Bukan Superhero
Agustus 6, 2009 pukul 2:14 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 KomentarKaitkata: garam, Skeptis, superhero, terang
Cerita-cerita film superhero…
Si manusia, atau apapun itu, tiba-tiba datang. Ia menolong korban.
Dan…. kejahatanpun dikalahkan. Instan.
Dan superhero adalah pribadi yang lain, kita tetaplah manusia biasa.

sumber gambar: http://www.movie-holic.com/wp-content/uploads/2009/02/superhero.jpg
Kebanyakan si skeptik juga begitu, mereka mengharapkan, atau menempatkan TUHAN sebaiknya sebagai superhero.
Seorang ibu yang sedang hamil, mau meloncat dari tower setinggi 30 meter. “Hayoo, mana superheronya, mana TUHAN?”, diteruskan lagi,”kalau TUHAN ada, pasti wanita tadi diselamatkan”.
Tanpa melihat sebab musabab, tanpa melihat konteks, tanpa ba bi bu, superhero menyelamatkan “korban”.
Dengan Alfa dan Omega, Maha Tahu, Hakim dan Raja Khidmat, TUHAN menyelamatkan kita.
Kitalah yang diharapkanNya menjadi “superhero”, yaitu seorang yang memenangi setiap tangga tower, sehingga kita tidak melompat untuk mati, tetapi melompat untuk hidup.
Oh yah jangan lupa. Superhero digambarkan menyembunyikan identitasnya, sedangkan musuh merajai jalanan.
Tidak Bung… Musuh kitalah yang identitasnya bersembunyi di setiap celah, iblis. Sementara kita, kita haruslah bercahaya. Jadi terang dan garam dunia.
2 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

emang TUHAN maha segaLanya,…tapi kan juga melalui perantara tow,…
Comment by sumi— Oktober 20, 2010 #
@sumi
melalui perantaraan FirmanNYA kita dapat mengenal DIA…
salam
Comment by parhobass— Oktober 20, 2010 #