Ayub, perbantahan dan Kristus
Oktober 7, 2009 pukul 10:47 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentarKaitkata: Ayub, Kristus, Penderitaan, Penebus, perbuatan
Mendengar Ayub, kita teringat akan penderitaan.
TUHAN memang tidak menjawab secara gamblang semua pertanyaan-pertanyaan Ayub, sampai kepada kita yang mengenal Kristus maka jawaban untuk Ayub itu begitu digamblangkan.
Sekilas mengenai ajaran yang keliru dari sahabat-sahabat Ayub. Mereka mendiskusikan tentang Allah yang sama, tetapi Ayub menyelami secara dangkal, dan sahabat-sahabatnya memahami secara kaku.
Ayub :
-Orang benar dan takut akan Allah
-Tidak mengetahui rahasia Allah
-Ia menang dalam penderitaannya
Elifas, Bildad, dan Zofa :
-Mengenal Allah yang adil dan menghukum setiap dosa-dosa tersembunyi, pertobatan adalah jalan keluar (artinya mereka menduga bahwa Ayub menderita pasti karena sedang berdosa)
-Perbuatan adalah kunci keselamatan
-Kemungkinan mempercayai bahwa kematian adalah akhir dari segalanya
Elihu :
-Mengenal Allah, setiap penderitaan sedang menggambarkan tentang penebusan Allah
Mereka yang seharusnya menghibur malah berbalik membuat panas hati Ayub…
Ketika mereka terdiam dan perbantahan selesai, Allah bertindak, dan sahabat Ayub mendapat vonis “salah” dari TUHAN. Sahabat Ayub mengenal Allah yang kaku, yang hanya memiliki “wajah” Adil, Elihu mengenal “wajah” Penebus, tetapi pengetahuan Ayub diperkaya dan kita beroleh jawabannya, bahwa Kristus harus menderita dan menang untuk menunjukkan keadilanNYA dalam misi Penebusan.
Dan oleh Roh, Ayub, di dalam penderitaannya, di dalam panas hatinya yang sedang dihakimi sahabatnya, sebelum ALLAH turun menjawab pertanyaan hatinya, memberitahu kita berita suka cita:
Ayub 19:25-27
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
setelah TUHAN menemui Ayub…
Ayub berdoa kepada sahabatnya supaya beroleh selamat dari TUHAN,
setelah TUHAN menemui dunia…
Kristus berdoa dengan kita di dalam ROHNYA YANG KUDUS, supaya kita mendapat penghiburan dan kekuatan.
Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
