Errornya dimana?

Oktober 30, 2009 pada 7:02 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 11 Komentar
Kaitkata:

Ada pemikiran lucu…
TUHAN tidak masuk logika,
atau
TUHAN bertentangankah dengan logika

pada titik tertentu, secara kasar orang bisa mengartikan bahwa TUHAN tidak masuk logika,
pada titik tertentu, secara kasar orang bisa mengartikan bahwa TUHAN bertentangan dengan logika,

nah kembali ke awal…

TUHAN adalah PENCIPTA.
artinya apa?
artinya ada sesuatu yang IA buat menjadi landasan dasar, hukum, yang serta merta tidak dapat IA labrak sendiri.
Tetapi semisalpun IA anggap itu penting, IA dapat mengubah dasar, hukum itu dimana cara atau jalanNya di luar logika kita, di luar pemahaman kita.

contoh:
Percepatan gravitasi di bumi rata-rata = 9.8 m/s2

maka ketika TUHAN menjadi manusia, IA harus tunduk kepada hukum gravitasi itu.
Buktinya, IA di dalam Yesus, bisa berjalan dan melangkah di bumi.

Tetapi ketika IA sedang melakukan sesuatu yang dianggap penting untuk merubah hukum itu terhadap diriNYA, maka IA yang adalah Pencipta gravitasi itu, maka IA berotoritas terhadap gravitasi, maka IA bisa membuat gravitasi itu tidak berefek kepadaNYA,
contohnya:
IA terangkat ke awan-awan, naik ke sorga.

bagaimana caraNYA? kita tidak tahu. Karena hanya ROHNYA yang TAHU pikiran ALLAH.

Ada yang sedang berpikir?
TUHAN koq menjadi manusia?
itulah TUHAN, kalau IA berkata: “Aku penting untuk menjadi manusia”, di luar jangkauan pikiran kita, entah bagaimana caraNya, IA bisa, IA mampu dan IA mau.
TUHAN koq dilawan, kan DIA Pencipta?, koq kita ngatur-ngatur DIA mau menjadi manusia?

error?

Kitalah yang error mengartikan landasan berlogika.

Proof by Contradiction

Oktober 30, 2009 pada 11:37 am | Ditulis dalam Apologet | 24 Komentar
Kaitkata: ,

Proof by Contradiction adalah, sebuah alur pembuktian yang mengikuti alur penyanggah, dan kalau diikuti maka alur penyanggah itu menjadi kontradiksi dengan premis awal.

Kira-kira begitulah kasarannya.

Studi kasus Yesus:

a. Yesus adalah manusia
Jika kita mengikuti alur ini, maka kita harus memisalkan bahwa: Yesus bukan manusia.
Jika Yesus bukan manusia, ada kontradiksi yaitu:
- 4 kitab Injil yang menceritakan kelahiran Yesus, Yesus lapar, Yesus berdoa, Yesus menangis, d.l.l
- Petrus, Yohanes dan Paulus menulis, Yesus mati

dari kondisi ini didapat kesimpulan bahwa Yesus adalah manusia.

b. Yesus adalah Tuhan
Jika kita mengikuti alur ini, maka kita harus memisalkan bahwa: Yesus benar bukan Tuhan.
Jika Yesus bukan Tuhan, ada kontradiksi yaitu:
- 4 kitab Injil yang menceritakan kuasa Yesus, Yesus menghapus dosa, Yesus mengklaim I AM, Yesus menghardik laut/angin, Yesus adalah Jalan d.l.l
- Petrus, Yohanes dan Paulus menulis, Yesus bangkit
- Yohanes mendapat Wahyu, bahwa Yesus adalah Alfa dan Omega, d.l.l

dari kondisi ini didapat kesimpulan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Kendala:
Orang tidak mengakui a berkolerasi dengan b, dan sebaliknya, karena :
- Ignorance Fallacy
- Authority Fallacy
- Genetic fallacy
- Melulu melihat Yesus di dalam a
- Melulu melihat Yesus di dalam b
- Tidak mengakui Yesus mati dan bangkit

Kasih

Oktober 29, 2009 pada 1:13 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Kaitkata: ,

jangan

Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

kalau melulu melihat yang di atas, leher bisa penat
lihat jugalah yang sejajar mata anda….

kalau melulu melihat sejajar, leher juga bisa keram
lihat jugalah yang di atas…

Hati yang sedih

Oktober 29, 2009 pada 8:20 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Kaitkata: , ,

sedih

Amsal 15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hati sedih memang tidak dapat dihindarkan, ia selalu datang, silih berganti…
Yang harus diingat adalah… jangan sampai kesedihan itu membawa kita kepada kehancuran.

Kesedihan adalah kesedihan, dan kita harus menghadapinya, ia berdiri di depan wajah kita.
Orang bisa membuat perbandingan, untuk mengalihkan perhatian, tetapi itu sementara saja…

kita harus menghadapinya…sebab kita lebih dari pemenang…
kita lebih dari pahlawan yang mengalahwan kota berkubu…

Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Minum Baygon adalah pilihan

Oktober 28, 2009 pada 9:04 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , ,

Saya yakin tidak terbersit sedikitpun di pikiran “pencipta” Baygon kalau orang bisa menggunakan Baygon untuk mengakhiri hidupnya.

Baygon bisa ditemukan dengan mudah, ia begitu dekat dengan kita.
Tetapi faktor X tidak ada pada semua orang, yaitu faktor untuk memilih Baygon sebagai alat untuk membunuh dirinya sendiri.

Baygon yang seharusnya untuk mematikan “pengganggu” manusia, di tangan orang yang salah pilih bisa mematikan dirinya sendiri.

Baygon mengandung “racun”, siapa juga tahu, tetapi memang hanya pilihanlah yang membuat “racun” itu sebagai penolong untuk mengakhiri kehidupan yang berisi pilihan-pilihan lain yang semestinya ada satu yang lebih cemerlang.

ini untuk menyangkal pseudo tolerance.
pseuodo tolerance:
jika A, B , C adalah pernyataan, (ada salah satu di antaranya benar), maka kita mengambil kesimpulan, demi kebaikan bersama, bukan A, bukan B dan bukan C

Bibelon

Oktober 28, 2009 pada 8:52 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , ,

Bibelon (bhs Batak, diambil dari kata Bible, Alkitab. Bibelon=Melulu Bible), adalah sebuah penyakit yang melulu membaca Alkitab, dan membaca demi menambah pengetahuan semata, sehingga cenderung eksklusif terhadap sesamanya (paling tidak begitulah kasarannya).

Bibelon menjadi topik saya di sini karena sering diucapkan saudara terkasih Robinson Sihotang, sehingga saya menjadi terpacu mendalaminya.

Turpuk di hita saonari (Ayat acuan kita sekarang) adalah
Matius 15:1-6
Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
“Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

dan

Yohanes 5:39-40
Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Kita tidak membahas taurat dan tidak membahas adat istiadat. Tetapi coba kita perhatikan point yang Yesus berikan dalam hal “kasih” kepada bapa dan ibu yang telah dipelintir oleh Ahli Taurat, “Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah”, dan yang lebih parah adalah orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya..

Apa hubungannya dengan Bibelon?
Yaitu: ketika orang cenderung “merasa” dekat kepada Allah hanya karena mendalami dan membaca Alkitab, mempraktekkannya secara keliru kemungkinan ada, sehingga hubungan ke sesamanya tidak perlu lagi. Jadi hubungan ke Allah itu benar, tidak ada yang salah, yang menjadi salah adalah ketika kita mengasihi Allah, yang tidak kelihatan, sementara yang kelihatan, yaitu bapa dan ibu kita, tidak kita kasihi. Degan kata lain, kita bisa mempraktekkan mengasihi Allah dengan melakukannya di dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa menjadi eksklusif karena mengetahui banyak hal tentang Bibel (Alkitab).
Dan ayat Yohanes di atas menjelaskan lebih dalam lagi, ikutlah Yesus, ajakNya. Yesus adalah TUHAN di dalam daging, IA mau menjadi sama seperti kita, kalau IA kita panggil Tuan dan kita hambaNYA, masak kita tidak menjadi harus sama dengan Tuan? Ikutlah teladan Yesus yang “membaur” untuk menjelaskan sesuatu yang ada di dalamNYA, yaitu Firman ALLAH, sama seperti itulah kita, karena firman yang dilakukan setiap hari menjadi tulisan paling nyata bagi setiap orang untuk dibaca dan ditiru.

Karena semua bukan berarti tidak ada

Oktober 27, 2009 pada 3:38 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata:

bukti

Semua manusia tidak ada yang benar.
Bukan berarti tidak ada yang benar.

Yang Benar membuat satu dari sekian yang tidak benar itu menjadi benar.
Atau
Yang Benar itu menjadi salah satu bagian dari yang tidak benar itu.

Relatifitas?, O.. No

Oktober 27, 2009 pada 8:54 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Kaitkata: ,

Ketika manusia mengaku semakin cerdas maka ilmu pengetahuan juga semakin meningkat.
Akan sangat lucu bahwa ternyata ada ilmu evolusi phikology yang mengatakan jiwa toleransi, jiwa altruis dari manusia adalah suatu penyakit, betapa anehnya buat kita yang terbiasa dan disebut dengan kebudayaan timur bukan.

Dan ada batas absolute yang lebih parah lagi, bahwa benar menurut kamu belum tentu benar menurut saya. Dan sebaliknya dan seterusnya. Sungguh sebuah tamparan bagi yang mengaku beragama, dan lucunya kita juga yang mengaku beragama banyak setuju dalam beberapa hal.

Kita tidak menafikan bahwa banyak hal yang dapat kita pergunakan dari “ilmu dunia” ini, tetapi yang menjadi masalah adalah ketika “ilmu” itu menjadi bahan baku, rumus baku untuk menggariskan segala sesuatu dalam satu pedoman tunggal. Dengan dalih yang sama pemikiran ini juga menuduh kaum agama yang cenderung terpecah juga melakukan hal yang sama, mengklaim Ultimate One pada pihak tertentu saja, dan tetapi dan menjadi relatif terhadap kelompok atau agama yang lain.

Sekali lagi, bagi saya itu sangat mudah saja, bumi hanya satu, maka TUHAN hanya satu, tuhan yang lain pasti menciptakan dunia saja. Dan persimpangan perbedaan bumi dan dunia itu pasti ada di titik tertentu, dan pertemuannya jelas banyak diberbagai hal, menjelaskan bahwa ada faktor X yang ada, tetapi rusak dan ternoda, sehingga faktor X itu bisa jadi masih melekat padanya, sehingga ada X-1 atau X+1.

Lalu bagaimana menghancurkan pemikiran relatifitas terhadap The Ultimate One ini? yaitu dengan mengenali Hukum Tabur-Tuai (Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya).

Imamat 19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Jangan menggabung-gabungkan ajaran-ajaran, jika sudah maka Anda akan mendapat pemikiran hybrid. Jangan menanam dua ajaran, jangan menanamkan dua pemikiran, jangan ada kepribadian ganda, jangan ragu dengan yang satu, sekali Anda ragu, maka Anda akan menuai kebimbangan.
Dan terakhir,
Jangan menyelimuti kemuliaan Anda dengan dua kemulian, jangan bersembunyi dalam dua muka, peliharalah dirimu dari kesucian dan kesetian.

Jangan berburuk sangka terhadap saya, agama-agama lahir dari semua pelanggaran di atas.

Orang berhikmat adalah orang bodoh, mekanisnya?

Oktober 26, 2009 pada 8:16 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Kaitkata: , ,

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Siapakah yang bodoh:
- Yang mendengar firman Tuhan tetapi tidak menjalankannya (Mat 7:26)
- Yang mementingkan harta duniawi (Mat 23:17)
- Yang tidak mengenal penciptanya (Luk 11:40)
- Yang tidak meletakkan hidupnya kepada Tuhan (Luk 12:20)
- Yang tidak percaya nubuatan (Luk 24:25)
- Yang mendidik tanpa landasan yang kuat (Rom 2:20)
- Yang menipu dirinya sendiri (1 Kor 3:18)
- Yang landasan pengetahuannya tidak empirik (1 kor 15:36)
- Yang tidak mengetahui kebodohannya (2 Kor 11:16)
- Yang tidak mau menerima fakta (Gal 3:1)
- Yang tidak mempercayai bahwa ada orang yang rela berkorban demi orang lain (1 Pe 2:15)

tetapi kita tentu tidak sedang menghina para ilmuwan toh?
katakanlah mereka sedang merumuskan atau mencari pola TUHAN, mana sanggup?

kita juga bukan sedang tidak mengagumi pada filsuf, matematikawan dan sebagainya, bahkan sudah banyak teori atau rumusan yang mereka sumbangkan, bahkan sudah masuk ke terapan-terapan sehari-hari, memang yang bisa dirasakan, disentuh, didengar, dilihat itu sangat berguna (1 Yoh 1:1)….

lalu bagaimana para “pemikir” terkemuka ini menjadi bodoh jika tidak mengikuti “iman”…

yup, seorang katakanlah filsuf, sibuk dengan pemikiran Causa Prima, contohnya, bahkan ada isu-isu Materialisme, evolusi psikis dan sebagainya, padahal seorang yang belum tentu lulus SD di sini berkata: “Aku percaya TUHAN-lah Pencipta segala sesuatu”.
Yah semakin susah memang bagi “otak” para pemikir untuk menanamkan kesimpulan di dalam hatinya tentang TUHAN, tetapi begitu mudahnya bisa diterima yang tidak dapat baca tulis sekalipun.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
(Mat 19:14)

Anak-anak kecil adalah gambaran manusia yg tidak mementingkan akal dan kepintaran manusia untuk menerima bahwa ALLAH itu ada.

Ironi yang luar biasa.

Gempa Tektonik

Oktober 26, 2009 pada 5:21 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Kaitkata:

Gempa adalah fenomena pergerakan permukaan bumi.
Gempa bumi tektonik disebabkan adanya pelepasan tenaga yang disebabkan oleh pergeseran batuan pada plat-plat tektonik.

Ini adalah peta pergeseran plat-plat tektonik:
Global_plate_motion

Sampai sekarang manusia tidak dapat memprediksikan akan datangnya suatu gempa.
Tetapi saya mau memberi satu ide.. hehehe, namanya juga ide.. yang pada ujungnya memang ketidakmampuan manusialah jawabannya, manusia itu terbatas.

Dalam pipa bertekanan, kita bisa tau besaran tekakan dengan menggunakan Pressure Transmitter. Maka karena Gempa adalah akibat dari pergeseran plat batu yang mengakibatkan adanya tension diantara plat-plat itu. Maka di setiap plat itu harus digunakan transmitter untuk mengukur tension, transmitter ini akan dikoneksikan ke Central Control Room (CCR). Di CCR kita bisa memonitor semua besaran tension yang dikirim transmitter, tension itu merepresentasikan besarnya pergeseran bumi yang dapat diakibatkannya, sehingga otomatis Gempa dapat diprediksi dengan akurat.

Kendala:

  • Melihat peta di atas, maka paling tidak 4/5 bumi memiliki plat tektonik
  • Rata-rata jari-jari bumi yang kita ambil 6.300.000 m maka transmitter ini paling tidak harus dipasang 1/meter secara radius
  • 1 transmitter paling tidak sekitar US$2000
  • Jaringan penunjang untuk menghubungkan semua tranmitter, ke CCR harus menggunakan satelit
  • Bumi bulat dan berair (laut)

Maka biaya untuk transmitter yang dipasang untuk 1 m di bawah permukaan bumi radius saja bisa menelan :
= R *360 * 2000
= 6.300.000 *360 *2000
= US$ 4.536.000.000.000 (ini baru dikeraknya bumi)

kebayangkan jika dipasang sampai kedalaman 200.000 m, maka harganya bisa seharga bumi itu sendiri (hiperbolik banget dah)…

atau yang lebih gila lagi, transimitter harus dipasang dengan melakukan ekspakasi raksasa dong, apa bukannya malah menghancurkan ekosistem?

hmmm…. namanya juga ide, ide ini akhirnya hanya diakhiri satu kata :”Manusia boleh bangga serba mutakhir, tetapi apa yang ia pijak saja tidak bisa dikenalinya sangat mendetail”.

ALLAH menciptakan alam semesta?.. Ah becanda kau

Oktober 25, 2009 pada 7:57 pm | Ditulis dalam Apologet | 4 Komentar
Kaitkata: ,

Ini buat semua orang yang masih percaya sama ALLAH, percaya bahwa IA adalah satu-satunya pencipta alam semesta ini.

Saya sudah menulis di post Inkonsisten, tetapi saya mau menegaskan lebih dalam lagi.

Masihkah Anda percaya bahwa ALLAH adalah pencipta?,… tertawalah sejenak, sebelum Anda terkejut.

Ya, banyak orang percaya ALLAH adalah pencipta, artinya kita harus meletakkan segala sesuatu di atas pundak ALLAH, segala sesuatu berasal dari DIA, segala Yang BAIK, karena IA adalah BAIK.

Lalu apa itu dosa, apa itu yang mengatasnamakan atas kerja keras, rupa-rupa usaha manusia ?,
Lihatlah semua usaha manusia yang berusaha meruntuhkan Berita ALLAH adalah Pencipta, dan bukan itu saja, kita dan kebanyakan kita setuju kepada mereka.

Masih percaya dunia ini dari waktu yang tidak terbatas? alam semesta terperangkap? alam semesta mengembang?, waktu lebih dulu ada?, dunia milyard bahkan triliyunan tahun?, energi kekal?, Black Hole?..
kalau ya maka Anda sebenarnya sedang menghina ALLAH yang Anda akui sebagai Pencipta segalanya.

ALLAH menciptakan keselamatan?
“Ah becanda kamu….. “
ck ck ck ck,…..

Injil

Oktober 25, 2009 pada 7:31 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , ,

Seperti kita ketahui ada empat kitab yang disebut Kitab Injil, yaitu, Matius , Markus , Lukas dan Yohanes.
Injil secara umum artinya adalah Kabar Gembira, Berita Gembira atau Kabar Baik saja. Oleh karena itu ada empat bagian Injil yang dijelaskan kepada kita oleh Alkitab, yaitu:

1. Injil Kerajaan Allah

    Ini adalah Berita Gembira yang Allah rencanakan untuk membangun KerajaanNya di atas bumi ini, melalui Tunas Daud, Yesus Kristus. Lihatlah nubuat ini:
    Lukas 1:32-33 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

    Injil ini telah dimulai oleh Yohanes Pembaptis, dilanjutkan oleh Yesus dan murid-muridNya dan diakhiri setelah Yahudi menolak Sang Raja itu, Yesus disalibkan.
    Karena Yohanes Pembaptis adalah roh Elia, maka ia telah membuka jalan atas Kerajaan Yesus, tetapi karena Kerajaan Yesus ini ditolak, maka Gereja mempunyai tugas untuk memberitakan Injil Kerajaan Kristus kepada semua bangsa-bangsa.
    Matius 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
    Jadi Gereja harus memberitakan tentang Injil Kerajaan Allah sebagai kesaksian.

2. Injil Kasih Karunia Allah

    Ini adalah Berita Gembira tentang Yesus Kristus, Raja yang ditolak Yahudi, mati di atas salib, untuk Keselamatan. Injil ini dideskripsikan dalam banyak hal. Rasul contohnya menamainya Injil Allah (Roma 1:1), Injil yang sumbernya adalah Kasih Allah itu sendiri (Yohanes 3:16), Injil yang karakternya yang penuh Kasih Karunia (Kisah Para Rasul 20:24), Injil yang Subjek utamanya adalah Kristus (Roma 1:16, 2 Korintus 10:14), dan Injil ini adalah Kuasa TUHAN untuk Keselamatan, Injil ini adalah Kedamaian karena memberi damai antara yang berdosa kepada Allah dan membawa damai kepada jiwa (Efesus 6:15)

3. Injil Kemuliaan Allah

    Injil ini adalah Berita Gembira tentang Kasih Karunia Allah yang membicarakan tentang DIA yang ada di dalam Kemuliaan, dan membawa banyak anak-anak untuk KemuliaanNya (Ibrani 2:10). Tentu ini mereferensikan tentang kedatanganNYA yang ke dua, dan tentu bagi mereka yang sangat rindu dalam penantian akan penampakan KemualianNYA (Titus 2:13). Kepada Injil inilah setan, ilah dari segala jaman bergerak dan sangat berusaha untuk membutakan pikiran dari setiap orang
    2 Korintus 4:3-4 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

4. Injil Kekal

    Injil Kekal akan diproklamasikan pada jaman penghakiman. Hanya Injil ini yang dilakukan oleh satu malaikat saja, ini bukanlah Injil Kerajaan Allah, bukan pula Injil Kasih Karunia Allah, dan juga bukan Injil Kemuliaan Allah, melainkan Berita Gembira tentang Hari Penghakiman.
    Wahyu 14:6-7 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

    Inilah Injil bagi Israel (pemenang) dan semua yang melewati api penghakiman, karena Injil ini mendeklarasikan tentang penderitaan yang akan segera berakhir pada saat penghakiman dan penghancuran anti-krist dan para pengikutnya. Injil ini memanggil semua manusia untuk beribadah kepada Allah Penciptanya, bukan sebagai Juruselamatnya. Jadi Injil ini adalah Berita Gembira yang sudah diceritakan sedari dulu, sejak purbakala, dari Eden sampai bapa-bapa leluhur, ke nabi-nabi. Ini bukan Injil yang menitikberatkan pada “penyesalan”, “lakukan ini dan bukan itu”, dan lain sebagainya tetapi tentang “Takut akan TUHAN, memberi kemuliaan hanya kepada DIA, sembahlah DIA Yang telah menciptakan langit dan bumi, lautan, gunung-gunung dan air dan segalanya.

Keempat Kitab Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes sangat jelas menjelaskan tentang empat Berita Gembira di atas.

Dan tentu injil yang lain dari 4 Injil di atas adalah “injil yang lain”, injil palsu. Sudah diulas di Injil yang lain, yang pada dasarnya adalah injil yang tidak mengajarkan tentang Keyakinan kepada Keselamatan Yang dari Allah, atau injil yang tidak dapat menjaga, tidak dapat sempurna dan tidak dapat menekankan kedalaman akan Pekerjaan Baik Allah, atau injil yang menekankan tentang rupa-rupa usaha sendiri demi keselamatan.

Tabernakel setiap manusia

Oktober 24, 2009 pada 9:18 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , ,

Tabernakel, Bait Allah di dalam diri setiap manusia, karena Tabernakel yang dulu itu (..Tabernakel yang dibangun Musa) adalah perlambang dari Tabernakel yang dibangun oleh Tuhan sendiri, yaitu mereka yang menjadi umat Allah;

1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

1. Inilah semua pintu masuk paling luarnya:

  • Penglihatan
  • Penciuman
  • Pendengaran
  • Pengecapan
  • Perabaan
    1 Yohanes 1:1
    …yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba…

2. Dari semua pintu masuk itu akan menemui Altar Badaniah

    1 Korintus 3:1-3
    ….tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
    …. bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya…. Karena kamu masih manusia duniawi….


3. Jika Altar badaniah ini bisa menundukkan keduniawiannya, maka ada pintu masuk berikutnya untuk masuk lebih ke dalam:

  • Imaginasi
  • Hati Nurani
  • Memory
  • Pemikiran/Pertimbangan
  • Kasih sayang
    Hukum Kasih…Kasihilah TUHANmu dengan segala Jiwa, roh dan tubuhmu…, dan kasihilah sesamamu…

4. Setelah melewati pintu masuk di atas, maka akan memasuki Altar roh (Phyche) dalam alam kesadaran kita.

    Dan orang yang berada di dalamnya sudah menjadi berbeda dengan orang yang masih di Altar Badaniah

    1 Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

5. Dari Altar roh itu ada Altar Roh (Pneuma)

    Di sinilah Altar Maha Kudus, tempat Roh Allah satu dengan roh kita, pintu masuk ke sini hanya Roh Kudus itu yang bisa memasukinya. Di sinilah kebanyakan orang yang sudah beriman banyak berjatuhan, dan kalau Roh Allah sudah berada di dalamnya, maka kita disebut imam…, umat pilihan ALLAH

1Petrus 2:9-10 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Dan perampok dan yang tidak tahu beribadah akan membuat Tabernakelnya acak-acakan, dan kebanyakan orang yang tidak ada Ruang Maha Kudusnya cenderung untuk meloncat-loncat kesana kemari.

Maka teruslah membukakan pintu-pintu itu, Tuhan Yesus mengetuk setiap pintu, maka bukalah, Ia berdiri di setiap pintu itu, menunggu kamu membukanya.

Latihlah badan Anda, latihlah roh Anda, dan pengenalanmu akan Kristus Yesus-pun semakin sempurna.

Kemuliaan bagi Dia, yang berkenan melihat umatNYA, Halalu Yah.

Te*^*lan*v*jang

Oktober 24, 2009 pada 8:18 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , ,

Kalau mau dikatakan demikian, tragedi, yang paling menyedihkan adalah kejatuhan manusia atas dosa. Keterpisahan dengan ALLAH, dan rusaknya kemuliaan yang diberikan kepadanya.

Kejadian 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka te***lan***jang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Yah, efek pertama dari kejatuhan itu adalah… adanya rasa malu akibat ke-te***lan***jang-an.

Rasa malu itu sejurus saja menjadi saling lempar tanggung jawab,

Kejadian 3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Selebihnya adalah kutuk dari TUHAN.

dan seterusnya dari malu, lempar tanggung jawab dan kutuk, hanya menunggu satu generasi untuk melahirkan amarah, iri, amarah dan iri melahirkan rencana jahat dan pembunuhan,

Kejadian 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Dari pembunuh menjadi pembohong, kurang ajar..

Kejadian 4:9 Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

dan kekurangajaran itu menambah kutuk lagi:

Kejadian 4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

dan hanya beberapa generasi ke depannya, manusia sudah membuat peraturannya sendiri, mengambil dua istri, dan kelancangan-kelancangan di dalam diri Lamekh

Kejadian 4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”

dan seterusnya, dan seterusnya….

Dari semua tragedi-tragedi itu, setelah “memakan buah” itu, efek pertama adalah rasa malu, atau pengenalan akan keberdosaan, melihat sesuatu yang lain dari yang biasanya, melihat ke-te***lan***jang-an…

Sehingga orang yang belum bisa melihat ke-te***lan***jang-annya, memang tidak akan ada rasa malu di depan Yang Benar, Yang Suci,…. kata Tuhan Yesus:”Aku datang untuk orang berdosa”.

Dan demikianlah mereka dalam ke-te***lan***jang-annya berusaha menyemat “baju”, menghilangkan rasa malunya, tetapi TUHAN bertindak, menyematkan “baju” yang dari TUHAN, …kata TUHAN:”Akulah Penebusmu”, “Aku tidak berkenan atas segala usahamu”,….

Yohanes Pembaptis

Oktober 23, 2009 pada 4:58 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Tidak ada pertanyaan yang lebih tepat dan mengena, dari pada orang-orang yang mengerti akan makna pertanyaan itu sendiri selain para alim ulama Israel ini, supaya kita mengenalnya:

Yohanes 1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”

Siapakah Mesias yang dimaksud? siapakah Elia yang dimaksud? dan siapakah “nabi yang akan datang” yang dimaksud?

Mesias
Yang dimaksud adalah TUHAN yang berinkarnasi di dalam manusia.

Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Elia
Elia yang dimaksud itu menjurus ke nubuatan tentang kedatangan Mesias akan didahului oleh datangnya Elia.

Maleakhi 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

Yaitu Nabi Elia dari Tisbe, yang naik ke sorga dalam keadaan berdaging.

“nabi yang akan datang”
adalah nabi yang dinubuatkan oleh Musa.

Ulangan 18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Untuk itu semua ia menjawab TIDAK,
Jadi ia adalah…
-Seorang yang dinubuatkan oleh Yesaya untuk memperiapkan jalan bagi Mesias yang akan datang itu

Yesaya 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

-Yang roh dan kuasa Elia ada padanya, jadi ia bukanlah Elia dari Tisbe itu.
Yaitu untuk mengajak supaya kembali ke pengajaran TUHAN yang benar.

Maleakhi 4:4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.

Kenapa ia menjadi penting?

Karena kepada dialah dipercayakan suatu pertanda untuk membuktikan siapa Mesias yang datang itu, itulah jalan itu.

Yohanes 1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.