TUHAN menjadi Manusia

Oktober 12, 2009 pukul 3:02 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Kaitkata: ,

Walau banyak pendekatan yang bisa digunakan, tetapi penulis menggunakan dan memperkenalkan Tuhan sebagai Hakim.

Kitab Hakim-Hakim sudah memberi kita gambaran yang banyak tentang hakim. Meskipun sumber dari orang-orang yang diangkat menjadi hakim oleh TUHAN itu adalah TUHAN sendiri tetapi masing-masing hakim itu mempunyai kuasa yang berbeda-beda, peranan berbeda, tujuannyalah yang selalu sama, yaitu membebaskan umat Allah, menyadarkan umat Allah, membawa ke iman, membawa ke hidup.

Mazmur 50:6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela

Yesaya 33:22 Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.

Apakah yang terjadi jika Hakim yang Adil ini menjumpai sesuatu yang tidak adil? MATI.
tentu, karena tak ada satupun yang Adil selain DIA, maka IA akan “menghabisi” yang tidak adil itu dengan nafasNYA, dengan ROHNYA, dengan KUASA. Bahkan hakim di dunia inipun akan memenjarakan si terdakwa kalau ia mendapati si terdakwa bersalah.

Seperti IA memberi kuasa kepada para hakim terdahulu, maka HAKIM itu jugalah yang menjamah kita demi membawa manusia ke hadiratNYA.

caranya?

Dari Filipi 2:7… Allah mengosongkan diriNya sendiri…
HAKIM ini mengesampingkan KEMAHAKUDUSANNYA untuk datang dalam rupa hamba, meskipun manusiaNYA tetap kudus, supaya yang tidak kudus dapat berdiri…
HAKIM ini mengesampingkan KEMAHAADILANNYA untuk datang dalam rupa hamba, meskipun manusiaNYA tetap adil, supaya yang tidak adil dapat duduk berperkara…
HAKIM ini mengesampingkan KEMAHATAHUANNYA untuk datang dalam rupa hamba, meskipun manusiaNYA tetap tahu, supaya yang tidak tahu dapat berani mendekat…
HAKIM ini mengesampingkan KEMAHAKUASAANNYA untuk datang dalam rupa hamba, meskipun manusiaNYA tetap berkuasa, supaya yang tidak kuasa itu kuat menerima pengajaran…
dan banyak yang IA kesampingkan untuk mengambil manusia ciptaanNYA itu dari lumpur kehancurannya…semuanya supaya manusia itu dapat hidup.

penulis langsung teringat sewaktu usia sekolah dulu, harus melepaskan baju sekolah dulu baru turun mengerjakan sawah yang berlumpur..

Dan yang percaya kepadaNYA, IA panggil umatNYA, dan kita memanggilNYA BAPA. Karena ada penugasan, berarti ada waktu untuk selesai. YA, ketika misi “Anak Manusia”, “pengosongan diri” itu selesai, kita memanggilNYA BAPA, IA menjadi tauladan dalam hidup.

Mulialah Engkau TUHAN.

Doa:
Ajar kami TUHAN, supaya kami menundukkan pikiran kami. Pikiran adalah ciptaanMU, maka ciptaan harus tunduk kepada penciptaNYA, jangan pikiran itu berusaha menyaingi ENGKAU, seperti IBLIS yang mau menyaingi ENGKAU. Ampunilah kami TUHAN.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.