Bukti Allah itu ada

Juli 31, 2009 pada 4:42 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 6 Komentar
Kaitkata: , , ,

Si skeptis meradang :”Bagaimana manusia-manusia bodoh ini bisa
percaya akan sesuatu yang sampai kapanpun tidak akan pernah
mereka lihat?”
Ia berguman tentang kepercayan, iman kepada Tuhan, yang ia
sebut sesuatu yang seharusnya mustahil ada.

Dunia materi adalah ciptaan Tuhan, dan kita harus
sadar bahwa ciptaan itu tidak dapat mengurung yang
menciptakannya ke dalam Laboratorium pembuktian.
Lebih jelasnya, Tuhan adalah di luar materi.
Jadi sangat tidak mungkin materi dapat mengikat yang bukan materi untuk
dijabarkan bahwa di luar materi ada sesuatu.

Terngianglah firman ini, yang terbodoh di dunia ini, itulah yang dipandang berkhidmat oleh Tuhan.
Tanpa diragukan memang, para skeptis (baik kepada kaum
agamawi maupun kepada Yesus Tuhan) adalah orang-orang yang
mutakhir. Tetapi tanpa diragukan juga bahwa dari yang
beriman juga banyaklah orang yang termutakhir.
Dan yang tercanggih di pihak Tuhan itupun sama sekali tidak
dapat membuktikan dengan “Laboratorium” akan keberadaanNya

Kita adalah firman Tuhan yang tertulis, untuk dibaca dimana
saja.
Firman yang mana?
Yaitu, “Jangan jemu-jemu berbuat baik”, “Kasihilah”, “Doakanlah”, “Lemah lembut”,..dan lain sebagainya
Jikalau kita berbuat baik, artinya kita dilihat baik.
Dan karena kita berbuat buat bukan karena kita yang
melakukannya tetapi karena Roh Kristus yang diam di dalam
kita, maka dengan sendirinya menjadi pembuktian bahwa yang
baik itu ada.

Yang baik ada, yang baik hanya Kristus, jadi Kristus ada.
Itulah pembuktiannya.

Dunia tidak mengenalNya, karena Ia tidak datang dari dunia
ini. Ia datang dari yang bukan materi.
Sedemikian kebaikan di dunia ini susah kita lihat karena dunia tidak mengenal
berbuat baik.
Sehingga marilah berlomba berbuat baik, karena itu membuktikan Tuhan
itu ada.
Walapun tanpa pembuktian ini Ia tetap adalah, tetapi tujuan
kita dipanggil dalam jaman anugerah ini adalah untuk
sedapat mungkin menjangkau orang-orang agar membaca jalan hidup kita.
Sekali lagi kita, yang percaya, adalah firman-firman
berjalan.

Tidak membalas dengan amarah ketika kita dijalimi dan malah mendoakannya, dunia mengatakannya “ORANG BODOH”

TUHAN yang tidak kita setujui

Juli 31, 2009 pada 11:21 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 1 Komentar
Kaitkata: ,

“Bunuhlah semua penduduk negeri itu”

Tidak ada manusia normal yang tega membunuh bukan.
Dan Tuhan yang berfirman :”Jangan kamu membunuh”, menyuruh suatu bangsa
untuk membunuh. Bahkan menghapus suatu daerah berikut penduduknya.
Kita tahu, memang Israel tidak sepenuhnya mau atau mungkin sanggup membunuh semua penduduk negeri Kanaan itu, tetapi dilema ada di atas tadi.

Gerakan kemanusiaan sekarang memang agak risih dengan apa yang Tuhan lakukan, perintahkan di atas.
Sekarang apakah kita harus membela TUHAN ?, Tidak Tuhan tidak perlu dibela, justru kitalah yang dibela olehNya. Atau bahkan orang berimanpun masih banyak yang menilai mengikut Tuhan adalah mengalirnya berkat melimpah, rekeningpun membubung.

Letak persoalannya adalah tidak semua orang mengenal TUHAN, bahkan yang berseru Tuhan, Tuhanpun termasuk di dalamnya

“Abang.. mainan abang yang ini, ibu buang ajah yah”. Si anak bingung.
Tetapi masih dilanjutkan lagi , “abis menuh-menuhin kamar abang ajah”.

TUHAN adalah pencipta alam semesta berserta isinya.
Dan Ia tahu apa yang baik.
Jika pada titik tertentu Ia melihat sesuatu harus digenapi, bahwa manusia yang sudah bersekongkol dengan maut dan tidak mau diubahkan, mau dibuang sekarang dan nantipun faedahnya sama, tetapi karena Ia Maha Tahu, Ia-pun tahu kapan harus menghapuskan manusia dari muka bumi tertentu.

Dan bagi yang mengenal TUHAN-pun, dengarlah firman ini
.. takutlah akan TUHAN…

sebab jika Ia berpikir Anda/kita perlu dibunuh, kitapun akan dibunuhnya sekarang juga, tanpa meminta persetujuan.

Kristus adalah Kepala

Juli 31, 2009 pada 10:17 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan Komentar
Kaitkata:

Ini bukan hanya doktrin.
Tubuh/daging memang lemah, dan roh tentu berbeda dengan daging.
Ketika kita yang percaya mengklaim bahwa Kristus tinggal di dalam kita, maka…
Apakah Anda dapat merasakan dentungan jantung yang tidak seperti biasa ketika kita melakukan pelanggaran-pelanggaran sekecil apapun ?
dan..
Apakah kita memenangkan suara hati itu ?
…dengarkanlah suara Tuhan, ketika Ia masih berkenan.. firman Tuhan
Betapa kita sering memenangkan daging kita atas suara hati itu.

Ketika dikatakan bahwa Kristus adalah Kepala, bahwa memang hanya Dia dalam keadaanNya sebagai manusia yang mampu memenangkan semua pertandingan rohani seperti itu. DagingNya tunduk seratus persen kepada Roh Tuhan yang ada di dalam Dia.
Paulus dalam kompleks masalah yang dia hadapi harus mengalami perselisihan yang hebat dengan Barnabas.
Daud, Musa, Abraham, harus mengalami pergolakan dengan Poligaminya.
Adam bergumul keras dengan buah yang ditawarkan Sang Hawa.
Dan kita, anggota-anggota yang lain, panjanglah list yang berisi perihal kemenangan tubuh atas roh, dan kebanyakan hasilnya membuat kita bangga.

Tetapi, kita pun sadar bahwa memang banyak anggota, tetapi hanya satu Tubuh.
Dan hanya kasih karunia Tuhan yang bisa mengampuni setiap pelanggaran kita.

Tidak ada satupun yang suci, firmanNya lagi.

Lihatlah setiap daftar kemenangan Anda, bahwa tamparan kecil sama saja dengan tonjokan, sebab semuanya itu adalah daftar kelancangan di mata Tuhan.

Belajarlah mengurangi list kemenangan Anda, rendahkan hati, maka kitapun semakin sempurna, seperti Kristus sempurna memenangkan semua pertandinganNya.

Kasih

Juli 31, 2009 pada 9:56 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Janji yang satu ini tentunya sudah sangat umum kita dengar.
Jika kamu mendengarkan firmarKu dan tinggal di hatimu, maka mintalah kepada Bapa apa saja yang kamu mau, maka permintaanmu itu akan dipenuhi

Seorang yang beriman sedang sakit parah, dan tentunya setiap yang sakit memerlukan kesembuhan.
Apakah permintaan orang ini akan dijawab ?

Dunia ini penuh dengan penderitaan, dan tak memandang kuantitas, ada saja tentunya seorang beriman memohon penghapusan penderitaan.
Apakah permintaan orang ini akan dijawab ?

Dan banyak permohonan yang lain yang rasanya ingin dijawab dengan segera

Sekarang marilah kita lihat janji di atas:
Jika kamu mendengarkan firmarKu dan tinggal di hatimu,
Firman atau perkataan atau ajaran Yesus menjadi rhema. Semuanya tinggal di dalam hati kita dan kita melakukannya dalam keseharian… (ini yang sulit bisik nurani terdalam, bagian ini nanti akan dibahas di judul “Kritus adalah Kepala”)

Dengan cara apakah Tuhan kita tinggal di dalam kita?
Dengan cara apakah kita satu dengan Dia?
Yaitu bersatu di dalam roh.
Jika roh kita tunduk kepada Roh Kristus, maka dikatakan Kristus menjadi Kepala.
Roh inilah yang membantu kita melihat, menelaah, berhikmat dan berdoa.
Jika kita sudah melihat ajaran atau hikmat dari keadaan kita yang diberi sakit, penderitaan dan ajaran atau hikmat itu belum cukup adanya apakah tubuh kita masih berani meminta kesembuhan?
“Cukuplah kasih karuniaKu kepadamu”, kata Tuhan kepada Paulus.

Karena Kristus yang tinggal di dalam kita itu mengasihi tubuh kita, maka kita diberi pengajaran, dalam bahasa penderitaannya dihajar
Dan karena Kristus mengasihi Tuhan dalam TritunggalNya maka Ia menolong setiap orang yang Ia pilih agar menjadi anggota-anggota yang saling mengasihi juga.
Agar semua roh yang tunduk tadi bersatu dalam Roh Kasih dalam KerajaanNya kelak.
Atau untuk sekarang agar semua roh yang dikepalai oleh Roh Kristus mampu menundukkan tubuhnya, dagingnya, untuk melakukan yang baik, karena Kristus adalah Tuhan, dan Tuhan adalah baik.

Jika roh kita adalah satu, bukankan kita seharusnya saling mengenal?
Saling mengenal di dalam kasih, karena roh itu mengajarkan kasih.

….lawan kita adalah roh-roh di udara …
ini adalah kebenaran, bahwa ada roh-roh yang menggangu kita, yang memutarbalikkan pemikiran, logika, untuk mengiakan akan kekuatan tubuh atas roh…
Maka terlahirlah raja-raja baru, tuhan-tuban baru… yang sering diajak, diketuk mata hatinya agar terbuka kepada Roh Kristus.
Dalam keadaan inilah kita di ambang keluar dari kasih.
Dan penderitaan yang seharusnya menjadi pengajaran, oleh tubuh yang goyah, telah diubah menjadi hukuman.Ia merasa itu adalah hukuman.
Dan orang terhukum selalu meminta segala sesuatu dengan cepat, dan tidak ada kasih di dalamnya.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.