Penyelamatan
September 14, 2009 pada 10:49 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 42 KomentarKaitkata: Adam, Batak, dosa waris, keselamatan

Kuning saya gambarkan Yang Ilahi, Hitam si Iblis dan merah manusia (ciptaan).
Gambar a. Kuasa
Di dalam hal Kuasa, maka segala sesuatu di kuasai oleh TUHAN. Ia bisa mengendalikan segala sesuatu. Terkendali tetapi bebas menentukan diri sendiri, manusia. Jika manusia memilih “dikendalikan” TUHAN, maka lakukanlah dengan benar pilihan Anda, tepatnya ketika TUHAN memilih Anda menjadi bagian dariNya maka bersyukurlah. Tampillah sebagai manusia pilihan.
Di gambar ini terlihat kadang manusia bersatu dengan Iblis.
Gambar b,c, dan d seterusnya adalah penjelasan penciptaan, manusia berontak kepada Allah, dosa waris, keselamatan.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, (lihat Firman Allah… bumi dan segala isinya diciptakan oleh TUHAN. Tidak ada TUHAN selain AKU. Mengenai semua dasar iman ini kita bisa berguru dengan Yesaya, atau baca Kitab Yesaya.
Jadi Iblis dan manusia adalah suatu hal yang diciptakan oleh Allah.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah bagaimana si Iblis ingin menyamai ALLAH. Ia sedari awal memberontak dengan TUHAN. Ia ingin menyamai kemuliaan TUHAN. Dan tragedipun terjadi, ia mengajak manusia pertama untuk bersekutu dalam pemberontakan yang sama…. Taa daaa… berhasil. Ya Iblis berhasil dalam pekerjaan besarnya, ia berhasil dengan memutarbalikkan logika hukum Allah.
Ayah dan ibu mempunyai seorang anak, orang tua ini tentu tidak menginginkan anaknya berbuat jahat bukan? jadi jahatnya si anak adalah inisiatif dari si anak, si orang tua, orang tua yang baik, tidak akan mengajari anaknya untuk berontak kepadanya, pasti.
Dalam keadaannya yang berhasil itu, Allah tidak tinggal diam. Ciptaan itu dikutuk. Saya tidak salah menggambar iblis dan manusia yang terkutuk itu seperti gambar C bukan?
Gambar yang jelek dan rusak, sudah item jelek idup lagi kata orang Jakarta, inilah yang dimiliki Adam beserta antek-anteknya, antek-antek pemberontak.
Kalau kita masih mengaku bahwa Adam adalah manusia pertama, berimplikasi kepada bahwa kita adalah turunan Adam, maka keadaan jelek inilah yang diberikan Adam kepada kita. Kenapa?
karena kalau kita masih percaya TUHAN menciptakan alam semesta, maka penciptaan itu hanya sekali saja, sebab TUHAN berhenti pada hari sabbat, maka sekali itu pulalah image rusak Adam menjalar ke semua keturunannya. Terbukti pembunuhan hanya berjarak satu generasi Kain, iri, benci, dan seterusnya…. bangsa membunuh bangsa… Kalau Adam yang diciptakan dalam keadaan baik berbuat berdosa yang mengakibatkan Kain menjadi seorang pembunuh, bagaimana dengan Kain seorang pembunuh? pembunuh melahirkan generasi yang lebih parah dari pembunuh… dan seterusnya…nabi sesat mengajarkan kesesatan juga.
Dosa waris disimpulkan.
Dalam keadaannya yang rusak inilah yang membuat orang bisa rindu akan hal-hal yang baik. Image rusak di dalam dirinya berteriak kencang. Aliran-aliran kepercayaan, agama-agama bisa menjelaskannya. Tetapi apalah daya sampah untuk menjadikan dirinya menjadi perkakas rumah yang baik lagi? daur ulang? didaur bagaimanapun ia tetaplah sampah, sampah yang berguna, dan akan kembali ke sampah lagi…. sedih sekali.
Bahkan seorang ayah digambarkan tidak tega melihat anaknya menderita, apalagi TUHAN melihat imageNYA sendiri dirusak. IA, dengan segala KASIH-NYA, berusaha mengambil kembali sampah itu, mengubahnya menjadi seperti sedia kala. 4000-an tahun disiapkan, berjalan sarat dengan darah, hukum, dalil, kuasa, demi Mesias. Atas inisiatif TUHAN,Sang Penyelamat, IA akan menyelamatkan manusia itu.
TUHANlah Juruselamatku, daripadaNYAlah Keselamatan, doa dari para nabi dan manusia pilihanNYA.
TUHAN berfirman, “Seorang perempuan muda akan melahirkan, seorang Putera akan diberikan”, “Immanuel”, Tuhan beserta kita, ya Tuhan telah hadir di sini, beserta kita. Dia datang untuk memanggil, mengambil yang sudah keluar itu, karena ciptaan itu telah ada di luar Allah.
Haleluya, Kristus berhasil. TUHAN beserta kita, kita dipanggil dari dunia, DIA datang ke sini, ketempat jauh, tempat segala kutuk ADAM, dengan tujuan membawa kita kepada sorgaNYA. Sehingga namaNYA tetap kekal, IMMANUEL, ya TUHAN beserta kita kelak di kerajaanNYA Yang KUDUS. Jadi Immanuel di bumi, Immanuel di sorga, DIA ESA. Terpujilah ALLAH YANG ESA ini.
Jadi semua keturunan Adam yang terpisah itu telah dipanggil ke dalam lingkaran “Baik”. Kalau Anda sudah dipanggil, lihat gambar D, maka pancarkanlah image Kristus itu,… perlahan leburkan warna merah Anda menjadi warna Kuning, warna kemulian TUHAN.
Dimana hitamnya?, hilang sudah. Si Hitam sudah hangus terbakar oleh api kekal. Tetapi sekarang itu semua belumlah waktunya, masa-masa anugerah ini harus tergenapi, “biarlah semua bangsa, semua suku memuji TUHAN”. Saya orang Batak, maka suku Batak telah masuk di dalamnya walaupun ada orang Batak yang lain tidak memasukkan dirinya ke dalam anugerah itu.
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
