran mengikut dialek masing-masing adalah tidak bertentangan dengan perintah Allah karena Allah sendiri telah berfirman:
      Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. [al-Nisaa’ 4:59]
      Dan ini juga tidak bertentangan dengan fakta terpeliharanya Al Quran karena tidak ada apa-apa yang hilang dari Al Quran dan tidak ada apa-apa yang bertambah karena sepertimana tafsir Al Quran tidak dianggap sebagai satu tambahan kepada Al Quran begitu jugalah adanya tujuh dialek itu tidak merupakan tambahan kepada Al Quran.

      jika melihat keterangan saudara yang saya dapat adalah:

      AQ yang tertulis dengan dialek Quraisy bisa dibacakan dengan 7 dialek.
      Sehingga timbul pertanyaan baru, AQ itu mana yang lebih dahulu yang tertulis apa yang terucapkan (yang dihapal) ?

      Kenyataannya adalah sebelum Utsman membuat satu dialek sebagai acuan yang tertulis sudah ada banyak dialek.
      Dan sebelum juga yang tertulis menjadi AQ yang sekarang sudah banyak yang tertulis laiinya.

      Untuk membandingkan antara AQ yang sekarang umum diterima Anda bisa mencari manuscript tertua AQ yang ditemukan (kalau ngga salah di Mesjid Agung Yamman), ternyata ada perbedaan di sana sini.

      ———————————————————————————————-.

      TUHAN mencitakan segala-galanya, tepat
      - Yang menjadi kondisi sulit adalah pernyataan Anda yang mengatakan “Allah” akan membalaskan kebaikan seseorang karena apa yang sanggup ia lakukan dalam berbuat baik.

      Jawab:
      Saya tidak menganggapnya itu sebagai kondisi sulit.Malah saya menganggapnya sebagai manefestasi keadilan Allah.

      kondisiinya begini:
      a. “Allah” membuat jalur X,
      b. Karena si A berbuah ini, maka “Allah” bisa membuat jalur Y

      yang saya tekankan bukan keadilan, tetapi otoritas “Allah” dimana?
      indikasikanya adalah si A akan merasa layak menerima kebaikan karena ia telah berbuat baik., dalam istilah sekarang ini disebut menyuap.

      —————-

      o Anda sudah katakan bahwa TUHAN ada di sorga, TUHAN ada di bumi, TUHAN ada dimana-mana, nah kalau TUHAN ada di bumi berarti di bumi ada kepastian. Karena TUHAN selalu tepat dan pasti.
      kondisi sulit Anda:
      1. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN ada dimana-mana?
      2. Apakah Anda percaya bahwa TUHAN itu penuh kepastian?
      jika ya maka:
      1. Kenapa Anda mempercayai sesuatu yang tidak pernah pasti bahkan sampai ajal Anda menjemput?
      atau
      2. Anda sebenarnya tidak percaya TUHAN.

      Jawab:
      Saya tidak bermaksudkan Tuhan itu ada dimana-mana.Tuhan menurut Islam tidak ada permulaan oleh itu Dia tidak bertempat atau di mana-mana.Firman Allah :
      Dialah(Allah) yang awal tiada permulaan dan Dialah yang akhir tiada kesudahan dan Dialah yang zahir dan Dialah yang batin(Surah Al Hadid:3)
      Allah telah ada sebelum adanya tempat.Bahkan tempat itu sendiri dijadikan Allah dan Allah telah ada sebelum adanya tempat.Jadi tidak boleh diiktikadkan Allah itu bertempat samada disurga atau di dunia kita karena Dia telah wujud sebelum wujudnya surga dan dunia yang kita diami sekarang.RasuluLlah saw bersabda di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
      Telah adalah Allah itu dan tidak ada yang bersertaNya sesuatu.
      Difahamkan dari hadis tersebut Allah itu wujud dengan tidak disertai olehsesuatu termasuklah tidak disertai tempat.Seperti mana Allah itu tidak bertempat pada masa dahulu begitulah Dia juga tidak bertempat pada masa sekarang.Kata sayidina Ali sahabat dan menantu Nabi “Allahul aan kamaa alaihi kaan”Artinya Allah sekarang seperti Allah dahulu juga.Apabila saya bilang Allah itu adalah Tuhan di dunia dan di akherat bukanlah bermaksud Dia berada di dunia dan di akherat atau di mana-mana tapi ianya bermaksud Allah itulah Tuhan yang dipertuhankan oleh makhluk di dunia dan di akherat.Sama seperti bila dikatakan Imam Mekah adalah sosok yang dihurmati di Indonesia misalnya.Bukanlah berarti Imam Mekah itu ada di Indonesia.Tentang soalan adakah saya percaya Tuhan yang penuh kepastian maka jawapannya adalah ya.Tentang percaya kepada perkara yang tidak pernah pasti itu saya tidak setuju karena menurut saya yang tidak pasti itu bukan bagian dari agama atau kepercayaan.Jadi terserah samada mau percaya atau tidak dan menurut saya tidak menjejaskan keimanan seseorang.

      a. TUHAN dikatakan ADA, karena DIA ADA dan DIA tidak sanggup kita nalar sepenuhnya, maka kita hanya bisa mengucapkan tentang DIA sesuai kata yang sanggup kita ucapkan. Kata “ADA” itu sendiri adalah bahasa kita, dimana kata “ADA” menjelaskan tentang wujud yang sanggup kita terima, lihat, jamah, d.l.l
      Seperti contoh saudara ulama Mekkah yang dikagumi di Indonesia haruslah diberitakan supaya orang Indonesia tahu bahwa memang ulama itu ada, nyata. Prinsip filsafat helenis mengatakan ulama itu bisa saja memberitakan ke orang indonesia atau orang2 yang berkompeten bahwa memang ulama ini ada dan ia layak dikagumi, saya kira itulah yang sesuai dengan Islam. Sementara Injil mengatakan tidak ada pengenalan yang tidak lebih lengkap jika ulama itu sendiri datang ke Indonesia dan membuktikan bahwa ia memang seorang ulama dan layak dikagumi. Maka dengan cara ini orang yang sanggup mengatakan sesuatu dapat mengatakan bahwa ulama itu “ADA”.

      b. Jika saudara percaya kepada “Allah” yang pasti lalu bagaimana Anda bisa dibiarkan sebegitu tidak pastinya sampai akhir jaman nanti? Karena itulah inti Islam, pasrah ya toh?.

  22. @ Parhobass
    jika melihat keterangan saudara yang saya dapat adalah:
    AQ yang tertulis dengan dialek Quraisy bisa dibacakan dengan 7 dialek.
    Sehingga timbul pertanyaan baru, AQ itu mana yang lebih dahulu yang tertulis apa yang terucapkan (yang dihapal) ?
    Kenyataannya adalah sebelum Utsman membuat satu dialek sebagai acuan yang tertulis sudah ada banyak dialek.
    Dan sebelum juga yang tertulis menjadi AQ yang sekarang sudah banyak yang tertulis laiinya.
    Untuk membandingkan antara AQ yang sekarang umum diterima Anda bisa mencari manuscript tertua AQ yang ditemukan (kalau ngga salah di Mesjid Agung Yamman), ternyata ada perbedaan di sana sini.

    Jawab:
    Al Quran itu mula-mulanya turun secara lisan dan dihapalkan oleh Nabi Muhammad.Kemudian Nabi memanggil juru tulis wahyu utk menuliskannya di dalam medium seperti kulit-kulit haiwan,lempengan-lempengan batu,pelepah tamar,tulang-tulang dan sebagainya.Para sahabat juga turut mengapalkan Al Quran itu mengikut kemampuan masing-masing malah ramai yang menghapal keseluruhan Al Quran.Sahabat-sahabat penghapal Al Quran yang terkorban dalam peperangan Al Yamamah saja jumlahnya adalah 70 orang.Semua tulisan –tulisan Al Quran itu telah disimpan dirumah Hafsah yaitu istri RasuluLlah.Al Quran yang dirumah Hafsah itu dibukukan buat pertama kalinya pada zaman Sayidina Abu Bakar khalifah Islam yang pertama.Kemudian pada zaman Sayidina Usman baginda telah membuat kemaskini disamping menggandakan naskhah Al Quran itu menjadi enam naskhah dan setiap naskhah telah dihantar ke enam daerah kerajaan Islam pada ketika itu seperti Mekah,Kairo,Kufah,Syam dan lain-lain.Satu naskhah dipegang oleh Sayidina Usman sendiri di Madinah dan itulah yang dikenali dengan Mashaful imam.
    Tentang Al Quran yang ditemukan di Yaman itu sebenarnya tidak mempunyai apa –apa nilai apalagi utk membantaha Al Quran yang ada di tangan kaum muslimin .

    Kesahihan Al Quran yang menjadi pegangan kaum muslimin pada masa sekarang ini bukannya berdasarkan kepada satu atau dua dalil,malah berdasarkan kepada dalil-dalil yang sangat banyak sehingga seseorang yang mempunyai keinsafan dalam hatinya pasti mengakui bahawa ianya adalah Al Quran yang asli yang sebagaimana telah didiktekan oleh Allah kepada rasulNya nabi Muhammad tanpa sebarang tokok tambah atau pengurangan atau perobahan.

    Selain daripada itu Al Quran seperti yang ada sekarang telah dipelajari,dibaca,dihafalkan,dan dituliskan sejak dari zaman nabi secara mutawattir (beramai-ramai) jenerasi demi jenerasi berturut-turut tanpa hilang walau satu huruf sekalipun dan tidak ada seorang manusia pun sejak dari dulu yang mampu utk mengubah dan menghilangkannya walaupun satu baris daripadanya.Dan adalah penulisan Al Quran itu hanya lah salah satu cara sahaja memelihara Al Quran karena Al Quran sebelum dibukukan telah pun dipelihara secara hafazan oleh kaum muslimin di dalam dada dada mereka.

    Dan kita juga mesti ingat bahawa Periwayatan Al Quran dari satu jenerasi ke satu jenerasi itu tidak hanya periwayatan Al Quran sahaja malah turut disertai juga dengan mempelajari tafsirnya ,makna-makna kalimahnya, sebab-sebab turun sesuatu ayat, cara-cara susunan bahasanya.penerangan hokum hakamnya.Jadi bagaimana sebuah kitab yang sejak diturunkan telah menjadi sasaran kajian dari segala sudut dan aspeknya oleh mereka yang mempelajari bisa diubah dan ditokok tambah walau satu huruf sekalipun?

    Jika anda membawa ayat-ayat Al Quran ke mana saja samada ke Amerika ,Asia atau pedalaman Afrika atau ke mana saja yang ada orang Islam pasti sama dengan Al Quran yang ada pada sekelian muslim tersebut tidak akan bersalahan walau satu huruf pun.Jadi apalah nilainya naskhah yang ditemukan di Yaman itu jika dibandingkan dengan Al Quran yang sudah mutawattir di tangan orang Islam sekarang?Tidak adakah kemungkinan quran yang ditemukan di Yaman itu telah ditokok tambah atau ditahrif atau diada-adakan oleh pengkaji yang menemuinya?
    Jadi bagaimana kiranya jika ada buku yang ditulis oleh penulis yang terkenal yang telah menyebar ke serata dunia dan dicetak ribuan naskhah yang mana naskhah-naskhahnya semuanya persis sama dan tidak bersalahan walau satu huruf sekalipun lalu datang lah seseorang yang mendakwa telah menemui naskhah yang berlainan dengan naskhah yang telah terkenal yang didakwanya ditemukan disuatu tempat.Apakah seluruh dunia akan menerimanya?

    Semasa Sayidina Abu Bakar membukukan Al Quran buat pertama kalinya tulisan-tulisan yang dikumpulkan di rumah Hafsah telah dikeluarkan.Dan tiap kali satu ayat hendak dituliskan ianya tidak dituliskan begitu saja.Ayat itu diibacakan terlebih dahulu dihadapan ramai sahabat nabi dan saksi-saksi diminta utk mempersaksikan siapa-siapa yang mendengar bacaan itu dari RasululLah yang mana seorang saksi saja tidak memadai tetapi diperlukan beberapa orang saksi utk mengesahkan sesuatu ayat.Jadi tiap-tiap ayat diminta persaksian siapakah yang pernah mendengarnya dari Nabi sendiri.Sekarang Al Quran di Yaman itu siapakah yang menulisnya?Siapakah menandatangani penulisan itu?Dan bagaimanakah cara membacanya?Adakah disokong oleh riwayat lisan yang tidak terputus sehingga ke nabi Muhammad?Kesemua tujuh riwayat pembacaan Al Quran yang ada ditangan muslim pada hari ini adalah disokong oleh matarantai riwayat lisan yang tidak terputus sampai nabi Muhammad.Misalnya bacaan Hafas yang banyak digunakan oleh orang Islam dirantau ini diambil daripada Imam Hafas yang mana dia mengambilnya daripada ‘Asim bin Abi Nujuud dan Asim mengambilnya daripada
    1)Abi Abdirrahaman Assalmi
    2)Zir bin Habish
    3) Ali bin Amru

    dan ketiga-tiganya mengambil daripada Abdullah bin Mas’ud.Di samping itu Zir juga mengambil bacaan daripada Usman bin Affan dan Ali Bin Abi Talib.Abi Abdirrahman Assalmi juga mengambil bacaan daripada Ubay bin Kaab dan Zaid bin Tsabit.Adalah Usman bin Affan,Ali bin Abi Talib,Abdullah bin Mas’ud,Ubay bin Kaab dan Zaid bin Tsabit kesemuanya adalah sahabat-sahabat Nabi yang mengambil bacaan itu daripada nabi sendiri.
    Sekarang Al Quran di Yaman itu siapa yang menyalinnya?Bila disalin?Diambil daripada siapa?

    Terakhir sekali saya akan ceritakan satu peristiwa yang pernah berlaku di zaman kerajaan abasiyah dimana ada seorang Yahudi yang telah membuat satu ujian ke atas ketiga-tiga kitab Taurat,Injil dan Al Quran yang mana Yahudi ini telah menambahkan keatas ketiga-tiga kitab itu dengan tambahan –tambahan yang kecil sehingga tambahan itu tidak jelas kelihatan.Lalu dia membawa ketiga-tiga kitab itu kepada juru-jurutulis Yahudi,Nasrani dan muslim dan meminta mereka menyalin kembali kitab masing-masing yang telah ditulisnya.Jurutulis Yahudi dan Nasrani telah menyalin kitab Taurat dan Injil masing-masing tanpa ada perasaan syak dan curiga karena mereka tidak menyedari adanya tambahan di dalam kitab mereka.Tetapi jurutulis muslim tidak menghabiskan salinannya sebaliknya telah melemparkannya kepada muka Yahudi tersebut sambil mengatakan itu bukanlah Al Quran muslimin!Dengan itu tahulah Yahudi itu hanyalah Al Quran Kitab yang sebenarnya dipelihara Allah dan adalah kitab-kitab lain itu bukanlah kitab Allah yang terpelihara.

    o kondisiinya begini:
    a. “Allah” membuat jalur X,
    b. Karena si A berbuah ini, maka “Allah” bisa membuat jalur Y
    yang saya tekankan bukan keadilan, tetapi otoritas “Allah” dimana?
    indikasikanya adalah si A akan merasa layak menerima kebaikan karena ia telah berbuat baik., dalam istilah sekarang ini disebut menyuap.

    Jawab:
    Otoritas Allah tidak berkurangan karena perbuatan Si A pada hakikatnya adalah daripada Allah juga dan telah pun diketahui di dalam ilmuNya yang muktamad.

    a. TUHAN dikatakan ADA, karena DIA ADA dan DIA tidak sanggup kita nalar sepenuhnya, maka kita hanya bisa mengucapkan tentang DIA sesuai kata yang sanggup kita ucapkan. Kata “ADA” itu sendiri adalah bahasa kita, dimana kata “ADA” menjelaskan tentang wujud yang sanggup kita terima, lihat, jamah, d.l.l
    Seperti contoh saudara ulama Mekkah yang dikagumi di Indonesia haruslah diberitakan supaya orang Indonesia tahu bahwa memang ulama itu ada, nyata. Prinsip filsafat helenis mengatakan ulama itu bisa saja memberitakan ke orang indonesia atau orang2 yang berkompeten bahwa memang ulama ini ada dan ia layak dikagumi, saya kira itulah yang sesuai dengan Islam. Sementara Injil mengatakan tidak ada pengenalan yang tidak lebih lengkap jika ulama itu sendiri datang ke Indonesia dan membuktikan bahwa ia memang seorang ulama dan layak dikagumi. Maka dengan cara ini orang yang sanggup mengatakan sesuatu dapat mengatakan bahwa ulama itu “ADA”

    b. Jika saudara percaya kepada “Allah” yang pasti lalu bagaimana Anda bisa dibiarkan sebegitu tidak pastinya sampai akhir jaman nanti? Karena itulah inti Islam, pasrah ya toh?.

    Jawab:Menurut saya adanya Allah itu ada yang hakiki sementara adanya yang lain-lain(makhluk) adalah nisbi.Sebab itulah adanya Allah tidak ada permulaan alias tidak didahului oleh ketiadaan.Berbeda dengan adanya sekelian makhluk yang di dahului oleh ketiadaan.Mula-mula makhluk itu tiada kemudian baru ada setelah Allah menciptakannya.Sebab itulah Allah itu tidak bisa dibayangkan ketiadaanNya.Beda sekelian makhluk berapa besar pun saiznya bisa kita bayangkan ketiadaannya.Kita bisa membayangkan matahari itu tiada.Buktinya kita bisa melukiskan diatas kanvas sebuah pemandangan dan kita bisa utk tidak melukiskan matahari dalam lukisan itu.Ini membuktikan matahari itu adalah nisbi yang mana kita bisa membayangkan akan ketiadaannya.Begitu jugalah dengan sekelian makhluk-makhluk yang lain.Adapun Allah itu tidak bisa kita bayangkan ketiadaanNya karena Allah itu adalah wujud itu sendiri.Bisakah kita membayangkan ketiadaan ‘wujud’ itu sendiri?

    Tentang ketidakpastian pula menurut saya ketidakpastian itu adalah disisi kita sebagai manusia.Adapun disisi Allah segala-galanya adalah pasti.

    • @Ilham

      singkat saja:
      1. Jika lisan yang pertama, lalu dihapalkan, setelah dihapal ternyata sudah ada 7 dialek, menurut saudara itu bentuk penjaminan atau melabrak jaminan pemeliharaan?

      2. Jika yang tertulis dijamin, nyatanya ada beberapa yang tertulis yang terbakar, dimakan kambing, dan rusak, apakah itu bentuk jaminan atau bentuk hapalanlah (yang 7 tadi) yang lebih utama?

      Yang lain:
      a. ALLAH adalah pasti (tidak ada yang tidak setuju dengan itu)
      b. Jika ALLAH pasti maka tentu IA akan menjaminkan kepastian kepada umatNYA

      Saya simpulkan beberapa diskusi kita, Anda koreksi kalau salah.

      a. Agama dan perintah adalah berupa jaminan manusia supaya taat, dan jika taat ia layak menerima sorga.
      b. Ketaatan itu kadang kala dilahirkan dari ketakutan seseorang kepada sisi negatif yang dikumandangkan ajaran, salah satunya ketakutan karena neraka.
      c. Kepasrahan saudara/Islam, sampai penghakiman kelak, kepada “Allah” (arti Islam itu sendiri) dapat dipandang sebagai bukti ketaatan.
      d. sampai sekarang tidak ada kepastian ke sorga atau keneraka, kecuali melihat dan mengira-ngira apa yang sanggup manusia, Anda, Islam lakukan dalam menaati peraturan “Allah”, atau agama

      salam

  23. @ Pakcik Ilham
    Tentang ketidakpastian pula menurut saya ketidakpastian itu adalah disisi kita sebagai manusia.Adapun disisi Allah segala-galanya adalah pasti.….. great!

    fanya sependapat banget dengan pernyataan pakcik diatas. Menurut hemat fanya
    Allah menganugrahkan kebebasan memilih berikut konsekwensinya kepada manusia dan itulah yang kemudian dipandang sebagai “ketidak pastian”. Pergeseran sikap yg terjadi sebagai wujud kebebasan memilih itulah yg kerap dimaknai sebagai ketidak pastian. Padahal Tuhan dan Hukum Tuhan adalah pasti/kekal. Islam memastikan bahwa jika seseorang sejak dewasa hingga wafat selalu patuh dan taat kepada Allah, maka ia PASTI mendapat kehidupan yang mulia di akhirat kelak. Dalam Islam dikisahkan beberapa orang yg sejak masa hidupnya tlh dipastikan menjadi ahli surga karena ybs memang konsekwen memilih dan berjalan pada sesuatu yg pasti berdasarkan ajaran Islam…………

    Terkait masalah ketidak pastian, kita kerap menyaksikan tak sedikit pemuka-pemuka agama (dari agama apapun) yg awalnya hampir sepanjang hidupnya bergelut dengan ajaran-ajaran agama yg diyakininya, tiba-tiba berubah menjadi sosok yg sangat menyimpang dari ajaran agama yg dia yakini, yang ia amalkan dan selalu ajarkan kepada pengikut-pengikutnya…..!
    Siapa yg berubah? siapa yg tidak memiliki kepastian? nilai-nilai ajaran agamanya?, hukum Tuhannya? atau pola pikir/keimanan/ahlaq manusianya?
    Tentu manusianya… sebab setiap manusia bebas memilih dan mengupayakan bentuk kehidupannya yang ia inginkan at any time……..meski tetap dalam koridor kepastian hukum Tuhannya!

    Agama justru adalah wujud anugrah Tuhan guna menuntun manusia menuju sebuah kepastian hidupnya, yakni, kalau Tunduk dan taat pada Tuhan Semesta Alam yang menciptakannya, pasti ia selamat, kalau ingkar ya…. pasti di laknat!

    Maaf Om Parhobass, fanya lancang share pendapat pribadi………

    salam

    • Ya!Tepat sekali.Terimakasih atas masukannya.Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah.

    • @fanya

      Dalam beberapa penutur Islam, mengatakan bahwa kehidupan seseorang telah dicatat sejak di rahim ibunya oleh malaikat-malaikat.

      Saudara Ilham memberi contoh, jika seseorang ditakdirkan berbuat maksiat lalu bertobat maka kepadanya akan “diberikan” sesuatu yang berbau pahala/kebaikan.

      Dan mengatakan bahwa takdir ada 2 jenis, bersyarat dan tidak bersyarat.
      merunut makna takdir, yaitu ketetapan “Allah”, maka telah terjadi kesalahan malaikat atas tulisan kehidupan si pembuat maksiat tadi, karena ternyata ia bertobat.
      Jika contoh kasus ini adalah contoh perihal takdir tidak bersyarat, maka ketetapan “Allah” ada yang tergantung kepada keadaan apa yang dapat dilakukan manusia, dan itu bertentangan dengan makna takdir itu sendiri, dan jika semisalpun tidak bertentangan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “Allah” tidak berotoritas penuh.

      berkait dengan ketidakpastian, saya bertanya kepada saudara: “Apakah umat Islam pasti ke sorga?”

      salam

  24. @Om Parhobass,

    Jujur, fanya belum belajar secara luas dan mendalam tentang Islam. Namun dari uraian Pakcik Ilham disini fanya menangkap beberapa hal tekait 2 jenis takdir dlm Islam.

    fanya percaya bhw setiap umat beragama pasti meyakini bahwa selain alam semesta dan seisinya, Tuhan juga menciptakan hukum-hukum-Nya yg kekal dan pasti. Sejalan dengan itu Islam mengajarkan bahwa Allah menciptakan 2 (dua) “jalan” hidup, yakni jalan kefasikan (fujuroha) dan jalan ketakwaan (takwaha) yang masing-masing ujungnya adalah neraka (utk fujuroha) dan surga (utk takwaha) (QS 91:8).

    Bicara soal takdir, selain mentakdirkan manusia utk lahir, hidup dan mati, Tuhan juga mentakdirkan manusia mode “kebebasan memilih” dan 2 pilihan jalan hidup. Dihadapkan pada 2 jalan hidup tsb Allah “bermurah hati” membekali manusia perangkat (otak, akal, indera dll), petunjuk manual/guidance (kitab, rasul, agama), atau petunjuk langsung berupa wahyu (khusus bagi para nabi), ilham firasat dan atau hidayah-Nya. Berapa banyak ilham, firasat dan hidayah yang ditakdirkan Allah utk si A, si B, si C? Apakah setiap individu memperoleh jumlah yg sama? wallahu’alam…. hanya Tuhan yg tahu. Apakah setelah dianugrahi Petunjuk, Ilham, firasat dan hidayah tsb seseorang akan berubah? tidak mesti.

    Petunjuk, Ilham, firasat dan hidayah pada hakekatnya adalah tools. ibarat lampu didalam kegelapan, pasti menerangi, tetapi mengenai apa yg akan diperbuat seseorang setelah segalanya terang benderang? semuanya tetap terpulang pd pilihan dalam kerangka kebebasan memilih masing-masing. “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan (Al-Qur’an). Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan Kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” (QS Al-Maidah : 15-16).

    Berkat kebebasan memilih yang ada padanya, bisa saja seiring datangnya terang si A memutuskan utk membaca dan bersyukur, si B jingkrak-jingkrak girang dan sibuk berebut harta yang kini terlihat olehnya, sementara si C asyik pamer keindahan tubuhnya kepada orang-orang disekitarnya…….
    Intinya, adanya “penerangan” sebagai bagian dari takdir utk dapat melihat dgn jelas, tidak berpengaruh pada hakikat “kebebasan memilih”, sehingga yang sesungguhnya “tidak pasti” adalah pendirian dan kemauan seseorang dalam menjatuhkan pilihannya.

    Mengenai takdir “bersyarat” yg dikemukakan Pakcik Ilham bagi fanya sih sangat jelas dan mudah dipahami. Ketika takdir kematian seseorang tiba, tinggal di lihat ada di jalur mana ia berakhir? kalau berakhir di jalan takwa (khusnul khotimah) PASTI MASUK SURGA. Sebaliknya jika berakhir di jalan kefasikan (fujuroha) PASTI memperoleh Neraka! HUKUM TUHAN itu adalah PASTI. Dengan demikian Crystal clear, syarat masuk surga adalah ending kehidupan di jalan Takwa.

    Apakah semua umat Islam pasti masuk surga? belum tentu…………
    Mengapa belum tentu? lha agama manapun mengajarkan dan memastikan bahwa KEUTAMAAN seseorang bukan ditentukan berdasarkan LABEL agama yg dipeluknya melainkan pada KUALITAS IBADAH, KEIMANAN, KETAKWAAN dan HAKIKAT HIDUP (ahlak/moralitas) yg mengisi kehidupannya!

    Menurut pemahaman fanya dari aspek bahasa, kata “ISLAM” disamping merujuk pada tatanan ibadah, keimanan dan moralitas sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW, juga adalah “Label” identitas agama. Melalui al qur’an Allah mengingatkan bahwa tidak sedikit manusia yang secara lahiriah memeluk (berlabel) “Islam” dan berpenampilan layaknya umat Islam (a.l. bersyahadat, shalat, puasa dll) namun dia bukan Islam karena Iman dan Islamnya hanya sebatas bibir dan pikirannya belaka tidak dalam hatinya! (QS 49:14-16)

    Maka dari itu fanya tak merasa heran jika ada orang yg dalam kesehariannya menampilkan dirinya sebagai sosok yg taat dalam sesuatu agama (apapun agamanya) ……… namun kemudian terbukti bahwa ia adalah manusia munafik berahlak rendah atau “oknum” ………..

    Wallahu’alam.

    Salam

    • @fanya

      Dari uraian di atas garis besarnya adalah:
      Seseorang ke sorga/neraka adalah sebesar apa yang dapat ia lakukan.

      pertanyaan selanjutnya,
      dari sekian perbuatan fanya, timbangannya sudah menuju mana?

      salam

      • @Om Parhobass yg baik,

        “Dari uraian di atas garis besarnya adalah:
        Seseorang ke sorga/neraka adalah sebesar apa yang dapat ia lakukan”.

        :
        :
        Tepat sekali, itulah esensi ke-Maha Adil Tuhan dalam Islam. Setiap individu mendapat imbalan setimpal baik-buruk amal perbuatan yg dia lakukan tanpa pandang bulu. Adil sekali bukan?
        :
        :
        pertanyaan selanjutnya,
        dari sekian perbuatan fanya, timbangannya sudah menuju mana?

        :
        :
        Allah SWT pasti sudah sangat mengetahuinya.
        Bagi fanya sendiri, fanya yakin arahnya tentu menuju pada keridlaan-Nya karena itulah yg selama ini senantiasa fanya usahakan. Soal hasil akhirnya mendapat predikat berhasil – belum berhasil – sedang – baik – memuaskan – atau cum laude, tentu hanya akan diketahui saat wisuda setelah segala sesuatunya tuntas bukan?

        Salam

      • @fanya

        “Dari uraian di atas garis besarnya adalah:
        Seseorang ke sorga/neraka adalah sebesar apa yang dapat ia lakukan”.
        :
        :

        Tepat sekali, itulah esensi ke-Maha Adil Tuhan dalam Islam. Setiap individu mendapat imbalan setimpal baik-buruk amal perbuatan yg dia lakukan tanpa pandang bulu. Adil sekali bukan?

        Dari prinsip “apa yang layak kita dapat karena perbuatan kita” itu bisa dikatakan Adil.

        Yang menjadi pertanyaan dasar saya adalah:
        Jika dikatakan ada takdir, maka seseorang telah ditetapkan dari awalnya untuk ke sorga atau ke neraka. Sebelum kita bisa berbuat apa-apa tujuan neraka/sorga sudah ditentukan sejak awal.

        Sementara jika bicara terhadap berasarnya perbuatan yang kita lakukan, maka sorga dan neraka itu ditentukan setelah kita selesai hidup di dunia ini, karena itu tergantung kepada perbuatan kita.

        Jika harus melihat prisip Adil seperti yang Anda sebut di atas, maka pertanyaannya bagaimana Islam melihat Adil seorang di luar agama Islam yang melakukan perbuatan kebaikan. Kegigihan melakukan siar menuntut kita untuk mengerti ada sesuatu dalam Islam sehingga semua orang harus menjadi Islam..

        ;
        :
        :

        “pertanyaan selanjutnya,
        dari sekian perbuatan fanya, timbangannya sudah menuju mana?

        :
        :
        Allah SWT pasti sudah sangat mengetahuinya.
        Bagi fanya sendiri, fanya yakin arahnya tentu menuju pada keridlaan-Nya karena itulah yg selama ini senantiasa fanya usahakan. Soal hasil akhirnya mendapat predikat berhasil – belum berhasil – sedang – baik – memuaskan – atau cum laude, tentu hanya akan diketahui saat wisuda setelah segala sesuatunya tuntas bukan?

        Salam

        Itulah yang dikatakan Berita Gembira, Injil, sekaligus perbedaan mencolok, bahwa di bawah ketundukan Anda kepada TUHAN, tidak ada lagi keraguan kelulusan Anda, Anda pasti ke sorga, meskipun Anda belum lulus dari hidup ini Anda sudah tau kemana Anda kelak, seperti judul artikel ini, diciptakan untuk memuliakan ALLAH, jadi pasti ke sorga.
        Dikatakan “seharusnya ke sorga” sekaligus menginformasikan bahwa orang-orang yang akan tidak memilih ke sorga.

        Salam

  25. @Om Parhobass,

    Sedikit tambahan terkait pemahaman fanya akan Takdir.

    Memang ribet bahkan mustahil mengetahui hakekat takdir dalam posisi kita selaku bagian tak terpisahkan dari takdir itu sendiri. Hal itu sama mustahilnya dengan mencoba melihat bentuk belakang kepala kita tanpa bantuan cermin, media penolong atau sosok lain diluar diri kita.

    Namun demikian pemahaman fanya terhadap Takdir menjadi mudah setelah menjadikan kisah Harry Potter (dan juga ceritera-cerita lainnya) sebagai “CERMIN” atau analoginya. Sebagai penonton, awalnya fanya sama sekali blank dengan jalan cerita, kelanjutan dan ending kisah hidup Harry Potter. Hal itu terjadi karena tanpa disadari fanya telah larut dan merasa menjadi bagian dari cerita film tsb.

    Saat menonton, fanya juga terjebak oleh logika bahwa segala sesuatu yg dicapai dan dihadapi Harry dlm film tsb tak lepas dari pola pikir, usaha, ketekunan, moralitas dan interaksi sosial Harry dengan entitas lain disekitarnya. Namun setelah fanya berada selesai menonton dan berdiri diluar dunia film tsb, fanya sadar bahwa seluruh episode kehidupan Harry Potter yang unpredictable dan fantastis tsb sesungguhnya telah eksis dan telah digariskan oleh J.K. ROWLINGS, jauh sebelum film Harry Potter and the Deathly Hallow part 2 tsb direlease!

    Melalui analogi pembuatan film tsb fanya sampai pada pemahaman bahwa JK Rowling selaku “pencipta dunia Harry Potter” pada hakekatnya telah mentakdirkan segala sesuatu secara detil seluruh skenario kehidupan dalam “dunia Harry Potter” ciptaannya dan segala sesuatu yg eksis dlm dunia Harry Potter tsb mustahil “lari” dari kehendaknya!.

    Harry Potter, Hermione, Ron dkk eksis dan berakhir dengan happy ending karena itulah karakter yang diridhoi eksis oleh sang penulis. Sang penulis memiliki justifikasi yang kuat bagi setiap plot di setiap episode, setiap penghukuman, setiap pemusnahan, maupun setiap pengekalannya, Setiap karakter terlihat layak dan sepadan (adil) dengan “takdirnya”. Meski ending yang dinikmati setiap karakter seolah-olah adalah berkat kecerdasan, usaha dan nilai kepribadian masing2 karakter, sesungguhnya bukan Harry Potter atau Voldemort yg menjadikan dirinya berkarakter hingga mengalami skenario hidup seperti itu, karena sesungguhnya Sang Penciptanyalah yang menjadikan mereka begitu!

    Demikian kiranya yg fanya pahami tentang TAKDIR!

    salam

    • @fanya

      Akhir cerita dari setiap yang mengaku beragama adalah sorga dan neraka
      tetapi betapa naifnya jika kepastian akhir cerita itu akan didapat pada saat penghakiman kelak. Menjadi tidak dapat jelas karena menjadi seorang penonton yang menebak-nebak, menerka-nerka, menimbang-nimbang sebesar apa yang sanggup ia lakukan.

      jika saya harus mengatakan itu sebagai takdir, maka tadir fanya ada di dunia ini adalah “untuk memuliakan TUHAN”,
      di sorga dan hanya di sorga semua yang ada disana memuji dan memuliakan TUHAN. Artinya INJIL itu menjelaskan tentang takdir Anda yang seharusnya di sorga.

      salam

      • @Om Parhobass

        “jika saya harus mengatakan itu sebagai takdir, maka tadir fanya ada di dunia ini adalah “untuk memuliakan TUHAN”, di sorga dan hanya di sorga semua yang ada disana memuji dan memuliakan TUHAN. Artinya INJIL itu menjelaskan tentang takdir Anda yang seharusnya di sorga”……

        :
        :
        Itulah yg fanya pahami mengenai esensi penciptaan mahluk.
        Allah berfirman: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu.” (Adz-Dzaariyaat: 56).

        Tentang “dimana seharusnya” fanya sekarang atau kelak berada, selaku mahluk ciptaan-Nya, fanya pikir sangat tak pantas dan fanya tak berani menghitung-hitung seolah sangsi pada ke Maha-an Tuhan Yang Maha Pengasih Penyayang, Maha Tahu serta Maha Adil Bijaksana. Maka dari itu, fanya justru terus belajar mensyukuri dan menjalani apapun peran dan skenario yg ditetapkan Allah SWT bagi fanya.

        salam

      • @fanya

        Belajar dan mesyukuri itu perlu,
        yang saya tekankan dan tanyakan sampai sekarang adalah bisa ngga fanya mengira-ngira jalan pasti saudara apakah ke neraka atau sorga ?

        salam

  26. @ Fanya
    Saya Setuju dengan anda!Apa yang saudari katakan itu menurut saya sangat tepat.
    ———————————————————————————————-.
    @ Parhobass
    singkat saja:
    1. Jika lisan yang pertama, lalu dihapalkan, setelah dihapal ternyata sudah ada 7 dialek, menurut saudara itu bentuk penjaminan atau melabrak jaminan pemeliharaan?
    1. Jika yang tertulis dijamin, nyatanya ada beberapa yang tertulis yang terbakar, dimakan kambing, dan rusak, apakah itu bentuk jaminan atau bentuk hapalanlah (yang 7 tadi) yang lebih utama?

    Jawab:
    Adanya tujuh dialek tidak mendatangkan kesan keatas terpeliharanya Al Quran karena ianya adalah dengan izin daripada nabi Muhammad juga.Firman Allah:
    Apa sahaja yang didatangkan (dibawa) oleh Rasul hendaklah kamu ambil (pegang) dia, dan apa yang dilarangnya hendaklah kamu tinggalkan”. AL-HASYR, 59:7
    Di dalam hal ini Rasul telah mengizinkan membaca Al Quran dengan dialek masing-masing suku kaum.Maka adalah tidak menjadi kesalahan jika umat Islam mengambil menafaat dari keizinan Nabi itu.Tentang tulisan Al Quran yang terbakar/dibakar,atau yang dimakan kambing,apakah itu menyebabkan ayat Al Quran yang terbakar itu hilang utk selama-lamanya sehingga tidak dibaca lagi?Jawabnya tidak karena Al Quran itu dibakar setelah usaha pengumpulannya selesai dan perbuatan membakar itu justru adalah pemeliharaan Al Quran karena Al Quran yang dibakar itu adalah Al Quran yang terpotong-potong yang mana tindakan membakar itu adalah utk mengelakkan kekeliruan di belakang hari.Tentang Al Quran yang dmakan kambing itu saya telah jelaskan sebelumnya bahawa ayat tersebut telah dimansukhkan bacaannya meski hukumnya adalah kekal yaitu ayat tentang hukuman rejam bagi penzinah yang telah berkahwin.Selain daripada itu ada beberapa ayat lagi yang telah dimansukhkan bacaannya atas sebab-sebab tertentu.Salah satu sebabnya adalah utk menjadi bukti bahawa Al Quran itu adalah daripada Allah.Allah telah memansukhkan dengan cara melupakan daripada hafazan semua sahabat-sahabat nabi.Bayangkan 124000 para sahabat kesemuanya dilupakan terhadap ayat yang sama tidak seorang pun yang mengingatinya lagi.Firman Allah:
    Apa-apa ayat yang Kami batalkan atau Kami lupakan kepadamu, Kami datangkan gantinya dengan yang lebih baik daripadaNya atau yang seumpamanya. Tidakkah kamu tahu, bahawa Allah itu mahakuasa..?” Surah al-Baqarah ay.106.
    Perkataan batal di dalam ayat di atas adalah merujuk kepada batal atau nasakh hukum padahal bacaannya kekal.Perkataan lupakan pula merujuk kepada penasakhan ayat yang mana sebagian daripada ayat-ayat yang pernah diturunkan sudah tidak dibaca lagi.Walaupun hukumnya masih diamalkan.
    Jadinya terkait dengan pertanyaan anda apakah yang dipelihara maka jawabnya adalah tidak lain dan tidak bukan adalah Al Quran dan di dalam hal ini tidak ada sangkut paut Al Quran yang mana yang dihapal atau yang bertulis.Pokoknya Al Quran.Gitu lho!Sebenarnya yang dikatakan Al Quran itu asalnya adalah Al Quran yang dalam bentuk bacaan lisan karena itulah dalam bentuk itulah asal Al Quran itu diturunkan yakni dalam bentuk lisan.Adapun yang betulis itu hanyalah sarana pemeliharaan semata-mata.

    ———————————————————————————————-.

    Yang lain:
    a. ALLAH adalah pasti (tidak ada yang tidak setuju dengan itu)
    b. Jika ALLAH pasti maka tentu IA akan menjaminkan kepastian kepada umatNYA
    Saya simpulkan beberapa diskusi kita, Anda koreksi kalau salah.
    a. Agama dan perintah adalah berupa jaminan manusia supaya taat, dan jika taat ia layak menerima sorga.
    b. Ketaatan itu kadang kala dilahirkan dari ketakutan seseorang kepada sisi negatif yang dikumandangkan ajaran, salah satunya ketakutan karena neraka.
    c. Kepasrahan saudara/Islam, sampai penghakiman kelak, kepada “Allah” (arti Islam itu sendiri) dapat dipandang sebagai bukti ketaatan.
    d. sampai sekarang tidak ada kepastian ke sorga atau keneraka, kecuali melihat dan mengira-ngira apa yang sanggup manusia, Anda, Islam lakukan dalam menaati peraturan “Allah”, atau agama
    Jawab:
    Soal Allah mengira-ngira apa yang sanggup manusia itu lakukan saya rasa tidak timbul sebab Allah telah tau sejak azali apa yang akan manusia akan lakukan.Apa yang berlaku sekarang pada hakikatnya hanyalah bekas dan hukum daripada ilmu Allah sejak azali itu.Hanya apabila sampai masa dan ketikanya berlakulah sebagaimana yang telah diketahui oleh Allah.Sebab itulah saya katakan dulu,usaha ikhtiar manusia tidak mengubah takdir ,tetapi hanya mencari apa yang berbetulan dengan takdir.Jika seseorang melazimi berbuat baik itulah tanda bahawa bahawa dia ditakdirkan sebagai ahli surga.Begitu juga seseorang melazimi yang berbuat berbuat jahat itulah tandanya dia ditakdirkan sebagai ahli neraka.Sila perhatikan keterangan saudari Fanya.Menurut saya apa yang diterangkannya itu sangat tepat sekali dalam masalah takdir ini.

    • @ilham

      singkat saja:
      1. Jika lisan yang pertama, lalu dihapalkan, setelah dihapal ternyata sudah ada 7 dialek, menurut saudara itu bentuk penjaminan atau melabrak jaminan pemeliharaan?
      2. Jika yang tertulis dijamin, nyatanya ada beberapa yang tertulis yang terbakar, dimakan kambing, dan rusak, apakah itu bentuk jaminan atau bentuk hapalanlah (yang 7 tadi) yang lebih utama?

      Jawab:
      Adanya tujuh dialek tidak mendatangkan kesan keatas terpeliharanya Al Quran karena ianya adalah dengan izin daripada nabi Muhammad juga.Firman Allah:
      Apa sahaja yang didatangkan (dibawa) oleh Rasul hendaklah kamu ambil (pegang) dia, dan apa yang dilarangnya hendaklah kamu tinggalkan”. AL-HASYR, 59:7
      Di dalam hal ini Rasul telah mengizinkan membaca Al Quran dengan dialek masing-masing suku kaum.Maka adalah tidak menjadi kesalahan jika umat Islam mengambil menafaat dari keizinan Nabi itu.Tentang tulisan Al Quran yang terbakar/dibakar,atau yang dimakan kambing,apakah itu menyebabkan ayat Al Quran yang terbakar itu hilang utk selama-lamanya sehingga tidak dibaca lagi?Jawabnya tidak karena Al Quran itu dibakar setelah usaha pengumpulannya selesai dan perbuatan membakar itu justru adalah pemeliharaan Al Quran karena Al Quran yang dibakar itu adalah Al Quran yang terpotong-potong yang mana tindakan membakar itu adalah utk mengelakkan kekeliruan di belakang hari.Tentang Al Quran yang dmakan kambing itu saya telah jelaskan sebelumnya bahawa ayat tersebut telah dimansukhkan bacaannya meski hukumnya adalah kekal yaitu ayat tentang hukuman rejam bagi penzinah yang telah berkahwin.Selain daripada itu ada beberapa ayat lagi yang telah dimansukhkan bacaannya atas sebab-sebab tertentu.Salah satu sebabnya adalah utk menjadi bukti bahawa Al Quran itu adalah daripada Allah.Allah telah memansukhkan dengan cara melupakan daripada hafazan semua sahabat-sahabat nabi.Bayangkan 124000 para sahabat kesemuanya dilupakan terhadap ayat yang sama tidak seorang pun yang mengingatinya lagi.Firman Allah:
      Apa-apa ayat yang Kami batalkan atau Kami lupakan kepadamu, Kami datangkan gantinya dengan yang lebih baik daripadaNya atau yang seumpamanya. Tidakkah kamu tahu, bahawa Allah itu mahakuasa..?” Surah al-Baqarah ay.106.
      Perkataan batal di dalam ayat di atas adalah merujuk kepada batal atau nasakh hukum padahal bacaannya kekal.Perkataan lupakan pula merujuk kepada penasakhan ayat yang mana sebagian daripada ayat-ayat yang pernah diturunkan sudah tidak dibaca lagi.Walaupun hukumnya masih diamalkan.
      Jadinya terkait dengan pertanyaan anda apakah yang dipelihara maka jawabnya adalah tidak lain dan tidak bukan adalah Al Quran dan di dalam hal ini tidak ada sangkut paut Al Quran yang mana yang dihapal atau yang bertulis.Pokoknya Al Quran.Gitu lho!Sebenarnya yang dikatakan Al Quran itu asalnya adalah Al Quran yang dalam bentuk bacaan lisan karena itulah dalam bentuk itulah asal Al Quran itu diturunkan yakni dalam bentuk lisan.Adapun yang betulis itu hanyalah sarana pemeliharaan semata-mata.

      1. Apakah Muhammad mendapat mandat dari “Allah” untuk mesyahkan 7 dialek?

      2. Menurut saudara bukankah ada perbedaan makna jika diucapkan dengan beda dialek?, jika tidak ada perbedaan niscaya 7 dialek itu tidak perlu, dan tidak perlu juga meilegalkan dialek yang lain. Jika ada perbedaan makna maka kembali ke pertanyaan awal, makna yang mana yang asli?

      3. Saya memberi 3 manuscript tertua AQ yang bertahan sampai sekarang: Sa’ana Manuscript, Topkapi manuscript, dan Samarqand manuscript. yang tertua adalah Sa’ana. Ketiga manuscrip ini ternyata berbeda pada beberapa hal termasuk isi.
      pertanyaan saya,
      a. ada ngga high critik text untuk AQ di dunia Islam?
      b. bagaimana tanggapan Anda terhadap perbedaan 3 quran tertua itu?

      ———————————————————————————————-.

      Yang lain:
      a. ALLAH adalah pasti (tidak ada yang tidak setuju dengan itu)
      b. Jika ALLAH pasti maka tentu IA akan menjaminkan kepastian kepada umatNYA
      Saya simpulkan beberapa diskusi kita, Anda koreksi kalau salah.
      a. Agama dan perintah adalah berupa jaminan manusia supaya taat, dan jika taat ia layak menerima sorga.
      b. Ketaatan itu kadang kala dilahirkan dari ketakutan seseorang kepada sisi negatif yang dikumandangkan ajaran, salah satunya ketakutan karena neraka.
      c. Kepasrahan saudara/Islam, sampai penghakiman kelak, kepada “Allah” (arti Islam itu sendiri) dapat dipandang sebagai bukti ketaatan.
      d. sampai sekarang tidak ada kepastian ke sorga atau keneraka, kecuali melihat dan mengira-ngira apa yang sanggup manusia, Anda, Islam lakukan dalam menaati peraturan “Allah”, atau agama
      Jawab:

      Soal Allah mengira-ngira apa yang sanggup manusia itu lakukan saya rasa tidak timbul sebab Allah telah tau sejak azali apa yang akan manusia akan lakukan.Apa yang berlaku sekarang pada hakikatnya hanyalah bekas dan hukum daripada ilmu Allah sejak azali itu.Hanya apabila sampai masa dan ketikanya berlakulah sebagaimana yang telah diketahui oleh Allah.Sebab itulah saya katakan dulu,usaha ikhtiar manusia tidak mengubah takdir ,tetapi hanya mencari apa yang berbetulan dengan takdir.Jika seseorang melazimi berbuat baik itulah tanda bahawa bahawa dia ditakdirkan sebagai ahli surga.Begitu juga seseorang melazimi yang berbuat berbuat jahat itulah tandanya dia ditakdirkan sebagai ahli neraka.Sila perhatikan keterangan saudari Fanya.Menurut saya apa yang diterangkannya itu sangat tepat sekali dalam masalah takdir ini.

      Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.

      apakah begitu kesimpulannya

  27. @ Parhobass

    1. Apakah Muhammad mendapat mandat dari “Allah” untuk mesyahkan 7 dialek?
    Jawab:
    Tidak syak lagi memang baginda mendapat mandat daripada Allah di dalam mengharuskan atau menegah sesuatu.Itulah sebabnya selain berpegang dengan Al Quran,orang Islam juga berpegang dengan hadis.#
    2. Menurut saudara bukankah ada perbedaan makna jika diucapkan dengan beda dialek?, jika tidak ada perbedaan niscaya 7 dialek itu tidak perlu, dan tidak perlu juga meilegalkan dialek yang lain. Jika ada perbedaan makna maka kembali ke pertanyaan awal, makna yang mana yang asli?
    Jawab:
    Perbedaan dialek tidak menyebabkan perbedaan makna.Keizinan membaca Al Quran dengan dialek suku suku Arab adalah untuk memudahkan orang-orang Arab yang tidak fasih berbahasa Quraisy.#

    3. Saya memberi 3 manuscript tertua AQ yang bertahan sampai sekarang: Sa’ana Manuscript, Topkapi manuscript, dan Samarqand manuscript. yang tertua adalah Sa’ana. Ketiga manuscrip ini ternyata berbeda pada beberapa hal termasuk isi.
    pertanyaan saya,
    a. ada ngga high critik text untuk AQ di dunia Islam?
    b. bagaimana tanggapan Anda terhadap perbedaan 3 quran tertua itu?

    Jawab:
    Maaf saya kurang mengetahui tentang AlQuran San’a Manuskrip,topkaopi manuskrip dan samarqand manuskrip.Soalnya saya gak pernah lihat apa saja isinya dan apakah perbedaan di antara ketiga-tiga manuskrip tersebut dan di antara mashaf Usmani yang beredar di dunia Islam sekarang.Benarkah ketiga-tiganya mengandungi perbedaan isi?Atau hanya perbedaan qiraat?Kalau perbedaan qiraat ini adalah masalah lain lagi karena Al Quran memang diturunkan dengan tujuh macam qiraat dan ini sebenarnya telah masyhur di dalam dunia Islam.Dari macam-macam qiraat itu tujuh daripadanya adalah mutawattir dan diterima sebagai Al Quran.Kadang-kadang perbedaan qiraat inilah yang dianggap oleh sebagian non muslim sebagai perbedaan makna.Padahal apa yang sebenarnya adalah setiap qiraat itu saling tafsir mentafsirkan antara satu sama lain.Tentang ada tidak high critic text utk Al Quran itu menurut saya tidak perlu karena asal Al Quran itu adalah bacaan dalam bentuk lisan.Kemudian baru text mengikuti.Semenjak turunnya Al Quran telah dihafaz secara mutawattir.Berikut adalah nama-nama penghafaz Al Quran dikalangan sahabat-sahabat nabi:

    1. Ubai bin Ka’b
    2. Mu’az bin Jabal
    3. Abu Darda’
    4. Said bin Ubaid
    5. Salim pembantu Abu Huzaifah
    6. Ubadah bin al-Shamit
    7. Abu Ayub al-Ansari
    8. Usman bin Affan
    9. Tamim al-Dari
    10. Mujamma’ bin Jariah
    Nama-nama di atas tidak termasuk ramai lagi seperti Sayidina Ali,Abdullah ibnu Abbas dan lain-lain.Jadi tidak mungkinlah Al Quran yang telah dihapal secara mutawattir coba diselewengkan?Gak masuk akalkan?Lebih-lebih lagi di dalam sejarah para sahabat itu hidup telah berlaku perselisihan yang membawa kepada peperangan-peprangan yang dahsyat sehingga membawa kepadanya terpecahnya umat Islam kepada bebarapa sekte yang saling bermusuhan antara satu sama lain.Namun kesemua sekte itu tetap berpegang kepada al Quran yang sama.Tidak mungkinlah Al Quran dapat diselewengkan tanpa diketahui oleh sekte lain yang saling bermusuhan itu kalau benar-benar Al Quran itu diselewengkan. Jadi kritik terhadap teks Al Quran adalah tidak perlu karena Al Quran itu adalah kitab yang diriwayatkan secara lisan .Adapun teks yang tertulis itu adalah mengikut riwayat lisan tersebut bukan sebaliknya riwayat lisan yang mengikuti teks.Kalaupun yang perlu dikritk adalah sanadnya yakni perawi-perawi Al Quran itu sendiri namun ini pun tidak perlu karena Al Quran telah diriwayatkan secara mutawattir sejak jenerasi pertama.Singkatnya Al Quran mempunyain saksi saksi yang ramai yang tidak boleh dipertikaikan lagi sejak berjenerasi sehingga sekarang.

    ———————————————————————————————-.

    o Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.
    apakah begitu kesimpulannya
    Jawab:

    Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

    • @ilham

      1. Apakah Muhammad mendapat mandat dari “Allah” untuk mesyahkan 7 dialek?

      Jawab:
      Tidak syak lagi memang baginda mendapat mandat daripada Allah di dalam mengharuskan atau menegah sesuatu.Itulah sebabnya selain berpegang dengan Al Quran,orang Islam juga berpegang dengan hadis.#

      -Setahu saya tidak ada kontrol sepenuhnya dari Muhammad terhadap penutur-penutur pada Hadits.

      -Hal-hal mengenai kepentingan tertentu terkadang AQ menuliskan bahwa “Allah” menurutnkan wahyu, malah dalam hal ini sesuatu yang perlu dalam hal “menjamin” AQ itu sendiri tidak ada wahyu.

      bagaimana pendapat saudara?

      ————

      2. Menurut saudara bukankah ada perbedaan makna jika diucapkan dengan beda dialek?, jika tidak ada perbedaan niscaya 7 dialek itu tidak perlu, dan tidak perlu juga meilegalkan dialek yang lain. Jika ada perbedaan makna maka kembali ke pertanyaan awal, makna yang mana yang asli?

      Jawab:
      Perbedaan dialek tidak menyebabkan perbedaan makna.Keizinan membaca Al Quran dengan dialek suku suku Arab adalah untuk memudahkan orang-orang Arab yang tidak fasih berbahasa Quraisy.#

      Dari keterangan saudara sepertinya AQ yang tertulis lalu dibaca dan bisa dibaca kepada dialek2 yang disesuaikan kepada dialek masing2 orang arab. Kenyataannya adalah sebelum Utsman mengumpulkan semua AQ yang tertulis ternyata di lapangan sudah ada ragam macam pembacaan, dan dari ragam pembacaan itu hanya ada 7 ragam yang disahkan.

      Saya kurang mengerti mendalam bahasa Arab memang, meski ada mirip2nya dengan bahasa Ibrani yang saya tahu sedikit2, tetapi dari apa yang saya ketahui bahwa AQ di Mesir yang ditulis dalam dialek Arab Timur akan ditemukan satu dua perbedaan dengan yang digunakan di Arab bagian Barat.

      Semisal itu hanya berbeda pada artikel definitif tetapi karna dikatakan sama dan terjamin dan turun dari langit, itu masalah yang sangat besar.
      Dan tentu adanya 7 dialek akan berakibat kepada PEM-VOKAL-AN huruf2 konsonan, yang sy tahu AQ pertama tidak menggunakan volal, hanya konsonan.

      bagaimana tanggapan saudara?

      ————-

      3. Saya memberi 3 manuscript tertua AQ yang bertahan sampai sekarang: Sa’ana Manuscript, Topkapi manuscript, dan Samarqand manuscript. yang tertua adalah Sa’ana. Ketiga manuscrip ini ternyata berbeda pada beberapa hal termasuk isi.
      pertanyaan saya,
      a. ada ngga high critik text untuk AQ di dunia Islam?
      b. bagaimana tanggapan Anda terhadap perbedaan 3 quran tertua itu?

      Jawab:
      Maaf saya kurang mengetahui tentang AlQuran San’a Manuskrip,topkaopi manuskrip dan samarqand manuskrip.Soalnya saya gak pernah lihat apa saja isinya dan apakah perbedaan di antara ketiga-tiga manuskrip tersebut dan di antara mashaf Usmani yang beredar di dunia Islam sekarang.Benarkah ketiga-tiganya mengandungi perbedaan isi?Atau hanya perbedaan qiraat?Kalau perbedaan qiraat ini adalah masalah lain lagi karena Al Quran memang diturunkan dengan tujuh macam qiraat dan ini sebenarnya telah masyhur di dalam dunia Islam.Dari macam-macam qiraat itu tujuh daripadanya adalah mutawattir dan diterima sebagai Al Quran.Kadang-kadang perbedaan qiraat inilah yang dianggap oleh sebagian non muslim sebagai perbedaan makna.Padahal apa yang sebenarnya adalah setiap qiraat itu saling tafsir mentafsirkan antara satu sama lain.Tentang ada tidak high critic text utk Al Quran itu menurut saya tidak perlu karena asal Al Quran itu adalah bacaan dalam bentuk lisan.Kemudian baru text mengikuti.Semenjak turunnya Al Quran telah dihafaz secara mutawattir.Berikut adalah nama-nama penghafaz Al Quran dikalangan sahabat-sahabat nabi:

      1. Ubai bin Ka’b
      2. Mu’az bin Jabal
      3. Abu Darda’
      4. Said bin Ubaid
      5. Salim pembantu Abu Huzaifah
      6. Ubadah bin al-Shamit
      7. Abu Ayub al-Ansari
      8. Usman bin Affan
      9. Tamim al-Dari
      10. Mujamma’ bin Jariah
      Nama-nama di atas tidak termasuk ramai lagi seperti Sayidina Ali,Abdullah ibnu Abbas dan lain-lain.Jadi tidak mungkinlah Al Quran yang telah dihapal secara mutawattir coba diselewengkan?Gak masuk akalkan?Lebih-lebih lagi di dalam sejarah para sahabat itu hidup telah berlaku perselisihan yang membawa kepada peperangan-peprangan yang dahsyat sehingga membawa kepadanya terpecahnya umat Islam kepada bebarapa sekte yang saling bermusuhan antara satu sama lain.Namun kesemua sekte itu tetap berpegang kepada al Quran yang sama.Tidak mungkinlah Al Quran dapat diselewengkan tanpa diketahui oleh sekte lain yang saling bermusuhan itu kalau benar-benar Al Quran itu diselewengkan. Jadi kritik terhadap teks Al Quran adalah tidak perlu karena Al Quran itu adalah kitab yang diriwayatkan secara lisan .Adapun teks yang tertulis itu adalah mengikut riwayat lisan tersebut bukan sebaliknya riwayat lisan yang mengikuti teks.Kalaupun yang perlu dikritk adalah sanadnya yakni perawi-perawi Al Quran itu sendiri namun ini pun tidak perlu karena Al Quran telah diriwayatkan secara mutawattir sejak jenerasi pertama.Singkatnya Al Quran mempunyain saksi saksi yang ramai yang tidak boleh dipertikaikan lagi sejak berjenerasi sehingga sekarang.

      Baiklah kalau tidak ada critic text, saya tidak bisa berdiskusi banyak dengan saudara, sekedar informasi saja bahwa
      ketiga manuscript tertua di atas ditemukan perbedaan, dan perbedaan mencolok ada pada Manuscript Sa’ana. Contoh2 copy-an manuscrip itu ada di http://www.islamic-awareness.org, silahkan memelajarinya sekiranya perlu.

      Di awal Anda katakan bahwa lisan dan tertulis sama kuat, disini ada kesan bahwa lisanlah yang terutama, koreksi saya jika salah menyimpulkan.

      ———————————————————————————————-.

      o Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.
      apakah begitu kesimpulannya

      Jawab:

      Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

      baiklah terimakasih atas diskusi kita masalah ini…
      dimana kesimulan:
      Dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.

      salam

  28. @Om Par & Pakcik Ilham

    Sharing sedikit pemahaman pribadi fanya terkait lisan, dialek, manuskript dan takdir azali.

    1. Lisan, al qur’an diwahyukan (lisan – bhs rasulullah – quraissy) 1.a.—> instantly disampaikan Rasulullah secara lisan kepada para sahabat yg ada saat itu (yg berasal dari macam2 suku) 1.b. —-> dicatat oleh petugas khusus (dlm bhs & tulisan qurais), 1.c. —> secara logis atas inisiatif pribadi para pengikut, mereka transkrip wahyu tsb dlm dialek, tatabahasa dan kemampuan baca-tulis masing-masing pencatat.

    2. Dari runtutan tsb mudah dipahami sekiranya sahabat yg berasal dari suku/bani/keluarga tertentu mencatat wahyu yg baru didengarnya dlm bentuk transkripsi dlm dialek, tata-bahasa dan kapasitas baca-tulis dirinya/sukunya, utk dihapal dan dikabarkan kepada seluruh anggota keluarga/sukunya. Oleh karenanya, wajar sekali jika pd saat Rasulullah masih justru terdapat banyak versi pelafalan dan manuskript dari wahyu/surah/ayat yang dilegalkan yg sama sekali tidak mengakibatkan polemik, perbedaan makna dan perbedaan pemahaman, karena tokoh penerimanya (Rasulullah) dan saksi-saksi hidup yg mendengar penuturan langsung saat pertamakali wahyu tsb diturunkan kepada Rasulullah (y.i. penulis dan para sahabat Nabi dari berbagai suku) masih lengkap.

    3. Maka dari itu, sejak rasulullah dan beberapa sahabat mangkat, para sahabat digerakkan hatinya oleh Allah swt sehingga selaku saksi-saksi hidup yg mengetahui secara pasti otentikasi isi al qur’an secara lengkap “berinisiatif” untuk membukukan dan membakukan al-quran, tidak hanya cara menuliskannya, melainkan juga cara melantunkannya. Itu sebabnya tulisan arab dalam al qur’an dilengkapi dengan tanda-tanda baca khusus, berbeda dengan penulisan bahasa arab umumnya. (Untuk lebih jelasnya silahkan baca SEJARAH PEMBENTUKAN MUSHAF AL-QUR’AN MENURUT AHLI SEJARAH NON-MUSLIM Sir William Muir dalam The Life of Mohammad).

    4. Mengenai “Takdir Azali”, mungkin sebaiknya disinkronkan terlebih dahulu antara Om Parhobass dengan Pakcik Ilham tentang makna “takdir azali” dalam diskusi ini. Apakah yg dimaksud takdir azali ini adalah takdir awal penciptaan manusia, atau takdir masing-masing individu saja.

    Demikian sekedar sharing saja…..

    Salam

    • @fanya
      PERTAMA
      jika diaplikasikan antara:
      1. 3 manusicript tertua yang ditemukan
      2. AQ yang dipakai sekarang (contohnya di Barat dan Timur Arab)
      3, Klaim bahwa AQ dijamin oleh “Allah”
      4. Penjelasan Anda di atas.

      timbul pertanyaan
      1. Lisan atau Tulisan mana yang paling kuat?
      2. Dari tiga manuscript tertua yang saya sebut itu ternyata ada perbedaan, lalu bagian mana yang dijamin? atau sama sekali tidak ada jaminan?

      KEDUA
      mengenai takdir, jika melihat pembahasa/ide saudara di sini sepertinya ada kesan tidak setuju dengan kesimpulan saya dengan saudara Ilham.
      Koreksi saya jika tidak, dan silahkan apa pendapat saudara.

      salam

  29. @Om Parhobass
    1. Lisan atau Tulisan mana yang paling kuat?

    Semasa Rasulullah masih hidup, yg paling kuat tentu adalah LISAN karena Jibril menyampaikan wahyu Allah kepada Muhammad SAW secara lisan dan Muhammad meneruskankan wahyu2 tsb kepada umatnya juga lewat LISAN BELIAU. Manuskript pada hakekatnya adalah salah satu wujud pengabadian dari LISAN Muhammad SAW disamping ingatan/hafalan yg terekam dalam pikiran para sahabat dan umat Islam setelahnya. Kedua hal tsb (catatan dan ingatan) jelas merupakan manifestasi dari “menjaga” (alat cross-check) guna terjaminnya keotentikan ayat-ayat al quran, selain tekad dan naluri menjaga kemurnian al quran yg tertanam dalam jiwa umat Islam dari dulu hingga masa depan, untuk dijadikan rujukan setelah beliau wafat.

    fanya yakin Om Par akan lebih mudah memahami masalah mushaff al quran ini setelah membaca tulisan Sir William tsb sehingga esensi pertanyaan kuat mana antara Lisan dgn Tulisan setelah Nabi Muhammad tiada, jelas sangat tidak relevan.

    2. Dari tiga manuscript tertua yang saya sebut itu ternyata ada perbedaan, lalu bagian mana yang dijamin? atau sama sekali tidak ada jaminan?

    fanya memang tidak/belum pelajari tsb hal tsb karena keberadaan ke-3 manuskrip al quran tsb sama sekali tidak berdampak apapun thdp otentikasi al quran saat ini. Lah, semua peneliti tahu bahwa semasa Rasulullah hidup saja tlh eksis transkrip quran, baik per surah, per bagian maupun lengkap, yg satu sama lain tidak sepenuhnya identik meski esensinya sama. Pada masa itu juga dikisahkan terjadinya “polemik” tentang mana yg benar dan mana yg salah tentang sebuah ayat. Pada saat tsb karena Nabi Muhammad masih hidup, maka LISAN Rasulullah-lah yg dijadikan dasar pijakan mengatasi dispute “perbedaan transkrip” tsb.

    Berkaca dari kasus tersebut, sepeninggal Rasulullah para sahabat dan para penghafal al quran berembuk untuk menyusun satu mushaff al quran yang merekam dan mentransliterasi secara tepat apa-apa yg dilisankan Rasulullah semasa hidupnya sebagai pegangan.Mereka memulai pekerjaan besar tersebut sejak Khalifah Abu Bakar ra. Setelah mencapai kesepakatan di zaman Usman, para sahabat sepakat menghancurkan catatan dan mushaff quran lain yg ada pd saat itu guna menghindari kemungkinan terjadinya dispute serupa di masa depan. Apakah mereka berhasil memusnahkan seluruh manuskript al quran yg ada saat itu? konon masih ada beberapa mushaff yg tersisa.

    Perlu dipahami bhw penyusunan mushaff al quran ini jauh dari bayangan sempit seolah al quran dikompilasi (dibukukan dan dibakukan) dari penemuan tulisan di kayu, kulit binatang, daun, tulang dsb. Zaman Nabi Muhammad SAW adalah sebuah zaman pemerintahan yg sudah sangat terorganisir, maju dan modern dlm aspek sistem tata negara, hubungan diplomatik, perdagangan internasional, teknologi, budaya dan juga susastra. Sejak “pemerintahan” Muhammad SAW, al Qur’an otomatis menjadi KONSTITUSI dan HUKUM yg berlaku diseantero jazirah Arab! Oleh karenanya konten dan transkript al quran sudah sangat dikenal, tersebar dan dipahami secara luas tanpa pertentangan apapun thd kontennya.

    Bahwa akibat perbedaan dialek terjadi perbedaan penulisan, adalah wajar dan si empunya dialek menangkap esensinya tepat sebagaimana yg disampaikan padanya. Antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu saja banyak terjadi perbedaan dialek dan ungkapan. Misal kata CINTA, bahasa melayu melafalkannya sbg “CINTE”. Ketika orang melayu diajak jalan-jalan di Jakarta, dalam catatan hariannya dia menulis “dibawa pusing-pusing”. Orang Malaysia yg membaca “pusing2″ paham bhw ybs diajak “jalan2″ di jakarta……. sederhana bukan?

    Terhadap kesimpulan Om Par dan Om Ilham mengenai takdir, fanya tidak punya keberatan apapun ko. Kalaupun fanya menyarakan mensinkronkan semata-mata hanya meminimalisir kemungkinan misorientasi thdp ungkapan takdir azali yg dimaksud Om dan Pakcik Ilham saja.

    salam

    • @fanya

      1. Lisan atau Tulisan mana yang paling kuat?

      Semasa Rasulullah masih hidup, yg paling kuat tentu adalah LISAN karena Jibril menyampaikan wahyu Allah kepada Muhammad SAW secara lisan dan Muhammad meneruskankan wahyu2 tsb kepada umatnya juga lewat LISAN BELIAU. Manuskript pada hakekatnya adalah salah satu wujud pengabadian dari LISAN Muhammad SAW disamping ingatan/hafalan yg terekam dalam pikiran para sahabat dan umat Islam setelahnya. Kedua hal tsb (catatan dan ingatan) jelas merupakan manifestasi dari “menjaga” (alat cross-check) guna terjaminnya keotentikan ayat-ayat al quran, selain tekad dan naluri menjaga kemurnian al quran yg tertanam dalam jiwa umat Islam dari dulu hingga masa depan, untuk dijadikan rujukan setelah beliau wafat.

      fanya yakin Om Par akan lebih mudah memahami masalah mushaff al quran ini setelah membaca tulisan Sir William tsb sehingga esensi pertanyaan kuat mana antara Lisan dgn Tulisan setelah Nabi Muhammad tiada, jelas sangat tidak relevan.

      Jika lisan yang paling kuat pd masa itu konsekuensi yang harus diterima adalah:
      1. Ternyata yang lisan2 itu sudah banyak perbedaan2 sejak awal. Mana yang dijamin? atau manusia yang setelahnya yang mengharuskan menjamin atas nama “Allah” ?
      2. Jika yang pertama adalah Lisan, berarti yang tertulis adalah turunan kedua, bukan yang asli, nyatanya memang yang tertulis diakselesari cara baca dan cara tulis oleh orang setelah Muhammad meninggal. Lalu kenapa yang tertulis harus dijamin?

      ++++++++

      2. Dari tiga manuscript tertua yang saya sebut itu ternyata ada perbedaan, lalu bagian mana yang dijamin? atau sama sekali tidak ada jaminan?

      fanya memang tidak/belum pelajari tsb hal tsb karena keberadaan ke-3 manuskrip al quran tsb sama sekali tidak berdampak apapun thdp otentikasi al quran saat ini. Lah, semua peneliti tahu bahwa semasa Rasulullah hidup saja tlh eksis transkrip quran, baik per surah, per bagian maupun lengkap, yg satu sama lain tidak sepenuhnya identik meski esensinya sama. Pada masa itu juga dikisahkan terjadinya “polemik” tentang mana yg benar dan mana yg salah tentang sebuah ayat. Pada saat tsb karena Nabi Muhammad masih hidup, maka LISAN Rasulullah-lah yg dijadikan dasar pijakan mengatasi dispute “perbedaan transkrip” tsb.

      Berkaca dari kasus tersebut, sepeninggal Rasulullah para sahabat dan para penghafal al quran berembuk untuk menyusun satu mushaff al quran yang merekam dan mentransliterasi secara tepat apa-apa yg dilisankan Rasulullah semasa hidupnya sebagai pegangan.Mereka memulai pekerjaan besar tersebut sejak Khalifah Abu Bakar ra. Setelah mencapai kesepakatan di zaman Usman, para sahabat sepakat menghancurkan catatan dan mushaff quran lain yg ada pd saat itu guna menghindari kemungkinan terjadinya dispute serupa di masa depan. Apakah mereka berhasil memusnahkan seluruh manuskript al quran yg ada saat itu? konon masih ada beberapa mushaff yg tersisa.

      Perlu dipahami bhw penyusunan mushaff al quran ini jauh dari bayangan sempit seolah al quran dikompilasi (dibukukan dan dibakukan) dari penemuan tulisan di kayu, kulit binatang, daun, tulang dsb. Zaman Nabi Muhammad SAW adalah sebuah zaman pemerintahan yg sudah sangat terorganisir, maju dan modern dlm aspek sistem tata negara, hubungan diplomatik, perdagangan internasional, teknologi, budaya dan juga susastra. Sejak “pemerintahan” Muhammad SAW, al Qur’an otomatis menjadi KONSTITUSI dan HUKUM yg berlaku diseantero jazirah Arab! Oleh karenanya konten dan transkript al quran sudah sangat dikenal, tersebar dan dipahami secara luas tanpa pertentangan apapun thd kontennya.

      Bahwa akibat perbedaan dialek terjadi perbedaan penulisan, adalah wajar dan si empunya dialek menangkap esensinya tepat sebagaimana yg disampaikan padanya. Antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu saja banyak terjadi perbedaan dialek dan ungkapan. Misal kata CINTA, bahasa melayu melafalkannya sbg “CINTE”. Ketika orang melayu diajak jalan-jalan di Jakarta, dalam catatan hariannya dia menulis “dibawa pusing-pusing”. Orang Malaysia yg membaca “pusing2″ paham bhw ybs diajak “jalan2″ di jakarta……. sederhana bukan?

      1. Justru karena telah banyak variasi itulah tidak bisa dikatakan AQ dijamin oleh “Allah”, bahwa bahkan ketika Muhammad hiduppun telah banyak variasi lisan, dan tidak juga bisa Islam sekarang mengatakan bahwa AQ yang sekarang sama persis dengan apa yang diterima oleh Muhammad.
      2. perhatikan yang saya bold dari komenter Anda di atas, jika harus melandaskan atas tulisan Sir William, beliau mengkategorikan turunnya surah paling tidak atas 6 periode, dan periode pertama ia katakan bahwa surah-surah itu bisa jadi/kemungkinan telah dikumpulkan atau diketahui Muhammad sebelumnya sebelum beliau menyadari “kenabiannya” dan sebelum ada ide wahyu turun langsung dari langit.

      Terhadap kesimpulan Om Par dan Om Ilham mengenai takdir, fanya tidak punya keberatan apapun ko. Kalaupun fanya menyarakan mensinkronkan semata-mata hanya meminimalisir kemungkinan misorientasi thdp ungkapan takdir azali yg dimaksud Om dan Pakcik Ilham saja.

      salam

      kesimpulan tambahan bagi Anda

      a. “Allah” adalah pasti
      b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
      silahkan dikoreksi

  30. @Om Parhobass

    1. Justru karena telah banyak variasi itulah tidak bisa dikatakan AQ dijamin oleh “Allah”, bahwa bahkan ketika Muhammad hiduppun telah banyak variasi lisan, dan tidak juga bisa Islam sekarang mengatakan bahwa AQ yang sekarang sama persis dengan apa yang diterima oleh Muhammad.
    :
    :
    Suer, fanya ga terkejut ato terusik oleh kesimpulan Om yg agak “luar biasa” itu ….
    Bagi fanya, fakta historis dan kenyataan bahwa milyaran umat Islam di dunia hanya berpegang pd 1 (satu) versi Qur’an saja serta terungkapnya begitu banyak fakta-fakta spektakuler lain a.l. interlock angka 19, statistik spektakuler gramatika quran dll yg kesemuanya mustahil terjadi secara kebetulan ato sengaja dibuat manusia 14 abad yl, merupakan bukti-bukti logis terhadap kebenaran adanya jaminan dan pemeliharaan Allah YMK thdp keotentikan Qur’an!

    Om tentu pasti mengetahui fakta betapa spektakulernya naluri pemeliharaan seekor induk seagull yang diberikan Tuhan sehingga ia mampu mengenali, membedakan dan menemukan keberadaan anaknya lewat suara ditengah puluhan ribu anjing laut yg fisik dan suaranya identik dan tak henti berbunyi secara bersamaan! as simple as that koq………….
    :
    :
    @Om Parhobass:
    kesimpulan tambahan bagi Anda
    a. “Allah” adalah pasti
    b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
    silahkan dikoreksi

    :
    :
    fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
    fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
    Bagaimana dengan Om?

    Salam

    • @fanya

      1. Justru karena telah banyak variasi itulah tidak bisa dikatakan AQ dijamin oleh “Allah”, bahwa bahkan ketika Muhammad hiduppun telah banyak variasi lisan, dan tidak juga bisa Islam sekarang mengatakan bahwa AQ yang sekarang sama persis dengan apa yang diterima oleh Muhammad.

      :
      :
      Suer, fanya ga terkejut ato terusik oleh kesimpulan Om yg agak “luar biasa” itu ….
      Bagi fanya, fakta historis dan kenyataan bahwa milyaran umat Islam di dunia hanya berpegang pd 1 (satu) versi Qur’an saja serta terungkapnya begitu banyak fakta-fakta spektakuler lain a.l. interlock angka 19, statistik spektakuler gramatika quran dll yg kesemuanya mustahil terjadi secara kebetulan ato sengaja dibuat manusia 14 abad yl, merupakan bukti-bukti logis terhadap kebenaran adanya jaminan dan pemeliharaan Allah YMK thdp keotentikan Qur’an!

      Om tentu pasti mengetahui fakta betapa spektakulernya naluri pemeliharaan seekor induk seagull yang diberikan Tuhan sehingga ia mampu mengenali, membedakan dan menemukan keberadaan anaknya lewat suara ditengah puluhan ribu anjing laut yg fisik dan suaranya identik dan tak henti berbunyi secara bersamaan! as simple as that koq………….

      1. Semakin banyak ahli meneliti, salah satunya Sir William, semakin kita tahu bahwa memang akan selalu timbul pertanyan bagaimana bisa dikatakan AQ yang sekarang sama persis dengan yang dikatakan turun dari langit kepada Muhammad, bisa dipelajari jika Islam melakukan High Critic Text menyangkut 3 manuscript tertua AQ yang telah tersedia sekarang. Atau paling tidak kita harus kembali mendalami apa arti klaim “ASLI”.

      2.Dari sumber yang sama, dikatakan bahwa setelah Muhammad meninggal, muridnya Abu Bakar menyuruh Zait untuk mengumpulkan dan mencari tulisan2 yang telah terebar berupa fragment2, tulisan dikayu, pelepah daun, dan mungkin kertas supaya dikumpulkan menjadi satu volume. Disitu sudah ada pemusnahan terhadap apa yang dianggap tidak sesuai, dan jika ditemukan sesuatu yang benar2 hilang lalu dicarilah dari basis penurut Kurais, selanjutnya sekitar 20 thn berikutnyalah dibuat standar penulisan dan transiterasi (pemvokalan), dan sebagainya.

      dari sini ada paling tidak 3 langkah
      1. “Allah” memberi ke Jibril, atau “Allah” (langsung???)
      2. Jibril kepada Muhammad
      3. Muhammad kepada penghapal atau penulis

      dari langkah tiga akan kita buat alur lagi
      1. Penghapal kepada penghapal baru (jumlah dan dialek banyak)
      2. Tertulis dikumpulkan untuk menulis kembali
      3. Yang ditulis diselaraskan kepada dialek Kurais

      bagaimana tanggapan saudara?

      :
      :

      kesimpulan tambahan bagi Anda
      a. “Allah” adalah pasti
      b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
      silahkan dikoreksi

      :
      :
      fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
      fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
      Bagaimana dengan Om?

      Salam

      Sesuai judul artikel, dan akan diperdalam lagi oleh ayat ini:

      (Yohanes 3:16)
      Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

      Jadi ALLAH Yang PASTI, memberi kepastian kepada kita ke Sorga atau tidak, dan kita bisa mengetahuinya.
      Jika kita percaya DI DALAM NAMA KRISTUS, maka kita PASTI ke SORGA, itulah JALAN LURUS yang dicari dan didoakan itu.

      JALAN LURUS= PASTI, tidak ada ketidaktahuan lagi.

      SALAM

      • @ Om Parhobass:

        :
        :…………
        1. Penghapal kepada penghapal baru (jumlah dan dialek banyak)
        2. Tertulis dikumpulkan untuk menulis kembali
        3. Yang ditulis diselaraskan kepada dialek Kurais
        bagaimana tanggapan saudara?

        :
        :
        Tanggapan fanya? Rasanya sudah sangat terang benderang lewat ilustrasi dan analogi seagull diatas…………
        “Pemeliharan” tidak seyogianya hanya dimaknai lewat arti sempit sebagai eksklusif atau diistimewakan bukan?
        Makna pemeliharaan yg lebih realistis adalah terjaganya, terselamatkannya, terlindunginya dan tetap lestarinya, meski diguncang berbagai situasi dan kondisi paling tak menguntungkan sekalipun…….

        Kalau saja bukan Allah SWT yang menjaga dan memelihara Al Qur’an, dihadapkan pada tekanan situasi dan kondisi penuh ancaman, intrik dan penentangan di awal masa turunnya; dihadapkan pada kerasnya persaingan kekuasaan, konflik kepentingan dan egoisme antar suku, antar bangsa, antar negara, antar keyakinan; dan dihadapkan pada rentang waktu yang begitu panjang; realistis aja, …. MUSTAHIL milyaran umat Islam dari berbagai suku, ras, golongan, bangsa, negara dan benua bahkan sejagat raya, tetap konsisten beriman pada 1 (satu) mushaff al Qur’an yang dibukukan dan dibakukan 14 abad yg lalu!!!!
        :
        :
        :
        @Om Parhobass:
        Jika kita percaya DI DALAM NAMA KRISTUS, maka kita PASTI ke SORGA,
        :
        :
        Maaf om, setahu fanya kata JIKA adalah representasi dari klausula kondisional yang merefleksikan adanya kondisi TIDAK PASTI!

        Konon jika ingat pasti nggak lupa….!,padahal terkadang sudah ingatpun masih saja banyak lupanya….hihihi

        Selain itu, jika dengan hanya PERCAYA di dalam nama Kristus sudah bisa dipastikan masuk surga,maka 2 (dua) saudara fanya yg pindah keyakinan ikuti ajaran Charles T. Russell yg berlatar belakang Protestan (Congregationalism) dan Advent sebelum akhirnya mendirikan the Watchtower Bible and Tract Society di Brooklyn, USA, juga PASTI masuk surga donk ya?

        salam

      • @fanya

        :
        :…………

        1. Penghapal kepada penghapal baru (jumlah dan dialek banyak)
        2. Tertulis dikumpulkan untuk menulis kembali
        3. Yang ditulis diselaraskan kepada dialek Kurais
        bagaimana tanggapan saudara?

        :
        :
        Tanggapan fanya? Rasanya sudah sangat terang benderang lewat ilustrasi dan analogi seagull diatas…………
        “Pemeliharan” tidak seyogianya hanya dimaknai lewat arti sempit sebagai eksklusif atau diistimewakan bukan?
        Makna pemeliharaan yg lebih realistis adalah terjaganya, terselamatkannya, terlindunginya dan tetap lestarinya, meski diguncang berbagai situasi dan kondisi paling tak menguntungkan sekalipun…….

        saya ulang sedikit,

        1. “Allah” memberi ke Jibril, atau “Allah” (langsung???)
        2. Jibril kepada Muhammad
        3. Muhammad kepada penghapal atau penulis

        dari langkah tiga akan kita buat alur lagi

        1. Penghapal kepada penghapal baru (jumlah dan dialek banyak)
        2. Tertulis dikumpulkan untuk menulis kembali
        3. Yang ditulis sekarang diselaraskan kepada dialek Kurais

        yang saya maksud adalah apakah alur yang saya sebut di atas logis, runut dan sesuau dengan kenyataan?

        Kalau saja bukan Allah SWT yang menjaga dan memelihara Al Qur’an, dihadapkan pada tekanan situasi dan kondisi penuh ancaman, intrik dan penentangan di awal masa turunnya; dihadapkan pada kerasnya persaingan kekuasaan, konflik kepentingan dan egoisme antar suku, antar bangsa, antar negara, antar keyakinan; dan dihadapkan pada rentang waktu yang begitu panjang; realistis aja, …. MUSTAHIL milyaran umat Islam dari berbagai suku, ras, golongan, bangsa, negara dan benua bahkan sejagat raya, tetap konsisten beriman pada 1 (satu) mushaff al Qur’an yang dibukukan dan dibakukan 14 abad yg lalu!!!!

        Sayang sekali memang di dunia Islam tidak terlalu laku Critic Text, dengan cara ini kita bisa melihat perbedaan manuscript2 tertua AQ,
        ada indikasi dan pertanyaan
        a. Apakah kompilasi AQ pertama telah kecolongan sehingga masih ada tersisa yang tidak dimusnahkan?
        b. Apakah benar ada jaminan?

        :
        :
        :

        Jika kita percaya DI DALAM NAMA KRISTUS, maka kita PASTI ke SORGA,

        :
        :
        Maaf om, setahu fanya kata JIKA adalah representasi dari klausula kondisional yang merefleksikan adanya kondisi TIDAK PASTI!

        Konon jika ingat pasti nggak lupa….!,padahal terkadang sudah ingatpun masih saja banyak lupanya….hihihi

        Selain itu, jika dengan hanya PERCAYA di dalam nama Kristus sudah bisa dipastikan masuk surga,maka 2 (dua) saudara fanya yg pindah keyakinan ikuti ajaran Charles T. Russell yg berlatar belakang Protestan (Congregationalism) dan Advent sebelum akhirnya mendirikan the Watchtower Bible and Tract Society di Brooklyn, USA, juga PASTI masuk surga donk ya?

        salam

        Jalan kepastian hanya ada 2, Hidup dan Mati, Sorga dan Neraka, sudah pasti. Tujuan itu sudah pasti ada, tinggal pilih.
        Jika percaya DI DALAM NAMA YESUS, maka kita akan hidup karena KRISTUS telah HIDUP.

        yang saya harapkan dari Anda adalah jangan mereduksi kata “percaya DI DALAM NAMA YESUS” itu.
        Logikanya begini:

        1. KRISTUS telah bangkit dan naik ke sorga
        2. ADA yang masuk/percaya di DALAM KRISTUS
        3. Karena masuk/percaya/memilih maka otomatis akan bangkit juga dan naik ke sorga.
        4. Yang tidak di dalam Kristus tidak ke sorga.
        5. ADA yang tidak masuk/tidak percaya di DALAM KRISTUS

        —–

        DI DALAM KRISTUS menjelaskan tentang hidup seperti KRISTUS, bukan bicara mengenai “jenis” keyakinan, gereja, atau apapun yang lain, melainkan konsekuensi dari hidup di dalam KRISTUS.

        Jika seorang merasa hidup di dalam KRISTUS maka ia dapat merasakan hadirat SORGA meski ia masih ada di bumi, karena tidak ada seorang yang dapat memanggil YESUS adalah TUHAN kalau bukan karena ROH ALLAH yang ada pada seseorang. Dan jika seseorang mengaku percaya (artinya ROH ALLAH ada padanya), maka buahnya pasti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, dls, jadi kalau saudara melihat semua itu pada seseorang maka saudara dapat mengetahui beliau pasti di dalam KRISTUS, dan yang di dalam KRISTUS pasti ke sorga.

        sekali lagi ..
        Bukan gerejanya, bukan “agama”-nya, bukan keyakinannya, tetapi hidupnya bagaimana di hadapan KRISTUS.

        salam

  31. @fanya

    untuk mempermudah logika sederhanya seperti ini:

    takdir sesuai kesimpulan kita, pada pandangan Islam

    Jadi Neraka dan Sorga ada, tetapi perbuatan baik Anda/kemungkinan “Allah” Anda akan menempatkan Anda di neraka atau sorga, sepanjang hidup Anda, Anda tidak tahu kemana Anda.

    Sementara perbuatan baik sesuai INJIL adalah sebagai lambang/simbol/buah dari pengakuan kita bahwa kita telah hidup di dalam KRISTUS.


    atau

    Perbuatan baik itu bukan upaya untuk “menyuap’ ALLAH, melainkan sebagai syukur/bukti karena kita telah menerima hadiratNYA meski kita masih di bumi.

    Jadi bandingan antara:
    “MUNGKIN” dengan “BUKTI”
    meski dua2nya ada kata “JIKA”

    JIKA ANDA ISLAM, semoga/mungkin ke sorga atau neraka,

    Jika percaya di dalam KRISTUS, PASTI Anda berperilaku seperti mahluk sorgawi, meski masih di bumi
    Jika tidak percaya di dalam KRISTUS, PASTI Anda berperilaku seperti bukan mahluk sorgawi, meski masih di bumi.
    Dibumi saja dihargai seperti itu, apalagi di sorga/atau setelah penghakiman nanti..

    salam

    Lingkaran putih ibarat sorga
    Lingkaran merah ibarat neraka

  32. @Om Parhobass,
    “Jika percaya di dalam KRISTUS, PASTI Anda berperilaku seperti mahluk sorgawi, meski masih di bumi
    Jika tidak percaya di dalam KRISTUS, PASTI Anda berperilaku seperti bukan mahluk sorgawi, meski masih di bumi”.

    :
    :

    Menurut hemat fanya, apa yg Om sampaikan lebih kena disebut HUKUM Universal dalam Kristen yg berlaku bagi siapapun, bukan Takdir. Bukankah Takdir adalah destiny spesifik si A, si B atau si C?.
    Itulah kiranya yg dimaksudkan Pakcik Ilham sebagai “TAKDIR BERSYARAT”. Mengapa dikatakan bersyarat? karena untuk sampai pada ujung takdir masing-masing setiap manusia dipersyaratkan melakukan sesuatu dalam hidupnya.
    Siapapun mustahil berakhir di kedua destinasi tsb bukan?. Takdir mencapai salah satu opsi tsb (surga maupun neraka) pd hakekatnya adalah konsekwensi dari putusan, pilihan dan ikhtiar seseorang dalam perjalanan hidupnya.

    Mengapa fanya katakan “konsekwensi keputusan, pilihan dan ikhtiar” ?
    Mohon perkenan fanya cuplik pesan Om Par didalam artikel Kecap no. 1 sbb : ”Dan jika kita mengagumi tokoh-tokoh yang memilih nama baik maka semakin jauhlah kita dari kebenaran.
    Dan ternyata kita harus sering minta ampun, dan harus lebih giat belajar untuk percaya bahwa perbuatan semacam itu sering kita lakukan.

    Dari kalimat tsb fanya menangkap pesan dan peringatan Om bhw siapapun, terlebih yg mengaku percaya dalam Kristus, harus senantiasa berikhtiar, belajar, minta ampun dlsb agar dlm kesehariannya dapat memilih sikap yg “benar” di dalam Kristus.

    Fanya sepakat karena Islam pun mengajarkan bahwa untuk mencapai surga tidak cukup hanya dengan sekedar “percaya” (iman) saja, melainkan harus senantiasa mengupayakannya dengan berbagai cara (a.l. sering minta ampun dan harus lebih giat belajar untuk percaya bahwa perbuatan semacam itu sering kita lakukan), dan berusaha supaya tidak keliru memilih mengedepankan keputusan politik dan nama baik agar tidak makin jauh dari kebenaran….. tepat sekali!

    Tanpa ampunan-Nya dan tanpa melakukan semua kebajikan itu siapapun tidak lagi berada di jalan Tuhan sehingga “takdir”-nya yang sebelumnya hampir PASTI ke surga, ee….malah jadi PASTI ke neraka. Lah? Lantas letak kepastiannya dimana ya?

    salam

    • @fanya

      percaya di DALAM NAMA YESUS artinya memakukan keinginan dagingnya di salib supaya keinginan daging itu mati, dan belajarlah terus untuk mau dipimpin oleh ROH KUDUS…
      saya kira itu tidak seuniversal yang dibayangkan oleh Islam.
      sesuai grafik di atas, Islam dan Kristen itu sudah memiliki pondasi yang bertolak belakang

      yang pasti marilah berlomba2 berbuah baik…tapi jangan menganggap oleh perbuatan baik itu mampu melaykakkan Anda “menyuap” TUHAN, tetapi berbuat baiklah karena TUHAN telah terlebih dahulu berbuat baik, dan sebagai bukti bahwa kita percaya kepada TUHAN

      Si A, si B, si C, si polan dan sebagainya, dibuat berada di dunia ini untuk memuliakan TUHAN, apapun profesi saudara, apapun pilihan saudara, pergunakan untuk kemuliaan TUHAN.

  33. “Siapapun mustahil berakhir di kedua destinasi tsb bukan?. ” mohon dibaca …
    Takdir seseorang mustahil berakhir pada kedua destinasi tsb bukan?.

    • maksud saudara apa?

      • @Om Parhobass,

        “Siapapun mustahil berakhir di kedua destinasi tsb bukan?. ” mohon dibaca …
        Takdir seseorang mustahil berakhir pada kedua destinasi tsb bukan?.
        Comment by fanya— September 17, 2011 #
        Reply

        maksud saudara apa?
        :
        :
        Tadinya sih sbg ralat/koreksi kalimat baris 7 komen fanya diatasnya……

        “Maksudnya apa?” ….
        :
        :
        Maksud fanya adalah Mustahil ada manusia yg dipastikan (ditakdirkan) utk hidup di sorga dan neraka pd saat yg sama!
        Artinya, masuk sorga atau neraka ditinjau dari sudut pandang manusia selaku obyek dari takdirnya, adalah konsekwensi logis dari pilihan/perbuatan manusia terhadap opsi hukum yg ditetapkan Tuhan YMK, dan konsistensi ybs dlm pengimplementasian prasyarat yg ditetapkan Tuhan thdp opsi tsb.

        Maka dari itu meskipun seseorang tlh secara tegas dan sah menyatakan diri PERCAYA dan TAAT kepada TUHAN YMK sehingga secara “teoritis” tertakdir ke sorga, namun JIKA implementasi hidupnya tidak mencerminkan perilaku dan moralitas sebagaimana dipersyaratkan-Nya, maka pd saat yg sama secara teoritis mestinya “tertakdir ke neraka” juga bukan?.

        Itulah yg fanya katakan MUSTAHIL.
        Mustahil seorang manusia mempunyai takdir (ditakdirkan) ke Surga dan ke Neraka sekaligus di saat yg bersamaan. Takdir manusia bisa ke Surga ATAU ke Neraka. Kata JIKA/IF adalah indikator ttg ADANYA PRASYARAT, sedangkan ATAU adalah petunjuk adanya OPSI.

        Thus, takdir ke Surga atau ke Neraka dari sudut pandang manusia selaku obyek takdir, jelas bukan sebuah KEPASTIAN (TAKDIR TETAP) sebagaimana dikatakan Om Parhobass, melainkan adalah TAKDIR BERSYARAT sebagaimana dikemukakan Pakcik Ilham!

        Salam

      • @fanya

        Masalahnya adalah (baik takdir bersayarat atau tidak pun) umat Islam tidak tahu sama sekali apakah ia kesorga atau tidak, dalam arti biarpun dia telah melakukan tuntutan agama dan peraturan agama yang menyertainya, seorang islam pun tidak akan pernah mengetahui apakah ke sorga atau neraka (saya kira itu kesimpulannya)

        nah dalam tarap pengertian yang sama..
        INJIL mengatakan siapun yang ada di DALAM YESUS pasti Sorga adalah bagiannya dan yang di LUAR YESUS PASTI neraka adalah bagiannya.

        sekarang dipandang dari seseorang yang telah berubah perlakukannya, misalnya jika telah DI DALAM YESUS lalu suatu saat menjadi di dalam keadaan DI LUAR YESUS, maka kembali ke HUKUM tadi, Yang di DALAM YESUS pasti KE SORGA, yang di luar PASTI ke NERAKA, karena ada juga kata2 MURTAD dan ada juga kata2 BERTOBAT. Nah seorang yang telah menghina ROH KUDUS sudah PASTI tidak bisa dimaafkan lagi…

        jadi dua hal bertolak belakang, Saudara buerbuat baik untuk sorga, sementara Injil berkata berbuat baik karna sudah dipersiapkan menjadi warga sorgawi..dan sebagai warga sorgawi maka sewajarnyalah berbuat baik..

        sebenarnya pikiran nakal saya adalah sebegitu jauhnya Islam (malah saya bisa katakan melenceng) mengartikan anugerah, pertanyaan saya malah apanya seh yang disempurnakan? bukannya “takdir” dan “ketidakpastian” itu malah merusak INJIL ?

        salam

  34. @Om Parhobass
    Masalahnya adalah (baik takdir bersayarat atau tidak pun) umat Islam tidak tahu sama sekali apakah ia kesorga atau tidak, dalam arti biarpun dia telah melakukan tuntutan agama dan peraturan agama yang menyertainya, seorang islam pun tidak akan pernah mengetahui apakah ke sorga atau neraka (saya kira itu kesimpulannya)
    :
    :
    fanya:
    Itu khan kesimpulan pribadi Om sendiri………..
    fanya khan sudah katakan bhw Islam menjamin bhw siapapun yg beriman kepada Allah SWT dan mengerjakan amal kebajikan dlm hidupnya PASTI MENDAPAT ANUGRAH SORGA! ….. Itu PASTI karena itu HUKUM ALLAH.

    Tapi manaka si A, si B atau Om Parhobass dan fanya sendiri pernah berbuat dosa, siapa berani menjamin bahwa kelak MUSTAHIL BERBUAT DOSA LAGi??

    Nah jika DULU (fanya maupun Om Parhobas) mengaku PERNAH berbuat DOSA, apakah kita berani menjamin (memastikan) bahwa di waktu-waktu mendatang TIDAK AKAN PERNAH BERBUAT DOSA LAGI???………
    Realistis saja, fanya tidak berani menjamin/memastikan bahwa fanya MUSTAHIL BERBUAT KESALAHAN/DOSA sbgm sebelumnya………, entah kalo Om Parhobass!

    Bagaimana jika seseorang (katakanlah fanya dengan Om Parhobass) khilaf sehingga berbuat dosa (misal berzina dan membunuh orang yg mergoki perzinahan tsb), dan sebelum mengaku dosa atau bertobat, kita berdua mati (ketabrak mobil misalnya), apakah kita TETAP PASTI MASUK SORGA?

    Kalau menurut fanya jawabannya adalah…… BELUM TENTU!
    Tolong Om Parhobas JAWAB secara TEGAS dan LUGAS ya……

    Itulah realistisnya orang Islam, yakni jika manusia DULU PERNAH/BISA berbuat dosa, maka TIDAK MUSTAHIL ia dapat berbuat dosa lagi diwaktu-waktu YAD!! logis sekali bukan?

    Maka dari itu, umat Islam diajarkan untuk TIDAK MEMASTIKAN sesuatu yg BELUM TERJADI dan seyogianya berkata “INSYAALLAH” – Jika Allah berkenan.

    Kalau bicara masalah logika hukum sbgmn Om diatas, Islam sangat PASTI hihihi…
    salam

    • @fanya

      Saudara mengingkari kesimpulan yang saudara tidak bantah di awal, kronologis kesimpulan sbb:

      saya bertanya di awal begini:

      Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.

      apakah begitu kesimpulannya

      jawab saudara ilham:

      Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

      dan ketika Anda saya tanya kepada saudara:

      kesimpulan tambahan bagi Anda
      a. “Allah” adalah pasti
      b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
      silahkan dikoreksi

      :
      :
      jawab Anda

      fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
      fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
      Bagaimana dengan Om?

      dari diskusi panjang itu tidak ada kepastian yang pasti? atau Anda kembali memainkan retorika kosong?.
      Beberapa dari Anda akan mengatakan sorga dan neraka adalah anugerah, tetapi dilain hal, seperti jawaban saudara ilham, sorga dan neraka diukur dari perbuatan baik seseorang.

      INJIL mengatakan ada pembenaran, ada hidup kudus dan ada pemulian. Ketika Anda berkata telah percaya (bertobat ) maka ANda dibenarkan dan pelanggaran2mu sebelum percaya itu dihapuskan, tidak diingat lagi, setelah itu TUHAN mengaruniakan ROH ALLAH (Baptisan sebagai simbolnya) supaya kita tunduk sepenuhnya kepada DIA, tunduk seperti Kristus tunduk kepada Bapa, itulah tuntutan kekudusan, dimana kekudusan berbicara tentang apa yang kita lakukan sepanjang hidup kita, di situlah kata “belajar seperti Kristus” berlaku, Dan setelah Anda dan semua mati kelak dalam penghakiman, orang yang hidup di DALAM YESUS itu akan dimuliakan. Dimuliakan karena ROH ALLAH yang ada pada mereka adalah MULIA. Dari DIA untuk DIA dan oleh DIA, jadi tidak kembali ke kita, meski kita mendapat nilai dari kepercayaan kita tadi yaitu merasakan hadiratNYA baik di bumi maupun di sorga.
      Sehingga berhubungan dengan judul artikel semua diciptakan untuk kemuliaan TUHAN.

      Jika sorga adalah hasil dari usaha Anda maka Anda layak memuliakan diri Anda sendiri di hadapan “Allahmu”, tetapi karena YANG MULIA hanya SATU, maka tentu Anda tidak akan pernah dimuliakan sebagai mana harapan Anda.

      Pertanyaan nakal saya masih berlaku:
      Apanya yang disempurnakan kalau ternyata INJIL sedemikian dirusak begitu oleh “Allah” Anda…

      salam

  35. @Om Parhobass

    (1) fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
    (2) fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
    Bagaimana dengan Om?

    :
    :
    fanya kasih nomor deh pernyataan fanya diatas.

    (1). fanya tidak punya objection apapun thd 2 points tsb. benar.
    (2). fanya MUSTAHIL tahu apa rencana Allah thd fanya karena fanya sendiri TIDAK BISA MEMASTIKAN SEPERTI APA CARA HIDUP FANYA KEDEPAN!.

    Rencana Allah thd seseorang menurut hukum-Nya pasti selaras dengan bentuk dan cara hidup seseorang tsb.

    Jangankan rencana Allah, bahkan bagaimana bentuk kehidupan Om Parhobass (yg sama-sama manusia dan intens berkomunikasi) ga usah di akhirat kelak, cukup beberapa hari/bulan/tahun kedepan saja, fanya TIDAK TAHU PASTI!. Dmk juga Om Par thd fanya, mustahil Om TAHU PASTI apa yg ada di benak fanya, mustahil tahu bentuk dan kualitas hidup fanya kedepan. Bisanya paling2 hanya menduga atau memperkirakan. Ini jelas bukan retorika, melainkan fakta!.

    Makanya fanya tanya (yg sampai sekarang blm Om jawab) : “Apakah Om Par sekarang SUDAH TAHU PASTI apakah Om kelak masuk Sorga atau Neraka?

    Mengapa tanyakan itu? karena kalau Om jawab TAHU PASTI atau BISA MEMASTIKAN DESTINASINYA, maka sia-sialah apapun perbuatan Om kedepan, nggak ngaruh lagi karena Om sudah punya DESTINASI yg TIDAK AKAN BERUBAH LAGI (PASTI) apapun yg diperbuat Om.

    Maaf om, fanya pikir dlm hal tsb bukankah malah Om yg selama ini berethorika?

    salam

    • @fanya

      Ada dua tingkat pertanyaan/pernyataan:
      1. Tingkat Islam yang tidak tahu pasti apakah ke sorga atau neraka. Dalam hal ini INJIL mengatakan siapapun yang di luar Kristus pasti ke neraka, sebaliknya yang di DALAM KRISTUS pasti ke SORGA

      2a. Tingkat bagaimana kita di depan kelak (dalam hal ini sepertinya saudara menghubungkan dengan takdir tidak bersyarat), maka sudah juga saya jawab, yaitu jika ke depan Anda berada di DALAM KRISTUS (setia), maka Sorga sudah pasti, dan JIKA ke depan Anda keluar (MURTAD) pasti ke NERAKA, dalam hal ini ISLAM tidak pasti karena berbuat baikpun seseorang tetaplah tidak pasti ke sorga atau neraka

      2b. Tingkat bagaimana kita kelak terhadap perbuatan yang memang tidak kita tidak tahu apa yang terjadi. Kembali ke point utama, memang kita tidak tahu apa yang terjadi di depan kelak, tetapi untuk menghadapi itu kita sudah memiliki iman dan pegangan yaitu SETIA di DALAM KRISTUS atau di LUAR KRISTUS. Dalam hal ini Islam akan berkata “pasrah” saja, “pasrah” karena ketidakpastian tadi.

      kita masih seharusnya tidak perlu lagi berlenggak lenggok mengutarakan apa2 terhadap sesuatu yang sudah disimpulkan ya toh?.
      Jadi sekali lagi saya katakan:
      Sampai mati Anda, Anda tidak tahu ke sorga,karena Anda takut terhadap perbuatan yang mungkin salah di kemudian hari. Sama seperti pernyataan saya kepada saudara Ilham, ada kecenderungan Islam pasrah karena takut terhadap azab Neraka itu sendiri, bukan pada posisi kemuliaan TUHAN SEMESTA ALAM.

      pertanyaan nakal saya masih berlaku;
      apanya yang dikatakan disempurnakan kalau ternyata INJIL sebegitu rusaknya dilihat/diutakatik oleh “Allah” Anda?

      salam

  36. @fanya

    supaya semakin mudah bagi saudara:
    Pondasinya:
    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    (Yohanes 3:16)

    jadi manusia itu sudah seharusnya binasa, mati.
    berikut gambarnya:

    Karena semua manusia akan binasa itu (akan ke neraka), maka TUHAN memberikan penebusan, dibeli kembali dari neraka (itu bahasa literalnya)
    maka tebusan itu diberikan tanpa kecuali, kesemua orang.
    berikut gambarnya:

    tetapi tidak semua percaya kepada Tebusan KRISTUS itu, ada yang tidak, maka yang tidak itu akan tetap pada kebinasaannya, karena memang sudah sejak awal manusia akan binasa.

    Berikut gambarnya:

    nah kalau sudah PERCAYA, karena memang ada kata bertobat. maka tetaplah di situ, SETIA-lah, karena memang ada kata SETIA, tekun.
    Dan KESETIANMU akan terbayar sebagaimana KRISTUS juga setia bahkan sampai mati di SALIB. Dan Kristus sendiri yang mencurahkan darah dan ROH KUDUS telah ada di sorga, dan karena ROH ALLAH adanya di sorga, maka dia yang beroleh ROH ALLAH juga akan ke sorga.
    Dan mereka yang setia dalam pimpinan ROH ALLAH sudah pasti kelakuannya
    kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    kelemahlembutan, penguasaan diri.
    jadi kalau kelakuannya tidak seperti itu pasti di luar ROH, dan yang diluar ROH masih tetap pada dosanya, dan yang tetap seperti itu akan MATI/BINASA..Jadi ada indikasi pada diri Anda yang memampukan Anda mengetahui akhir hidup Anda kelak.
    TEBUSAN sudah diberikan, tetapi ada orang yang secara sadar menolaknya maka ADIL-lah TUHAN menghukum orang itu. ITU lebih adil daripada bagaimana “Allah” Anda mengirim anda ke sorga atau neraka oleh karena perbuatan Anda. Karena keadilan sekali lagi pondasinya adalah Perbuatan ALLAH, bukan perbuatan ANda.

    salam

  37. @Om Parhobass,

    Kalau fanya masih posting komen, sama sekali bukan mau atau utk berdebat karena fanya tau pendapat adalah bukan utk diperdebatkan danberpendapat adalah hak azasi setiap individu.

    fanya juga tidak tertarik utk mempertentangkan ajaran agama manapun karena logikanya setiap agama pasti memiliki keyakinan dan ajaran tertentu yg wajib diimani oleh para pemeluknya.

    Komen-komen fanya di blog ini sesungguhnya lebih merupakan komen thd cara pandang seseorang thdp sesuatu ajaran agama, dhi pandangan Om Parhobass thdp ajaran Islam yg sekaligus membandingkannya dgn ajaran Kristen.

    Dalam hal komen-komen fanya sebelumnya, fanya kemukakan berbagai PANDANGAN FANYA ttg TAKDIR DALAM AJARAN ISLAM yg mungkin bagi sebagian orang khususnya non muslim dianggap tidak logis. Kalau Om Par runut kembali komen-komen fanya, insyaallah tak ada satupun yg MENGKRITISI AJARAN apalagi mendiskreditkan KRISTEN.

    Mengenai prinsip bhw Tuhan telah MENETAPKAN TAKDIR SESEORANG JAUH SEBELUM ORANG TSB EKSIS DI DUNIA, fanya katakan bhw prinsip/ajaran tsb kerap disangkal atau sulit diterima logika manusia jika pijakan berpikirnya terkendala oleh eksistensi dirinya selaku bagian atau pelaku dari takdir itu sendiri. Namun apabila kita geser pola pikir kita ke luar kungkungan takdir tsb dgn analogi menonton FILM, maka kita pasti bisa menerima kebenaran prinsip takdir tsb.
    Ending kisah Harry Potter dkk yg “happy ending” jelas adalah ANUGRAH Pencipta Skenario tsb karena sesungguhnya JK Rowling bisa dan sah saja utk menskenariokan “sad- ending” atau tragic ending sekalipun bagi Harry Potter dkk berikut sosok2 ciptaan lainnya dlm dunia/kisah Harry Potter tsb.

    Itulah SHARE fanya mengenai HUKUM TAKDIR.

    Dikaitkan dgn pernyataan Om Parhobass bhw:
    Beberapa dari Anda akan mengatakan sorga dan neraka adalah anugerah, tetapi dilain hal, seperti jawaban saudara ilham, sorga dan neraka diukur dari perbuatan baik seseorang.
    :
    :
    Jika kita tanya kepada JK Rowling apa alasan ybs selaku “pencipta” kisah Harry Potter menskenariokan (menganugrahkan) happy ending kpd Harry cs, dihadapkan dgn tragic ending yg diskenariokannya bagi Voldemort. Jawabannya pasti akan merujuk pada performance karakter, intelektualitas, perbuatan nilai-nilai kebajikan yg didemonstrasikan masing-masing tokohnya, dan tidak “O… suka-suka gue dong…..”. Itu sebabnya dlm kehidupan manusia sesungguhnyapun, sebagaimana Om Parhobas bilang, ada aspek KESETIAAN, KETAATAN, PERTAUBATAN dsb yg harus diwujudkan/didemonstrasikan dalam kehidupan masing-masing indovidu bukan? Demikianlah fakta yg diajarkan Om Par…..!

    Salam

    • @fanya

      untuk sebuah kebenaran kita perlu kritis, karena menyangkut hidup kita dimasa mendatang

      ajaran agama manapun pasti selalu akan bersinggungan dititik2 tertentu, dalam hal ini YAHUDI-KRISTEN-ISLAM memiliki klaim titik singgung yang banyak,..klaim2 itulah yang perlu kita perdalam, kenapa, mengapa dan gimana koq bisa begitu…otomatis ada perbandingan, dan saudarapun tidak akan pernah bisa lepas dari itu, karena Anda akan berpendapat sesuai apa yang Anda ketahui dari segi agama saudara.

      Perkara Anda setuju atau tidak setuju itu hak penuh saudara terhadap pandangan INJIL (katakanlah dari sudut pandang Parhobass), tetapi hal ini saya perlu tegaskan pandangan INJIL karena ada titik singgung yang kental dari klaim ISLAM terhadap INJIL, nah sekarang pondasi INJIL itu sudah jelas di mata saudara, dan Anda bisa melihat perbedaan kentara dari INJIL yang diyakini Islam (katakanlah saudara sendiri) dengan INJIL dalam ALKITAB yang diimani 2000-an tahun ini.

      Nah dari pengetahuan itu kita bisa menekan diri kita masing-masing untuk tidak terlalu umbar sesuatu yang salah, untuk tidak terlalu berani menduga2 orang lain, dan untuk tidak tidak yang lain, yang intinya menahan diri masing-masing atas klaim2 apapun yang bersinggungan lain,
      proses penahanan diri inilah yang bisa menciptakan TOLERANSI yang akhir2 ini hilang dipermukaan ibu pertiwi ini.
      TOLERANSI itu hilang karena kelompok agama mendeungkan klaim tertentu, dan ternyata klaim itu bisa diluruskan dari pandangan yang lain. Jika dua ini bertemu maka terciptalah chaos. Dan chaos akan makin sering terjadi di INDONESIA ini karena banyak guru-guru palsu dimana-mana, guru-guru yang tidak bisa menahan diri, malah menjulangkan klaim2 yang tidak berguna.

      salam

  38. @Om Parhobass

    Menurut pengamatan fanya, JK Rowling juga secara konsisten menjadikan nilai-nilai positif aspek moralitas dan intelejensi sosok-sosok ciptaannya sebagai tolok ukur (parameter) penentuan ending (takdir) bagi masing-masing karakter.

    Oleh karena itu, berkat kesesuaian dan konsistensi penerapan parameter antara skenario “kehidupan Harry Potter” dgn realitas kehidupan manusia-lah maka kisah Harry Potter tsb diterima dan digemari masyarakat dunia. fanya yakin reaksi masyarakat akan berbeda jika ceritera tsb menerapkan parameter berbeda atau sekehendak hati penulis (tidak ada konsistensi), apalagi jika bertolak belakang (sebaliknya) dari values yg berlaku dlm kehidupan sehari-hari manusia misalkan yang “jahat” dan “malas” yg berjaya…. hihihi…

    Menurut hemat fanya, itulah fakta yg berkembang dalam kehidupan sehari-hari manusia. Reaksi, respek dan apresiasi terhadap seseorang sangat erat kaitannya dengan performance, karakter, dan nilai-nilai positif yg dibangun dan dikembangkan seseorang dalam hidupannya. Nilai-nilai positif tersebut MUTLAK harus dia UPAYAKAN, harus dia KEMBANGKAN, harus dia HIDUPKAN.

    Namun terlepas dari pendapat fanya tsb, silahkan saja kalau Om Par berpendapat lain dan bersikukuh bhw destinasi akhir seseorang tidak memiliki korelasi apapun dengan ikhtiar dan jerih payah seseorang dalam menyikapi berbagai skenario yang tersaji utk dijalani dalam hidupnya.

    Salam

    • @fanya

      sepertinya memang fanya belum dapat menangkap maksud grafik saya dan maksud dari kesimpulan percakapan kita.

      Beda pandangan ISLAM vs Kristen dalam hal sorga dan neraka:

      Kristen Islam
      Perbuatan baik sebagai bukti kita telah menjadi warga sorgawi, karena ALLAH menghendaki itu Perbuatan baik sebagai upaya kita untuk menjadi warga sorgawi, jika “Allah” menghendaki
      Usaha atau perbuatan untuk pengudusan agar dipermuliakan, karena TUHAN mencipta agar ciptaanNYA mempermuliakan DIA Usaha atau perbuatan untuk mengikuti ajaran agama sehingga sekiranya dapat pahala, jika memungkinkan mendapat sorga
      Sorga sudah dibawa oleh tebusan KRISTUS Sorga itu masih diupayakan
      Upaya dan usaha, setia untuk mempertahankan Upaya dan usaha, setia, untuk mendapatkan

      Jadi tetap ada upaya atau usaha kita, tetapi upaya atau usaha kita itu berbeda dalam pondasinya

      saya harap saudara bisa mengerti

      salam

  39. @Om Parhobass

    Merujuk tabel Kristen-Islam diatas, fanya ga keberatan apapun thd konten tabel “kristen”. Tidak demikian halnya dengan konten tabel “Islam”, bagi fanya itu benar-benar keliru dan semata-mata penafsiran, pandangan dan kesimpulan Om Parhobass pribadi. kenapa ? karena Islam mengajarkan :

    1. Melakukan kebajikan (perbuatan baik/amal soleh) adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman (percaya) dan takwa (patuh/taat) kepada-Nya. Orang-orang yg takwa pasti memperoleh keridlaan-Nya. Sebaliknya, tidak melakukan kebajikan adalah manifestasi dari pembangkangan terhadap perintah-Nya. Melakukan kebajikan supaya menjadi warga surgawi samasekali bukan ajaran Islam dan tidak ada dlm ajaran Islam! (hmm…dari mana Om nemu rumusan spt ini?).

    2. Berusaha (ikhtiar) juga adalah perintah Allah. Manusia yg beriman dilarang bermalasan atau hanya bergantung kepada nasib/takdirnya. Allah memandang bermalasan sebagai perbuatan mendzalimi diri sendiri dan Allah tidak menghendaki orang-orang yg dzalim! Usaha yg dilakukan karena Allah (lillahi ta’ala) akan mendapat keridlaan-Nya. Usaha yg dilakukan demi sesuatu, bukan karena lillahi ta’ala, tidak akan mendapat keridlaan-Nya tetapi akan diberi imbalan duniawi secara adil setara dengan intensitas dan kualitas usaha yg dilakukannya. Maka dari itu, siapapun, muslim atau bukan, mendapatkan hasil duniawi dari usaha/ikhtiar yg dilakukanya.

    3. Surga, adalah ANUGRAH bagi siapapun yg DIRIDLAI ALLAH. (dari mana ajaran/statemen bahwa sorga masih diupayakan??)

    4. Berikhtiar, beramal saleh dan bertakwa adalah kewajiban sekaligus identitas orang MUKMIN. Seseorang bisa saja Muslim, meski belum tentu ia MUKMIN.

    Itulah kenapa fanya bolak-balik memposting komen karena Om Par terus mendefinisikan atau menyimpulkan segala sesuatu tentang Islam secara sepihak tanpa dilandasi ilmu yang bersumber dari ajaran Islam. Apakah memang itu refleksi HIDUP DALAM KRISTUS?

    Salam

    • @fanya

      Kerajaan Sorga sudah dekat, itulah Injil yang dibawa KRISTUS.
      Jika tidak ada kepastian sorga maka INJIL telah dirusak.
      Dari pernyataan2 Anda di diskusi inilah yang melahirkan pertanyaan nakal saya:
      Apanya yang disempurnakan “Allah” Anda yang ternyata merusak INJIL sedemikian rupa?

      1. Melakukan kebajikan (perbuatan baik/amal soleh) adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman (percaya) dan takwa (patuh/taat) kepada-Nya. Orang-orang yg takwa pasti memperoleh keridlaan-Nya. Sebaliknya, tidak melakukan kebajikan adalah manifestasi dari pembangkangan terhadap perintah-Nya. Melakukan kebajikan supaya menjadi warga surgawi samasekali bukan ajaran Islam dan tidak ada dlm ajaran Islam! (hmm…dari mana Om nemu rumusan spt ini?).

      sekali lagi saya akan paste jawaban saudara Ilham dan ketiadaan penolakan Anda akan jawaban saudara Ilham;

      saya bertanya di awal begini:

      Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.

      apakah begitu kesimpulannya

      jawab saudara ilham:

      Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

      dan ketika Anda saya tanya kepada saudara:

      kesimpulan tambahan bagi Anda
      a. “Allah” adalah pasti
      b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
      silahkan dikoreksi

      jawab Anda

      fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
      fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
      Bagaimana dengan Om?

      itu masih segar diingatan , jadi Anda tidak perlu berdalih…

      dalam kondisi ni ada komedi berputar, sorga adalah anugerah, ataukah sorga adalah upah..

      2. Berusaha (ikhtiar) juga adalah perintah Allah. Manusia yg beriman dilarang bermalasan atau hanya bergantung kepada nasib/takdirnya. Allah memandang bermalasan sebagai perbuatan mendzalimi diri sendiri dan Allah tidak menghendaki orang-orang yg dzalim! Usaha yg dilakukan karena Allah (lillahi ta’ala) akan mendapat keridlaan-Nya. Usaha yg dilakukan demi sesuatu, bukan karena lillahi ta’ala, tidak akan mendapat keridlaan-Nya tetapi akan diberi imbalan duniawi secara adil setara dengan intensitas dan kualitas usaha yg dilakukannya. Maka dari itu, siapapun, muslim atau bukan, mendapatkan hasil duniawi dari usaha/ikhtiar yg dilakukanya.

      Jika dunia ini kekal maka tidak perlu ada nabi-nabi, rasul-rasul. Karena dunia akan musnah, ada kiamatlah maka perlu ada nabi-nabi, rasul-rasul. Dan karena manusia adalah bagian dari dunia yang akan binasa itu, dan manusia adalah ciptaan “terbaik”, maka logis ada usaha dari Pencipta untuk/agar/supaya manusia tidak ikut larut dalam dunia yang akan binasa. Jadi kalau usaha dilogiskan terhadap hasil di dunia maka ada yang salah di sini. Di dunia memang kita butuh sesuatu untuk hidup, tetapi sesuatu itu tidak akan pernah menjadi tujuan.

      3. Surga, adalah ANUGRAH bagi siapapun yg DIRIDLAI ALLAH. (dari mana ajaran/statemen bahwa sorga masih diupayakan??)

      Lihat kesimpulan saudara Ilham di atas, dan perhatikan komen Anda. Dan dimanapun Islam, rumus pahala adalah sebuah “upaya” penuh harapan akan sorga.

      4. Berikhtiar, beramal saleh dan bertakwa adalah kewajiban sekaligus identitas orang MUKMIN. Seseorang bisa saja Muslim, meski belum tentu ia MUKMIN.

      Itulah kenapa fanya bolak-balik memposting komen karena Om Par terus mendefinisikan atau menyimpulkan segala sesuatu tentang Islam secara sepihak tanpa dilandasi ilmu yang bersumber dari ajaran Islam. Apakah memang itu refleksi HIDUP DALAM KRISTUS?

      diskusi telah panjand di blog ini. Saudara melabrak kesimpulan saudara sendiri. Kesimpulan yang saya tarik tidak asal saya simpulkan, saya malah bertanya kesimpulannya sudah tepat apa belum.

      Saya ulangi kesimpulan saudara Ilham yang Saudara tidak tolak sama sekali:

      Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

      Kalau Anda keberatan maka silahkan saudara rumuskan sekali lagi. Pertanyaannya, untuk apa Anda menjadi seorang mukmin? apakah karena ada rumusan bahwa menjadi mukmin maka “Allah” akan meridhai sorga?

      Refleksi HIDUP DALAM KRISTUS adalah mengatakan kebenaran. Mengutarakan KEBENARAN memang memiliki efek, yang pertama adalah object pendengar akan mengasihani dirinya sendiri. KEBENARAN di depan mata, tidak usah berdalih dan melingkar-lingkar.
      YESUS adalah KEBENARAN, ketika IA berkata IA adalah Anak ALLAH, maka mereka yang pertama menolakNYA adalah ahli-ahli agama, orang yang melakukan hukum-hukum agama, mereka yang menuntut keadilan ALLAH dari upaya/usaha dan kemampuan mereka sendiri.
      Saudara yang datang ke blog ini, jadi saudara harus memiliki kekuatan untuk siap menerima KEBENARAN.

      pertanyaan nakal saya masih berlaku kepada saudara:
      Jika dikatakan menyempurnakan, apanya yang disempurnakan kalau sampai INJIL begitu rusaknya diberitakan oleh “Allah” Anda…

      salam

  40. @Om Parhobass,
    itu masih segar diingatan , jadi Anda tidak perlu berdalih…
    dalam kondisi ni ada komedi berputar, sorga adalah anugerah, ataukah sorga adalah upah..

    :
    :
    fanya:

    hihihi……..kayaknya bukan sekedar “komidi putar”, melainkan akrobatik bak di dunia fantasi qiqiqi……………. masalahnya siapa yg main komidi putar dan berakrobat, mari kita telusuri…
    Om Par bikin statemen :
    a. “Allah” adalah pasti
    b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka
    :
    komen fanya:
    fanya ga punya objection apapun thdp kesimpulan a & b diatas.
    fanya benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kepastian dimana Allah bakal menempatkan fanya kelak. Hal tsb adalah rahasia Allah SWT.
    Bagaimana dengan Om?

    :
    :
    Mari kita lihat kembali kalimatnya ya….
    a. “Allah” adalah pasti
    b. Dalam Islam manusia tidak bisa tahu apakah “Allah” pasti menempatkan Anda di sorga atau neraka fanya tetap konsisten menyatakan bhw fanya tidak keberatan apapun thdp kedua pernyataan diatas, dan fanya tidak kritisi sama sekali.
    ;
    Namun, coba bandingkan dan lihat isi statemen Om Par dalam tabel tsb:

    1. Perbuatan baik sebagai upaya kita untuk menjadi warga sorgawi, jika “Allah” menghendaki.
    2. Usaha atau perbuatan untuk mengikuti ajaran agama sehingga sekiranya dapat pahala, jika memungkinkan mendapat sorga.
    3. Sorga itu masih diupayakan.
    4. Upaya dan usaha, setia, untuk mendapatkan
    :
    :
    fanya ga habis pikir dari mana munculnya ke-4 pernyataan tsb dan fanya sama sekali tidak melihat korelasi antara ke-4 kalimat dlm tabel dengan pernyataan Om butir a-b diatas. Boleh jadi kalau bukan karena sulap, mungkin karena akrobat, atau komedi putar dari dunia fantasi.
    :
    Terhadap ke-4 rumusan/kalimat tsb jelas fanya keberatan, terlebih dikatakan bahwa itu adalah ajaran Islam!
    :
    :

    Mengenai jawaban Pakcik Ilham yg Om jadikan argumentasi/rujukan sebagaimana terjadi dalam diskusi Om Par dengan Pakcik Ilham ttg TAKDIR AZALI yg lengkapnya sbb :

    o Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.
    apakah begitu kesimpulannya
    Jawab:
    Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

    :
    :

    fanya persilahkan Om klarifikasi kepada Pakcik Ilham maksud kalimat jawaban beliau tsb. Mengapa? karena khusus utk poin pembicaraan ttg takdir azali antara Om Parhobass dgn Pakcik Ilham tsb fanya menanggapinya dlm butir 4 sbb :

    4. Mengenai “Takdir Azali”, mungkin sebaiknya disinkronkan terlebih dahulu antara Om Parhobass dengan Pakcik Ilham tentang makna “takdir azali” dalam diskusi ini. Apakah yg dimaksud takdir azali ini adalah takdir awal penciptaan manusia, atau takdir masing-masing individu saja.
    Demikian sekedar sharing saja…

    Artinya apa? disitu fanya menenggarai adanya ketidak sinkronan antara pertanyaan Om dengan jawaban Pakcik Ilham tsb…….. jelas bukan?

    Salam

    • @fanya

      saya:
      Artinya dari sisi manusia, pandangan islam mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu pasti takdir azalinya.

      apakah begitu kesimpulannya

      coba saudara jelaskan jawaban saudara Ilham berikut:

      Ya benar.Di dalam Al Quran hanya diberikan formula berbuat baik balasannya adalah surga.Berbuat kejahatan balasannya adalah neraka.Kita hanya perlu mengikuti formula tersebut.Sejauh mana kita dapat mengikuti formula terssebut adalah tugas kita utk memastikannya sekarang.Dan kitalah yang membuktikan takdir kita yang telah terdahulu pada ilmu Allah.

      sepertinya saudara tidak tuntas menerima dan mengaminkan kesimpulan ini

      salam

  41. @Om Parhobass,
    (1) - Jika kita percaya DI DALAM NAMA KRISTUS, maka kita PASTI ke SORGA, itulah JALAN LURUS yang dicari dan didoakan itu.

    - percaya di DALAM NAMA YESUS artinya memakukan keinginan dagingnya di salib supaya keinginan daging itu mati, dan belajarlah terus untuk mau dipimpin oleh ROH KUDUS…

    - JALAN LURUS= PASTI, tidak ada ketidaktahuan lagi.

    (2). DI DALAM KRISTUS menjelaskan tentang hidup seperti KRISTUS, bukan bicara mengenai “jenis” keyakinan, gereja, atau apapun yang lain, melainkan konsekuensi dari hidup di dalam KRISTUS.

    (3) Refleksi HIDUP DALAM KRISTUS adalah mengatakan kebenaran.
    :
    :
    :
    fanya:
    Tolong koreksi jika fanya keliru. Yang percaya pada YESUS KRISTUS adalah umat KRISTEN, bukan Islam, tidak Hindu, tidak pula Budha. Betul? Jika betul maka:
    :
    1. Pernyataan no. (2) yg dikemukakan Om Parhobas jelas jungkir balik dgn pernyataan no. (1). Dalam hal ini sungguh mustahil non Kristiani (umat Hindu, Budha atau Islam) yg mendasarkan tatanan hidup, ritual ibadah dan parameter kebajikannya hanya mengikuti nilai-nilai kebajikan dan ajaran agama masing2 dapat dikategorikan hidup DI DALAM KRISTUS padahal mereka tidak percaya, tidak tunduk bahkan tidak akui eksistensi YESUS KRISTUS !. Maka dari itu, sepertinya dari dari kacamata Kristen sendiri statement Om Parhobass no. (2) tsb benar-benar ABSURD.
    :
    2. Kalau Om Parhobass konsisten dgn pernyataan no. (2) tsb, berarti langsung maupun tidak Om tlh menyatakan bahwa eksistensi YESUS KRISTUS adalah IDLE karena tanpa keimanan, tanpa kepatuhan, tanpa kepedulian thdp YESUS KRISTUS, manusia tetap bisa menjalani hakekat hidup “DI DALAM KRISTUS” sehingga dipastikan masuk sorga!
    :

    3. fanya tak sangsikan jika selama ini Om Parhobass senantiasa (atau sekurang-kurangnya selalu berupaya keras) HIDUP DALAM KRISTUS. Dikaitkan dengan statemen no. (1) diatas, mohon dijawab pertanyaan fanya sebelumnya: Apakah Om Parhobass kelak PASTI MASUK SURGA?. Merujuk pernyataan Om Parhobass no (3), tolong utarakan KEBENARAN meski mungkin memiliki efek, yang pertama adalah object pendengar akan mengasihani dirinya sendiri.!
    :
    - Kalau jawaban Om adalah “PASTI MASUK SURGA”, jawaban tsb jelas against (kontradiksi) dengan paradigma MURTAD dan TOBAT dalam ajaran Kristen.
    :
    - Kalau jawaban adalah “TIDAK/BELUM TENTU”, juga against statement Om Par nomor (1) diatas. Jadi apa jawabannya? pusing…..mungkin karena itulah sejak pertanyaan tsb fanya ajukan Om Parhobass tak menjawab secara lugas.
    :
    Fakta-fakta tsb dengan gamblang memberikan gambaran secara terang benderang tentang SIAPA yang Om bilang “bermain komedi putar”, “ber-retorika” atau mungkin malah selama ini hidup di “dunia fantasi”.

    Maaf, meski tidak hidup dalam Kristus, fanya juga harus sampaikan kebenaran yg melintas di benak fanya terkait pembicaran kita sebelumnya. Namun jika karenanya Om jadi kurang berkenan, fanya mohon maaf dan selanjutnya tidak akan mampir lagi di blog ini…..

    Salam

    • @fanya

      Untuk penjelasan saya coba lihat grafik dan penjelasan di atas lagi.
      secara kasat mata kesimpulannya adalah:

      pemisah diantara kita adalah:
      Islam:. Anda berbuat baik untuk apa..
      Kristen : Saya berbuat baik karena…

      1. Pernyataan no. (2) yg dikemukakan Om Parhobas jelas jungkir balik dgn pernyataan no. (1). Dalam hal ini sungguh mustahil non Kristiani (umat Hindu, Budha atau Islam) yg mendasarkan tatanan hidup, ritual ibadah dan parameter kebajikannya hanya mengikuti nilai-nilai kebajikan dan ajaran agama masing2 dapat dikategorikan hidup DI DALAM KRISTUS padahal mereka tidak percaya, tidak tunduk bahkan tidak akui eksistensi YESUS KRISTUS !. Maka dari itu, sepertinya dari dari kacamata Kristen sendiri statement Om Parhobass no. (2) tsb benar-benar ABSURD.

      Pintu ke Hadirat ALLAH adalah melalui Kristus. Karena Kristus telah di sorga maka mereka yang menerima Roh Kristus akan ke sorga. Dunia ini secara keseluruhan telah ditebus dari pelanggarannya. Tidak diingat2 lagi. Secara ROH DUnia telah dilupakan pelanggarannya, disimbolkan dengan turunnya ROH KUDUS ke dunia pada masa2 rasul awal, sektiar 50 hari setelah TUHAN YESUS naik ke sorga. Karena TUHAN telah turun maka semua dipanggil untuk memasuki Gerbang KUDUS TUHAN, tetapi tidak semua yang merespon. Hanya sedikit yang merespon, dan yang merespon ini beberapa dipilih untuk dikhususkan, secara umum mereka telah diterima menjadi warga sorgawi, dalam keadaan seperti itu dijagalah hidupnya, bukti bahwa ia telah dipilih, karena itulah ada kata setia, dan kesetiaan itu akan berbuah kemuliaan, dimuliakan, karena ROH KRISTUS yang ada pada kita yang diberikan kepada kita, yang diaugerahkan kepada kiti adalah mulia. Orang yang masih hidup yang belum dimuliakan yang menjaga kesetiaan di dalam KRISTUS itulah yang kemudian disebut orang Romawi sebagai pengikut Kristus, atau disingkat Kristen. Cara hidup, yang mengiktui Kristus, disebut Kristen, jadi bukan karena agama Kristen tutun dari langit lalu harus diikuti, TIDAK.
      Nah jika mengikuti cara Kristus, maka orang lain akan mengatakan dia benar pengikut Kristus (dibaca Kristen).
      Ada orang ber KTP Kristen, tetapi apakah benar dia pengikut Kristus? belum tentu.
      Jadi saudara harus mengerti pondasinya.
      Sehingga di dalam Kristus ada keselamatan, dan karena di dalam KRISTUS ada keselamatan maka mereka yang masuk di dalamNYA akan disebut pengikut Kristus, alias Kristen.
      Jika Agama Kristen menjadi agama yang berdiri di depan garda perang dalam memraktekkan cara hidup Kristus puji syukur.

      2. Kalau Om Parhobass konsisten dgn pernyataan no. (2) tsb, berarti langsung maupun tidak Om tlh menyatakan bahwa eksistensi YESUS KRISTUS adalah IDLE karena tanpa keimanan, tanpa kepatuhan, tanpa kepedulian thdp YESUS KRISTUS, manusia tetap bisa menjalani hakekat hidup “DI DALAM KRISTUS” sehingga dipastikan masuk sorga!

      Betapa susahnya saudara menerima penjelasan saya.
      Kristus telah naik ke sorga setelah mati dan bangkit dari mati itu. Naik ke sorga lalu mengutus ROH KUDUS ke dunia. Artinya Dunia telah siap menjadi object dari Kerajaan Sorga. TUHAN telah memberikan Sorga itu pada saat KRISTUS ada di dunia untuk menyediakannya. Karena telah disediakan maka kita tinggal menceburkan diri pada tebusan keselamatan menuju Sorga kekal itu. Maka kalau sudah mencebur setialah di dalamnya.
      Dalam kesetian itu ROH KRISTUS menemani sampai akhir jaman (janji KRISTUS pada saat kebaikanNYA ke Sorga)

      3. fanya tak sangsikan jika selama ini Om Parhobass senantiasa (atau sekurang-kurangnya selalu berupaya keras) HIDUP DALAM KRISTUS. Dikaitkan dengan statemen no. (1) diatas, mohon dijawab pertanyaan fanya sebelumnya: Apakah Om Parhobass kelak PASTI MASUK SURGA?. Merujuk pernyataan Om Parhobass no (3), tolong utarakan KEBENARAN meski mungkin memiliki efek, yang pertama adalah object pendengar akan mengasihani dirinya sendiri.!

      Sorga itu bukan lagi sesuatu yang didapatkan dimasa mendatang wahai saudara fanya. Islam mengharpkan sorga dimasa mendatang, sementara di dalam KRISTUS itu mengatakan sorga telah diberikan kepada setiap orang yang percaya. Karena Kristus telah naik ke sorga, maka IA mencurahkan ROH KUDUS kepada orang yang percaya, karena TUHAN adalah Raja Sorga dan Roh Kudus dianugerahkan kepada kita, maka kita turut merasakan Sorga meski kita masih didunia. Jadi sorga telah diberikan. pertama disimbolkan setelah kematian YESUS di salib, sekarang disimbolkan dengan kepercayaan kita kepadaNYA. Orang yang telah dianugerah sorga maka akan terlihat gaya hidupnya antara lain kasih, sukacita, lemahlembut, pengusaan diri, dan sebagainya. Jadi warga sorga dapat saudara lihat di dunia ini dari apa yang dibuahkan oleh ROH itu. Dan perbuatan baik itu bukan untuk mendapatkan tetapi untuk membuktikan bahwa kita telah dianugerahi sorga. Om Parhobas sudah menjadi warga sorgawi sekarang, dan Om akan belajar untuk terus setia dan membuktikan itu. Nah karena saya sudah di dalamnya, bagaimana dengan Anda, apakah masih menunggu hingga akhir kiamat nanti? Terlalu lama dan belum pasti, sementara yang pasti ada di mata. Itu intinya. Itulah Jalan Lurus.

      Jadi karena Jalan Lurus sudah dikelaskan YESUS 2000 tahun lalu, pertanyaan nakal saya tolong dijawab, apanya yang dikatakan disempurnakan jikalau ternyata INJIL begitu dirusak oleh “Allah” ANda…

      salam

      • “Sorga itu bukan lagi sesuatu yang didapatkan dimasa mendatang wahai saudara fanya. Islam mengharpkan sorga dimasa mendatang, sementara di dalam KRISTUS itu mengatakan sorga telah diberikan kepada setiap orang yang percaya”.
        :
        :

        rhetoric…!!! Hhhh….. capeee deeeh…….
        :
        Ajaib lagi…. Sorga SUDAH diberikan di dunia tapi banyak PEMURTADAN.
        Ternyataaa…. surga yg diberikan itu tidak kekal dan kurang mengasyikkan sehingga penghuninya…….wes..ewes ewes…bablas minggate wkwkwk……!

      • @fanya

        Hadirat ALLAH dapat kita rasakan meski kita masih di bumi.
        Kita menjadi warga sorgawi, karena itu harus sibuktikan, setia.
        Karena ada kata Setia, maka ada juga yang tidak setia (murtad), sudah diberikan kepada semua orang, malah ada yang tidak percaya dan malah ada yang menerima tetapi dengan sadar mengingkari, maka kebinasaannya tetap pada dia, karena hukumnya sudah jelas, yaitu di DALAM YESUS PASTI akan dipermuliakan, dliuarNYA pasti binasa.

        Karena kita penuh pengharapan akan KERAJAAN ALLAH kelak, dimana kita dimuliakan di sana, maka setialah. Kita belum melihat KERAJAN ITU, tetapi kita dapat merasakan HADIRAT itu karna telah dicurahkan ROH KUDUS, ROH KUDUS dicurahkan karena KRISTUS menang di Sorga dan rela membagi KERAJAAN-NYA, itulah IMAN KRISTEN.

        Itu bukan retorik, tetapi itulah INJIL, Jalan Lurus yang kemudian diupayakan dirusak oleh setan-setan, iblis, pendusta, Injil Palsu, dll.

        jadi Anda berbuat baik untuk mendapatkan sesuatu…
        Injil mengajarkan berbuat baik karena sudah mendapatkan sesuatu…

        harapan saya jangan sampai bablass angine Anda ngga tau apakah ke sorga atau ke neraka…
        tetapi saya kasih tahu selama Anda di luar Kristus, maka pasti kamu ke NERAKA…

        salam

  42. Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro.
    Ayo beli..!

  43. @Om Parhobass
    - Hadirat ALLAH dapat kita rasakan meski kita masih di bumi.
    : “Kita menjadi warga sorgawi, karena itu harus sibuktikan, setia”.
    :
    - Karena kita penuh pengharapan akan KERAJAAN ALLAH kelak, dimana kita dimuliakan di sana, maka setialah. Kita belum melihat KERAJAN ITU, tetapi kita dapat merasakan HADIRAT itu karna telah dicurahkan ROH KUDUS, ROH KUDUS dicurahkan karena KRISTUS menang di Sorga dan rela membagi KERAJAAN-NYA, itulah IMAN KRISTEN.
    :
    - Karena ada kata Setia, maka ada juga yang tidak setia (murtad)”

    :
    :
    :
    “Ah sudahkubilangpun, allamaaak”…… hanya dengan meng-gathuk-kan pernyataan-pernyataan Om Par tsb diatas, semakin jelas bahwa sorga dlm Iman Kristus itu TIDAK PASTI, tidak kekal dan mungkin kurang asyik sehingga Umat Kristen yg telah merasakan HADIRAT sebagai “warga sorgawi”, telah dimuliakan-Nya dan konon telah dipastikan dibagi KERAJAAN ROH KUDUS ….. jebule banyak pulak yg hengkang dan……MURTAD (gak setia)!… lho koq bisa ….?
    :
    :
    “Ah..ya..ya,. mungkin mereka telah tergoda setan…! (lho koq bisa…. emang di dalam KHADIRAT ROH KUDUS masih bergentayangan setan?).
    :
    Maaf ya Om, logika paling kerdilpun bisa menangkap bahwa pernyataan2 Om mengenai KEPASTIAN SORGA bagi yang Percaya Yesus Kristus; SORGA sebagai anugrah tanpa memandang “jenis” keyakinan, gereja, atau apapun yang lain, melainkan konsekuensi dari hidup di dalam KRISTUS (pernyataan Om dlm komen sebelumnya) maupun KHADIRAT ROH KUDUS diatas terbukti saling kontradiktif dan………..penuh retorika belaka!
    :
    salam

    • @fanya

      banyak yang murtad dengan berubah tidak setia karena memang sudah dikatakan demikian oleh FIRMAN ALLAH.

      Perkara ini dapat dilihat pada masa Israel ke luar dari Mesir.
      Semua Israel dipilih dan diangkut keluar dari Mesir, tanpa kecuali, tanpa memandang apa yang telah mereka lakukan di Mesir.

      Mereka semua melihat kuat kuasa TUHAN di gurun,… tetapi ada beberapa yang tidak setia, membandel. Tetapi keadaan manusia yang membandel tidak membuat rencana ALLAH atas tanah perjanjian menjadi berubah, IA tetap SETIA meski kita tidak setia.
      Dan meski semua keluar dari Israel, hanya tidak semua sampai ke TANAH PERJANJIAN. Meski semua keluar dari Mesir ternyata beberapa dari mereka ada yang meminta kembali agar dipulangkan ke Mesir oleh Musa.

      Meski semua telah ditebus untuk TANAH PERJANJIAN DI KERAJAAN-NYA, tidak semua menerima, bahkan yang menerima ada yang kembali kepada kubangannya sendiri secara sadar. Dan karena ada kemungkinan kembali itulah ada kata setia.

      rumusannya begini:
      a. Kerajaan ALLAH adalah Sorga, ALLAH mencurahkan ROH KUDUS kepada orang percara karena KRISTUS telah bangkit dan naik ke sorga.
      b. Orang yang dianugerahkah ROH KUDUS akan merasakan hadirat Kerajaan itu, meski ia masih dibumi. Ia merasakan hadirat sorga karena ROH KUDUS adalah RAJA SORGA.
      c. Kita belum melihat secara nyata KERAJAAN itu, tetapi karena kita merasakan dari realita SORGA itu maka kita yakin dan percaya, beriman bahwa kelak kita akan dimuliakan di KERAJAAN itu. Dimuliakan karena ROH ALLAH yang dicurahkan itu adalah MULIA.
      d. Kita tidak dapat melihat ALLAH tetapi kita dapat merasakan hadiratNYA, itulah kedamaian sejati itu, itulah sorga dalam realita relijius sebenarnya. Dan kelak ketika kita dipermuliakan kita akan melihat dengan jelas DIA YANG DUDUK DI TAHTA KERAJAANNYA.

      Yang pertama dicurahkan kepada orang percaya adalah ROH ALLAH, dan sedemikian roh Anda telah dibebaskan,
      Karena saudara dan saya adalah roh, jiwa dan tubuh, maka ketika roh telah diselamatkan maka jiwa dan tubuh juga perlu diselamatkan. Jiwa dan tubuh itu dilatih dari sifat rohani dari ROH yang telah kita terima, dan cara tubuh kita berperilaku segala keinginan dagingnya sudah terpaku di salib, mati. Nah keadaan inilah yang membuktikan bahwa tubuh, jiwa dan roh kita telah selamat, persetujuan kita atas itu semua akan beroleh kemuliaan kelak ketika penghakiman dilaksanakan.
      Ketika sudah diberikan tetapi kita tidak menggunakannya maka layaklah TUHAN menghakimi kita.

      Itulah INJIL yang diberitakan KRISTUS, yang dibawa TUHAN YESUS, itu bukan retorika.

      Ketika Anda berbuat baik, itu adalah upaya untuk mendapatkan, itulah yang diajarkan oleh dunia ini
      INJIL mengajarkan, Anda berbuah baik karena sudah mendapatkan.

      Tidak ada yang kontradiktif di sana.
      Karena anda masih berkutat pada dosa rohaniahlah segalanya tidak jelas bagi Anda, dosa rohaniah yang tidak akan pernah beres jika tidak menerima/percaya ROH KRISTUS.
      Karena demikianlah seluruh manusia adanya, semuanya akan binasa, dan karena akan binasa oleh KASIH TUHAN, mereka semua ditebus dari kematian itu, dibeli kembali dari kebinasaan itu, sayangnya sudah dibeli masih mau berlaku seperti tidak dibeli, seperti tidak ditebus, dan amalah ada yang dengan sadar tidak setuju terhadap apa yang sudah ia terima.

      Segeralah buka pintu hati selama ROH ALLAH masih berkenan mengetok, itu kata Kitab Suci.

      Salam

  44. @Om Parhobass,

    Sekedar info aktual buat Om Par tentang kunjungan Paus Benedictus ke Jerman hari Kamis 22/9/2011…..
    :
    Sehari sebelum kedatangan paus, ratusan orang juga turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi menentang kedatangan putra Jerman yang pertama kali menduduki tahta kepausan sejak 500 tahun terakhir ini. Mereka menolak kedatangan Paus yang dituding ‘diam’ atas aksi pelecehan seksual di gereja Jerman selama puluhan tahun.
    :
    Paus Benedict sendiri memulai kunjungannya ke Jerman untuk membendung gejolak masyarakat yang mulai beramai-ramai meninggalkan gereja Katolik. Ia berbicara selama 20 menit di sana. Ia mengingatkan masyarakat Jerman untuk tidak meninggalkan agama.
    :
    Di luar gedung parlemen beberapa anggota parlemen melakukan aksi protes dan boikot. Mereka membentang spanduk dan poster berisi kata-kata penolakan bagi Paus.

    :
    (http://id.berita.yahoo.com/aksi-boikot-paus-di-jerman-berlanjut-015840319.html)

    Salam

    • @fanya

      Terimakasih atas infonya…saya sudah mengetahuinya dari berita di TV.

      Paus pertama, rasul-rasul, Paulus, Yakobus, Petrus, d.l.l, mati dan menderita karena Kristus, tetapi Paus-paus berikutnya malah memperkaya diri dengan mengatasnamakan Kristus…oleh karena itulah gerakan Reformasi meledak dimana2 sekitar abad 14.

      Dari info itu dapat kita lihat contoh kebenaran yang sudah dikatakan di atas,

      Bahwa ada orang yang meski telah tercebur di dalam YESUS, bisa berubah tidak setia, tidak tahan uji, dan sebagainya.

      Pada jaman pelayanan Rasul Paulus di Korintus, beliau juga menegur habis-habisan orang-orang yang mengaku pengikut Kristus tetapi melacurkan diri.
      Jadi masalah pelacuran di Gereja sudah sejak dahulu kala,..
      kenapa bisa begitu?
      Yaitu karena banyak yang mengaku Kristen tetapi sebenarnya bukan Kristen. Beragama Kristen tetapi tidak DI DALAM KRISTUS.
      Jadi itu sudah tidak menjadi sesuatu yang aneh, justru itu akan terus ada dan akan ada, karena TUHAN sudah berkata bahwa banyak binatang buas memasuki Gereja secara paksa. Karena itulah ada kata Serigala berbulu domba.

      Raja Daud pernah berzinah, tetapi meski ia berzinah ia bertobat.
      Abraham bahkan poligami dengan Hagar, d.l.l

      tetapi itu bukanlah masalah utamanya…
      masalah utamanya adalah saudara, Islam, menilai bahwa perbuatan adalah upaya untuk mendapatkan sesuatu..
      sementara, INJIL berkata, perbuatan sebagai bukti telah mendapatkan.

      Abraham telah di DALAM TUHAN, sehingga poligaminya dianggap salah, karena pernah ia terbukti berlaku tidak di dalam TUHAN.
      Raja Daud telah di DALAM TUHAN, makanya zinahnya dianggap salah, karena pernah ia terbukti berlaku tidak di dalam TUHAN.
      Apakah poligami Muhammad dianggap salah? TIDAK, sebab ia tidak DI DALAM TUHAN, tetapi meski ia dianggap tidak salah, ia tetap di luar TUHAN, dan sekali lagi yang di luar TUHAN akan binasa.

      kembali ke topik dan dihubungkan dengan info saudara:
      Ketika saudara tidak tahu ke sorga atau keneraka, maka dari perbuatan orang yang DI DALAM TUHAN saudara dapat mengetahui apakah mereka SETIA atau TIDAK. Itulah Jalan Lurus itu.

      salam

  45. @Om Parhobass,

    Jika Kristen mengakui adanya KESETIAAN, MURTAD, PENGAKUAN DOSA, PERTAUBATAN dan PENGHAKIMAN, aspek2 tsb membuktikan bahwa MUSTAHIL MEMASTIKAN destinasi akhir seseorang sebelum kematian dan dilakukannya proses PENGHAKIMAN Tuhan thd ybs.
    :
    Demikian ajaran ISLAM yg selama ini fanya kemukakan kpd Om Par.
    :
    Salam

    • @fanya

      Rumusan yang ini belun Anda pecahkan:

      Ajaran Islam, Anda berbuat baik untuk sesuatu..(bisa jadi untuk sorga)
      Ajaran Kristen, Anda berbuat baik bukti sesuatu…(pasti karena dihargai sebagai warga sorgawi)

      Mengenai menghadapi penghakiman kelak,…

      1. Kita mustahil mengetahui apa2 yang akan terjadi dikemudian hari, itu tepat, tetapi TUHAN pasti tahu, karena itulah ada konklusi di atas bahwa TUHAN adalah pasti. TUHAN yang pasti telah menubuatkan hal-hal yang akan terjadi bahkan sampai penghakiman dan setelah penghakiman itu. Semua nubuat itu telah tertulis di Kitab Suci. Karena sudah tertulis maka kita dapat mengetahui rencana Global ALLAH, IA sudah menentukan, menetapkan sesuatu, dan respon kita kepada sesuatu itulah yang mengarahkan pola/cara hidup kita yang tidak mengetahui kepastian di masa depan ini.

      2. Karena kita tidak tahu pasti di depan dan kita diberitahukan tentang kejadian pasti di masa mendatang, maka ada kata iman.

      3. Iman itu seperti sudah menggenggam apa yang dijanjikan di depan kelak. Kita merasakannya tetapi tidak dapat kita lihat secara nyata, kita tidak melihatnya tetapi kita merasakannya. Kita merasakannya karena Roh Kristus tlah dicurahkan sejak 2000 tahun lalu, dan sejak kita mengaku percaya kepada TUHAN YESUS.

      4. Iman itu paralel dengan pengharapan dimasa yang akan datang itu. Karena masa mendatang itu sudah pasti, maka iman itu juga menjadi pasti, Jalan Lurus.

      5. Jika seorang telah kendor imannya baiklah ia berdoa dengan penuh pengharapan, supaya TUHAN mengampuni.

      6. Jika seorang telah berdosa baiklah ia minta ampun, karena YESUS Maha Pengampun

      7. Jika seorang telah murtad berarti kembali ke hukum awal yaitu:
      DI DALAM YESUS pasti HIDUP dan di luar YESUS pasti Binasa. Itu seperti sebagian orang Israel yang menuju Kanaan, eh malah minta balik ke Mesir sebagai budak.

      Nah kembali ke kesimpulan yang berulang saya ucapkan:
      Jadi kita ke SORGA dan ke NERAKA itu dapat kita ketahui sekarang, bukan nanti. Seperti contoh info Anda, Anda sendiri tahu bahwa perbuatan pelecehan seks itu tidak baik karena itu bukan ciri Khas di DALAM KRISTUS.

      nah jika seseorang di dalam keadaan itu kewajiban kita adalah berdoa kiranya TUHAN menjamah mreka sehingga bertobat, dan jika seseorang itu telah menyadari kesalahannya maka semoga ia berpaling kepda TUHAN, bukan malah menantang lalu menghujat, lalu murtad.

      Ada tubuh, jiwa dan roh.

      Bagian terdalam dari manusia itu adalah roh.
      Ketika Anda percaya maka roh Anda sudah diselamatkan, roh Anda sama sekali baru.

      Jiwa Anda harus diselamatkan sepanjang hidup Anda, dengan cara berpikir tertuju kepada TUHAN senantiasa, disiitulah kesetiaan berlaku.

      Tubuh Anda harus terus diselamatkan sepanjang hidup Anda, dengan cara semakin mengenal keinginan2 ROH, itulah pengudusan itu.

      Karena tubuh, jiwa dan roh itu telah dipenuhi oleh kehendak ROH TUHAN, maka TUHAN akan melihat ROH TUHAN, dan ROH TUHAN adalah MULIA, maka mereka yang percaya itu akan dimuliakan juga, Karena ROH TUHAN adalah RAJA SORGA, maka mereka yang dicurahkan dan menerima ROH TUHAN akan di sorga juga. PASTI KE SORGA.

      Lalu apakah sorga itu masih tergantung kepada kesetiaan, kekudusan yang kita upayakan?
      TIDAK, karena sudah dikatakan Sorga bukan perkara apa yang kita perbuat, bukan berdasar upaya kita, melainkan karena anugerah sorga itulah kita harus setia, dan kita harus kudus.
      Kita diselamatkan secara roh bukan karena kita telah kudus dan setia, melainkan ketika di dalam dosalah kita diterima sebagai anak-anakNYA.
      Karena masih didalam dosa itulah pernah kita diselamatkan maka ketika sudah diselamatkan kita harus hidup baharu sama sekali.
      Kalau ada yang tidak hidup baharu, berarti ia belum juga pernah diselamatkan di dalam roh. Dan kita bisa mengetahuinya.
      Dan orang yang sudah lahir baharu kita dapat juga mengetahuinya, antara lain ia akan penu kasih, sukacita, lemah lembut, d.l.l

      Pertanyaan saya ulang lagi kepada saudara:
      Apakah saudara tahu apakah saudara ke sorga kelak?

      semoga sudah paham perbedaannya.
      Salam

      • @Om Parhobass
        Pertanyaan saya ulang lagi kepada saudara:
        Apakah saudara tahu apakah saudara ke sorga kelak?

        :
        :
        fanya:
        Biar Om Pr nggak main komedi puter terus, fanya copas jawaban/statement fanya terdahulu :
        :
        Allah SWT pasti sudah sangat mengetahuinya.
        Bagi fanya sendiri, fanya yakin arahnya tentu menuju pada keridlaan-Nya karena itulah yg selama ini senantiasa fanya usahakan. Soal hasil akhirnya mendapat predikat berhasil – belum berhasil – sedang – baik – memuaskan – atau cum laude, tentu hanya akan diketahui saat wisuda setelah segala sesuatunya tuntas bukan?
        :
        :
        ++++
        Om Par, Jika PENGHAKIMAN telah ditetapkan TUHAN sbg MEKANISME HUKUM utk menentukan destinasi akhir seseorang, menurut logika maka selain Tuhan siapapun mustahil mengetahui destinasi ybs berada di mana kelak!.
        :
        Maka dari itu jika ada manusia yg mengaku TAHU PASTI destinasi akhir seseorang atau dirinya, maka diakui maupun tidak, ia telah MELECEHKAN HUKUM TUHAN, menganggap dirinya bagian atau bahkan Tuhan sendiri, sehingga ia sama sekali tidak bertuhan!
        :
        Tentu Om Parhobass ingat Pendeta James Warren Jones yg berafiliasi dengan denominasi Protestan, Murid-murid Kristus. Pdt. Jones dan gerejanya memperoleh reputasi sangat terpuji karena giat membantu warga kota yang paling miskin, khususnya kaum minoritas rasial, para pecandu narkotika dan kaum tuna wisma. Dapur-dapur makanan, pusat-pusat asuhan, dan klinik-klinik medis untuk orang-orang lanjut usia didirikan, bersama-sama dengan program-program konseling untuk para pelacur dan pecandu obat bius yang ingin mengubah hidupnya. Kenisah Rakyat membangun hubungan yang kuat dengan sistem kesejahteraan negara bagian California. Pada 1970-an, Kenisah Rakyat memiliki dan mengelola sekurang-kurangnya 9 panti jompo, enam rumah untuk anak-anak asuh, dan sebuah tanah peternakan seluas 40 acre untuk orang-orang yang cacat mental. Mereka mempunyai program bantuan bea siswa dan asrama di Santa Rosa Junior College. Betapa sorgawi hidupnya bukan??
        :
        Malangnya, Pendeta Jones ketahuan mencuri dari anggota-anggotanya, memalsukan penyembuhan-penyembuhan ilahi, menghukum anggota-anggotanya dengan keras, mempraktikkan sodomi, dan menganggap dirinya sebagai Mesias yang baru.
        :
        Dari aspek substansi ajaran, seperti halnya Om Parhobass, Pdt. Jones juga ajarkan kepada jemaat dan masyarakat luas Alkitab dan keyakinan kepada Yesus Sang Mesiah.
        :
        :
        Jika Pdt. Warren Jones wafat antara tahun 1960-1972, ditinjau dari apa ditampilkan lewat perbuatan, tutur-kata, ajaran dan cara hidup kesehariannya, tak disangsikan jika segenap umat Kristiani yakin merasa TAHU PASTI bahwa beliau PASTI KE SURGA. Sayangnya Pdt. Jones tewas tgl 18 Nopember 1978 setelah tertembak dalam sebuah penyergapan; setelah memaksa jemaatnya bunuh diri demi kesetiaan kepada sang MESIAH sehingga 911 orang termasuk 276 anak-anak ditemukan tewas.
        :
        Mungkin sejak tgl 18 Nopember 1978 tsb umat Kristiani meyakini bahwa destinasi akhir ybs kini berubah……….; atau boleh jadi tetap meyakini Pdt. Jones KE SORGA karena dosa dan kesalahannya telah ditebus YESUS KRISTUS di tiang salib 200 thn y.l….. entahlah.

        Salam

      • @ Om Parhobass

        Kalo boleh fanya formulasikan “TAKDIR AZALI” manusia secara literal adalah AH………
        Wkwkwk……maksud fanya berawal dari A dan berakhir di H……..qiqiqiqi.
        :
        Well….,what I wanna say is just as simple as this:
        :
        A = A; Above all else (sesuatu; diatas segala sesuatu [dimuliakan])
        B = Birth (kelahiran)
        C = Choices; Competence & Capacity (pilihan-pilihan; kompetensi dan kemampuan)
        D = Death (kematian)
        E = Earthed-Elevated-Evaluated (dikebumikan-dibangkitkan-dinilai)
        F = Fortune (peruntungan)
        G = Gains (perolehan)
        H = Heaven-Hell (Surga – Neraka)
        :
        :
        Begitulah kurang lebih “TAKDIR AZALI” manusia. Yakni fase A hingga H.
        :
        Di antara fase A hingga H tsb hanya fase C yakni Choices (pilihan-pilihan); Competence (kewenangan) untuk memilih/menentukan pilihan dan Capacity (kemampuan/kecerdasan untuk mengetahui konsekwensi dari setiap pilihan) yg dimungkinkan untuk kita kelola, atur dan upayakan, yang mana otomatis berdampak pada fase-fase berikutnya.
        Selain fase C, fase-fase lainnya adalah mutlak ada ditangan Allah swt.
        :
        Bicara tentang ajaran dan petunjuk, Allah SWT telah memberi petunjuk yang begitu lugas dan gamblang tentang berbagai aspek menyangkut A-H (“TAKDIR AZALI”) melalui para Rasul dan Kitab-kitab-Nya. Tetapi dalam hal TAKDIR/NASIB INDIVIDUAL (bukan takdir azali) mutlak tersimpan rapi di Loh Mahfudz Allah SWT yang sepenuhnya berada diluar pengetahuan manusia.
        :
        :
        Sekedar tambahan, Fase F = Fortune (peruntungan) formulasi fanya diatas merepresentasikan akumulasi muamalah seseorang dalam hubungan antar manusia (hablum minan naas) dan adanya SYAFAAT Rasulullah SAW bagi mereka yang senantiasa bershalawat kepada beliau.
        :
        Sangat menarik bukan? ……………. Itulah Islam.
        :
        Salam

      • @fanya

        Ada sebuah alur umum yang diajarkan Islam (koreksi saya kalau salah)
        1. Bahwa pada saat dikandungan malaikat2 mencatat takdir seseorang)
        2. Pada saat penghakiman ada dua malaikat yang akan mempertanyakan perbuatan apa yang telah dilakukan setiap orang., dari perbuatan ini akan dilihat siapa yang ke sorga dan siapa yang ke neraka, sedang yang mati shahid akan langsung ke sorga tanpa ditanya.
        3. Rumus umum lain adalah seseorang yang mengikuti peraturan agama, ada kemungkinan menerima keridhaan sorga.
        4. Segala sesuatu tunduk atas ilmu “Allah”
        5. Setelah kematian beberapa orang akan berada dipenyiksaan oleh karena perbuatannya di bumi semasa hidupnya.

        jika alur ini betul maka pertanyaan saya berlanjut:
        1. Jika malaikat2 telah mencatat kehidupan seseorang di kandungan, lalu untuk apa malaikat lain mempertanyakan apa2 yang telah dilakukan seseorang? Kecuali memang yang dicatat di kandungan itu bukan perkara sorga dan neraka tentu alur itu bisa diterima, tetapi apakah demikian?
        2. Jika seseorang melakukan perintah agama, yang mana perintah agama diturunkan oleh “Allah”, maka kita dapat mengetahui kelakukan seseorang dari perintah itu, apakah menurut apa tidak. Pertanyaan, jika seseorang mengikuti peraturan agama itu apakah fanya bisa melihat?, jika seperti kata Ilham bahwa jika melakukan perintah maka sorga adalah sebuah pahala, maka dapatkah fanya mengatakan wah si anu itu ahli kubur, (dia pasti melewati siksan kubur, karena perbuatannya baik sesuai aturan agama)…
        3. pertanyaan umum sedari awal,
        a. apakah ke sorga atau keneraka itu telah ditetapkan sebagai takdir?
        b. apakah sorga/neraka adalah anugerah atau upah dari mengikuti hukum-hukum “Allah”…

        Nah perihal seorang yang mengaku Mesias yang Anda sebut datas:
        rumusannya sudah jelas sekali, YESUS mencurahkan ROH KUDUS, yang olehnya kita dapat melihat buah-buah rohaniah, antara lain kasih, suka cita, damai sejahtera, d.l.l, Nah dari setiap buah roh ini fanya sendiri meski yang bukan Kristen dapat melihatnya, siapa saja dapat melihat, karena ada kata Kitab Suci: “Dari buahnya kita tahu pohonnya”. Dari perbuatan seseorang kita tahu siapa TUHANnya, agamanya, dll. Nah dari klaim pendeta itu sebagai Mesias saja sudah menantang MESIAS YESUS, apakah masih bisa dsebut DI DALAM YESUS?
        Fanya bisa melihatnya, dan fanya sudah memiliki pengetahuan INJIL, yaitu yang DI LUAR YESUS pasti binasa. Kita dapat mengetahui karena TUHAN tidak pandang bulu telah memberi pengetahuan tentang DIA sejak bumi diciptakan. Yang menjadi masalah adalah meski mengetahui tetapi beberapa orang dengan sadar atau beberapa orang tidak mampu mengikuti standar KUDUS TUHAN, karena IA ADALAH MAHA dan kita tidak.

        Kelakuan seseorang yang DIDALAM KRISTUS atau DI LUAR KRISTUS tergantung kepada curahan ROH KUDUS, meski KERAJAAN SORGA bukan di dunia ini, tetapi karena dikatakan DICURAHKAN, berarti dunia ini dapat merasakan HADIRAT ALLAH, apa yang dapat kita rasakan itulah sebagai bayangan dari SORGA YANG NYATA KELAK ketika kita telah dimuliakan dalam kebangkitan waktu penghakiman.
        Dadalam keadaan inilah kita yakin dalam iman, meski tidak terlihat, tetapi di dalam iman kita melihat, bahwa SORGA PASTI, karena KRISTUS YANG mencurahkan ROH KUDUS adalah RAJA SORGA.

        salam

  46. Yesaya 43:7, IBIS
    Sebab mereka semua telah dipanggil dengan nama-Ku, mereka Kuciptakan untuk mengagungkan Aku.”

    Pertanyaan?
    1. Siapa yang memanggil?
    2. Siapa yang dipanggil?

    Dalam agamaku:

    “Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku” (Adz Dzariyat : 56)

    Jadi Islam dengan sangat tegas dan padat dalam masalah ini. Sebab segala sesuatu yang baik diniatkan hanya kepada Allah, maka imbalannya adalah pahala.

    Akan tetapi pahala tidak menjamin seseorang masuk syurga. Bahkan derajat yang tinggi juga tidak menjamin seseorang masuk syurga. Lalu untuk apa umat islam beribadah? Jawabannya hanya satu: Mencari keridhaanNya.

    Perlu Anda ketahui Par, bahwa umat islam beribadah bukan mengharapkan syurga dan takut neraka. Bagi diriku sekalipun syurga itu di hapus oleh Allah aku akan tetap beribadah kepadaNya.

    • @saudara nn

      pertama terimakasih sudah mampir

      Sebab mereka semua telah dipanggil dengan nama-Ku, mereka Kuciptakan untuk mengagungkan Aku.”

      Pertanyaan?
      1. Siapa yang memanggil?
      2. Siapa yang dipanggil?

      1. Yang memanggil TUHAN
      2. Yang dipanggil adalah semua orang tak terkecuali

      Dalam agamaku:

      “Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku” (Adz Dzariyat : 56)

      Jadi Islam dengan sangat tegas dan padat dalam masalah ini. Sebab segala sesuatu yang baik diniatkan hanya kepada Allah, maka imbalannya adalah pahala.

      Akan tetapi pahala tidak menjamin seseorang masuk syurga. Bahkan derajat yang tinggi juga tidak menjamin seseorang masuk syurga. Lalu untuk apa umat islam beribadah? Jawabannya hanya satu: Mencari keridhaanNya.

      Perlu Anda ketahui Par, bahwa umat islam beribadah bukan mengharapkan syurga dan takut neraka. Bagi diriku sekalipun syurga itu di hapus oleh Allah aku akan tetap beribadah kepadaNya.

      Disinilah jurang pemisah antara INJIL dan ISLAM.
      Sesuai kutipan di atas maka TUHAN memanggil siapa saja ciptaanNYA untuk memuliakan DIA, karena TUHAN memang MULIA. Dan karena dunia ini tidak ada kemuliaan sama sekali dan akan binasa, akan ada kiamat, tidak kekal, maka kita yang masih di dunia yang akan kiamat ini dipanggil kepada persekutuan didalam kekekalan. Persekutuan kekekalan itulah yang beberapa orang menyebutnya sorga. Dalam bahasa INJIL disebut KERAJAAN SORGA, atau KERAJAAN ALLAH, atau KERAJAAN KRISTUS. Di dalam KEREAJAAN itulah ada ibadah yang benar karena hadirat TUHAN memenuhi segala sesuatu di sana.

      Pertanyaan saya dari awal adalah keridhaan itu apa yang ada di dalamnya, sorga apa neraka?
      Perbuatan baik Anda demi pahala demi keridhaannya sudah saya sebut tablenya di atas, Anda tinggal mengkounter kesimpulan itu, mananya yang tidak sesuai denga nIslam?

      Kristen Islam
      Perbuatan baik sebagai bukti kita telah menjadi warga sorgawi, karena ALLAH menghendaki itu Perbuatan baik sebagai upaya kita untuk menjadi warga sorgawi, jika “Allah” menghendaki
      Usaha atau perbuatan untuk pengudusan agar dipermuliakan, karena TUHAN mencipta agar ciptaanNYA mempermuliakan DIA Usaha atau perbuatan untuk mengikuti ajaran agama sehingga sekiranya dapat pahala, jika memungkinkan mendapat sorga
      Sorga sudah dibawa oleh tebusan KRISTUS Sorga itu masih diupayakan
      Upaya dan usaha, setia untuk mempertahankan Upaya dan usaha, setia, untuk mendapatkan

      dari tabel ini menjelaskan ada suatu keridhaan “Allah” Anda yang diharapkan dari upaya perbuatan baik saudara.

      Dalam hal ini jurang pemisah lainnya adalah:
      KERIDHAAN ALLAH itu telah diberikan terlebih dahulu di GOLGOTA, di SALIB, KERIDHAAN itu bukan sesuatu yang perlu dinanti-nantikan lagi di akhir jaman ini, itu sudah diberikan oleh KRISTUS.
      dan karena sudah diberikan maka SORGA itu sudah pasti dan dapat kita pilih sekarang. Sementara saudara, karena belum dapat dilihat dan dipilih, maka saudara tidak ada kepastian ke sorga atau ke neraka. Tetapi Kristus sudah memberikan pilihan, bahwa DI DALAM DIA ADA KEHIDUPAN, DI LUAR DIA pasti BINASA, lalu bagaimana saudara?

      salam

      • Hmmm…

        Dalam perspektif anda, anda keliru melihta Islam begitu. Kaum muslimin beriadah dan mengagungkan serta mensucikan Allah bukan mengharapkan syurga.

        Kami beribadah karena merupakan kewajiban bagi kami bukan mengharapkan syurga. Soal mendapatkan pahala atau tidak itu urusan Allah.

        Yang jelas kaum muslimin beribadah adalah mencari keridhaan Allah.

        Semoga paham

      • @my friend Blu.

        Tapi memang itulah yg dijelaskan parhobas bahwa:
        “yg jelas bagi Kristen belum dapat dilihat dan dipilih oleh Muslim,
        walau jelas: di dalam Kristus ada kehidupan abadi”

        Kau bilang:
        “Yg jelas kaum muslimin beribadah adalah mencari keridhaan Allah”

        Jadi,
        Bagi Kristen, Allah telah ridha berdamai dgn manusia.
        Dan manusia telah mendapatkan keridhaan-Nya itu,
        Tetapi bagi Muslim masih sedang mencarinya.

        Percis spt kau bilang::
        “Yg jelas kaum muslimin beribadah adalah mencari keridhaan Allah.”

        Ngomong-ngomong kita bektuleptoplah:
        “Mengapa Allah mencptakan alam semesta?”

        Keingin tauan ku sebenarnya:
        Mengapa Allah SWT menciptakan alam semesta lagi
        Toh, alam semesta telah diciptakan oleh Allah Israel?

        Kongkritnya:
        Apakah Allah Israel percis = Allah SWT?
        Apa saja persamaannya dan
        Berapa besar bedanya.

        Salam Damai!

      • @ Om Parhobas (boleh manggil “om”, yah ?)
        Mohon ijin berkunjung…. makasih.

        @ Mas Filar Biru
        Assalamu’alaikum,,, mas (ternyata maen ke sini yah)
        Setuju,,, mas.
        Islam adalah agama yang mengajarkan kepasrahan diri total. Berbeda dengan agama primitif lainnya, dalam Islam kita diajarkan untuk senantiasa menyerahkan segala sesuatunya pada Allah Ta’ala, dalam bahasa Al Qur’an digambarkan “sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk-Mu” (QS 6:162). Ketika agama2 lainnya mengajarkan arogansi dalam tameng “aku sudah mendapatkan ridho Tuhan”, justru Islam mengajarkan kerendahan hati untuk tidak mengkalim diri telah mendapatkan ridho Tuhan. Karena semua adalah hak-Nya.

        Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. SEKIRANYA TIDAKLAH KARENA KARUNIA ALLAH DAN RAHMAT-NYA, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS An Nur, 24 : 21)

        Arogansi dengan mengklaim diri telah mendapatkan ridho Tuhan pada akhirnya menjerumuskan manusia pada perbuatan keji dan mungkar, itulah mengapa dalam agama2 lain kita menyaksikan pelegalan kemaksiyatan, bukan ?

        Salam…

      • Ya Allah,,, bimbing kami dalam jalan-Mu yang lurus, kami tak berani berkata telah mendapatkan ridho-Mu, Tiada daya dan kekuatan melainkan dari-Mu.

        Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al Baqoroh, 2 : 286)

        Tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Amin.

      • @samaranji

        Jalan Lurus itu sudah diberikan 2000 tahun lalu…
        Rahmad dan Anugerah sudah juga diberikan 2000 tahun lalu…
        Jadi saudara tidak perlu berdoa seolah jalan lurus belum dan akan diberikan,… itu sudah diberikan…

        Salam

      • @Samaranji

        Wa’alaikumssalam wr wb.

        Iya dulu saya sering main kesini dan debat cantik dengan tuan rumah, hanya saja baru2 sekarang main lagi hehehehe.

        @Maren

        Apa kabarmu? uda lama kagak muncul di blog saya?

        hmmm… Itukah jawabanmu @Maren?

        Maren…sebelum aku menjawab “Ilustrasimu” sebaiknya engkau pandangi alam di sekitarmu? adakah yang salah dengan Pencitaan Tuhan Yang Maha Kuasa?

        Ku katakan kepadamu bahwa kaum muslim di seluruh dunia ini beribadah bukan untuk mencari sensasi, ketaatan, kepatuhan, ataupun kepasrahan. Yang mereka cari adalah KERIDHAAN Tuhan. Sebab setiap amalan baikku belum tentu berbuah pahala boleh jadi itu azab bagi diriku ataupun teguran dari Rabbku.

        Yang perlu saya tekankan di sini adalah bahwa Urusan Syurga dan Neraka itu adalah HAK PREROGATIF ALLAH SWT, sebab ada manusia yang berbuat baik hanya sekali masuk syurga dan ada manusia yang hanya berbuat jahat sekali terus masuk neraka. Jadi tolok ukurnya bukan sebuah PAHALA melainkan ANUGRAH dan DOSA,

        Allah SWT adalah Zat Yang Maha Tunggal, Dia adalah Tuhan Semesta Alam, Tuhanmu dan Tuhanku, Tuhannya orang Israel, Tuhannya orang Indonesia.dll. Di sisi Tuhan tidak ada bedanya antara engkau dan aku, kita semua adalah hamba2Nya, yang membedakannya antara engkau dan aku adalah Ketaqwaaan dan keimanan saja. Aku beriman kepada Allah SWT sedangkankan engkau beriman kepada mahklukNya.

        @Par

        Bagaimana dengan sebelum 2000 tahun yang lalu? apa itu artinya jalannya bengkok?

      • @Filar Biru

        Bagaimana dengan sebelum 2000 tahun yang lalu? apa itu artinya jalannya bengkok?

        Sebelum 2000 tahun yang lalu TUHAN merencanakan JALAN LURUS itu…
        JALAN LURUS itulah yang dnubuatkan oleh para nabi-nabi
        dan untuk JALAN LURUS itulah Para RASUL diutus…

        jadi kalau saudara masih mendoakan JALAN LURUS, maka YESUS Telah memberikannya kepada saudara…

        Ketika saudara menunggu keridhaan, maka TUHAN telah ridha 2000 tahun lalu..
        Sampai mati saudara, saudara tidak akan pernah tahu Rahasia Sorga dan Neraka…
        2000 tahun lalu sudah diberitakan, bahwa DI DALAM YESUS adalah SORGA dan di luar KRISTUS adalah mati kekal, neraka.

        salam

      • Sebelum 2000 tahun yang lalu TUHAN merencanakan JALAN LURUS itu…
        JALAN LURUS itulah yang dnubuatkan oleh para nabi-nabi
        dan untuk JALAN LURUS itulah Para RASUL diutus…

        jadi kalau saudara masih mendoakan JALAN LURUS, maka YESUS Telah memberikannya kepada saudara…

        Ketika saudara menunggu keridhaan, maka TUHAN telah ridha 2000 tahun lalu..
        Sampai mati saudara, saudara tidak akan pernah tahu Rahasia Sorga dan Neraka…
        2000 tahun lalu sudah diberitakan, bahwa DI DALAM YESUS adalah SORGA dan di luar KRISTUS adalah mati kekal, neraka.

        Saya tidak menunggu keridhaan Tuhan???!!! saya mencari dan mencari, Saya mempunyai dua kaki dan dua tangan dan otak untuk berpikir.

        Sama seperti anda saya juga tidak tahu rahasia syurga. Kalau anda tahu anda pembohong besar.

        Yang perlu di garisbawahi adalah Syurga dan Neraka itu rahasia Tuhan, tak seeorangpun yang mengetahui kecuali orang-orang yang DIKEHENDAKI OLEH ALLAH sendiri.

      • @Filar Biru

        Justru itulah Berita Gembira, INJIL yang diberitakan YESUS, bahkan sampai mati, di salib…

        Sorga telah diberikan, keridhaan TUHAN telah dicurahkan dalam anugerah KASIH KRISTUS 2000 tahun lalu…

        nah karena sudah diberikan itulah maka KRISTUS mewanti-wanti supaya siapapun jangan sampai merasa tidak diberikan Sorga, jangan sampai dibawa keluar lagi dari Sorga…

        dan oleh karena itulah maka sangat mudah membedakan mana INJIL yagn benar mana Injil yang palsu…

        jadi Intinya, saudara sudah diberikan keridhaan sorga 2000 tahun lalu, sekarang pertanyaan saudara menolak atau tidak?
        dan karena menolak itulah maka TUHAN ADIL menghukum saudara, karena saudara sudah diberikan eh malah menolak…

        salam

      • @ Om Parhobas
        Loh, koq Tuhan datangnya telat,,, Lah sebelum 2000 tahun yang lalu ummat manusia pada gak tahu dimana Tuhannya ya ? Pada nunggu2 Tuhan menjelma yah ?

        Tahun 0 – Sekarang >>> Tuhan memberikan keridhoan surga
        Sebelum Tahun 0 >>> Tuhan belum ridho, baru sebatas janji (kasihan manusia yang lahir sebelum tahun 0) Termasuk Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa. Para Nabi sebelum Tahun 0 belum mendapatkan keridhaan Tuhan…. (???)

        Injil emang berita gembira, om. Berita gembira bagi ummat beragama yang haniif waktu itu akan segera muncul Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW. Yang mengajak seluruh ummat manusia untuk kembali pada jalan yang lurus. Jalan yang ditempuh orang2 beriman sebelum Tahun 0 dan sesudah tahun 0.sekalipun.

      • @Samaranji

        setelah ADAM berdosa, sejak itu TUHAN menyediakan JALAN untuk KRISTUS..

        kalau saudara selidiki semua orang relijius baik dalam bentuk agama maupun keyakinan mendambakan “PENYELAMAT”, itu dapat diamini karena memang sejak ADAM TUHAN sudah mengatakan akan mengirim MESIAS…

        nah masa itulah yang terjadi sebelum 2000 thaun yang lalu, dan masa itulah yang sedang digenapi 2000 tahun yang lalu yang diceritakan oleh RASUL-RASUL…jadi itulah guna dan fungsi RASUL, yaitu memberitakan baha DIA YANG DIJANJIKAN itu sudah datang…. IA DATANG MENYELAMATKAN dunia, termasuk saudara…

        nah karena sudah dikatakan datang, dan dikatakan INJIL, maka sudah tidak perlu lagi injil atau berita gembira yang lain, dan karena itulah YESUS mewanti2 :” Hati-hatilah kepada “penyelamat” palsu”.

        Tugas RASUL berikutnya adalah memberitakan tentang kedatangan TUHAN EYSUS kedua kali, kelak pada saat penghakiman..

        salam

  47. Ah,,, aneh ya? Istilah Allah keknya muncul dari islam. Kenapa cape-cape diplintirkan jadi yesus.

    *hoax*

    • @asam

      jika bicara mengenai istilah, maka istilah kata “Allah” bisa dirunut kepada bahasa Aram, yaitu “Elah”.

      dan orang Arab yang Kristen juga menyebut istilah “Allah” untuk menyebut Pencipta.

      YESUS sendiri mengklaim diriNYA sebagai Anak ALLAH yang dalam latar belakang orang yang mempercayai ALLAH (harap dibedakan jika capslok semua) itu sama saja menyamakan DIRINYA sebagai ALLAH, dan justru oleh karena klaim inilah para pakar Kitab Suci mengupayakan hukum mati bagi YESUS.
      Jadi kalau ANda tidak percaya YESUS adalah ALLAH maka Anda persis seperrti orang Yahudi di jaman itu.

      salam

  48. @Om Maren

    “Apakah Allah Israel percis = Allah SWT?
    Apa saja persamaannya dan
    Berapa besar bedanya.
    Salam Damai!”

    :
    :
    ;
    Mohon ijin fanya share pendapat Om, meskipun pertanyaannya buat Om FB.
    :
    - Allah adalah Maha ESA; maka
    - Allah SWT adalah Tuhan semesta alam, Dia adalah Allah Israel juga!

    - “Persamaan dan Perbedaan” sesungguhnya hanya ada dalam persepsi manusia saja.
    Hal itu boleh jadi karena adanya keterbatasan kecerdasan maupun karena keengganan seseorang utk menyerap secara tuntas informasi-informasi yg diberikan lewat utusan-utusan-Nya.

    Kita tentu pernah mendengar tamsil cerita “3 orang buta dengan seekor gajah” bukan? “Perbedaan” dalam mengenal dan mendeskripsikan “Gajah” mustahil terjadi jika ketiga orang tsb tidak “buta” atau “mau melihat”.
    “Perbedaan” pengetahuan dan keyakinan akan “Gajah” tsb akan lenyap dengan sendirinya jika ketiga orang tsb tidak “buta” atau mau memanfaatkan kemampuannya dalam melihat………..

    Salam

    • @fanya

      jika “ALLAH” dibatasi dan dilihat dari kecerdasan, atau kemampuan kita maka kayaknya itu bukanlah ALLAH, melainkan ilah.

      Justru karena ALLAH sendiri memberitakan DIRINYA Sendiri maka kita sebagai ciptaanNYA layak mempercayaiNYA..

      salam

  49. @ Fanya, dalam cerita itu ,intinya ketiga orang itu keras kepala;gak mau menerima pendapat orang lain,dan sekiranya mereka bijaksana mereka akan bertanya kepada orang lain yang normal, tentang perbedaan Allah di Alkitab & Quran sebahagian ada disini: http://kesalahanquran.wordpress.com/2011/09/16/20-perbedaan-allah-dan-yahweh/

    • @Onanon & Om Par

      fanya SANGAT YAKIN bahwa TUHAN adalah Maha ESA.
      Allah SWT berfirman bahwa Allah SWT adalah Tuhan semesta alam, Tuhan seluruh mahluk, baik Jin maupun Manusia, sehingga Allah SWT juga adalah Tuhan bangsa Israel (meski mereka dan sebagian orang lainnya mungkin meyakini bahwa Allah SWT bukan Allah mereka).
      :
      Manusia memang cenderung keras kepala. Keras kepala dan cenderung bersikukuh pd kebenaran yg terkonstruksi oleh data dan fakta yg diyakini dan diminatinya saja.
      :
      Orang buta yang “tak menyadari keterbatasan daya lihatnya” akan sulit diyakinkan dan umumnya “tak berminat” mempercayai keterangan siapapun termasuk keterangan dari orang yg tidak buta sekalipun tentang sesuatu yg “tidak dapat dicerna oleh nalarnya”.
      :
      Penyebabnya adalah karena ia sulit memverifikasi (melihat fakta2) bahwa orang tsb memang tidak buta dan benar-benar melihat apa2 yg luput darinya, yg tak pernah terdeteksi oleh indera penglihatan hingga tak pernah terekam dalam akal pikirannya..!
      Coba saja Om Par dan Onanon tanya atau terangkan tentang spektrum warna MERAH-HIJAU-BIRU kepada orang yg betul-betul tuna netra………… dapatkah?
      :
      Dalam analogi 3 orang buta dan gajah tsb, seandainyapun ada orang ke-4 yg sama sekali tidak buta, mengatakan dengan sesungguhnya bahwa gajah si A adalah benar-benar gajah yg sama dan sama sekali TIDAK BERBEDA dengan gajah milik si B dan si C, apakah mereka akan serta merta menerimanya…..? belum tentu khan?
      :
      Dalam hal Islam, dengan tegas mengajarkan, bahwa Allah SWT adalah Allah bangsa Israel!………… dan fanya YAKIN akan hal tsb.

      salam

      • @fanya

        Dahulu kala orang Batak juga meyakini bahwa manusia pertama adalah orang Batak, karena orang Batak pada waktu itu sangat meyakini TUHAN MAHA BESAR, TUHAN MAHA PERTAMA (DEBATA MULA JADI NABOLON), dan “DIA” menciptakan manusia di kisaran Danau Toba.

        Sekitar tahun 60 Masehi sudah ada seorang tua (Paulus) menulis:
        “tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.” .

        sekitar 1400 tahun lalu ada nabi dari Arab mengklaim hal yang sama..

        pertanyaan, dengan klaim yang sama apakah TUHAN menjadi tiga? atau apakah masing-masing TUHAN yang dikenal itu sama?

        sesuai contoh Anda di atas,
        katakanlah tiga orang buta itu, Yahudi, Kristen, dan Islam, lalu:

        Keyakinan orang Yahudi bersekukuh bahwa “Allah” yang disembah fanya itu bukanlah ALLAH…

        Keyakinan orang Kristen juga bersekukuh bahwa “Allah” yang disembah fanya bukanlah ALLAH…

        Keyakinan Islam juga bersekukuh bahwa “Allah” yang disembah Kristen bukanlah ALLAH…

        dan seterusnya dan sebaliknya…

        artinya ALLAH itu tidak bisa berpatokan kepada keyakinan kita, berpatokan kepada apa yang dapat kita usahakan/lakukan, melainkan berpatokan kepada WAHYU ALLAH itu sendiri…
        (karena saudara yakin kepada wahyu/AQ-lah maka Anda yakin bahwa “Allah” Anda adalah paling benar)

        pertanyaan sekarang adalah:

        WAHYU mana yang lebih kuat diantara dua hal berikut ini:
        1. WAHYU melalui perantara (malaikat d.l.l)
        2. WAHYU oleh ALLAH itu sendiri?

        sangat logis nomor 2 yang paling kuat

        Nah jika demikian,

        Si buta mana yang mendapat sebegitu besar anugerah dimana ALLAH sendiri datang kepada manusia dan meyakini hal itu telah terjadi?

        si YAHUDI?, si KRISTEN atau si ISLAM?

        jawab di dalam hati saja

        salam

      • @ Om Parhobas
        Saya bersyukur jika,,, Om membenarkan dugaan saya, bahwa agama2 terdahulu selalu beranggapan “tuhanku” bukan “tuhanmu”….http://filarbiru.wordpress.com/2011/02/21/mana-mukjizat-paulus/#comment-2048

        Sedangkan bagi kami, ummat Islam : Tuhanku adalah Tuhanmu juga, Tuhan bagi yang percaya maupun yang mengingkarinya.

        Salam…

      • @samaranji

        kutipan seorang penulis dari orang tua yang saya sebut di atas sudah pula menjelaskan bahwa memang hanya Satu ALLAH, karena bumi dan semesta alam hanya satu.

        kondisi yang saya bawa di atas adalah
        berdasar keyakinan maka akan banyak ALLAH.
        tetapi jika berdasar WAHYU ALLAH maka ALLAH ADALAH ESA…

        sekitar 3400 tahun lalu sudah pula diimani bahwa TUHAN ADALAH ESA…dan itu tidak akan pernah berobah..

        nah klaim keesaan itu banyak,
        nama JOKO itu banyak, tetapi tidak semua JOKO adalah anak si X cucu si Y yang lahir dari ibu Z keturunan ke tujuh dari si P…

        Tidak mungkin ALLAH yang sama berkata: “Sudah di salib”, sementara 600 tahun berikutnya berkata; “Tidak disalib”.

        salah satu pasti PENDUSTA

        salam

  50. @Om Parhobass

    hihihi….. keliru Om Par memisalkan fanya sebagai salah satu dari 3 buta dari gua hantu itu……… fanya adalah orang yg ke empat, dan tidak buta!

    Mengapa fanya adalah orang yg ke-4? karena fanya mampu melihat apa yg si A, si B dan si C “lihat” berdasarkan perkabaran yg mereka pegang dan yakini, bahkan fanya mampu “melihat” secara utuh wujud “GAJAH” berbeda dengan ke-3 orang tsb yg HANYA bisa “mengindera” BAGIAN TERTENTU saja, yakni bagian dimana mereka berada pada saat itu.
    :
    Islam melalui Al Qur’an dan Rasul-Nya, MEMBEBERKAN SELURUH INFORMASI tentang ALLAH SWT secara komprehensif melengkapi perkabaran-perkabaran yg pernah Allah firmankan dalam kitab-kitab sebelumnya.
    :
    Al Qur’an mengabarkan dan membenarkan esensi kitab Zabur, Taurat dan Injil sekaligus secara runtut, gamblang dan rinci. Selain menyebut secara eksplisit nama kitab, tokoh-tokoh, kejadian dan isi ajaran dalam kitab terdahulu, Al Qur’an juga MELURUSKAN berbagai distorsi, mispersepsi dan misinterpretasi manusia thdp esensi ketiga kitab Allah tsb akibat berbagai sebab. Sementara itu karena tak satupun dari ketiga kitab tersebut yg secara eksplisit menyebut nama kitab-kitab Allah yg turun setelahnya, maka logis sekali jika masing-masing pemeluknya bersikukuh pada keyakinan sebagaimana terpersepsikan lewat interpretasi yang kemudian diyakininya, dan menganggap Allah yg ada dlm kitabnya tidak sama dengan Allah yg diterangkan dalam kitab yg turun setelahnya………….
    :
    Begitulah kenyataannya Om, fanya BUKAN salah satu dari ke-3 orang buta tsb sebagaimana Om perkirakan diatas, melainkan adalah orang ke-4 yg alhamdulillah diberi-Nya kemampuan utk melihat dengan jelas dan gamblang serta logika untuk mencerna eksistensi, jatidiri dan kemuliaan ALLAH SWT.
    :
    salam

    • @fanya

      apa esensi INJIL?

      salam

  51. @Om Par,

    Esensi dari injil sejatinya adalah bertakwa kepada Allah swt yg dalam gaya bahasa kristiani adalah supaya umat Tuhan tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri melainkan hidup bagi Tuhan (2 Kor 5:15).

    Terkait hal tsb Allah SWT berfirman secara jelas dan gamblang a.l. dalam QS 2: 83-107.

    Salam

    • @fanya

      Salah satu esensi INJIL:
      YESUS KRISTUS memerintah sebagai RAJA (diperdalam dalam Kitab INJIL Matius), karena DIA RAJA maka kita sebagai hambaNYA, dikatakan hamba berarti kita tunduk sepenuhnya kepadaNYA. Karena kita tunduk maka kita disebut pengikut KRISTUS, dalam etimologi Romawi disebut Kristen.

      Jadi sesuai perkataan Anda yang mengatakan mengerti esensi INJIL apakah saudara tunduk kepada RAJA YESUS KRISTUS?

      pertanyaan kedua:

      esensi Taurat apa?

      pertanyaan keempat:
      Allah SWT itu nama apa bukan?
      Jika nama pernahkah “Allah” menyebut namanya sebagai “Allah”?

      salam

      • @Om Parhobass,

        :
        Selaras dgn esensi INJIL, fanya hanya tunduk kepada ALLAH SWT.
        :
        esensi Taurat apa?
        :
        Esensi Taurat adalah memuliakan Allah swt dengan bertauhid dan takwa kepada-NYA, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma:36).
        :
        Allah SWT itu nama apa bukan?
        :
        Ya, Allah adalah nama-Nya.
        :
        Jika nama pernahkah “Allah” menyebut namanya sebagai “Allah”?
        :
        Tentu saja…. fanya kasih 3 azza ya…
        :
        1. Kalimat tauhid a.l. dalam Syahadat :
        “Laa ilaha illaallah” artinya : tiada ilah (tuhan) selain ALLAH.
        :
        2. Firman Allah dalam surah Taha: “Sesungguhnya Akulah Allah, tiada tuhan melainkan Aku. Maka sembahlah Aku, dan dirikanlah solat untuk mengingati Aku. (QS 20:14)
        :
        3. Firman Allah dalam surah a-Hasyr:
        “Dialah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Menguasai (sekalian alam), Yang Maha Suci. Yang Maha Sejahtera (dari segala kekurangan), Yang Maha melimpahkan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa (menundukkan segala-galanya); Yang Maha Agung. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan”. (surah al-Hasyr 59:23)

        “Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk, Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada), Yang membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya). BagiNyalah nama-nama yang paling baik dan paling mulia. Bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana”. (surah al-Hasyr 59:24).
        :
        :
        Demikian, salam.

      • @fanya

        dari esensi INJIL:
        saudara telah menyimpang, saudara mengambil Kitab Perjanjian Baru untuk menjelaskannya, yang mana karena saudara tidak mengetahuinya dari “Allah” saudara.

        dari esensi Taurat:
        saudara telah menyimpang karena kembali mengambil ALKITAB untuk menjelaskannya,jelas tidak bisa karena “Allah” saudara tidak menjelaskannya, dan kutipan ALKITAB saudarapun ngawur.

        nama ALLAH;
        Saudara telah menyimpang, karena justru sesuatu yang penting ini saudara tidak mengambil ALKITAB sebagai rujukan.
        Jika nama “Allah” Anda adalah Allah, maka tentu jika beliau adalah ALLAH maka tentu Allah akan memperkenalkan NamaNYA antara lain YAHWEH…

        jadi “Allah” saudara yang mengklaim sebagai Allahnya semua manusia adalah kosong, hanya sebatas keyakinan…

        jadi Anda masih buta…

        pertanyaan nakal saya masih berlaku;
        jika “Allah” saudara sedemikian merusak INJIL lalu apanya yang disempurnakan?

        salam

      • @Om Parhobass

        Hmhm… kalo Om jeli, apa yg fanya kemukakan diatas, (“Esensi dari injil sejatinya adalah bertakwa kepada Allah swt“…. dan ….”Esensi Taurat adalah memuliakan Allah swt dengan bertauhid dan takwa kepada-NYA…”) adalah dari Qur’an yg fanya sertakan rujukannya dlm AQ. Kutipan yg fanya sertakan hanyalah sekedar konfirmasi bhw esensi yg fanya tangkap dari Qur’an tsb, relevan dgn yg tersurat dlm kutipan tsb………….
        :
        Kalau esensi INJIL dan TAURAT yg fanya paparkan diatas menurut Om menyimpang….. , hmmm …bisa saja fanya telah keliru, atau bisa jadi pola “tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri melainkan hidup bagi Tuhan” (lillahi ta’ala) tak lagi menjadi esensi INJIL bagi para pemeluknya…..
        :
        :
        salam

      • @fanya

        Esensi INJIL
        –> KRISTUS memerintah sebagai RAJA (baca Injil Matius)
        Karena DIA adalah RAJA, maka kita harus tunduk kepadaNYA..

        AQ mengatakan (seperti kata saudara) esensi INJIL adalah supaya bertaqwa kepada Allah SWT,

        pertanyaan, apakah ALLAH SWT= YESUS KRISTUS
        TIDAK.

        artinya INJIL telah Anda rusak, telah dirusak oleh “Allah” saudara..

        Esensi Taurat
        –> Kasihilah ALLAH dan kasihilah sesamamu
        Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi-Nabi, Kitab Suci hukum utamanya adalah hukum kasih itu, sekaligus itulah esensi utama Taurat.

        Apakah rukun atau pondasi hukum Islam? yaitu AQ, apakah di AQ pernah diucapkan HUKUM KASIH itu?
        Taksatupun hukum Islam mengatakan Hukum KASIH itu

        jadi jawabnya:
        TIDAK, saudara tidak mengetahui esensi Taurat, “Allah” Anda bahkan tidak mengucapkannya di AQ, atau dimanapun literatur Islam.

        Jika AQ menyebutkan nama “Allah”, maka tentunya harus juga menggunakan kata “YAHWEH” atau “ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK dan ALLAH YAKUB”
        apakah demikian?

        TIDAK, padahal itulah esensi Nama TUHAN,…

        Kesimpulan:

        ALLAH (YHWH) tidak sama dengan “Allah SWT”.
        meski sama-sama mengklaim MAHA KUASA

        Dan klaim saudara yang mengatakan mengetahui esensi INJIL/Taurat hanya keyakinan, kosong..

        Saudara tidak perlu merujuk ALKITAB untuk membuktikan adanya kemiripan atau kesamaan dibeberapa hal…

        salam

  52. @Om Parhobass,

    pertanyaan, apakah ALLAH SWT= YESUS KRISTUS
    TIDAK.

    :
    :
    Tepat sekali ALLAH SWT BUKAN YESUS KRISTUS! (akhirnya, setidaknya ada juga persamaan pendapat di antara kita qiqiqi….).
    ;
    Benar sekali kalau Om Par menyatakan bhw esensi yg terkandung dlm 2 kor 5:15 yakni agar umat Tuhan tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri melainkan hidup bagi Tuhan sudah tidak lagi menjadi esensi INJIL….
    :
    Terbukti sekarang makin banyak umat yg ngaku ber-Tuhan, mengaku hidup dalam Kasih, tapi hidup mereka sesungguhnya adalah demi dirinya sendiri, demi jabatannya, demi uang, demi kekuasaannya dll…. karena mereka tidak lagi hidup bagi Tuhan-nya, tidak tampak lagi cerminan kasihnya…….. .
    :
    Demikian pula tak heran jika esensi Taurat yg awalnya konon untuk menyelamatkan manusia dari belenggu paganisme yg memuliakan sosok-sosok selain Allah melalui perintah untuk Memuliakan ALLAH, Bertauhid (hanya menyembah Tuhan YME) dan Takwa (patuh, tunduk dan berserah diri pada Tuhan YMK), …. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” ………; kembali menjadi sosok-sosok yg tidak bertauhid (tidak meng-Esa-kan Tuhan) dan menempatkan figur-figur lain selain ALLAH sebagai sembahannya………. well, setiap orang punya hak menentukan jalan hidupnya sendiri bukan….?
    :
    Salam

    • @fanya
      pertanyaan, apakah ALLAH SWT= YESUS KRISTUS
      TIDAK.
      :
      :

      Tepat sekali ALLAH SWT BUKAN YESUS KRISTUS! (akhirnya, setidaknya ada juga persamaan pendapat di antara kita qiqiqi….).

      ;
      karena YESUS tidak sama dengan allah saudara itulah maka saudara tidak mengerti esensi INJIL, artinya allah saudara telah merusak INJIL. Dan dengan mengatakan saudara mengerti esensi INJIL menjadikan saudara tetap buta sama sekali.

      Benar sekali kalau Om Par menyatakan bhw esensi yg terkandung dlm 2 kor 5:15 yakni agar umat Tuhan tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri melainkan hidup bagi Tuhan sudah tidak lagi menjadi esensi INJIL….

      Saudara terlalu pintar bersilat lidah..
      Esensi INJIL dapat ditelusuri dari ALKITAB,…
      ALKITAB berisi Kitab-Kitab, Kitab berisi pasal dan ayat.
      Saudara mengambil Kitab dan Pasal dan Ayat yang salah untuk menjelaskan esensi INJIL…
      itu tepatnya ucapan saya sebelumnya.
      sekarang coba jawab dengan tegas
      dimana dileteratur ISLAM yang mengatakan bahwa esensi INJIL disebutkan KRISTUS memerintah sebagai RAJA, dan dimana literatus ISLAM yang mengtakan hukum utama adalah HUKUM KASIH?

      TIDAK ADA.
      Karena tidak ada maka uraian saudara di atas tidak sesuai dengan pertanyaan saya.
      Jadi bukan ayat kutipan saudara yang tidak sesuai dengan keimanan Kristen.

      Terbukti sekarang makin banyak umat yg ngaku ber-Tuhan, mengaku hidup dalam Kasih, tapi hidup mereka sesungguhnya adalah demi dirinya sendiri, demi jabatannya, demi uang, demi kekuasaannya dll…. karena mereka tidak lagi hidup bagi Tuhan-nya, tidak tampak lagi cerminan kasihnya…….. .
      :
      Demikian pula tak heran jika esensi Taurat yg awalnya konon untuk menyelamatkan manusia dari belenggu paganisme yg memuliakan sosok-sosok selain Allah melalui perintah untuk Memuliakan ALLAH, Bertauhid (hanya menyembah Tuhan YME) dan Takwa (patuh, tunduk dan berserah diri pada Tuhan YMK), …. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” ………; kembali menjadi sosok-sosok yg tidak bertauhid (tidak meng-Esa-kan Tuhan) dan menempatkan figur-figur lain selain ALLAH sebagai sembahannya………. well, setiap orang punya hak menentukan jalan hidupnya sendiri bukan….?

      jika saudara menyebut itu sebagai teguran itu baik dan bagus, tetapi kalau saudara menyandarkan esensi INJIL atas pelanggaran orang yang disebut Kristen itu sama saja menyatakan ISLAM adalah teroris karena banyak umat ISLAM yang disebut teroris… itu salah kaprah.

      Kalau saudara mau mengerti esensi INJIL, Esensi Taurat maka baca dan imanji ALKITAB. bukan percaya kepada orang yang melanggar INJIL dan TAURAT.

      Bagaimana saya percaya kepada allah saudara, beliau telah melanggar hukum utama INJIL dan hukum utama Taurat. Tidak ada hukum kasih.

      pertanyaan ketiga(sengaja saya hilanglah di awal)
      Apa seh gunanya bagi saudara TUHAN ITU MAHA ESA?

      salam

      • @Om Parhobass,

        fanya sangat maklum dan justru gembira Om menilai fanya keliru….
        :
        Kembali ke “Gajah” aja deh biar lebih gampang dicerna……..
        Esensi gajah yg fanya “tangkap”, secara logis PASTI BEDA dengan yg esensi yang si A, B dan C tangkap, pahami dan yakini. Mengapa?

        Kelompok A, yakni pengikut si A, orang BUTA yg pernah memegang [kuping] Gajah bersikukuh dan berkata:…. “kalian boleh merasa tahu banyak ttg gajah, tapi kalo kalian katakan gajah TIDAK PIPIH…..kalian pasti SALAH!..pliiiiss deh… jangan omong tentang gajah ya….! Kalo mau tau esensi gajah, dalami dulu catatan2 dan deskripsi A…..!
        :
        Kelompok B dan C yang masing-masing memegang catatan si B dan C, orang BUTA yang pernah memegang [perut] dan [buntut] Gajah, juga sama-sama bersikukuh bhw untuk mengetahui esensi Gajah MUTLAK HARUS BERSANDAR HANYA pada catatan dan deskripsi MILIK MEREKA.
        :
        Pertanyaannya (maaf, meminjam gaya Om hihihi…..), mungkinkah diperoleh ESENSI (ulangi ESENSI) Gajah secara tepat dan benar jika hanya disandarkan pada catatan si A, B dan C saja??? mustahil bukan?.
        :
        Sangat LOGIS dan mudah dipahami jika kelompok A, B dan C malah kompak menolak dan apriori terhadap informasi si D yg TIDAK BUTA dan TELAH MELIHAT Gajah secara utuh karena sama halnya spektrum warna, banyak aspek-aspek yg LUPUT dan mustahil di tangkap dan dicerna baik lewat NALAR maupun INDERA si A, B dan C tsb.
        :
        Salam

      • @fanya

        lihat aliran perbandingan berikut secara menyeluruh:

        si A mempunyai 4 harta karun
        si B hanya mendengar tentang harta karun itu
        logisan mana
        si A lebih paham menjelaskan harta karun itu
        atau si B yang hanya mendengarnya?

        ALKITAB memiliki 4 Kitab Injil
        Apakah logis AQ lebih paham mengatakan esensi INJIL sementara di AQ tidak ada satupun Kitab INJIL?

        Pendeta mengkotbahkan INJIL
        Ustad (atau sejenisnya) mengkotbahkan INJIL

        logisan mana mempercayai si Pendeta atau si Ustad ketika membicarakan INJIL?

        Pendeta mengimani dan meneliti INJIL
        Ustad mengimani dan meneliti AQ

        logisan mana Pendeta atau Ustad yang dapat mengerti esensi INJIL?

        Lebih logis YAHUDI menjelaskan Taurat atau si Islam?

        Lebih logis fanya mengetahui esensi INJIL dan TAURAT sementara INJIL dan TAURAT tidak satupun yang fanya imani dan teliti dan lihat dalam AQ?

        Lebih logis mempecayai ALKITAB apa AQ ketika berbicara HUKUM KASIH sebab di ALKITAB mengatakan HUKUM itu lugas dan tegas, sementara di AQ tidak ada satupun hukum itu tertulis dan terucap…

        salam

      • @Om Parhobass,

        Meski analogi Om Par sangat logis, maaf fanya harus katakan bahwa analogi tsb tidak relevan dan telah menyimpang dari isi pembicaraan kita….
        :
        Katakanlah analoginya si A dan B dgn 4 harta karun….. . Yg kita bahas selama ini BUKAN tentang konten 4 harta karun yg ADA pada si A, melainkan tentang harta karun yg DIA BERIKAN dan SEHARUSNYA ADA pada si A. Beda bukan?
        :
        Salam

      • @fanya

        makanya dilihat secara keseluruhan…

        Jika si pendengar tidak pernah mendengar tentang harta karun maka tidak akan pernah ada permbicaraan harta karun..

        jika allah Anda tidak pernah mendengar kata INJIL maka AQ tidak akan mengatakan kata-kata INJIL…

        justru karena KITAB INJIL telah ada maka ada berita-berita tentang INJIL…

        dan berlakukanlah hukum2 logis di atas yang saya buat..

        KECUALI tidak ada lagi yang beriman kepada 4 KITAB INJIL maka perbedaan yang saudara sebut bisa berlaku..
        nyatanya KITAB INJIL TAK SATUPUN ada di AQ maupun diliteratur Islam manapun..kecuali hanya berita2/dengar mendengar dari tetangga yang di dapat dari ALKITAB

        SO?

        pertanyaan ketiga(sengaja saya hilanglah di awal)
        Apa seh gunanya bagi saudara TUHAN ITU MAHA ESA?

        salam

  53. Makin hangat nih diskusinya om. Saya nompang mejeng aja dulu ya, dah lama gak maen di dunia maya, banyak kesibukan om :).

    • salam juga…

      terimakasih sudah mampir
      seeplah semoga kesibukan membawa berkat…

      shalom

  54. @Om Parhobass,

    Om bilang:
    @fanya
    lihat aliran perbandingan berikut secara menyeluruh:
    si A mempunyai 4 harta karun
    si B hanya mendengar tentang harta karun itu
    logisan mana
    si A lebih paham menjelaskan harta karun itu
    atau si B yang hanya mendengarnya?

    :
    :
    fanya bilang:
    Untuk analogi yg Om kemukakan diatas memang sangat logis, tetapi jelas tidak relevan dan out of context jika dikaitkan dgn pembahasan kita ttg “Gajah”.
    :
    Biar lebih jelas dan gak lari-lari lagi, “Gajah” fanya ganti dengan “Mobil” deh……..
    :
    :
    Begini:
    Si A Buta, telah memperbaiki dan memahami secara detil [MESIN] MOBIL.
    Si B Buta, telah membuat dan menelusuri [BODY] MOBIL.
    si C Buta, telah merasakan dan menikmati [INTERIOR] MOBIL.
    Si D TIDAK BUTA, telah memiliki, merasakan dan menggunakan MOBIL.
    :
    :
    Si A (buta) yakin bahwa ESENSI MOBIL (dhi “Mesin”) adalah “Pengerak”.
    Si B (buta) yakin bahwa ESENSI MOBIL (dhi “Body”) adalah “Bufet besar”.
    Si C (butaI yakin bahwa ESENSI MOBIL (dhi “Interior”) adalah “Rumah mungil”.
    si D (tidak buta) dengan mantap mengatakan bahwa ESENSI MOBIL adalah ALAT TRANSPORTASI!! (haaah……. koq beda bangeeeeddd….???)
    :
    ESENSI yg dirumuskan A,B, c dan D jelas beda dan mmg HARUS BEDA bukan?
    :
    Karena perbedaan kesimpulan ttg ESENSI tsb, wajar sekali jika si A, B dan C menolak RUMUSAN ESENSI MOBIL yg disampaikan D selama mereka bersikukuh bhw ESENSI MOBIL HANYA VALID JIKA BERPATOKAN pada DATA-DATA DAN FAKTA-FAKTA YANG ADA DAN DIMILIKI MEREKA masing-masing.
    :
    Bagi si A, Benar dan logis bahwa ESENSI Mesin (motor) adalah PENGGERAK.
    Bagi si B Benar dan logis bhw Body Mobil menyerupai “Buffet besar”.
    Bagi si C Benar dan logis bhw Interior Mobil hakekatnya “Rumah mungil”.
    Pertanyaannya, betulkah itu ESENSI MOBIL??
    :
    Tolong Om jawab secara jujur dan logis, SALAHKAH ESENSI MOBIL yg dikemukakakan D yang sama sekali TIDAK MENYINGGUNG SOAL MESIN, BUFFET dan RUMAH sebagaimana DIYAKINI dan BENAR bagi A, B dan C tsb?.
    :
    :
    fanya bersyukur kpd Allah SWT yg tlh memberikan kisah/Tamsil “3 Buta dan Gajah” kepada fanya karena dgn tamsil tsb, selain mudah menemukan penyebab “Keras Kepala”-nya manusia, juga bhw mudah memahami bhw utk menemukan suatu kebenaran ada kalanya kita harus “KELUAR” dari kungkungan logika sempit sektoral ke logika komprehensif yg multi dimensional. Itulah KAFFAH.
    :
    Salam

    • @fanya

      Karena saudara mengaku mengerti esensi, mengaku tidak buta, maka saya tanya apa esensi INJIL, apa esensi TAURAT…

      Jika saudara mengaku mengetahui esensi Mobil/Gajah, itu betul karena saudara bisa dengan mudah melihatnya, Saudara bisa berinteraksi dengan mudah dengan Gajah/Mobil, karena Gajah/Mobil masih ada dan akan ada disekitar saudara…

      Nah INJIL dan TAURAT tak satupun berinteraksi di dalam apapun literatur ISLAM, jadi masihkah saudara mengaku tidak buta?
      Justru saudara yang mengaku mengerti esensi INJIL dan TAURAT yang sementara INJIL dan TAURAT tidak ada pada Anda maka Anda itu tetap buta sama sekali dan tidak mengerti esensi INJIL dan TAURAT..

      Jika seorang bertanya kepada saudara, lalu mana Gajah/Modil yang saudara katakan esensinya itu seperti ini dan itu? saudara tidak dapat menunjukkannya karena itu tadi, tak satupun KITAB INJIL Anda punya, tak satu hukumpun yang mencatat HUKUM KASIH di semua literatur Islam…
      yang mana akan mudah saya tunjukkan pada ALKITAB…

      SO?

      salam

      ilustrasi
      diantara dua ilustrasi berikut siapa yang lebih mungkin dapat dipercaya menceritakan esensi Gajah?


      seseorang yang tidak pernah melihat gajah, tetapi menceritakan gajah hanya dari imaginasi, atau cerita2 orang…


      sumber gambar: kompas.com
      seseorang yang bahkan duduk2 di atas gajah, bahkan disebut pawang gajah…

  55. @Om Parhobass

    Tepat sekali, two thumbs up!
    Orang yang Om sebut terakhir adalah kelompok D yakni orang yang TIDAK BUTA ………… hihihi.

    Pastilah pawang yg tidak buta itu lebih tahu dibanding orang yang buta maupun orang “tidak buta” yg hanya berpegang pada catatan versi I, II, III, IV ……dan versi-versi revisi selanjutnya, karena keberadaan lebih dari 1 (satu) versi tentang 1 (SATU) kejadian menjadi bukti adanya ambiguitas antar para penutur/penulisnya………….. Hal itu tak ubahnya kekonyolan dalam mengungkap “GAJAH” Century, Cicak-Buaya, Hambalang, Wisma Atlit dll….. yg meski PELAKU dan “SAKSI-HIDUP” masih LENGKAP, terbukti tetap “kabur” karena SI PELAKU dan SAKSI HIDUP membuat VERSI sendiri-sendiri tentang “GAJAH” tsb ……. qiqiqi….
    :
    Salam

    • @fanya

      saudara mengaku tidak buta, dan mengaku pawang gajah,
      saya tanya mana INJIL dan TAURAT yang saudara tahu esensinya?, jika saudara tanya ke saya, akan mudah saya jawab dan kasih tahu..

      salam

      • @Om Parhobass,

        fanya SUDAH sampaikan ESENSI INJIL dan TAURAT menurut al Qur’an dlm komen2 fanya sebelumnya yg Om bilang salah, menyimpang dsb….
        :
        Terhadap penolakan Om Par tsb, sekali lagi fanya SANGAT MAKLUM dan bersyukur, karena berdasarkan analogi dan pemikiran yg sangat LOGIS dalam posting2 sebelumnya, ESENSI yg disampaikan D, PASTI BERBEDA dan memang HARUS BEDA, dan pasti tidak bisa diterima oleh A,B dan C sepanjang mereka terus bersikukuh dengan kebenaran dan keyakinan mengenai SATU HAL lewat sumber2 dan versi2 yg berbeda-beda dan tak kunjung terintegrasi menjadi satu dlm kesepakatan yg universal…………
        :
        salam

      • @fanya

        esensi Injil dan esensi Taurat menurut Al Quran..
        kata2 ini yang selalu saya tanyakan kepada saudara,..
        karena saudara berlandaskan AQ maka saudara berani berkata tidak buta..

        nah karena saudara mengaku tidak buta, saya tanyakan dimana di AQ dituliskan, atau jangankan AQ, bahkan seluruh literatur Islam yang menulis tentang INJIL dan yang menulis tentang “HUKUM yang terutama ialah kasihilah TUHAN ALLAHmu dengan segenap hatimu dan seterusnya, dan hukum yang kedua yang sama dengan itu yaitu Kasihilah sesamamu”…

        kalau itu tidak ada berarti saudara yang mengaku tidak buta malah tetap sebagai orang yang buta…

        dan karena landasan saudara adalah AQ, makanya dari awal diskusi kita diawali dengan bahasan itu, dan saya ajukan alur turunnya AQ yang saya tanyakan pendapat saudara yaitu:

        1. “Allah” memberi ke Jibril, atau “Allah” (apakah pernah langsung???)
        2. Jibril kepada Muhammad
        3. Muhammad kepada penghapal atau penulis

        4. Penghapal kepada penghapal baru (jumlah dan dialek banyak)
        5. Tertulis dikumpulkan untuk menulis kembali
        6. Yang ditulis sekarang diselaraskan kepada dialek Kurais

        yang saya maksud adalah apakah alur yang saya sebut di atas logis, runut dan sesuau dengan kenyataan?

        setelah itu bandingkan 3 manuscrip tertua AQ, shamarqand, totkapi dan San’aa…
        kalau Anda memelajarinya anda justru akan kaget…

        salam

      • @ Mbak Fanya
        Salam kenal, mbak….
        mbak Fanya sodaraan ama mbak Fitri, ya ? Kalo ya, sampein salam juga buat mbak Fitri juga. Makasie….

        @ Om Parhobas
        Manuskrip Sana’a Yaman ?. Isu yang sama melanda ummat Nashrani waktu doeloe sehingga ummat Kristen sekarang lebih memilih manuskrip dari Yunani ketimbang dari Ibrani. http://filarbiru.wordpress.com/2011/02/21/mana-mukjizat-paulus/#comment-2076

      • @Samaranji

        @

        Manuskrip Sana’a Yaman ?. Isu yang sama melanda ummat Nashrani waktu doeloe sehingga ummat Kristen sekarang lebih memilih manuskrip dari Yunani ketimbang dari Ibrani. http://filarbiru.wordpress.com/2011/02/21/mana-mukjizat-paulus/#comment-2076

        saudara lebih baik memdalami pemelajaran tentang Sanaa, sebelum Mr Puin menulis artikel hasil penelitiaannya yang bisa mengguncang pandangan konservatif saudara terhadap AQ..

        Saya tidak mengerti seberapa dalam saudara mengerti tentang manuscript Yunani atau Ibrani…tetapi dari pembicaraan saudara seperti saudara tidak mengerti hal berikut: Perjanjian Baru memang berbahasa Yunani dan Perjanjian Lama memang berbahasa Ibrani (dan beberapa Aramaic), disamping berbahasa Ibrani, kita juga dapat diperkaya oleh LXX.

        ALKITAB tidak turun dari langit, tetapi karena AQ diklaim turun dari langit, maka penemuan2 manuscript sangat mengerikan bagi pandangan konservatif tersebut

        salam

  56. @ parhobass
    Kan udah dibahas.Al Quran itu berasal dari hafalan lisan baru teks mengikutii.Jadi sebarang teks mesti diukur berdasarkan kepada hafalan lisan.Bukan hafalan lisan diukur berdasarkan teks.Tentang Al Quran Yaman itu jelas-jelas bertentangan dengan hafalan lisan yang sudah mutawattir di dalam dunia Islam dulu dan sekarang.Jadi bagaimana ada Al Quran Yaman?Menurut saya ia berkemungkinan sekali..
    1)Ianya adalah Al Quran yang tercampur dengan tafsiran yang ditulis oleh orang pada zaman tersebut sehingga disalahsangkakan oleh Puin bahawa ianya adalah Al Quran seutuhnya.
    2)Ianya mungkin karangan nabi-nabi palsu yang muncul pada zaman tersebut.Maklum pada zaman nabi Muhammad dan kekhalifahan Sayidina Abu Bakar telah muncul nabi -nabi palsu yang berasal dari Yaman.Contohnya seperti Musailamah Al Kazzab yang dibunuh pada zaman Sayidina Abu Bakar.Dia menklaim dirinya nabi dan mengarang ayat-ayat bagi menandingi Al Quran.

    Anda mesti mempertimbangkan fakta bahawa 124000 sahabat nabi telah menghafal Al Quran semasa kewafatan nabi.Jadi mustahil Al Quran yang telah dihafal oleh sebegitu ramai manusia bisa diselewengkan.Beda bible.Sejak dari Taurat diturunkan pada zaman Musa sehingga dizaman turunnya injil tidak seorang manusia pun yang menhpal kedua-duanya taurat dan injil tersebut.

    • So..Kitab Taurat dan injil adalah terlebih berhak utk diragukan.Terlebih-lebih telah banyak naskhah-naskhah injil yang tua ditemui yang menyelisihi injil dan taurat yang beredar di kalangan nasrani dan Yahudi sekarang.Semisal penemuan di nagad hamady dan gulungan laut mati.Malah sebelum adanya kanonasi injil telah beredar lebih 50 injil yang berbeda.

      • @ilham

        semua KITAB layak dicurigai dan dipelajari.., yang tidak layak adalah kita tidak berani mengambil kesimpulan…sebab kita harus menguji segala sesuatu:

        1Yohanes_4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

        ALKITAB bersejarah, dan penuh sejarah, dan karena itulah ada istilah CRITIC TEXT, yang mana dapat kita gunakan sebagai alat penguji.

        Dan dari CRITIC TEXT kita bisa ketahui bahwa memang telah banyak yang mengaku bagian dari ALKITAB, dan yang mengaku itu adalah palsu.
        Jadi secara pengetahuan kita bisa tahu mana yang palsu dan benar.

        Sementara dari ALKITAB itu sendiri juga dapat menjawab, bahwa memang awalnya telah banyak pengajar2 palsu, sesat, anak-anak Iblis berusaha memutarbalikkan INJIL/ALKITAB.. dan untuk itulah RASUL menulis dan mengajar, supaya murid-murid dapat membedakan mana yang salah dan mana yang berasal dari ROH KUDUS..
        Contoh:

        Kisah Para Rasul _20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

        juga

        2Korintus_11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

        juga

        2Petrus_2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

        juga

        Penemual di Nag Hammady dan Laut Mati membuktikan bahwa memang ALKITAB itu bersejarah, dan setiap UMAT ALLAH mengakuinya…

        pertanyaan terbesar adalah KLAIM AQ yang tidak bersejarah, meski nyatanya ada sejarah yang tidak bisa dipungkiri..

        salam

    • @ilham

      Pertama:
      Maka dari awal saya tanya lebih kuat mana lisan/hafalan dibanding tertulis..
      Merunut dari perndapat saudara maka hafalan/lisan lebih kuat dari tertulis..
      Konon lisan/hafalan ada 7 bentuk, yang tertulis dari hafalan itu hanya ada 2 buah yang umum,.. menurut saudara 5 yang sudah tidak lajim itu telah tidak dijamin atau luput dari pemeliharaan “Allah”?

      Kedua:
      a. Jika manuscript Sanaa adalah berupa “kitab” tidak benar atau palsu, maka pertanyaan adalah klaim tidak ada tangingan AQ menjadi mentah, buktinya Kitab Sanaa bisa menandingi?
      b. Jika Sanaa tetap survive dan saudara bilang itu palsu, maka timbul pertanyaan apakah ada bukti pemeliharaan, sebab ternyata ada sanaa yang palsu yang masih bertahan sampai sekarang?

      Ketiga:
      ALKITAB berbeda dengan AQ, tidak ada klaim ALKITAB turun dari langit.
      Justru karena AQ mengaku tidak bersejarah dan langsug dari langit maka setiap perbedaan satu huruf saja itu bisa menjadi sebuah kesalahan besar.
      Dan jika demikian maka penambahan DIACRITIC dan PEMVOKALAN bisa disebut mengubah, dan itu berarti ada sejarah…

      Keempat:
      AQ yang dihafal awalnya sudah banyak, sehingga untuk standarisasi diperlukan yang tertulis dengan penambahan diacritic dan vokal.
      Semisal kata LORO (dalam bhsa JAWA) jika berbeda pemvokalan dan diaktik artinya bisa DUA atau SAKIT…

      jadi kalau saudara mengatakan hafalan adalah sumber, maka jenis diacritic dan jenis pelafalan yang mana?

      salam

  57. Kutip illham:
    “Kan udah dibahas.
    Al Quran itu berasal dari hafalan lisan baru teks mengikuti.

    Konon Quran turun dari Allah SWT via Jibril,
    Tapi aku sedang meragukan sobat Kang Hari di sini:
    http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-2532
    Kali-kali ada sobat atau mungkin Kang Ilham bisa bantu di sana! Pls!
    -
    Salah satu kubawa sini:
    … Pengertianku bahwa Muhammad yg dipanggil langsung menghadap Allah SWT
    Utk mendapatkan perintah khusus, yaitu solat, bukan wahyu lainnya. Why?
    Apa karena solat hrs ada animasi dari Nya? Who knows!

    Heranku pd soal “berhadapan” utk menyampaikan wahyu atau perintah-Nya,
    Knapa wahyu hrs via Jibril jika Allah bisa langsung menghadapkan Muhammad?
    Ujung pertanyaanku pd kemahakuasaan Allah SWT dlm berhadapan dgn manusia itu.

    Manusia Bumi bisa langsung berhadapan dgn Allah SWT di Sidratul Muntaha.
    Justru Allah SWT yg tak bisa berhadapan langsung dgn manusia di Bumi ini,
    Kesanku begini, Allah SWT tak bisa menjadi Jesus, Tuhan yg turun ke Bumi.

    Atau Kang Hari rela juga, bahwa kliatannya ada “trinitas bayangan” di situ, sbb:
    Jika wahyu yg dari Allah dijamin = yg dari Jibril dan dijamin = yg dari Muhammad,
    Maka Quran dari Muhammad dijamin = yg dari Allah dan dijamin = yg dari Jibril.

    Lalu itu tadi,
    Jaminan mereka tampak seperti tertiga jadinya,
    Ada tiga jaminan yg bertampak satu atau satu yg bertampak tiga,
    Jika satu jaminan dari tiga itu meragu maka ragukanlah semuanya, dsb.

    Tapi keknya tertiga itu batal,
    Jika yg dari Muhammad dijaminkan lagi kpd lainnya sebelum menjadi Quran,
    Kecuali rentetan jaminan itu juga = jaminan Allah dan = jaminan Jibril juga,
    Artinya, Muhammad berkuasa menjamni rentetannya yg berderet-deret!

    Gimana Kang, apa ada resiko menjadi tertiga spt itu, atau malah “terempat”.
    Atau, apa ada yg kleru atau tabrakan dgn nurani pernyataanmu sebelumnya?
    Pls quote! I am waiting, tank!

    illham::
    Anda mesti mempertimbangkan fakta bahawa 124000 sahabat nabi
    telah menghafal Al Quran semasa kewafatan nabi.

    Ya! Artinya:
    124.000 org hafal itu mirip dgn gagasan Multi Lever sekarang.
    Dan kuasa Muhammad kpd rentetan multi level yg berderet-paralel itu
    Tentu hsr dijamin sama/melebihi kuasa Allah SWT kpd Jibril soal Quran,
    Jika tidak, maka 124.000 org hafal tak berkuasa menjamin Quran, gitu loh!

    Pls apa aku kleru mengerti soal “kuasa” dan “menjamin”
    Atau, apa Allah SWT bermaksud menyempurnakan Allah Israel?
    Alkitab mengatakan anak Jakob 12, Al Quran 2.

    Sobat Kang Hari itu juga mengatakan bahwa
    Allah Israel tak sama dgn Allah SWT!
    Aku setuju!

    Tapi mungkin Fanya benar:
    “- Allah SWT adalah Tuhan semesta alam, Dia adalah Allah Israel juga!
    - “Persamaan dan Perbedaan” sesungguhnya hanya ada dalam persepsi manusia saja.”, tapi itu menjadi salah jika kebenaran itu mati pd text, tidak hidup di seputarnya.

    Salam Damai!

    • @ Maren
      Anda akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Jika tidak, neraka menunggu!

      • @ Ilham othmany
        Anda akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.
        .
        .
        .

        Jikalau belum memenuhi standart dlm berdebat bhs Teologia dan bingung mau jawab apa .., eh langsung main hukum masuk neraka ?? Eh amang sitakal baut on … Coba dulu kau tunjukkan ayat di kitab sucimu itu bagaimana pertobatan yg membuat seseorang tidak beriman spt imanmu itu masuk neraka … hehehehe…… Lain lubuk lain ikannya. Lain kitab suci lain pula imannya… Jikalau kukatakan menurut kitab suci Kristiani semua yg menerima Yesus Kristus akan menjadi pewaris Surga. Dan mereka yg tidak menerima Yesus Kristus sbg Juruselamatnya akan turut dihukum. Nah , kau lihatkan , begitu jelas kitab yg kau bilang kitab kafir itu ttg iman keKristenan berkata-kata ttg penghukuman . Nah, coba kau tunjukkan dgn jelas dulu dimana ada yg spt kau katakan itu ?? Ok

      • @lae Sihotang

        itulah yang dipergumulkan Islam dalam dialog ini, katanya sorga dan neraka hanya ada pada ilmu “Allah” mereka, tetapi begitu ada perbuatan yang bertentangan dengan AQ/Ajaran/Agama “Allah” mereka dengan mudahnya mengirim/mengutuki seseorang ke neraka…

        seperti kata lae Maren di atas;
        ratusan ribu penghafal AQ awal dikatakan menjadi penjamin AQ tetap terpelihara, itu adalah usaha manusia
        orang di luar ISLAM (karena tidak menyebut syahadat) akan dikutuki masuk neraka yang panas, itu juga usaha manusia…

        jadi usaha manusia adalah point utama…, tetapi fanya menolak keras pandangan itu…

        salam

      • Begitulah jadinya, Lae!
        Mungkin mereka terlalu banyak mengunyah-ngunyah ayat-ayat penakutan, maka di saat sulit utk berbicara tersemburlah apa-apa yg sedang dikunyah-kunyah itu..

        Salam Damai!

    • Pakcik Ilham says:
      “Anda akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.
      :
      @Om RAS, Om Parhobas, Om Maren,

      Yang Pakcik Ilham katakan sangat benar dan itu ketentuan Allah.
      :
      fanya sungguh tidak tahu jika dalam agama yg Om2 anut, diajarkan bahwa PENDOSA YG TIDAK SEMPAT BERTOBAT tidak jadi masalah dan mereka tetap MASUK SURGA!
      Pantas pendeta dan gereja-gereja di Barat melegalisir hidup bersama diluar nikah dan homosexual yg dilaknat Tuhan dan atermasuk DOSA BESAR, malah dilegalisir dan seluruh perangkat gereja dengan bangga melaksanakan upacara pemberkatan thd perkawinan sejenis………….

      Salam

      • Jangankan di Kerajaan Allah,
        Di dunia ini pun org jahat dihukum
        Fanya sungguh harsu tahu itu.

        Jadi, hendaklah hidupmu kudus,
        Jangan suka menghakimii orang,
        Gitu gitu aja!

        Salam Damai!

      • jika surga dan neraka tak pernah ada,
        masihkah kau bersujud kepadaNya?

        aku berbuat baik, aku mengasihi, karena aku tahu,
        Tuhan Yesus sudah lebih dulu mengasihiku..

        Kristen bukanlah sekedar agamaku, Kristen itu adalah cara hidupku,
        cara hidup yang Tuhan tunjukkan padaku melalui kedatanganNya ke dalam dunia ini menjadi Juru Selamatku, Juru Selamatmu, Juru Selamat manusia.

        karena begitu besar kasihNya padaku, aku mengikut Kristus,
        aku ingin bersamaNya di KerajaanNya..

    • @Om Maren

      “Persamaan dan Perbedaan” sesungguhnya hanya ada dalam persepsi manusia saja.”, tapi itu menjadi salah jika kebenaran itu mati pd text, tidak hidup di seputarnya.
      :
      :
      Kebenaran tetap adalah kebenaran dlm bentuk apapun wujudnya………
      Sosok yg terlahir sbg Maren Kitatau yakni sosok yg ketika bayi sangat lucu, masa anak-anak makin lucu dan banyak yg suka, menjelang dewasa ganteng dan banyak yg ngesir, yang ketika tua ia peyot, pikun, sangat merepotkan……dan sulit menemukan orang yg msh peduli…….ia TETAP Maren Kitatau!
      Kebenaran tentang sosok Maren Kitatau, akan tetap merupakan sebuah kebenaran dan mustahil MENJADI SALAH, terlebih lagi dalam aspek textual (akte lahir, CV dll), meski Maren Kitatau akhirnya TIDAK LAGI HIDUP DISEPUTAR KITA alias sudah almarhum…………
      :
      TEXT adalah aspek sangat fundamental di dalam HUKUM.
      Pentingnya pengabadian hukum dalam bentuk TEXT diperlihatkan Allah SWT saat Dia memberlakukan 10 perintah Tuhan kepada Nabi Musa dan seluruh umatnya bukan?
      :
      Memang, manusia diwajibkan “mewujudkan” hukum Tuhan dlm kehidupan sehari-harinya, namun HUKUM TUHAN akan KEKAL dan TETAP BERLAKU meski semua orang telah meninggalkannya, menafikannya, atau bahkan sepakat secara konsensus utk meninggalkan dan meniadakan hukum-Nya tsb!

      salam

      • “Kebenaran tetap adalah kebenaran dlm bentuk apapun wujudnya”

        Kebnaran adalah kebenaran,
        Fanya sudah harus tahu ini:
        Diskripsi gajah orang buta.
        -
        Banyak hal yg benar tapi tak semua benar itu berguna,
        Banyak hal yg baik, tapi tak semua baik itu membangun.
        Apa gunanya baik dan benar, jika hal itu tidak memerfekakan?
        -
        Salam Damai!

  58. @parhobass,tetaplah hobas memberitakan kabar baik kerajaan Sorga; yang seperti mereka jamak adanya, di tempat lain,mis: indonesia.alisina.org ada mengaku S2,guru ponpes,dll, namun bertekak bahwa dunia ini datar,……. menyedihkan

    • @onanon

      terimakasih, mohon didukung terus di dalam doa…

      salam dan haleluya

  59. Allah yang menciptakan dan memelihara isi dunia ini.Semua ini untuk Kemuliaan Allah, oleh karena itu kita umat manusia patut menyembah kepada Dia yang menciptakan itu. bdk. Wahyu 4:11

  60. @ parhobass
    o semua KITAB layak dicurigai dan dipelajari.., yang tidak layak adalah kita tidak berani mengambil kesimpulan…sebab kita harus menguji segala sesuatu:
    1Yohanes_4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
    ALKITAB bersejarah, dan penuh sejarah, dan karena itulah ada istilah CRITIC TEXT, yang mana dapat kita gunakan sebagai alat penguji.
    Dan dari CRITIC TEXT kita bisa ketahui bahwa memang telah banyak yang mengaku bagian dari ALKITAB, dan yang mengaku itu adalah palsu.
    Jadi secara pengetahuan kita bisa tahu mana yang palsu dan benar.
    Sementara dari ALKITAB itu sendiri juga dapat menjawab, bahwa memang awalnya telah banyak pengajar2 palsu, sesat, anak-anak Iblis berusaha memutarbalikkan INJIL/ALKITAB.. dan untuk itulah RASUL menulis dan mengajar, supaya murid-murid dapat membedakan mana yang salah dan mana yang berasal dari ROH KUDUS..
    Contoh:
    Kisah Para Rasul _20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
    juga
    2Korintus_11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
    juga
    2Petrus_2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
    juga
    Penemual di Nag Hammady dan Laut Mati membuktikan bahwa memang ALKITAB itu bersejarah, dan setiap UMAT ALLAH mengakuinya…
    pertanyaan terbesar adalah KLAIM AQ yang tidak bersejarah, meski nyatanya ada sejarah yang tidak bisa dipungkiri..
    Jawab:
    He he he..Kalau anda mau jujur sejarah Al Quran itu sangat nyata.Ke sini aja;

    http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/05/11/video-temuan-manuskrip-quran-gegerkan-islam/#comment-20984

  61. @ parhobass
    Pertama:
    Maka dari awal saya tanya lebih kuat mana lisan/hafalan dibanding tertulis..
    Merunut dari perndapat saudara maka hafalan/lisan lebih kuat dari tertulis..
    Konon lisan/hafalan ada 7 bentuk, yang tertulis dari hafalan itu hanya ada 2 buah yang umum,.. menurut saudara 5 yang sudah tidak lajim itu telah tidak dijamin atau luput dari pemeliharaan “Allah”?
    Jawab:
    Bila ya saya mengatakan itu?Kan saya bilang Al Quran bisa dibaca dengan tujuh dialek.7 dialek itu tidak ada kena mengena dengan terpelihara atau tidaknya Al Quran.Hanya andalah yang memaksakan kalau Al Quran ada tujuh dialek itu menunjukkan ia tidak dipelihara?

  62. @ parhobass
    Mesti dibedakan antara tidak ada tandingan dengan tidak ada cobaan menandingi.Cobaan menandingi Al Quran telah ada sejak nabi hidup.Tapi cobaan itu gagal semua.Tuhan telah mentakdirkan ada beberapa oknum yang coba membuat tandingan Al Quran.Misalnya Musailamah Al Kazzab seorang nabi palsu yang muncul sejak nabi lagi hidup coba menandingi surah Al Qari’ah yang berbunyi:
    Al Qaari’a tu mal qaari’ah
    Wamaa adraa kamal qaari’ah
    Yauma yakuunun naasu kal faraasyil mabtsuuts
    Watakuunul jibaalu kal ‘ihnil manfuusy

    Artinya:Gegaran!Apakah gegaran itu!Tahukah kamu apakah gegaran itu?Itulah harinya manusia akan menjadi seperti kelkatu yang berterbangan.Gunung ganang akan menjadi debu yang berterbangan.
    Musailamah coba menandingi ayat-ayat diatas lalu meggubah syairnya yang berbunyi:
    Al fiilu mal fiilu
    Wamaa adraaka mal fiilu
    Lahuu zambun wabiilu wa khurthuumun thowiilu
    Artinya:Gajah!Apakah gajah itu!Tahukah kamu apakah gajah itu?Itulah binatang yang mempunyai ekor yang pendek dan belalai yang panjang.

    • Lantas apakah yang berlaku.Para pengikutnya sendiri mentertawakan ayat yang dibuatnya sendiri.Mengapa? Karena ayat Al Quran yang dibacakan oleh nabi selain mengandungi keseimbangan kata yang berirama,perkataan yang fasih dan ringan pada lidah yang mana lafaznya meluncur seperti air yang mengalir sehingga menimbulkan keenakan pada telinga yang mendengar,…ia juga mempunyai gagasan yang tinggi dan menggugah perasaan ingin tahu pendengar sehingga audien ternanti-nanti ucapan selanjutnya.Semua yang mendengarnya terpegun dan ingin mengetahui apakah gegaran yang dimaksudkan.Sedangkan syair yang diucapkan Musailamah kosong dari sebarang gagasan sehingga para pendengar merasa hambar.

      • Inilah alasannya mengapa Al Quran mudah dihafalkan karena ianya enak pada perasaan hati dan tiap-tiap ayat yang enak itu memang mudah dihafaz sehingga bagi seorang yang dapat menilai keindahan bahasa Arab itu hanya dengan sekali dengar sahaja dia telah dapat menghafalnya.Ok sekarang.Al Quran Sanaa siapakah yang menghapalnya.Tentu ada oknum yang mneghapalnya kalau memang benar-benar Al Quran Sanaa itu suatu masa pernah wujud.Seperti Al Quran Utsmani yang dihapal orang sampai sekarang.Jika tidak ada yang menghapalnya berarti Al Quran sanaa tidak dapat menandingi Al Quran Usmani.Karena ternyata Al Quran Usmani dihapal oleh ribuan manusia sedangkan Al Quran Sanaa tidak ada seorang pun yang mampu menghapalnya.Yang benar sekalipun manuskrip Sanaa itu memang ada tetapi ianya bukan Al Quran sama sekali.

  63. @parhobass
    Klaim Al Kitab bukan turun dari langit adalah klaim yang bermasalah dan memakan diri anda sendiri.mengapa?Karena kalau ia tidak turun dari langit berarti ia bukan kitab yang datang dari Tuhan.Mungkin yang anda maksud lafaznya dari manusia tapi maknanya adalah dari Tuhan.Kalau begitu ini pun bermasalah karena ternyata Al Kitab mengandungi kesalahan bukan saja pada lafaz.Mal;ah juga pada makna.
    Misalnya antara 66 kitab protestan dengan 73 kitab katholik yang mana satu wahyu Allah.Sudah tentu pertentangan ini adalah pertentengan yang bukan saja pada lafaz tapi meliputi pada makna tentunya.

    • Kedua-dua pihak mendakwa kitab yang ada pada mereka masing-masing sebagai wahyu dari Tuhan.Sudah tentu salah satu daripada klaim itu salah atau kedua-duanya salah.Tidak mungkin kedua-duanya benar.Ya kan?
      Tentang pelafazan Al Quran mengikut dialek itu jelas bukan satu perobahan dan bukan pertentangan karena syarak(hukum Islam) telah mengizinkan pelafazannya mengikut dialek suku-suku Arab pada waktu itu.

    • Mungkin di sini lah letak beda gede kita, Kang Ilham!.
      Bahwa Firman itu telah turun ke Bumi menjadi Yesus,
      Bahwa firmanmu itu turun ke Bumi menjadi Quran.

      Salam Damai!

  64. @ parhobass
    Keempat: AQ yang dihafal awalnya sudah banyak, sehingga untuk standarisasi diperlukan yang tertulis dengan penambahan diacritic dan vokal.
    Semisal kata LORO (dalam bhsa JAWA) jika berbeda pemvokalan dan diaktik artinya bisa DUA atau SAKIT…
    jadi kalau saudara mengatakan hafalan adalah sumber, maka jenis diacritic dan jenis pelafalan yang mana?
    Jawab:
    Yang benar perbedaan dialek pel;afazan Al Quran tidak melibatkan pertentangan makna.Barangkali anda bisa datangkan contoh di sni kalau ada perbedaan dialek yang menyebabkan perobahan makna.Silahkan kalau ada.

    • Jadi gimana, Kang!
      Yg dari Allah SWT dijamin = yg kpd Jibril
      Yg dari Jibril dijamin = yg kpd MUhammad.
      Yg dari Muhammad dijamin = yg kpd sahabatnya.
      Yg dari sahabatnya dijamin = yg kpd ratusan ribu
      Penghafal Quran.
      -
      Yg dr Allah SWT hanya bisa via Jibril
      Yg dr Jibril hanya bisa via seorang Muhammad
      Yg dr Muhammad bisa via banyak orang sahabatnya.l.

      Apa ini berarti Muhammad lebih dahsyat.
      Dan para sahabatnya mungkinlebih dahsyat
      Bisa menjamin kpd ratusan ribu orang dgn sistem MLM
      -
      -
      Salam Damai!
      -
      NB:
      Kalau boleh,
      Jangan neraka lagi jawabmu, Kang,
      Karna Fanya menjadi rikuh dan malu!

      • “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)
        Asy-Syinqithi t (2/225) berkata, “Dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan bahwa Dia-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan memeliharanya dari penambahan, pengurangan, maupun pengubahan. Ayat lain yang semakna di antaranya firman Allah :
        “Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan1, baik dari depan maupun dari belakangnya.” (Fushshilat: 42)
        Juga firman Allah :
        “Janganlah kamu gerakkan lidahmu (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya maka itulah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (Al-Qiyamah: 16—19)
        Al-Qurthubi t (10/5) mengatakan, Allah memelihara Al-Qur’an dari penambahan dan pengurangan. Lalu beliau menyebutkan ucapan Qatadah dan Tsabit al-Bunani, “Allah memelihara Al-Qur’an dari upaya setan yang ingin menambahkan kebatilan ke dalamnya dan mengurangi kebenarannya, sehingga Al-Qur’an tetap terpelihara.”
        Al-Imam Al-Baidhawi t (3/362) mengatakan, “Pada ayat ini terdapat bantahan terhadap sikap orang-orang kafir yang senantiasa mengingkari dan memperolok-olok Al-Qur’an. Oleh karena itu, Allah menguatkannya (Al-Qur’an) dengan firman-Nya:
        “Dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
        Maksudnya, memeliharanya dari penyimpangan, baik huruf maupun makna, dan penambahan maupun pengurangan. Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai suatu keajaiban (mukjizat), guna membedakan apa yang tertera padanya dengan ucapan manusia.”
        “Dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
        Maknanya, kata asy-Syaikh as-Sa’di t, “Al-Qur’an terpelihara saat diturunkan maupun setelahnya. Saat diturunkan, Allah memeliharanya dari upaya setan yang ingin mencuri-curi beritanya. Adapun setelah diturunkan, Allah menyimpannya di hati Rasulullah n, kemudian di hati umatnya. Allah menjaga lafadz-lafadznya dari perubahan, baik penambahan maupun pengurangan. Allah juga menjaga makna-maknanya dari perubahan dan penggantian. Tidak seorang pun yang berusaha memalingkan salah satu makna pada Al-Qur’an, melainkan Allah pasti mendatangkan orang yang akan menjelaskan kebenaran yang nyata. Ini merupakan salah satu tanda keagungan ayat-ayat Allah dan kenikmatan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin. Di antara bentuk pemeliharaan Allah terhadap Al-Qur’an juga adalah Dia memelihara ahlul Qur’an dari musuh-musuh mereka. Allah menyelamatkan mereka dari gangguan musuh.”
        Ath-Thabari t (14/8) berkata, “Allah memelihara Al-Qur’an dari penambahan kebatilan yang bukan bagian darinya, atau pengurangan hukum, batasan, dan kewajiban yang seharusnya ada padanya.”

  65. @Om Maren:

    Kitab Suci itu manual rohani,
    Yg rohani tak mutlak tunduk pd analisa duniawi.
    Bila harus tunduk, mak rohani itu menjadi duniawi.

    Jadi, kata trinitas itu tak ada artinya dicari pada text.
    Dari pengertian itu aku mampu mencipta kata tertiga itu.”

    :
    (dikutip dari http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-2532).
    :
    :
    fanya:
    Maaf Om, setahu fanya aspek paling mendasar dari setiap benda untuk bisa dikatakan “KITAB” adalah adanya kumpulan TEXT.
    sementara landasan dari legalitas HUKUM, kalau tidak LISAN juga adalah TEXT.
    ;
    Dari kedua hal tsb jelas sekali betapa pentingnya peran TEXT.
    :
    Maka dari itu betapa absurd kalau doktrin Trinitas yg merupakan aspek paling esensial dan menentukan dari ajaran, Om katakan tidak memiliki landasan LISAN ataupun TEXT apapun! Namun demikian, pernyataan jujur Om diatas sangat menjelaskan mengapa Jehovah’s Witnesses atau Jehovas Zeugen di berbagai penjuru dunia, menolak keras doktrin Trinitas dan mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus.
    :
    Logikanya, jika Om Maren saja “mampu mencipta kata tertiga itu”, tentu tidak terlalu mengherankan jika doktrin TRINITAS ini juga sekedar hasil ciptaan seseorang di abad ke-4 belaka……
    :
    Salam

    • Allah SWT sungguh mengandalkan text. Dia menjaga-jaganya agar tak berubah. Dia mememeluhara kitab entah utk apa dipelihara. Dipelihara itu berkonotasi 2 hal, cek!
      -
      Apa Fanya belum tahu:
      Setiap kata ada bambarnya.
      Setiap gambar ada kata-katanya.
      -
      Text adalah gambar kata.
      Dengarkan lah dgn mata
      dan lihatlah dgn telinga.
      Kecuali kita tuli atau buta:
      Maka text itu mati-mati gitu aja.
      Terpelihara begitu aja, stagman,
      Tak hidup dan tak menghidupkan.
      -
      Soal hukum hanya dua yg diajarkan tanpa text oleh Yesus:
      Yg pertama dan utama: Kasihilah Tuhan Allahmu
      Yg kedua dan sama dgn itu: Kasihilah sesamamu manusia.
      Hukum yg ketiga, ya dari belajar sendiri: Cintailah alam ini!
      -
      Salam!

  66. kemana kamu Parhobass????

    gue tunggu tunggu di sini

    http://xucinxgaronx.wordpress.com/2011/08/16/bukti-ayat-ayat-palsu-di-alkitab/

    kenapa gak pernah nongol lagi ????

    • maaf mas saya sedang sibuk sekali, saya belum bisa online muking sampai tahun depan…

  67. @ maren
    Anda kan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan agama yang mengandalkan kitab yang gak jelas karena itulah rencananya iblis menjerumuskan kita ke neraka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Alah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya anda mendapat kejayaan yang abadi di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!
    Ke sini aja kau:http://answering.wordpress.com/2011/01/09/kuis-bibel-berhadiah-pesawat-boeing-747-jawaban-untuk-pendeta-budi-asali/#comment-27454

  68. @ Ilham Oon ..
    Anda kan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan agama yang mengandalkan kitab yang gak jelas karena itulah rencananya iblis menjerumuskan kita ke neraka
    .
    .
    .
    .
    Masak si Ilham ini ngancam-ngancam gitu di rumah orang ya ??
    Jadi takut kali aku lihat si Ilham ini.., tolonglah Ilham.., tolong ya.., malu awak kalau kau bersikap gitu… ( nih lagi makan panggang Karo alias pinahan lobu ) Adapula kuis bibel hadiah pesawat boeing 747 kau tunjukkan kpdku… Yang nggak ngertinya mungkin kau ya Ilham.., bahwa Pendeta Budi itu sudah bibelon ?? Kalau nggak ngerti kau makan dulu panggang pinahan lobu itu ya.., spy agak encer itu utok-utokmu ..

    • Horas Tulang!
      -
      Kang Ilham itu tukang masukin orang ke-neraka keknya. Dia tidak mampu membangun dan atau menumbuhkan iman percaya. Kutengok,yg berkecamuk dikepalanya hanya mengantisipasi Iblis, bukan memuliakan Tuhan
      -
      Kang Ill:
      Bila Tuhan sertamu,
      Siapakah musuhmu?
      -
      Salam Damai!.

    • He he he..Saya nih ibarat seorang sahabat yang dengar anda sakit yang salah makan obat.Lalu saya terus ke rumahmu dan berkata jangan dimakan obat itu nanti kamu mati!Lalu anda kok marah-marah “Ah!Kau ni Ilham datang rumah aku kok ngancam-ngancam aku”
      Lha!Saya kan bukan dalam rangka menunjukkan Pendeta Budi.Itu lho..comment-27454 udah dibaca apa belom?40 bukti obat yang anda kosumsi ternyata obat yang salah.Dibaca dulu yah!

  69. Ilham Oon …….

    Lha!Saya kan bukan dalam rangka menunjukkan Pendeta Budi.Itu lho..comment-27454 udah dibaca apa belom?40 bukti obat yang anda kosumsi ternyata obat yang salah.Dibaca dulu yah!
    .
    .
    .

    >
    Saya justru mengutip di kitab sucimu ya takkal baut, Agamamu adalah agamamu..,
    Tidak usah kau mengancam orang berdasarkan imanmu, karena justru iman yg berlainan dgn kami tidak akan kami katakan masuk neraka… Kemarin sudah kukatakan coba kau tunjukkan dulu dimana tertulis di kitabmu itu , bahwa kami akan masuk neraka dan dihukum karena berlainan dgn imanmu.. Oh ya, mengenai buku si meong Pendeta palsu yg kau bilang itu Coba kau berkunjung dulu ke http://jephman.wordpress.com/ …..

    ” Buku Ustad Mokoginta ini juga bukti bagaimana jargon Alquran “Agamaku ya agamaku, agamamu ya agamamu” menjadi mentah oleh muslim sendiri. Jargon defensif dan ekslusif ini yang sering diucapkan muslim seakan-akan tidak mau usil mencampuri agama lain, ternyata dikangkangi oleh Ustad mereka sendiri. Bagaimana tidak, tanpa ada angin tak ada hujan, tiba-tiba terbitlah buku yang ofensif seperti ini. Bayangkan kalau terbit buku semacam ini dari pihak non muslim.”

    Jadi perdebatan itu jgn sampai mengarah kepada menyalahkan iman seseorang.!
    Kukatakan bhw Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yg menyelamatkan siapapun yg percaya kpd DIA. Kalau tidak percaya kpdNYA maka engkau akan dihukum .. Itu jelas ada tertulis di Alkitab. Sudah jadi kau makan pinahan lobu itu kan ?

    • Bagiku agamaku dan bagimu agamamu
      Dalam agamaku ada perintah supaya menyampaikan Islam kepada segala bangsa.Jadi aku telah mengamalkan agamaku.Dalam agamamu tidak ada perintah supaya menyampaikan agamamu ke segala bangsa.
      Jawab Isa: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

      Injil Matius 15:24

      • Setiap kurespon postermu
        Selalu neraka jawabmu
        Kenapa Kang?

        Salam Damai!

      • Hi hi hi..Karena saya prihatin dan tidak mau kau dan semua teman masuk ke dalamnya.

      • Hi hi hi itu bukan tanda prihatin, keknya Kang.!
        Hi hi hi itu kau tau sendirilah siapa pemilik aslinya, kan?
        Neng Fannya beda lagi, kebanyakan “maap” ala Mpo Minah.
        Ngomong-ngomong kemana dia, ya.
        -
        Salam Damai!

      • Hi hi hi…Soalnya saya lucu dengan pertanyaaan anda tentang mengapa saya selalu menyebut neraka.Jadi saya cuma menjelaskan saja bahawa saya prihatin lho tidak mau anda masuk neraka.Lagian saya suka kok nyebut-nyebut neraka.Kurang-kurang jadi ingatan kepada diri sendiri.Hi hi hi..Semoga anda mendapat hidayah.Ya Allah!Janganlah Engkau masukkan semua yang ada di sini dalam neraka Ya Allah.Beri kami hidayah Ya Allah…Amin Ya Rabbal alamin…

      • “Hi hi hi” itu memang lucu jika kau gunakan utk nada keprihatinan.
        Apa Allah SWT biasa mengabulkan permohonan yg unjuk gigi?
        Ah! Yg bener aja eta mah, Kang!

        Baiklah kau cari pertanyaan-pertanyaanku yg tak lucu.
        Baik pertanyaan yg di sini maupun yg di blognya hbis itu.
        Neng Fanya telah mencoba masuk tapi belum meng-quote.

        Salam Damai!

      • Lhaa …Kan semua pertanyaanmu telah ku jawab?Pertanyaan yang mana lagi yah?

      • Di link hbis yg kuberikan di atas masih banyak pertanyaanku, tapi kalau kau males menjawabnya, kita bisa diskusikan saja ttg diri. Di sana bisa ada banyak beda persepsi ttg diri ini yg mungkin masih bisa kita perbaiki. Otak kita baru 10% yg telah diketahui fungsinya. Jasi sia-sia kau mencoba memperbaiki Tuhan-ku atau aku memperbaiki Tuhan-mu. Marilah perbaiki diri luar dalam sejauh tak terhingga dari pada memperbaiki Tuhan, kan?
        -
        Ke sanalah jika Kang Illhan ada waktu,
        -
        Salam Damai!

  70. @Om Maren
    Neng Fannya beda lagi, kebanyakan “maap” ala Mpo Minah.
    Ngomong-ngomong kemana dia, ya.

    :
    :
    fanya nggak kemana-mana koq Om…..
    Soal mengapa fanya sering ato kebanyakan “maap” ala Mpo Minah,…..yaaa..namanya manusia tempat salah dan dosa, ga ada ruginya banyak minta maap kaleee? terlebih lagi buat fanya yg sering berbeda pendapat saat berkomunikasi dgn Om Maren cs yg tak jarang pake “logika Tuhan” bahkan dikler sebagai “anak Tuhan” yg sulit dijangkau nalar fanya karena setahu fanya Tuhan sendiri dlm berkomunikasi dengan manusia selalu konsisten gunakan silogisme dan premis-premis manusia.
    Conntohnya: Tuhan berkata bhw Api itu “panas”…. maka interprepasi “panas” tsb pasti mengacu pada batasan “panas” menurut logika manusia, karena bagi Tuhan panas itu tidak ada dan api sama sekali tidak panas bagi-Nya.
    Tuhan maha “kasih”…… juga makna dan nilai “kasih” menurut tolok ukur (logika waras) manusia, bukan logika setan, hewan, tumbuhan ataupun logika Tuhan yg kita tidak tahu seperti apa……
    :
    Maka adari itu terhadap premis Tuhan “Maha ESA”……, tentunya Maha ESA (Maha SATU) berdasarkan logika manusia, yakni tidak DUA, TIGA ….dst.
    Demikian pula thdp pernyataan bhw Tuhan pernah MATI….. (koq ga masuk akal manusiaTuhan bisa mati ya….? terlebih lagi hal itu kontradiksi dgn premisTuhan MAHA KEKAL alias TIDAK AKAN PERNAH BISA MATI/lenyap? apalagi mati-Nya sampai berhari-hari (kalo ternyata hidup lagi, itu namanya pingsan kaleee…..).
    :
    Nah itu sebabnya fanya merasa perlu banyak-banyak minta maap disini… hihihi
    maapin fanya ya Om……….
    :
    salam

    • Kita hrs mau memaafkan sesama
      Walau ia minta maaf sambil “hihihi”, kan?
      Yesus pun memaafkan org yg meludahiNya.
      -
      Itulah teladan surgawi,
      Bukan teladan duniawi:
      Keadilan gigi ganti-gigi.
      -
      Fan!
      Kalau mau meneliti trinitas
      Kau kuliti dulu tertiga: tubuh jiwa dan roh.
      Quote-lah beberapa posterku di blog hbis!
      -
      Salam Damai!

      • @Om Maren
        :
        Sekedar tambahan informasi dan pertanyaan mengenai Jiwa, apakah hanya manusia yg memiliki jiwa? Apakah hewan tidak memiliki jiwa?
        :
        Mungkin Om Maren pernah mendengar/baca/menonton film kisah nyata tentang kecerdikan, kesetiaan dan kekuatan jiwa hewan, baik terhadap sesama hewan maupun terhadap manusia.
        :
        Sebut saja Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita yg terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap manusia yg menjadi majikannya. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
        :
        Demikian pula dengan kisah kesetiaan, kecerdikan dan patriotisme seekor ajing terhadap sesama anjing lain dalam musibah Tsunami Jepang yg kisah dan videonya dapat dilihat di :
        (http://chempornet.com/kisah-kesetiaan-anjing-korban-tsunami-jepang/)
        :
        Seorang profesor ekologi dan evolusi biologi University of Colorado, Boulder sekaligus anggota Animal Behavior Society, Marc Bekoff, yg menyaksikan video Kesetiaan Seekor Anjing Korban Tsunami di Jepang tersebut mengatakan: “Saya pikir ini adalah kisah yang mengharukan tapi juga penting, karena menunjukkan bahwa ikatan tak hanya terjadi antara anjing dengan manusia, tapi juga dengan sesamanya,”.
        :
        Selain demonstrasi “kekuatan jiwa” hewan yg terkadang malah melampaui kebaikan jiwa manusia pada umumnya, mungkin perlu dipikirkan kembali relevansi “tertiga” manusia dengan eksistensi tortuga hewan sebagaimana disaksikan melalui kisah-kisah, film dan video diatas….
        :
        Salam Persatuan

      • Tanks tambahan infonya.
        -
        Empirisku:
        1 tubuh = 1 tumbuhan
        1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
        1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang
        -
        Selanjutnya ada di link yg kuberikan
        -
        Salam Damai!

  71. sunyi,senyap,sedikit angin sepoi sepoi,hanya mendengar suara alam datang secara tiba tiba dan sejenak melangkah,memegang pasir dengan kelima jari,lalu meremasnya,tetaplah hanya sebuah butiran pasir yang lembut,hingga pada akhirnya terjatuh dari genggaman tangan,dan tiba tiba….tiba tiba….kejadian itu sangatlah cepat….kejadian itu tidak terduga….kejadian yang sungguh mengerikan…kejadian yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya….hanya dengan menggenggam sebuah pasir yang berhamburan dari tangan

  72. @Om Maren
    Fan!
    Kalau mau meneliti trinitas
    Kau kuliti dulu tertiga: tubuh jiwa dan roh.
    Quote-lah beberapa posterku di blog hbis!

    :
    :
    menguliti tortuga eh…maaf, …. tertiga? boleeeh…. tolong jawab beberapa tanya fanya berikut ini ya Om:
    :
    apa betul manusia adalah tertiga yakni terdiri dari Tubuh – Jiwa – Roh saja?
    bukannya TEREMPAT, TERLIMA, TERENAM, atau TERTUJUH………? hihihi…..
    :
    bicara soal Jiwa dan Roh, emang ada batasan dan deskripsi valid tentang entitas jiwa dan roh ? seperti apa rumusannya? bagaimana validitasnya? siapa yang merumuskannya? bagaimana cara menguji kebenaranya? ada dalam literatur apa? tidak ada?….hhh….!?@$$#
    :
    mengapa ada yg disebut jiwa patriot, jiwa pemberontak, jiwa pengecut, jiwa pemberani, jiwa korup, jiwa tulus dsb, apa kaitannya dengan sifat?
    :
    bagaimana interdependensi manusia tortuga atau kura-kura ninja, eh….. maaf salah lagi,…manusia tertiga tsb dengan elemen/dimensi spatial? apakah manusia independen terhadap air, udara, tanah, angkasa luar…? (kalau manusia tortuga atau Kura-kura Ninja coptaan Maha Guru Splinter Tikus sih, konon katanya begitu…hihihi)
    :
    apakah manusia tertiga independen terhadap elemen/dimensi waktu?
    :
    apakah tidak ada unsur/aspek “perekat” dari 3 elemen tertiga sehingga elemen-elemen tsb menyatu dan mengapa pula terpisah? apakah dimungkinkan utk kurang (terdua ato dua setengah) dan apa dimungkinkan pula berlebih (tertiga setengah atau terengah-engah)?
    :
    apakah kalo kurang atau lebih dari 3 unsur tsb bukan manusia? apakah orang pingsan atau koma (kurang dari 3 elemen) tidak masuk kategori manusia? apakah “orang pinter” yg memiliki “indra ke-enam”-nya mampu “melihat” masa lalu dan masa depan juga bukan termasuk manusia?
    :
    siapa dan apa korelasi Pencipta (Tuhan) yg membuat dan mensinergikan semua elemen tersebut? apakah Pencipta = Roh ?; kalo dikatakan manusia terdiri dari tubuh-ijwa-roh, maka manusia = Tuhan doooonnnkk…….
    :
    Tanpa ada batasan jelas, valid dan pasti tentang aspek bahasan, dlm hal “tertiga” ini a.l. batasan formal dan valid ttg “jiwa” dan “roh”, sesungguhnya cenderung hanya menjurus pada kesia-siaan belaka………
    :
    “tertiga”, di mata fanya lebih merupakan suatu hasil olah pikir yg bertendensi menyederhanakan permasalahan akibat pengaruh sifat malas dan kebiasaaan mencari gampangnya dalam peri kehidupan manusia………..
    :
    Salam

  73. @Om Maren
    :
    Secara simpel fanya melihat bahwa value sebagai “sesuatu” tidak cukup sebatas “pikir tiga” karena eksistensi manusia mustahil terlepas dari 4 (empat) elemen/dimensi lain yakni elemen ruang (spatial); waktu; hukum Sang Pencipta; dan Jati Diri Sang Pencipta itu sendiri.
    :
    siapapun, termasuk manusia mustahil ada tanpa ada ruang.
    siapapun termasuk manusia mustahil berbuat dan menjadi sesuatu tanpa waktu.
    manusia mustahil memperoleh nilai/value tanpa eksistensi hukum-Nya.
    dan last but not least,……….apapun pasti tak ada tanpa Sang Pencipta.
    :
    merujuk pada elemen terakhir namun paling utama tsb, apapun yg diupayakan setiap mahluk akan menjadi sia-sia jika keliru mengenali sosok Tuhannya karena kekeliruan dalam mengenali sosok/Jati Diri Tuhan otomatis menjadi kekeliruan dalam merujuk hukum-hukum-Nya, dan kekeliruan dalam merujuk/mengaplikasikan hukum-hukum-Nya berarti kesia-siaan dan kemusnahan………..
    :
    itulah pandangan simpel fanya yg tentunya belum secanggih Om Maren dalam berolah pikir dan berfilsafat mengenai gagasan “pikir tiga” Om……..
    :
    Salam Persatuan

  74. Pak Parhobas, Allah tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan tapi kamulah yang akan ditanya
    sedikit komentar. menarik sekali tulisanmu yang ini:”Jika saya tidak ada, lalu apakah yang akan mengisi hakadosh.wordpress.com? ada ? atau malah orang lain yang akan mengisinya dengan isi dan makna yang berbeda? atau mungkin tidak ada.”
    kalo kamu tidak ada pertanyaan ini juga tidak ada http://putramaryam.wordpress.com/2010/09/20/orang-kristen-salah-cara-menyembah-tuhan-dan-salah-nyembah-orang/#comment-1357

    kalo kamu tidak ada apakah yang akan mengisi hakadosh.wordpress.com?
    sebelum kamu tidak ada sebaiknya kasih tahu saya, nama dan password blog ini. saya akan mengisinya dengan makna yang berbeda insya Allah, kecuali saya mati lebih dahulu.

    • kadang2 ngobrol sama sampean itu tidak nyambung…

      salam

  75. Selamat malan Fan!

    Kucoba jawab dgn bisaku.
    Silahkan kauter dgn bisamu, ya!

    Comment by fanya— November 3, 2011 #
    apa betul manusia adalah tertiga yakni terdiri dari Tubuh – Jiwa – Roh saja?
    bukannya TEREMPAT, TERLIMA, TERENAM, atau TERTUJUH………?

    Terempat? Boleh-boleh saja lah.
    Silahkan diolah-oleh menjadi terempat dst.
    Dari tertiga hingga tak terhingga dlm menjadi.
    -
    Soal tubuh misalanya:
    Ada badan, anggota badan dan kepala
    Soal jiwa ada id, ego dan superego
    Soal roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus.
    -
    Gitu-gitu aja dulu titigaan-nya.
    Coba lah kau bikin jadi terempat,
    Dgn begitu kita terus berpikir utk menjadi.
    Dgn data yg belum ada di kepala, ragu di hati.

    hihihi…..

    Ah, dia lagi dia lagi, bak tak ada stok lain..
    Gambarnya orang bergigi emas, kau Fan.
    Kang Ilham Othmany juga pake tuh keknya, hh.
    Kalau bukan emas sebabnya, Pontianak lah, kali, ya.

    bicara soal Jiwa dan Roh, emang ada batasan dan deskripsi valid tentang entitas jiwa dan roh ? seperti apa rumusannya? bagaimana validitasnya? siapa yang merumuskannya? bagaimana cara menguji kebenaranya? ada dalam literatur apa? tidak ada?….hhh….!?@$$#

    Kau benar!
    -
    Mana batasannya.
    Apa definisi yg trengginas
    Apa ada rumus-rumus rohani dll.
    -
    Saranku juga pd Kang Ilham begitu.
    Boro-boro kita bisa mengupas Tuhan
    Kupas diri-sendiri aja nggak ngeh tenan.
    -
    Lae Parhobas bilang:
    “Mari melihat diri sendiri, bahwa kita-pun tidak mengenal diri sendiri sepenuhnya, bahkan terkadang kita tidak tahu apa yang kita ucapkan, bahkan tidak semua apa yang kita miliki dapat kita mengerti, masakah aku harus mengerti penuh TUHAN?….. kurang ajarnya…
    Dan hati yang keras, hati yang kurang ajar, hati yang sombong, hati yang tidak mau menerima didikan adalah hati yang tidak mau memuliakan TUHAN, meremehkan keagungan TUHAN…. “

    -
    Jadi, yg perlu kita mainkan bukan otak lagi,
    Karana dalam hati terdalam pun banyak data
    Data renungan yg belum kita pasti mengerti.

    mengapa ada yg disebut jiwa patriot, jiwa pemberontak, jiwa pengecut, jiwa pemberani, jiwa korup, jiwa tulus dsb, apa kaitannya dengan sifat?

    Sifat-sifat itu dari dunia ini.
    Jiwa menyerap segala sifat.
    Sifat dominan menjadikannya.

    bagaimana interdependensi manusia tortuga atau kura-kura ninja, eh….. maaf salah lagi,…manusia tertiga tsb dengan elemen/dimensi spatial? apakah manusia independen terhadap air, udara, tanah, angkasa luar…? (kalau manusia tortuga atau Kura-kura Ninja coptaan Maha Guru Splinter Tikus sih, konon katanya begitu…hihihi)

    Kalo ragu-ragu,
    Pake aja yg konon dulu.
    -
    Tertiga itu datang dari tiga benua keknya.
    Dari benua bawah, benua tengah, benua atas
    Elemenmu itu datang dari benua mana, Neng.

    apakah manusia tertiga independen terhadap elemen/dimensi waktu?

    Keknya,
    Tubuh ini tidak, jiwa entahlah.
    Ruh, ya, independen, abadi,
    Dari tadi, kini sampai nanti.

    apakah tidak ada unsur/aspek “perekat” dari 3 elemen tertiga sehingga elemen-elemen tsb menyatu dan mengapa pula terpisah?

    Entahlah!
    Perekat dan pemisahnya lemungkinan kehendak:
    Kehendak Tuhan, kehendak Setan, kehendak alam.
    Kehendak Raja/Algojo, kehendak diri sendiri, dll.
    Kali.

    apakah dimungkinkan utk kurang (terdua ato dua setengah) dan apa dimungkinkan pula berlebih (tertiga setengah atau terengah-engah)?
    apakah kalo kurang atau lebih dari 3 unsur tsb bukan manusia? apakah orang pingsan atau koma (kurang dari 3 elemen) tidak masuk kategori manusia?

    Paradigmanya udah coba 3 buah.
    Koreksi aja posterku yg ini:
    http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-1638
    Kau coba-coba saja tambahin atau kurangin,
    Mungkin bisa menarik utk kita diskusikan.

    apakah “orang pinter” yg memiliki “indra ke-enam”-nya mampu “melihat” masa lalu dan masa depan juga bukan termasuk manusia?

    Entahlah!
    -
    Yg jelas roh itu dahsyat.
    Dia bisa nge-link kemana-mana.
    Ngeling ke Roh Kudus atau ke Roh tak Kudus.

    siapa dan apa korelasi Pencipta (Tuhan) yg membuat dan mensinergikan semua elemen tersebut? apakah Pencipta = Roh ?; kalo dikatakan manusia terdiri dari tubuh-ijwa-roh, maka manusia = Tuhan doooonnnkk…….

    Allah adalah Roh, Allah SWT entahlah.
    Anak manusia hrs menjadi anak-anak Allah.
    Kalau kau cukup menjadi hambanya saja, kali.

    Tanpa ada batasan jelas, valid dan pasti tentang aspek bahasan, dlm hal “tertiga” ini a.l. batasan formal dan valid ttg “jiwa” dan “roh”, sesungguhnya cenderung hanya menjurus pada kesia-siaan belaka………

    Apa lagi kita mau mengupas Tuhan,
    Lebis sia-sia dari yg sia-sia, kan Fan?
    Jadi, lebih baik mengupas diri utk menjadi.

    “tertiga”, di mata fanya lebih merupakan suatu hasil olah pikir yg bertendensi menyederhanakan permasalahan akibat pengaruh sifat malas dan kebiasaaan mencari gampangnya dalam peri kehidupan manusia………..

    Kalo gitu, tunjukkanlah buah rajinmu di sini.
    Tertigaku itu kunci menumbuhkan rohaniku.
    Roh mu mungkin tak numbuh terhalang jiwa.
    -
    Atau, apakah kau hrs percaya roh=jiwa?
    Pls bedakan org kesurupan dgn org gila.
    Tertiga adalah bisaku, tunjukan bisamu.
    -
    Salam Damai!

    • @Om Maren
      Soal tubuh misalanya:
      Ada badan, anggota badan dan kepala
      Soal jiwa ada id, ego dan superego
      Soal roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus.

      :
      :
      Nah tuh, dasar pembagian tubuh menjadi tiga elemen yg Om kemukakan diatas khan pd hakekatnya hanya bersifat relatif berdasarkan aspek tertentu (mungkin penyederhanaan bahasa/kiasan saja), kepentingan pihak maupun sekedar pembagian secara jeneral semata bukan?
      :
      Pembagian tubuh manusia kedalam tiga elemen tsb jelas tidak mutlak, tidak berlaku universal, tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya serta tidak memiliki dasar hukum apapun (kalau Om Maren ada dasar hukumnya tolong fanya dikoreksi)!.
      :
      Coba Om perhatikan pembagian tubuh manusia berdasarkan disiplin ilmu kedokteran dan faal tubuh yg secara formal direpresentasikan lewat spesialisasi cabang ilmu kedokteran: THT, Dalam, Jantung, Tulang, Syaraf, Gigi, Kandungan, Kulit & Kelamin dst dst….. tidak hanya tiga khan ? Pembagian/pengelompokan seperti itu legal, formal, dan faktual loh!! Oke?
      :
      Lihat lagi pembagian/pengelompokan formal tubuh manusia berdasarkan fungsi indera (fanya jadi inget pelajaran di SD): Mata-Penglihat, Kuping-Pendengar, Lidah-Perasa, Telapak tangan-Peraba, Hidung-Pecium/pembau…….. qiqiqi juga lebih dari tiga khan?
      :
      :
      Semua “tiga” menyangkut berbagai hal yg Om kemukakan, di mata fanya sih lebih menjurus pada cocologi supaya selaras dengan ide ato imajinasi yg Om coba kembangkan………..
      :
      :Empirisku:
      1 tubuh = 1 tumbuhan
      1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
      1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang

      :
      :
      O…. jadi menurut Om hewan itu terdiri dari 1 tubuh + 1 Jiwa? Bukan tubuh + 1 nyawa? Jadi hewan tu tidak bernyawa? atau JIWA = NYAWA?
      Kalo Jiwa = Nyawa, maka Dokter Jiwa = Dokter Nyawa…….. wah ini betul-betul pengetahuan baru bagi fanya !!
      :
      Kalo begitu dokter jiwa, adalah dokter yg mengobati nyawa…..
      Kenapa orang mati kerap disebut kehilangan nyawa – bukan kehilangan jiwa? Orang sekarat disebut meregang nyawa ……dll
      :
      Tolong fanya dicerahkan mengenai hal tsb ya Om…. thanks
      :
      Salam Persatuan!

    • @Om Maren
      Atau, apakah kau hrs percaya roh=jiwa?
      Pls bedakan org kesurupan dgn org gila.
      Tertiga adalah bisaku, tunjukan bisamu.

      :
      Empirisku:
      1 tubuh = 1 tumbuhan
      1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
      1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang

      :
      :
      Dari kedua premis Om diatas dapat disimpulkan bahwa:
      -> roh # jiwa; roh # nyawa —–> jiwa = nyawa
      orang gila = sakit jiwa —> sakit jiwa = sakit nyawa —> gila = sakit nyawa.
      :
      maka dokter jiwa = dokter nyawa.
      :

      salam

  76. Secara simpel fanya melihat bahwa value sebagai “sesuatu” tidak cukup sebatas “pikir tiga” karena eksistensi manusia mustahil terlepas dari 4 (empat) elemen/dimensi lain yakni elemen ruang (spatial); waktu; hukum Sang Pencipta; dan Jati Diri Sang Pencipta itu sendiri.

    Pikir tiga adalah pola pikir.
    Memikir sesuatu dari tiga sisi,
    Karena sesuatu itu ada dlm ruang
    -
    Tertiga adalah soal diri tubuh jiwa dan roh:
    Benda kongkrit, abstrak dan bukan benda
    Yg bukan benda tak perlu ruang dan waktu.

    siapapun, termasuk manusia mustahil ada tanpa ada ruang.
    siapapun termasuk manusia mustahil berbuat dan menjadi sesuatu tanpa waktu.
    manusia mustahil memperoleh nilai/value tanpa eksistensi hukum-Nya.
    dan last but not least,……….apapun pasti tak ada tanpa Sang Pencipta.

    Kau sedang menganggap diri ini tubuh tok.
    Segala yg pasti-pasti adalah pikir satu.
    Segala yg bertentangan pikir dua.

    merujuk pada elemen terakhir namun paling utama tsb, apapun yg diupayakan setiap mahluk akan menjadi sia-sia jika keliru mengenali sosok Tuhannya karena kekeliruan dalam mengenali sosok/Jati Diri Tuhan otomatis menjadi kekeliruan dalam merujuk hukum-hukum-Nya, dan kekeliruan dalam merujuk/mengaplikasikan hukum-hukum-Nya berarti kesia-siaan dan kemusnahan………..

    Nah loh, diri ini belum tuntas
    Boro-boro Tuhan kau kupas
    Ini omdo namanya.

    itulah pandangan simpel fanya yg tentunya belum secanggih Om Maren dalam berolah pikir dan berfilsafat mengenai gagasan “pikir tiga” Om……..

    Tak mengapa, Fan!
    Aku pun masih mereka-reka,
    Mari terus berpikir menumbuhkan rohani kita.
    -
    Salam Damai!

    • @Om Maren
      Pikir tiga adalah pola pikir.
      Memikir sesuatu dari tiga sisi,
      Karena sesuatu itu ada dlm ruang

      :
      :
      disitulah letak permasalahannya. Pada hakekat dan kenyataannya hidup merupakan akumulasi dan interdependensi dari multi dimensi. Maka dari itu untuk menemukan hakekat hidup yg sebenarnya banyak aspek dan elemen yg harus dipikirkan dan dituntaskan. Semua orang tahu bahwa masalah hidup tidak cukup hanya dipikir dari tiga sisi belaka…..
      :
      Berbicara soal pola pikir, bisa saja ada orang yg membatasi jelajah pikirnya dalam pola tiga dimensi meski tidak sedikit pula yg gandrung dengan pola dua dimensi, positif-negatif; salah benar; untung rugi; atas bawah dst dst. Pola satu, dua, tiga dsb, hakekatnya hanyalah masalah selera maupun keterbatasn. Manakala yg didiskusikan adalah mencara kebenaran terkait masalah selera atau keterbatasan, maka disitulah terjadi kesia-siaan yg fanya maksudkan. Siapapun mustahil menemukan titik temu saat memperdebatkan warna apa yg terindah. Demikian halnya mendiskusikan tentang warna bersama orang buta………… hhhh..!
      :-
      Tertiga adalah soal diri tubuh jiwa dan roh:
      Benda kongkrit, abstrak dan bukan benda
      Yg bukan benda tak perlu ruang dan waktu.

      :
      Demikian pula tertiga yg konon menyangkut soal tubuh jiwa dan roh. Itu tentang eksistensi manusia bukan? Nah mengenai eksistensi manusia tsb tidak melulu bergantung pd apa yg ada pada entitas manusia sendiri, melainkan pula pada apa yg ada disekitarnya. “Warna” adalah sebuah eksistensi yg mustahil bisa dipungkiri. Namun warna hanya eksis berkat keberadaan cahaya. Antara warna dan cahaya terdapat interdependensi yg sangat besar dan menentukan. Demikian pula halnya dgn manusia. Manusia mustahil menjadi ada tanpa ruang, waktu, hukum dan Sang Pencipta! So, menyoroti soal manusia tak akan sempurna atau bahkan sia-sia tanpa secara simultan membahas aspek-aspek lain diluar tubuh, jiwa dan rohnya.
      :
      Bicara soal roh, apa kaitan antara roh dengan nyawa?
      :
      salam persatuan

  77. Kita sama-sama bodok,
    Percuma saling menyalahkan, kan?
    Tapi tak akan sia-sia jika saling belajar.

    Atau, apakah kau hrs percaya roh=jiwa?
    Pls bedakan org kesurupan dgn org gila.
    Tertiga adalah bisaku, tunjukan bisamu.
    :
    Empirisku:
    1 tubuh = 1 tumbuhan
    1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
    1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang
    :
    Dari kedua premis Om diatas dapat disimpulkan bahwa:
    -> roh # jiwa; roh # nyawa —–> jiwa = nyawa
    orang gila = sakit jiwa —> sakit jiwa = sakit nyawa —> gila = sakit nyawa.
    :
    maka dokter jiwa = dokter nyawa.

    Tertiga: tubuh, jiwa dan roh.
    Saat kita sadar, tubuh dan jiwa aktif, roh bagai tak ada cerita.
    Saat tak sadar, jiwa dan roh terasa aktif, tubuh bagai tak ada cerita.
    -
    Pd tubuh masih banyak yg belum diketahui fungsinya
    Pd jiwa lebih banyak lagi yg tak tau dan samar-samar
    Pd roh lebih-lebih lagi; Dan, osilasi ketiganya apa lagi.
    -
    Yg ini aja dulu kuancer-ancer, ya, Fan!
    Ini yg penting karna menjurus ke roh.
    Kutahu roh mu belum numbuh, keknya.
    -
    Empiris yg lain:
    1 tubuh + 1 roh = 1 seorang jombi, heh, Frankenstain boleh jadi
    1 jiwa + 1 roh = 1 nyawa seorang; Roh-berjiwa atau jiwa-beroh, hh.
    -
    Nyawa org yg kesumat dunia kusebut saja jiwa-beroh
    Jiwa bertahan, menarik rohnya ke dunia, dunia penasaran
    Yg ginian doyan sesajen keknya, suka order, dan bisa dibotolin, hh
    -
    Nyawa org yg berserah kusebut saja dgn roh-berjiwa.
    Jiwa berserah, rela ditarik oleh roh yg awalnya dari Tuhan.
    Yg ginian ini terbangnya tinggi, nggak bisa dipanggil-panggil, hh.
    -
    Kakitu dudu lah!
    -
    Salam Damai!

    • Sorry, blockquote-nya lupa!

    • @Om Maren
      1 tubuh + 1 roh = 1 seorang jombi, heh, Frankenstain boleh jadi
      1 jiwa + 1 roh = 1 nyawa seorang; Roh-berjiwa atau jiwa-beroh, hh.
      -
      Nyawa org yg kesumat dunia kusebut saja jiwa-beroh
      Jiwa bertahan, menarik rohnya ke dunia, dunia penasaran
      Yg ginian doyan sesajen keknya, suka order, dan bisa dibotolin, hh

      :
      :
      Asli, fanya belum tercerahkan oleh uraian Om diatas.
      Uraian Om tsb jelas merujuk eksistensi entitas NYAWA. Itu sebabnya fanya katakan bhw tidak hanya 3 unsur (tubuh; jiwa dan roh) saja yg ada dalam diri manusia. Siapapun tahu bhw manusia hanya hidup jika ia mempunyai NYAWA. Semua sepakat bahwa mahluk hidup yg tidak bernyawa sebutannya adalah mayat atau bangkai. Maka dari itu “tertiga” jelas bukan fakta atau realita manusia, melainkan sekedar kreasi suka-suka pribadi Om yg begitu terobsesi oleh angka 3 (tiga) dan mencoba mencocologikan tiga tsb seolah “sumber” dari segala sesuatu. Secara logika, yg pasti merupakan sumber (awal) adalah 1 (satu), bukan dua, apalagi tiga. Mustahil ada 3 tanpa ada 1 dan 2!
      :
      Om juga tampaknya belum tanggapi komen fanya berikut:
      :
      Berbicara soal pola pikir, bisa saja ada orang yg membatasi jelajah pikirnya dalam pola tiga dimensi meski tidak sedikit pula yg gandrung dengan pola dua dimensi, positif-negatif; salah benar; untung rugi; atas bawah dst dst. Pola satu, dua, tiga dsb, hakekatnya hanyalah masalah selera maupun keterbatasn. Manakala yg didiskusikan adalah mencara kebenaran terkait masalah selera atau keterbatasan, maka disitulah terjadi kesia-siaan yg fanya maksudkan. Siapapun mustahil menemukan titik temu saat memperdebatkan warna apa yg terindah. Demikian halnya mendiskusikan tentang warna bersama orang buta………… hhhh..!
      :
      juga yg ini:
      :
      Demikian pula tertiga yg konon menyangkut soal tubuh jiwa dan roh. Itu tentang eksistensi manusia bukan? Nah mengenai eksistensi manusia tsb tidak melulu bergantung pd apa yg ada pada entitas manusia sendiri, melainkan pula pada apa yg ada disekitarnya. “Warna” adalah sebuah eksistensi yg mustahil bisa dipungkiri. Namun warna hanya eksis berkat keberadaan cahaya. Antara warna dan cahaya terdapat interdependensi yg sangat besar dan menentukan. Demikian pula halnya dgn manusia. Manusia mustahil menjadi ada tanpa ruang, waktu, hukum dan Sang Pencipta! So, menyoroti soal manusia tak akan sempurna atau bahkan sia-sia tanpa secara simultan membahas aspek-aspek lain diluar tubuh, jiwa dan rohnya.
      :
      Bagi fanya, apapun dasarnya, tiada yg salah dengan SELERA. Namun fanya pasti akan bereaksi manakala selera dipaksakan dan disosialisasikan menjadi sebuah dogma.
      :
      Salam Persatuan.

      • Empiris yg lain:
        1 tubuh + 1 roh = 1 orang jombi,
        heh, Frankenstain pun boleh jadi
        1 jiwa + 1 roh = 1 nyawa seorang;
        Roh-berjiwa atau jiwa-beroh, hh.
        -
        Nyawa org yg kesumat dunia kusebut saja jiwa-beroh
        Jiwa bertahan, membetotot rohnya ke dunia, dunia penasaran
        Yg ginian doyan sesajen keknya, suka order, dan bisa dibotolin, hh
        >
        :
        :

        Asli, fanya belum tercerahkan oleh uraian Om diatas.

        Keknya dlm tidur bisa tercerahkan tertiga itu:
        Carilah Fanya yg asli dikala bermimpi.
        Ada tiga Fanya di situ yg semuanya asli.
        -
        Pls tell me your unforgetabel dream.
        Kalaukau melihat dirimu,
        Lalu siapa yg tidur?
        -
        Empiris di atas adalah pecahannya saja, kali.
        Intinya, apakah kau punya roh atau nyawa,
        Seperti nyawa yg menghidupkan binatang?
        -
        Pertentangkan lagilah:
        Senyawa dengan sejiwa,
        Roh dan jiwa dan tubuh
        -

        Uraian Om tsb jelas merujuk eksistensi entitas NYAWA. Itu sebabnya fanya katakan bhw tidak hanya 3 unsur (tubuh;

        jiwa dan roh) saja yg ada dalam diri manusia. Siapapun tahu bhw manusia hanya hidup jika ia mempunyai NYAWA. Semua

        sepakat bahwa mahluk hidup yg tidak bernyawa sebutannya adalah mayat atau bangkai. Maka dari itu “tertiga” jelas

        bukan fakta atau realita manusia, melainkan sekedar kreasi suka-suka pribadi Om yg begitu terobsesi oleh angka 3

        (tiga) dan mencoba mencocologikan tiga tsb seolah “sumber” dari segala sesuatu. Secara logika, yg pasti merupakan

        sumber (awal) adalah 1 (satu), bukan dua, apalagi tiga. Mustahil ada 3 tanpa ada 1 dan 2!

        Hehe!
        Angka tiga itu angka illahi, keknya.
        Ntar tak ancer-ancer deh.

        Om juga tampaknya belum tanggapi komen fanya berikut:
        :
        Berbicara soal pola pikir, bisa saja ada orang yg membatasi jelajah pikirnya dalam pola tiga dimensi meski tidak

        sedikit pula yg gandrung dengan pola dua dimensi, positif-negatif; salah benar; untung rugi; atas bawah dst dst.

        Pola satu, dua, tiga dsb, hakekatnya hanyalah masalah selera maupun keterbatasn. Manakala yg didiskusikan adalah

        mencara kebenaran terkait masalah selera atau keterbatasan, maka disitulah terjadi kesia-siaan yg fanya maksudkan.

        Siapapun mustahil menemukan titik temu saat memperdebatkan warna apa yg terindah. Demikian halnya mendiskusikan

        tentang warna bersama orang buta………… hhhh..!

        O, ya!
        Singkat saja:
        -
        Pikir satu adalah yg pasti-pasti
        Seperti halnya kita pasti mati.
        -
        Pikir dua adalah yg bertentangan
        Spt terang-gelap, positip-negatip.
        -
        Pikir tiga adalah hdup menghidupkan
        Spt suami-istri-anak, alam-Tuhan-manusia.
        Yg jika salah satu sakit, sakit semua,
        Salah satu nggak hidup, percuma semua.
        -

        Bagi fanya, apapun dasarnya, tiada yg salah dengan SELERA. Namun fanya pasti akan bereaksi manakala selera

        dipaksakan dan disosialisasikan menjadi sebuah dogma.

        -
        Fanya,
        Kau bebas berselera.
        Kau sebagusnya aktor,
        Bukan sebagus reaktor.
        -
        Aku tidak bisa menghentikan kau ber-hihi-hihi misalnya, paling saran. Aku tidak bisa memaksamu utk tak usah berpikir atau berpikirlah seribu, kau bebas koq. Aku berpikir mengenai tertiga: tubuh-jiwa-roh, adalah spt pola pertumbuhan pembelajaran dlm hidup ini. Ketika kanak, dominan kita belajar mengenali tubuh dan kekuatannya, saat muda mulai belajar mengenal dorongan jiwa merekayasa kekuatan. Setelah “dewa”-sa baru menyadari bahwa segalanya telah percuma adanya, banyak jalan yg telah sia-sia. Lalu pasrah kpd yg kuasa, berharap abadi di Surga kpd Tuhan yg adalah Roh.
        -
        Salam Persatuan!

  78. Comment by fanya— November 4, 2011

    disitulah letak permasalahannya.

    Masalah kita bukan hanya di situ letaknya,
    Masih baaanyak masalah kita di mana-mana.
    Semua itu takkan masalah jika kita mau berubah.

    Pada hakekat dan kenyataannya hidup merupakan akumulasi dan interdependensi dari multi dimensi. Maka dari itu untuk menemukan hakekat hidup yg sebenarnya banyak aspek dan elemen yg harus dipikirkan dan dituntaskan. Semua orang tahu bahwa masalah hidup tidak cukup hanya dipikir dari tiga sisi belaka…..

    Pikir satu berpiir titik-o, origin.
    Pikir dua berpikir bidang bersumbu x, y.
    Pikir tiga berpikir ruang bersumbu x, y. z.
    -
    Bagiku cukup segitu.
    Silahkan kau tambah-kurangin,
    Sehingga cukup bagimu utk berpikir.
    Kita sedang berlatih berpikir melihat ke dalam,

    Berbicara soal pola pikir, bisa saja ada orang yg membatasi jelajah pikirnya dalam pola tiga dimensi meski tidak sedikit pula yg gandrung dengan pola dua dimensi, positif-negatif; salah benar; untung rugi; atas bawah dst dst. Pola satu, dua, tiga dsb, hakekatnya hanyalah masalah selera maupun keterbatasn. Manakala yg didiskusikan adalah mencara kebenaran terkait masalah selera atau keterbatasan, maka disitulah terjadi kesia-siaan yg fanya maksudkan. Siapapun mustahil menemukan titik temu saat memperdebatkan warna apa yg terindah. Demikian halnya mendiskusikan tentang warna bersama orang buta………… hhhh..!

    Berpikirlah terus, Fan,
    Hinga tau bahwa kita punya roh yg dahsyat
    Tuangkan pikiranmu itu di sini, … jika ada!

    Tertiga adalah soal diri tubuh jiwa dan roh:
    Benda kongkrit, abstrak dan bukan benda
    Yg bukan benda tak perlu ruang dan waktu.

    :-
    Demikian pula tertiga yg konon menyangkut soal tubuh jiwa dan roh. Itu tentang eksistensi manusia bukan? Nah mengenai eksistensi manusia tsb tidak melulu bergantung pd apa yg ada pada entitas manusia sendiri, melainkan pula pada apa yg ada disekitarnya. “Warna” adalah sebuah eksistensi yg mustahil bisa dipungkiri. Namun warna hanya eksis berkat keberadaan cahaya. Antara warna dan cahaya terdapat interdependensi yg sangat besar dan menentukan. Demikian pula halnya dgn manusia. Manusia mustahil menjadi ada tanpa ruang, waktu, hukum dan Sang Pencipta! So, menyoroti soal manusia tak akan sempurna atau bahkan sia-sia tanpa secara simultan membahas aspek-aspek lain diluar tubuh, jiwa dan rohnya.

    Apakah roh memerlukan ruang dan waktu?
    Apakah roh memerlukan warna, cahaya, dll?
    Apa-apa yg mungkin dan tak mungkin menurutmu,
    Dan mana-mana yg berguna mana yg sia-sia bagi roh.
    -
    Roh itu kuat dan penurut,
    Tubuh ini lemah dan penuntut
    Pls pendapatmu, Fan!

    Bicara soal roh, apa kaitan antara roh dengan nyawa?

    Rekaanku, yang tadi aja dulu:
    Nyawa itu roh berjiwa atau jiwa beroh.
    Yg terbangnya tinggi atau yg terbangnya rendah, hh.
    -
    Salam Damai!

    • @Om Maren
      Pikir satu berpiir titik-o, origin.
      Pikir dua berpikir bidang bersumbu x, y.
      Pikir tiga berpikir ruang bersumbu x, y. z.
      -
      Bagiku cukup segitu.
      Silahkan kau tambah-kurangin,
      Sehingga cukup bagimu utk berpikir.
      Kita sedang berlatih berpikir melihat ke dalam,

      :
      :
      Om menganut pikir tiga, atau tiga dimensi silahkan……….
      siapapun berhak mengembangkan olah pikir masing-masing, logis ataupun tidak, wajar ataupun aneh….
      :
      Setahu fanya “model berfikir” yg lazim digunakan dlm kosa kata bahasa indonesia dirujuk lewat satuan misalnya sedikitnya manusia tidak cukup hanya “berpikir dua kali” atau “tiga kali” saja, melainkan “pikir seribu kali” sebelum kamu berbuat hal itu.
      :
      Mengenai scope/dimensi/lingkup berpikir, Islam sejak awal tlh mengajari pola berpikir lintas dimensi dan tidak berhenti hanya sebatas pada 3 (tiga) aspek dimensi yg unsur-unsurnya sangat berbeda dengan pikir tiga (tubuh-jiwa-roh), melainkan juga harus mengikut sertakan dimensi waktu (duniawi & ukhrawi) dan dimensi hukum (manusiawi-ilahi);
      :
      Dimensi berpikir manusia umumnya berpijak pada:
      1. Aspek/dimensi Individual; –> jangan cari untung sendiri.
      2. Aspek/dimensi Material –> jangan serakah.
      3. Aspek/dimensi Sosial –> pikirkan dampaknya thdp kepentingan orang lain/lingkungan.
      4. Dimensi Cultural –> etika, sopan-santun, tradisi.
      5. Dimensi Psikological —> pikirkan dampak psikologis thd diri sendiri maupun orang-orang terdekat kita.
      6. Dimensi Waktu; —> jangan pikirkan enaknya sekarang saja, pikirkan kedepannya (baik di dunia maupun akhirat).
      7. Dimensi Hukum —> ingat konsekwensi hukumnya (baik hukum manusia maupun hukum tuhan>
      :
      Menurut fanya, itulah pola berfikir konvensional yg berlaku universal yang meliputi 7 aspek (dimensi) berpikir. Bahkan manusia atheis sekalipun gunakan 7 dimensi berpikir tsb walalupun tanpa sub dimensi spiritual pd poin 6 dan 7 nya.
      :
      Siapapun berhak menerapkan pola berfikir mengikuti selera, kualitas pribadi dan tingkat intelektual masing-masing bukan?
      :
      Salam

      • Setahu fanya “model berfikir” yg lazim digunakan dlm kosa kata bahasa indonesia dirujuk lewat satuan misalnya sedikitnya manusia tidak cukup hanya “berpikir dua kali” atau “tiga kali” saja, melainkan “pikir seribu kali” sebelum kamu berbuat hal itu.

        Kau benar!
        Hanya kau belum bisa membedakan pola pikir tiga drn tertiga. Dan kau belum juga bisa juga membedakan sudut pandang dgn frekwensi pandang..

        Siapapun berhak menerapkan pola berfikir mengikuti selera, kualitas pribadi dan tingkat intelektual masing-masing bukan?

        Ya, ku betul lagi, Neng!
        Di sini aku hanya bermaksud menyadarkan kita, bahwa kita punya tubuh jiwa dan roh (tertiga). Tubuh itu lemah dan penuntut, roh itu kuat dan penurut. Tubuh itu kodrat waktunya sementara, kodrat ruangnya benua bawah. Roh itu kodrat waktunya abadi, kodrat runganya benua atas.
        -
        Jiwa bukanlah kodrat,
        Melainkan kesempurnaan,
        Kpd tubuh atau senyawa roh
        -
        Salam Damai!

  79. Dari cucu Abraham,
    Kepad cucu Ibrahim:
    Selamat hari raya kurban!


    Soal tubuh misalanya:
    Ada badan, anggota badan dan kepala
    Soal jiwa ada id, ego dan superego
    Soal roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus.

    :
    Nah tuh, dasar pembagian tubuh menjadi tiga elemen yg Om kemukakan diatas khan pd hakekatnya hanya bersifat

    relatif berdasarkan aspek tertentu (mungkin penyederhanaan bahasa/kiasan saja), kepentingan pihak maupun sekedar

    pembagian secara jeneral semata bukan?

    Ya!
    General saja.
    Bukan elementer.
    -
    Soal tubuh sudah banya yg ngoprek-oprek.
    Soal jiwa pun sudah mulai banyak yg ngeh.
    Soal roh, Roh Kudus dan Roh tak Kudus, belum.

    Pembagian tubuh manusia kedalam tiga elemen tsb jelas tidak mutlak, tidak berlaku universal, tidak sesuai dengan

    kenyataan sebenarnya serta tidak memiliki dasar hukum apapun (kalau Om Maren ada dasar hukumnya tolong fanya

    dikoreksi)!.

    Tak ada yg peru dikoreksi pd pembelajaran kita.
    Pembagian tubuh itu suka-suka buka suka hukum apapun
    Tak ada kewajiban kita mengakurasikan elemen bagiannya.
    -
    Tubuh bukan sesuatu yg mutlak.
    Tubuh itu lemah dan penuntut,
    Roh kuat dan penurut.
    -
    Tubuh kubagi tiga bagian: Anggota badan, badan dan kepala.
    Anggota badan bagai utk menggali apa yg ada di benua bawah.
    Badan bagai utk menikmati apa-apa yg sudah di benua tengah.
    Kepala mencari-cari nikmat abadi yg hakiki di benua atas,hh.
    -
    Tubuh mengajari kita akan kebutuhan hidup
    Jiwa mengajari kita mengabadikan kebutuhan itu
    Roh adalah keabadaian itu, di Surga atau Neraka.

    Coba Om perhatikan pembagian tubuh manusia berdasarkan disiplin ilmu kedokteran dan faal tubuh yg secara formal

    direpresentasikan lewat spesialisasi cabang ilmu kedokteran: THT, Dalam, Jantung, Tulang, Syaraf, Gigi, Kandungan,

    Kulit & Kelamin dst dst….. tidak hanya tiga khan ? Pembagian/pengelompokan seperti itu legal, formal, dan faktual

    loh!! Oke?

    Ok!
    Itu suka-suka mereka para ahli.
    Kita ikut saja pembagian keahlian mereka.
    Kita tidak hendak menditelkan ke tiga bagian tubuh itu.
    Basisnya aja yg tiga, ditelnya milyaran, dan berinteraksi
    Sasaran kita kearah rohaniah, bukan hal-hal yg badaniah.

    Lihat lagi pembagian/pengelompokan formal tubuh manusia berdasarkan fungsi indera (fanya jadi inget pelajaran di

    SD): Mata-Penglihat, Kuping-Pendengar, Lidah-Perasa, Telapak tangan-Peraba, Hidung-Pecium/pembau…….. qiqiqi juga

    lebih dari tiga khan?

    Dari banyak organ yg kau sebut,
    Dan lebih banyak lagi yg tidak kau sebut,
    Ambil tiga saja yg menarik utk ertumbuhan tertiga.
    -
    Pencerna pertama makanan tubuh ialah orga mulut, turun ke perut.
    Pencerna pertama makanan jiwa ialah organ mata, turun ke kelamin.
    Pencerna pertama makanan roh ialah organ telinga, turun ke hati.
    -
    Makanan tertiga,
    Kueka-reka di sini:
    http:

    Semua “tiga” menyangkut berbagai hal yg Om kemukakan, di mata fanya sih lebih menjurus pada cocologi supaya

    selaras dengan ide ato imajinasi yg Om coba kembangkan………..

    Ya!
    Tertiga itu bukan apa-apa bagimu.
    Kali rohmu terlalu tipis utk bisa menggumulinya.
    Itu hanya satu cara utk tau aku segambar dgn-Nya.


    :Empirisku:
    1 tubuh = 1 tumbuhan
    1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
    1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang

    :
    O…. jadi menurut Om hewan itu terdiri dari 1 tubuh + 1 Jiwa?
    Bukan tubuh + 1 nyawa?

    Bukan!

    Jadi hewan tu tidak bernyawa? atau JIWA = NYAWA?
    Kalo Jiwa = Nyawa, maka Dokter Jiwa = Dokter Nyawa…….. wah ini betul-betul pengetahuan baru bagi fanya !!

    Kalau jadi begitu, entahlah!
    Aku hanya tekankan hewan tak punya roh.
    Kau menekankan hewan punya nyawa, terserah kau.
    Hiu dan kutunya, virus dan bakteripun punya nyawa jadinya.
    Sekali lagi terserahmu menyamakan nyawa dgn jiwa dgn roh.
    -
    Tapi memang anjng bisa gila, loh.
    Belakangan ini terkenal sapi gila.
    Intinya, hewan nggak bisa bicara.

    Kalo begitu dokter jiwa, adalah dokter yg mengobati nyawa…..
    Kenapa orang mati kerap disebut kehilangan nyawa – bukan kehilangan jiwa? Orang sekarat disebut meregang nyawa

    ……dll

    Nah, kau jadi repot sendiri dgn nyawa = jiwa.
    Rekaanku nyawa itu roh berjiwa atau jiwa beroh
    Itu aja dulu; Utk kita, nyawa kita, bukan hewan
    Kecuali kau ingin mensejajarkan kita dgn hewan itu.
    Lalu sapi gila kita bawa ke rumah-sakit jiwa, ehm,
    Repot.

    Tolong fanya dicerahkan mengenai hal tsb ya Om…. thanks

    Pelan-pelan saja berpikirnya supaja jernih, Neng!
    Kita terlalu bodok utk merambah semua yg nyata,
    Sing penting roh kita ada dan bisa bertumbuh, gitu.
    Fokus bukan ke ditel tubuh atau hewan menjadi beroh.
    -
    Fokus aja soal rohani,
    Yang roh ada tiga: Rohku,
    Roh Kudus dan Roh tak Kudus.
    -
    Itu fokusnya hingga ngeh!
    -
    Salam Damai!

    • @Om Maren
      Pembagian tubuh itu suka-suka buka suka hukum apapun
      Tak ada kewajiban kita mengakurasikan elemen bagiannya.
      -
      etc etc….

      :
      :
      Terimakasih.
      Jawaban/pernyataan Om tsb diatas mengkonfirmasi perkiraan fanya terkait tertiga dan pikir tiga yg Om gulirkan lewat dunia maya.
      :
      :
      Salam Persatuan

      • Baiklah Fan, kalau sudah mulai cocok dgn perkiraanmu. Anatomi tubuh kita yg rumit itu 95% sama dgn Mawas, 98% dgn Simpanse. Aku juga nggak tau apa kekurangan mereka dan apa kelebihan kita dlm soal organ-oragan tubuh. Yg jelas, tubuh ini bukanlah sesuatu yg perlu kita pertahankan atau sempurnakan atau abadikan, karna ia hanya sementara dan akan kembali ke Bumi.
        -
        Menjadi lebih penting bagi kita sekarang adalah soal jiwa dan lalu soal roh. Pd jiwa ada id, ego dan superego, pd roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus. Apa pendapatmu soal mereka padamu?
        -
        Salam Damai!

  80. @Om Maren
    Pembagian tubuh itu suka-suka buka suka hukum apapun
    Tak ada kewajiban kita mengakurasikan elemen bagiannya.

    :
    Pernyataan Om tsb mengkonfirmasi fanya bahwa pembagian tubuh ala Om Maren menjadi 3 sbg: kepala-badan-dan anggota badan, adalah sekedar suka-suka bukan suka hukum apapun dan tak perlu akurat”, dgn kata lain sekedar “cocologi” atau “kirata” – di kira-kira supaya seolah nyata” belaka.
    :
    :
    Menjadi lebih penting bagi kita sekarang adalah soal jiwa dan lalu soal roh. Pd jiwa ada id, ego dan superego, pd roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus. Apa pendapatmu soal mereka padamu?
    :
    Selaku WNI fanya wajib tunduk, respek dan berpegang pada makna “roh” mengikuti kaidah bahasa Indonesia yg benar sbgmn diformalkan dlm KBBI yaitu : 1. nyawa; 2. arwah; 3. semangat dan 4. roh kudus (jibril). Dari keempat entitas roh tsb, hanya no. 3 yaitu “semangat” yg dimungkinkan utk diolah dan didalami. Mengenai ketiga entitas lainnya, karena tak ada satupun teori atau bukti empirik yg valid utk dijadikan acuan, fanya rasa tak ada manfaatnya utk membahasnya.
    :
    Mengenai upaya untuk menjadi sosok manusia bermakna, sebagaimana fanya kemukakan dlm komen terdahulu, MUSTAHIL tercapai hanya dengan mengolah tubuh, jiwa dan roh saja tanpa mengikutsertakan aspek Waktu dan aspek Hukum.
    Bukankah “KUDUS” dan “TIDAK KUDUS” itu mutlak dimensi/ranah HUKUM? Kudus menurut hukum A bisa jadi adalah TIDAK KUDUS menurut hukum B bukan? Demikian pula menyangkut predikat “baik” manusia mustahil mengabaikan term waktu yg menjadi tolok ukur/momentum “baik” tsb, kapan? hanya sesaat saja, nanti? atau baik dlm kehidupan kekal kelak?.
    :
    Belum lagi pertanyaan apa ada kehidupan kelak? bukankah atheis atau ajaran lain sama sekali tak percayai keberadaan kehidupan akhirat tersebut? Disitu pentingnya mengenali dan menetapkan sosok Tuhan yg dijadikan acuan. Tanpa mengikut sertakan aspek2/dimensi tsb membahas tertiga sampai kapanpun tentu sia-sia belaka.
    :
    Itu sebabnya fanya mempertanyakan validitas dan akurasi ide Tertiga tsb jika tujuannya adalah berupaya menjadikan manusia sesuai fitrah penciptaa-Nya.
    Dalam hal ini fanya meyakini, terlepas dari apapun keyakinan yg dianut seseorang, untuk menjadi manusia yg baik sebagaimana fitrah-Nya manusia harus dalami ter-tujuh, bukan tertiga.
    :
    Salam Persatuan

    • Ok, Fan!
      Nanti kurespon ditelnya

      Kau tidak mengenal roh.
      Ada “semangat” yg dimungkinkan diolah.
      Bagai mana tentang jiwa pd-mu: id, ego, superego.

      Salam Damai!

      • Neng Fannya!
        -
        Ujilah segala sesuatu,
        Ambil yg baik-baiknya,
        Simpan yg ragu-ragu,
        Buang yg takperlu.
        -
        Salam Damai!

      • Gimana, Fan! Jiwa!
        Yang basiknya saja,
        Jangan yg ribet-ribet.
        -
        Ujilah segala sesuatu,
        Ambilyg baik-baiknya,
        Simpan yg raguragu.
        -
        Salam Damai!

  81. apakah Allah juga menciptakan Surga dan neraka jawabannya adalah sudah pasti Allah menciptakan Surga dan Neraka, klo demikian pasti Allah menciptakan Alam semesta untuk kehidupan manusia dalam ujian yg kelak akan menuju di akherat nanti. Alam semesta hanya untuk sebagai kehidupan sementara dan penuh dalam ujian. dimana ujian itu terdapat ujian buruk dan baik. dan setiap ujian akan di pertanyankan di akherat nanti jika ujian itu dilakukan dengan sabar dan bertawakal dengan rasa bersyukur Insyaallah Surgalah imbalannya, dan klo ujian itu penuh kegagalan maka nerakalah imbalannya, , Allahu Aqlam, hanya Allah yg Maha tau segala urusan Dunia dan Akherat. ( apakah nanti kalian juga bertanya terciptanya Allah , klo demikian kalian tidak punya rasa malu Terhadap Allah. sudah jelas kalian sekarang hidup dan bisa bernafas apakah kalian tidak punya rasa berterima kasih pada Allah. orang yg menanyakan untuk apa alam semesta ini di ciptakan itu adalah orang yg sangat bodoh sekali dan sudah jelas tidak pernah membaca Al-Qur’an atau Kitap lainnya seperti Kitap Injil dan Taurat. kalau dunia ini terciptanya secara kebetulan maka apakah kisah Nabi Musa itu juga secara kebetulan yg diwaktu kecil Dia ibunya disuruh Allah untuk menhanyutkan nabi musa karena pada waktu itu akan ada pembantaian semua anak laki laki, dan Nabi musa di temukan oleh Raja Fir’aun dan kemudian Nabi Musa tidak mau minum air susu ibu orang lain kecuali Ibu kandungnya sendiri. apakah dan masih banyak lagi kisah kisah Nabi dan itu semua adalah sebuah perencanaan Allah dan sebagai tanda tanda bahwa dunia ini bukan suatu kebetulan melainkan Diciptakan oleh Allah. terkutuklah orang orang yg selalu menanyakan untuk apa Alam semesta ini diciptakan. dan menyalah kan Allah menciptakan Alam Semesta ini, Allahu Aqlam hanya Allah yg Maha Tau.. Segala urusan Dunia dan Akherat, Subkhanallah …

  82. Salam Fanya!
    How about your unforgetabel dream!
    -
    Apa masih belum jelas manamu yg asli?
    Di dlm mimpi ada banyak data maya.
    Walau kau tak suka, dia ada.
    -


    @Om Maren
    Pembagian tubuh itu suka-suka buka suka hukum apapun
    Tak ada kewajiban kita mengakurasikan elemen bagiannya.

    :
    Pernyataan Om tsb mengkonfirmasi fanya bahwa pembagian tubuh ala Om Maren menjadi 3 sbg: kepala-badan-dan anggota badan, adalah sekedar suka-suka bukan suka hukum apapun dan tak perlu akurat”, dgn kata lain sekedar “cocologi” atau “kirata” – di kira-kira supaya seolah nyata” belaka.

    Hehe,
    Hukum cocology, ya.
    Kirata lebih kena, keknya.
    -
    Spt pencipta, sebelum realisasi.
    Semua imajinasi dicocoki.
    Kadang dengan simulasi.
    -
    Kampak cocok dgn proyeksi organ tangan.
    Nama-nama komponen kamera=organ mata.
    Kedaraan pun ada kepala, bodi, dan “kakinya”.
    -
    Ciptaan mencerminkan pencipta.
    Kita adalah master piece-Nya,
    Tak heran, tertiga segambar dgn-Nya.
    Cocok, kan?
    -
    Jadi tubuh kita itu kuginin aja:
    Anggota badan menggali apa di benua bawah
    Badan menikmati apa yg ada di benua tengah
    Kepala mencari yg abadi apa di benua atash.
    -
    Ehm!
    Cocok tak tuh, ya.
    Kira-kira nyata ajalah, ya.
    -
    Pembagian tubuh itu,
    Cukup kita generalin ajalah, kan Fan?
    Ditel tubuh dan interlink-nya ruwet banget.
    -
    Kemaren pun sudah kubilang:
    -

    Ku ulangi:
    “Yg jelas, tubuh ini bukanlah sesuatu yg perlu harus kita pertahankan atau harus kita sempurnakan atau perlu harus kita abadikan, karna ia hanya sementara dari Bumi dan akan kembali ‘di ke Bumi kan’ kelak, kan?.”

    -
    Tubuh itu pembagian umum yg tampak nyata,
    Guna kita bisa menyatakan yg tidak nyata.
    Itu utama kita, menyatakan yg tak nyata,
    Walau dgn kirata.
    - – Yaitu roh,
    - – Bukan tubuh.
    -
    Keknya semangatmu hanya pd yg nyata kutengok.
    Berputar di dalam pada yg fana; Cangkangnya.
    Gemetar ke dalam pada tertiga; Inti-sarinya:
    - – Yaitu nyawa, paduan roh dan jiwa.
    - – Atau arwah, paduan jiwa dan roh,hh
    -

    Lanjutkanlah mengkira-kira roh dan jiwa, Fan.
    Menjadi lebih penting bagi kita sekarang adalah soal roh dan jiwa. Pd jiwa ada id, ego dan superego, dan pd roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus.
    Apa pendapatmu soal mereka padamu?
    Itu pertanyaan ulang.

    Selaku WNI fanya wajib tunduk, respek dan berpegang pada makna “roh” mengikuti kaidah bahasa Indonesia yg benar sbgmn diformalkan dlm KBBI yaitu : 1. nyawa; 2. arwah; 3. semangat dan 4. roh kudus (jibril). Dari keempat entitas roh tsb, hanya no. 3 yaitu “semangat” yg dimungkinkan utk diolah dan didalami.

    roh = semangat (spirit)
    Ini lebih baik dari pada = nyawa,
    Lebih baik juga dari pada = arwah.
    -
    Oklah,
    Roh bagimu adalah semangat, sbg WNI.
    Semua suku bangsa punya semangat itu.
    Semangat yg dibangun nenek moyangnya.
    Semangat yg dipelihara oleh keturunannya.
    Kau hanya mematuhi hukum semangat yg valid.
    Itu lah itu! Entah apa pun itu! Itu zona aman kali.
    -
    Spt Suku Baduy muter di arealnya saja,
    Demi memelihara semangat leluhurnya.
    Di luar areal tak ada kuasa semangat itu.
    -
    Kalau kau nggak punya semangat pencipta,
    Maka wajar tak berani jauh membahasnya.
    Karna kau terikat hukum dan bukti duniawi.
    -
    Semangatmu hanya pd: “Seeing is believing”
    Bagai mustahil: “Believing makes you see!”
    Begitu kah, Fan?

    Mengenai ketiga entitas lainnya, karena tak ada satupun teori atau bukti empirik yg valid utk dijadikan acuan, fanya rasa tak ada manfaatnya utk membahasnya.

    Sebaiknya, semua ciptaan harus ada manfaatnya.
    Dari kemaren, semangatmu hanya pd kedagingan.
    Semangatmu terbatas dan tergantung pd “karena”.
    -
    Kau mustahil bisa berteori dan mustahil berinovasi.
    Semangatmu bagai fix oleh jiwa orang yg “valid”.
    Itu lah acuan semangatmu
    -
    Kita sedang dalam proses belajar.
    Tidak ada benar dan salah utk hal ini,
    Karena semuanya akan memperkaya.
    -
    Jadi,
    Jangan cari jalan keluar utk belajar.
    -
    Kemarin kusarankan:
    Jadilah aktor, bukan reaktor yg hanya bergantung.
    Bergantung kpd bukti, bergantung kpd teori,
    Bergantung waktu, bergantng ruang, dll.
    -
    Ketahuilah, yg bergantung itu adalah:
    Semangatmu, rohmu, yg tidak merdeka.
    Rohmu dibekep jadi nyawa oleh jiwa yg valid.
    -
    Apa kau masih takut berpikir merdeka, sebab
    Dah lama berggantung pd apa kata hukum dunia.
    Sekali ambil keputusan rohani, putuslah gantungan,
    Jatuh.
    -
    Asal tahu juga:
    Hukum alam pun banyak anomalinya
    Dan banyak juga paradoksalnya.
    -
    Jadi, tak usah malu salah belajar,
    Kehidupan ini adalah pelajaran,
    Bukan zona aman.
    -
    Taruh dulu semangat duniawimu,
    Tumbuhkan semangat rohanimu,
    Kau akan bertumbuh dan berubah.
    Berani?
    -
    Tetaplah bersemangat, Neng!
    Semangat mencinta itu dari Tuhan.
    Semangat membenci dari Setan.
    -
    Soal ke tiga entitas (KBBI) lainnya,
    No.1. nyawa, mungkin sama dgn arwah.
    Ke duanya cocok disebut di luar raganya.
    -
    Utk yg no.4, roh kudus, kurasa itu bukan jibril.
    Lalu, Setan atau Iblis menurutku itu roh juga,
    Yaitu roh-jahat yg kusebut juga Roh tak Kudus.
    -
    Gimana ancer-ancermu yg tidak harus valid.
    Dan memang tak ada penelitian roh yg valid,
    Karna roh bukanlah benda yg dpt dijengkal.

    Mengenai upaya untuk menjadi sosok manusia bermakna, sebagaimana fanya kemukakan dlm komen terdahulu, MUSTAHIL tercapai hanya dengan mengolah tubuh, jiwa dan roh saja tanpa mengikutsertakan aspek Waktu dan aspek Hukum.

    Kita belum mendiskusikan apa yg hrs dikerjakan tertiga.
    Kita masih berkutat-ketat kedirian tertiga di bumi ini.
    Bumi yg telah tercipta sebelum diri tertiga kita.
    -
    Ruang-waktu telah tersedia.
    Semangatmu yg tidak ada.
    Carilah semangat itu dulu.

    Bukankah “KUDUS” dan “TIDAK KUDUS” itu mutlak dimensi/ranah HUKUM?
    Kudus menurut hukum A bisa jadi adalah TIDAK KUDUS menurut hukum B bukan?
    Demikian pula menyangkut predikat “baik” manusia mustahil mengabaikan term waktu yg menjadi tolok ukur/momentum “baik” tsb, kapan? hanya sesaat saja, nanti? atau baik dlm kehidupan kekal kelak?.

    Ya, terserahmu!
    Hukum A vs. B,
    Boleh-boleh saja.
    -
    Globalnya:
    Kehendak Tuhan vs kehendak Setan.
    Antara ketuhanan vs kesetanan
    Antara kasih vs benci.
    -
    Ditelnya:
    Diserahkan kpd kita masing-masing.
    Sedetel: ehm vs hihihihi, sorry Fan!
    -
    Preksalah hukum-hukum dunia yg mengikatmu itu,
    Hingga tau apa sebab hrs bergantung kepadanya,
    Dan tau mengapa kau tak boleh merdeka darinya!

    Belum lagi pertanyaan apa ada kehidupan kelak?
    Bukankah atheis atau ajaran lain sama sekali tak percayai keberadaan kehidupan akhirat tersebut?

    Biarkan mereka tak percaya.
    Biarkan mereka tak berohani.
    Biarkan binatang berpikir itu berpikir.
    -
    Pikirkan aja padamu:
    Apa pernah hidup di alam cairan Ibu sendiri,
    Apa kini sedang hidup di alam padatan Ibu Pertiwi,
    Apa kau tak bisa hidup di alam gas-an Illahi nanti?
    -
    Mungkin atheis tak mau percaya ini:
    Percaya ada orang gila tak percaya ada bambu gila.
    Percaya ada kuda pincang tak percaya kuda-lumping.
    -
    Mungkin bisa kau tanyakan juga padanya:
    Apa tanggapanmu ttg orang kesurupan,
    Bagai mana cara menyetel mimpi, misalnya.

    Di situ pentingnya mengenali dan menetapkan sosok Tuhan yg dijadikan acuan. Tanpa mengikut sertakan aspek2/dimensi tsb membahas tertiga sampai kapanpun tentu sia-sia belaka.

    Ini lah diskusi itu, Fan:
    Sebelum mengenali sosok Tuhan,
    Kenalilah terlebih dahulu sosok diri.
    -
    Bohong kita mengenal sosok Tuhan
    Tapi kita belum mengenal sosok diri
    Dan belum mengenal sosok alam ini
    -
    Kita belajar dari bawah ke atas
    Kita belajar dari tubuh ke roh
    Dari keruh menjadi bening
    -
    Kau gampang lupa rupanya.
    Ketika kau bertanya perekat tertiga.
    Itu lah kehendak Tuhan, itu lah acuan kita.
    -
    Aku telah katakan bahwa manusia dicipta segambar dgn-Nya. Perekat tertiga adalah kehendak-Nya, Dia-lah pencipta tertiga itu. Pengurainya pun hendaknyalah kehendak-Nya, jangan kehendak lainnya semisal bunuh diri.

    Disitu pentingnya mengenali dan menetapkan sosok Tuhan yg dijadikan acuan.

    Di situ pula pentingnya pengenalan rohani itu, kan.
    Bagai mana mungkin mendekati Tuhan tanpa roh,
    Bagai mana mungkin menjauhi Setan tanpa roh.
    -
    Kliatannya kau bertuhan didominasi oleh jiwamu,
    Sehingga tampak, bahwa kewajibanmu betuhan,
    Lebih kuat dari pada kepasrahanmu bertuhan.
    -
    Tandingkan: kewajiban vs kepasrahan itu.

    Itu sebabnya fanya mempertanyakan validitas dan akurasi ide Tertiga tsb jika tujuannya adalah berupaya menjadikan manusia sesuai fitrah penciptaa-Nya.

    Akurasi tak teraplikasi pd yg rohani.
    Akurasi hanya afdol utk yg duniawi,
    Itu pun selalu ada toleransi akurasi.
    -
    Lagi-lagi pelak tampak bahwa
    Semangatmu hanya ada pd yg terukur,
    Yg sahih dan trengginas tidak yg maya.

    Dalam hal ini fanya meyakini, terlepas dari apapun keyakinan yg dianut seseorang, untuk menjadi manusia yg baik sebagaimana fitrah-Nya manusia harus dalami ter-tujuh, bukan tertiga.

    Kita belum bicara soal menjadi.
    Karna hal menjadi pun nanti kukira tiga:
    Menjadi yg alami, yg duniawi, yg rohani.
    -
    Soal menjadi baik itu nanti.
    Kita masih berkutat-ketat soal komposisi umum dari diri tertiga di Bumi Pertiwi ini. Kita sedang menguliti tertiga agar kau gampang menyelidiki trinitas.
    -
    Dari simpul responmu di yg sebelumnya:
    Apa komposisi umum diri manusia ini
    Disamakan saja dgn binatang?
    -
    Empirismu kutengok:
    1 tubuh + 1 nyawa = 1 orang
    1 tubuh + 1 nyawa = 1 binatang
    Semua mahluk sama sajalah, gitu?
    -
    Kurasa,
    Jika benar nyawa = jiwa-beroh/roh-berjiwa,
    Maka mati sia-sialah rohanimu itu bagimu,
    Rohmu mengerdil kebekep jiwa yg keras.
    -
    Atau, rekalah pengetahuan nyawani,
    Sebagai ganti pengetahuan rohani
    Kali-kali kau bisa, Fan.
    -
    Tapi nanti manusia kau sederhanakan dgn binatang berpikir. Manusia menjadi tak beda dgn mahluk bersel tunggal. Kurasa hal itu hanya dimungkinkan utk hidup yg tak menghidupkan, yaitu hidup yg sekedar menggunjal saja spt bakteri.
    -
    Aku lebih rada setuju dgn mu yg di atas,
    Bahwa roh dipadankan dgn no.3, semangat,
    Bukan roh yg dipadankan dgn no.1, nyawa.
    -
    Kuperhatikan semangat Luke
    Dari semangat org-tuanya di sini:
    http://hbis.wordpress.com/2008/06/19/renungankisah-nyata-cinta-sejati-seorang-suami/#comment-2708
    -
    Bolehlah semangatku begitu,
    Dari “Semangat Yang Kudus”
    -
    Jadi,
    Tawaranmu tertujuh belum relevan didiskusikan kini.
    Mungkin menjadi penting dihayati oleh tertiga nanti.
    Entahlah!
    -
    You are in my prayer!
    -
    Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal,
    memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

  83. Salam Fanya!
    How about your unforgetabel dream!
    -
    Apa masih belum jelas yg mana yg asli?
    Dalam mimpi ada banyak data maya asli.
    Walau tak suka, data itu hrs ada.
    -


    @Om Maren
    Pembagian tubuh itu suka-suka buka suka hukum apapun
    Tak ada kewajiban kita mengakurasikan elemen bagiannya.

    :
    Pernyataan Om tsb mengkonfirmasi fanya bahwa pembagian tubuh ala Om Maren menjadi 3 sbg: kepala-badan-dan anggota badan, adalah sekedar suka-suka bukan suka hukum apapun dan tak perlu akurat”, dgn kata lain sekedar “cocologi” atau “kirata” – di kira-kira supaya seolah nyata” belaka.

    Hehe,
    Hukum cocology, ya.
    Kirata lebih kena, keknya.
    -
    Spt pencipta, sebelum realisasi.
    Semua ragam imajinasi dicocoki.
    Kadang dengan simulasi.
    -
    Kampak cocok dgn proyeksi organ tangan.
    Nama elemen kamera dicocokin dgn organ mata.
    Kedaraan pun ada kepala, bodi, dan “kakinya”.
    -
    Ciptaan mencerminkan pencipta.
    Kita adalah master piece-Nya,
    Tak heran, tertiga segambar dgn-Nya.
    -
    Kira-kira cocok, kan?
    -
    Jadi tubuh kita itu kuginin aja:
    Anggota badan menggali apa yg di benua bawah.
    Badan menikmati apa yg ada di benua tengah.
    Kepala mencari yg abadi apa di benua atas.
    -
    Ehm!
    Cocok juga, tak tuh, ya.
    Kira-kira nyata ajalah, ya.
    -
    Pembagian tubuh itu,
    Cukup kita generalin ajalah, Fan?
    Ditel tubuh dan interlink-nya ruwet banget.
    -
    Kemaren pun sudah kubilang:

    Ku ulangi:
    “Yg jelas, tubuh ini bukanlah sesuatu yg perlu harus kita pertahankan atau harus kita sempurnakan atau perlu harus kita abadikan, karna ia hanya sementara dari Bumi dan akan kembali ‘di ke Bumi kan’ kelak, kan?.”

    -
    Tubuh itu pembagian umum yg tampak nyata,
    Guna kita bisa menyatakan yg tidak nyata.
    Itu utama kita, menyatakan yg tak nyata,
    Walau dgn kirata.
    - – Yaitu roh,
    - – Bukan tubuh.
    -
    Keknya semangatmu hanya pd yg nyata kutengok.
    Berputar di dalam pada yg fana; Cangkangnya.
    Gemetar ke dalam pada tertiga; Inti-sarinya:
    - – Yaitu nyawa, paduan roh dan jiwa.
    - – Atau arwah, paduan jiwa dan roh,hh
    -

    Lanjutkanlah mengkira-kira roh dan jiwa, Fan.
    Menjadi lebih penting bagi kita sekarang adalah soal roh dan jiwa. Pd jiwa ada id, ego dan superego, dan pd roh ada rohku, Roh Kudus dan Roh tak Kudus.
    Apa pendapatmu soal mereka padamu?
    Itu pertanyaan ulang.

    Selaku WNI fanya wajib tunduk, respek dan berpegang pada makna “roh” mengikuti kaidah bahasa Indonesia yg benar sbgmn diformalkan dlm KBBI yaitu : 1. nyawa; 2. arwah; 3. semangat dan 4. roh kudus (jibril). Dari keempat entitas roh tsb, hanya no. 3 yaitu “semangat” yg dimungkinkan utk diolah dan didalami.

    roh = semangat (spirit)
    Ini lebih baik dari pada = nyawa,
    Lebih baik juga dari pada = arwah.
    -
    Oklah,
    Roh bagimu adalah semangat, sbg WNI.
    Semua suku bangsa punya semangat itu.
    Semangat yg dibangun nenek moyangnya.
    Semangat yg dipelihara oleh keturunannya.
    Kau hanya mematuhi hukum semangat yg valid.
    Itu lah itu! Entah apa pun itu! Itu zona aman kali.
    -
    Spt Suku Baduy muter di arealnya saja,
    Demi memelihara semangat leluhurnya.
    Di luar areal tak ada kuasa semangat itu.
    -
    Kalau kau nggak punya semangat pencipta,
    Maka wajar tak berani jauh membahasnya.
    Karna kau terikat hukum dan bukti duniawi.
    -
    Semangatmu hanya pd: “Seeing is believing”
    Bagai mustahil: “Believing makes you see!”
    Begitu kah, Fan?

    Mengenai ketiga entitas lainnya, karena tak ada satupun teori atau bukti empirik yg valid utk dijadikan acuan, fanya rasa tak ada manfaatnya utk membahasnya.

    Sebaiknya, semua ciptaan harus ada manfaatnya.
    Dari kemaren, semangatmu hanya pd kedagingan.
    Semangatmu terbatas dan tergantung pd “karena”.
    -
    Kau mustahil bisa berteori dan mustahil berinovasi.
    Semangatmu bagai fix oleh jiwa orang yg “valid”.
    Itu lah acuan semangatmu
    -
    Kita sedang dalam proses belajar.
    Tidak ada benar dan salah utk hal ini,
    Karena semuanya akan memperkaya.
    -
    Jadi,
    Jangan cari jalan keluar utk belajar.
    -
    Kemarin kusarankan:
    Jadilah aktor, bukan reaktor yg hanya bergantung.
    Bergantung kpd bukti, bergantung kpd teori,
    Bergantung waktu, bergantng ruang, dll.
    -
    Ketahuilah, yg bergantung itu adalah:
    Semangatmu, rohmu, yg tidak merdeka.
    Rohmu dibekep jadi nyawa oleh jiwa yg valid.
    -
    Apa kau masih takut berpikir merdeka, sebab
    Dah lama berggantung pd apa kata hukum dunia.
    Sekali ambil keputusan rohani, putuslah gantungan,
    Jatuh.
    -
    Asal tahu juga:
    Hukum alam pun banyak anomalinya
    Dan banyak juga paradoksalnya.
    -
    Jadi, tak usah malu salah belajar,
    Kehidupan ini adalah pelajaran,
    Bukan zona aman.
    -
    Taruh dulu semangat duniawimu,
    Tumbuhkan semangat rohanimu,
    Kau akan bertumbuh dan berubah.
    Berani?
    -
    Tetaplah bersemangat, Neng!
    Semangat mencinta itu dari Tuhan.
    Semangat membenci dari Setan.
    -
    Soal ke tiga entitas (KBBI) lainnya,
    No.1. nyawa, mungkin sama dgn arwah.
    Ke duanya cocok disebut di luar raganya.
    -
    Utk yg no.4, roh kudus, kurasa itu bukan jibril.
    Lalu, Setan atau Iblis menurutku itu roh juga,
    Yaitu roh-jahat yg kusebut juga Roh tak Kudus.
    -
    Gimana ancer-ancermu yg tidak harus valid.
    Dan memang tak ada penelitian roh yg valid,
    Karna roh bukanlah benda yg dpt dijengkal.

    Mengenai upaya untuk menjadi sosok manusia bermakna, sebagaimana fanya kemukakan dlm komen terdahulu, MUSTAHIL tercapai hanya dengan mengolah tubuh, jiwa dan roh saja tanpa mengikutsertakan aspek Waktu dan aspek Hukum.

    Kita belum mendiskusikan apa yg hrs dikerjakan tertiga.
    Kita masih berkutat-ketat kedirian tertiga di bumi ini.
    Bumi yg telah tercipta sebelum diri tertiga kita.
    -
    Ruang-waktu telah tersedia.
    Semangatmu yg tidak ada.
    Carilah semangat itu dulu.

    Bukankah “KUDUS” dan “TIDAK KUDUS” itu mutlak dimensi/ranah HUKUM?
    Kudus menurut hukum A bisa jadi adalah TIDAK KUDUS menurut hukum B bukan?
    Demikian pula menyangkut predikat “baik” manusia mustahil mengabaikan term waktu yg menjadi tolok ukur/momentum “baik” tsb, kapan? hanya sesaat saja, nanti? atau baik dlm kehidupan kekal kelak?.

    Ya, terserahmu!
    Hukum A vs. B,
    Boleh-boleh saja.
    -
    Globalnya:
    Kehendak Tuhan vs kehendak Setan.
    Antara ketuhanan vs kesetanan
    Antara kasih vs benci.
    -
    Ditelnya:
    Diserahkan kpd kita masing-masing.
    Sedetel: ehm vs hihihihi, sorry Fan!
    -
    Preksalah hukum-hukum dunia yg mengikatmu itu,
    Hingga tau apa sebab hrs bergantung kepadanya,
    Dan tau mengapa kau tak boleh merdeka darinya!

    Belum lagi pertanyaan apa ada kehidupan kelak?
    Bukankah atheis atau ajaran lain sama sekali tak percayai keberadaan kehidupan akhirat tersebut?

    Biarkan mereka tak percaya.
    Biarkan mereka tak berohani.
    Biarkan binatang berpikir itu berpikir.
    -
    Pikirkan aja padamu:
    Apa pernah hidup di alam cairan Ibu sendiri,
    Apa kini sedang hidup di alam padatan Ibu Pertiwi,
    Apa kau tak bisa hidup di alam gas-an Illahi nanti?
    -
    Mungkin atheis tak mau percaya ini:
    Percaya ada orang gila tak percaya ada bambu gila.
    Percaya ada kuda pincang tak percaya kuda-lumping.
    -
    Mungkin bisa kau tanyakan juga padanya:
    Apa tanggapanmu ttg orang kesurupan,
    Bagai mana cara menyetel mimpi, misalnya.

    Di situ pentingnya mengenali dan menetapkan sosok Tuhan yg dijadikan acuan. Tanpa mengikut sertakan aspek2/dimensi tsb membahas tertiga sampai kapanpun tentu sia-sia belaka.

    Ini lah diskusi itu, Fan:
    Sebelum mengenali sosok Tuhan,
    Kenalilah terlebih dahulu sosok diri.
    -
    Bohong kita mengenal sosok Tuhan
    Tapi kita belum mengenal sosok diri
    Dan belum mengenal sosok alam ini
    -
    Kita belajar dari bawah ke atas
    Kita belajar dari tubuh ke roh
    Dari keruh menjadi bening
    -
    Kau gampang lupa rupanya.
    Ketika kau bertanya perekat tertiga.
    Itu lah kehendak Tuhan, itu lah acuan kita.
    -
    Aku telah katakan bahwa manusia dicipta segambar dgn-Nya. Perekat tertiga adalah kehendak-Nya, Dia-lah pencipta tertiga itu. Pengurainya pun hendaknyalah kehendak-Nya, jangan kehendak lainnya semisal bunuh diri.

    Disitu pentingnya mengenali dan menetapkan sosok Tuhan yg dijadikan acuan.

    Di situ pula pentingnya pengenalan rohani itu, kan.
    Bagai mana mungkin mendekati Tuhan tanpa roh,
    Bagai mana mungkin menjauhi Setan tanpa roh.
    -
    Kliatannya kau bertuhan didominasi oleh jiwamu,
    Sehingga tampak, bahwa kewajibanmu betuhan,
    Lebih kuat dari pada kepasrahanmu bertuhan.
    -
    Tandingkan: kewajiban vs kepasrahan itu.

    Itu sebabnya fanya mempertanyakan validitas dan akurasi ide Tertiga tsb jika tujuannya adalah berupaya menjadikan manusia sesuai fitrah penciptaa-Nya.

    Akurasi tak teraplikasi pd yg rohani.
    Akurasi hanya afdol utk yg duniawi,
    Itu pun selalu ada toleransi akurasi.
    -
    Lagi-lagi pelak tampak bahwa
    Semangatmu hanya ada pd yg terukur,
    Yg sahih dan trengginas tidak yg maya.

    Dalam hal ini fanya meyakini, terlepas dari apapun keyakinan yg dianut seseorang, untuk menjadi manusia yg baik sebagaimana fitrah-Nya manusia harus dalami ter-tujuh, bukan tertiga.

    Kita belum bicara soal menjadi.
    Karna hal menjadi pun nanti kukira tiga:
    Menjadi yg alami, yg duniawi, yg rohani.
    -
    Soal menjadi baik itu soal nanti.
    Kita masih ketat soal komposisi umum diri tertiga di Bumi Pertiwi ini.
    Kita sedang menguliti tertiga agar kau gampang menyelidiki trinitas.
    -
    Dari simpul responmu di yg sebelumnya:
    Apa komposisi umum diri manusia ini
    Disamakan saja dgn binatang?
    -
    Empirismu kutengok:
    1 tubuh + 1 nyawa = 1 orang
    1 tubuh + 1 nyawa = 1 binatang
    Semua mahluk sama sajalah, gitu?
    -
    Kurasa,
    Jika benar nyawa = jiwa-beroh/roh-berjiwa,
    Maka mati sia-sialah rohanimu itu bagimu,
    Rohmu mengerdil kebekep jiwa yg keras.
    -
    Atau, rekalah pengetahuan nyawani,
    Sebagai ganti pengetahuan rohani
    Kali-kali kau bisa, Fan.
    -
    Tapi, jangan-jangan nanti manusia kau sederhanakan dgn binatang berpikir. Manusia menjadi tak beda dgn mahluk bersel tunggal. Kurasa hal itu hanya dimungkinkan utk hidup yg tak menghidupkan, yaitu hidup yg sekedar menggunjal saja spt bakteri.
    -
    Aku lebih rada setuju dgn mu yg di atas,
    Bahwa roh dipadankan dgn no.3, semangat,
    Bukan roh yg dipadankan dgn no.1, nyawa.
    -
    Kuperhatikan semangat Luke
    Dari semangat org-tuanya di sini:
    http://hbis.wordpress.com/2008/06/19/renungankisah-nyata-cinta-sejati-seorang-suami/#comment-2708
    -
    Bolehlah semangatku begitu,
    Dari “Semangat Yang Kudus”
    -
    Jadi,
    Tawaranmu tertujuh belum relevan didiskusikan kini.
    Mungkin menjadi penting dihayati oleh tertiga nanti.
    Entahlah!
    -
    You are in my prayer!
    -
    Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal,
    memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

  84. @Om Maren:
    :You are in my prayer!
    :
    :
    Really?…. I am impressed. Thank you.
    :
    Keknya semangatmu hanya pd yg nyata kutengok.
    Berputar di dalam pada yg fana; Cangkangnya.

    :
    hihihi…. bukankah Om sendiri mengatakan:
    Tubuh itu pembagian umum yg tampak nyata,
    Guna kita bisa menyatakan yg tidak nyata.
    Itu utama kita, menyatakan yg tak nyata,…

    :
    :
    Justru itulah kuncinya dan dari situlah sepatutnya kita memulai.
    Selaras dengan pernyataan Om diatas, fanya berpendapat mustahil mengenali hal yang tidak nyata (ghaib, tidak tampak) tanpa mengetahui secara benar dan akurat hal-hal yang nyata/fana….
    Jika Om meyakini bhw yg tampak nyata adalah kunci guna mengungkap hal yg tak nyata (ghaib), sudah sepatutnya jika hal fana yg memiliki wujud yg pasti bisa diverifikasi tsb dikaji dan dipelajari secara komprehensif dan faktual lewat jelajah pikir yg terbebas dari belenggu stigma apapun. Dalam kaitan ini, fanya memandang konsep pikir-tiga dan tertiga yg Om gulirkan, cenderung membatasi pola pikir kita pada tiga unsur saja. Hal tsb justru sangat berpeluang untuk membuat kita berkeliru…. Buktinya, skema pembagian tubuh dan entitas manusia menurut perspektif tertiga diatas jelas tak bersesuaian dengan skema pembagian tubuh dan entitas manusia menurut ilmu faal tubuh dan disiplin ilmu medis…………….
    :
    Mengenai ajakan menyelami entitas, tujuan penciptaan, dan hakekat hidup manusia, fakta menunjukan bhw eksistensi manusia mustahil lepas dari ketergantungan dan interaksinya dalam kehidupan yang multifacet dalam spektrum yang multi dimensi. Oleh sebab itu sudah barang tentu sangat disangsikan bisa ditemukan kebenaran hakiki manakala pencarian hanya dibatasi pada entitas manusianya tanpa mengikutsertakan dimensi-dimensi lain yg menjadi prasyarat mutlak keberadaannya demi memenuhi stigma-stigma tertentu, terlebih jika segala sesuatunya telah dibatasi oleh skema angka tiga.
    :
    :
    Kau gampang lupa rupanya.
    Ketika kau bertanya perekat tertiga.
    Itu lah kehendak Tuhan, itu lah acuan kita.
    -
    Aku telah katakan bahwa manusia dicipta segambar dgn-Nya. Perekat tertiga adalah kehendak-Nya, Dia-lah pencipta tertiga itu. Pengurainya pun hendaknyalah kehendak-Nya, jangan kehendak lainnya semisal bunuh diri.

    :
    ;
    hihihi… syukurlah kalo Om Maren masih ingat pertanyaan fanya mengenai “perekat” tsb. Pertanyaan tsb fanya kemukakan tak lain sebagai evidens bhw PASTI ada unsur lain diluar skema 3 unsur yg sedang Om sosialisasikan menjadi skema mutlak tertiga dan pikir tiga. Ketiga unsur berlainan yg Om perkenalkan sbg tertiga tsb mustahil menyatu tanpa keberadaan dan dominasi unsur perekat yg menyebabkan terintegrasinya maupun pecahkongsinya ketiga unsur tsb. Terkait unsur ke-4 (perekat) tsb, juga mustahil ada tanpa unsur ke-5 berupa kekuatan yg merekatkan maupun memisahkannya. Disamping kedua unsur di luar tertiga itu, pasti masih ada unsur-unsur lain yg secara simultan ikut “bermain” yakni dimensi hukum [Tuhan] (salah-benar; pahala-dosa dst) dan dimensi waktu/masa/tenure (kehidupan di alam fana; alam baka/akhirat). Maka dari itu, jika mengadopsi alur pikir Om Maren terkait tertiga, tak lepas dari berbagai keterbatasan pengetahuan dan kekurangan pemahaman, menurut fanya kehidupan kita ini sama sekali bukan tertiga, melainkan TERTUJUH.
    :
    Salam Persatuan

    • Cocokologiku udah menyangut banyak hal, Bagimu semua perkiraan masih gelap dan mustahil bisa dimengerti sikitpun. Anatomi tubuh, mekanisme dan osilasinya masih lebih penting bagimu. Kau kliatannya nggak suka yg sederhana soal tubuh. Bagai mana soal jiwa dan roh?. Belum tampak!
      -
      Ditel tubuh tertiga lebih penting bagimu,
      Walau itu urusan dokter umum (tubuh).
      Bukan diskusi kita.
      -
      Masalah ditel jiwa tak begitu penting bagi kita,
      Itu urusan dokter jiwa.
      Bukan dikusi kita
      -
      Apa lagi masalah ditel “semangat”,
      Apa itu urusan dokter semangat? hh
      Kita diskusi sederhana aja lah, Neng!
      -
      Sing penting:
      Mimpmu sudah mule berguna.
      Minimal sebagai cermin semangat.
      -
      Salam Damai!

  85. @Om Maren
    Ciptaan mencerminkan pencipta.
    Kita adalah master piece-Nya,
    Tak heran, tertiga segambar dgn-Nya.

    :
    :
    :
    Ke-Maha-an Tuhan sepemahaman fanya merepresentasikan betapa Tak Terhingga-Nya Tuhan. Diantara ke-Maha-an Nya, secara khusus Allah menyatakan diri-Nya, Maha Esa…….., Maha Satu, yakni Satu yg bukan hasil penyatuan; Satu yg bukan hasil sekutu, di dalam maupun diluar diri-Nya.
    :
    Dalam pengertian fanya kata “SEGAMBAR” menunjukkan adanya keserupaan antara yg satu dgn yg lainnya. Jika tertiga dikatakan segambar dengan-Nya, dapat diartikan bahwa disamping Tuhan masih ada tertiga atau sesuatu yg lain yg menyerupai-Nya. Thus, Tuhan Esa……… tidak Maha Esa, karena disebutkan ada atau bahkan banyak yg segambar dengan Nya…… begitukah?
    :
    :
    Salam

  86. Kutengok:
    Ada empat kemustahilan spontan dlm mu,
    Karna kau terikat hukum-hukum yg valid,
    Sehingga engkau enggan melaju maju jauh.
    -
    Lepaslah tali tambat,
    Pindahkan air dari depan ke belakang,
    Agar sampan pindah dari belakang ke depan
    Mendayung maju melaju kehidupan samudera.
    -
    1

    … , fanya berpendapat mustahil mengenali hal yang tidak nyata (ghaib, tidak tampak) tanpa mengetahui secara benar dan akurat hal-hal yang nyata/fana….

    2.

    fakta menunjukan bhw eksistensi manusia mustahil lepas dari ketergantungan dan interaksinya dalam kehidupan yang multifacet dalam spektrum yang multi dimensi.

    3

    Ketiga unsur berlainan yg Om perkenalkan sbg tertiga tsb mustahil menyatu tanpa keberadaan dan dominasi unsur perekat yg menyebabkan terintegrasinya maupun pecahkongsinya ketiga unsur tsb.

    4

    Terkait unsur ke-4 (perekat) tsb, juga mustahil ada tanpa unsur ke-5 berupa kekuatan yg merekatkan maupun memisahkannya.

    -
    Menjadi sering kukatakan:
    Kautuh mustahil berinovasi,
    Semangatmu hanya membumi,
    Bukan semangat melangit!
    -
    Salam Damai!

  87. @Om Maren

    Semangatmu hanya membumi,
    Bukan semangat melangit!

    :
    :
    :
    Terima kasih Om, spektrum berfikir fanya memang membumi,
    dan selaku manusia (mahluk fana) memang fitrahnya membumi bukan?
    fanya tunduk dan tak lepas dari sunah-Nya sebagai mahluk fana di bumi
    berfikir dan mencerna segala sesuatu berdasar tatanan kefanaan-Nya.
    meski punya roh, berpijak di bumi, berpikir membumi, tidak mengawang-awang.
    :
    Tuhan menciptakan di bumi api yg panas bagi mahluk fana,
    meski bagi roh, panas api bumi itu tiada….. tanya saja Ibrahim a.s.
    Tuhan menciptakan lautan di bumi sebagai pembatas dua daratan,
    meski bagi roh, pembatas itu tiada….. taanya saja Musa a.s.
    Tuhan menciptakan kematian sebagai pintu ke alam baka
    meski bagi roh, kematian itu tak ada…..
    :
    Orang barat bilang……
    keep on earth dear, be realistic and don’t fly too high!
    :
    Salam Persatuan

    • Mungkin cuma ini yg kurindu darimu, Fanya!
      Pernyataanmu ini: “… meski punya roh …”
      -
      Banyak teman Muslim yg “takut” punya roh.
      Entah mengapa!
      Tapi tak sedikit yg ngerti beda roh dari jiwa.
      -
      Yeah!
      We can stay on earth to learn the milky way.
      Don’t fly to high to observe the world and above.
      -
      Pembelajaran sebagusnya bottom-up:
      Mulai dari hikmat alam beserta segala isinya,
      Lalu menerawang dunia dgn segala problematikanya,
      Hingga berharap Surga sbg anugerah Kasih Setia-Nya.
      -

      Pada kanak: Seeing is believing!
      Dewa-sa: Believing makes you see!

      -
      Jadi,
      Tumbuhkan lah rohanimu yg “meskipun”itu,
      Agar kau dapat berubah dan berbuah,
      Dan menjadi rahmat bagi alam semesta.
      -
      Utk menjadi satu dengan Kristus
      Tentu masih hal mustahil bagimu.
      Fanya tanya Om Parhobas utk ini.
      -
      Salam Dahsyat!

  88. Kami ingin mengajukan pertanyaan, khusus mengenai Pelajaran 03 – SETAN.
    1. 1. Selain Adam dan Hawa juga Setan diciptakan oleh Tuhan.
    Ketika mereka jatuh dalam dosa dpl. Memberotak kepada Allah, mereka seharus telah mati.
    Tapi hanya karena kasih karunia Tuhan mereka boleh hidup.
    Mengapa Setan tidak termasuk dalam rencana keselamatan/pengampunan dosa oleh Allah sesuai Alkitab? Pada hal dia dan manusia adalah ciptaan-Nya.

    2. 2. Apabila manusia termasuk dalam rencana keselamatan Tuhan dan telah bertobat, tapi dikemudian hari jatuh kembali dalam dosa, Apakah dosanya tidak dapat diampuni dpl. Tidak dapat masuk lagi rencana keselamatan Tuhan?

    Mohon penjelasan. Terima kasih GBU.
    Piet Karinda, Manado

    • Kami ingin mengajukan pertanyaan, khusus mengenai Pelajaran 03 – SETAN.

      1. 1. Selain Adam dan Hawa juga Setan diciptakan oleh Tuhan.
      Ketika mereka jatuh dalam dosa dpl. Memberotak kepada Allah, mereka seharus telah mati.
      Tapi hanya karena kasih karunia Tuhan mereka boleh hidup.
      Mengapa Setan tidak termasuk dalam rencana keselamatan/pengampunan dosa oleh Allah sesuai Alkitab? Pada hal dia dan manusia adalah ciptaan-Nya.

      Malaikat adalah roh
      manusia adalah daging
      Menghina ROH tidak dapat diampuni..
      manusia yang sudah menerima Roh tetapi menolaknya kemudian sama dengan
      menyalibkan YESUS kembali, sesuatu yang ditolak keras oleh Alkitab karena IMAM BESAR hanya sekali saja menghampiri Tahta KUDUS.

      2. 2. Apabila manusia termasuk dalam rencana keselamatan Tuhan dan telah bertobat, tapi dikemudian hari jatuh kembali dalam dosa, Apakah dosanya tidak dapat diampuni dpl. Tidak dapat masuk lagi rencana keselamatan Tuhan?

      Bedakan dosa pelanggaran oleh tuntutan daging dan dosa pelanggaran menolak/menghujat Roh Kudus.
      Kadang2 oleh tuntutan daging kita bisa berdosa, tetapi TUHAN ijinkan supaya kita semakin dekat kepadaNYA…

      Mohon penjelasan. Terima kasih GBU.
      Piet Karinda, Manado

      maaf saaya jawab singkat2 karena saya sedang sibuk sekali…
      mungkin saudara bisa membaca Roma dan 2 Petrus dan 1 Korintus untuk lebih memperdalam topik saudara

      salam

  89. @Om Parhobass
    :
    Bedakan dosa pelanggaran oleh tuntutan daging dan dosa pelanggaran menolak/menghujat Roh Kudus.
    Kadang2 oleh tuntutan daging kita bisa berdosa, tetapi TUHAN ijinkan supaya kita semakin dekat kepadaNYA…

    :
    :
    Dosa apakah yg pernah dilakukan Adam dan Hawa hingga mereka harus diusir Tuhan dari Surga. Benarkah yg mereka lakukan adalah menolak/menghujat Roh Kudus?
    :
    Betulkah “dosa daging” yg pada hakekatnya juga adalah menolak/membangkang thd perintah Tuhan berbeda dengan dosa menolak/menghujat Roh Kudus?
    :
    Dari jawaban Om Par thdp Sdr. Piet HFK diatas terkesan bahwa dosa yg diperbuat manusia stlh menerima Kristus semuanya hanyalah “dosa daging” yg pasti diampuni dan si pelaku tetap akan hidup abadi di surga, padahal pembunuhan, perkosaan, korupsi dll terlebih lagi “murtad” adalah berbagai bentuk dosa yg tak luput diperbuat oleh mereka yg tlh dibaptis dan menerima Kristus dlm hidupnya. Jika hal tsb benar….. betapa tidak adilnya hukum Tuhan…………..
    :
    Menurut hemat fanya, tak semata-mata manusia menerapkan mekanisme “reward and punishment” dlm sistem HRD melainkan mengadopsi pola pembinaan yg dilakukan Tuhan thd manusia. “Dosa warisan” pasti tak berarti apa2 bila “ending” kehidupan seseorang berada dlm koridor-Nya dan diridlai-Nya, karena yg menjadi nilai seseorang justru adalah ending dari sikap ruhaniah ybs (khusnul khotimah ataupun su’ul khotimah) terhadap Allah swt.
    :
    salam

    • @fanya

      Contoh…Musa tidak mengenal allah swt melainkan YHWH, jadi tidak ada hubunganya sama sekali diskusi saya dengan saudara Hein dihubungkan dengan pendapat saudara…

      perbedaan SESEMBAHAN itulah yang membuat perbedaan makna Dosa yang dilakukan ADAM dan HAWA…

      ALKITAB mengatakan ADAM dan HAWA “mementingkan” relasi tanpa ALLAH (indentik dengan menghujat ALLAH)…

      ADAM dan HAWA adalah manusia paling beruntung pada jaman purba dan mungkin sampai menuju akhir jaman, karena mereka dapat merasakan hadirat TUHAN tanpa perantara,….
      dan justru dalam keadaan mulia seperti itu mereka ingin memutus hubungan dengan ALLAH…

      Saya tahu keadaan/gambaran dosa yang buruk seperti itu tidak akan pernah didapat dari allah lain selain ALLAH YANG KUDUS.

      Ketika manusia masih di dalam daging maka ada tuntutan daging yang tidak bisa ditolak oleh seutuhnya manusia. Misal, ketika kita berada pada keadaan tertentu bisa saja kita khilaf berkata-kata, dan khilaf berkata2 secara hukum bisa disebut BERDUSTA. dan BERDUSTA adalah melanggar HUKUM ALLAH. Tetapi ketika kita khilah itu orang yang percaya tentu akan diingkatkan ROH KUDUS, sehingga ia tidak akan terus menjadi khilaf berkata2, ia akan menjaga lidahnya.

      Pelanggaran sekecil apapun dari hukum ALLAH itu sama saja melanggar keseluruhan, oleh karena itulah tidak ada manusia manapun yang bisa selamat.
      Tetapi hukum kasih karunia berbicara lain, hukum itu berbicara tentang hukum yang ditanamkan didalam hati. Hukum yang berbicara tentang dunia rohaniah, yang tidak terikat kepada hukum-hukum yang dapat dilihat oleh mata, melainkan hukum yang langsung berhubungan dengan ALLAH, karena ROH ALLAH-lah yang mengukir hukum itu di loh hati kita.

      Hukum ini bukan berarti kita bisa berdusta, atau merdeka dari hukum apapun, tidak, melainkan melangkah jauh ke dunia seutuhnya kita, tubuh roh dan jiwa.
      Orang bisa saja di dalam tubuh pergi sembahyang, rajin malah, tetapi TUHAN menjangkau jiwa dan rohnya…. apa benar seutuhnya manusia dia sembahyang?
      nah manusia bisa melihat yang terlihat, tetapi TUHAN melihat sampai kekedalaman hati kita…
      karena sampai ke kedalaman hati itulah maka kita dapat tahu betapa besarnya DOSA yang dibuat ADAM dan HAWA, allah yang tidak kudus tidak akan pernah memandang dosa ADAM dan HAWA sebegitu berat. Dan karena allah semacam itu tidak kudus, maka ia pun tidak akan melakukan hal-hal besar, tidak seperti yang dilakukan oelh KRISTUS YESUS…

      Dosa warisan, mungkin ada perbedaan sedikit akan makna, tetapi saya mengajukan pertanyaan, ada tidak manusia biasa yang tidak akan mati?
      kalau ada berarti ia bukan keturunan ADAM/HAWA, artinya kutukan ADAM/HAWA tidak sampai kedia..
      nah kalau semua yang umumnya atau yang masih disebut manusia biasa termasuk fanya masih akan mati, berarti kutukan ADAM/HAWA masih turun kepada manusia biasa termasuk fanya itu.
      Nah kalau secara daging berlaku begitu, maka betapa ngerinya kalau anda utuh mati, jiwa rohnya juga mati…

      kalau mau mati selamat menyembah allah lain, kalau mau hidup…
      selamat menanti YESUS di dalam ROH KUDUS…
      semangat natal telah tiba..

      terimakasih,… saya masih di dalam keadaan sibuk sekali dan kurang bisa online setiap saat jadi semoga penjelasan saya dapat dimengerti…tanpa memperpanjang diskusi… atau saya akan menjawab sesediawaktuku saja

      salam

  90. Dr cucu Abraham
    Kpd cucu Ibrahim
    Mengucap:

    Salam damai sejahtera!
    Tuhan Allah Hadir Utk Negara
    Bangsa Agama Ras dan Uneg-unegnya

    2 0 1 2

    Kpd Lae-lae ku:
    Selamat hari Natal ma di hita!

    • He he he
      Met Tahun Baru semuanya…

    • @Lae Maren

      Selamat natal dan tahun baru juga…

      horas

  91. Diantara hakikat beragama adalah terciptanya hubungan yang baik dalam umat atau antar umat.Agama dilandasi oleh suatu keyakinan.Keyakinan adalah hal terbenar yang bersifat subyektif pada diri seseorang. Bicara keyakinan, maka selain dari apa yang diyakininya adalah salah. Itulah kenapa dalam islam sebagai pintu masuk (menjadi pemeluk islam) seseorang harus mengucap dua kalimah syahadat. Pengucapan dua kalimah syahadat, tentu saja harus dilandasi oleh suatu keyakinan bahwa islam dan semua ajarannya adalah benar.Hal yang sama mungkin akan terjadi pula pada agama lain, bahwa untuk memeluk suatu agama manapun harus dilandasi oleh keyakinan itu. Oleh karena itu menurut pendapat saya tidak akan mendatangkan banyak manfaat bila kita berdebat antara yang berbeda keyakinannya. Akan lebih baik bila kita kembalikan kepada pemikiran untuk apa sebenarnya manusia beragama itu ? saya yakin bahwa semua agama akan mengajak manusia ini untuk hidup damai. Hidup ini akan terasa nikmat jika pikiran kita (yang nilainya mahal itu) tidak rusak hanya untuk memikirkan hal-hal yang pada akhirnya akan sia-sia. Syiar agama saya lebih setuju apabila dilakukan secara arif melalui tingkah laku yang terpuji untuk kemaslahatan bersama.

    • Terimakasih buat komentar dan atas kunjungannya buat saudarae Endang Kusnadi…

      memang ada kalanya tidak penting diskusi beginian, kalau kita yakin kepada ajaran masing-masing memang yang perlu adalah mewartakan iman masing-masing, sepreti yang saya lakukan di blog ini adalah mewartakan ALKITAB, tidak pernah ada artikel saya yang menyingggung agama lain yang ada di Indonesia tercinta ini,…
      tetapi ada beberapa saudara yang tidak seiman dengan saya yang berkomentar, dan melontarkan diskusi2 iman, dan tentu namanya dialog akan saya jawab.

      nah mengenai komentar saudara,… memang benar semua agama mengajarkan kedamaian dan sebagainya,…
      Alkitab mengajarkan, bisa saja setiap orang berbuat damai, tetapi kenapa manusia atau seseorang itu berbuat damai?
      ALKITAB menjawab, seseorang berbuat DAMAI karena ada SANG DAMAI dihatinya…itulah perbuatan damai yang sesungguhnya.

      salam

  92. RAME BANGET YA !!?? HATI – HATI BISA MENJURUS KE HAL2 YG KITA SEMUA TIDAK INGINKAN. INTINYA AGAMAKU ADALAH AGAMAKU, AGAMAMU ADALAH AGAMAMU. INDONESIA ADALAH MAYORITAS MUSLIM, DAN PALING BISA DIHUNI OLEH AGAMA MINORITAS YANG NOTABENE DIAKUI OLEH PANCASILA & UUD, ATAU SELAMA AGAMA MINORITAS ITU TIDAK ANEH2 ATAU MELECEHKAN ATAU MENCAMPURADUKAN AGAMA YG SUDAH ADA. INTINYA LAGI ADALAH SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI… ITU SAJA.

    LIHAT DI NEGARA LAIN YANG MUSLIM SEBAGAI MINORITAS PASTI DIBANTAI, DILECEHKAN, TUA – DEWASA – ANAK2 – BAYI, SEMUA MENGENASKAN. JADI BIARLAH INDONESIA INI SEBAGAI CONTOH HARMONISASI AGAMA & BUDAYA BAGI DUNIA INTERNASIONAL. TAK PERLU BERTEGANG URAT SELAMA IBADAH YG KITA JALANKAN SESUAI NORMA ADAT, SOPAN SANTUN, MASYARAKAT.

    BOLEH SAJA KITA ADAKAN FORUM DEBAT AGAMA, ASALKAN DENGAN PERSONAL2 YANG MATANG SECARA PSIKOLOGIS, SEHINGGA TIDAK AKAN TERJADI DEBAT KUSIR – DEBAT TAK BERUJUNG HANYA MENINGGALKAN DENDAM.

    SAYA YAKIN SEMUA AGAMA DI INDONESIA MENGAJARKAN PERDAMAIAN, HANYA OKNUM2 SAJA YG MENYELENGGARAKAN HAL2 YG KURANG BERKENAN DI PRIBADI YG BERAGAMA LAIN.

    SAYA MUSLIM, TEMAN2 MUSLIM PASTI JUGA SETUJU BAHWA KITA TIDAK BISA MEMAKSAKAN ORANG LAIN UNTUK MEMELUK AGAMA KITA ISLAM, ATAU MEMAKSAKAN MEREKA UNTUK MENDENGARKAN SEMUA KEBENARAN YANG KITA DAPATKAN. TIDAK BISA. SEMUA ITU ADALAH KUASA ALLAH SWT,
    SEMOGA KITA SEMUA DIBERI HIDAYAH ALLAH SWT.

    JADI MARI KITA JALANKAN HIDUP INI DALAM HARMONI.
    WASSALAM

    • @Rizki

      terimakasih atas kunjungan saudara..
      koq ada kata2 “asal minoritas jangan aneh2″, bisa lebih diperjelas…?

      negara kita memang adalah negara Pancasila, dan Pancasila menjamin kesamaan hak, tanpa ada embel2 minoritas dan mayoritas…
      secara umum saya sepakat dengan saudara,bahwa kita harus hidup dengan harmoni…
      tetapi, kalimat saudara agak menuduh saya kira, bahwa penganut agama saudara selalu menjadi korban, itu tidak bijaksana….bahwa ada orang yang merasa melakukan tuntutan agama namun mencederai orang lain itu lumrah bagi siapa saja, pertanyaan, pelaku sadar apa tidak

      salam dan selamat puasa, jika saudara melakukannya

  93. Maha suci tuhan “Allah” yang dimana ia tidak bisa menyerupai makhluknya…. jika ia menyerupai makhluknya sungguh tuhan apakah itu… cipta’anya saja membuat bumi hancur apalagi tuhan…. tuhan memang maha besar… Tapi jika anak allah maka tuhan lebih suci dari makhluknya dan jika tuhan menyamar jadi makhluknya dengan tujuan untuk membuktikan…. sungguh tuhan apakah itu???? tuhan sangat cerdas dia bisa membuktikan lewat kebenaran yang maha besar dan maha masuk akal… jika tuhan untuk membuktikan dirinya maka dia bisa membuktikanya dengan caranya sendiri…. bukan dengan menyamar jadi makhluknya yang memiliki mata dan diangkat kelangit…. sungguh tuhan maha mulia dan tidak ada sekutu baginya dan dia Yesus adalah samaran nabi isa As yang dia mengkhianati gurunya (Nabi Isa) yang bernama Yudas Iskariot hehe… Sesungguhnya saya bukan menganggap agama yang benar… tapi agama yang benar adalah agama yang memiliki kebenaran yang diberikan tuhanya :D

    • saudara pembela agamaku,

      perhatikan kelemahan pemikiran saudara.

      1. Tuhan disebut berfirman
      1a. Berfirman dalam kosa kata manusia dapat diartikan sebagai berkata-kata

      2. Manusia disebut dapat bererkata-kata

      Nah, kita memahami bahwa Tuhan berfirman (berkata), karena kita manusia ini dapat dan memahami kata.
      Saudara belum pernah sama sekali melihat Tuhan berfirman bukan? Tetapi sepanjang umur saudara, saudara telah melihat banyak manusia berkata-kata.

      oleh karena itu apakah Tuhan dapat dianggap menyerupai manusia dalam dapat berkata-kata?
      Jika Allah dapat berkata-kata, manusia dapat berkata-kata, apakah Alah menjadi tidak Allah lagi?,
      Jika Allah dapat berkata-kata, maka kita yang dapat dan memahami kata-kata harus was-was dengan Kata-kata Tuhan itu,
      Jika Tuhan dapat menjadi manusia, dan sudah pernah menjadi manusia, maka kita wajib bertanya kenapa sampai menjadi manusia,…

      salam

  94. Jika tuhan menderita kenapa penganutnya membiarkan dia???? sungguh tuhan bisa marah dan memiliki kekuatan mahadasyat untuk menghancurkan musuh2 nya….

    • saudara pembelaagamaku,

      Tuhan memang Maha Kuat, Maha Perkasa, jika kita mengharapkan unujuk kekuasaanNya atas setiap kesalahan kita, maka coba tanya dirimu sendiri apakah Tuhan langsung membunuh saudara ketika melakukan suatu kesalahan?, tidak bukan, kenapa, yaitu karena Tuhan Yanga Maha Kuat itu juga Esa dengan Yang Maha Penyayang.

      Jika Tuhan bermaksud mengasihi saudara maka jangan anggap itu ketidak maha perkasaan,
      Atau jika Tuhan bermaksud memperlihatkan KekuatanNya, jangan anggap itu ketidak maha penyayang,
      intinya kita jangan sampai kaku memandang “teori” tentang Tuhan, yang perlu adalah memahami setiap maksud dari pekerjaan Tuhan bagi kita semua.

      salam

  95. Jika tuhan dari segala tuhan, kenapa banyak tuhan??? tuhan tidak ada sekutu baginya jika ada tuhan.. maka tuhan itu akan hiri kepa tuhan yang lebih hebat dan jika tuhan marah dia bukan main pedang main kekuatan yang nantinya alam akan hancur.

    • saudara Dirilah,
      saudara sendiri adalah tuan bagi diri saudara, saudara bebas menentukan pilihan saudara,
      banyak orang, maka banyak tuan atas dirinya masing2,
      tetapi banyaknya tuan itu hanya akan menjadi kekacauan jika tidak ada batasan keakuan, keegoisan, dan itulah yang terjadi di dunia ini sekarang.
      timbulnya kekacauan salah satunya akibat keinginan keakuan dari seseorang, sekaligus membuktikan secara terbalik bahwa ada langit di atas langit,
      nah jika yang nampak bisa seperti itu, apalagi yang tidak nampak, dunia roh-roh, dan sebagainya, dan karena ada banyak yang lebih hebat dari kita, maka kita dipanggil oleh Dia Yang Maha, supaya mendekat kepadaNya.
      Tuhan Yang Maya tidak iri, karena Dia Tahu Siapa DiriNya.

      salam dan terimaksih telah berkunjung ke blog ini

      • Kenalilah tuhan klau kita kenal pasti sayang klw kita sayang semua perbuatan baik yang kita lakukan bukan karena surga ataupun neraka dan bukan karena amal atupun dosa tapi karena kita sayang tuhan oleh karena itu jangan terlalu diperdebatkan tentang perbedaan agama karena semuanya sudah ada yang ngatur, makanya kita harus punya rasa malu klw kita emang sayang sama tuhan vissssss….

  96. Kalau Allah punya kepentingan, berarti Allah itu makluk seperti manusia.Tapi kalau Allah itu sang pencipta alam semesta seharusnya tidak punya kepentingan apa2. La bikin alam semesta aja dengan mudahnya ngapain ngrepotin manusia minta disembah. Berarti sengaja buat manusia supaya menyembahNYA. DeNgan demikian Allah makluk yang gila hormat kayak manusia.Buktinya manusia baru jadi Irup aja harus dihormati.kira2 begitulah Allah.Mudah2an bisa membuka Rasio manusia. SaalaaaaM.

    • @nano “Kepentingan” yang saudara maksud mungkin konotasi negatif; jika kita tarik kemakna yang benar, toh Tuhan punya kepentingan, punya maksud dlm hal mencipta, karena Allah punya kehendak. Bahasa morphologis yang disematkan ke Tuhan tidak dapat dipasang silogisme bahwa Allah adalah manusia ya toh?..
      Dia layak disembah bukan berarti Dia gila hormat, buktinya banyak manusia dengan bebas menghujat Tuhan, bahkan Yesus Sang Putra Allah masih disalah mengerti sampai sekarang, ya toh?…dan Tuhan tidak memaksa supaya manusia menghargai pekerjaanNya ya toh..
      Jadi kita bandingkan hal2 secara wajar dan tepat saja broo..

      Salam

  97. hhhhmmmm. knapa allah pake ngirim anak buat nbus dosa manusia di muka bumi. toh allah maha berkehendak ( maha segalanya) klo pengen manusia disucikan toh tinggal sucikan saja ga usah repot2 lahir kdunia bikin repot saja. logikanya ngbuat alam smesta dan isinya aja mudah. kitab apapun yang di wahyukan kepada hambanya yg iya pilih itukan merupan hukum allah. hukum dibuat sama allah. hakimnya adalah allah jdi klo mau mensucikan manusia kan tinggal Cc aja.
    hmmmm satu pertanyaan yang sderhana, ngapain allah repot2 nyiptain alam smesta dan isinya? padahal allah mengetahui akhirnya akan ada penyiksaan bagi mahkluk yang tela iya ciptakan ( Allah maha mengetahui yang akan terjadi), tegakah allah menyiksa mahluk yang telah iya ciptaka sendiri. maaf sbelumnya tapi allah memberikan manusia fikiran tentu saja untuk berfikir dan memperoleh kebenaran atas apa yang akan diyakininya. mudah mudahan saja manusia dan semua mahluk yang telah iya ciptakan masuk surga semua. karena seorang ibupun masih memaafkan anaknya yang durhaka masa allah yang maha pengasih lgi maha penyayang ga maafin mahluk iya ciptakan sendiri. klo ga mau maafin ya udah jangan diciptain aja.

    • @ Saudara Deni;

      Mungkin saudara belum menikah,… jika belum dan akan menikah maka pikirkanlah perihal berikut:

      Jika saudara akan menikah maka tentu peluang untuk memiliki anak akan otomatis ada.
      Bicara anak maka kembali ada peluang, anak itu orang yang taat atau tidak taat. Artinya si anak punya potensi untuk durhaka kepada saudara, dan juga punya potensi untuk taat kepada saudara sebagai orang tuanya.

      Apakah adanya kedua peluang itu akan membuat saudara untuk tidak menjadi akan menikah?
      Ketakutan untuk menghasilkan generasi pembangkang menjadikan saudara tidak berani melangkah, sementara keberanian untuk menaklukkan segala yang jahat, membimbing anak-anak dengan baik tidak saudara lihat.

      Sedemikian ALLAH yang Perkasa, meski IA menciptakan kita penuh dengan potensi untuk melawan dan potensi untuk menyembah DIA, DIA tetap BERANI menciptakan. Kebebasan kita dalam mempertontonkan potensi kita, dan kemampuan TUHAN melakukan kehendakNYA adalah menjadi suatu hal yang memampukan kita berkata bahwa IA MAHA BESAR.
      MAHA KUASA. Contohnya begini, manusia cenderung berbuat jahat, tetapi sebagaimanapun jahatnya manusia, jika IA berkehendak pasti selalu terjadi apa yang IA Firmankan.

      Itulah yang teriadi ketika TUHAN menciptakan segala sesuatu, IA berkehendak supaya semua ciptaan itu memuliakan DIA, manusia salah satunya, Dan manusia memiliki potensi melanggar dan potensi tunduk, pada waktu manusia memilih menggunakan potensinya untuk melawan, yaitu dimulai dari ADAM, maka manusia itu terjatuh dalam dosa, dan dalam keadaan itu TUHAN berfirman, AKU akan ‘menginjak’ si Iblis. Firman inilah yang diperjelas, diturunkan, dinubuatkan, semakin diperuncing dalam apa yang disebut MESIAS, KRISTUS,… itulah ANAK ALLAH, YESUS NamaNYA.

      Jadi kenapa harus menjadi manusia?, jawabnya, karena ALLAH sudah berfirman, dan firmanNYA harus dan pasti terjadi.
      Seperti IA berfirman jadi maka jadilah, sedemikian juga ketika IA berfirman, AKU akan datang, maka IA akan datang, itulah YESUS, IA sudah datang, orang yang mengenalNYA menerimaNYA, tetapi orang yang menggunakan potensi untuk melawan TUHAN menolakNYA.

      Karena FirmanNYA selalu terjadi, maka kita diajakNYA untuk percaya kepadaNYA yang menjanjikan keselamatan melalui satu-satuNYA nama di kolong langit ini yang dapat menyelamatkan dari dosa yaitu YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH. Yang dari pandanga manusia selalu ada potensi untuk mempertanyakan, ada ada potensi untuk memuja-mujaNYA.

      Pilih saja,…toh semua sudah terjadi, tersedia, dan akan dibagikan

      salam;
      Parhobass


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: