Tritunggal
Juli 29, 2009 pukul 3:20 pm | Ditulis dalam Apologet | 15 KomentarKaitkata: Tritunggal
Banyak yang menyajikan kedalaman artinya tetapi saya memilih satu pasal penuh yaitu Hakim-hakim 13 saja
Hakim-hakim
13:1 Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.
13:2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”
13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.
13:7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.”
13:8 Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu.”
13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
13:10 Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: “Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku.”
13:11 Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: “Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?” Jawabnya: “Benar!”
13:12 Lalu kata Manoah: “Dan apabila terjadi yang Kaukatakan itu, bagaimanakah nanti cara hidup anak itu dan tingkah lakunya?”
13:13 Jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Perempuan itu harus memelihara diri terhadap semua yang Kukatakan kepadanya.
13:14 Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang Kuperintahkan kepadanya.”
13:15 Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”
13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”
13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.
13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.
13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”
13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
(sumber ayat dari http://www.sabda.org, Copyright LAI)
Mari kita bahas:
13:1 Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.
Pribadi yang beraktifitas di sini adalah TUHAN (ditransliterasikan ADONAI dalam Ibrani).
Dialah yang menciptakan dunia dan segala isinya, yang Awal dan yang Akhir , Alpha dan Omega (Yunani, Wahyu 1:8), Rhison dan Ahharon (Ibrani, Yesaya 48:12), Dialah Penebus Israel (Yesaya 44:6, Yesaya 49:7), IA KUDUS (Mazmur 99:9) dan SUCI (1 Jn 3:3), di dalam Dia tidak ada Dosa (1 Jn 3:5)
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.
Pribadi yang dominan di sini adalah Malaikat TUHAN.
Berfirman di sini dalam Strong Hebrew menggunakan kata ‘amar.
Presiden tidak berfirman kepada menterinya. Sekjen PBB tidak berfirman kepada anak SD di Jakarta, tetapi hanya Subjek TUHAN yang disebut berfirman.
Maka dituliskan… Malaikat TUHAN berfirman
Tetapi kata yang sama, ‘amar, digunakan ketika Istri Manoah berkata kepada suaminya.
Yang pada akhirnya kitapun harus membedakannya sesuai wacana, Presiden tidak berfirman kepada bawahannya, hanya TUHAN yang berfirman.
Kalau kita bertanya kenapa Malaikat Tuhan ini harus dituliskan dengan ‘amar=berfirman, bukan ‘amar=berkata…untuk sementara kita lanjutkan dulu dengan perkataan istri Manoah di ayat 6 tadi, sesuai pengertiannya bahwa:
Malaikat TUHAN=abdi Allah (rupanya sebagai rupa malaikat Allah)
sehingga menggerakkan hati sang suami untuk….
13:8 Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu.
Tentu sang suami berdoa kepada TUHAN (lihat di atas siapa Pribadi TUHAN), supaya abdi Allah= Malaikat TUHAN (malaikat=utusan=pemberi berita) datang kembali untuk memperjelas “firmanNya” (diquote untuk memperjelas bahwa kata ini masih membutuhkan penjelasan di akhir nanti)
lalu…
13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
13:10 Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: “Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku.”
13:11 Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: “Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?” Jawabnya: “Benar!”
TUHAN mendengar doa Manoah, “orang” itupun datang, Malaikat TUHAN itu datang, abdi Allah itu datang, Utusan itu datang,….
… seterusnya
13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
Apa yang perlu kita kagetkan dengan kalimat ini?, kenapa harus ada kata Maka tahulah Manoah…
itu disebabkan oleh…
13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
Nah sekarang kita sudah mengenal Pribadi Malaikat TUHAN ini bukan ?, Dia adalah Allah, dan Allah layak berfirman.
Apakah masih ada yang tersirat?
Ada….
Manoah berdoa kepada TUHAN, supaya Abbi Allah itu datang.
karena TUHAN adalah SUCI, KUDUS dan tidak ada Dosa di dalamNya, maka Ia tidak berbohong untuk mewakilkan DiriNya dengan diri yang lain, hanya untuk memenuhi doa Manoah, yaitu berjumpa lagi dengannya. Tetapi Ia sendiri datang untuk memenuhi doa Manoah. Ia datang dalam istilah terkenal Teofani.
Sungguh kedalaman yang sulit dipahami bukan?. terlebih untuk menjawab keraguan Manoah dalam memastikan siapa yang datang itu, Ia menjawab: “Benar”, artinya..”Akulah DIA, Akulah Yang Datang itu itu”...
IA tidak terlalu kaku dengan perngertian sementara Manoah bahwa abdi Allah=orang Utusan=Malaikat Tuhan… Tetapi malah Malaikat TUHAN itu melakukan hal-hal yang ajaib sampai Manoah mendesah..”Binasalah kita sebab kita telah melihat Allah..”.
sampai di sini kita diwarisi pengajaran dari keluarga kecil yang mendapat karunia perjumpaan dengan TUHAN ini,.. bahwa: Malaikat TUHAN= abdi Allah=malaikat Tuhan=utusan=orang (yang rupanya sebagai malaikat Tuhan)=Allah.
SemuaNya adalah Pribadi yang sama karena melihat dan merasakan Pekerjaan yang sama, yaitu KUASA yang sama.
Pribadi TUHAN tidak terkungkung akan pengertian manusia, baik kita panggil abdi Allah, orang, malaikat Tuhan, Malaikat TUHAN, Dia, tetaplah DIA, adalah TUHAN.
Utusan tertentu, Tuhan tertentu, Allah tertentu bisa saja mengaku ADONAI, tetapi lihatlah buah dari pekerjaanNya, maka kita bisa tahu pribadi di baliknya.
Di dalam kalimat-kalimat Ibrani di Alkitab, Kata Kerja selalu mendahului Subjek.. maknanya bagi saya adalah dari hasil Kerja itu kita bisa tau siapa Subjeknya
dan pada akhirnya…
13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Pribadi dominan beralih kepada Roh TUHAN…
Di awal dikatakan, anak yang lahir ini akan dan harus melakukan apa perintah TUHAN…
Anak ini dikhususkan buat TUHAN… dan Samson itu dituliskan di pasal berikutnya dikuasai Roh TUHAN…
15 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

@ par,
Hahaha…
Semua pertanyaan2 saya didelete di blognya Hikmatun.
Ngga papa itu.
Saya sedikitpun tidak terganggu.
Malah itu membuktikan kelemahan pihak Islam.
Lagian, saya sudah terbiasa dengan ‘penjagaan’ Islam.
Yeeeeeeeeeha.
1 lagi kemenangan untuk kuasa kebenaran.
Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.
Comment by CosmicBoy— Oktober 1, 2009 #
[...] } Setelah melihat cara penelaahan di tritunggal, mari kita lihat lebih jauh [...]
Pingback by Tritunggal…lagi « Hakadosh— November 4, 2009 #
Agak rumit ulasannya ya lae … hehehe
Masalah Tritunggal dalam Alkitab adalah masalah hidup manusia itu sendiri. Kristus sudah jelas mengatakan, Aku berasal dari Bapa, yang karena manusia pada akhir jaman ini baru menyatakan diriNya kpd manusia. Dari pernyataan itu, dapat kita simpulkan bahwa Yesus Kristus menyatakan diriNya secara nyata hanya demi kepentingan manusia sendiri. Sebab Allah Bapa dan Anak sudah sejak pada mulanya ada. Tidak mungkin kita ketahui Allah Bapa itu adalah Kasih jikalau Kristus tidak menyatakanNya kpd manusia. Dan tidak mungkin kita ketahui Allah itu Roh jikalau Kristus tidak juga menyatakanNya kpd kita. Jadi gambaran dan rupa Allah Bapa itu diberitahukan kpd kita melalui perkataanNya ( Firman) yakni Allah yg menjadi manusia Yesus Kristus. Karena Kristus sekarang sudah di Surga maka Roh Kudus ( Roh Allah/ Roh Kristus) di utus untuk menjaga spy manusia tetap selalu dalam pengajaran yg benar ttg Karya Kristus, dihibur dan menginsyafkan manusia yg belum percaya kpd Kristus.
Jadi walaupun di Alkitab tidak ada tulisan Tritunggal, tetapi itulah Tiga Pribadi Allah yang Esa dalam penyebutan dan Esa dalam penyembahan
Shalom ma laeku
Comment by Robinson Agus Sihotang— November 4, 2009 #
Saya yakin sekali tidak ada ajaran Trinitas/Tritunggal dalam Alkitab. Kepada siapa saja yang ingin mempelajari hal ini dengan lebih mendetail, saya merekomendasikan buku baru terbit yang dapat dibaca gratis online: http://www.theonlytruegod.org/id
Comment by insan.tak.kamil— Februari 15, 2011 #
@insan
terimakasih sudah mampir…
terimakasih atas link Anda,
note:
Ulasan saya mengenai “Tritunggal” adalah mengambil dari pasal 13 Kitab Hakim-Hakim,… dan Kitab Hakim-hakim adalah bagian dari ALKITAB. Jadi Tritunggal landasannya adalah ALKITAB.
salam
bedah buku:
setelah saya baca link saudara, saya agak bertanya2 mengenai istilah yang dibalik2 oleh penulis (atau mungkin penerjemah) yaitu: “Allah-Anak” dan “Anak Allah” (baca halaman 10).. dan saya kira tokoh2 agamawan ahli2 taurat dan ahli agama lebih paham betul arti klaim “Anak ALLAH” oleh Yesus pada suatu percakapan di Kitab Injil Yohanes, sehingga mereka berkata:
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
(Yohanes 10:33)
Comment by parhobass— Februari 16, 2011 #
???? Bukankah istilah Allah-Anak itu istilah yang dipakai dalam doktrin Trinitas, meskipun istilah itu tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali? Bukankah saudara juga akan mengaku sebagai “anak Allah” kalau ditanya? Lantas bagaimana istilah “Anak Allah” itu bisa dibalik menjadi “Allah Anak”?
Comment by Anonymous— Februari 17, 2011 #
Anda salah mengerti kali… saya pikir penulis tidak membalik-balik apapun. Istilah “Allah-Anak” itu istilah Trinitarian, meskipun tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali.
Untuk Yohanes 5 dan 10, silakan baca ke hlm. 53 dyb. Konteks memberitahu kita musuh-musuh Yesus menyalahpahami perkataan2 Yesus dan menuduhnya menyamakan diri dengan Allah. Dan Yesus dalam kedua kasus menyangkal tuduhan itu. Kebenaran harus ditarik dari perkataan Yesus bukan dari perkataan musuh-musuhnya. Mengapa dalam hal ini pihak Trinitarian begitu gairah bersekutu dengan musuh-musuh Yesus?
Comment by insan.tak.kamil— Februari 17, 2011 #
@NN
???? Bukankah istilah Allah-Anak itu istilah yang dipakai dalam doktrin Trinitas, meskipun istilah itu tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali? Bukankah saudara juga akan mengaku sebagai “anak Allah” kalau ditanya? Lantas bagaimana istilah “Anak Allah” itu bisa dibalik menjadi “Allah Anak”?
kata TRINITAS itu sendiri tidak ditemukan di ALKITAB, tetapi bukan itu yang menjadi dasar bahwa DOGMA itu tidak ALKITABIAH…
ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, ALLAH ROH KUDUS menjelaskan tentang ALLAH YANG ESA…, dalam bahasa sederhana disebut ALLAH sebagai BAPA, ALLAH sebagai ANAK dan ALLAH sebagai ROH KUDUS,…ALLAH Yang sama adalah BAPA, ALLAH Yang sama adalah Anak, ALLAH Yang sama adalah ROH KUDUS, tetapi BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS adalah Pribadi yang Independen, itulah Trinitas,
sehingga mereka yang mengaku percaya kepada ALLAH Yang Esa itu akan disebut anak-anak ALLAH,… disebut anak-anak ALLAH karena telah diperanakkan di dalam roh. YESUS disebut juga ANAK ALLAH karena daging/manusiaNYA adalah dari ROH…
Comment by parhobass— Februari 18, 2011 #
@Insan
Anda salah mengerti kali… saya pikir penulis tidak membalik-balik apapun. Istilah “Allah-Anak” itu istilah Trinitarian, meskipun tidak ditemukan dalam Alkitab sama sekali.
lihat penjelasan saya kepada saudara NN di atas…
sebagai tantangan kepada ANda, rumus luas dengan menggunakan INTEGRAL tidak akan dapat Anda temukan di ALKITAB, lalu apakah karena tidak ditemukan di ALKITAB lalu itu menjadi salah?…
Untuk Yohanes 5 dan 10, silakan baca ke hlm. 53 dyb. Konteks memberitahu kita musuh-musuh Yesus menyalahpahami perkataan2 Yesus dan menuduhnya menyamakan diri dengan Allah. Dan Yesus dalam kedua kasus menyangkal tuduhan itu. Kebenaran harus ditarik dari perkataan Yesus bukan dari perkataan musuh-musuhnya. Mengapa dalam hal ini pihak Trinitarian begitu gairah bersekutu dengan musuh-musuh Yesus?
ketika saya membaca sekali lagi tulisan tersebut, saya tidak menemukan sinergi yang padu,…oleh karena itu saya lebih dapat menerima pengertian dari ahli agama, ahli taurat di masa percakapan YESUS daripada logika saudara penulis/penerjemah… dan kemungkinan besar penulis/penerjemah kurang dapat mengerti arti “ANAK ALLAH” dari dasar kitab Ibrani…dan dapat saya pastikan penulis/penerjemah kurang memahani Kitab Ibrani dilihat dari kutipan2 PB yang kaya di buku tersebut…
menurut saudara siapakah YESUS?
Comment by parhobass— Februari 18, 2011 #
Saya berpegang teguh pada Yohanes 20:31 bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah. Dan iman pada Yesus sebagai Mesias (Kristus), Anak Allah cukup untuk membawa seseorang ke jalan keselamatan. Seriusnya kesalahan ajaran Trinitas terletak di sini: Gereja masa kini telah memaksakan suatu syarat tambahan untuk keselamatan, yaitu kepercayaan bahwa Yesus adalah Allah. Tidak dimanapun dalam Injil disebutkan bahwa Yesus adalah Allah. Kata “theo” muncul kurang lebih 1200x dalam PB, dan hanya sekali dipakai untuk Yesus di Ibr. 1:8. Tapi Ibr. 1:8 ialah kutipan dari PL, dimana kata Elohim sering dipakai dalam arti yang lebih luas (malaikat2, penguasa2, raja2). Yoh. 20:28 harus dipahami dalam konteks Yoh. 14:5-12, secara khusus ayat 10-11, “Bapa di dalam aku, aku di dalam Bapa”.
Anak Allah=Allah dalam kitab Ibrani? Hanya pencucian otak yang luarbiasa yang menghasilkan persamaan itu. Seluruh kitab Ibrani menekankan kemanusiaan Yesus lebih dari kitab manapun.
Kepicikan gereja Trinitas terletak di sini: meskipun seseorang mengasihi Yesus, taat kepada ajarannya, mengikuti pola hidupnya (memikul salib dll), mempercayainya sebagai Mesias (Kristus), anak Allah, anak Daud, juruselamat dunia… tapi selama dia tidak menerima Yesus sebagai Allah, dia divonis “anathema”… dia divonis ke neraka! Ini dilakukan meskipun tidak dimanapun dinyatakan dalam Alkitab bahwa kepercayaan kepada Yesus sebagai Allah diperlukan untuk keselamatan. Dengan demikian gereja Trinitas telah menutup jalan keselamatan kepada banyak orang berdasarkan suatu doktrin yang atas pengakuan mereka sendiri tidak dinyatakan secara eksplisit dalam Alkitab, dan lebih penting lagi tidak terpahami oleh akal budi.
Comment by insan.tak.kamil— Februari 18, 2011 #
@insan;
1. jika YESUS menurut Anda adalah Mesias,..
menurut saudara apa arti MESIAS?
2. jika YESUS menurut Anda adalah Anak Allah,..
maka itu sama dengan menyatakan YESUS adalah “meski seorang manusia saja tetapi menyatakan diri sama dengan Allah”, (seperti dialog YESUS dan ahli agama/ahli taurat)…
3. YESUS memang manusia (33 tahun) sebab untuk itulah Alkitab ditulis,
pertanyaan, manusia yang bagaimana YESUS?..
4. Menurut saudara apa itu Trinitas?
5. bisa saudara ulas bagaimana kata “ELOHIM” digunakan kepada raja/penguasa d.l.s
6. Jika saudara katakan kepicikan Trinitas, bisakah saudara menilik sejarah Anathasius?..
7. dalam konteks kalimat, memang tepat Yesus bukan ALLAH, sebab ALLAH adalah BAPA, Firman ALLAH dan ROH KUDUS Yang ESA,… Firman ALLAH yang menjadi manusia itulah yang diberi nama YESUS…(Yohanes 1), tetapi karena BAPA, Firman dan Roh Kudus adalah ESA, maka ALLAH bisa Anda panggil dengan Nama YESUS… sebab hanya Nama itu yang begitu terang yang dapat diucapkan oleh lidah manusia sejah dahulu kala sampai sekarang…yang sekaligus oleh nama itu kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12)
salam
Comment by parhobass— Februari 18, 2011 #
@parhobass, saya tahu betul apa itu Trinitas, karena tergolong orang yang disebut ahli Trinitas setelah mengajarkannya secara khusus selama hampir 15thn. Orang yang kurang yakin, saya yakinkan; orang yang kurang mengerti, saya bikin mengerti. Saya tahu persis setiap detail dan setiap siku liku atas subject ini. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, saya menyadari betapa sulitnya bagi Anda untuk menerima tafsir-tafsir alternatif. Saya sendiri bergumul berat BERTAHUN-TAHUN sebelum dengan berat hati sampai pada kesimpulan bahwa ajaran Trinitas itu tidak alkitabiah, tapi pengaruh Helenistik yang meresap ke dalam gereja. Oleh karena itu, saya tidak mengharapkan untuk Anda menerimanya begitu saja tanpa perlawanan keras.
Saya juga tidak terlalu berminat untuk melanjutkan perdebatan di sini, karena bahasa perdebatan yang seringkali tajam membuat kita kehilangan tujuan dan maksud dari sebuah perdebatan, yaitu mencari kebenaran sampai tuntas. Memenangkan sebuah perdebatan juga tidak membuktikan apa-apa karena jujur saja, saya benar-benar berharap saya yang salah dalam hal ini.
Saya hanya menghimbau agar Anda membaca buku ini dengan hati yang “sedikit” terbuka, dan dengan doa agar Allah sendiri menuntun kita pada segala kebenaran, dan dengan kesadaran bahwa meskipun dianggap orthodoks kita selaku manusia bisa saja salah. Bukankah gereja pernah menganiaya orang yang pertama kali mengusulkan bahwa bumi ini bulat bukan datar? Sialnya bumi memang “tampak” rata! Dengan kata lain, evaluasi kembali pemahaman Anda selama ini dengan kritis… apakah ada alternatif lain? Apakah ayat-ayat ini harus dimengerti seperti ini? Nah, setelah melakukan semua ini, dan tetap Anda meyakini bahwa Trinitas itu benar, setidaknya kepercayaan Anda itu bukan fanatisme membabi buta, yang begitu mencirikan jemaat Trinitas. Akhirnya, kita masing-masing yang harus mempertanggungjawabkan diri kita kepada Allah dan Mesias-Nya.
Comment by insan.tak.kamil— Februari 18, 2011 #
@Insan
saya setuju dengan saudara, dogma bisa saja salah, tetapi semangat yang kita pegang tetap sama dalam hal ini, yaitu ALKITAB tidak mungkin salah… oleh karena memandang ALKITAB tidak mungkin salah inilah berbagai orang, termasuk kita di dalamnya dengan “berani” mengemukakan sesuatu dalam istilah ALKITABIAH…
jika saudara tidak sudi melanjut diskusi kita saya juga ucapkan terimakasih…dan terimakasih juga sudah mampir di blog ini…
sedemikian saudara mengajak saya untuk terbuka membaca “buku” dari link yang saudara berikan, saya juga menyarankan saudara untuk mendalami apa itu MESIAS dalam term keimanan YAHUDI, karena kita tidak bisa memungkiri iman YAHUDI-lah yang mewariskan terang MESIAS kepada kita yang mengaku percaya TUHAN (YHWH), untuk lebih jelas lagi, bahwa ketika ISRAEL telah dijamah TUHAN, bangsa lain masih berkutat dengan setan, iblis, batu, patung, dan iblis, serta hal-hal lainnya,…
salam, shalom
Comment by parhobass— Februari 21, 2011 #
cek2 apa..tanggapanku langsung muncul ya
Comment by dody— Februari 2, 2012 #
saudara dody;
Sekali saudara diapprove kapan saja bisa menanggapi artikel di blog ini tanpa moderasi;
hanya memastikan saya, bahwa tidak ada spam;
Salam
Comment by parhobass— Februari 3, 2012 #