Multiple-choise adalah pembunuh

Desember 9, 2009 pukul 3:23 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

TUHAN benar, manusia tidak.
TUHAN adil, manusia tidak.
TUHAN kudus, manusia tidak.
dan lain-lain.

Manusia yang pernah kita kenal di dalam YESUS-pun tidak pernah tidak benar, tidak pernah tidak adil, tidak pernah tidak kudus, dan lain-lain, hanya DIA.

Dan TUHAN berpesan :”Katakanlah Ya jika Ya, dan Tidak jika Tidak”, Lurus.

Jadi ingatlah, jika pikiran kita disuruh memilih satu di antara 3 atau lebih, multiple-choise, pikiran itu sudah terkontaminasi. Pembunuh sudah bertengger begitu dalam di dalam hati, mungkin suatu waktu yang dulu kita telah membuka pintu hati kita untuk membiarkan Iblis masuk, jadi cepat-cepatlah lari dari pikiran yang menyajikan multiple-choice.

Yoab, memiliki multiple-choice, tetapi ia turuti kehendak rajanya, tak satupun dari multiple-choice itu yang ia ikuti.

Lalu berkatalah Yoab: “Kiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang. Ya tuanku raja, bukankah mereka sekalian, hamba-hamba tuanku?Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?“. Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab, maka pergilah Yoab menjelajahi seluruh Israel, kemudian kembali ke Yerusalem.

Cara lepas dari multiple-choice?
Sesuai jalan yang ditempuh Yoab, yaitu tunduk atas perintah atau kemauan rajanya, meskipun terkadang secara terpaksa.
Dan dengan cara inilah Daud memutuskan ‘perkaranya’ degan TUHAN, akibat dari dosa kesombongannya, yaitu menuruti kemauan Rajanya, yaitu TUHAN. Ingat, ia tidak lepas dari hukuman, ia harus menanggung apa yang ia tabur, dan TUHAN memaksa Daud memberi pilihan 1 dari multiple-choice, 3 pilihan, berupa hukuman dosanya.
Dan Daud, meniru Yoab, berkata:
“Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

Artinya biarkanlah multiple-choice itu, biarkan Raja (TUHAN) saja yang memilih jalan hidup kita, sebab kita percaya IA Adil dan penuh kasih sayang atas segala keputusanNYA.

Note:
Ayat dan renungan diambil dari 2 Samuel 24 dan 1 Tawarik 21

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: