Taurat
Oktober 19, 2009 pada 5:33 pm | Ditulis dalam Apologet | 9 KomentarKaitkata: iota, Taurat, Torah, Yesus
Di dalam Alkitab Yahudi, Tanakh, yang diambil dari tiga pembagian dasarnya Torah (taurat), Nevi’im (nabi-nabi) dan Ketuvim (surat-surat).
Torah adalah bentuk gender feminim, yang pada hakekatnya lebih baik dipahami sebagai “ajaran” atau “pengertian” bukan “hukum.”
Beberapa catatan:
A.Taurat bisa diartikan 5 kitab Musa (Bereshit, Semot, Vayiqra, Bemidbar, Devari’im)
- Seluruh Torah terdiri dari 304.805 huruf, 79.847 kata, 5.845 ayat,
- Huruf yang paling umum adalah Yod; yang paling sedikit adalah Tet.
- Ditemukan Lebih dari 4.000 undang-undang yang harus diketahui sebelum seorang dikatakan layak menulis Torah.
- Penulis Taurat (ahli kitab) akan menganggap kitab yang ia tulis salah jika ada satu kata saja yang salah tulis, hilang dan sebagainya, ia membutuhkan rata-rata 6 bulan sampai satu tahun untuk menyelesaikan penulisan taurat ini.
B. Kata Taurat berasal dari akar kata yarah yang artinya “untuk menembak anak panah” atau “untuk memukul tanda.”, sehingga ditarik artinya menjadi mengajar atau mengistruksikan.
C. Bagi sebagian Yahudi, seluruh Alkitab, Tanakh (Perjanjian Lama) adalah Taurat, bagi Kristen, Tanakh adalah Perjanjian Lama, hanya berbeda penomoran Ayat dan urutan kitab.
D. Di dalam Yahudi dikenal 3 Torah, Torah tidak tertulis=Talmud=Torah Shebal Peh (diyakini TUHAN juga memberi pengajaran secara tidak tertulis kepada Musa untuk menjelaskan yang tertulis), Torah tertulis = Torah shebikhtav (pengajaran di 5 kitab Musa) dan Torat Ha-Nistar=Torah tersembunyi (pengajaran yang diyakini diajarkan sejak Abraham bahkan dari Adam di Eden).
E. Kebanyakan orang Yahudi meletakkan Hukum Lisan (Talmud) dan halakhah (keputusan rabinik) pada tingkat yang sama dengan Taurat yang tertulis (kitab Musa).
F. Semua hukum taurat bergantung pada hukum kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu dan ragamu (Ulangan 6:5) serta kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri (Imamat 19:18)
Jadi sangat tepat kata Yesus, Ia datang bukan untuk menghilangkan satu iotapun, satu bagian terkecil dari, (iota adalah huruf Yunani terkecil) pengajaran tentang TUHAN, melainkan untuk menggenapinya, yaitu KASIH. Bahwa Yesus adalah wujud Kasih terbesar yang pernah ada. IA mengasihi TUHAN, karena IA datang dari TUHAN, dan IA mengasihi sesamanya manusia karena Ia datang untuk menyelamatkan mereka.
Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus
Oktober 19, 2009 pada 12:21 pm | Ditulis dalam Apologet | 2 KomentarKaitkata: ALLAH, Allah Anak, Allah Bapa, Allah Roh Kudus
Formula ini langsung membawa kita ke ayat di penghujung Matius.
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
dan tentu membawa kita juga ke jaman jauh sebelumnya, masih di Alkitab yang sama,
Keluaran 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
Di dalam Kitab Tawarikh, ditulis Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Israel (Israel lebih menekankan akan arti yang berkemenangan)
Jadi Allah yang memilih Abraham, adalah Allah yang sama yang memberi kurban Ishak, dan Allah yang sama yang mengubahkan Yakub menjadi Israel, berkemenangan. Ia memilih, Ia menyediakan dan Ia juga yang menyertai. Dan Abraham tentu tidak melihat Yakub di dalam segala penyertaan TUHAN, tetapi Ishaklah yang “mengutus” Yakub dan bukan Esau, dan seterusnya. Abraham melihat secara langsung pengurbanan dan pemberian kurban Ishak. Atau bukanlah Abraham mempunyai banyak anak? bukankah mesias juga banyak?, tetapi hanya satu yang disebut anak perjanjian, hanya satu Mesias.
Terlebih kenapa formula ini harus ditulis di Injil Matius ?
Karena Matius ini adalah Injil buat orang Yahudi.
Ada apa dengan orang Yahudi?
Mereka adalah bangsa pilihan, bangsa yang di sepanjang hidupnya dipilih, disayang, dihajar oleh TUHAN.
Jadi Allah yang memilih Yahudi, TUHAN, adalah Allah yang sama yang menjanjikan kedatangan Mesias mereka, dan Allah yang sama juga yang akan menyertai sampai selama-lamanya.
Kenapa harus Allah Anak?
Karena Mesias itu sudah datang, membuktikan IA sudah selesai mengadakan pendamaian. Ia yang dijanjikan BAPA sudah datang. Datang, mati, bangkit dan kembali ke kemulianNya, sehingga Ia sejajar dengan BAPA.
Allah Roh Kudus?
IA adalah Allah yang menyertai, Immanuel, IA menyertai baik di bumi maupun di surga. Yang menyertai ini adalah Allah yang sama dengan Allah yang mendamaikan dosa dan tentu Allah yang sama dengan Allah yang berjanji, sehingga sejajar dengan Sang Anak di dalam kemuliaanNya dan sejajar dengan Allah Bapa.
Maka kloplah formulanya: Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Bukan tiga Allah di dalam satu, tetapi tiga “perkerjaan” oleh Satu. Kenapa? Karena Kristus satu, Roh Tuhan hanya satu, dan Yesus hanya mati sekali saja, sekali untuk mencukupkan menyediakan jalan akan kedatangan KeadaanNya yang di dalam Roh.
TUHAN tentu tidak dapat di salib, karena IA adalah ROH
Roh Kudus, TUHAN tentu tidak dapat mati, karena IA bukan manusia
Manusia tentu memiliki darah, karena darahlah yang mendamaikan kita.
Karena KasihNYA yang besar maka KEMAHAKUDUSANNYA dibuat tidak berfaedah, dikosongkan, sehingga IA dapat menjadi manusia, manusia yang suci, kudus dan benar.
Dan karena kebenaranNyalah maka IA layak disebut Kristus, sehingga IA dibangkitkan. Dalam daging yang berlobang paku itulah IA bangkit ke kerajaanNYA yang KEKAL.
Jadi kalau Yahudi mengenal Allah Bapa, dan bukan Allah Anak, berarti mereka belum mengakui kedatangan Sang Mesias. Dan terlebih lagi, Allah Roh Kudus, berarti mereka belum mengenal tebusan penyelamatan. Mereka masih dalam baptisan “air”, pelepasan dari perbudakan dan kemenangan menuju Kanaan, masih di perlambang dari kemenangan sorgawi.
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
