Bahaya

September 30, 2009 pada 3:55 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata:

Bukan merendahkan aplikasi ilmu pengetahuan, tetapi banyak yang harus kita pelajari supaya ilmu pengetahuan bisa mendefiniskan segala yang terjadi di dunia ini.

Jangan lupa, dalam merumuskan secara matematis semua yang fisis selalu ada nilai-nilai pendekatan. Nilai-nilai pendekatan ini akan menyisakan celah-celah antara realita/kenyataan dengan yang dirumuskan.
Banyak variable yang harus dieliminir untuk mendapatkan hasil yang lebih mendekati realita. Sekecil apapun variable, akan selalu mempengaruhi kenyataan.

Hebatnya ada manusia-manusia beriman yang bangga menarik ilmu pengetahuan ke dalam ranah rohaniah. Bahaya.

Ada saatnya

September 30, 2009 pada 10:09 am | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan Komentar
Kaitkata:

Ada saatnya

Akan ada saatnya iman kita semakin dipertanyakan semakin hebat, bahkan sudah sejak dari dahulu.
Apakah kita akan tetap mengangkat kepala kita dengan berkata:

Yosua 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

atau kita tertunduk lesu, dan mengikut allah lain seperti yang sudah terjadi dari sejak dahulu kala?

Hakim Hakim 2:12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.

Saya mau TUHAN seperti ini

September 30, 2009 pada 9:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 40 Komentar
Kaitkata: , ,

Satu-satunya informasi yang kita miliki, untuk membuktikan, untuk mengajar, untuk melatih kita, memang hanya Kitab Suci.

Telah banyak Kitab Suci, yang Suci A menyesatkan yang Suci B, dan seterusnya dan sebaliknya.

Yang menjadi pendorong bagi manusia adalah, ketika Kitab Suci itu digunakan manusia, lalu dengan keterbatasan yang ada, bisa berujung kepada… “Saya mau TUHAN begini”..
Contohnya,
ada orang yang tidak mau TUHAN menjadi manusia.
ada orang yang tidak mau TUHAN menjamah semua bangsa.
ada orang yang mengikat TUHAN dalam kitab sucinya

TUHAN ADA bukan karena Kitab Suci, tetapi Kitab Suci menceritakan bahwa IA ADA.
IA ADA melampaui pikiran kita, artinya IA melampaui persetujuan kita. IA setuju kepada DIRINYA sendiri.

Kalau Anda setuju semua akan suatu Kitab Suci, Kitab Suci Anda bukan dari ALLAH.
Kita belajar untuk menyetujui Kitab Suci, belajar seperti Kristus, karena Kristus memiliki Roh yang mengerti DiriNya sendiri, artinya kalau ada yang di dalam diri Anda yang “memaksa” Anda untuk setuju maka itulah Suara TUHAN, “memaksa” untuk kebaikan, karena Kristus Baik.

Kalau Anda mengerti semua akan suatu Kitab Suci, Andalah ALLAH itu

Ada kejahatan yang berujung kebaikan, tetapi yang kita maksud adalah Baik selalu menghasilkan yang baik.
Baik yang baik adalah Baiknya TUHAN.

Apakah saya sedang berkata: “Saya mau TUHAN seperti ini ??”
Pikiran memang melaju cepat, tetapi batasilah dengan realitanya juga.
Matematis memang melaju cepat, tetapi batasilah dengan fisisnya juga.
Nol (0) itu adalah lambang dari ketidakadaan, tetapi itu ada, saya sedang tidak menginginkan Nol (0) itu menjadi ada, tetapi itulah adanya.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.