Karena Ia adalah Gembalaku

Oktober 10, 2009 pada 2:14 pm | Ditulis dalam Apologet | 2 Komentar
Kaitkata:

Bayang

Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

—————— dari Mazmur 144:3-4, Matius 18:12, Mazmur 23:1-3

Kotbah Pertama

Oktober 10, 2009 pada 9:01 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , ,

Sesuatu yang sangat kontras, terjadi pada masa para bapa rohani kita, para Rasul mengumandangkan Sesuatu, yang disebut pemilik alam semesta. Mereka tidak menceritakan tentang reformasi, mereka tidak menceritakan tentang pembentukan negara, mereka tidak membicarakan bagaimana suatu proses simpan-pinjam, tidak menceritakan bagaimana cara menguasai suatu tatanan negara, tidak menjabarkan kewajiban-kewajiban agama, … dan lain sebagainya… tetapi?….

Ya kotbah pertama mereka adalah….Tentang seorang Pribadi, Yesus.
Yesus yang sudah mati tetapi bangkit kembali.

Reformasi, agama, negara, semua proses, berdiri di atas pribadi manusia, maka TUHAN selalu membuat Jalan Lurus, bereskan pribadinya, maka mereka akan menjadi terang dimanapun.

Minum Darah? Yaks…

Oktober 10, 2009 pada 8:43 am | Ditulis dalam Apologet | 2 Komentar
Kaitkata: , ,

Tahukah Anda pengajaran apa yang diberikan Yesus yang membuat banyak muridNya mundur?, dan ini jugalah yang menjadi batu sandungan kepada banyak orang yang mengaku beriman hanya kepada Allah.

Yohanes 6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Minum darah?, apa-apan ini?, kanibalisme? hehehe, sesuatu yang rohaniah kalau liar diartikan melulu lahiriah memang sangat menakutkan, dan keras, bahkan…. ya bahkan banyak orang mundur karenanya.

Kenapa banyak orang mundur?
“KAMU TAU NGGAK, ALLAH KAMI MELARANG MEMINUM DARAH?”, mungkin itulah teriakan hati terdalam para Yahudi yang mengikuti Yesus.

Tetapi syukurlah kita hidup di jaman yang sudah dapat membaca secara lengkap.
Yesus datang bukan untuk menghilangkan satu iotapun Taurat, tetapi untuk menggenapinya.
“MANA DI TAURAT BUNG, DI TAURAT DARAH ITU HAAARAAAMM”, masih bergemuruh hati.

Taurat “khusus” yang dicatat Musa, yang diperuntukkan bagi orang Israel, Kitab Imamat, sangat detail menuliskan apa-apa saja yang harus dilakukan oleh bangsa Israel…. sayangnya orang yang berteriak tadi mungkin lupa Imamat 17:11.
Ya agak “aneh” memang, ketika TUHAN berfirman,”Beginilah yang harus Israel lakukan…”, perhatikanlah Kitab Imamat, tetapi di ayat ini ada sesuatu yang TUHAN harus lakukan,… mau lihat?

Imamat 17:11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

Kurban terbaik, sehat, pemberian terbaik kita tidak sanggup menggugah hati TUHAN, karena Ia sudah menetapkan bahwa…..”minumlah darah Yesus”, pemberianKU-lah, KurbanKulah, maka kamu akan beroleh damai dengan TUHAN.

Di dalam ajakan Yesus untuk meminum darahNya, Ia sedang berkata: “Aku sedang mengadakan penebusan bagi dosamu; terimalah bagi dirimu kurban persembahan diri-KU”.

Jangankan kita yang tidak melihat langsung acara pengajaran itu, orang yang mendengar langsung saja langsung mundur. Itu wajar, karena mata rohaninya tidak terbuka.

Doa:
Tuhan ajarlah kami untuk selalu membuka mata hati kami, masuklah. Amin

7 Tanda Ajaib

Oktober 10, 2009 pada 8:20 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Keempat injil mencatat mukjijzat dalam dua arti.
Injil Matius, Markus dan Lukas menggunakan dunamis, yaitu kuasa dari Allah yang dipertunjukkan oleh Yesus dalam pekerjaan-pekerjaan agungNya, sementara Injil Yohanes menggunakan kata semeion, yaitu tanda-tanda ajaib yang dilakukan Yesus yang mengajak pembacanya supaya lebih tahu siapakah Yesus yang sebenarnya.

Injil Yohanes mencatat 7(tujuh) semeion, yang kesemuanya tepat menggambarkan siapa Yesus,
1. Semeion Air menjadi Anggur
Dalam suatu pesta perkawinan Yesus mengubah air menjadi anggur. Ini menjadi tanda bahwa Yesus sedang membawa sesuatu yang benar-benar baru, yaitu anggur baru, Injil. Yesus benar-benar mengkontraskan perbedaan air, iman yang lama dengan anggur baru, Injil.

2. Semeion Penyembuhan Putra seorang Pegawai Istana
Yesus benar-benar memperlihatkan integritasNya, Ia datang bukan untuk menjadi terkenal atau dikagumi orang, tetapi Ia melakukan tanda ajaib untuk memimpin orang kepada iman.

3. Semeion Penyembuhan seorang Lumpuh di Hari Sabbat
Di sini kita semakin jelas melihat. Kita hanya bisa memilih dua vonis kepada Yesus, sama seperti para ahli agama pada waktu itu. Apakah Yesus seorang perusak agama, atau Ia adalah Allah, yang menjadi Tuan atas sabbat. Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

4. Semeion Memberi makan 5000 orang
Dalam point ini kita akan langsung teringat kalimat pertama Alkitab, Pada mula pertama Allah menciptakan…, beresyit bara elohim…, Yesus membuat makanan dari tidak ada 5000 menjadi ada 5000, bahkan lebih…

5. Semeion Berjalan di atas Air.
Anda langsung teringat dengan Israel yang berjalan melintasi laut merah? atau Yosua yang memimpin melintasi Yordan?, Ya sebab Tuhan berkuasa atas segala ciptaanNya.

6. Semeion Orang Buta dapat Melihat.
Yesus adalah Terang. Orang yang buta dapat melihat,o rang yang buta mata rohaninya akan melihat kemuliaan Allah. Dan kitapun diajari hal yang luar biasa:
a. Meskipun ada hubungan langsung antara penderitaan manusia dengan dosanya, tetapi tidak selalu penderitaan seseorang disebabkan oleh dosanya sendiri atau orang tuanya
b. Ada saatnya Allah mengijinkan penderitaan untuk suatu maksud tertentu. Dan Allah mendatangkan kebaikan dari penderitaan itu baik bagi orang yang mengalaminya dan semua orang yang ada hubungannya dengan orang tersebut (kita langsung teringat dengan bapa-bapa iman terdahulu bukan?, Ayub, Daud d.l.l)

7. Semeion Lazarus Bangkit dari Kematian
Kematian Lazarus diijinkan, untuk suatu maksud yang luar biasa. Tuhan Yesus menunjukkan kuasaNya. Ia dapat mengaruniakan kehidupan baru dan yang rohani kepada manusia. Ia memperbaharui kepercayaan orang.

Semoga yang dapat melihat dapat melihat, yang dapat mendengar dapat mendengar, ada dua pilihan beriman kepada yang memberi kehidupan atau membenciNya untuk mendapat kematian kelak.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.